<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083</id><updated>2012-02-16T07:28:46.556-08:00</updated><category term='fan fiction'/><title type='text'>pimp-lord</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-6853759101594371964</id><published>2012-01-11T23:49:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T23:55:38.964-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;United by faith....&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2VA3BvHyF2U/Tw6MD622UgI/AAAAAAAAAJ4/CfKthQUdnuI/s1600/vics.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="175" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-2VA3BvHyF2U/Tw6MD622UgI/AAAAAAAAAJ4/CfKthQUdnuI/s320/vics.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil sedan itu berhenti di depan gerbang villa, tak lama seorang gadis manis keluar dari pintu belakang, hanya berbalut sports bra dan hotpans sexy berwarna biru, yang kontras dengan kulitnya yang eksotis itu.&lt;br /&gt;Wajah sang gadis bersemu merah karena harus keluar dalam kondisi setengah telanjang seperti itu, walau daerah villa itu cukup sepi, namun tetap beberapa tukang ojek dan penjaga villa bisa menikmati lekuk tubuhnya yang sensual itu yang berjuang membuka gerbang villa yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia berlari kecil menghampiri mobil yang berhenti di depan pintu villa itu, dengan membungkuk tanda hormat ia membuka pintu pengemudi, memberi jalan untuk tuan besarnya, tuan yang sebelumnya hanya merupakan seorang supir.&lt;br /&gt;Lalu gadis itu membuka pintu belakang, memberi jalan untuk tuannya yang lain yang sebelumnya hanya merupakan tukang kebun dan seorang pemulung yang mendapat rejeki untuk menikmati tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungkukan tanda penghormatan makin dalam ketika Olivia membuka pintu penumpang di depan.&lt;br /&gt;Nyonya yang sangat dikasihinya melangkahkan kakinya ke luar mobil. A-dress merah yang dikenakannya membuat orang tak akan menyangka bila sesungguhnya ia hanya seorang pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan sang nyonya lembut mengangkat dagu Olivia lalu menciumnya tanpa malu, "Terima kasih sayang." kalimat yang membuat gadis itu berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu villa terbuka, seorang perempuan berkulit gelap dan berwajah seadanya menyambut mereka. Pakaiannya dan dandanannya yang menor makin memperparah penampilannya.&lt;br /&gt;Namun nyonya penguasa Olivia seakan bertemu sahabat karib.&lt;br /&gt;"Wah, kamu bisa datang juga, ya..." kata pembuka pintu sambil bercium pipi kiri dan kanan&lt;br /&gt;"Ayo, sahabat kita yang lain sudah ada di dalam, budaknya sudah mulai pemanasan", katanya lagi sambil mengamit tangan sang nyonya. Olivia dengan tertunduk mengikuti mereka ke dalam villa.&lt;br /&gt;Nyonya menor tadi melanjutkan ucapannya. "Akhirnya kita bisa bikin pesta budak seperti ini" sambil matanya melihat Olivia...&lt;br /&gt;"Nanti kalau agak memar sedikit ngga apa toch?"&lt;br /&gt;Olivia bergidig, namun tetap menunduk.&lt;br /&gt;Sementara sang nyonya tersenyum dan terus mengikuti nyonya rumah ke arah dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dapur, Olivia melihat ada seorang gadis hanya menggunakan korset putih tanpa bra dan celana dalam, vagina mulus dan payudara yang sekal milik sang gadis terekspose bebas, hanya stripper heels yang menjadi aksesoris tambahan di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia mengenal gadis itu, dia Nabila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nyonya memagut kembali bibir ranum Olivia lalu berkata,"Kamu bantu dia, ya sayang? Jangan kecewakan aku."&lt;br /&gt;Olivia langsung bersimpuh, menunduk di hadapan sang nyonya, tak terbersit dalam benaknya untuk mengecewakan nyonya yang sangat baik pada dirinya  &lt;br /&gt;"Baik nyonya, saya tidak akan mengecewakan nyonya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kedua nyonya melangkah menuju rekan mereka yang sedang menikmati tubuh budak baru... Sekilas Olivia mendengar nyonya menor itu bertanya penasaran tentang cara membuat dirinya patuh seutuhnya, dan kembali senyuman sang nyonya menjadi jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kedua gadis sependeritaan itu berada di dapur, ada seekor kalkun besar yang harus mereka olah.&lt;br /&gt;Cukup lama keduanya terdiam, lalu Nabila memulai percakapan.&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu bisa masuk dalam perbudakan ini?"&lt;br /&gt;Pertanyaan itu menyentak Olivia, pertanyaan yang kembali membuka memory lama yang seakan tak akan terhapuskan dari ingatannya.&lt;br /&gt;"Maaf..." kata Nabila,"Aku tak bermaksud membuka luka lama itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Olivia menggelengkan kepalanya, ia tak ingin menutupi kenyataan, tidak di depan gadis yang bernasib sama dengan dirinya.&lt;br /&gt;"Waktu itu aku sedang birahi... Dan dalam kamar mandi aku sedang menikmati jemariku menstimulus clitoris dan payudaraku.&lt;br /&gt;Aku tak menyadari kalau pintu kamarku tak terkunci, dan nyonyaku masuk. &lt;br /&gt;Aku terkejut waktu ia masuk ke kamar mandi. Entah kenapa aku bagai terhipnotis oleh dirinya, aura sexy terpancar dari tubuhnya yang terbalut &lt;i&gt;you can see&lt;/i&gt; dan celana tiga perempat."&lt;br /&gt;"Aku takjub waktu tanpa sungkan ia membuka pakaiannya. Kami berdua bugil. Dan aku sama sekali tak punya niat untuk mengusirnya.&lt;br /&gt;Aku terhanyut. Aku menikmati tangannya yang menyabuniku, tubuhnya yang melekat di tubuhku.&lt;br /&gt;Dan ketika bibirnya begitu dekat dengan bibirku, aku seakan terbang. Kami berpagutan liar, tangan kami saling menjamah, meremas, merangsang.&lt;br /&gt;Aku tak ingat bagaimana kami akhirnya berada di kamar tidur, kami tak peduli tubuh basah kami meninggalkan jejak di kasur.&lt;br /&gt;Aku merasakan nafsuku menggelegak, nyonyaku benar-benar menaklukannku... Kami menikmati orgasme kami yang panjang, meresapi tiap detik kenikmatan ragawi yang kami lalui.&lt;br /&gt;Ketika aku tersadar, kedua tuanku sudah ada di dalam kamar dan ada beberapa kamera yang merekam persetubuhanku. Klasik sekali jebakan itu. Namun... Aku tau aku tak bisa berbuat apa-apa selain memasrahkan diriku untuk mereka nikmati."&lt;br /&gt;Olivia terkenang bagaimana kedua penis itu berlomba merasakan nikmat mulut dan tenggorokan sang gadis, ia teringat hidungnya yang tertanam di bulu kemaluan tuannya, serta buah zakar yang menghantam dagunya.&lt;br /&gt;Olivia ingat bagaimana penis keduanya berlomba menghancurkan vaginanya, mambombardir rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia berpaling ke arah temannya itu, "Kakak sendiri?"&lt;br /&gt;Nabila menghela nafas,"Aku kalah taruhan." katanya singkat&lt;br /&gt;Olivia mengernyit tak mengerti&lt;br /&gt;"Aku bertaruh dengan kacungku, aku kalah, dan beginilah aku sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia terdiam memandang Nabila yang nampak masih belum bisa melupakan tragedi itu.&lt;br /&gt;Nabila teringat waktu dengan yakinnya ia menandatangangi perjanjian di atas materai yang mengatakan pihak yang kalah bersedia melakukan apapun permintaan pihak yang menang. Ia dan supirnya, serta pembantu yang berlagak nyonya sebagai saksi.&lt;br /&gt;Nabila teringat bagaimana mereka mampu membuatnya merasa bersalah waktu ia mencoba sedikit bernegosiasi. Bagaimana sang supir bersedih karena merasa ternyata janji untuk seorang &lt;i&gt;entertainer&lt;/i&gt; tak berlaku untuk dirinya, serta bagaimana sang pembantu berkata sedihnya menjadi orang kecil karena bisa diperlakukan seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila tak bisa menahan beban moral itu lalu dengan lantang berkata di hadapan keduanya kalau mereka berdua boleh memperlakukan dirinya apapun yang mereka mau.&lt;br /&gt;Gadis itu menerawang mengingat ketika supirnya menyuruhnya untuk bertelanjang bulat dihadapannya, lalu memaksanya berlutut di hadapan sang supir yang dengan nyaman duduk di sofa, Memerintahkan sang gadis untuk membuka celana lusuhnya lalu memberi &lt;i&gt;oral sex&lt;/i&gt; terbaik yang bisa diberikan kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila mengamini kisah Olivia sambil mengingat ketika rambutnya di jambak membentuk ekor kuda lalu kepalanya ditekan dalam-dalam hingga penis itu masuk jauh ke kerongkongannya, membuatnya tersedak.&lt;br /&gt;Nabila masih bisa mengingat expresi kenikmatan sang supir ketika penisnya dimanjakan oleh mulut indahnya, lidahnya, tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabila menyadari kalau pembantunya juga ingin mendegragasi dirinya.&lt;br /&gt;Permpuan itu ganti duduk di sofa mengangkang di hadapan Nabila, lalu memerintahkan sang gadis untuk  melayani selangkangannya yang basah, dari vagina hingga ke anus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeritan Nabila teredam di lubang pantat sang pembantu ketika supirnya dengan kasar menghujamkan penisnya ke vagina sang gadis yang masih kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila memandang Olivia yang memasukkan kalkun ke dalam panggangan. "Vaginamu pasti sakit sekali saat mereka mulai menjahanamimu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan cuma vagina, kak. Anusku... Anusku juga mereka gunakan sebagai alternative vagina dan mulut. Sakit sekali ketika benda keras itu merejok ke dalam pantatku... Bergantian ke dua tuanku melebarkan saluran pembuanganku dengan penis mereka... Di saat aku mulai bisa menahan sakit...&lt;br /&gt;Mereka menghujamkan penis mereka bersamaan ke dalam pantatku...."&lt;br /&gt;"Hanya sentuhan lembut nyonyaku, membuat aku menahan jeritanku dan hanya bisa menggeliat menggeletar menahan sakit. Dan akhirnya aku harus membersihkan penis yang berlumuran kotoranku. Dan aku lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila mengenang dirinya yang saat itu juga disodomi dengan brutal, ia bisa merasakan jika pantatnya sedikit mengalami pendarahan. Juga ketika pembantunya yang baru saja menyiram wajahnya dengan cairan orgasme menepuk-nepuk perutnya hingga anusnya kontraksi, meremas penis sang supir dan melumurinya dengan hasil sekresi dari lambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila terpekur mengingat dirinya mengernyit menahan jijik dan mual ketika penis yang berlumuran darah dan kotoran itu dicuci dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya terdiam, mengenang awal tragedi hingga mereka tak mendengar langkah kaki nyonya penguasa Olivia.&lt;br /&gt;Tersadar, Olivia segera menjatuhkan dirinya bersujud di kaki sang nyonya.&lt;br /&gt;"Ampun nyonya, maafkan keteledoran hambamu hingga tidak mendengar nyonya datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nyonya mengangat tangan Olivia, lalu merangkul pinggulnya dengan erat. Bibir mereka dekat, nafas keduanya saling menghangatkan wajah.&lt;br /&gt;Dan seakan manusia yang dahaga, keduanya berpagutan buas, liar, seakan kekasih yang lama tak bersua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila tertegun melihat adegan birahi di hadapannya, melihat bagaimana sang nyonya menarik sports bra Olivia hingga sebatas hidung, lalu menciumi bibir sang gadis dengan bernafsu sebelum mencampakkan sports bra itu sembarangan.&lt;br /&gt;Nabila melihat bagaimana geliat Olivia ketika gadis itu meloloskan hotpantsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Nabila mulai merabai payudaranya sendiri, meremas kedua bukit kenikmatan itu hingga putingnya mengeras, lalu satu tangan melalui korset menuju vaginanya lalu bermasturbasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila melihat bagaimana sang nyonya melumuri Olivia dengan madu lalu menjilatinya dengan rakus.&lt;br /&gt;gadis itu iri, pembantunyalah yang selalu ingin dipuaskan, dan penyiksaan sexual yang mampu mengantar pembantu sialan itu orgasme. Ia iri.&lt;br /&gt;Nyonya sahabatnya pandai membangkitkan birahi, lalu meminta pelayanan seperti sekarang seperti yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nyonya duduk di meja pantry mengexpose paha jenjang yang indah seperti apa yang dikatakan Olivia. Oh betapa ingin Nabila menjilati vagina yang dilabur &lt;i&gt;whipped cream&lt;/i&gt; milik sang nyonya yang terawat rapi, tak seperti pembantunya yang tak merawat kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila terhanyut, ia tak menyadari tatapan penuh kemenangan sang nyonya. &lt;br /&gt;Dengan telunjuknya ia memanggil Nabila yang terhipnotis dan mendekati sang nyonya.&lt;br /&gt;Mereka berciuman ringan, lalu sang nyonya berbisik sensual di telinga Nabila yang dijawab dengan anggukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak Nabila undur diri ke sebuah laci di dapur, ia mengeluarkan &lt;i&gt;double head massive strap dildo&lt;/i&gt; yang biasa digunqkan pembantunya untuk menghujam mulut, vagina atau anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tatapan mengundang Nabila mengeratkan &lt;i&gt;starp&lt;/i&gt; itu di selangkangannya. Oh betapa nikmatnya rasa penis karet yang mengaduk rahimnya.&lt;br /&gt;Lalu dengan sekali hentak, ia memasukkan penis karet itu ke dalam vagina Olivia yang sedang dalam posisi berdiri membungkuk, dan memuaskan sang nyonya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit Olivia teredam oleh vagina sang nyonya.&lt;br /&gt;Tangannya membelai rambut sang gadis, mengusap kepalanya seakan menenangkan sang gadis yang menggeletar menahan hujaman kasar penis karet di vaginanya.&lt;br /&gt;Lalu sang nyonya beringsut menjauhi kedua budak itu.&lt;br /&gt;Ia berbisik pada Olivia, "Puaskan dia sayang, biarkan ia meraih orgasmenya seperti bagaimana aku menikmatimu. Terima perlakuannya dengan tulus, buat aku bahagia."&lt;br /&gt;Dan Olivia bertahan sekuatnya demi membahagiakan nyonya yang disayanginya. Tak lagi ada keinginannya untuk menjerit kesakitan... yang ada hanya rasa bakti pada sang nyonya yang sekarang menguasai pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang nyonya berbisik pada Nabila yang sedang mencengkeram erat pinggil Olive, sambil menumbukkan penis karet jauh ke dalam vagina sang gadis yang berpegangan erat pada pinggir meja pantry.&lt;br /&gt;"Luapkan amarahmu... puaskan dirimu... raih orgasmemu... lampiaskan birahimu..." desahnya sensual sambil lalu undur dari mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabila makin bernafsu, hentakan dildo itu makin brutal... ia menjambak rambut Olive, membuat gadis itu memandangnya dengan mulut membuka menahan desis kesakitan, lalu dengan penuh dendam meludahi mulut terbuka itu, lagi dan lagi...&lt;br /&gt;Lalu kedua tangannya menepuki kedua pipi Olive dengan keras hingga pipi gadis itu memerah... namun bukannya menjerit kesakitan... karena rasa ingin berbakti yang begitu besar mulut sang gadis malah membulat dan mengeluarkan suara penuh nafsu... ia menerima siksaan ini demi sang nyonya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namibla meremas kedua payudara Olive dengan keras hingga payudara gadis itu memerah lau menepuki punggung sang gadis.... meremas keras pinggul.... menampari pantat dan paha sang gadis sambil pinggulnya menghentak dan menghentak dan menghentak, vagina ke anus, anus ke vagina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila benar-benar melepaskan emosi, amarah, rasa dendam yang tertahan dalam dirinya selama ini. Sekali saja ia ingin merasakan menjadi nyoya... menyiksa seorang budak... meraih orgasme melalui penderitaan orang.... karea sampai sekarang, dirinyalah yang selalu menjadi pelampiasan, menerima siksaan, menjadi pecundang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gadis itu menghentak dan terus menghentak hingga akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erangan orgasmis terlepas dari mulut Nabila, serta desah kepuasan meluncur dari bibir Olive... keduanya terdiam sejenak sebelum bagai jelly melorot dan  tergeletak di lantai dapur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya penguasa Olive tersenyum simpul sambil bersender di pintu dapur, ia puas dengan apa yang ia lihat, lalu dengan tenang ia mematikan &lt;i&gt;cam coder&lt;/i&gt; yang ia pasang di saat ia masuk ke dapur lalu masuk ke dalam villa, menemui teman-temannya yang sedang mengganyang budak yang memohon-mohon minta belas kasihan ketika pantatnya sedang disodomi untuk yang kesekian kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas kedua gadis yang kini tergeletak di lantai dapur berangsur normal...&lt;br /&gt;"Maafkan aku, liv... aku tak bisa menahan diriku..." ia menangis karena malu, mengingat betapa kasarnya ia kepada teman senasibnya itu...&lt;br /&gt;Olive hanya menggeleng dan berkata,"Nggak apa-apa... asal kakak bahagia akupun rela..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu beringsut bangkit, dan Nabila melepaskan &lt;i&gt;strap dildo&lt;/i&gt; itu sambil mendesah merasakan gesekan penis karet itu keluar dari vaginanya.&lt;br /&gt;Mereka memandang oven, masih ada waktu sebelum kalkun itu matang. Mereka lalu mempersiapkan hidangan lain dalam diam, mencoba melupakan apa yang barusaja mereka perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu pernah coba untuk berontak? untuk kabur, liv?" tanya Nabila&lt;br /&gt;Gadis itu mengangguk,"Iya, dan ternyata aku tak pernah bisa lepas dari cengkraman mereka...Kamu lihat tuanku yang ketiga? yang berpenampilan paling seadanya itu?"&lt;br /&gt;Nabila menganggk, ia memang penasaran dengan lelaki tua dengan penampilan semrawut yang masih juga dipanggil tuan oleh Olive.&lt;br /&gt;"Satu hari aku berfikir kalau aku bisa melarikan diri dari tuan dan nyonyaku. Maka, walau saat itu aku hanya berbalut &lt;i&gt;lingerie&lt;/i&gt; tipis transparant, aku mencoba kabur. Waktu itu jam satu dini hari, dan aku melihat ada pemulung dengan gerobaknya sedang berkeliling mencari sampah..."&lt;br /&gt;Olive menghela nafas...&lt;br /&gt;Nabila seakan paham..."Itu Jebakan ya?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, kak..."Keluh Olive,"Ternyata tuan dan nyonyaku sengaja membuat skenario itu. Terlambat menyadarinya, aku tak melihat tatapan liar pemulung itu, dan aku seakan terhipnotis karena begitu aku sampai di hadapannya untuk meminta tolong, tuanku itu langsung merenggut &lt;i&gt;lingerie&lt;/i&gt; tipisku... dan aku telanjang bulat, kak...di tengah jalan, malam buta...."&lt;br /&gt;Olive menghela nafas."Tuankku membantingku, dan menikmati tubuhku di situ, ditengah jalan berlubang becek, tak beralas apa-apa.... dan tuanku begitu menikmati tubuhku...ohhh bagaimana ia mendesakkan penisnya dalam vaginaku, menunggingkanku dan menyodomiku... memintaku mengoralnya, dan menyirami rahimku dengan benihnya..."&lt;br /&gt;"dan seharian itu ia membawaku berkeliling, bugil... aku bersyukur ia masih punya belas kasihan dengan menaruhkku di dasar gerobaknya dan menutupi tubuhku dengan barang-barang bekas yang ditemuinya... dan disaat ia menginginkanku, aku tinggal naik ke permukaan dan melayaninya dengan tulus..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila menggelengkan kepala melihat betapa submisive temannya ini, ternyata sang nyonya benar-benar bisa mengubah pribadi gadis itu menjadi seperti sekarang ini... dan dirinyapun barusan merasakan kemampuan manipulatif nyonya sahabatnya ini.... &lt;br /&gt;Nabila pun sudah merasakan akibat percobaan pelarian dirinya yang berakhir dengan tubuhnya yang hancur-hancuran harus melayani pengemis, pemulung gelandangan anak jalanan dan sebut saja jenis yang lainnya di kolong jembatan kotor selama dua hari dua malam nyaris tanpa jeda. Bagaimana penis demi penis mengisi ketiga lubang kenikmatannya bergatian, maupun bersamaan... ia juga merasakan apa yang Olive rasakan ketika dua penis mengisi vaginanya, anusnya, mulutnya... bagaimana lengannya sampai pegal memasturbasikan penis-penis yang seenaknya menyemburkan sperma ke wajahnya, tubuhnya... bagaimana rahim, mulut dan saluran pembuangannya tak lagi mampu menapung sperma hingga meleleh-leleh keluar dari tubuhnya. &lt;br /&gt;Nabila tak akan bisa melupakan tubuh-tubuh penuh daki, kudis, koreng, cacad yang menikmati tubuhnya, bagaimana juga ia di buat mabuk karena dipaksa menghirup lem seperti anak jalanan sementara anak jalanan itu bergantian memasukkan penis kecil mereka dalam tubuhnya... menikmati tubuhnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan kembali mengisi dapur itu, hanya detik jam penunjuk waktu memasak yang terdengar sangat ritmis mengusir keheningan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadila memandang perut Olive... terlihat cukup rata dan terawat.... apakah?...&lt;br /&gt;"Pernah hamil, liv?" tanya Nabila tanpa bisa ditahan...&lt;br /&gt;Air mata akhirnya meleleh dipipi Olive, namun tak ada isak keluar dari mulutnya...&lt;br /&gt;Gadis itu mengusap airmata yang tumpah dan berkata, "Aku mengaborsi tujuh janin, kak... dan akhirnya aku mandul... aku tak akan pernah lagi bisa punya keturunan..." katanya sambil mempersiapkan beberapa gelas untuk minuman para tuan dan nyonya yang sedang berpesta budak...&lt;br /&gt;"Namun mungkin lebih baik begitu... supaya tuan dan nyonyaku tak pernah bisa berhenti menikmati tubuhku untuk kepuasan mereka...Kalau kakak sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku juga mereka buat mandul... bukan... bukan karena aborsi... pernah satu kali mereka meminjamkan aku ke sekelompok tukan ojeg dan tukang becak serta penjaga-penjaga villa yang sekarang sedang berpesta di dalam sana... mereka memberikku penenang yang biasa dipakai mensterilkan kuda... dan kini... nasib kita sama..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalkun itu sudah matang, mereka berdua memberikan laburan di atas hidangan mewah yang dibeli dari uang mereka sebagai &lt;i&gt;entertainer&lt;/i&gt;... lalu mereka menyiapkan makanan kecil dan minuman yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah mau meracuni mereka?' tanya Nabila tiba-tiba sambil dirinya menuangkan lemon tea dari dalam pitcher ke beberapa gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia bergidig ngeri..."Aku tak mau membunuh kakak..."&lt;br /&gt;Nabile tercengang&lt;br /&gt;"Pertama dan terakhir aku menaruh racun dalam makanan, aku kehilangan Dalmatian kesayanganku yang mereka suruh mencicipi makanan yang aku buat..."&lt;br /&gt;Olivia teringat bagaimana Dalmatian itu meregang nyawa sambil menatapnya iba mohon diselamatkan sementara dirinya meronta tertahan, memohon belas kasihan pengampunan untuk Dalmatian yang beberapa kali juga menikmati pelayanan terbaik dari dirinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olivia memandang Nabila yang tepekur melihat hidangan di hadapannya...&lt;br /&gt;"Aku tak ingin meracuni mereka... karena tubuhku kini sudah sangat rusak dan sex addict.... aku perlu mereka untuk memperbudakku, menyiksaku... aku mau meronta dan berontak terus agar mereka punya alasan untuk memperkosaku lagi dan lagi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tersenyum penuh arti...&lt;br /&gt;Ya... tubuh mereka kini tak bisa dipisahkan dari benda bernama penis dan vagina... tubuh mereka berharap dapat merasakan penis-demi penis menghujam, berharap mulut mereka bisa merasakan vagina demi vagina yang berdenyut minta dipuaskan.. karena seiring orgasme penikmat mereka, keduanyapun bisa merasakan orgasme...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah semuanya selesai, mereka berdua mendorong makanan menggunakan &lt;i&gt;trolley&lt;/i&gt; ke taman belakang villa...&lt;br /&gt;Mereka dapat melihat sekitar 20 pria dan tiga wanita sedang duduk-duduk santai sementara di hadapan mereka seorang gadis muda lainnya yang tak kalah cantiknya sedang meringkuk kesakitan sambil tersedu sedan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olive dan Nabila bisa melihat bagaimana sang gadis yang dikenal sebagai Citra itu meringkuk menggeletar menahan sakit disekujur tubuhnya, yang tertutup sperma kental, yang baru saja dihajar 20 penis secara marathon itu. Mereka tau kalau sekarang giliran mereka yang menggantikan penderitaan sang gadis yang diberi sedikit waktu istirahat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pasrah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di saat sinar menrari mulai beranjak naik, dan suhu mulai memanas nampak pemandangan menggairahkan di taman belakang villa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Olive kini berada dalam posisi merangkak, punggungnya menjadi tumpuan kaki, vagina dan anusnya disumpal dildo vibrator berukuran besar, sementara mulutnya di sumpal dildo strap... gadis itu menyadari kalau ini merupakan pemanasan dari apa yang akan ia rasakan sebentar lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila dipaksa menari erotis lalu memasturbasi dirinya dengan paha kalkun besar itu dan dirinya dipaksa berorgasme, berkali-kali hingga kelelahan... namun yang terparah tentunya masih akan datang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga gadis itu masih harus bertahan melalui siksaan itu.... selama satu minggu... selama cuti shooting yang terpaksa mereka minta untuk menyerahkan diri mereka menjadi pelampiasan nafsu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akan menjadi satu minggu yang sangat panjang bagi ketiganya... sangat, sangat panjang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-6853759101594371964?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/6853759101594371964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=6853759101594371964' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/6853759101594371964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/6853759101594371964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2012/01/united-by-faith.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2VA3BvHyF2U/Tw6MD622UgI/AAAAAAAAAJ4/CfKthQUdnuI/s72-c/vics.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-5475469103539004993</id><published>2011-12-12T20:03:00.001-08:00</published><updated>2011-12-12T23:03:25.034-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Y3eXqROGOfo/TubkG5f1q5I/AAAAAAAAAJY/GoI9umodi_g/s1600/55311187.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y3eXqROGOfo/TubkG5f1q5I/AAAAAAAAAJY/GoI9umodi_g/s320/55311187.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685482386766539666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Horror of Celine Evangelista - 2: The Torture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin pantai menerpa tubuh sexy yang berbalut bikini putih itu... Celine begitu menikmati pembuatan film horror yang 'mengharuskan' dirinya bermain diindahnya pantai, gemuruh ombak dan suasana pantai yang indah membuat Celine merasa sangat tentram... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, kini segulung awan hitam berkumpul di kejauhan laut.... angin keras dan kencang menghancurkan kebahagiaan gadis itu... Celine bergerak menjauhi pantai mencoba mencari tempat berlindung. Ia terkejut, pantai itu menjadi tandus... tak ada tempat berlindung, ia seorang diri... tak tampak rombongan crew dan pemain yang lain yang sebelumnya beria-ria dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine panik... dinginya agin yang bertiup sangat kencang menyakiti tubuhnya... gadis itu mengigil, lalu... dengan mata membelalak ngeri, Celine melihat tembok ombak tinggi yang terbentuk di hadapannya...dan dengan buas menerjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine tersentak.... terbangun dari mimpi buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, ketika seluruh sensor tubuhnya sudah sadar, gadis itu mengerang... ia kembali terisak sedih.... tubuh telanjangnya tergeletak tak berdaya di lantai gudang besar yang tak terawat tempat ia disekap oleh psikopatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denting rantai dan rasa perih di lehernya mengingatkan Celine akan rantai dan kalung besi yang menghiasi lehernya. Celine meringkuk menekuk kakinya ke arah dada... setidaknya cuma itu yang bisa ia lakukan karena tangannya masih terbelenggu di belakang tubuhnya hingga dirinya tak bisa mendekap lututnya untuk mendapatkan sedikit kehangatan melawan dinginya lantai kotor dan kasar gudang itu ,yang telah membuat kulitnya lecet, juga tak bisa melawan perih di maagnya yang sudah tiga hari ini tak diisi oleh makanan... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;not even a bowl of a dog food&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantingan keras di pintu gudang mengejutkan Celine, dengan pandangan berkunang-kunang gadis itu melihat ke arah sosok psikopat yang mendekatinya, nampak lelaki itu membawa sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cooler box&lt;/span&gt; di tangannya.&lt;br /&gt;Lelaki itu meletakkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cooler&lt;/span&gt; tadi lalu dengan tak berperasaan lelaki itu mendorong wajah Celine dengan kakinya, hingga gadis itu terjengkang ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine hanya menggeliat lemah ketika dengan seenaknya lelaki itu menginjak dan menggesekkan sepatunya larsnya ke bukit payudaranya bergantian kiri dan kanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sekitar satu jam lagi kamu akan menjalani banyak siksaan...' ujar lelaki itu dengan santai, sambil kini kakinya menekan dan membuat vagina Celine bagai keset.&lt;br /&gt;Celine hanya mengerah lirih, tenaganya sudah habis untuk melawan maupun meronta.&lt;br /&gt;'Ada kemungkinan besar kalau kamu akan mati' sambung lelaki itu tanpa menghiraukan perasaan gadis yang terbujur lemah di bawahnya&lt;br /&gt;'Namun bila kamu sampai dapat bertahan... well, setidaknya hari-hari penyiksaanmu akan berlanjut.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mengapa?' suara parau Celine keluar dari tenggorokan yang kering karena tak terkena cairan pelepas dahaga...&lt;br /&gt;'Apa salahku?... kamu sudah siksa aku... perkosa aku...hina aku...' tanya celine dengan tebata-bata... tiap frase dari mulutnya menambah kesakitan di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Salahmu tidak ada... aku cuma ingin kamu menderita' pungkas lelaki itu, sambil berjalan ke salah satu bagian gudang, 'ah, ini dia...'&lt;br /&gt; Celine melihat lelaki itu mendekatinya dengan membawa sebuah corong besar dengan selang sepanjang 20cm di bawahnya.&lt;br /&gt;'Aku akan memberimu makanan...bila sampai kamu mati anggap ini makanan terakhirmu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meronta-ronta, dengan tak berperasaan lelaki itu menghujamkan selang kotor dan dekil itu ke dalam tenggorokannya hingga kini dasar corong itu menempel langsung ke mulut sensualnya.&lt;br /&gt;Celine tersedak namun tertahan oleh selang besar yang kini mengisi tenggorkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu mengambil sebuah wadah kopi insat besar yang berbahan kaca dari dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cooler&lt;/span&gt;, Celine dalam posisi yang sangat tak nyaman itu melirik ngeri melihat cairan kental berwarna coklat kekuningan dalam wadah itu.Dan ketika tutup wadah itu dibuka, aroma busuk segera merebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celina meronta-ronta panik, lelaki itu terkekeh geli sambil menahan kepala sang gadis hingga tak bisa bergerak banyak.&lt;br /&gt;'Harum kan?' ejek lelaki itu, 'bubur ini berisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dog food&lt;/span&gt; kesenanganmu di tambah ikan busuk, daging mentah berbelatung, beberapa gumpal cacing, air comberan dari kali ciliwung, kecoak dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;my own personal shit&lt;/span&gt;.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Celine mengejang, meronta... gumpalan busuk itu menerjang masuk langsung ke lambungnya tanpa perlawanan. tubuhnya mual, namun posisi kepalanya yang terdongak tertahan membuatnya tak mampu memuntahkan setetespun cairan jahanam itu dari perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin tak ada cairan yang tersisa, dengan kasar lelaki itu mencabut selang dan corong itu, lalu merekatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;duct tape&lt;/span&gt; di mulut celine, memastikan setiap muntahan yang dikeluarkan sang gadis, akan masuk kembali ke perutnya. dan tawa sadis sang lelaki muncul ketika sebagian cairan busuk itu keluar dari hidung celine ketika sang gadis tersedak untuk kesekian kalinya, serta tawanya makin terbahak demi melihat tetesan kencing mengalir dari vaginanya tanpa bisa ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghinaan yang sangat dahsyat ini membuat Celine kembali meronta liar walau dalam kondisi lemah, matanya kembali memancarkan kebencian tinggi, kakinya yang lemah berusaha menendang psikopatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hahahahaha, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;that's the spirit... oh how i wan't to see you broken, and make your mind gone blank&lt;/span&gt;' tawa lelaki itu sambil memandang usaha Celine yang sia-sia itu.&lt;br /&gt;'Satu jam lagi, akan kita mulai...' kata lelaki itu meninggalkan sang gadis yang menggeliat menahan mual dan terpaksa menelan muntahan dami mutahan yang dikeluarkan perutnya yang menolak 'makanan' itu. Hingga akhirnya Celine tersungkur lemah, dan merasakan rontaan hebat di perutnya, walau akhirnya ia mampu menahan untuk tidak muntah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror akibat penantian membuat Celine makin frustasi... entah apa lagi yang akan diperbuat sang psikopat pada dirinya....&lt;br /&gt;Dan kini lelaki itu sudah ada di hadapannya, ia memasang sebuah rantai lain di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ring gag strap&lt;/span&gt; yang menghiasi leher Celine, lalu melepaskan rantai yang selama ini menahannya di lantai gudang itu.&lt;br /&gt;Dengan kasar lelaki itu menyeret tubuh Celine yang lemah  ke salah satu pojok gudang, ia tak meperdulikan mata sang gadis yang mebeliak, dan tubuhnya yang meronta karena tercekik rantai, Celine berusaha mati-matian menggerakkan tubuhnya agar setidaknya ia bisa bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pojok gudang itu, Celine melihat sang psikopat, membuka sebuah pintu di lantai. Pintu menuju ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;Lelaki itu mencengkeram rantai di leher Celine, membuat gadis itu berdiri di atas kaki yang goyah, lalu membawanya menuruni tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Celine membelalak ngeri... Ruangan bawah tanah itu merupakan ruang penyiksaan... gadis itu coba meronta, namun kekuatan sang psikopat jelas tak sebanding dengan kondisi tubuhnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang psikopat membawa Celine ke sebuah tiang ganda, lalu membuka ikatan di lengan Celine. Gadis itu merasakan aliran darah mengaliri nadi di lengan yang mati rasa itu. Namun rasa lega itu terlalu cepat menghilang, ketika kembali psikopat itu mengikat lengan Celine menjadi satu dengan gelang besi yang ke belakang tubuhnya, lalu menggunci gelang itu dengan rantai.&lt;br /&gt;Sang  psikopat lalu melepaskan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; di leher Celine dan menyentak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;duct tape&lt;/span&gt; yang menyumpalnya, gadis itu menghirup- dalam-dalam udara ke dalam paru-parunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You know...&lt;/span&gt;' kata psikopatnya santai, seakan gadis di hadapanya itu dalam kondisi baik-baik saja,'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;In medieval time&lt;/span&gt;, pelacur dan penyihir seperti kamu boleh diinterogasi dalam bentuk apa saja... Tujuannya agar terhulum mengakui perbuatannya yaitu menyihir atau melacur...' katanya lagi sambil memandang gadis yang berdiri limbung di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm no witch... and I'm noth a whore...&lt;/span&gt;' desis Celine geram... perlawanan gadis itu benar-benar patut diacungi jempol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Semua pelacur dan penyihir yang ada di sini juga berata begitu...' jawab psikopat dengan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine tertegun... semua? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;my god&lt;/span&gt;... berapa banyak korban psikopat ini? di mana mereka semua?&lt;br /&gt;Celine membayangkan berita di koran tentang gadis-gadis yang menghilang yang tak ditemukan hingga saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yes bitch...&lt;/span&gt; kamu pikir kamu yang pertama? perhatikan ruangan ini dengan baik sayang...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Celine meyisir ruang penyiksaan itu...dan membelalak ngeri... di sebuah pojok terjauh dari ruang itu, samar sang gadis bisa melihat jasad wanita yang membusuk bahkan sudah menjadi tulang belulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meronta ngeri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mereka tidak mengakui perbuatannya hingga akhir... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;well&lt;/span&gt;... mungkin mereka bukan penyihir atau pelacur... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;but who cares? i love torturing you gals... and by the time i finish... whether you'll join them or live for another debasement for the rest of your live&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine bergidig ngeri... tak ada pilihan yang bisa diperbuatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oh by the way&lt;/span&gt;.... daging yang aku campurkan tadi aku ambil dari bangkai mereka...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine jatuh bersimpuh dan serta merta memuntahkan semua isi perutnya seiring derai tawa sadis sang psikopat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas sang gadis tersengal... dan psikopatnya merasa saatnya sudah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Now... mengaku kalau kau pelacur dan penyihir, sundal!' makinya sambil menampar Celine hingga terduduk di atas muntahannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I am not!&lt;/span&gt;' geram Celine... sambil meludah ke arah psikopatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hahaha... good girl... makes me more happy to beat the shit out of you...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;psikopat itu berjalan ke arah tiang lalu mengambil remote yang tergantung dan menekan sebuah tombol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menjerit kesakitan, lengannya yang terbelenggu ke belakang tubuhnya terangkat paksa oleh tarikan rantai, kini ia merasakan posisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strapado&lt;/span&gt;... bahunya seakan mau lepas dari tempatnya oleh tarikan itu, kakinya kini melayang sejengkalan dari tanah.&lt;br /&gt;psikopatnya lalu mengangkat sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;leg spreader&lt;/span&gt; dari bawah tiang, mengikat tiap pergelangan kaki Celine ke spreader itu hingga kini kaki sang gadis membuka mengangkang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang psikopat beranjak ke belakang Celine, gadis itu mendengar sang psikopat mengambil sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Confess...&lt;/span&gt;' kata psikopat itu...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;NO!&lt;/span&gt;' lengking Celine sambil menahan sakit di bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;swooshh... desir angin terdengar dan..&lt;br /&gt;CTAAAAAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'yeeeaaaaarrrrggghhh!' jerit parau celine membawana demi merasakan sabetan di punggungngnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTAAAAR! CTAAAAAR!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Celine menggeletar kesakitan... jeritan parau makin melemah, berganti ringisan pedih...&lt;br /&gt;Gadis itu bisa merasakan darah mengalir dari punggung, bahu, maupun buah pantatnya yang terluka... Kepalanya terkulai lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan mata Celine tertumbuk pada sepatu sang psikopat... gagang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bull-whip&lt;/span&gt; itu digunakan untuk mengangkat dagu Celine, tatapan keduanya bertemu... tatapan mata liar dan sadis milik sang psikopat, dan tatapan sayu Celine yang bercampur dengan tatapan iba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;psikopatnya tersenyum, lalu mundur hingga pada jarak yang tepat dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTAAAARRRR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine kembali meronta liar... pecutan itu mengenai puting payudaranya... lalu menghajar habis buah dadanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTAAAAAARRRR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini perut dan rusuknya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTAAAARRR!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paha dan betisnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTAAAAAARRRR!!!!&lt;br /&gt;Raungan yang seakan dari alam lain terdengar keras ketika pecutan itu menghujam vagina Celine yang terexpose bebas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi dan lagi... hingga kini vagina itu membengkak, merah keunguan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;psikopatnya tertawa geli melihat Celine yang terkencing-kencing menahan sakit di vaginanya yang terluka itu...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well...&lt;/span&gt; mengaku atau kita teruskan permainan ini?' tanya sang psikopat dengan santainya, sambil menggulung cambuknya, meletakkannya di sebuah meja dan mengambul sebuah bokor dari meja itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'a...aku...aku bukan pe.. penyihir...' desis Celine dalam sakitnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oh baiklah...' kata psikopat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aaaaaaaaarrrrrgggghhhhhh!' Celine berteriak perih, pemuda itu menaburkan bubuk dari dalam bokor yang ternyata berisi garam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh sang gadis menggeliat liar, bagai cacing... tak perduli sakit di bahu yang sedikit lagi akan dislokasi.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu menekan tombol yang mengendurkan rantai dan membuat gadis itu terbanting di lantai ruang bawah tanah itu sambil tetap menggeliat-geliat menahan perih di sekujur tubuhnya, dirinya tak perduli pada sang psikopat yang kini memasangkan rantai lain pada pertengahan leg spreader, lalu melepas rantai di tangannya hanya untuk kembali membelenggunya menjadi satu di depan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali gadis itu melayang di udara ketika sang psikopat menekan  tombol pengatur palang itu. Kemudian ia menekan tombol kedua, yang membuat rantai di leg spreader itu meregang, dan membuat tubuh sang gadis terangkat membentuk sembilan puluh derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Confess you liitle whore....&lt;/span&gt;' geram sang psikopat sambil mengaduk tiga jarinya dalam anus Celine yang berteriak kesakitan sambil tetap bertahan...&lt;br /&gt;'Aku bukan pelacur!' lolongnya sambil menahan sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fine...&lt;/span&gt;' dengus sang psikopat sambil membawa sebuah bangku kayu bundar mirip bar stool chair.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;enjoy your answer in this judas chair&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine ketakutan setengah mati, ia melihat bangku itu... ditengahnya terdapat piramida mini seperti monumen nasional washington setinggi kurang tigapuluh cm dan diameter lima cm. Dan kini bangku itu diletakkan tepat di bawah tubuhnya.&lt;br /&gt;Gadis itu meliukkan pinggulnya dengan percuma ketika pemuda itu menekan tombol yang membuat tubuhnya turun perlahan, hingga ujung runcing piramid itu menusuk lubang anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aaaaaaaaahhhhhhh!!!!! Sakiiiiiiiiittttttt!!!!!!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raungan membahana terdengar di ruang penyiksaan itu. Psikopat itu menekan tobol yang membuat tubuh Celine terjatuh dengan cepat dan piramida itu menghujam anusnya dengan kasar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala gadis itu langsung lunglai... namun siraman air di wajahnya membuyarkan pingsanya.&lt;br /&gt;Kesakitan di tubuh gadis itu makin berlipat, terutama dalam saluran pencernaan dan lubang anusnya yang terluka, gadis itu bisa merasakan aliran darah membasahi bangku yang menahan piramida itu menusuk lebih dalam dan membuatnya mati...&lt;br /&gt;Psikopat itu benar-benar ingin menyiksanya perlahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu mengambil bangku lain lalu mengambil bangku lain lalu duduk di hadapan Celine yang tubunya gemetaran menahan sakit, perih dan dingin...&lt;br /&gt;Ia menghembuskan asap cerutu ke wajah Celine, lalu menjambak rambut sang gadis dan mendongakkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lanjut?... atau mengaku?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku... aku... bu... bu...aaaahhhh!!!!' kalimat Celine belum selesai ketika ujung menyala cerutu itu menjamah payudara kananya yang montok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mengaku...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menggeleng sambil menahan perih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aduuuuuhhhh!!!!' jerit dan ringisan perih kembali terdengar seiring desis daging payudara kiri sang  gadis yang terbakar cerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit, gelinjang rintihan silih berganti mengisi udara dalam ruang penyiksaan itu. sundutan demi sundutan menghiasi sekujur tubuh Celine... dan ketika psikopat itu selesai, nampak puntung lima batang cerutu ukuran besar berserakan di bawah bangku Celine, yang kini terisak karena penyiksaan di tubuhnya, dan tubuhnya beringsut ketika dengan santai lelaki itu meremas payudaranya yang terluka bakar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oke..' kata psikopat itu, 'cukup istirahatnya... kita mulai lagi interogasimu, sayang...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Celine menggeletar, tubuhnya kembali terangkat dan '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;plop&lt;/span&gt;'... piramid itu tercabut dari anusnya yang terluka parah itu...&lt;br /&gt;Celine bisa melihat, piramid yang tadinya berwarna putih itu berubah berwaran merah kehitaman dengan noda coklat kekuningan mengiasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tubuh telanjang Celine yang tergantung itu sangat layu.... tubuh itu sudah babak belur berhiaskan jalur-jalur cambukan, luka bakar akibat cerutu... dan lubang anus yang terluka akibat judas chair itu rambutnya kusut masai, kepalanya terkulai lemah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu berjalan ke meja dan mengambil sebuah benda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;They called this pear...&lt;/span&gt; barang ini digunakan untuk menghukum pelacur dan penzinah seperti kamu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'a...ku  bu...kan pelacur.' kata Celine terbata-bata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hah' psikopat itu mendengus mengejek, 'kamu pakai kutang dan bh selama pembuatan film... dilihat banyak orang, kamu melakukan pemotretan dengan backless wardrobe, yang cuma mirip selendang, tanpa pakai kutang, cuma hotpants putih yang menutupi vagina kamu...kamu berpose sensual untuk majalah dewasa... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;what did you call that&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;saint&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;no bitch... it called whore!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'aaaarggghhhh!!!!' Celine kembali mengaduh, ketika pear itu dihujamkan ke dalam vaginanya yang memar akibat cambukan sebelumnya....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now... confess!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menggeleng menahan sakit di tubuhnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fine...&lt;/span&gt;' psikopat itu lalu memutar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; di bawah pear itu...&lt;br /&gt;Celine merasakan kalau alat itu membuka melebar dalam vaginanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aduuhhh... ampun.... ampun.... cabut.... cabut.... memekku sobek... memekku sobeeeeekkk!' raung Celine ketika merasakan pear itu melebar hingga vaginanya membuka sangat lebar dan sangat-sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu hanya tertawa lalu meninggalkan gadis yang menggeliat kesakitan tergantung di tiang itu dan berjalan ke pojok lain ruangan penyiksaan itu mempersiapkan alat lain untuk menyiksa Celine...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu sang psikopat sadis, menghampiri Celine yang menggeliat kesakitan, tergantung di tiang itu, lalu dengan kasar menyentak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pear of anguish&lt;/span&gt; dari dalam vagina sang gadis yang kembali menjerit perih demi merasakan vaginanya di aniaya begitu rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu lalu menekan tombol hingga Celine kembali jatuh berdebam di lantai, lalu meringkuk lemah membentuk bola menahan sakit di sekujur tubuhnya. Lalu tanpa rasa belas kasihan, psikopat itu mnejambak rambut ikal Celine yang kini kusut masai itu lalu menyeret gadis yang tak berdaya itu ke sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; berbentuk kursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu mendudukkan tubuh celine yang lunglai itu pada frame tersebut, lelaki kemudian menarik pinggul celine ke arah ujung dudukan frame lalu itu mengatur kaki Celine melewati frame hingga mengangkang lebar, lalu mengeratkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; yang ada pada frame tersebut di paha, dan pergelangan kaki celine dengan ketatnya hingga memotong sirkulasi darah gadis itu, kemudian ia mengeratkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; di siku dan pergelangan lengan Celine hingga terikat erat di masing-masing lengan frame itu, kemudian dengan santainya psikopat itu mengeratkan jemari Celine ke dudukan yang dibuat mengikuti bentuk telapak tangan pada masing-masing ujung sandaran lengan di frame itu.&lt;br /&gt;Terakhir, psikopat itu mengeratkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; di leher Celine ke sandaran kepala, membuat sang gadis sedikit kesulitan untuk bernafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali sang psikopat menarik kursi ke hadapan Celine, lalu dengan berbisik di telinga Celine ia berkata...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;confess... and i'll end your suffering&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt; Celine terisak.... bagaimana ia bisa mengakui yang tidak dilakukannya?'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oh well...&lt;/span&gt;' desah sang psikopat kecewa... ia mengambil sebuah kotak dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine kembali menjerit-jerit kesakitan... makin melukai tenggorokannya yang memar akibat jeritan dan teriakan konstan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Psikopat itu menusukkan sebuah jarum pentul ke bawah kuku kelingking jari kiri sang gadis... jauh ke dalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas Celine tersendat-sendat... matanya memancarkan ketakutan ketika psikopat itu mengambil jarum ke dua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeritan... erangan... rintihan silih berganti mengisi kengerian di ruang penyiksaan itu seiring jarum demi jarum menhujam sela antara kuku dan daging jari sang gadis yang tak bisa meronta karena eratnya kuncian di sendi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu menatap kagum pada payudara sekal Celine yang maju mundur karena helaan nafas berat oleh siksaan yang dilakukannya pada tubuh sang gadis.&lt;br /&gt;Dan pandangannya makin berbinar demi melihat dada sang gadis makin maju mundur, seiring tarikan nafas yang menunjukkan rasa ketakutan dan kengerian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkingan dan rontaan liar terdengar lagi... psikopat itu memeras jeruk limau besar di atas jari-jari terluka Celine...&lt;br /&gt;Tubuh gadis itu bergetar hebat menahan perih dan sakit di jemarinya, hingga ia tak lagi konsentrasi ketika sang psikopat menarik alas duduknya hingga kini bokongnya tergantung bebas pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; itu, hanya pahanya yang menyangga tubuh letih Celine yang terus menggeliat menahan perih dan sakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang psikopat menginjak sebuah pedal, dan sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trap&lt;/span&gt; kecil tepat di bawah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; di lantai itu membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine merasa adanya rasa panas yang menyentuh bokongnya, namun ia tak bisa melihat karena lehernya yang terbelenggu ke sandaran kursi di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; itu.Celine tak bisa melihat bara api yang menyala bagaikan api dari neraka di balik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trap&lt;/span&gt; itu... dan bara panas itu mulai memanasi sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine pun menggeliat-geliat tak berdaya, hingga makin menyakiti lengan dan lehernya, gadis itu menggelait percuma demi menghindari panas bara yang menyengat anus dan vaginanya yang terluka, serta uap bara yang memanaskan sekujur tubuhnya hingga berkeringat hebat dan membuat tubuhnya berkilat sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu tersenyum liar demi melihat pinggul Celine yang menggeliat-geliat diiringi desis dan rintihan dari bibi gadis yang kepanasan hebat itu, tetesan keringat yang beradu bara memberi sensasi suara yang sensual di telinga sang psikopat. Dengan santai pria itu melihat bagaimana bagian bawah tubuh Celine memerah terpapar panas dari bara di bawahnya.... lalu beranjak ke sudut lain di ruangan itu mempersiapkan penyiksaan lainnya untuk Celine yang kini menghentak-hentak pinggulnya dengan liar karena panas yang makin menyengat bokongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trap&lt;/span&gt; itu menutup, Celine bernafas sangat berat, keringat mengucur deras dari sekujur tubuhnya, yang walau penuh bilur-bilur penyiksaan, tetap memancarkan aura sexy dan sensual yang sangat kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali tubuh lemah Celine di seret ke sarana penyiksaan yang telah disiapkan sebelumnya. Kini gadis itu terikat pada sebuah roda kayu, yang bagian bawahnya masuk ke lantai, dengan pandangan yang berkunang-kunang, Celine bisa melihat adanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trap&lt;/span&gt; lain di lantai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu menengadahkan dagu Celine, ia memandang wajah kuyu dan kusut masai korbannya, ia melihat bibir sang gadis yang kering akibat teriakan konstan dan tak adanya cairan yang masuk untuk membasahi dahaga sang gadis, juga jejak darah di tepi bibir sexy sang gadis akibat kerasnya teriakan yang keluar dari bibir yang secara berkesinambungan mengisi ruang penyiksaan itu menyebabkan tepi Celine terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Thirsty bitch?&lt;/span&gt;', tanya sang psikopat berbasa-basi, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;don't worry bitch... you'll have plenty to drink&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu kemudian memegang sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; di samping roda kayu itu lalu memutarnya hingga tubuh Celine terangkat melengkung teregang mengikuti putaran roda hingga pada posisi di puncak putaran. Celine mendengar suara derak di bawah roda itu, ia menyadari kalau trap sudah dibuka.&lt;br /&gt;Aroma busuk menyeruak mengisi paru-paru sang gadis... lalu derakan roda terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma itu makin menusuk seiring mendekatnya kepala sang gadis ke arah cairan yang menantinya di bawah sana... rambut panjangnya sudah terlebih dahulu menikmati kebusukan cairan itu. Cairan hitam pekat yang nampaknya campuran air sungai kotor, saluran pembuangan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;septic tank&lt;/span&gt; dan entah apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulit kepalanya sudah terbenam, kini menyentuh alisnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Confess, Bitch?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menggeleng panik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well enjoy your swim, love, hehehe...&lt;/span&gt;' perlahan sekali psikopat itu memutar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt;, membiarkan mata indah Celine terbenam, perlahan memutar kembali &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; itu hingga hidung sang gadis terbenam, menyaksikan dengan girang ketika Celine megap-megap berusaha bernafas dari mulutnya, hingga pada saat yang tepat, psikopat itu memutar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt; dan mendengar tegukan air kotor yang masuk dalam paru-paru dan lambung Celine.&lt;br /&gt;Lalu dengan perlahan pria itu memutar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;handle&lt;/span&gt;, dan melihat kaki Celine yang melejang-lejang sebelum menghilang ke dalam cairan busuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine megap-megap mencari udara untuk mengisi paru-parunya yang terkontaminasi cairan busuk itu. Tubuh indahnya kini kotor dan dipenuhi gumpalan menjijikkan mulai dari ujung kepala hingga ujung kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;How's your bath, bitch?&lt;/span&gt;' tanya sang psikopat sambil menjambak rambut Celine... ia bisa melihat jelas lelehan air mata tak henti mengalir dari wata ternoda sang gadis... ia hampir menyerah....&lt;br /&gt;Psikopat itu tersenyum sinis, lalu kembali memutar handle, lagi... dan lagi... hingga tubuh Celine berulang kali keluar-masuk kolam nista itu, dan terakhir sang psikopat membiarkan Celine terbenam dalam cairan itu pada posisi terbawah dari putaran roda untuk beberapa saat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine sudah lunglai ketika siksaan itu berakhir... dirinya di lempar ke lantai dingin ruang penyiksaan itu untuk kemudian merasakan semprotan air bertekanan tinggi yang dilakukan sang psikopat untuk membersihkan semua kotoran yang melekat di tubuh babak belur gadis yang tak berdaya sama sekali menahan semburan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine bahkan tak menggeliat ketika psikopat itu mencengkerem sebelah lengannya yang tak berdaya dan menyeretnya melewati lantai berbatu ruang penyiksaan itu. &lt;br /&gt;Celine sama sekali tak melawan ketika tubuh rusaknya di letakkan di atas sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;frame&lt;/span&gt; lain, punggunnya tertahan roda kayu yang memoliki banyak tonjolan lancip berbentuk piramid kecil, pergelangan lengan dan kakinya diikat erat ke ujung- ujung frame hingga tubuh gadis itu membentuk huruf x yang menggiurkan, walau tubuhnya dipenuhi bekas penyiksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aaaaaarrrrggghhhh!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raungan parau, lemah, berisi sisa kekuatan yang ada di paru-paru Celine keluar ketika sang psikopat memutar roda kemudi di kepala frame itu, dan rantai pengikat tubuh lunglai sang gadis menegang, dan menggulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine merasakan seluruh sendi tubuhnya seakan mau lepas, ia merasakan luka di tubuhnya melebar seiring regangan yang dirasakan dari alat penyiksa yang dikenal sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the rack&lt;/span&gt; itu...&lt;br /&gt;Gadis itu menyerah... kesakitan mengalahkan segalanya... ia masih ingin hidup....&lt;br /&gt;diperbudak, direndahkan, dihina, dilacurkan... apapun itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ampuuuuuunnnn!!!!' raung Celine&lt;br /&gt;'Aku mengaku...Aku mengaku....'&lt;br /&gt;'Aku penyihir... Aku pelacur....Ampuni aku.... Aku ingin hiduuuuup!' Jerit Celine ketika merasa kulit tubuhnya makin meregang dan membuat luka yang terbuka makin melebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Bunyi derak rantai terhenti....&lt;br /&gt;Psikopat itu memandang Celine yang memandang pada dirinya dengan tatapan mohon belas kasihan dan tatapan kekalahan....&lt;br /&gt;Gadis itu kini dalam genggamannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menyentuh tubuh Celine... membuat sang gadis berjengit sakit....&lt;br /&gt;Pria itu mendekatkan telinganya ke mulut Celine...&lt;br /&gt;Sang gadis berkata lirih...'Ampuuun tuan... aku mau hidup... aku rela kau jadikan budakmu seumur hidupku... biarkan aku hidup tuan... ampuni aku...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu lalu bangkit dari atas Celine dan melangkah ke sebuah perapian, lalu mengambil sebuah besi panas dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;symbol&lt;/span&gt; di ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine memandang besi logo itu dengan pandangan ngeri... ia tau kalau ia akan di cap bagai ternak... dan dengan demikian ia resmi menjadi budak sang psikopat.&lt;br /&gt;Mata Celine membelalak ketika psikopat itu mendkatkan besi membara itu ke wajahnya...&lt;br /&gt;Apakah wajah cantiknya akan dibuat cacad dengan tanda itu?&lt;br /&gt;Apakah payudaranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit kesakitan, gemeretak gigi terdengar ketika pada akhirnya tanda perbudakan itu beristirahat dengan tenang di pingul sang gadis, tepat di lipatan antara pinggul dan paha. Peletakan yang membuat tanda perbudakan itu memberi efek sexy pada tubuh Celine yang kini pingsan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine terbangun dan merasakan bila tubuhnya tertutup cairan, di sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bathtu&lt;/span&gt;b... hanya bagian wajah dan tangannya yang menonjol ke luar...dan lapisan atas cairan itu mengeras bagai lilin yang membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine panik lalu meronta berusaha membebaskan dirinya dari lapisan itu...&lt;br /&gt;Ketika akhirnya ia berhasil membebaskan dirinya dan terduduk lemah di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bathtub&lt;/span&gt; itu ia memcoba mencerna apa yang terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap semua hanya mimpi buruk, namun rasa sakit di sekujur tubuhnya mengingatkan dirinya kalau penyiksaan itu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan gadis itu melangkah ke luar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bathtub&lt;/span&gt; itu, telanjang bulat karena tak ada sehelai kain yang terdapat di ruangan itu.&lt;br /&gt;Ia melangkah ke arah kaca besar dan takjub melihat seluruh luka di tubuhnya telah sembuh, hanya menyisakan gurat-gurat yang hampir sepenuhnya sembuh, bahkan vagina dan anusnya sudah normal kembali.&lt;br /&gt;Hanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;symbol&lt;/span&gt; yang terdapat dipinggulnya yang tak akan pernah sembuh lagi... selamanya membuat kulitnya cacad permanen. &lt;br /&gt;Tanda Perbudakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine melangkah keluar ruangan itu, dan mendapati sebuah kamar indah menantinya. &lt;br /&gt;Ia merasakan angin menerpa kulit telanjangnnya dan ia melihat ada pintu yang membuka ke arah balkon. Gadis itu melangkah dan mendapati sang psikopat berdiri memunggunginya dengan tangan bertaut di belakang tubuhnya, sedang memandang jauh ke arah horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu punya kesempatan... ia mendekati sang psikopat...lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menjatuhkan lututnya dan bersimpuh di belakang sang psikopat... lalu meraih buah pantat di depannya, menguakkannya sedikit dan mulai menjilati anus sang pria yang tanpa expresi tetap memandang ke arah horizon.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu bangun dari tempat tidur mewahnya, lalu meletakkan kakinya di atas keset yang berupa tubuh Celine yang tidur dengan nyenaknya di lantai... tertidur setelah tuannya menyetubuhinya dengan liar dan brutal hingga dirinya sendiri mengalami multiple orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine hanya beringsut pelan menerima pijakan di vagina dan payudaranya... membiarkan kaki sang tuan menikmati kekenyalan tubuhnya sebelum sang tuan menapakkan kaki ke lantai dingin, beranjak ke meja komputer dan melihat pundi-pundi uang di bank di kepulauan cayman bertambah seiring suksenya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online hardcore torture session&lt;/span&gt; yang digelarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini club bestality sudah membuat request...&lt;br /&gt;Psikopat itu memutar kursinya, memnadang ke arah Celine yang masih tertidur pulas setelah pergumulan hebat semalam... bagaimana dada indahnya naik-turun seiring nafasnya yang terbuai kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu kembali ke hadapan monitor, lalu memesan beberapa jenis hewan untuk memenuhi hasrat clientnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Debasement of Celine will not over yet... not in a long... long time....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;end&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-5475469103539004993?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/5475469103539004993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=5475469103539004993' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5475469103539004993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5475469103539004993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2011/12/horror-of-celine-evangelista-2-torture.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Y3eXqROGOfo/TubkG5f1q5I/AAAAAAAAAJY/GoI9umodi_g/s72-c/55311187.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-315541586724169257</id><published>2011-06-29T15:47:00.000-07:00</published><updated>2011-06-29T16:03:33.990-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FV_qT1l1Er8/TguvLFvULgI/AAAAAAAAAIo/09FJOVwtgU8/s1600/celine-forbb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FV_qT1l1Er8/TguvLFvULgI/AAAAAAAAAIo/09FJOVwtgU8/s320/celine-forbb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5623781164756250114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Horror of Celine Evangelista: Begin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine mengerang, kepalanya serasa pecah, sekujur tubuhnya terasa sakit.&lt;br /&gt;'Di mana aku?' gumam gadis itu sambil mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;Terakhir yang ia ingat, ia baru saja hendak meninggalkan shopping mall, dan sengatan listrik menyerang tengkuknya ketika lengannya baru saja akan membuka pintu mobilnya, dan setelah itu.... gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine memandang sekelilingnya dengan pandangan nanar. Ia mendapati dirinya berada dalam sebuah gudang tua, kosong, dan bau. Beceknya lantai yang beraroma pesing itu terasa dingin menyentuh kulitnya. Kulit?&lt;br /&gt;Celine segera membangunkan tubuhnya dengan susah payah. Gadis itu syok demi mendapati tak ada selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sensor perasanya mulai berfungsi, celine merasakan sakit di bahunya dan ia mendapati kedua lengannya di telikung ke belakang punggungnya, sebuah palang besi diselipkan sejajar antara lengan dan punggungnya, sementara kedua lengannya sendiri diikat dengan kuat bertumpukan dengan rantai ke palang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine mencoba berdiri, namun gemerincing rantai yang lain membuat gadis itu reflex melihat ke arah kakinya dan mendapati kedua pergelangan kakinya terikat menyatu dengan ujung rantai lainnya terpatri di lantai gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Ah.... my bitch finally awaken&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Celine memandang ke arah suara langkah kaki yang menghampirinya sambil menarik sebuah kursi lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siapa kamu!' jerit Celine, 'Apa maumu?!'&lt;br /&gt;Lelaki itu mengatur kursinya di hadapan Celine begitu rupa hingga ketika ia duduk, wajahnya tersamarkan.&lt;br /&gt;'Mauku?' tanta lelaki itu dengan nada santai yang melecehkan.&lt;br /&gt;'Well, sebagai permulaan kamu boleh memanggil aku tuan.'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fuck you!&lt;/span&gt;' sembur Celine, 'Lepaskan aku bajingan!' raungnya lagi.&lt;br /&gt;Penculiknya diam, tampak berfikir...&lt;br /&gt;'Mmmm...No!' ejek penculiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bajingan! Pengecut!'&lt;br /&gt;Celine sangat geram, ia meronta sekuatnya sambil mulutnya tetap menyemburkan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculiknya duduk dengan tenang, pria itu bersiul kecil sambil melihat pemberontakan sia-sia sang gadis yang kini sekujur tubuhnya bersentuhan dengan beceknya lantai gudang.&lt;br /&gt;Pria itu bersenandung kecil, membiarkan Celine menghabiskan tenaga dan suaranya dengan meronta percuma, hingga akhirnya rontaan gadis itu melemah, dan suaranya menjadi parau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu memandang Celine yang meringkuk dan bernafas berat.&lt;br /&gt;'Sudah marahnya?' ejek lelaki itu yang membuat Ceine frustasi dan mulai terisak.&lt;br /&gt;'Tolong, lepaskan aku...' hiba celine pada penculiknya, gadis itu beringsut mendekati sang lelaki hingga batas regangan rantai, sejangkauan ke kaki sang penawan.&lt;br /&gt;'Bebaskan aku, aku mohon...' iba gadis itu,'Aku akan membayarmu... dan... dan aku bersumpah tak akan menuntutmu atau melaporkanmu pada pihak berwajib.'.&lt;br /&gt;Lelaki itu tak bergeming.&lt;br /&gt;'lepaskan aku. Aku mohon... berapapun kau minta akan aku usahakan...' isak celine sambil berlutut, memohon di hadapan penculiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa sinis terdengar dari keremangan wajah penculik.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;No! absolutely not. Hehehe...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meraung, merasa dipermainkan. Gadis itu kembali meronta-ronta dengan liar, sementara mulutnya kembali memperdengarkan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya gadis itu tersungkur kelelahan, pria itu bergerak menghampirinya, berjongkok di hadapan Celine yang bernafas berat lalu berkata,'Aku akan menghancurkanmu... menjadikanmu mainanku... Dan merusakmu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menggeliat ngeri dan beringsut menjauh. Lelaki di hadapannya ternyata seorang psikopat.&lt;br /&gt;lelaki itu tertawa geli melihat upaya Celine menjauh dari dirinya. Dengan santai pria itu membuka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cowboy boots&lt;/span&gt; nya dan melepas kedua kaus kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meronta. Pria itu menjepit hidungnya sambil menekan kepalanya dengan keras.&lt;br /&gt;Gadis itu berusaha bertahan sekuatnya, namun akhirnya ia menyerah. Paru-parunya serasa terbakar mencari oksigen, dan akhirnya mulut sexy celine membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mmmmmpppphhh!' seru Celine tertahan, karena kini mulutnya tersumpal sepasang kaus kaki yang aromanya sangat memuakkan dan rasanya sangat menjijikkan, membuat perutnya memberontak mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Enak kan?' leceh pria itu sambil mengambil duct tape dari balik jaket kulitnya dan melakban mulut Celine yang kini menitikkan air mata, lalu mengelilingi kepalanya.&lt;br /&gt;Lelaki itu melihat hasil karyanya dengan puas. Ia terkekeh melihat Celine menahan mual,&lt;br /&gt;'Kaus kaki itu sudah satu minggu belum aku cuci... Cocok untuk menyumpal mulutmu yang seperti keranjang sampah itu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu lalu beranjak, sambil berlalu ia berseru,&lt;br /&gt;'Nikmati malammu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bitch&lt;/span&gt;! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;See you tomorrow&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meronta, berontak di balik sumpalan kaus kaki busuk yang kini mengisi rongga mulutnya. Gadis itu meronta dan meronta hingga akhirnya ia letih dan jatuh pingsan.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine mengerang, tubuh kakunya meronta kesakitan dalam posisi tertelungkup. Di tambah dengan dinginnya lantai, aroma masam dan terutama rasa tak karuan di dalam mulutnya yang berasal dari kaus kaki kotor yang merasakan kehangatan mulut dan pijatan lidah sang gadis membuat malamnya lebih menyerupai siksa neraka. Bahkan hanya karena pingsan keletihan,dirinya bisa melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya walau hanya sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sudah bangun, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bitch&lt;/span&gt;?'&lt;br /&gt;Suara itu mengejutkan Celine, ia teringat penculiknya. Pria itu sudah duduk di tempatnya kemarin.&lt;br /&gt;'Mmmmmppphhh....mmmmppphhhh!' seru celine, memohon lemah, memohon dari balik sumbat mulutnya.&lt;br /&gt;'Ah, ya...' kata lelaki itu menepuk keningnya, 'Cucianku...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasar lelaki itu membuka duct tape di kepala Celine, membawa helaian rambut kepalanya yang tertarik paksa.&lt;br /&gt;Celine bernafas lega, memenuhi paru-parunya dengan aroma pesing ruangan yang setidaknya lebih baik dibanding rasa menjijikkan yang menghuni mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki di hadapannya tersenyum sinis melihat liur yang membetuk sulur memanjang ketika dengan sangat perlahan ia menarik kaus kaki busuk itu dari mulut Celine yang sesual itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Please...&lt;/span&gt;.'desah Celine dalam kesakitannya,'Lepaskan aku.... jangan sakiti aku lagi....'&lt;br /&gt;'Tapi itu tujuannya sayang...' kata sang lelaki sambil mengangkat dagu Celine, menikmati lelehan air mata sang gadis yang kini terisak di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kenapa aku?' tanya Celine,'Apa salahku padamu?'&lt;br /&gt;'Salahmu? Kamu cuma seorang korban yang tepat, di waktu dan tempat yang tepat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine bergidig, ternyata dirinya memang sudah diincar oleh psikopat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku perhatikan sepertinya kamu tak percaya kalau orang sepertiku bisa melakukan ini semua.' kata lelaki itu sambil bangkit dan mengeliling Celine dengan perlahan.&lt;br /&gt;'Kamu nampaknya terlalu banyak baca cerita fiksi tentang perkosaan dari internet.' kata lelaki itu sambil menyebut nama-nama situs dan group yang dikenal sebagai sarana penyalur fantasy penikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gadis cantik diperkosa supirnya, gadis keturunan diperkosa tukang kebunnya. Artis muda belia dengan sukarela menyerahkan tubuhnya untuk dientot orang yang kelasnya lebih rendah!'&lt;br /&gt;Pria itu memandang Celine yang berusaha beringsut menjauhi dirinya, lalu melanjutkan monolognya.&lt;br /&gt;'Kamu artis? check. Kamu akan merasakan perkosaan? pasti. Degradasi? Yup. Pelecehan? Tentunya.'&lt;br /&gt;'Tapi kenapa? Kenapa pemerkosanya selalu golongan rendah?' Suara lelaki itu seperti berbicara pada dirinya sendiri, 'Kenapa harus selalu supir, preman, kuli, dan lain sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine meronta menggerakan pahanya dengan liar ketika pria itu berjongkok, melekatkan telapak tangannya ke lantai becek dan bau itu, lalu dengan santai mengelusi pahanya.&lt;br /&gt;'Kenapa sosok pemerkosa itu tidak bisa seperti aku? Orang kamu lirik dengan penuh minat di mall kemarin? Orang yang punya banyak dana untuk menyembunyikan tempat seperti ini?' Lengan sang pria yang berulangkali dibasahi air kotor dari lantai itu merayap makin  ke arah pangkal paha Celine yang makin meronta.&lt;br /&gt;'Orang yang punya rencana matang untuk membuat fantasy menjadi nyata?!'&lt;br /&gt;Celine menjerit ketika dengan kasar lelaki itu mengaduk vaginyanya dengan tangan yang kotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu kemudian berdiri, memandang Celine yang meringkuk merintih.&lt;br /&gt;'Apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;beast&lt;/span&gt; itu berarti berwajah buruk? Berkulit hitam? Giginya tonggos?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan gerakan tiba-tiba lelaki itu menjambak rambut Celine dan menekan wajah cantik sang gadis ke lantai yang kotor, dan membuatnya seperti lap kumal, sambil berteriak , '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Why can't I be the Beast!!!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menangis karena takut dan ngeri, psikopat ini benar-benar ingin menyakitinya.&lt;br /&gt;Lelaki itu bangkit sambil terengah, memandangi gadis yang terisak di kakinya, merintih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Why...?&lt;/span&gt;' isak Celine&lt;br /&gt;'Karena aku bisa.' kata lelaki itu datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon menggema dalam ruangan, Sang lelaki menjawab panggilan kemudian setelah mematikan teleponnya, sang lelaki memandang ke arah Celine.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'll see you soon, bitch&lt;/span&gt;. ada bisnis yang harus aku bereskan.'&lt;br /&gt;Lelaki itu mengambil mangkuk anjing, melemparkannya sembarangan di hadapan Celine lalu mengambil sekaleng dog food dan menuangkannya ke dalam mangkuk.&lt;br /&gt;'Enjoy your meal.' katanya sambil mendorong mangkuk menggunakan kakinya ke arah celine yang memandang dengan perasaan mual dan jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wrong move&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat itu meradang, 'Anjing! Sudah bagus aku sudi memberimu makan! Kamu pikir kamu masih berhak makan enak, hah?!' maki sang lelaki sambil menjambak rambut celine dan mengguncang kepala gadis itu dengan kasar.&lt;br /&gt;'Ampun...Ampun...' hiba Celine, ' Aku makan...Aku makan...'&lt;br /&gt;'To fuckin late, bitch!' maki lelaki itu sambil membuka celana, meloloskan celana dalamnya, mengusap celana itu ke lantai kotor lalu dengan brutal menghujamkannya ke mulut Celine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu kembali tersedak, meronta. Aroma pesing dan busuk kembali mengisi rongga mulutnya, serta duct tape kembali mengelilingi kepalanya, demi memastikan mulutnya tertutup rapat, tak membiarkannya memuntahkan celana busuk itu.&lt;br /&gt;Celine hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sudah kehilangan harga diri.&lt;br /&gt;Dan kini hanya isakannya yang terdengan menggema di dalam gudang setelah penculiknya membanting pintu, meninggalkan Celine dalam keremangan gudang, kedinginan, dan rasa lapar yang merayapi maagnya, hingga untuk terlelappun sudah sangat sulit, selain karena tangannya yang terbelenggu di belakang punggungnya, perut yang lapar dan dingin sangat menyiksa gadis itu.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa lama, celine tak tau lagi. Yang kini menyentaknya dari hayalan ialah suara sepatu boot yang mendekatinya. Terror akan kembali di mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menjambak rambut Celine. Ia nampak sangat senang melihat wajah pucat, kusam dan lusuh masai sang gadis yang nampak makin kehilangan semangat hidup.&lt;br /&gt;dengan santai ia mengeluarkan celana dalam yang menyumpal mulut sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara parau Celine bertanya,'Apalagi yang akan kamu perbuat pada diriku?'&lt;br /&gt;Dengan santai lelaki itu menjawab,'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well, I want to shove my dick to your throath, abuse your ass, and things that so called pussy,okay?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine tersedak ketika lelaki itu mengeratkan ring gag ke mulutnya hingga membuka lebar.&lt;br /&gt;'Aku ngga mau kamu gigit kontolku, sayang, hehehe'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Celine kembali meronta, lelaki itu mulai memperkosa mulutnya dengan brutal. Dan yang membuat rontaannya makin menjadi adalah hentakan keras penis sang pria di tenggorokannya, serta tertutupnya hidung sexynya oleh perut bawah sang pemerkosa yang memiliki gurat six-pack yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara kocokan penis, berbaur suara tersedak sang gadis yang dalam posisi berlulut berusaha menerima hentakan demi hentakan pinggul sang pemerkosa yang membuat hidungnya terluka dan meneteskan darah.&lt;br /&gt;lelaki itu kemudian mendorong tubuh Celine hingga tersungkur tertelungkup, lalu dengan kasar lelaki itu menuggingkan sang gadis yang dengan tangan terikat seperti itu tak dapat menyangga tubuhnya hingga payudara montoknya langsung tertekan di lantai kotor itu, begitu pula dengan wajahnya, bahkan percikan air kotor sesekali masuk dalam mulut celine yang terbuka oleh ring gag itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine bergidig ngeri, lelaki itu mengorek lubang anusnya dengan kasar. Gadis itu menjerit-jerit kesakitan, namun pemerkosanya tak perduli.&lt;br /&gt;Dengan kasar ia meregangkan lubang anus Celine yang menggigil menahan sakit, lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeritan tertahan membahana dalam ruangan itu. Penis sang pria bergerak liar, menghancurkan anus Celine dengan gerakan kasar dan brutal. Mata Celine mendelik kesakitan, liur bertebaran dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa lama, pria itu mencabut penisnya dari anus sang gadis yang bersyukur terror di pantatnya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun horror baru saja dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kontolku banyak kotorannya' kata sang pria sambil menegadahkan wajah Celine, 'Ayo cebokin...'leceh sang pria sambil menghujam penisnya yang berlumuran darah dan kotoran dari pantat Celine, ke dalam mulut sang gadis yang tak dapat melawan karena tertahan ring gag. Mulut yang megap-megap berusaha menolak, mulut yang dipaksa merasakan darah dan hasil pembuangan dari pantatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nah, sudah bersih' kata sang pria sambil melihat penisnya yang bersih berkilat oleh liur Celine yang menahan mual diperutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemari lengan Celine yang terbelenggu kembali mengepal erat demi merasakan penis sang pemerkosa yang kembali membombardir anusnya yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine menggelengkan kepalanya dengan lemah, ketakutan karena penis yang kotor kembali dipertontonkan di depan wajahnya.&lt;br /&gt;'Relax, bitch' kata sang pria sambil menjatuhkan kembali kepala Celine ke lantai dan memposisikan dirinya kembali di belakang bongkahan pantat sang gadis yang menjulang tinggi,'Ini  untuk memekmu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celine kembali menangis karena pelecehan ini. Vaginanya disumbat penis kotor, yang memungkinkan vagina dan rahimnya terkena penyakit. Namun gerakan brutal penis di vaginanya menunjukkan kalau sang pemerkosa sama sekali tidak perduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika semburan sperma memenuhi relung rahimnya, Celine hanya bisa menjerit pilu, melepaskan rasa frustasinya karena sang pemerkosa sama sekali tak perduli kalau dirinya bisa hamil karena perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu berdiri mengangkangi tubuh Celine yang meliuk lemah terlentang di bawah kedua kakinya. Seringai puas terpancar dari wajah iblisnya, dan seringainya bertambah lebar karena desakan bawah tubuhnya mulai terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Drink this bitch... I'm gonna pee in your face.... arrrrgghhhh&lt;/span&gt;!' desah lelaki itu sambil penisnya menyemburkan air seni yang membasahi wajah terhina Celine, dan masuk ke dalam mulut dan tenggorokan sang gadis yang terbuka lebar oleh ring gag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu duduk terengah di kursinya. Memandang gadis yang menderita itu.&lt;br /&gt;Permainannya masih jauh dari usai.Bahkan apa yang sudah terjadi dianggapnya baru ujung dari permulaan...&lt;br /&gt;Namun untuk sementara semua rencananya harus ditunda, karena topeng sosialnya memerlukan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu merah sebuah suntikan lalu menginjeksi pantat Celine,'Belum waktunya kamu bunting...Belum saatnya.'&lt;br /&gt;kemudian lelaki itu melepaskan ring gag sang gadis, memindahkan dan mengeratkan ring gag itu ke leher celine, dan mengeratkannya menjadi strap, lalu melepas rantai yang membelenggu pergelangan kaki Celine yang membengkak berwarna keunguan dan lecet akibat rontaannya, lalu memasangnya pada starp di leher Celine.&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu menyodorkan mangkuk dog food yang kini mulai menebarkan aroma asam karena semalaman terexpose udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The choice is yours&lt;/span&gt;' kata lelaki itu sambil melangkah ringan meninggalkan celine. dan ketika pria itu hendak meutup pintu gudang, seringai iblisnya kembali berkembang demi melihat celine merangkak dengan lututnya yang limbung, mendekatkan wajahnya ke mangkuk itu dan mulai mengisi maagnya yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya ada satu kesamaan antara Celine dan pemerkosanya.&lt;br /&gt;Kesamaan yang sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran di kepala mereka yang bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Apa lagi yang akan terjadi selanjutnya?-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-315541586724169257?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/315541586724169257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=315541586724169257' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/315541586724169257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/315541586724169257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2011/06/horror-of-celine-evangelista-begin.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FV_qT1l1Er8/TguvLFvULgI/AAAAAAAAAIo/09FJOVwtgU8/s72-c/celine-forbb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-1059583038756150164</id><published>2011-03-28T16:27:00.000-07:00</published><updated>2011-03-28T21:07:48.706-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-v9lDBz85K6c/TZFbAbu2OdI/AAAAAAAAAIE/b3vzuRmrVfw/s1600/Tantri-kotak2-resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-v9lDBz85K6c/TZFbAbu2OdI/AAAAAAAAAIE/b3vzuRmrVfw/s320/Tantri-kotak2-resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589348675545872850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Behind the Scene&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri sedang memainkan BBnya dengan santai di backstage room konser music yang dilakoninya.&lt;br /&gt;Keringat masih membasahi kulit eksotisnya, yang terbalut kemben hitam dan maiden skirt renda dengan warna senada. Nampak raut kelelahan bercampur kelegaan tergurat dari wajah gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini konser usai, dan sambil memulihkan tenaganya, Tantri Nampak asik berkomunikasi melaui gadgetnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Selamat ya teh, konsernya sukses…’&lt;br /&gt;Tantri mengangkat tatapannya dari gadgetnya, melihat seorang crew membawa gulungan kabel masuk ke dalam ruangan itu, Tantri tersenyum simpul, merasa dihargai atas jerih payahnya menghibur penonton.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Thanks….’ Ujar Tantri, sambil mengambil sebatang rokok yang diangsurkan crew yang melihat Tantri melirik ke arah meja di mana rokok Malboronya tergeletak.&lt;br /&gt;‘Pasti cape ya teh’, kata crew itu lagi, sambil menyalakan lighter dan menyaksikan Tantri menghisap dalam lalu menghembuskan asap ke luar mulutnya dengan sesualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri memandang crew yang sedang merapihkan gulungan kabel di pojok ruangan dengan rasa tertarik.&lt;br /&gt;‘Nama elo siapa?’ Tanya Tantri sambil menarik sebuah kursi lainnya, lalu dengan santai mengangkat sebelah kakinya yang dibalut gothic boots dan meletakkannya dengan santainya di kursi itu.&lt;br /&gt;‘Anto’ jawab crew yang kini mulai salah tingkah demi melihat paha montok Tantri yang tersingkap, apalagi kini gadis itu duduk bersandar agak rendah hingga maiden skirtnya makin melorot ke arah pangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nto..., gue mau tanya, elo jawab jujur ya...' tanya gadis itu sambil mengepulkan asap rokoknya yang kedua...&lt;br /&gt;'Apaan teh?'&lt;br /&gt;'Konser tadi menurut lo gimana?'&lt;br /&gt;'Bagus teh...'&lt;br /&gt;'Bener? bukan cuma buat nyenengin gua aja kan?' tanya Tantri sambil kemudian bangkit dari kursi, lalu berdiri menghadap kaca rias...&lt;br /&gt;'Teh... sorakan penonton tadi kayanya jadi bukti deh, kalau konser tadi memang sukses.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kalau gua sendiri... menurut lo gimana?' kata Tantri sambil lengannya ke belakang meraih zipper maiden skirtnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto tertegun melihat Tantri dengan santainya meloloskan skirt itu dan membiarkan bagian bawah tubuhnya hanya berbalut thong sexy berenda berwarna hitam, yang menambah sensualitas kulit Tantri yang eksotis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Loh, kenapa diam?' tanya gadis itu lagi sambil berbalik memandang Anto...&lt;br /&gt;'Teteh hebat, suara teteh bagus...' kata Anto parau&lt;br /&gt;Tantri tergelak kecil...'Nto, gua bukan nanya masalah suara gua...' Tantri kembali membalikkan tubuhnya ke arah cermin,&lt;br /&gt;'Gua nyanya, menurut elo body gua gimana?' lanjut gadis itu lagi sambil menurunkan zipper kembennya dan mencampakkan pembungkus tubuh bagian atasnya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto makin terhipnotis melihat punggung Tantri yang mulus, dan... tanpa bra...&lt;br /&gt;Anto berharap lehernya bisa memanjang hingga bisa melihat refleksi depan sang gadis yang kini meregangkan lengannya ke atas hingga berjinjit di atas bootnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan santainya seakan tak ada seorangpun selain dirinya dalam ruangan itu, Tantri bebalik dan menepuk-nepuk lembut perutnya sendiri...&lt;br /&gt;'Nto... perut gua buncit ngga?' tanyanya santai&lt;br /&gt;Mata Anto tak lepas dari payudara montok Tantri yang kini terpampang bebas untuk dinikmati oleh matanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nto!' kata Tantri, menyadarkan Anto... 'perut gua.... bukan toket.'&lt;br /&gt;'Eh maaf teh... jujur ya.. teteh montok... tapi justru body model teteh yang saya suka...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ah... gombal lo...' kata Tantri sambil meremas-remas perutnya &lt;br /&gt;'Teteh nanya saya kan... ya saya jawab, lagian emang saya lebih seneng badan teteh yang montok ini daripada artis lain yang berlomba-lomba ngurusin badan sampe kaya sapu lidi....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri menyeringai, 'Berarti lo sering coli dong sambil ngebayangin gua....'&lt;br /&gt;'E....ehmmm...' Anto mendadak gugup dan tergagap menerima pertanyaan jujur itu&lt;br /&gt;'Gimana?..' senyum jahil menggurat dari bibir Tantri sambil berjalan mendekati anto yang mendadak terpaku di tengah ruangan yang rasanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makin panas itu...&lt;br /&gt;'Kalo elo suka body gua, pasti lu sering jadiin gua bacol... ya ngga?' tanya gadis itu lagi dengan suara mendesah ketika ia berdiri tepat di hadapan Anto, dan kedua lengannya melingkari leher Anto yang mendadak kaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'I... iya teh... teteh bahan coli saya...' jawab anto dengan parau sambil merasakan bagaimana keringatnya mulai mengalir dengan deras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kalu gitu berhenti ngehayal' kata Tantri sambil kemudian berjinjit dan memagut bibir Anto dengan liar...&lt;br /&gt;Tantri berbisik di telinga Anto di sela french kiss mereka yang liar hingga liur berleleran di dagu hingga ke leher keduanya..&lt;br /&gt;'Entot gua... nikmatin bahan coli lo ini...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto kini mulai membalas dengan ganas, tangannya meramasi rambut Tantri, mejambaknya pelan, hingga gadis itu mendesis, campuran antara perih dan terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tergesa Anton dibantu Tantri, membuka celana jeans lusuh yang dikenakannya, lalu dengan tak sabar, Anto merobek kausnya hingga badan kurusnya terpampang jelas.&lt;br /&gt;Anto mendesak Tantri hingga ke meja rias, sambil meremasi payudara gadis itu dengan kasar... perlakuan yang membuat Tantri makin terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri duduk di tepi meja rias itu, mulut keduanya masih berpagutan liar, lengan Anto merenggut thong Tantri&lt;br /&gt;'Anjing...!' maki Tantri sambil menampar Anto, 'memek gua perih tau!'&lt;br /&gt;'Teteh yang minta' maki Anto, lalu dengan liar memagut bibir Tantri yang dibalas oleh gadis itu dengan liarnya, bahkan pinggulnya bergerak liar mengimbangi kocokan tiga jari kanan Anto yang menghujam vaginanya dengan liar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto kemudian menarik Tantri ke arah lantai. Dengan patuh gadis itu berjongkok mengangkang dan bisa ditebak... dengan kasar Anto menjambak rambut gadis itu. &lt;br /&gt;Dan dengan erangan penuh kenikmatan Anto memaju mundurkan kepala gadis itu yang kini mulut dan tenggorokannya menjadi pelabuhan penis keras sang pemuda yang menganggap mulut yang telah menghibur ribuan penonton itu tak lebih sebagai lubang penyalur kenikmatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri sendiri tak menolak perlakuan kasar itu, malah tangannya meremasi payudara dan mengocoki vaginanya sendiri... Alangkah liarnya permainan keduanya, liur berceceran dan mengalir dari mulut Tantri, berleleran dan menggelantung di dagunya, seiring kocokan kasar penis di tenggorokannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto ingin lebih... ia ingin lebih dari deepthroat Tantri di penisnya...pemuda beruntung itu menjambak Tantri hingga berdiri... menciuminya dengan liar, lalu medorong gadis itu hingga terjengkang ke lantai... membuat sebuah kursi lipat terpelaning menimbulkan suara berderang.&lt;br /&gt;Anto menyampirkan ke dua kaki Tantri di bahunya, dan tanpa merasa perlu memberikan foreplay pada sang vokalis, Anto menghujamkan penis kerasnya ke vagina Tantri yang sedikit lecet akibat perbuatannya sebelumnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri mengerang liar, tubuh gadis itu melonjak-lonjak mengimbangi keliaran Anto, yang kini kedua tangannya bertumpu dan mencengkram erat payudara Tantri yang montok seakan ingin meletuskan kedua gunung kenikmatan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liar, brutal...persetubuhan keduanya meggambarkan keliaran nafsu primitif yang berdiam dalam jiwa setiap manusia... nafsu yang selalu coba di belenggu dalam batasan norma dan kesusilaan... namun kini dalam persetubuhan liar Tantri dan Anto... nafsu primitif itu dilepaskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto tidak puas... jepitan vagina Tantri yang begitu ketat tak membuatnya puas....Bahkan ketika ia mencekik leher Tantri hingga gadis itu tersedak mencari udara, dan seluruh tubuhnya teruatama otot vaginanya berkontraksi meremas penisnya, Anto tetap tidak puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto membangunkan Tantri, melemparkannya hingga tertelungkup di meja rias, membuyarkan semua peralatan kosmetik yang ada di meja itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto mengangkat sebelah kaki tantri ke atas kursi yang terpaku di dekat meja rias tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri kembali terlonjak-lonjak ketika Anto membenamkan penisnya ke vaginanya yang makin menerima pergesekan brutal ini...&lt;br /&gt;Namun hanya sementara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri memutar bahunya, lengan kirinya membantu Anto meregangkan buah pantatnya, dan ringisan serta desahan mengiringi penetrasi penis sang crew ke dalam liang anus sang vokalis, yang kini mendesis-desis menikmati anal sex liar ini..&lt;br /&gt;Anto meremas rambut Tantri, dan megarahkan wajah sang gadis hingga ia bisa menikmati expresi sensual gadis itu, yang mulutnya mendesis kenikmatan, dan bahkan ketika dengan sengaja anto meludah ke wajah sang gadis yang malah mengelap ludahan di wajahnya dengan jemari dandengan sensual menghisapnya bagai menghisap penis sambil mata terpejam meresapi persetubuhan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ketika Anto tak bisa bertahan lagi, ia mencabut penis yang kini berlumuran kotoran dari pantat sang gadis, memaksa sang gadis bersimpuh, menahan mulutnya membuka dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri malah menekan pantat Anto hingga kini hidung imut sang gadis tertanam di lebat rimbunya bulu kemaluan sang pemuda....&lt;br /&gt;Anto menikmati mulut sang gadis yang bagai vakum membersihkan penisnya, yang makin tak bisa bertahan... menarik kasar penisnya, mengocoknya cepat dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semburan demi semburan sperma yang bagai air bah itu, membasahi wajah Tantri hingga lengket...&lt;br /&gt;Keduanya terkapar, desah nafas berat silih berganti bersahutan dalam ruangan yang kini makin pengap itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri meresapi persetubuhan itu dengan tubuh terlentang, telanjang hanya gothic boots yang menghiasi tubuh yang mengkilat oleh keringat... &lt;br /&gt;Senyum kepuasan terpancar di wajahnya.&lt;br /&gt;Ia menyadari masih ada satu hal lagi yang bisa membuat dirinya memperoleh akhir dari rentetan orgasme yang didapatnya... tubuhnya menggeliat erotis di lantai, lengannya meremasi payudaranya, sementara pinggul dan kakinya meliuk erotis...&lt;br /&gt;Tantri menantikan kedatangan momment itu dengan mata terpejam, bibir mengeluarkan desahan lirih... Tantri menanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahan orgasme Tantri kembali keluar ketika merasakan cairan hangat yang keluar dari penis Anto, cairan berwarna kekuningan dan beraroma khas itu menerpa wajahnya, membasuh sperma yang menghiasi wajahnya, masuk ke dalam mulutnya... turun ke payudaranya, perutnya, pahanya... membasahi vaginanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri menggeletar, punggungnya melengkung menandakan orgasme yang sangat dinantikan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini dalam ruangan itu hanya ada desah nafas memburu yang berangsur tenang... dan hening...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantri beringsut bangun, dan tersenyum binal demi melihat Anto terduduk lemas di pojok ruangan, masih mengatur nafasnya....&lt;br /&gt;Gadis itu mengambil kain kumal yang teronggok dekat meja rias, dan menyeka hasil pergumulan yang ada...dengan sensual, dan membuat nafas Anto kembali memburu ingin kembali menyetubuhi sang idola, namun lututnya begitu lemas, berdiri saja pun ia tidak mampu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santai Tantri mengenakan tank top hitam dan mini skirt... mengerling ke arah Anto...&lt;br /&gt;'Bye Anto... keep on coli babe...' kata Tantri sambil tersenyum binal dan ke luar dari kamar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar ia mendapati Chua yang baru keluar dari ruangan sound system...&lt;br /&gt;Keduanya saling bertatapan... tersenyum... lalu tertawa... &lt;br /&gt;Tertawa karena keduanya mengeluarkan aroma persetubuhan yang kental, yang tercium dari tubuh keduanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa renyah mengiringi langkah kedua sahabat itu diselingi canda tawa ketika menceritakan kegilaan persetubuhan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the show... still goes on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-1059583038756150164?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/1059583038756150164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=1059583038756150164' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/1059583038756150164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/1059583038756150164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2011/03/behind-scene-tantri-sedang-memainkan.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-v9lDBz85K6c/TZFbAbu2OdI/AAAAAAAAAIE/b3vzuRmrVfw/s72-c/Tantri-kotak2-resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-6131053216965844702</id><published>2010-10-08T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T07:06:41.159-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TK8lSCDylhI/AAAAAAAAAHM/T_pu3D6y0w4/s1600/1_reva.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TK8lSCDylhI/AAAAAAAAAHM/T_pu3D6y0w4/s320/1_reva.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525676259527530002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;If I Become &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini terasa begitu cerah, seiring langkahku menelusuri pinggiran kota Jakarta tercinta ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O,ya perkenalkan namaku Reva…. Kebetulan aku pernah membintangi film layarlebar dan iklan pembalut wanita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa hari ini aku ingin sekali berjalan di pinggiran kotaku ini, ingin rasanya aku melihat langsung kehidupan yang selama ini hanya aku saksikan dari layar televisi….&lt;br /&gt;Mataku tertumbuk pada seorang wanita yang nampak sebaya denganku membawa bakul jamu yang masih kosong.&lt;br /&gt;‘pagi m’Bak… mau ambil jamu ya?’ ujarku seraya memperkenalkan diri pada wanita yang bernama Minah itu…&lt;br /&gt;‘iya m’Bak Reva…kebetulan saya mau ke tempat juragan Karta, mau ambil jamu’&lt;br /&gt;‘Boleh saya temenin m’Bak?’ tanyaku lagi&lt;br /&gt;‘Aduh m’Bak Reva…. Jangan….’ Jawab  Minah dengan pandangan ketakutan..&lt;br /&gt;‘Lho, kenapa m’Bak?’&lt;br /&gt;‘m’Bak Reva orang baik… kalau m’Bak bantu saya, nanti m’Bak nyesel’ kata Minah sambil mulai melangkah lagi…&lt;br /&gt;Aku mengiring langkah Minah, aku bertekad apapun yang harus aku lakukan dan aku korbankan, aku akan membantu Minah…&lt;br /&gt;‘m’Bak, aku ikhlas membantu m’Bak, walau apapun yang akan terjadi… m’Bak jangan mengkhawatirkan saya…. Saya yang akan menanggung semua resikonya’ ujarku dengan penuh tekad….&lt;br /&gt;Aku dapat melihat kebimbangan Minah dalam menentukan jawaban, nampak sekali ia mengkhawatirkan diriku…. Namun kebulatan tekadku akhirnya membuat Minah menyerah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami berdua tiba di depan tembok pabrik jamu tempat Minah mengambil dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pabrik ini berbeda dengan pabrik jamu lainnya yang pernah aku kunjungi pada saat raodshow atau undangan lainnya. Tempat ini dingin, muram bahkan lebih seperti benteng tahanan.&lt;br /&gt;Terlebih ketika pintu gerbang dibuka oleh seorang pria bertubuh tinggi besar dengan kumis baplang bagai centeng di perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangangan matanya membuat aku bergidig ngeri… tapi aku membulatkan tekadku untuk membantu Minah, kasihan dia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini pasti juragan Karta&lt;br /&gt;Orang ini menyebalkan sekali… dengan perut buncit dan kepala botak membuat tampangnya sangat menggelikan.&lt;br /&gt;Belum lagi gayanya, huh menyebalkan, mengenakan kaus singlet, sarung lusuh, duduk di kursi  sambil menghisap klobotnya dengan nikmat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampun… aroma klobot dan tubuhnya membuatku mual… Aku melihat bahwa Minah juga sebenarnya menahan muntah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Eeeehhh Minah…. Ada apa n’Duk?’ Tanya juragan Karta tanpa merasa perlu mempersilahkan kami duduk.&lt;br /&gt;‘Anu juragan… saya mau ambil jamu buat jualan….’ Minah terbata menjawab…&lt;br /&gt;‘n’Duk n’Duk’… jawab juragan Karta dengan nada melecehkan… ‘Hutang jualanmu yang kemarin belum kamu lunasin… sekarang mau ambil barang lagi’&lt;br /&gt;‘Maaf juragan… saya janji semua hutang akan saya lunasi’ jawab Minah dengan lesunya…&lt;br /&gt;Kasihan Minah, nampak sekali kalau ia tertekan, dan juragan ini, ia lebih baik disejajarkan dengan hewan buas yang mempermainkan mangsanya sebelum dimakan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Baiklah n’Duk… sekali ini bapak masih mau bantu kamu… apa lagi kamu bawa pembayar hutangmu buat bapak…’ katanya dengan menyebalkan sambil memandang diriku dengan tatapan mesum….&lt;br /&gt;‘Ampun juragan..’ seru Minah sambil bersimpuh di kaki juragan Karta….’ Biar saya saja yang menjadi pembayaran hutang… ‘&lt;br /&gt;‘n’Duk… jangan ngangkangi juraganmu… kamu itu cuma cukup buat bayar bunga… itupun pas-pasan…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang ajar sekali juragan ini… padahal Minah sebetulnya manis, bahkan tubuhnya yang dibalut kebaya yang diikat di bagian perut dan sarung batik yang tinggi bagian bawahnya sepuluh senti di atas lutut, cukup padat berisi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau Minah dihina lebih lama lag, maka aku tarik tank top pink yang aku kenakan melalui kepala&lt;br /&gt;‘Juragan... saya siap manjadi pembayaran hutang Minah…’ ujarku sambil meloloskan celana selututku dan berjalan mendekati juragan karta yang matanya seakan meloncat keluar dari rongganya, melihat tubuh polosku dan vagina ku yang tanpa bulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minah memegangi kakiku, menghalangi niatku untuk menyerahkan tubuhku pada juragan gila ini…&lt;br /&gt;‘Jangan m’Bak… jangan…’&lt;br /&gt;Namun juragan karta menghardik Minah…&lt;br /&gt;‘hush n’Duk… temenmu sendiri yang rela…. Kamu mendingan telanjang dan layani Kadi dan Simin…&lt;br /&gt;Tuh udah pada ngaceng…’ ujar juragan Karta sambil menunjuk penjaga gerbang dan temannya yang sama tidak menariknya… mereka berdua sudah menurunkan celana lusuh mereka dan mengocok penis mereka yang sudah sangat tegang itu&lt;br /&gt;‘ Atau n’Duk mau temen mu ini ta’ suruh ngelayani mereka?’ ancam juragan Karta….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minah tak punya pilihan lain, ia masih ingin melindungi diriku yang kini polos tanpa busana berjongkok mengangkang di depan penis juragan karta yang beraroma tak sedap, dan bulu kemaulan yang lebat tak terawat…&lt;br /&gt;Aku melihat Minah menanggalkan kebaya dan sarung batiknya lalu dengan perlahan menghampiri Kadi dan Simin, yang dengan kasar merebahkan Minah di sebuah meja bundar kecil hingga kepala gadis itu terjuntai di ujung meja memaksa mulutnya membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa lama melihat Minah yang kini disetubuhi dengan liar di vagina dan mulutnya oleh kedua begundal itu, karena juragan Karta menyentak kepalaku dan membenamkan seluruh penisnya ke dalam tenggorokanku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uuugh aromanya, memuakkanku… aku memang ingin muntah, tapi juragan karta menahan kepalaku dengan ketat, dan aku lebih baik menahan muntahku daripada nanti orang ini makin menyiksaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus membuat bajingan ini cepat berejakulasi, maka sebisaku aku memainkan lidahlu di batang penisnya yang berdaki itu, sambil aku elus lembut kantung zakarnya.&lt;br /&gt;Namun juragan Karta menginginkan pelayanan yang labih dari sekedar oral… kini ia memintaku untuk menduduki penisnya yang siap mengaduk vagina ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin memandang wajah bajingan ini maka aku rengkuh kepala botak juragan Karta dan aku biarkan ia menikmati lembut payudaraku, aku biarkan ia mencupangi payudaraku, mengulum dan menggigiti putingku yang jujur terangsang dan mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku miris melihat Minah yang disodomi bergantian oleh Kadi dan Simin, nampak sekali penderitaan gadis itu, yang tertelungkup di meja menahan perih dianusnya. Maka aku mempercepat goyangan pinggulku, aku menaik turunkan tubuhku di atas penis juragan Karta yang kini berkedut dalam vaginaku…&lt;br /&gt;Ah akhirnya, semburan sperma menjijikan itu akhirnya keluar juga…. Geli juga merasakan semburan itu mambasahi relung vagina dan rahimku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu kembali berjongkok dan membersihkan penis yang baru saja membombardir vaginaku, lalu aku berbisik pada juragan Karta…&lt;br /&gt;‘Juragan… ijinkan saya melunasi hutang Minah, kasihan dia…’&lt;br /&gt;Juragan karta melirik tak acuh,&lt;br /&gt;‘Di, Min! sudah tinggalin itu barang bekas’ serunya penuh penghinaan… ‘ini lonte mau gantiin dia’&lt;br /&gt;Kadi dan Simin menyeringai penuh nafsu memandangi ketelanjangan diriku, lalu seakan kain kumal, Kadi menendang pantat Minah hingga tersungkur di kaki juragan Karta, sementara Simin dengan pongahnya melumat bibirku yang masih lengket dengan sperma juragan Karta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadi segera merebahkan dirinya di lantai, lalu dengan sedikit paksa Simin memaksaku mengangkangi penis Kadi yang panjang dan besar itu.&lt;br /&gt;Perlahan aku memasukkan penis itu ke dalam vaginaku, ngilu juga karena penis itu panjang dan tebal… &lt;br /&gt;‘Aduuuh… aw… aw… aw’ rintihku karena Simin dengan tak sabarannya menekan tubuhku hingga penis Kadi amblas seluruhnya di vaginaku, bahkan aku merasakan kepala penis itu menyentuh dinding rahimku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum juga aku beradaptasi, Kadi sudah merengkuh pundakku, dan menarik ke arah dadanya, hingga kini payudara montokku berhimpitan dengan dada gembyor Kadi.&lt;br /&gt;‘Aduh… ampun…ampuuun’ jeritku pilu tanpa dihiraukan oleh mereka, bagaimana tidak… Simin dengan paksa ikut menjejalkan penisnya ke dalam vaginaku….&lt;br /&gt;Sakit sekali…  vaginaku serasa sobek… namun kedua bajingan ini malah makin menyiksaku dengan mulai menggenjotiku dengan brutal… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meringis kesakitan di antara sodokan mereka, air mataku mengalir… namun mereka tetap mengaduki vaginaku dengan liar… samar aku melihat Minah yand kini terlentang di bawah kaki juragan Karta… bajingan tua itu benar-benar menjadikan Minah keset kakinya yang kotor itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tak bisa terlalu lama memperhatikan Minah… kondisiku sendiri begitu mengenaskan.&lt;br /&gt;Selesai menghancurkan vaginaku dengan brutal, mereka menelungkupkan aku di lantai , Simin memengangi tanganku ke belakang, hingga payudaraku tertekan ke lantai kasar itu… lalu pria itu mengangkat pinggulku hingga menungging…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh tidak… Simin meludahi liang anusku…. Aku coba berontak, namun Kadi menahanku dengan duduk di bahuku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sakiiiiiiiiiiiiiiiit… ampuuuuun… cabuuuut…!’ raungku tak perduli sekitar…. Simin dengan kasarnya menyodomiku… penisnya mengacak lubang pantatuku… aduhh, sakit, perih… Dan sakit itu membuatku lemah… aku tak kuasa lagi meronta… aku hanya terisak menerima siksaan ini… &lt;br /&gt;Biarlah… yang penting niatku bulat… aku mau membantu Minah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Auch…’ pekiku tertahan ketika Simin mendadak mencabut penisnya dari anusku… Namun, &lt;br /&gt;‘Aaaahhh…’ kembali pantaku ditembus penis Kadi, kembali pantatku manerima siksaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ayo neng… buka mulutnya… bersihin nih kontol… ada kotorannya…’ kata simin sambil mengunci rahangku…&lt;br /&gt;Aku begitu lemas… aku tak mampu lagi meronta… dan kini aku harus merasakan aroma kotoranku sendiri… tawa ketiga bajingan itu makin menghancurkan harga diriku….&lt;br /&gt;Simin menarik penisnya yang sudah bersih dan melangkah ke belakangku… &lt;br /&gt;‘Nah sekarang kontol akang, neng…’&lt;br /&gt;Aku hanya bisa pasrah… Kadi meminta jatah mulutku untuk membersihkan penisnya yang kotor… sementara pantaku lagi lagi diisi penis Simin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali mereka berotasi memperkosa anus dan mulutku… hingga pada akhirnya, mereka memasukkan penis kotor mereka ke dalam vaginaku, dan berejakulasi dengan sukses di dalam rahimku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan tertatih, menahan sakit di selangkangan, aku dan Minah meninggalkan pabrik terkutuk itu… namun ucapan Minah membuat aku tersadar kalau bajingan-bajingan itu masih akan menikmati tubuh kami lagi…&lt;br /&gt;‘m’Bak sebaiknya nanti jangan ikut ketika saya mengembalikan botol jamu… biar saya saja sendiri…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari yang terik tak menyurutkan langkah kami untuk menjajakan jamu… ternyata pekerjaan ini sangat melelahkan… selain perjalanan yang kami tempuh, ternyata pelecehan menjadi bagian tersendiri yang tak bisa lepas dari profesi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colekan iseng,  remasan di pantat, payudara sudah menjadi bagian dari penjajaan jamu…&lt;br /&gt;Bahkan lebih dari itu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok supir truk yang sedang istirahat memanggil kami… Minah kembali ingin melindungiku dengan melarang diriku menghampiri supir-supir itu&lt;br /&gt;Namun justru aku yang lebih dahulu menghampiri mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Eeee… tukang jamunya manis ya…’ kata seorang dari mereka sambil mengelusi tenganku… aku hanya tersenyum sambil menyiapkan jamu yang diseduh Minah kemudian aku bagikan pada supir- supir itu…&lt;br /&gt;Tangan-tangan nakal kembali menyerang tubuh kami..&lt;br /&gt;Minah coba menepis tangan mereka dari tubuhku, namun akhirnya malah kami yang jadi bulan-bulanan mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dinaikkan ke bak salah satu truk yang cukup besar… pakaianku, langsung hilang entah ke mana. Minah tak lebih baik dari kondisiku… kami bersimpuh dilantai bak, dan mulut ku dan Minah seakan menjadi tempat perlombaan deepthroath supir-supir itu…&lt;br /&gt;Setiap mereka ejakulasi di mulut kami, supir berikutnya siap mengantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka menunggingkan kami berdua saling berhadapan… mereka mulai menunggangi kami dari belakang… kami berdua, aku dan Minah, jarak wajah kami hanya sepencium saja, hingga desah nafas kami saling menghangatkan wajah kami yang sudah sangat berpeluh, bahkan tanpa ingat siapa yang mengomando, kami saling berpagutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keliaran ciuman kami makin membuat penikmat tubuh kami menggila… Sodokan-sodokan penis mereka di vagina dan anus kami makin liar… dan semburan-semburan sperma, mengiringi orgasme panjangku dan Minah yang tertahan sedari tadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami beristirahat sejenak di kolong sebuah jembatan, Minah mengeluarkan seluruh kepedihan hidupnya…aku jadi terenyuh, ternyata pendapatan kami  belum mencukupi untuk keperluan hidup sehari-hari Minah, hingga gadis itu terpaksa nyambi sebagai tukang pijat… dan ternyata kolong jembatan tempat para pemulung dan pengemis berkumpul menjadi tempat Minah menawarkan jasa pijatnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di hadapanku seorang pengemis dengan aroma tubuh yang sangat masam, memintaku untuk memijatnya… Aku menghela nafas karena terharu akan keseharian Minah, gadis itu hanya mendapat bayaran sekitar dua ribu rupiah untuk memberikan pijat plus-plus pada orang-orang ini… jenis pelayanan yang kini dituntut dari diriku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membalur tubuh telanjangku dengan baby oil murahan yang ada di bakul jamu Minah, lalu aku mulai meliukkan tubuhku di atas pungung pengemis yang sangat menikmati ‘pijatanku’. Ketika pengemis itu membalik tubuhnya hingga terlentang, kini mulut, lebih tepatnya lidahku yang menjalankan fungsinya…&lt;br /&gt;Lidahku sepat karena menjilati daki di sekujur tubuh pengemis yang nyengir kegirangan, sambil mengedip ke belakangku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun… kasihanya dirimu Minah… untuk dua ribu rupiah kamu rela di tunggangi sambil  terus ‘memijat’ seperti yang aku alami sekarang… entah penis siapa yang bersarang seenaknya di anus dan vaginaku bergantian sementara aku kini menjilati telapak kaki kotor pengemis itu sampai bersih sebelum aku men deepthroath penis pengemis itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan, aku dan Minah dapat mengumpulkan uang masing-masing duapuluh ribu rupiah… rupanya hari itu memang banyak pengemis, gelandangan, dan pemulung yang beristirahat hingga pendapatan kamipun jadi lumayan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minah tak hentinya berterima kasih atas keikhlasanku membantu dirinya… dan tangisnya makin keras karena aku memberikan semua hasil pendapatanku pada Minah…&lt;br /&gt;Aku ikhlas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kami berjalan, jujur dengan langkah diseret… hei, kami disetubuhi puluhan lelaki dalam waktu setengah hari, wajar kalau kami kelelahan dan jalan kami mengangkan, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya selangkangan kami akan lebih mengangkang lagi… &lt;br /&gt;Gerbang pabrik jamu terbuka, dan aku melihat kalau juragan Karta mengumpulkan semua pegawai lelaki di pabrik itu dan memang menanti kedatangan kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggengam tangan Minah erat, dan memasuki pabrik yang gerbangnya kini menutup di belakang kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi telah menyingsing… aku memandang Minah yang terkapar kelelahan di kamar kontrakannya yang sempit itu, setelah akhirnya kami bisa pulang dari ‘pesta’ gangbang di pabrik itu…&lt;br /&gt;Kasihan Minah… dalam waktu beberapa jam lagi ia harus kembali menjalani ‘rutinitas’ ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengecup kening Minah, aku tinggalkan amplop coklat berisi dana yang setidaknya bisa membantu Minah untuk hidup sehari-hari sampai ia bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku berjalan meninggalkan kontrakan Minah, aku berjalan menikmati pagi yang cerah ini… &lt;br /&gt;Mataku tertumbuk pada sosok lelaki setengah baya yang sedang memanggul karung berisi botol aqua bekas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terenyuh… aku harus membantu beliau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Pak… saya Reva…’ kataku sambil memperkenalkan diri&lt;br /&gt;‘Bolehkah saya membantu bapak?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;The End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-6131053216965844702?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/6131053216965844702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=6131053216965844702' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/6131053216965844702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/6131053216965844702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/10/if-i-become-pagi-ini-terasa-begitu.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TK8lSCDylhI/AAAAAAAAAHM/T_pu3D6y0w4/s72-c/1_reva.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-8748996509513079574</id><published>2010-10-05T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T21:56:54.285-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TKwBZMGmY_I/AAAAAAAAAHE/Ydiv8iW2HDQ/s1600/photo-Nadine-Chandrawinata.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TKwBZMGmY_I/AAAAAAAAAHE/Ydiv8iW2HDQ/s320/photo-Nadine-Chandrawinata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524792375134020594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nadine's survival part3: Medieval Horror.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama Nadine mencari jalan untuk menjauhi camp militer yang untuk beberapa saat menjadi 'tempat tinggalnya'&lt;br /&gt;Tanda mata di sekujur tubuhnya masih nyata, sundutan rokok, cambukan, bahkan bekas pecahnya bibir yang untungnya kini hanya meninggalkan guratan tipis….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini keletihan mulai menerpa seiring menjauhnya gadis itu dari camp militer itu.. Singlet militer yang dikenakannya kini kuyup oleh keringat dan memetakan payudara dan putingnya dengan jelas, serta memetakan perutnya yang rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine menahan tubuhnya dengan sebelah lengan di pohon besar itu, lengannya yang satu lagi menyeka bibirnya, gadis itu baru saja memuntahkan isi perutnya yang kosong, kelelahan setelah pelariannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun istirahat nampaknya harus menunggu…. Insting Nadine yang makin terasah merasakan bahaya, gemerisik dedaunan dan pepohonan di sekitarnya membuat waspada… dan ketika teriakan perang mendadak muncul, gadis itu sudah bersiap dan segera berlari menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas nampak pengejarnya berpakaian ala abad pertengahan, Nadine sempat berfikir bagaimana mungkin ada begitu banyak kelompok dengan bermacam background, tribe dan waktu… Nadine teringat pada suku kanibal yang memperkenalkannya pada rasa daging mentah, bahkan daging manusia, bahkan kehilangan kemampuannya untuk melahirkan, lalu pikirannya teralih ke camp militer dan kenangnnya membuat Nadine teralih dari konsentrasinya melarikan diri sehingga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘fuck...’&lt;/span&gt; erang Nadine ketika kini tubuhnya tertangkap jaring dan tergantung di atas tanah, dan erangan putus asa makin terdengar jelas demi melihat pistol FN nya tergeletak pasrah di dasar hutan, sementara tawa riang pemburunya makin mendekat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar… pemburunya menggunakan pakaian abad pertengahan, bahkan beberapa menggunakan baju zirah, kesemuanya membawa senjata, mulai daru sekedar tongkat, garu, hingga pedang dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;crossbow&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Salah satu ksatria baju zirah itu mendekat, mengambil pistol Nadine, lalu tanpa keraguan menembak sekeliling jarring Nadine hingga membuat gadis itu menggeliat ngeri, demi menjaga peluru nyasar bersarang di tubuhnya. Kemudian seteleh semua peluru ditembakkan dan magazine telah dikosongkan, ksatria itu mengayunkan pedangnya memotong tali yang mengikat jaring, membiarkan tubuh Nadine jatuh berdebum di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perlawanan berat, Nadine diringkus oleh dua pembantu pemburu yang bau tubuhnya membuat gadis itu hampir muntah.&lt;br /&gt;Gadis itu dipaksa berlutut di tanah, sementara lengannya ditelikung dengan menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Finally the enemy fallen before us’&lt;/span&gt; seru pemimpin perburuan itu…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And by god, how they mocked us, by sending a whore to destroy our nation’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nadine coba untuk membela diri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Forgive me sir, I just a victim…. Same as you are… they…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Silence you filthy whore!’&lt;/span&gt; bentak sang ksatria… dan Nadine segera menyadari kalau kembali dirinya tak bisa melakukan negosiasi….&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Please sir… I beg you…’&lt;/span&gt; seru Nadine dengan putus asa…&lt;br /&gt;Hantaman tongkat di wajahnya membuat pandangan sang gadis berkunang kunang, kembali ksatria itu membentaknya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘No whore shall open their mouth before noble knight… especially whore with has no dignity, who flash her skin just like a common dog!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine bergidig ketika ksatria itu menyelipkan pedangnya ke balik t-shirt sang gadis, dinginya baja bersentuhan dengan kulit membuat kuduk Nadine makin meremang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And since you prefer yourself to be expose as a dog… then you shall have you’re wish granted!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan…rrrrrriiiiiiip…..&lt;br /&gt;t-shirt Nadine terbelah dengan mulusnya…., dan sementara sang ksatria menyarungkan pedangnya dan berbalik menuju sebuah kursi yang telah dipersiapkan, rombiongan pemburu yang lain mencabik-cabik pakaian Nadine menjadi ribuan serpihan kecil, hingga kini kembali Nadine telanjang bulat, dengan tubuh sexy hasil ‘kerja keras’ yang dilaluinya, tersaji dihadapan gerombolan lelaki yang jelas meneteskan liur dan penis yang nampak menggelembung dibalik celana ketat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lengan Nadine ditelikung hingga telapak tangannya menyentuh shoulder blade yang berlawanan, kemudian diikat menggunakan tali rami…&lt;br /&gt;Nadin meringis dan mengiba iba memohon belas kasihan, namun kini sebuah dental gag memaksa mulutnya membuka sangat lebar hingga sang gadis merasa kalau mereka ingin merobek wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Bring over the whore!’&lt;/span&gt; perintah sang ksatria dari singgasananya….&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Let us show that bitch where she belongs’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine hanya bias meringis ketika penangkapnya menjambak rambutnya dan menyeret tubuh lemahnya ke arah singgasana sang ksatria yang kini menyibakkan tunic di bagian pinggulnya.&lt;br /&gt;Mata gadis itu memandang penuh iba namun ia tau tak ada yang bisa dilakukannya ketika mulutnya yang dibuka paksa diarahkan pada penis tak bersunat yang mengacung tegak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini kembali Nadine harus merasakan hidung mancungnya bertumbuk dengan bulu kemaluan lebat dari pemerkosanya bahkan bertumbuk dengan keras sehingga gadis itu kesulitan untk bernafas.&lt;br /&gt;Namun cegukan karena kekurangan nafas yang dirasakan Nadine justru menambah kenikmatan sang ksatria merasakan remasan tenggorokan Nadine memijat penisnya dan pipi sang gadis yang kembang kempis mencari nafas makin membuat penisnya serasa dimanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka menelungkupkan Nadine di sebuah tunggul kayu lalu ksatria itu mengambil posisi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine melenguh kesakitan ketika anusnya ditembus penis besar sang ksatria, namun  lenguhannya kembali teredam ketika penis lain mulai memperkosa mulut dan tenggorokannya dengan brutal…&lt;br /&gt;Anus Nadine terasa sangat perih ketika ksatria itu mencabut penisnya dengan sekali sentak, namun  siksaan baru menanti ketika dengan brutal penis yang membawa jejak darah dan kotoran dari anusnya dihujamkan dengan kasar ke dalam vaginanya yang kering…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine meraung tertahan demi merasakan penis itu seakan mengoyak vaginanya.&lt;br /&gt;Dengan suara berat karena menahan kenikmatan sang ksatria lalu berkata…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘This whore need to be punished more, for shaving her pubes like a dog she is…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Nadine merasakan semburan sperma sang ksatria, yang ia tau bukan menjadi semburan terakhir yang akan mengisi semua lubang di tubuhnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan apa yang dicontohkan oleh sang ksatria diikuti oleh pasukannya seperti pada saat sang ksatia selesai menumpahkan spermanya ke ddalam kerongkongan Nadine untuk yang kesekian kalinya. Sang ksatria lalu menegadahkan wajah Nadine mengarahkan penisnya tepat di mulut terbuka sang gadis dan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Nadine merasakan pelecehan terendah demi mengetahui mulut dan tenggorokannya tak lebih tinggi dari sebuah toilet…dan kini barisan baru telah tersusun rapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu, hingga malam, kelompok pemburu itu ‘merajam perempuan lacur’ yang mereka anggap sebagai pembawa sial…&lt;br /&gt;Ketika mereka selesai, tubuh Nadine tergeletak tak berdaya di tanah yang kini menjadi makin basah oleh sperma dan keringat serta air seni yang membasahi tubuh sang gadis… noda lumpur, tanah, dedaunan, mengiasi tubuhnya, rambutnya yang panjang kini kust masai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi menjelang… semburan air seni sang ksatria membuat sang gadis tergagap bangun…&lt;br /&gt;Para pemburu itu tertawa, lalu mereka membuka ikatan rami di tangan Nadine yang mengungu karena kekurangan aliran darah, namun kelegaan itu hanya sementara karena mereka kemudian membawa papan pasung yang digunakan untuk mengunci kepala dan pergelangan tangan sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine begitu lemah hanya untuk meronta, hingga kini pasung yang begitu ketat mengunci pergelangan tangan dan lehernya terpasang dengan kokoh, dan tambang rami yang sebelumnya menghiasi tubuh sang gadis, kini tersambung antara pasung ke pelana sang ksatria, yang berseru lantang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Shall we go lads, shall we take this infidel whore to be punished by our merciful yet firm king!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aye!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seruan para pemburu mengiringi langkah Nadine yang terserok, limbung menahan sakit, ketika rombongan itu mulai meninggalkan hutan. Nadine meringis menahan sakit di leher dan dipergelangan tangannya, juga di tapak kaki telanjangnya yang menerima siksaan ranting kayu, tanah berbatu dan semak berduri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine kembali tertegun… sebegitu besarkah pulau ini hingga bisa menyimpan sebuah benteng abad pertengahan seperti ini, gumamnya dalam hati demi melihat dinding kokoh benteng itu setelah mereka keluar dari hutan dan melalui savanna berbatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terompet kemenangan terdengar dari balik tembok seiring gendering tanda kembalinya pasukan terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Have we come from holly quest!’&lt;/span&gt; seru sang ksatria,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Have we captured the infidel whore they sent upon us?’&lt;br /&gt;‘The victor is ours!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gerbang terbuka diiringi gemuruh sorak sorai kemenangan penduduk kota.&lt;br /&gt;Nadine merinding….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja kaki gemetar Nadine melewati batas gerbang, lamparan sayur busuk, telur busuk, hingga ember demi ember yang penuh air hasil penampungan kotoran menyerbunya, bahkan semburan ludah, tamparan, tendangan ikut menikmati tubuhnya yang hanya bisa berjengit tertatih. Bahkan ketika satu pukulan telak bersarang di rusuknya, gadis itu tergagap menncari nafas, hingga dirinya limbung, terjatuh dan terseret kuda sang ksatria, Nadine hanya bisa menjerit pilu ketika payudara dan vaginanya terseret, dan ketika tubuhnya terguling, punggung dan pantanya yang kini bersentukan dengan jalan berbatu di dalam benteng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan itu terhenti sementara ketika sang ksatria mengentikan kudanya tepat di depan istana sang raja, yang menanti dengan bangga dari atas balkon.&lt;br /&gt;Sang ksatria berseru lantang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘My King, before lies an infidel whore which had been sent by the enemy to destroy us, using that filthy body of hers!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Booooooo! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine hanya terisak lirih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And before you my king, shall this bitch had her punishment!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aye!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine merintih menahan sedih, dan sakit di sekujur tubuhnya. Terlebih ketika hujan telur, sayur dan air kotor kembali menerpa tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun serbuan itu kembali terhenti ketika sang raja mengangkat tangannya dan bersabda,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘My fellow countrymen… shall we grateful to our Lord for giving us this bitch to be punished!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Shall this bitch endure humiliation and pain before she will face her death!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat sang raja berseru riang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘So let this bitch taste the punishments she deserve…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nadine gelagapan ketika penangkapnya membenamkan tubuhnya ke dalam tempat minum kuda hingga kini semua kotoran tersapu dari tubuhnya, namun hal itu hanya dilakukan agar tubuh Nadine cukup bersih untuk menjalani hukumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine dibawa ke sebuah panggung, di sana terdapat penyangga, yang telah disiapkan sedemikian rupa, hingga ketika pasung itu di pasang dan dikunci pada penyangga itu, tubuh Nadine terpaksa menungging, kemudian lututnya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; ke lantai panggung. Hingga tak mungkin Nadine mengatupkan pahanya…&lt;br /&gt;Nadine mengeluh dalam hati sambil meringis ketika kekang mulutnya kembali dipasang, dan ia melihat sang raja kini berlutut di hadapan wajahnya dengan penis mengacung tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja berseru,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘My lord, here I you’re humble servant, kneel before this whore, to perform the punishment by your way to show this bitch that no infidel cunt shall victor upon us!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hening…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And to show this cunt how fearful your punishments are before we send her to meet your ultimate punishment…’&lt;br /&gt;‘And to cleanse her pitiful soul by our blessed seed before she goes to be casted to hell…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘By your power my lord, shall I perform this punishment...’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja memandang ke wajah Nadine, menjambak rambutnya dan berkata….&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Cunt! Let your suffer begin!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan membahana mengiringi hujaman penis sang raja ke dalam kerongkongan Nadine, yang kembali tercekik megap megap demi memperoleh udara…&lt;br /&gt;Namun siksaan itu baru permulaannya ketika sang raja memerintahkan perdana menterinya ikut ‘menghukum’ sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine terguncang guncang tak berdaya ketika mulut dan vaginanya di perkosa dengan brutal, bahkan sang perdana menteri tanpa belas kasihan meremas dan membetot payudara indah Nadine, seakan ingin merenggut payudara montok itu dari tempatnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya sang raja berejakulasi ke dalam tenggorokan  Nadine, gadis itu tak sanggup lagi menahan mualnya, dan ketika sang raja berdiri, Nadine memuntahkan isi perutnya yang hanya terisi sperma…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘You worthless cunt!’&lt;/span&gt; bentak sang raja&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘How dare you refuse my seed, and yet spit on my holy shoe...’&lt;/span&gt; kata sang raja sambil kemudian mengusap sol sepatunya yang terkena muntahan Nadine ke wajah sang gadis yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena diperlakukan hina seperti itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine pun dapat merasakan kedutan penis sang perdana menteri di vaginanya, kemudian dengan erangan lantang sang perdana menteri berseru,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Take this blessed seed you cunt! Let thy soul be cleansed by it!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang raja berbalik menghadap rakyatnya…&lt;br /&gt;Nadine ketakutan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titah diucapkan..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘People of my kingdom! The cunt is yours’!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini dari singgsana yang nyaman, sang raja melihat tubuh Nadine yang dijalikan bulan-bulanan oleh rakyatnya, penis demi penis menyerbu tenggorokan, vagina dan anusnya bertubi-tubi, bahkan tak jarang mereka melakukan double anal dan double vaginal, hingga anus dan vagina Nadine membuka lebar…&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya para penghukum Nadine kehabisan mesiu dalam penis mereka, tubuh gadis itu telah menerima perkosaan tanpa jeda selama dua puluh empat jam, tubuhnya begitu lemah, kepalanya terkulai dengan mulut membuka dan mengucurkan sperma, demikian juga anus dan vaginanya yang membuka.&lt;br /&gt;Tubuh gadis itu sendiri tertutup sperma dan selain itu sebagaimana umumnya fungsi biologis pria setelah berejakulasi, maka tubuh Nadine, mulut, bahkan vagina dan anus yang terrajam itu menjadi penampungan air seni dari semua pria yang selesai menuntaskan hajat di tubuh gadis yang kini mengangkat kepalapun sudah tak sanggup lagi dan dengan darah yang menetes dari hidung yang kembali patah akibat bertumbukan dengan selangkangan para pemerkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ‘hukuman’ bagi Nadine ternyata baru saja dimulai, dua orang penjaga melepaskan tubuh berantakan Nadine menelikung dan mengikat lagi lengannya, serta mengikat dua pergelangan kakinya lalu dengan santai menarik tubuh lemah Nadine menuruni panggung, hingga tubuh sang gadis terbanting-banting di tangga, lalu terseret di panasnya tanah lapang, dinginnya batu kastil, lalu terbanting lagi di lembabnya tangga yang menuju ruang bawah tanah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine menatap nyalang ruang penyiksaan yang tersaji dihadapannya.&lt;br /&gt;Mata gadis itu menatap sang raja yang nampaknya ingin menyaksikan interogasi pada sang gadis, beserta perdana menteri, pemuka agama dan beberapa ksatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine dipaksa berlutut di hadapan sang raja, dan mendengar tuduhan pada dirinya…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Unveil yourself before the lord you filthy whore…what say you?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan lirih karena tenggorokannya memar dan perih dihajar ratusan penis, Nadine coba untuk membela diri…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘My lord… I merely a victim, I was taken against my will, casted on this island, repeatedly captured, tortured, and raped by cannibal tribe and the military…I…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Can I trust a voice of whore who shaves her pubes like a dog she is?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Please, my king…’&lt;/span&gt; rintih Nadine&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Silence..!’&lt;/span&gt; seru sang raja&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘The truth shall reveal, whore…!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja menjentikkan jarinya, lalu seorang algojo bertubuh gemuk dan berbau badan sangat busuk menghampiri Nadine, ia membuka ikatan telikung Nadine, lalu mengikat hanya pergelangan tangan gadis itu di belakang tubuhnya. Nadine merasa lega karena tangannya begitu kram dalam posisi tak nyaman sebelumnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jeritan kembali terdengar dari tenggorokan memar Nadine, algojo itu memasang kait di antara ikatan tangan sang gadis lalu menarik tali yang terhubung dengan kait itu ke langit-langit ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;Bahu Nadine serasa lepas karena kini terpuntir dengan menyakitkan, bahkan sang gadis berusaha menahan gemetar tubuhnya karena takut akan melepas tulang bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja melambaikan lengannya dengan malas, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CTAAAARRRR!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine meronta liar, cambukan sang algojo di vaginanya membuatnya menyentak-nyentak kesakitan dan semakin memperparah rasa sakit yang sudah dialami bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Please my king!’&lt;/span&gt; lengking Nadine… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Spare me…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CTAAAARRR CTAAAAARRR CTAAARRRR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya cambukan yang menjadi jawaban, cambukan yang diarahkan secara sistematis ke arah vagina, payudara, pantat, perut, punggung, bahkan wajah… hingga kini jejak cambukan keunguan menghiasi sekujur tubuh Nadine, bahkan di antaranya meneteskan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang algojo melepaskan tali pengait, membiarkan Nadine jatuh berdebum di hadapan sang raja, menggeliat-geliat lemah demi mengurangi sakit di sekujur tubuhnya., namun horror masih terus berlanjut bagi Nadine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meletakkan Nadine pada alat yang dikenal sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the rack&lt;/span&gt;. Gadis itu menggeleng-geleng lemah karena mengenal reputasi alat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Confess you infidel cunt!’&lt;/span&gt; sergah seorang ksatria, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And let mercy be flown from your merciful king!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘I… my sir… I’ve don’t do any…yeeaaaargh…!’&lt;/span&gt; raung Nadine tanpa sempat menyelesaikan pembelaan dirinya, ketika sang algojo memutar the rack dengan cepat hingga membuat tubuh Nadine teregang membentuk huruf x menyakitkan, namun pemandangan yang tersaji justru membangkitkan birahi para penonton siksaan tersebut.&lt;br /&gt;Nafas Nadine yang terengah berat membuat dadanya makin membusung hingga payudara montoknya makin nampak membulat penuh, serta perutnya yang teregang makin memetakan gurat sixpack yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine meronta sebisanya karena sang algojo terus memutar the rack secara perlahan membuat tubuh gadis itu makin kesakitan, bahkan sentuhan ringan membuatnya perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja berdiri di samping Nadine, menjelajahkan tangannya di sekujur tubuh gadis itu yang meringis kesakitan, dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘No confession expelled from your filthy mouth until know, so lord has given me sign that no mercy shall be cast upon you…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang raja member tanda pada sang algojo, yang kemudian memutar roda lain pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the rack&lt;/span&gt; yang telah dimodifikasi itu hingga kini kaki Nadine terentang ke samping secara maximum, dan kembali memberi unsur kesakitan baru pada sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And now’&lt;/span&gt; kata sang raja lagi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Shall I brand you as what you deserve’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan jeritan dari lubang neraka itu sendiri yang muncul… Nadine mengeluarkan seluruh isi paru-parunya demi merasakan sengatan rasa sakit yang teramat sangat tepat di atas vaginanya, dan aroma daging terbakar merebak dalam ruangan itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kesakitan Nadine kembali menerima perkosaan dari sang raja dan pengikutnya masih dalam keadaan terikat di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the rack…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya para pemerkosanya puas, mereka meninggalkan sang gadis di atas the rack, namun sesaat sebelum sang raja meninggalkan ruang penyisaan itu, ia memberikan perintah pada sang algojo, yang disambut tabik bahagia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Algojo tadi melepaskan Nadine dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the rack&lt;/span&gt;, membawanya kesebuah ruangan yang cukup luas dengan sebuah pilar batu dan altar batu yang berhimipitan.&lt;br /&gt;Nadine direbahkan di meja itu, tangannya diikat ke tiang batu itu, lalu kedua lututnya diikat pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;strap&lt;/span&gt; yang ada di altar itu hingga pahanya membuka lebar, mengangkat pinggulnya hingga anus dan vaginanya terexpose bebas.&lt;br /&gt;Sang Algojo menyibak tuniknya dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘I’ll taste you first before the rest my bitch, you may not live after they used you, hahahahaha…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan seiring tawa sumbang sang algojo, Nadine kembali merasakan penis di vagina dan anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Algojo itu selesai menuntaskan hajatnya, ia berjalan ka arah pintu ruangan dan melangkah ke luar sambil berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Now bitch… entertain them…’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine memandang ngeri melhat begitu banyak pria yang merangsek masuk, mereka sepertinya adalah kumpulan penyahat yang dikurung di kastil itu dan jelas sekalu mereka sudah lama tidak melihat perempuan…&lt;br /&gt;Penis demi penis menyerbu, vagina dan anus gadis itu di expansi habis habisan, bahkan mereka juga merangsekkan pergelangan tangan mereka ke dalam vagina dan anus Nadine yang sudah membuka sangat lebar itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika dua hari kemudian sang algojo masuk kembali ke ruangan itu, nafas Nadine begitu tersendatnya hingga nyaris tampak tak bernyawa…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘She’s one tough bitch’&lt;/span&gt; gumam sang algojo sambil membawa Nadine ke tempat penyiksaan yang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine megap-megap menghirup udara ketika bagian roda kincir tempat dirinya terikat keluar dari air… dan kini ia melihat sang raja kembali berada di hadapannya…&lt;br /&gt;Memberi arahan pada sang algojo, yang kemudian menghentikan putaran roda kincir, tepat ketika ujung kepala Nadine menyentuh permukaan air…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja sangat senang melihat pergulatan Nadine demi menahan nafasnya yang makin tipis dalam paru parunya yang makin terbakar carbon dioksida, dan nafas lega serta dalam diambil Nadine ketika kini wajahnya muncul dari dasar air…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja berkata, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Have you shown great resistance, you bitch. I gave you that… now I will put you on the arena to face our mighty tigers, you’ll be their appetizer… Hahaha!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru satu menit Nadine terlelap dalam sel yang sangat sempit hingga dirinya terpaksa meringkuk agar dapat muat dalam ruangan itu.&lt;br /&gt;Sebuah jambakan di rambutnya disertai bentakan keras membangunkan sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Wake up bitch!’&lt;/span&gt; seru saang algojo sambil kemudian menyeret Nadine ke arah sebuah lorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup terdengar gemuruh penonton di kejauhan, Nadine faham akan suara gemuruh itu… arena gladiator….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang algojo menghempas Nadine ke tembok lorong yang dingin, hingga dadanya terhimpit pada dinding, mengangkat sebelah kaki Nadine… lalu dengan brutal sang algojo memperkosa Nadine di vagina dan anunya, dalam posisi berdiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Consider this as a farewell fuck..hehehe,’&lt;/span&gt; desah sang algojo dengan menjijikannya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘for after what you will attend, there will be no more ass and cunt to shag, hahahahaha!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, telanjang, tubuh penuh penuh dengan bilur-bilur penyiksaan, vagina dan anus yang meneteskan sperma, menjadi tontonan, cemoohan dan hujatan bagi penduduk kastil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine berdiri di tengah arena… tangannya meraba perut bawahnya, tepat di atas vagina, tanda iron brand yang dibakarkan di tubuhnya, tanda permanen yang akan selalu menyertai dirinya kemanapun kini ia melangkah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda yang bertuliskan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SLUT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelegar suara sang raja, membuat arena hening…&lt;br /&gt;‘Here before us, stand the unworthy infidel slut…How she mocked us by defiling death…She proclaim that she was greater than us…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BOOOOOO…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja mengangkat tangannya…hening…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘But so be it… it is our lords will that se will not face death by our holy hand, but rather by the beast descended form hell itself.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;YEAAAAAH!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘And let all hell break loose!’&lt;/span&gt; seru sang raja yang menjadi tanda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine mendengar ada tingkap yang terbuka di antara lantai arena… ternyata ada pintu geser di beberapa tempat…&lt;br /&gt;Insting survival Nadine bekerja cepat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton tertegun ketika dengan cepat gadis itu justru maju menyerbu ke arah tingkap terbuka yang kini menampilkan sosok harimau yang sangat buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan reflex harimau itupun terlambat untuk mencabik tubuh Nadine yang meloncati punggungnya, lalu menyelinap ke bawah tingkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine masih sempat mendengar perintah sang raja untuk menangkap dirinya diiringi gemuruh kemarahan penonton…&lt;br /&gt;Nadine berfikir cepat melihat keadaan sekeliling, buntu… semua buntu… Nadine putus asa, suara derap sepatu prajurit mulai memenuhi ruang bawah tanah itu…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;No way out…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit itu menggeledah ruangan itu dengan seksama dan dengan kegusaran tinggi… namun gadis itu sama sekali tak dapat ditemui…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa suara Nadine mengangat kepalanya dari lubang penampungan tinja di ruangan itu, matanya menatap pasukan yang kini berderap cepat keluar dari ruangan itu…&lt;br /&gt;Nadine mengangkat tubuhnya dari lubang itu, tak memperdulikan kotoran yang melekat ditubuhnya, gadis itu kembali mencari jalan kelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara air yang mengalir di bawah jeruji member harapan bagi Nadine… ia mengambil pengungkit, dan dengan adreanlin tambahan demi meloloskan diri, gadis itu sanggup menjebol jeruji berkarat itu, dan menceburkan diri ke dalam aliran air yang dingin itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine serasa terbebaskan, ia mengikuti saja aliran air yang meyapunya ke keluar benteng dan…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yeeehaaaa!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nadine berteriak bebas seiring meluncurnya tubuh terbasuhnya melalui air terjun di ujung aliran air itu…&lt;br /&gt;Gadis itu begitu menikmati freefall nya, menikmati hujaman tubuhnya ke air sungai di bawahnya, dan dengan lincah bereneng menuju tepian yang aman, jauh dari kejaran dan pengelihatan pasukan kastil itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bertelanjang bulat, Nadine berbaring di tepian sungai itu. Menghirup kebebasannya…&lt;br /&gt;Ia membiarkan semilir angin menerpa kulitnya seakan mampu mengurangi rasa sakit yang menjadi bagian dirinya…&lt;br /&gt;Dan kemudian gadis itu terlelap…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara samar helicopter di kejauhan mengagetkan sang gadis…&lt;br /&gt;Mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan namun pasti Nadine mengejar suara itu, dan ia melihat helicopter yang sama dengan dirinya sedang melayang rendah. Mereka sedang melemparkan korban terakhir mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Nadine seperti mengenal wajah korban itu yang tubuhnya telanjang bulat dan bekas perkosan nampak nyata di tubuh indah wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini bagi Nadine yang terpenting adalah keselamatan dirinya… dengan mematikan rasa perikamanusiaannya, Nadine bergegas mendekati helicopter yang mulai meninggi itu, merangkul  side bar mesin itu, dan memalingkan wajah dari gadis cantik yang kini berteriak memohon pertolongan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin itu terus meninggi dan melaju meninggalkan pulau terkutuk itu.&lt;br /&gt;Nadine berpegangan mati-matian pada side bar, berusaha menaklukan dinginnya angin yang menggerus tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘You’re almost there…’&lt;/span&gt; ujar Nadine pada dirinya sendiri…&lt;br /&gt;Dan setelah sekitar satu jam berpelukan, melawan dingin dan tipisnya udara, Nadine dapat melihat kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helicopter itu mendekati sebuah gedung pencakar langit. Nadine bersiap, ia tau tak mungkin ia tetap bertahan di side bar itu… ia tak ingin tertangkap lagi…&lt;br /&gt;Maka dengan sedikit nekad, Nadine meloncat sesaat sebelum heli itu mendarat, dan segera mencari tempat perlindungan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menanti dengan sabar hingga pria-pria sangar yang dulu menangkapnya menuju pintu keluar, dan meninggalkan seorang penjaga wanita yang hendak menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine bergerak secepat kucing hutan, mencekik leher sang penjaga wanita dengansikunya dan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Snap!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penjaga wanita itu bahkan tak sempat meronta dan terkulai di tanah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tank top hitam, celana kulit hitam sepinggul, topi penjaga boots dan accessories yang lainnya telah terpasang di tubuh Nadine…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan percaya diri gadis itu melangkah melaui pintu keluar… meninggalkan gedung… dan menghilang di kegelapan malam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Nadine mengetahui sarang para bajingan itu… namun untuk saat ini ia harus beristirahat, ia harus menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada saatnya nanti, ia adapat mambalaskan dendam pada mereka semua, namun pada saat ini, goyang pinggul sexynya dengan celana yang hanya menutupi separuh dari tulisan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SLUT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; di atas vaginanya… Nadine melangkan… menghilang dalam kegelapan malam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nadine has survive!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The End&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-8748996509513079574?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/8748996509513079574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=8748996509513079574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8748996509513079574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8748996509513079574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/10/nadines-survival-part3-medieval-horror.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TKwBZMGmY_I/AAAAAAAAAHE/Ydiv8iW2HDQ/s72-c/photo-Nadine-Chandrawinata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-2533211236025242999</id><published>2010-07-28T06:06:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T06:10:13.484-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TFAr86EBY3I/AAAAAAAAAG0/zW6tntS-iWk/s1600/mariana782.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TFAr86EBY3I/AAAAAAAAAG0/zW6tntS-iWk/s320/mariana782.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498943470397645682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The secret of Mariana Renata….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dingin ' gumam gadis itu sambil mengeratkan pelukan di lututnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana mereka berdua, duduk di dinginya pagi, di bale bambu depan gubug sederhana di puncak bukit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria di sampingnya melepas mantel tua yang selama ini menemaninya, dan menyampirkannya melingkupi tubuh sang gadis, lalu memeluknya erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Terima kasih kang' kata sang gadis sambil mencengkeram erat lengan sang pria yang merengkuh bahunya, seakan tak ingin melepaskan kehangatan itu bahkan sedetikpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali keheningan pagi menyelimuti kedua insan itu, menikmati indahnya terbit matahari, meresapi kehangatan yang menyertai sinarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seulas senyum tergaris di bibir sang gadis ketika memori itu kembali. memori persetubuhan yang mereka lakukan malam sebelumnya.&lt;br /&gt;Ketika gairah yang mereka pendam terlepaskan, ketika segala nafsu terlampiaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu bergetar demi mengingat sentuhan sang pria yang kini memeluknya erat, karena menyangka dingin pagi mengusik kekasih hatinya. Sang gadis terkenang ketika malam tadi tangan kasar lelakinya membelai rambutnya, mengelus pipinya, mengusap jejak airmata yang mengalir di pipinya.&lt;br /&gt;Air mata yang mengalir sebelum kemesraan mengambil tempat. Air mata yang turun ketika argument itu terlontar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kenapa kang? Kenapa aku tak boleh menyatakan kemesraan kita kepada seluruh penghuni jagad ini?’ tinggi suara sang gadis, menumpahkan kesalnya…&lt;br /&gt;‘Jangan sayang…’ kata sang lelaki sambil mengusap lengan sang gadis yang nampak gusar itu…&lt;br /&gt;‘Kenapa kang?’ Tanya gadis itu lagi, ’malu beristrikan aku? Ingat kang… aku menerima akang apa adanya….seperti aku telah serahkan seluruh jiwa dan ragaku hanya untuk akang’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu memeluk sang gadis lebih erat…mencoba menghalau kegundahan sang gadis…&lt;br /&gt;‘Akang tidak mau, kalau apa yang kamu sudah miliki selama ini hilang…ketenaran, harta, kejayaan….’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kang… sekarang pun aku rela hidup bersama akang… kang, harta tidak abadi… hati yang abadi….’&lt;br /&gt;‘Dan akang mu tidak mau melihat kamu di hina, di nista, di lecehkan…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tak perduli…’ sergah sang gadis&lt;br /&gt;‘Akang mu perduli!’, tegas lelaki itu…’Kecuali kamu ingin melihat akangmu di rajam, di masukkan ke penjara…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis tepekur… tak terbayang sebelumnya bila rencananya akan membuat kekasih hatinya mendapatkan kesulitan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanya air mata yang dapat meringankan sedikit galau sang gadis…. Air mata yang dihapus oleh telapak tangan sang kekasih… ketika seluruh penghalang jasmani mereka yang dinamai pakaian telah tercampak, meninggalakan kepolosan ragawi yang memberikan kehangatan duniawi di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu mengeratkan pelukan pada sang pria ketika kenangannya kembali ke saat sang pria membangkitkan kegairahannya kembali, terkenang bagaimana sang pria menyejukkan hatinya, dan lalu membangkitkan gairahnya dengan merabai punggungnya, bahunya. Dan oh… betapa bergetar tubuh sang gadis ketika sang pria beranjak ke belakang tubuhnya, memeluknya dari belakang.&lt;br /&gt;Lalu perlahan sang pria menciumi tengkuknya, turun ke bahunya, sementara telapak tangan kasar itu kini memijat lembut kedua payudaranya, memilin putingnya yang mengeras seiring gairah yang makin bergolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu teringat ketika tangannya sendiri mulai begerak. Mencengkeram pinggul sang pria yang kini  selangkangannya telah rapat di pinggulnya sendiri. lalu merayapi paha kekar sang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tersenyum, dan mencium lembut pipi lelaki itu, seakan berterima kasih atas kenikmatan yang diberikan laki2 itu beberapa waktu yang lalu, yang begitu terpatri dalam memorinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori ketika sang lelaki dengan lembut menelungkupkannya di lantai beralaskan tikar di dalam kamar sederhana itu, kemudian sang pria memulas punggungnya, memijat lembut, memberi sensasi yang sangat menggairahkan. Terlebih ketika bibir dan lidah sang lelaki mulai ikut bergerak. Meninggalkan jejak basah dipunggungnya, turun ke buah pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu mendesah penuh nafsu ketika sang pria menggigiti lipatan antara pantat dan pahanya. Dan desahan menguat ketika dengan lembut sang lelaki mengangkat pinggul sang gadis dan menjilati vagina serta anus sang gadis, sementara jemarinya bermain ringan merangsang clitoris yang makin menegang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan orgasme sudah tak terbendung lagi, rangsangan itu begitu kuat...dan kini sang gadis tertelungkup lemah menikmati orgame yang ia tau bukan menjadi yang terakhir. Terlebih ketika kini sang lelaki membalikkan tubuhnya, lalu mendekatkan tubuhnya sendiri pada sang gadis hingga kini nafas mereka saling mengahngatkan wajah yang berpeluh oleh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria lalu mencium lembut pinggir bibir sang gadis, memberikan sensasi geli pada sang gadis yang hanya bisa menikmati cumbuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman itu turun ke leher, lalu ke payudara  yang bergantian dengan remasan lembut membuat kedua bukit indah dan putingnya itu kembali mengeras, menggoda.&lt;br /&gt;Kedua tangan sang pria tetap bermain lembut di payudara sang gadis, semantara permaian lidahnya berlanjut ke perut datar sang gadis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali desahan terdengar ketika lidah sang pria melumat vagina sang gadis dengan lembut, vagina yang terawat itu menerima ciuman, jilatan, kuluman bibir tebal dan lidah kasar sang pria, yang mengantar sang gadis ke arah kenikmatan yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lengan sang pria meremas pinggul dan paha sang gadis yang lengannya bergerak meremasi payudaranya sendiri sambil menikmatu jilatan sang lelaki yang turun ke pahanya, betis, dan tanpa sungkan mengulum ibu jari kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ah, kang mas ku sungguh mencintai aku' pikir sang gadis yang berharap pengabdiannya sebagai istri sebanding dengan kenikmatan yang dirasakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan sang gadis sejenak teralih pada bagaimana ia berusaha melayani kekasih hatinya. &lt;br /&gt;Dengan balutan sarung lusuh  yang hanya menutupi separuh payudara dan hanya menutup separuh bongkahan pantatnya, sang gadis meniup api di tungku batu itu untuk membuat masakan bagi sang kekasih hati.&lt;br /&gt;Membiarkan jelaga menodai kecantikan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengingat ketika dengan hati tulus ia memandikan kekasih hatinya... di pancuran dingin di sungai dekat gubug itu.&lt;br /&gt;Senyum sang gadis mengembang demi mengingat desahan lelakinya ketika tubuh bugil sang gadis melakukan thai massage di sekujur tubuhnya, dan mulut serta kerongkongannya menghangatkan penis sang lelaki dengan lincahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan sang gadis kembali ke malam tadi ketika kembali wajah mereka hanya berjarak sepencium...&lt;br /&gt;Sang pria menanti...&lt;br /&gt;Sang gadis mengangguk...dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh sang gadis menggeliat dan menahan nafas demi merasakan desakan penis yang menusuk jauh ke dalam vaginanya, terasa kepala penis perkasa lelakinya bahkan menyeruak ke leher rahimnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis memeluk erat lelakinya, dan melingkarkan kakinya mengait pinggul sang lelaki. Tak ingin melepaskan kenikmatan ragawi yang begitu mengoyak syaraf nikat di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ia menjadi binal karena ledakan nafsu. Tubuh sang gadis meliuk, menekuk, melengkung. melakoni semua kemungkinan demi menikmati persetubuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak perduli betapa menyakitkan posisi yang dijalaninya, terutama ketika lelakinya melipat lututnya ke hingga menempel di telinganya, dan hanya bahu yang menjadi penumpu tubuhnya, dan anusnya menjadi pelabuhan penis sang kekasih. Untuknya semua adalah nikmat. Baginya, tubuhnya adalah milik suaminya...dan biarlah suaminya melakukan apa yang diinginkan terhadap tubuhnya karena sebagai gantinya orgasme demi orgasme tak pernah luput diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada satu titik mereka berdua tak lagi mampu bergerak dan mereka jatuh dalam tidur yang sangat nikmat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di bale bambu itu. Kembali sang gadis merenungkan memori indah itu... seulas sedih hadir karena mengingat betapa sempitnya waktu mereka untuk bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa air matanya yang semalam diseka berasal dari keputus asaan tentang waktu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan erat sang pria membuat sang gadis  bergerak...ingin menikmati masa yang singkat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis melepaskan mantel membiarkan tubuh telanjangnya dirayapi sinar mentari pagi. Ia memalingkan wajahnya ke arah sang pria dan memagut bibir sang lelaki yang segera membalasnya dan merengkuh tubuh sang gadis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini di bale bambu di depan gubug di atas bukit itu. Diiringi sinar mentari yang makin meninggi. Tubuh yang berkilat oleh nafsu dari kedua insan itu melepaskan rasa yang beraduk dalam hati mereka. Dan pelampiasan itu menjadi sensasi persetubuhan liar yang sangat memabukkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan jelas tergambar dalam mobil mewah yang meluncur membelah kepadatan Jakarta , bahkan alunan musik melancoly yang tersaji seakan membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis jelas termenung, menerawang sedih.&lt;br /&gt;Sedih karena waktu yang memisahkan dirinya dengan cintanya...&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa dirinya dipaksa untuk berpasangan dengan 'yang sepadan' dengan dirinya...&lt;br /&gt;Sedih karena kini kembali ia harus mencari waktu, demi dapat melayani kekasih hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di depan pintu rumah mewah itu. Sang gadis melirik ke arah mobil, mematung tanpa expresi walau hati berkecamuk. Memandang wajah sang kekasih yang kini 'dipaksa' menjalani kehidupan sebagai supirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil itu meluncur ke arah garasi, sang supir melirik spionya dan melihat langkah 'majikannya' masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;Pria itu menghembuskan nafas yang menyesak...lalu keluar dari mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Waaaah, mang Ujang enak ya, di ajak jalan sama si non Mariana', oceh pembantu genit yang hobi bergosip itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hati-hati encoknya kumat mang, hihihi... Inget umur... udah 55 lho hihihi' lanjut sang pembantu dengan mengesalkan..&lt;br /&gt;Mang ujang kembali mendesah berat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, kembali kedua insane itu, Mariana dan Ujang,  terpisahkan oleh ruang dan waktu... Mereka harus kembali menekan rasa, walau jarak mereka kadang hanya sejangkauan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mungkin suatu saat nanti, mereka sejatinya dapat bersatu...menjadi keluaraga seutuhnya...suami istri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk saat ini... di dua kamar terpisah... dua insan... hanya dapat berharap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;One day... Maybe...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-2533211236025242999?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/2533211236025242999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=2533211236025242999' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2533211236025242999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2533211236025242999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/07/secret-of-mariana-renata.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TFAr86EBY3I/AAAAAAAAAG0/zW6tntS-iWk/s72-c/mariana782.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-5782052181503934630</id><published>2010-07-11T23:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T23:27:03.729-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TDq09QOts0I/AAAAAAAAAGk/rS30MxsCbXY/s1600/JulieEstelle-101.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TDq09QOts0I/AAAAAAAAAGk/rS30MxsCbXY/s320/JulieEstelle-101.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492901659953443650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The beast Within - Julie's Secret Lover&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maaf kalau cerita ini terlalu singkat, it just come out suddenly&lt;br /&gt;Anyway.. Enjoy&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;*****&lt;br /&gt;Julie tersenyum binal sambil melangkahkan kakinya ke dalam ruangan santai rumahnya.&lt;br /&gt;matanya menatap jalang pada dua pejantan yang menantinya penuh nafsu. dan dengus penuh birahi pejantannya, membuat tubuh Julie yang terbalut kimono mini sutra yang sama sekali tak menutup paha mulusnya, bergetar menahan gairahnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'hi darling, waiting for me?'&lt;/span&gt; desah gadis itu manja sambil memposiskan dirinya di tengah pejantan yang langsung bergerak merespon aroma tubuh Julie yang dibalut birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie melenguh nikmat ketika satu pejantannya menjilati tengkuknya, sementara satunya lagi mengendusi pahanya yang membuka. Julie mengerang menerima serangan berganda itu, bahkan tanpa ragu, sang gadis membantu para penikmatnya, dengan melolosi kimono yang sebenarnya tak menutupi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan desahan Julie berubah jadi erangan penuh nafsu ketika permainan lidah pejantannya merambat ke payudaranya yang mungil namun sekal itu, dan gigitan-gigitan ringan di puncak payudaranya membuat tubuh sang gadis melengkung seakan mencoba mencari kenikmatan lebih.&lt;br /&gt;Tangannya menermasi rambut, dan wajahnya sendiri, sementara pinggulnya maju mundur, menginginkan kenikmatan permainan lidah pejantannya yang makin rakus demi menikmati cairan cinta Julie yang mengalir makin deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie seakan ingin meledak, rangsangan di tubuhnya membuatnya menggila pertahanannya hancur, dan dengan erangan dahsyat, gadis itu melepaskan orgasmenya yang tertahan. Tubuhnya melanting meresapi orgasme yang tercapai, lalu kemudian melemas….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siksaan birahi itu tak berhenti karena kedua penikmatnya tetap melanjutkan aktivitasnya untuk menikati tubuh sang gadis yang kembali terusik, dengan liar Julie melakukan french kiss dengan sang kekasih yang telah memberinya kepuasan sexual itu, ia tak peduli dengan liur yang berleleran,  ia hanya merasakan kehangatan sensual…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tubuh yang sedikit lemas namun terusik birahi itu, Julie membalikkan tubuhnya, hingga berada dalam posisi bersujud, lalu dengan tenang ia mulai mendeepthroath penis sang kekasih dengan lembutnya, jemarinya memainkan zakar yang menggantung bebas di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembali jilatan yang menjelajahi vagina dan anusnya membuat julie melenguh tertahan karena mulutnya penuh oleh penis, namun liukan tubuhnya jelas menunjukkan betapa tenagsangnya ia, bahkan lengannya yang bebas kembali meremasi payudaranya yang tergantung indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie berhenti sejenak dengan tetap membiarkan penis besar itu bersarang jauh ke dalam tenggorokannya. Gadis itu merasakan kekasih di belakang tubuhnya bergerak, menaiki tubuhnya dari belakang, dan merasakan penis sang kekasih menempel di pintu vaginanya, dan dengan satu sentakan penis itu mendobrak vagina sang gadis yang mengejang menahan desakan penis yang masuk jauh hingga ke dalam rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu gadis itu siap, sang kekasih langsung menggenjot Julie dengan liar. Tubuh sang gadis tersentak di bawah tekanan sang kekasih, terlebih ketika penikmat mulutnya menuntut perlakuan yang sama dan mulai menggenjot pinggulnya di mulut Julie.&lt;br /&gt;Julie kelabakan menahan gempuran itu, godaannya berbalik menyerangnya, tubuhnya terasa penuh, adukan, sodokan, bergantian menghantam tubuh msang gadis dan mengantarkannya ke gerbang orgasme yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie sudah tak perduli lagi dengan kondisi tubuhnya, ia membiarkan saja tubuhnya terhentak-hentak terayun mengikuti sodokan kedua kekasihnya, membiarkan liur keduanya memenuhi rambut dan punggunya, Julie merasa seakan diawang-awang demi merasakan multi orgasme, dan merasa makin mencintai kedua kekasihnya yang mampu memuaskan nafsu birahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie kembali tersentak demi merasakan kocokan penis di vaginanya semakin cepat dan kuat. Gadis itu mengimbangi dengan berusaha menggoyangkan pinggulnya dengan binal walau tubuhnya terasa amat sangat lemas.&lt;br /&gt;Geraman sang kekasih mengiringi semburan sperma yang mengisi rahim Julie.. begitu banyaknya sperma yang tersembur hingga tak tertampung oleh vagina sang gadis dan mengalir keluar dari sela vagina yang masih tersumbat penis besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie lalu melepaskan penis yang masih bersarang dalam tenggorokannya, ia ingin membersihkan penis sang kekasih yang sudah memuaskannya. Dan dengan penuh kasih Julie menjilati penis itu dan membersihkan sperma yang berlelehan di penis itu. Namun posisinya yang menungging itu kembali membuahkan petaka kenikmatan bagi sang gadis, karena kekasihnya yang belum puas oleh deepthrath sang gadis langsung maju…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie menjerit tertahan ketika penis besar sang kekasih yang seakan ingun menghukumnya mendobrak anusnya yang sempit itu, Julie menggigit bibir bawahnya menahan sensasi desakan penis di anusnya hingga tanpa sadar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Oh honey, I’m sory’ desah Julie tertahan demi mendengar lolongan kekasihnya yang penisnya teremas oleh lengan Julie. ‘I’ll make it up to you’ dengus Julie sambil langsung mendeepthroath penis yang sudh memuaskannya itu, hanya untuk menyadari kalau ternyata kehangatan mulutnya kembali membangkitkan gairah sang kekasih, dan Julie merasakan penis itu kembali membesar dan memenuhi tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Julie menjadi bulan-bulanan kedua kekasihnya yang kembali menggenjot Julie dengan liarnya, dan kembali Julie merasakan betapa lemas tubuhnya akibat multi orgasme yang kembali diterimanya hingga tubuhnya kini bagai onggokan daging tak bertulang yang bergerak seiring genjotan di anus dan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah derita birahi itu tak berlangsung lebih lama, ketika Julie yang kesadarannya makin menipis merasakan penis di mulut dan anusnya bergerak makin cepat dan liar hingga, raungan keras bergantian mengisi ruang yag kini sudah pengap dengan aroma pertubuhan liar itu…&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie terbangun dengan tubuh yang terasa sangat lemas, namun senyum kepuasan menghiasi wajahnya ketika melihat kedua kekasihnya , pejantannya yang pulas di sampingnya, rapat di tubuh indahnya seakan ingin menghangatkan sang bidadari yang telah memuaskan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih Julie bangun dan berjalan ke arah bath tub, dan berendam sambil mengingat kembali keliaran persetubuhan mereka. Setelah berpakaian Julie berjalan menghampiri kedua kekasihnya  yang mengangkat kepala, sedih, seakan tak ingin ditinggalkan oleh sang kekasih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Don’t worry my love, I’ll be back soon, and both of you can enjoy my body again… I’m all yours…’&lt;/span&gt; desah Julie sambil memberikan ciuman panas ke kedua pejantan itu, lalu bangkit dan melangkah ke luar luar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan Labrador dan Great dane itu mendengking lirih, dan resah menunggu Julie, majikan mereka untuk kembali dan menjadi betina mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie juga sudah tak sabar… sangat tak sabar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-5782052181503934630?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/5782052181503934630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=5782052181503934630' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5782052181503934630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5782052181503934630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/07/beast-within-julies-secret-lover-maaf.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/TDq09QOts0I/AAAAAAAAAGk/rS30MxsCbXY/s72-c/JulieEstelle-101.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-1679026969622013589</id><published>2010-03-16T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T07:06:41.917-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S5-QX3yZm6I/AAAAAAAAAGc/sQQ2vHi0TRA/s1600-h/aura-kasih-8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S5-QX3yZm6I/AAAAAAAAAGc/sQQ2vHi0TRA/s320/aura-kasih-8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449232813928324002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Whose the beast now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;=spin off from aura kasih: the rising star- karya FanFicHolics=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prolog...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan keduanya baru saja selesai.. kepuasan jelas tergambar di wajah keduanya, sang lelaki berguling ke samping lalu memandang wanita cantik yang baru saja habis-habisan digumulinya... sesat keduanya terdiam memulihkan nafas mereka yang tadinya memburu, menyerap kenikmatan ragawi hingga degup jantung keduanya kembali normal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menyamping, menopang kepalanya dengan lengan sambil memperhatikan pungung mulus sang wanita yang kini duduk di tepi ranjang...&lt;br /&gt;'Are you sure want to do this?' tanyanya...&lt;br /&gt;Tak ada jawaban....&lt;br /&gt;'There will be no turning back, y'know....' bujuk sang pria lagi...&lt;br /&gt;Suara ringisan lirih menjawab pertanyaan sang pria..sang wanita menengadahkan kepalanya...denting alat suntik yang jatuh ke lantai mengisi keheningan kamar itu....&lt;br /&gt;'I know...' jawab sang wanita sambil mengenakan pakaiannya, berjalan ke arah pintu berbalik dan tersenyum pada sang lelaki....&lt;br /&gt;'Thank you....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.... lalu memandang suntikan yang tergeletak di lantai...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Damn... what a waste...'&lt;/span&gt; keluh sang pria sambil mengingat pertemuannya dengan sang gadis. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yeah...what a waste...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat maskapai asing itu mendarat dengan mulus....&lt;br /&gt;Sesosok lelaki tua, nampak tersenyum melihat nama maskapai yang sudah mendarat itu...sudah hampir dua bulan ia menunggu, kini kerinduannya akan terobati...&lt;br /&gt;Lelaki itu mengambil iphone baru mengkilat dari sakunya, mtersenyum memandang 'hadiah yang diberikan kekasinya' itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Damn&lt;/span&gt;....keluh gadis itu demi melihat caller id di cellphonenya...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;vacation over&lt;/span&gt;...gadis itu menghela nafas berat...&lt;br /&gt;'Ada apa...' jawab sang gadis ketus...&lt;br /&gt;'Duuuh...jangan galak-galak dong say...hehehe' suara diseberang terdengar begitu menjijikkan bagi gadis itu...&lt;br /&gt;'Aa dah kangen niiih... pengen itu tuh...hehehe' kata suara di seberang telepon itu kembali...&lt;br /&gt;Gadis itu menahan jijik... mengingat apa yang telah diperbuat lelaki tua di seberang telephone itu pada dirinya, dan kondisinya sekarang ini...&lt;br /&gt;Namun senyum jahat terukir diwajah manis sang gadis....'It all will change...'&lt;br /&gt;'Udah!' kata gadis itu ketus menghantikan celoteh memuakkan lelaki itu...'Jemput di depan kedatangan...!&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu nampak sekali menahan gairahnya yang selama dua bulan ini dipendamnya...namun bukan sekarang saatnya, katanya dalam hati sambil mengemudikan kendaraannya ke pintu kedatangan, melihat perempuan yang membuatnya tergila-gila....&lt;br /&gt;Dengan seringai mesum, ia memasukkan tas ke dalam bagasi, dan dengan sedikit tergesa memacu kendaraan itu ke luar bandara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belum jauh melaju, lelaki tua itu menepikan kendaraannya. &lt;br /&gt;Mengacuhkan pandangan terkejut dan tak terima sang gadis lelaki tua itu berpindah ke kursi belakang, membuka celananya dan tersenyum mesum pada sang gadis.&lt;br /&gt;'Jangan gila pak.... masa di sini sih?' tolak sang gadis....&lt;br /&gt;'Udah ngga tahan non... lagian Aa cuma minta di sepong doang....'&lt;br /&gt;'Tapi di sini?'tanya gadis itu lagi...&lt;br /&gt;'Ya di sini!' tegas lelaki itu, 'Atau.....' mata lelaki itu memancarkan kemanangan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu mati-matian menahan diri agar apa yang sudah isiapkannya tidak hancur berantakan...tangannya meraih penis itu, meludahi ujungnya lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aaaahhh non Auraaaaa....' desah lelaki itu menikmati oral yang diberikan Aura Kasih...'Ayo ah non... jangan pakai tangan' perintah sang lelaki sambil mencekal lengan sang gadis hingga kini mau tak mau sang gadis memaksimalkan mulutnya untuk memuaskan penis yang dihujamkan jauh ke dalam tenggorokannya....&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil itu kembali meluncur... raut kepuasan di wajah supir itu berbanding terbalik dengan wajah kesal Aura yang nampak menahan mual merasakan sisa sperma di rongga mulutnya, terlebih karena sopirnya tak memberikan minum pada sang gadis...hanya kekeh mesum supir itu mengiring laju mobil...&lt;br /&gt;Damn..maki Aura dalam hati ketika mobil itu di arahkan ke sebuah motel kelas melati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamar yang jelas terlalu sering dipakai berbuat mesum itu dengan santai supir bejad itu merebahkan dirinya...memandang Aura yang berdiri menantang...&lt;br /&gt;'Udah non... ngga usah pake tampang jutek gitu... sono gih, nari telanjang!' hardik sang supir sambil memutar lagu dangdut kesukaannya dari iphone barunya...&lt;br /&gt;'What the fuck...'Aura geleng-geleng tak percaya dengan apa yang didengarnya,...iphone with....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan kaku Aura meliukkan tubuhnya mengikuti irama dangdut sambil mulai melapaskan pakaiannya secara perlahan, dengan gerakan erotis.... membuat sang supir berkali-kali menelan ludah demi melihat tubuh mulus Aura Kasih tersaji di hadapannya. Dengan nafsu menggelegak sang supir menepuk-nepuk kasur, dan Aura...dengan gemulai mendekati kasur, merangkak ke atas sang supir, lalu dengan gaya pelacur profesional membuka pakaian sang supir...&lt;br /&gt;Pemandangan bongkahan pantat yang mengacung tinggi membuat mata sang supir seakan hendak lepas dari rongganya. Walaupun sudah sering ia maniduri majikannya itu, namun tetap saja kaindahan bongkakan piinggul dan pantai itu menghipnotisnya, belum lagi sensai lembut payudara yang kini bersentukan lembut dengan pahanya seiring lolosnya celana panjang yang dipakainya ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura memang sudah menjadi miliknya... walaupun ia tau semua hal yang dilakukan Aura dalam kondisi terpaksa, namun ia tak perduli... biarlah gadis itu berakting menikmati pesetubuhannya itu yang jelas dirinya menikmati kelembutan tubuh Aura, kulitnya, payudaranya, mulutnya, vaginanya, anusnya....&lt;br /&gt;Dan kini supir itu menikmati ketika Aura menjilati sela-sela kakinya, membersihkan kotoran di sana, kemudian naik ke betisnya, ke pahanya.... sang supir meregangkan pahanya... dan menikmati jilatan Aura di lipatan pahanya...mambersihkan daki di sana..., lalu dengan sensual Aura memainkan penis keriput itu... menjilatinya, menghisapnya, membuat sang supir mencengkeram kepala Aura demi merasakan sensasi yang lebih di selangkangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura terus bergerak naik, ciuman dan jilatannya meninggalkan jejak basah di perut ke dada dan leher sang supir, sebelum dengan liukan binal, Arua memposisikan vaginanya di atas penis sang supir, jarinya mebuka vaginanya sendiri, dan dengan lembut membenamkan penis itu ke dalam vaginanya...&lt;br /&gt;Sang supir melenguh menikmati jepitan vagina Aura di penisnya, dan nafsunya makin menggelegak, melihat Aura meliukkan tubuhnya binal di atas penisnya.&lt;br /&gt;Aura menggoyangkan pinggulnya ddengan gerakan ritmis, membelai perut, dan memainkan payudaranya sendiri, meremasnya lembut, memilin puting yang makin mengeras itu... desahan erotis keluar dari mulut sang gadis..bahkan sang supir benar-benar percaya kalau Aura menikmati persetubuhan itu... lupa kalau sebenarya Aura berusaha mati-matian merangsang dirinya agar bisa menikmati perkosaan ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gerakan itu membuat sang supir tak tahan lagi untuk menyiram rahim sang gadis dengan spermanya....&lt;br /&gt;Aurapun mendesah seakan menikmati semburan itu, walau sebenarnya kembali hatinya berkecamuk mdemi mengingat berapa banyak janin yang ia gugurkan maupun tergugurkan....&lt;br /&gt;Bagaimanapun ia tak menikmati perkosaan itu namun tetap saya pembuahan itu berhasil....apalagi mengingat sang supir tidak hanya satu kali menyiram rahimnya dengan sperma namun berulang, berulang dan berulang...&lt;br /&gt;Seperti saat ini ketika dengan liarnya sang supir mendoogynya....untuk kemudian menyodominya, memaksanya mengoral penisnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula bukan hanya sang supir... bukan hanya dia&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya setelah sang supir merasa puas, untuk sementara, mereka meninggalkan motel itu....dan Aura hanya bisa pasrah karena ia tau kemana supir bejad itu akan membawanya...&lt;br /&gt;'Non...bakal ada meeting bos-bos...mereka mau make non sebagai hiburan...' ujar supir bejad itu santai setelah ia menumpahkan tetes sperma terakhirnya ke wajah Aura yang terlentang menantang di atas kasur....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini mobil itu meluncur tenang menuju kawasan puncak....&lt;br /&gt;Aura hanya diam, malas menanggapi kekurangajaran sang supir yang dengan seenaknya menjajakan tubuhnya pada siapa saja yang menginginkannya... terutama untuk golongan rendahan, yang sepertinya dapat prioritas utama dari sang supir...yang hanya menghargai dirinya sebesar lima ribu rupiah per orang untuk mendapatkan permainan liar sang bintang selama tiga jam all style imaginable....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Aura heran, bagaimana supirnya bisa punya koneksi sampai level tinggi seperti ini..... Walau jarang, tetapi terkadang penikmat tubuhnya merupakan kalangan the haves...bahkan tokoh-tokoh negeri ini....&lt;br /&gt;Seperti saat ini... ketika kaki sang gadis masuk ke ruang utama villa mewah iitu, ia melihat beberapa tokoh politik negeri ini serta pengusaha negeri sedang 'berdiskusi' dengan riuhnya, di meja pertemuan mereka botol-botol minuman keras bertebaran, dan pakaian mereka.....&lt;br /&gt;Aura nampak terenyuh memikirkan nasib bangsa ini yang berada di tangan mereka yang kini akan menggumulinya...yang menantinya hanya dengan menggunakan kaus singlet, boxer dan selop seadanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ah... bintang pertunjukkan kita sudah datang' cetus seorang dari mereka....&lt;br /&gt;'Ayo sayang hibur kami...'seru yang lain..&lt;br /&gt;'Kami sudah capek mikirin negara' dan tawapun membahana di villa itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dentum house music menghentak....Aura kembali melakukan tarian erotis seperti yang beberapa jam lalu ia lakukan di motel kumuh di hadapan supirnya....&lt;br /&gt;Kata-kata kotor, cabul dan penuh penghinaan terlntar dari mulut orang-orang yang seharusnya jadi teladan di negeri ini....dan tangan mereka, yang seharusnya bersih, kini meremas, meggerayangi, mengobel vagina dan anus Aura....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini penis-penis teracung mereka siap menerima pelayanan dari Aura...&lt;br /&gt;Ketika penis terakhir selesai menembakkan sperma di tenggorokan Aura, gadis itu merasa mual...berapa banyak sperma yang kini mengisi lambungnya... namun itu baru awal...&lt;br /&gt;penis demi penis menghujam vagina, anus dan mulut Aura, silih berganti....gadis itu makin mual demi mengingat mereka yang menyetubuhinya, yang diagungkan sebagai wakil rakyat, mepraktekkan gaya-gaya barbar terhadap dirinya.....&lt;br /&gt;Lagi...lagi...dan lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penis-penis mereka sudah tak mampu berdiri lagi.....para penikmat Aura duduk santai di sofa yang disusun membentuk lingkaran dengan Aura yang kelelahan ada di tengahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang penikmatnya memanggil supir bejad Aura...&lt;br /&gt;'Tolong panggil para supir dan tukang kebun serta penjaga villa ini....kita mau ngelanjutin rapat sambil nonton live show' dan tawa membahana kembali terdengar&lt;br /&gt;Aura makin lemas karena kembali dirinya diover seenaknya, seakan dirinya hanya onggokan daging pemuas nafsu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini kumpulan supir, penjaga villa dan tukang kebun yang bagaikan serigala buas memojokkan buruan bersiap menunggu komando...&lt;br /&gt;Ditengah perjuangan Aura menahan gempuran pemerkosanya, ia masih bisa mendengar lobi-lobi yang dilakukan...putusan-putusan yang bisa menghitam atau putihkan negara terlontar...&lt;br /&gt;Dan samar diantara pinggul supir yang memperkosa mulutnya, Aura dapat melihat penis-penis tambahan yang mengacung... dan tanpa meghiraukan status, ikut memperkosanya kembali...&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga hari Aura berada dalam neraka itu, bukan hanya menjadi penampungan sperma... ia juga harus jadi pembantu di villa itu, menyiapkan makan, memandikan mereka, memijat...menceboki mereka....&lt;br /&gt;Dan tak ada satu tempatpun di villa itu yang tak dipakai untuk memperkosa Aura, ruang makan, kamar tidur, dapur, garasi, kebun, kolam, kamar mandi, bahkan di atas kap mobil yang sedang dipanaskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya keputusan selesai dibuat.....&lt;br /&gt;'Negara Aman, hahahahahaha.....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura duduk bersimpuh di tengah sofa itu kembali, sambil menerima bukake hingga wajah dan rambut gadis itu lengket oleh sperma.....&lt;br /&gt;Rapat usai.....&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya Aura bisa membersihkan diri dan bersiap pergi, ia melihat kelompok pemerkosanya sedang asyik menikmati barbeque...tak lagi memperdulikan Aura untuk sementara, karena toh mereka akan menyewanya lagi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi klakson memanggil Aura....&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil....&lt;br /&gt;'Non... tanggung nih....kebetulan kelompok tukang becak di daerah sini lagi bikin acara...mereka pada mau ngentot...'&lt;br /&gt;Aura sudah berhenti mendengarkan....&lt;br /&gt;Dan mobilpun melaju....&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang politikus masuk untuk mengambil tambahan minuman keras ketika matanya tertumbuk pada amplop yang berlabelkan salah satu nama rumah sakit top di luar negeri.&lt;br /&gt;Ia membuka amplo itu, membaca lembaran hasil laboratorium di dalamnya, dan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raungan kengerian menggema di villa itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran itu terjatuh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Patient Name: KASIH, Aura&lt;br /&gt;Blood sample test result: HIV Positive.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;******&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Whose the beast Now?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-1679026969622013589?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/1679026969622013589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=1679026969622013589' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/1679026969622013589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/1679026969622013589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/03/whose-beast-now-spin-off-from-aura.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S5-QX3yZm6I/AAAAAAAAAGc/sQQ2vHi0TRA/s72-c/aura-kasih-8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-4905629513489010872</id><published>2010-02-22T07:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T07:27:24.275-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S4KiNH7b1FI/AAAAAAAAAGU/puTGbz0eyp4/s1600-h/Tina+Talisa.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S4KiNH7b1FI/AAAAAAAAAGU/puTGbz0eyp4/s320/Tina+Talisa.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441089646167315538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Celebrity Nigthmare: Tina Talisa  ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-The preparation-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tawanan dengan angan terikat ke belakang itu beringsut ketika pria bersenjata itu mendekati mereka, bersimpuh pada sebelah lutut dan memandang security yang berwajah garang itu.&lt;br /&gt;'good.. kamu tidak takut kematian'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua wanita menarik di samping security yang kini terkulai dengan kepala berlubang hadiah tembakan berteriak histeris, terutama ketika percikan darah dan otak pria malang itu menghiasi wajah, pakaian dan tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu.... &lt;br /&gt;Mendekati wanita yang seorang di antara mereka mampu mengatasi terror itu dan matanya menantang sang pria.&lt;br /&gt;Dengusan nafas memburu wanita itu tertera jelas dari blouse yang bergerak cepat, namun mata sang wanita tetap menantang bahkan ketika laras peredam pistol itu bersentuhan dengan pelipisnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'click'...&lt;br /&gt;tawa serak pria itu pecah melihat ekspresi wajah sang wanita dan lonjakan tubuhnya ketika mendengar pelatuk itu bersentuhan dengan body pistol.&lt;br /&gt;'untuk seorang pemberani....'leceh sang pria, 'kencingmu tetap bau...hahahaha'. Dan mata sang wanita bagai ingin melonjak keluar rongganya mendengar pelecehan tentang selangkangannya yang kini basah dan kini dirasakannya membasahi bokong indahnya.&lt;br /&gt;'Now....kamu mau hidup atau...' dan ludah wanita itu yang tak lama terbungkam lakban itu menjawab semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini pria itu berdiri di hadapan wanita kedua yang nampak menggigit bibir nya sendiri menahan gairah, dengan tatapan binal ia mendesah...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'll do it... let's teach that bitch some lesson...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Kembali tawa  serak berbalut dengus kenikmatan memenuhi ruangan itu ketika pria itu berdiri berkacak pinggang sambil menikmati deepthroath dari wanita yang rela menjadi budaknya itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;the prep is ready... &lt;br /&gt;Now... show time...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirine yang meraung, baling-baling helikopter yang menderu.. ditingkahi pengeras suara polisi yang sibuk mengatur kerumunan masa membuat adrenalin meningkat di udara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaaabooomm!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan awal di loby gedung itu cukup membuat para penegak hukum berpikir seribu kali untuk mengulangi aksi serbu mereka, dan akhirnya mereka menyadari kalau seluruh gedung sudah dipasangi peledak berkekuatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;It's been one whole year&lt;/span&gt;... renung pria itu mengingat persiapan yang dilakukan demi terlaksananya hari ini...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;failure is not an option&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lepaskan para sandera... dan kami akan membiarkanmu hidup... kamu sudah terke...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;shit!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Mata komandan pasukan itu membelalak melihat sesosok tubuh terjun bebas dari jendela lantai 15...&lt;br /&gt;Dan mayat security garang itu menyentuh bumi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Komandan...anda sama sekali tidak berada dalam posisi memerintah...pertunjukkan ini milikku!' gaung suara pria itu memenuhi udara&lt;br /&gt;'Pertunjukan!' raung komandan polisi itu...'Nyawa orang kamu jadikan mainan? brengsek! sekali lagi kamu lakukan itu aku tak ragu-ragu untuk menembak  kamu!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan seorang manager yang terlempar dari lantai itu membungkam seluruh orang dengan kengerian....&lt;br /&gt;Hening....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I dare you&lt;/span&gt;..', kata pria itu dingin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepala polisi itu sadar kalau kini yang dihadapinya adalah orang yang sangat berbahaya...&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Now...' seru pria itu memecah keheningan, 'sekarang kita mulai sesi tawar menawar kita....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aha...' pikir kepala polisi itu, 'ternyata pada dasarnya ia punya tuntutan....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gotcha&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sebutkan keinginanmu, jagoan...kalau masuk akal akan kami penuhi. Namun kalau tidak... berapapun korbanmu...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaaabooooommmm!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan di lantai dua cukup untuk membuat sang komandan sadar kalau karirnya sudah tamat.....&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;'Apa kita sudah bisa serius?' tanya sang pria sambil memantau pergantian komandan lapangan dengan senyum jahatnya&lt;br /&gt;'Ya, kami siap mendengar tuntutanmu.... maafkan kekasaran kami sebelumnya, cuma kami minta tolong jangan sakiti sanderamu yang lain....' ujar komandan lapangan yang baru.&lt;br /&gt;'Untuk setip kepatuhan akan ada harganya teman...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'So.. . apa tuntutanmu kawanku?' rayu komandan lapangan itu, 'sebutkan hargamu....'&lt;br /&gt;'Hahaha..my friend' ejek sang pria, 'permintanku sederhana sekali....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'booom'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well at least you've tried&lt;/span&gt;' keluh pria itu sambil mengamati komandan lapangan yang nampak geram&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oke... name it!&lt;/span&gt;' sergah sang komandan...&lt;br /&gt;'Aku mau wawancara exclusieve, dengan orang yang saya inginkan... lalu setelahnya maybe, just maybe, aku akan jabarkan tuntutanku.'&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina Talisa   berdiri di antara gedung dan barikade polisi, tangannya bergetar memegang wireless microphone. Ketegangan nyata di wajahnya, menyadari ia yang ditunjuk untuk melakukan 'wawancara exclusieve' itu.&lt;br /&gt;Kilatan blits dan sorot kamera makin memperjelas ketegangan di wajahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keprofesionalannya tergelitik, bahkan jauh di dasarhatinya ada keinginan untuk dapat menaklukkan sang teroris melalui wawancaranya dan menjadi pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Maaf, pak.. sebelum kita mulai wawancara ini apakan bapak berkenan memperkenalkan diri pada para pemirsa sehingga kita bisa lebih saling mendalami satu dengan yang lain...'&lt;br /&gt;'Pangil aku Simon...' suara parau pria itu bergaung kembali dari lantai 15, dan dengan semangat polisi langsung mencari database kriminal yang menggunakan nama Simon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ada... nama terakhir pak Simon?' tanya Tina untuk mengulur waktu...&lt;br /&gt;'Sez'...hehehe...' kekeh pria itu terdengar menjijikkan, dan semuanya tertegun... Tina yang pertama menyadari nama unik itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Pak... anda tidak sedang bercanda kan?' tanya Tina dengan gugup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh satpam lainnya jatuh berdebum, Tina terhenyak diam...lalu dengan bergetar ia berkata..&lt;br /&gt;'Baiklah Simon...anda sudah menjelaskan niat anda, sekarang apa tuntutan anda..'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Actually... i'm in the mood of playing.... and I challenge you to win this game&lt;/span&gt;.....'&lt;br /&gt;'Dan kalau saya menolak?' tantang Tina dengan lantang, melempar mike dan berbalik meninggalkan lokasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baru saja ia melangkah, seorang ibu setengah baya, bersimpuh memeluk kaki Tina dan menangis sejadi-jadinya..&lt;br /&gt;'Tolong anakku, mBak....tolong... dia ada dalam gedung itu...'&lt;br /&gt;Tina berkata dingin...&lt;br /&gt;'Maaf bu...memohonlah pada psikopat di atas sana...barangkali ia akan melepaskan anak ibu....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis gema perkataan Tina....&lt;br /&gt;Dan debuman tubuh seorang wanita muda mebuat Tina shock, terlebih desis kemarahan terdengar dari arah gedung...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Be careful of what you wish for&lt;/span&gt;....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina benar-benar shock, terutama ketika melihat ibu tadi berlari memeluk tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa.... meraung mengutuki Tina...&lt;br /&gt;'Kamu bisa menolong dia.... kamu membunuh anakku!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Tina kabur...air mata menggenangi pelupuknya...namun sempat ia melihat pasangan muda yang berpelukan bertangisan....dan lembar foto yang perlahan terlepas dan terjatuh ke aspal membuat Tina jatuh bersimpuh...foto bayi montok.....&lt;br /&gt;Tina berkata lirih...namun pria itu tetap dapat menangkapnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Thanks to all TV channel&lt;/span&gt; yang meliput kejadian ini....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You win...apa yang harus aku lakukan?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well anything that I asked you to!&lt;/span&gt;' tegas pria itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lunglai Tina bangun dan menghadap gedung itu lagi...&lt;br /&gt;'Name it...'&lt;br /&gt;'Pertama....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;strip!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina tertegun...pria itu baru saja memintanya telanjang bulat di depan banyak pasang mata...pria itu ingin melecehkannya....namun..&lt;br /&gt;Bergetar tangan Tina membuka kancing kemejanya dan membiarkan tubuh atasnya terbuka terekspose mentari hanya berbalut bra itam berenda yang sexy...&lt;br /&gt;Kemudian celana jeansnya tercampak, dan kini Tina bisa merasakan kalau banyak tegukan liur mulai terdengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan polisi maju, menutupi tubuh Tina dengan jaketnya...&lt;br /&gt;'Bajingan...aku tak bisa membiarkan kegilaan ini berlanjut...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hahahaha, I can commander... dan hati-hati...tidak semua orang sesuci kamu...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina histeris ketika percikan otak sang komandan bertebaran di wajahnya.....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now... shall we continue&lt;/span&gt;.... banyak orang ingin melihat ketelanjanganmu Tina...'&lt;br /&gt;Pria itu sama sekali tidak membiarkan Tina pulih dari shocknya, justru menambah beban psikologis sang presenter hingga takluk sepenuhnya...&lt;br /&gt;Tina sadar kalau perkataan pria itu benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang ingin melihat dirinya dipermalukan, ditelanjangi-kiasan maupun harafiah-. Dan Tina sadar kebenaran ucapan pria misterius itu, karena nampaknya hanya sang komandan yang berani bertindak, sementara yang lainnya berekpresi antara takut, dan bernafsu...&lt;br /&gt;Dan Tina bisa merasakan nafas tertahan, ketika sinar mentari menerangi tubuh telanjangnya, tubuh yang dihiasi bercak darah dan otak sang komandan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun degradasi Tina belum berakhir karena entah bagaimana tiba-tiba kaca-kaca gedung di hadapannya mendadak menyadi sebuah screen besar dan ketelanjangan tubuhnya kini menjadi sorotan utama, hingga kini hisapan liur tak tertahan yang keluar dari mulut ternganga terdengar jelas...&lt;br /&gt;Tina hanya bisa berharap mimpi buruk itu segera berakhir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harapan tinggal harapan... ketika kemudian sorang kakek renta menuntun sebuah speda onthel mendekati Tina.&lt;br /&gt;'Neng...ini sepeda pesanan neng Tina...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina tertegun...pria misterius itu pasti mempersiapkan semuanya dengan matang...dan matanya membelalak melihat dua dildo yang menggantikan sadel di sepeda itu....&lt;br /&gt;Dildo yang dimodifikasi hingga akan bergerak naik turun seiring kayuhan pedal..&lt;br /&gt;Lalu lengan kakek renta itu terulur menyerahkan helm sepeda, hand glove dan sepatu sport...&lt;br /&gt;Tina makin kaget melihat keseriusan pria misterius itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara pria misterius itu kembali terdengar memecah keheningan..&lt;br /&gt;'Tina...Tina...Tina...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;where's your manner&lt;/span&gt;? Kakek itu sudah berpeluh membawakan kamu perlengkapan olahraga... where's your goddamn grattitude?'&lt;br /&gt;'Te..terima kasih pak..', lirih Tina dengan wajah memerah sambil mengambil perlengkapan bersepedanya...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Not enough..dear...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina bingung... apa lagi yang diinginkan Simon?&lt;br /&gt;'Lihat peluh kakek itu... setidaknya kamu lap hingga beliau merasa nyaman...'&lt;br /&gt;Dengan bergetar tangan Tina yang kini terbalut glove tadi mendekati wajah sang kakek&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A...a...a...with your breast sweetheart...your breast....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;This guy is a complete pshyco&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina menengadahkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya...ia mencoba menahan jatuhnya air mata, serta berusaha tidak melihat wajah nikmat sang kakek renta yang kini terbenam dalam kelembutan payudaranya dan melekatkan aroma peluh di payudaranya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now...now...&lt;/span&gt;cukup basa basinya...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;you still have planty to do babe....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Makasih neng... toketnya empuk....hehehe' seloroh sang kakek sambil tersenyum binal menjauhi Tina&lt;br /&gt;Bajingan... kakek renta keparat....semua makian teredam dilontarkan Tina karena penghinan sang kakek yang ternyata seperti apa yang diprediksi Simon.. tidak semua orang itu suci... dan airmatanya pun tak sanggup lagi dibendung...&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ready for your firs task, Tina?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Tina menghapus airmatanya dan berusaha tegar....&lt;br /&gt;'Simon sez....bersepeda ke peternakan kuda di pamulang!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Tina seakan membeku... bersepeda sejauh itu?....&lt;br /&gt;'Tenang saja sayang... kami akan memantau pergerakanmu....atau mungkin rekan-rekan wartawanmu akan senang meliput secara langsung perjuanganmu hahaha....'&lt;br /&gt;'Oh cheer up Tina... seberapa sering seseorang dalam hidupnya memegang kunci keselamatan nyawa orang lain...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina tersentak...pikirannya kembali pada sosok ibu yang merengkuh jenasah putrinya...foto bayi montok itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina bersusah payah untuk memasukkan dua dildo itu dke dalam vagina dan anusnya.. bahkan dirinya sampai harus melicinkan kedua dildo dengan liurnya., namun tetap vagina dan terutama anusnya merasa terkoyak karena tubuhnya sama sekali tidak siap untuk dmasuki benda asing tersebut.&lt;br /&gt;Namun teringat nyawa sesamanya, Tina berusaha tegar dan dengan erangan dan desisan perih tertahan, Tina mulai mengayuh sepeda onthel itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluh membasahi tubuh Tina yang terbakar mentari, vagina dan anusnya memar karena gesekan konstan dengan dildo itu... bahkan beberapa kali Tina terjatuh karena orgasme yang tak dapat ditahannya...ya, walau bagaimana Tina berusaha melawan namun syaraf tubuhnya berkata lain, rangsangan konstan itu jelas membuat tubuhnya mengalami orgasme...Namun, hal itu juga menjadi bumerang bagi dirinya yang kini makin sering meringis menahan perih akibat dipaksa orgasme berkali-kali dan gesekan dildo yang jelas membuat vagina dan anusnya iritasi...&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Kaca gedung itu menampilkan perjuangan, kesakitan, dan orgasme Tina dengan gamblang....&lt;br /&gt;Semua terkesima....bahkan yang teralimpun tak mampu mengalihkan pendangan dari gambaran tubuh yang berpeluh itu....&lt;br /&gt;Bahkan kini tanpa disadari sebagian mulai menggesek kemaluan mereka sendiri yang masih terbungkus celana, atau rok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Mulut Tina meringis dan menganga menahan perih ketika ia beringsut melapaskan vagina dan anusnya dari dildo di sepeda itu. Kakinya bergetar, karena letih setelah mengayuh jauh dan karena orgasme berlarutnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di hadapannya nampak seorang joki wanita tersenyum menghina.&lt;br /&gt;'Selamat datang Tina Talisa... tugas keduamu sudah menanti....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina menjerit ketika pantatnya disabet dengan pecut kuda oleh joki itu..&lt;br /&gt;Dengan tertatih Tina melangkahkan kakinya menghindari pecutan bertubi ke pantat, paha dan betisnya, hingga meninggalkan jalur-jalur ungu di kulitnya yang mulus itu.&lt;br /&gt;Joki tadi menerenggut helm dan hand glove Tina hingga kini presenter itu hanya berbalut sport shoes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now bitch...start working...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Tumpukan jerami di hadapan Tina membuatnya kelu....&lt;br /&gt;Tina mengeluarkan tenaga extra untuk menarik tumpukan jerami pertama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;On your back... bitch!&lt;/span&gt;' seru sang joki sambil menyabet punggung Tina...&lt;br /&gt;Tina kini harus menahan beban di punggungnya dan menahan gatal yang diberikan jerami itu.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You have to feed all herd of our stalions baby...thirty off them..&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina benar-benar lemah, sekujur tubuhnya mulai gatal-gatal karena kini jerami itu telah merasai  kelembutan kulit sang gadis terutama ketika Tina harus merngkuh jerami dalam pelukannya untuk memberi makan kuda-kuda itu....&lt;br /&gt;Karea hausnya, tanpa ragu Tina meminum air dari ember minum kuda, namun baru satu teguk yang diminumnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecutan bertubi membuat Tina berguling melindungi diri, terutama karena joki itu dengan bernafsu memecuti payudara, pantat, vagina dan bahkan wajahnya....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;One more drink... and the baby will go boom...boom&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Tina menggigil antara takut dan kesakitan...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'll tell you what you can drink bitch... but not untill you clean up the mess....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina merangka mengikuti sang joki yang menjambak rambutnya...&lt;br /&gt;Bau busuk segera menerjang... dan...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Clean those shit out of this stable...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang joki mengambil shot gun lalu melempar pendorong kayu pada Tina...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You're lucky... you don't have to use your hand to do that shit.... now clean it!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tubuh Tina ternodai oleh kotoran kuda di peternakan itu, aroma busuk itu seakan mau merendahkan martabat sang presenter yang terkenal dengan pertanyaannya yang cerdas itu.&lt;br /&gt;Tangan Tina melepuh karena tak pernah bekerja sekeras ini, namun demi mengingat nyawa yang menjadi tanggunannya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now bitch...are you thirsty?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Anggukan lemah Tina membangkitkan binar mata sang joki yang dengan santai berkata&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Just suck on the horses baby... and drink their juice...hahahhaha...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Dunia seakan berputar bagi Tina....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia harus mengoral kuda untuk minum? Mulut yang telah mengeluarkan ribuan pertanyaan, membuat banyak ahli tergagap... kini dihruskan mengoral bahkan bukan penis manusia?&lt;br /&gt;Namun rasa dahaga dan keinginannya untuk hidup membuatnya rela merendahkan diri...&lt;br /&gt;Tina merangkan ke bawah perut stalion dan mulai merangsang sang kuda...lalu dengn perlahan mejilati penis besar irtu, untuk kemudian menghisap-hisap kepala penis yang masiv itu &lt;br /&gt;Semburan sperma itu begitu deras hingga tak bisa tertelan seluruhnya oleh Tina hingga membasahi wajah, dada dan perutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Not so fast bitch...&lt;/span&gt;' kata sang joki sambil meninju perut Tina hingga megap-megap.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Twenty nine more to go...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Dan mulut serta tangan Tina silih berganti merangsang tiap kuda hingga berejakulasi, hingga seluruh tubuhnya tertutup sperma kuda, dan dirinya mual karena meminum bergalon sperma kuda.....Di depan tubuh limbungnya ada sebuah intercom, suara Simon terdengar....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well done...but still a long shot ... Ready for the third one?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda itu limbung... Tina memaksakan kakinya yang lemah untuk mengayuh sepeda itu... ke tujuan berikutnya....&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Tempat pembuangan akhir sampah di kawasan bekasi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintahnya jelas,&lt;br /&gt;Petunjuk untuk menghentikan kegilaan ini, ditimbun di tempat pembuangan akhir sampah tersebut...&lt;br /&gt;Di mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Have fun babe...hahahahaha&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Tawa menjijikan Simon mengiring keberangkatan Tina menuju lokasi yang dimaksud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembali sambil bertelanjang bulat, terbakar mentari. Dengan vagina serta anus yang diexpansi dildo. Serta iringan kamera. Tina mengayuh sepedanya...&lt;br /&gt;Kini, di hadapannya terbentang lautan sampah. Aroma busuk menyerang pernafasan sang reporter perutnya mual, namun terpaksa ditahannya...&lt;br /&gt;Ia harus segera mencari petunjuk itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menahan jijik Tina mulai membongkar tumpukan sampah yang menggunung itu, tak lama sebelum tubuh terutama tangannya dinodai sampah-sampah yang bertebaran, bahkan bekas muntahan dan bekas-bekas makanan yang mulai membusuk dan berbelatung. Maka tak lama kemudian Tina mulai sibuk mengusir lalat-lalat hijau yang mulai merubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata perjuangan sang reporter masih jauh dari selesai.&lt;br /&gt;Jambakan di rambut panjangnya membuat sang reporter terbanting, ia melihat seorang pemulung perempuan berdiri mengangkanginya.&lt;br /&gt;'Brengsek lu, ya... ngapain lu ngacak-ngacak lapak gua!' bentak sang pemulung...&lt;br /&gt;'Ma...ma..maaf bu... saya mencari sesuatu...saya harus menyelematkan nyawa orang...to....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bugh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tendangan pemulung tadi menghentikan hibaan Tina...&lt;br /&gt;'Emang gua pikirin.. gua lebih peduli nyawa gua dibandingin nyawa orang', ketus sang pemulung sambil mennedang perut Tina, hingga sang reporter menringkuk kesakitan.&lt;br /&gt;Tina menahan sedih dan pedih, terutama ketika ia melihat rekan-rekan sesama wartaannya tidak membantunya sama sekali malah asyik merekam kemalangannya, bahkan ada yang nekad bermasturbasi sambil melihat penderitaannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kasihan pemulung itu menginkan wajah kepala Tina hingga terbenam di tumpukan sampah dan berkata...&lt;br /&gt;'Lu pasti nyari tempat buat aborsi, kan?..lonte kaya lu, udah hamil, mau aborsi di sini!' hina sang pemulung...&lt;br /&gt;'Dari pada lu aborsi...mending lu gua kuatin kandungannya, ya...hahahahaha' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kaki sang pemulung terangkat dari kepalanya, Tina menoleh dan terkejut karena banyak pemulung pria yang menatapnya liar, celana mereka sudah terbuka, penis mereka mengacung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina coba menjauh, namun dirinya sudah terkepung... seorang pengemis menarik kaki Tina yang berbalut sports shoe yang warnanya sudah kusam itu, membentangkan pahanya dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina menjerit sejadinya ketika penis itu menghujam vaginanya yang masih kering...namun teriakannya tak berlangsung lama, karena ada pemulung lain yang dngan seenaknya menduduki mulut Tina dan memaksa sang reporter menjilati anusnya. &lt;br /&gt;Tina hampir muntah...pemulung itu belum cebok.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemulung lain memaksa Tina menaiki penisnya... dan jeritan kembali terdengar dari mulut Tina kaetika anusnya disodomi dengan brutal oleh pemulung lainnya. Dan dalam hitunga detik, mulut Tina dipaksa melakukan deepthroath...&lt;br /&gt;Entah berapa banyak dan berapa lama Tina melayani para pemulung itu, yang bahakan dengan kejamnya melakukan double vaginal dan double anal pada dirinya ingga lubang vagina dan anusnya membuka lebar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa kemenangan samar para pemulung mengiringi kaburnya pandangan Tina yang tertutup sperma dan sampah, serta aroma kencing yang disiramkan pemerkosanya sembarangan di wajah dan sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Lalu pandangannya teduh...pemulung perempuan tadi kembali menghampirinya...&lt;br /&gt;'Kamu kuat juga lonte.... sebenarnya aku ingin menyimpan kamu untuk hiburan di sini cuma sayang tuan Simon berkehendak lain...'&lt;br /&gt;Tina terperangah... persiapan Simon sampai sejauh ini...&lt;br /&gt;Bahkan di tempat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ini tujuanmu berikutnya' ujar pemulung tadi melemparkan sebuah kertas lusuh pada Tina...&lt;br /&gt;'sebaiknya kamu bergegas... waktumu hampir habis... bayi montok.... nyawa dalam gedung....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan tertatih Tina bangkit dan mulai berjalan menjauhi penampungan sampah itu... dan sayup terdengar...'nanti ke sini lagi, ya lonte..hahahaha...kita bikin anak lagi hahahahahaha.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Aliran kali ciliwung menanti Tina yang sudah setengah sadar berdiri terhuyung. Petunjuk berikutnya jelas.. ia harus berenang menyusuri kali yang terkenal kotor, dan gudang sampah itu sampai ke pintu air dan mengambil petunjuk berikutnya...&lt;br /&gt;Mata sang reproter nanar karena melihat kotornya sungai yang sebentar lagi akan membasuh tubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatkan diri, Tina melompat ke sungai dan mulai berenang... dirinya harus mengelakan beragam sampah yang dibuang ke sungai itu, mulai dari samaph rumah tangga, limbah industri, batangan kayu, hingga bangkai anjing, kucing dan tikus....&lt;br /&gt;Belum lagi ketika ia berenang di bawah jamban, kepala dan punggungnya terkena tinja warga sungai yang mendadak berlomba-lomba buang hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut sungai sudah nampak, kini kembali gunungan sampah yang tersangkut di pintu air menghalangi tujuannya meraih sebuah tabung yang terdapat di atas pintu air... bersusah payah Tina melalui gundukan sampah itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas terakhir.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Tina terbelalak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Rumah sakit jiwa terkenal di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria berpakaian perawat menyambut kedatangan Tina yang kuyu itu...&lt;br /&gt;'Nona Tina... ternyata gangguan jiwa anda sudah parah...'&lt;br /&gt;Tina hanya terdiam menyadari keadaannya yang memang tak karuan itu, dengan tubuh telanjang...berbalut kotoran beragam sampah dan kotoran manusia yang melekat di tubuhnya, rambutnya....&lt;br /&gt;Bahkan Tina hanya diam ketika perawat itu mengenakan rantai di lehernya dan menarikn bagai hewan ke tengah lapangan menyiramnya dengan selang, memandikannya dengan detergen, bahkan menggunakan sabun colek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina hanya pasrah dengan perlakuakn tak senonoh para perawat yang merabai tubuhnya, mengaduki vagina dan anusnya dengan kasar, lalu menyeretnya ke sebuah bangsal dan berkata...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Be a good bitch, okay...&lt;/span&gt; ujian terakhirmu ada di ujung lorong ini... selamat berjuang!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan semena-mena, perawat tadi menendang pantat montok Tina hingga reporter itu terjengkang.&lt;br /&gt;Di kejauhan Tina melihat kalau di ujung lorong itu terdapat sebuah pilar, dan di atas pilar itu terdapat sebuah remote...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat tina muncul lagi... dia berlari secepatnya ke arah remote itu, namun mendadak, pintu-pintu sel yang berada di sepanjang jalur itu terbuka... Tina berusaha tak meperdulikan itu semua. Namun cekalan di kakinya membuat sang reporter terjungkal. Kaki Tina menyepak sembarangan mencoba melepaskan diri, namun tangan-tangan itu semakin banyak... kini kedua pergelangan kakinya sudah tercekal, Tina berusaha meronta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni ruah sakit jiwa itu, dengan keadaan mengenaskan dan telanjang bulat jelas tidak merasai cakaran, tendangan, dan rontaan Tina, terlebih ketika mereka semua disuntik perangsang dosis tinggi hingga birahi mereka menggelegak...&lt;br /&gt;Tina panik, orang-orang gila itu menguncinya erat, dan mulai menggerayangi tubuhnya, mebasahi tubuhnya dengan liur mereka yang bau... menggigiti payudaranya hingga meninggalkan bercak merah dan ungu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina berusaha meronta, dengan beringsut merangkak ia mencoba mendekati pilar yang nampak makin jauh... terlebih ketika tubuuhnya kembali ditarik dalam keroyokan orang gila yang mulai mengaduk-aduk vagina dan anus sang reporter...&lt;br /&gt;Namun Tina tetap bertahan...nyawa bayi itu...nyawa para sandera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tina beara dekat sekali dengan pilar itu... sementara tuuhnya sudah habis dikerubuti orang gila, yang mulai memaksakan penis mereka masuk ke anus dan vagina sang reporter...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pasti bisa.... selamatkan mereka Tina....selamatkan mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tina terulur....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentuh pilar dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunti desis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebakan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ubin di bawah pilar itu terbuka dan pilar itu jatuh ke dalam lubang yang ada di bawah ubin.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nooooooo.....' lengking Tina pilu, ketika remote itu ikut jatuh ke dalam lubang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan bayi...sandera....bom...nyawa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya berkelebatan di hadapan mata Tina yang terdiam karena shock....&lt;br /&gt;Tak perduli lagi dengan jamaahan tangan... tak perduli lagi vagina dan anusnya diisi penis orang gila...tak perduli lagi ketika mulutnya mulai sibuk mendeepthroath penis-penis menjijikan itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa Tina sudah kosong... ia sudah kalah... dan kini nyawa sandera itu tak tertolong lagi....&lt;br /&gt;Tina tetap diam....sementara pemerkosanya makin banyak...makin liar...makin brutal...&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Big screen di gedung itu menampilkan adegan terakhir dengan dramatisnya sebelum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kaca menjadi putih... dan di tengah display tertera hitungan mundur...&lt;br /&gt;5...4...3...2...1...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua panik... mencoba lari semua mencoba berlindung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahahahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa nyaring sang teroris terdengar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terdiam, heran, memandang ke arah gedung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat tertampang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHY SO SERIOUS......&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog...&lt;br /&gt;Gedung itu ternyata kosong...&lt;br /&gt;Korban yang dibunuh sebenarnya ama dengan julah korban yang ada di gedung...tak ada sandera lain....&lt;br /&gt;Tak ada bom yang lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang menangis berpelukan menjelaskan kalau mereka hanya sepasang kekasih... belum menikah... belum punya anak....&lt;br /&gt;Lalu foto itu? foto keponakan mereka.... mereka menangis karena terharu...dan tanpa sadar foto itu terlepas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Simon?...&lt;br /&gt;Kenapa kalimat itu yang digunakan?&lt;br /&gt;Dimanakan dia?&lt;br /&gt;Apakah tujuannya?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada penjelasan...&lt;br /&gt;Tak ada kejelasan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar kata Alfred...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Some People Just Want to See the World Burns...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di rumah sakit jiwa....&lt;br /&gt;Tina tetap terdiam... membiarkan penis demi penis mengisi vagina, anus dan mulutnya....&lt;br /&gt;Tubuh telanjangnya tetap terawat, karena selain sebagai penampungan sperma para pasien rumah sakit jiwa, terkadang masih ada pelanggan lain yang ingin merasakan nikmatnya tubuh sang mantan presenter kondang, walau mereka datang dalri kalangan rendahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak ada yang berniat membebaskannya&lt;br /&gt;Tak ada yang peduli...tak ada yang iba....&lt;br /&gt;Sang reporter terlupakan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;br /&gt;****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-4905629513489010872?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/4905629513489010872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=4905629513489010872' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/4905629513489010872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/4905629513489010872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/02/celebrity-nigthmare-tina-talisa.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S4KiNH7b1FI/AAAAAAAAAGU/puTGbz0eyp4/s72-c/Tina+Talisa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-8838742904896880063</id><published>2010-02-11T23:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T04:53:22.039-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S3VPCx_P8JI/AAAAAAAAAGM/pJnCkcqJLAk/s1600-h/julia_estelle_william_gomez-20090323-020-hendra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S3VPCx_P8JI/AAAAAAAAAGM/pJnCkcqJLAk/s320/julia_estelle_william_gomez-20090323-020-hendra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437339034316697746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasib Tragis Andrea Lee - Finale: New Slave Chosen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala gadis itu terkulai lemah, tangannya terentang terikat di atas kepala dengan tambang rami ke arah langit-langit ruangan, pergelangan tangan gadis itu memar memerah dan tampak tergores dan rembesan darah membasahi pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;Posisinya berlutut di atas marmer, dengan lutut terbuka selebar bahu. Nampak genangan sperma tepat di bawah selangkangan sang gadis, sementara di pahanya nampak lelehan sperma yang mengering yang bersumber dari vagina dan anusnya yang memar dan menganga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup gadis itu mendengar suara sepatu yang menghampirinya dan samar dari mata yang tertutup lapisan sperma kering yang memenuhi wajahnya kini ia melihat sepasang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;high heel boot&lt;/span&gt;. Perlahan kepalanya mengangangkat ke arah tubuh yang berbalut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gangster girl wardrobe&lt;/span&gt;, kepala gadis itu kembali terkulai, namun matanya berusaha menengadah ketika sosok itu berjongkok di hadapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa dagunya diangkat. Kini ia bisa, walau dengan samar, melihat sosok wanita di depannya.&lt;br /&gt;'tolong....aku...' desis gadis itu dengan suara parau, tenggorokan dan kerongkongannya terasa panas, karena serbuan penis yang menginginkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deepthroath&lt;/span&gt; darinya.&lt;br /&gt;Wanita di depannya memandangnya dengan mimik tertarik, dan dengan senyum iblis yang tak kentara ia berkata&lt;br /&gt;'kamu kenapa sayang.... kenapa kondisimu seperti ini?', desah wanita itu dengan keprihatinan yang dibuat-buat....&lt;br /&gt;Suara parau gadis itu kembli terdengar...&lt;br /&gt;'mereka....memperkosaku...menyakitiku...menyiksaku...'&lt;br /&gt;'siapa mereka sayangku...?'&lt;br /&gt;'entah...entah...demi Tuhan... tolong aku... lepaskan aku...' suara parau itu bercampur dengan histeria....&lt;br /&gt;'shhh...tenangkan dirimu.... kau tak mau mereka datang dan memperkosamu lagi kan?'&lt;br /&gt;Peringatan wanita berambut pirang itu cukup dapat menenangkan gadis itu...&lt;br /&gt;'ceritakan apa yang mereka lakukan padamu...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bendungan yang jebol... tanpa menyadari kondisi tubuhnya yang masih berantakan, gadis itu menceritakan apa yang menimpanya...&lt;br /&gt;'entah siapa mereka.... aku bahkan tak sempat mengenali mereka...mereka menyergapku dalam taxi yang aku tumpangi....'&lt;br /&gt;gadis itu terisak, elusan di rambutnya yang kusut masai dan lengket oleh sperma menenangkannya...&lt;br /&gt;'mereka... mereka membawaku ke gedung ini....aku coba melawan.... namun mereka bertiga terlalu kuat buatku.....'&lt;br /&gt;'mereka begitu kejam... mereka sama sekali tak memperdulikan diriku.... aku dianggap penampungan sperma.....'&lt;br /&gt;kembali isak sang gadis mengisi hening ruangan itu.&lt;br /&gt;'mereka menelanjangi aku, membakar pakaianku.....dan tanpa peduli memperkosaku....mereka melecehkan aku...menyamakan aku dengan pelacur bahkan merendahkan aku lebih dari pelacur... mereka buat aku bagai binatang....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu bergetar... kenangan masa lalunya kembali hadir......&lt;span style="font-style:italic;"&gt;she knows&lt;/span&gt;....&lt;br /&gt;'sakit sekali....' keluh gadis itu menghiba....&lt;br /&gt;'mereka mengoyak-ngoyak vaginaku dengan penis-penis mereka, memaksaku menelan penis mereka....bau sekali bulu selangkangan mereka, masam.....dan mereka... mereka memaksaku menelan sperma mereka...'&lt;br /&gt;mimik mual gadis itu nyata, terlebih menyadari perutnya terisi semprotan sperma yang berulang menyerbu lambungnya...&lt;br /&gt;'dan anusku...mereka membuatku benar-benar bagai binatang.... mereka menyodomiku, lagi dan lagi dan lagi.... sakit sekali... dan mereka memaksaku membersihkan penis mereka....'&lt;br /&gt;'aku....aku....aku makan kotoranku sendiri!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ledakan tangis itu tak tertahan...&lt;br /&gt;sang wanita berusaha tegar...walau getaran di tubuhnya makin jelas...memory yang mengerikan itu bersliweran....namun seketika itu ia mampu menghentikan sentimentil momment di pikirannya dan dengan sinisme yang tak dapat dideteksi gadis yang tersedu itu, sang wanita mampu membuat gadis itu kembali bercerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'dan mereka...mereka sepertinya tak ingin aku merasakan secuilpun kenikmatan... mereka menampari aku,  mencambuki aku... meludahi aku..., bahkan mereka mengencingi aku....'&lt;br /&gt;'oh...tolong aku... lepaskan aku....' kembali sang gadis berada dalam histeria....&lt;br /&gt;'sakit sekali....perkosaan ini...hinaan ini....sakit sekali....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berujar...&lt;br /&gt;'perkosaan bukan untuk dinikmati sayang.... tak ada kenikmatan dalam tiap hujaman penis... perkosaan diciptakan untuk menyakiti....'&lt;br /&gt;'aku tau...aku sakit... tolong.. lepaskan...lepaskan' gadis itu meronta, melupakan sakit di pergelangan tangannya yang makin tersayat....&lt;br /&gt;'shhhh sayang....tenang....atau mereka akan kembali....'&lt;br /&gt;'tolong aku.... selamatkan aku...' lirih sang gadis.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan wanita itu menelusuri leher jenjang sang gadis, turun ke dadanya yang  memerah dan berisi jejak sabetan ikat pinggang... turun keperut hingga berada tepat di atas bibir vagina sang gadis yang masih saja mengeluarkan lelehan sperma....&lt;br /&gt;Wanita itu berbicara bagai kepada dirinya sendiri....&lt;br /&gt;'banyak sekali...bisa hamil...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'tidak...ooh tidak... demi tuhan tidak.... aku tak mau... tolong keluarkan sperma ini dari dalam rahimku... aku tak mau hamil oleh mereka...' gadis itu panik menyadari fakta yang jelas...walau ini perkosaan, pembuahan tetap bisa terjadi... kembali gadis itu menatap penuh permohonan pada sang wanita....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;i'll do anything... just get this cursed seed off my body....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tersenyum...&lt;br /&gt;'kenapa? bukankan keindahan wanita dan keutuhan wanita bila bisa memberikan keturunan?'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;damn...&lt;/span&gt;' sergah sang gadis yang makin menjadi dalam kegalauannya....&lt;br /&gt;'lebih baik aku mandul daripada hamil benih terkutuk ini, aku....'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;beware of what you're asking for&lt;/span&gt;....semuanya bisa terjadi...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gadis itu menggolak....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;i'll do anything for you if you can make that happen.....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;mata sang wanita berkilat penuh kemenangan....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oh you will sweetheart....you will...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang wanita melepaskan belenggu sang gadis, dan memapah tubuh lunglai itu menuju sebuah ruangan putih bersih, dengan sebuah meja periksa dokter kandungan.&lt;br /&gt;wanita itu merebahkan tubuh lemah sang gadis, memposisikan penyangga lutut hingga kaki sang gadis mengangkan dan mengekspose vagina dan anus yang memar memerah dan menganga itu dengan bebasnya.&lt;br /&gt;'ini untuk keselamatanmu sendiri' kata sang wanita sambil mengeratkan strap di paha, pergelangan tangan, pinggul dan di atas buah dada sang gadis yang nampak bertanya-taya namun terlalu  lemah bahkan untuk menggeliat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian wanita itu menarik sebuah meja dorong dengan beberapa buah suntikan besar di atasnya, kemudian wanita itu mengambil sebuah suntikan, memandang sang gadis dan berkata...&lt;br /&gt;'kamu benar-benar menginginkan ini?'&lt;br /&gt;anggukan lemah sang gadis menjadi jawaban....&lt;br /&gt;'siapa kamu....sebenarnya' desah sang gadis...&lt;br /&gt;'aku Andrea, Andrea Lee....kamu mungkin tak kenal siapa aku...'&lt;br /&gt;'aku....kenal...'&lt;br /&gt;'shhhhh..'potong Andrea, 'tak usah bicara, aku tau siapa kamu Julie...., tapi kamu tak kenal aku....', lalu Andrea menyelipkan bantalan karet di gigi Julie hingga gadis itu tak lagi bisa bersuara.&lt;br /&gt;Andrea meremas payudara kiri Julie, dan menyuntikkan cairan obat itu tepat melalui putingnya. Julie berjengit, dan membelalak ketika Andrea mengambil suntikan kedua dan meremas payudara kanannya...&lt;br /&gt;Andrea meneruskan monolognya...&lt;br /&gt;'aku tidak menolongmu sayang... aku justru akan menjadikanmu budakku....dan ucapanmu yang menyerahkan hidupmu dalam tanganku sudah menjadi segel...', kembali Julie berjengit karena payudara kanannya menerima injeksi...&lt;br /&gt;'aku sudah melalui semua yang kamu rasakan tadi... itu belum sebeberapa sayang... kamu akan menerima lebih banyak lagi penis dan siksaan....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suntikan ke tiga&lt;br /&gt;'kamu akan melayani banyak gelandangan....pengemis...orang-orang terpinggirkan....dan mereka hanya akan membuatmu jadi penampungan sperma.&lt;br /&gt;Julie coba menggoyang tubuhnya dengan percuma  ketika buah pantat sebelah kirinya diinjeksi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'mereka juga akan menyakitimu, karena entah kenapa mereka makin terangsang ketika kamu kesakitan...namun akhirnya aku tau... rontaan tubuh, teriakan teredam. Semuanya menyebabkan kontraksi otot tenggorokan, mulut, vagina dan anus...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;and damn! they love that...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Injeksi ke empat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tangan Andrea bermain di lubang anus Julie yang membuka lebar...&lt;br /&gt;'anusmu tidak hanya akan menerima penis, lubang pembuanganmu ini akan merasakan benda asing lainnya seperti kayu, besi, sayuran, bahkan fisting....'&lt;br /&gt;Andrea nampak sangat menikmati expresi kalut sang gadis ketika injeksi kelima dilakukan pada dinding dalam anusnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie menggelengkan kepalanya dengan frustasi ketika jemari Andrea membelai vaginanya yang perih itu dan membuka labianya...&lt;br /&gt;'bahkan hewan-hewanpun akan menikmati vaginamu, tubuhmu... kamu akan jadi betina mereka...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;and that include stalion horses baby....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Andrea merasakan tubuh Julie menegang ketika daging vaginanya ditembus jarum suntik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'dan kini, aku memberikanmu berkah sekaligus kutukan. Berkah dan kutukan yang sama yang diberikan padaku....'&lt;br /&gt;'suntikan di payudara dan bokongmu akan membuat keduanya padat dan sekal, tidak akan turun walau diremas, dibetot atau digigiti. sementara di anus dan vaginamu akan membuat kedua lubang penampungan spermamu itu akan rapat seperti perawan lagi bila satu jam kamu tidak menerima penis....'&lt;br /&gt;Julie merasa pusing, pikirannya kacau... bagaimana bisa ia jatuh dalam genggaman wanita psycho ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan mengerti pikiran Julie, Andrea berkata...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm the one who select you to be our sex slave.... to replace me...hihihi...&lt;/span&gt;' kikik Andrea geli...&lt;br /&gt;'Jangan tanya salah kamu apa atau kenapa kami pilih kamu... murni karena ingin... nothing special, anggap saja ini nasib burukmu....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea lalu beringsut mundur menjauhi Julie yang mulai menggeliat merasakan sensasi kram disekujur tubuhnya...&lt;br /&gt;'ahhh...efek obat mulai bekerja... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;enjoy...oh by the way...&lt;/span&gt; kamu ngga usah takut hamil lagi... semua cairan injeksi tadi mengandung sterilizer terkuat yang pernah ada....'&lt;br /&gt;Suara Andrea mulai sayup dan tak terdengar oleh Julie yang merasakan kesakitan disekujur ubuhnya....&lt;br /&gt;'indung telurmu sudah mati... kamu akan seperti aku Julie....mandul....'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;enjoy your life as slave bitch....&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaung tawa Andrea menggantung ditingkahi lenguhan kesakitan Julie yang makin tersiksa hingga tak sanggup lagi bertahan untuk kemudian jatuh pingsan....&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Julie tersadar ia mendapati dirinya masih terikat di meja periksa itu, matanya nanar memandang sekeliling dan ia melihat banyak layar monitor yang kini mengekspose tubuh telanjangnya dengan bebas...&lt;br /&gt;Benar... ia melihat vagina dan anusnya kembali rapat seperti saat dia perawan dulu..tapi apa inin yang diinginkannya? Juga bentuk pinggul, pantat dan buah dadanya yang sekal itu...Andrea benar... ini berkah sekaligus kutukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ready sweet heart?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Julie tersentak, Andrea yang kini telanjang hingga tubuh sexy bagai atlit aerobik profesional itu masuk dalam ruangan bersama tiga orang pria berwajah sangar dan dengan senyum penuh kepuasan dan nafsu....&lt;br /&gt;'Perkenalkan tiga orang yang kemarin ber jam-jam menikmati tubuhmu...kekasihku Arman, dan ini kedua temannya... dan kini mereka akan menjadi tuanmu....'&lt;br /&gt;Keempat orang itu mendekati meja periksa, dan melihat tubuh Julie yang menggeletar antara ngeri, tak percaya dan ketakutan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka memperkosanya sebelum ini Julie tak menyadari sosok pemerkosanya, namun kini dalam ruangan yang terang benderang itu ia bisa melihat penis-penis tegang dan besar yang beberapa saat lalu merobek tubuhnya teracung dengan jelas...&lt;br /&gt;Sedangkan Andrea tubuh moleknya hanya berbalut straped high heel, dan menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gothick make up&lt;/span&gt; serta sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bullwhip&lt;/span&gt; digenggamannya.&lt;br /&gt;Julie berusaha berontak, namun ikatan tubuhnya sangat erat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penis Arman berada di bibir vaginanya, Julie tau kalau horor itu akan berulang kembali.....&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;by the way slave...&lt;/span&gt;'kata Andrea dingin, 'kamu panggil aku nyonya...'&lt;br /&gt;Jeritan teredam keluar dari mulut Julie ketika Arman menyentak penisnya ke dalam vaginanya yang masih kering itu... &lt;br /&gt;Sakitnya bagai petama kali ia diperawani pacarnya dulu... bahkan lebih sakit karena sekarang ia diperkosa, tanpa cumbuan, hanya hujaman penis....&lt;br /&gt;Benar-benar kutukan, terlebih ketika kedua teman Arman, satpam dan tukang kebun itu meremasi payudara Julie dengan kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang Andrea mendekati kepala Julie, ia benar-benar menikmati expresi wajah Julie yang bercampur antara takut, benci, sedih dan pasrah. Andrea menikmati linangan airmata keputusasaan Julie membasahi wajah gadis yang kini terhentak-hentak oleh sodokan Arman...&lt;br /&gt;Andrea lalu menurunkan tingkap meja di bawah kepala Julie, hingga kepala sang gadis terjuntai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea merenggut gum shield Julie, lalu dengan kasar memasang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dental gag&lt;/span&gt; di mulut gadis yang dengan lemah coba meronta.&lt;br /&gt;Jerit kesakitan kini terdengar jelas dari mulut Julie yang merasakan mulutnya dipaksa membuka hingga maksimal, sementara vaginanya tetap disodoki dengan brutal...&lt;br /&gt;Andrea tersenyum binal dan berbisik di telinga Julie....&lt;br /&gt;'sekarang kita latih lagi tenggorokanmu....', lalu Andrea melirik tukang kebunya dan mengedip binal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara kumur terdengar dari mulut Julie yang kini tenggorokannya menjadi batu asah untuk penis tukang kebun yang dengan kejam menghujamkan penisnya dalam tenggorokan sang gadis..&lt;br /&gt;Julie gelagapan karena sang tukang kebun dengan sengaja menahan penisnya dalam-dalam hingga buah zakarnya menutup lubang hidung Julie hingga sang gadis kehabisan nafas dan tubuhnya berkontraksi liar yang malah memberikan kenikmatan lebih pada Arman, yang merasaka perasan vagina sang gadis di penisnya.&lt;br /&gt;Tukang kebun itu juga dengan buas merojoki mulut sang gadis hingga sang gadis tersedak dan muntah hingga mengotori wajah cantiknya yang nampak sangat mengibakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka melapaskan tubuh lemah Julie dari meja periksa namun bukan berarti perkosaan itu usai. Masih dengan penis Arman di vaginanya, kini Julie dipaksa berwoman on top dan kembali mulunya di jejali penis tukan kebun, hingga kini bukan buah zakar melainkan bulu kemaluan yang lebat dan masam yang menutupi hidung sang gadis yang nampak frustasi itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan teror itu bertambah ketika Julie merasakan penis sang satpam berada di mulut anusnya...&lt;br /&gt;Jeritan teredam itu kembali memberikan sensasi kenikmatan bagi penis Arman yang bagai diperas, dan penis sang tukang kebun yang memperoleh bonus vibrator alami di tenggorokan Julie yang kini terasa perih akibat gesekan penis dan teriakan yang konstan terlontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Andrea dia nampak sangat gelisah... nafsunya menggelegak...tangannnya tak henti meremasi payudara dan vagunanya, bahkan melakukan fisting. Namun tetap ada yang krang, dan rasa itu membuatnya frustasi...&lt;br /&gt;Tampak olehnya bullwhip yang kini teronggok di lantai, pandangannya beralih kepergumulan liar dan brutal di hadapannya....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fuck....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Andrea sangat frustasi... ia ingin sekali merasakan memperkosa Julie... namun ia tak punya penis....&lt;br /&gt;Ah... pantas saja dulu Susi menyiksanya dengan brutal.... itu semua pelampiasan, karena ia tak bisa merasakan sensasi para pria itu...&lt;br /&gt;Memang, ia bisa meminta Julie untuk mengoral vagana dan anusnya hinga ia orgasme. Tapi... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;it's not the same...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja Susi begitu membencinya, menyiksanya dengan kejam... memasukkan beragam barang dalam vagina dan anusnya....bahkan hewanpun menikmatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari balik tubuh Julie, Arman memandang Andrea yang nampak bernafas berat, dengan bullwhip yang kini tergenggam erat di tangannya, dada sekalnya naik turun dengan liar...&lt;br /&gt;Arman tersenyum sadis melihat transformasi Andrea...dan dengan anggukan persetujuan darinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie nyaris pingsan ketika cambukan itu datang, kemudian lagi dan lagi dan lagi....&lt;br /&gt;Punggunya kini tak berbentuk lagi dihiasi jelujur merah ungu, bahkan kulit mulus itu mulai mengeluarkan darah akibat goresan cambuk...&lt;br /&gt;Andrea betul-betul meluapkan emosinya, rasa dendam yang tertahan selama ini dilimpahkannya di tubuh Julie yang kini hanya bisa menggeliat lemah dan hanya sedikit berjengit bila cambukan Andrea mampir ke payudaranya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan penis yang makin liar dan cambukan yang makin tak beraturan makin membawa julie ke ambang batas ketahanan dan kesadarannya, hingga akhirnya satu sentakan massal membuat gadis itu pingsan diiringi semburan sperma dan lolongan orgasme empat orang penyiksanya.....&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Julie terbangun dengan rasa sakit disekujur tubuhnya...  tubuhnya meringkuk membentuk bola hanya untuk sekedar meringankan sakitnya...&lt;br /&gt;Kemudian telinganya mendengar suara desahan, jeritan, siksaan...&lt;br /&gt;Reflex matanya memandang sekeliling dan betapa terkejutnya ia mendapati adegan perkosaan yang dialaminya diputar di depan matanya sendiri...&lt;br /&gt;Julie histeris...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;nice show eh, bitch?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Julie menatap jalang pada Andrea yang berdiri bersandar di pintu sambil bersilang tangan di dada dan bersilang kaki...&lt;br /&gt;Melupakan sakit ditubuhnya, Julie menerjang Andrea yang dengan mudah mengelakkan serangan sang gadis, malah balas membalas dengan hantaman dan tendangan bertubi-tubi, yang membuat Julie terkapar tak berdaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan Andrea tepat berada di atas tubuhnya...&lt;br /&gt;'perlu seribu tahun sebelum kamu bisa mengalahkan aku, pelacur... terlebih lagi... apa kamu pikir aku tak punya persiapan lain untuk mengalahkanmu?'&lt;br /&gt;Julie melihat remote yang dipegang Andrea dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie berkelojotan ketika arus listrik menyerang tubuhnya....&lt;br /&gt;'aku sudah meminta agar dalam tubuhmu dipasang konduktor listrik....'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;it will be fun, bitch... i'l enjoy breaking you down and make you my bitch...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Julie meraung-raung mohon pegampunan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;relaks bitch... party just nearly begin....&lt;/span&gt;' kata Andrea sambil undur diri dari Julie yang bernafas berat mencoba melupakan sengatan listrik tadi...&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;you'll lick my pussy...you'll lick my ass hole... and boy' i'll enjoy making you my toilet...really enjoying it...hahahahahaha&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie hanya bisa menangis mengingat kini dirinya sudah tak punya harga sama sekali, dan tangisnya makin keras demi melihat satpam dan tukang kebun masuk dengan penis teracung siap mengoyak tubuhnya.....&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea memacu tubuhnya di atas penis Arman. Permainan keduanya liar dan brutal, karena kini Andrea hanya bisa merasakan kenimatan melaui sadomasochist...dan untuk tuannya Arman, Andrea ingn sekali merasakan kekasaran sang tuan demi memuaskannya.....&lt;br /&gt;Dan persetubuhan itu makin liar dan brutal sambil ditingkahi raungan Julie yang mereka saksikan melalui layar yang terpasang di sekeliling kamar mereka...&lt;br /&gt;Raungan frustasi ketika Julie diperkosa habis-habisan oleh satpam dan tukang kebun....&lt;br /&gt;Raungan frustasi karena Julie melihat ada labrador, doberman dan herder yang siap menikmati tubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raungan frustasi karena Julie tau...sekarang ialah sang budak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-8838742904896880063?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/8838742904896880063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=8838742904896880063' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8838742904896880063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8838742904896880063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2010/02/nasib-tragis-andrea-lee-finale-new.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/S3VPCx_P8JI/AAAAAAAAAGM/pJnCkcqJLAk/s72-c/julia_estelle_william_gomez-20090323-020-hendra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-2807612678246051592</id><published>2009-07-16T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T09:08:59.348-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sl9QiGEniYI/AAAAAAAAAF8/w6pGG9cGkEg/s1600-h/FemaleOkt08-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sl9QiGEniYI/AAAAAAAAAF8/w6pGG9cGkEg/s320/FemaleOkt08-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359090628269934978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kegilaan Agnes: The best over 24 hours&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes antara sadar dan tidak kertika ia merasa ada sesosok tubuh masuk ke balik selimut yang menutupi tubuh bugilnya, lalu kehangatan tubuh yang juga telanjang terasa melingkupi gadis yang merasa nyaan oleh kehangatan yang datang tiba-tiba ini. Tangan sosok itu memeluk tubuh nya dengan erat dari belakang, hingga Agnes bisa merasakan tonjolan dua bukit payudara yang menghimpit punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu...Payudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Agnes bergerak ke paha sang pemeluk dan...' Damn, ini pinggul perempuan' desah Agnes dalam hatinya, samil mencoba mengenali suara desah sosok dibelakangnya yang kini terangsang oleh jemari Agnes yang telah berpindah ke selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Mmmmm... kamu nakal, Marni...' desah Agnes sambil menikmati ciuman lembut di tengkuknya dan remasan halus di payudaranya.&lt;br /&gt;'Non, ko' bisa tau?' tanya sosok itu sambil merayapi perut rata Agnes, dan meremasi pinggulnya yang membuat gadis itu mendesah lirih.&lt;br /&gt;'Aku kenal aromamu, Marni, lagi pula body sexy ini siapa lagi yang punya,' desah gadis itu, ketika merasakan jemari Marni bermain di labianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes kemudian membalikkan tubuhnya untuk kemudian memeluk Marni. Marni adalah salah satu pekerja di rumah Agnes, umur gadis itu sendiri sudah dua puluh tahun, namun ia selalu santun.&lt;br /&gt;Agnes menyenangi Marni karena selain kebaikan hatinya, Marni juga selalu merawat tubuhnya hingga sebenarnya tubuhnya tak kalah sexy dengan sang nona yang kini, tersenyum nakal padanya dan melumat bibirnya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kamu jail, Mar... kenapa kamu bangunin aku begini?' desah Agnes di sela pagutan bibirnya.&lt;br /&gt;'Aku kangen non, aku pengen ngerasain tubuh  sexy non....' lirih Mari sambil mengusap lembut punggung Agnes yang menggeletar karena teangsang.&lt;br /&gt;'Kamu juga sexy, Mar...I like your bodz....' kata Agnes sambil mremas buah pantat Marni, merapatkan pinggul dan tubuhnya, hingga kii payudara keduanya berimpitan, dan puting mereka makin mengeras akibat bergesekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas keduanya mulai memburu, gerakan tangan keduanya juga makin liar, jelajah ke duanya makin luas, Agnes menurunkan kepalanya dan dengan gemas melumat payudara Marni yang kian mengeras dan mengacung menantang, punggung gadis itu melengkung hingga payudaranya makin maju dan makin dinikmati oleh Agnes yang dengan gemas, meremas bulatan bokong Marni.&lt;br /&gt;Lidah dan ciuman Agnes menuruni belahan dada Marni, bermain di perut yang rata, lalu dengan lembut menggigiti pinggul Marni juga di lipatan pahanya sehingga membuat gadis itu melejang-lejang kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilatan Agnes turun ke paha dalam Marni, yang kini megapit kepala Agnes dengan pahanya, ia menahan rangsangan hebat yang dirasakannya, desahan gadis itu menggila. Namun dengan lembut, Agnes meregangkan paha Marni dan kembali meneruskan permainan lidahnya di paha mulus pembantunya itu, turun ke betis lalu tanpa merasa sungkan, mengisap ibu jari kaki Marni yang notabene adalah pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni menggeletar hebat, Agnes bisa melihat basahnya vagina gadis itu bahkan sebelum ia melakukan apapun di vagina itu. Dengan lembut Agnes membalikkan tubuh Marni, lalu mengangkat pinggul gadis itu, hingga vagina dan anusnya nampak mencuat dengan indahnya kemudian dengan lembut namun pasti Agnes menggigiti lipatan bokong Marni yang mendesah tertahan menerima rangsangan dahsyat itu, cupangan segera menghiasi lipatan pahanya namun Marni tak perduli, jemarinya memainkan clitorisnya sendiri sementara sebelah lengan lagi meremasi payudaranya.&lt;br /&gt;Marni kembali orgasme ketika akhirnya bibir dan lidah Agnes bermain di vaginanya dengan ahlinya, lidah sang bintang merayapi labia dan menusuk-nusuk vaginanya. Orgasme gadis itu makin menjadi ketika dengan rakusnya, Agnes menjilati lubang anusnya tanpa jijik, bahkan lidahnya ditekan masuk ke dalam rongga anus Marni yang makin kelojotan tanpa daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes tersenyum melihat Marni menggeletar kenikmatan oleh permainannya, ia sendiri sama sekali belumon namun orgasme bukan hal yang terutama untuk dirinya. Kepuasan yang diperoleh lawan mainnya itu yang terutama, maka kini dengan tenang, ia menarik selimut menutupi tubuh bugil mereka berdua dan kini, Agnes yang memeluk Marni dengan mesra dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes melihat jam &lt;br /&gt;01.00, kemudian ia terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03.00&lt;br /&gt;Kecupan mesra di bir Agnes mengiringi Marni yang beringsut ke luar kamar sang nona, untuk bersiap melakukan pekerjaannya. Agnes menggeliat malas lalu memutuskan untuk bangun, tak ada gunanya memaksakan diri untuk tidur.  Kemudian tanpa jengah gadis itu berjalan santai dalam kamarnya tanpa sehelai benangpun menutupinya sambil mendengarkan musik melalui iPodnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelukan ganas mengagetkannya, ia mencoba teriak namun sebuah tangan kekar menahan jeritannya.&lt;br /&gt;'Nnnnnooooon.... maaf.... saya Ujjjaaaaang.' bisik sang penyerang dengan gagapnya.&lt;br /&gt;'Ttttoooollllooong ja..jangan jerit non...tttooollloooong' desak tukang kebunnya lagi.&lt;br /&gt;Agnes mengangguk meyakinkan Ujang, adrenalin gadis itu sudah naik tanpa disadari sang tukang kebun, perbuatannya membuat Agnes on.&lt;br /&gt;Tuang kebun itu perlahan melepaskan bekapan tangannya dan begitu yakin bahwa nona majikannya tak akan teriak, tangannya segera meremas tubuh sang nona dengan kasar dan liar.&lt;br /&gt;'Ssssssaaaayyyya ngga ku kuat pengen ngentot, non. Sa saya liat non ewean sama Mmmmarni.... Sa saya ngga tahan, saya mau nge..ngeheeee.'&lt;br /&gt;Agnes tertawa kecil karena kepolosan tukang kebunnya yang baru berusia tujuh belas tahun itu. Agnes membiarkan saja ujang mencupangi leher jenjangnya, bahunya. Agnes menerima saja remasan kasar sang pemuda di payudaranya. Lalu dengan sedikit kasar Ujang merebahkan Agnes di lantai marmer kamarnya, lalu mulutnya dengan rakus menjilati vagina Agnes yang kini mendesis keenakan.&lt;br /&gt;Gadis itu membantu pergerakan lidah Ujang dengan memainkan clitorisnya sendiri dan meremasi kedua payudaranya yang juga sedang dimainkan Ujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan bernafsunya, Ujang menaikkan betis Agnes ke bahunya dan dengan sekali hentak menghujam vagina Agnes dengan penisnya.&lt;br /&gt;Tubuh Agnes melengkung menerima sodokan itu, desahan kepuasan keluar dari mulut sang gadis yang kini terhentak-hentak seiring sodokan kasar sang tukang kebun.&lt;br /&gt;Lalu Ujang membalikkan tubuh Agnes hingga menungging lalu dengan kasar menghujam vagina Agnes yang mendesah kenikmatan karena merasakan sodokan yang makin dalam di vaginanya. Tangan Ujang sendiri bergerilia di sekujur tubuh sang artis idola yang makin meracau tak jelas. Pemuda itu sendiri tak bisa bertahan lama lagi karena jepitan vagina sang nona seakan meremas penisnya yang pada akhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah kamar Agnes termasuk kedap suara hingga lolongan kedua insan yang mencapai orgasme itu tak sampai membangunkan penghui rumah yang lain.&lt;br /&gt;Ujang terduduk kelelahan di lantai yang kini basah oleh keringat dan tetesan cairan cinta mereka berdua, wajahnya menunjukkan kepuasan yang amat sangat. Namun ternyata sang nona masih mempunyai hadiah kecil bagi Ujang yang mampu membuatnya orgasme. Tanpa ragu, Agnes menghisap penis Ujang yang masih setengah loyo, membersihkan sperma yang meleleh di sana.&lt;br /&gt;Ujang mendesah kenikmatan, penisnya yang kini kembali tegang dideepthroath olah sang majikan tanpa ragu. Bahkan tak ada penolakan dari sang gadis ketika dengan kasarnya Ujang menekan kepala gadis itu hingga hidung imutnya tertanam di bulu selangkangannya dengan sukses.&lt;br /&gt;Kepuasan itu begitu hebat dirasakan Ujang ketika dengan sukses Spermanya menyerbu tenggorokan sang gadis yang dengan rakus menghisap habis sperma yang kini meluncur dengan mulusnya ke dalam perut sang gadis.&lt;br /&gt; Agnes tersenyum geli ketka melihat Ujang berjlan tertatih ke luar kamarnya sambil memegagi kedua lututnya yang nampak goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya tertumbuk pada jam di dinding kamarnya, 04.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa repot membersihkan sperma yang melekat ditubuhnya, Agnes membuka laci pakaiannya, mengambil sebuah hotpants putih dan langsung memakainya, hingga lelahan sperma di vaginanya dengan sukses membasahi bagian selangkangan sang gadis dan membuat belahan vagina merekah sang gadis membayang jelas.&lt;br /&gt;Sebuah sportsbra senada menutupi bungkahan payudaranya yang sekal itu dan sebuah hooded sweater dengan belahan samping yang memanjang hingga ke pinggang ikut menambah kesexyan sang gadis yang kini dengan tambahan angkle socks dan sneakers segera keluar dari rumah mewah itu dan mulai berlari kecil untuk memulai jogging paginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan kompleksnya masih sepi, gadis itu berlari dengan santai, butiran keringat mulai membasahi tubuhnya yang berkilat sexy tertimpa temaram lampu jalan.&lt;br /&gt;Agnes berhenti di sebuah pohon besar untuk menarik nafas, ketika gadis itu mendengar langkah kaki menghampirinya. Ternyata tiga orang satpam komplex yang baru saja berkeliling.&lt;br /&gt;Mata mereka jalang melihat Agnes yang berpakaian sangat sexy.&lt;br /&gt;'Eh pecun!' gertak salah seorang dari mereka, 'Ngapain lu jual diri di sini! Sekarang mendingan lu ikut kita ke kantor biar diangkut ke dinas sosial'&lt;br /&gt;Agnes tersenyum binal dan malah berkata,&lt;br /&gt;'Apa bapak-bapak ngga sayang, nyerahin saya ke dinas sosial, dan ngebiarin petugas di sana nikmatin tubuh saya?'&lt;br /&gt;Lalu dengan santai Agnes membuka retsluiting sweaternya, dan membiarkan mata satpam komplex itu menatap perut sixpacknya yang dialiri keringat.&lt;br /&gt;'Gu...gua masih punya iman' kata salah seorang satpam dengan tergagap, Agnes tersenyum dan mendekati orang itu, dan ketika tangannya menyentuh penis sang satpam dari balik celana dinasnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Perek lu..' Jerit sang satpam tak lagi bisa menahan nafsunya. Dengan brutal ia membanting Agnes ke tanah, membuka paksa hotpantsnya, lalu dengan tergesa menurunkan celananya dan dengan ganas mengangkangan paha Agnes lalu menghujamkan penisnya dengan kasar.&lt;br /&gt;'Pecun lu...lonte...gua ento lu...ngghhheeheeee!' racau satpam itu sambil membombardir vagina Agnes, dua satpam lagi tak ingin ketinggalan, dua penis yang sudah ereksi sempurna segera saja berebutan menampari pipi Agnes, yang langsung mengoral kedua penis itu bergantian.&lt;br /&gt;Lalu satpam yang menggenjot Agnes membalikkan posisi mereka hingga kini Agnes berada di atas sang satpam. Sports branya disingkap ke atas, dan segera saja payudara sekalnya menjadi bulan-bulanan satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes merasa ada benda tupul yang disodok masuk ke anusnya, Ia menoleh genit dan memberi pandangan binal pada satu satpam yang dengan bernafsunya menyodomi Agnes. Dan kini ke tiga lubang gadis itu penuh dengan penis yang seakan berlomba ingin menghukum sang pelacur yang justru sangat menikmati kebrutalan mereka.&lt;br /&gt;Satpam di vaginanya meledak terlebih dahulu, geletar kepuasannya sangat terasa oleh Agnes yang juga turut orgasme. Satpam itu lalu memberi ruang pada temannya yang mencabut penis dari mulut Agnes untuk kemudian mengaduk vagina sang gadis dengan kasar dan secara sembaragan mengisi rahim gadis itu dengan sperma.&lt;br /&gt;Satpam terakhir mencabut penisnya, ia tersenyum dan mempertontonkan pada Agnes penisnya yang dihiasi bercak kuning kecoklatan hadiah dari anus sang gadis, lalu dengan santai menghujamkan penis itu ke vagina Agnes yang justru orgasme karena pelecehan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempatnya duduk kelelahan menikmati hasil pergumulan mereka, lalu Agnes berujar santai, 'Kalau sekarang bapak mau nyerahin saya silahkan, saya sih ngga apa-apa. Tapi bapak bakal kehilangan kesempatan buat ngentotin saya kapanpun bapak melihat saya dan pingin ngentot...'&lt;br /&gt;Ketiga satpam itu saling berpandangan, pikiran mereka kalut. Namun demi melihat Agnes yang dengan santai duduk mengangkangkan kakinya dan memperlihatkan vagina yang mulus tanpa bulu dan merekah mengundang...&lt;br /&gt;'Mulai sekarang, lu lonte kita-kita... Kapan aja kita ketemu lu, dan pengen ngentot, lu harus ngelayanin kita...'seru satu satpam sambil mendesah ketika Agnes mendeepthroath lagi penisnya dengan rakus.&lt;br /&gt;'Kagak peduli lu lagi mens... atau lagi ngga pingin... lu harus layanin kita..' kata temannya sambil asyim menyodomi Agnes&lt;br /&gt;'Dan kita bakal hamilin lu biar beranak dari satpam...' geram satpam satunya lagi sambil dengan kasar menyodoki vagina Agnes....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes melihat jam tangannya. 05.45....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes terkikik geli melihat sepeda motor yang dikendarai ketiga satpam itu berjalan oleng bahkan nyaris jatuh, dan senyum nakal mengembang mengingat keinginan satpam itu untuk menghamilinya. Tak ada yang tau rahasia Agnes kalau dirinya sudah melakukan tubektomi, hingga dirinya aman menerima donor sperma tanpa khawatir hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu kembali berlari santai melanjutkan joggingnya, ketika ia melihat seorang penjual bubur ayam sedang melintas. Perut lapar sang gadis mengingatkan dia kalau ia belum sarapan, maka dengan segera ia memakan dengan lahap bubur ayam itu, namun...&lt;br /&gt;'Aduh pak... saya lupa bawa uang...'&lt;br /&gt;'Waaah, neng jangan gitu dong... saya belum dapet penglaris. Masa udah diutangin lagi', keluh pedagang bubur itu sambil memandang kesal pada Agnes&lt;br /&gt;'Gini aja bang, rumah saya di  jalan xxx, no xx. Nanti abang dateng aja ke sana dan minta pembayarannya...'&lt;br /&gt;'Sembarangan aja si neng, udang ngga bisa bayar, nyuruh lagi...'ketus penjual bubur yang matanya kini bernafsu melihat kemulusan sang gadis, lalu lanjutnya,'Lagian gimana kalau neng bohong... saya ngga mau rugi dua kali dong...'&lt;br /&gt;'Yaaah, bang... terus gimana dong?' desah Agnes manja...&lt;br /&gt;Jakun penjual bubur itu bergerak tak terkendali ketika ia melihat Agnes sedikit membungkukkan badannya hingga bungkahan payudaranya yang tertutup sports bra terxpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Atau.... saya bayar pake ini aja, ya?' kata Agnes genit sambil menurunkan celana pangsi tukang bubur yang kini tak bisa berkata-kata, terlebih ketika dengan ssantainya Agnes menjilati penis yang sudah sangat tegang itu bagai menjilati ice cream, menjilati buah zakar yang berbulu itu dengan nikmatnya, lalu mengulum penis itu sambil memberi hanj job pada tukang bubur yang blingsatan.&lt;br /&gt;Dan ketika hidung sang gadis bertumbukan dengan selangkangannya, tukang bubur itu tak tahan untuk tidak menekan kepala Agnes sambil menyemburkan sperma yang begitu banyak hingga Agnes tersedak dan sperma itu keluar bagai ingus dari hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santai Agnes menjilati sperma yang terbuang itu, lalu berbisik lirid di telinga tukang bubur yang sekarang terduduk kelelahan, 'baaaaaang, lunas, ya?'&lt;br /&gt;Kepala tukang bubur itu mengangguk-angguk lemah, sambil menarik nafas. Agnes tersenyum dan berlalu dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya, Agnes berpapasan dengan Marni yang wajahnya tersipu malu dan Ujang yang menatap kemolekan majikannya dengan bernafsu, namun tak bisa berbuat apa-apa karena seluruh penghuni rumah mulai bangun.&lt;br /&gt;Agnes menyiapkan jacuzzynya, dan ketika rasa hangatnya dirasa cukup, gadis itu sgera membenamkan dirinya dalam kehangatan air. Bayangan persetubuhannya membuat Agnes on lagi, tangannya dengan lembut mengusap clitorisnya sambil sebelah lengan meremas payudaranya. Lenguhan panjang menandakan klimaks yang sangat hebat dari sang gadis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00&lt;br /&gt;Hari ini Agnes terbebas dari semua rutinitas latihan vocal dan tarinya hingga dengan santai ia memacu sepeda motornya mengarungi jalanan. Di sebuah pertigaan mendadak seorang polisi menghentikan sepeda motornya.&lt;br /&gt;'Pagi mBak, bisa lihat surat-surat kendaraannya...'&lt;br /&gt;Polisi dengan perut buncit dan kumis baplang itu nampak tidak konsentrasi memeriksa surat-surat karena kemeja tanpa lengan Agnes dan celana jeans super mininya menggoda sang polisi.&lt;br /&gt;'Eeehm... mBa sudah melanggar aturan lalulintas,' kata polisi itu mencari alasan&lt;br /&gt;'mBak akan saya tilang, ayo ikut saya ke pos...' katanya lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ringan Agnes mengikuti langkah kaki sang polisi dan mereka masuk ke sebuah pos yang agak tersembunyi di mana ada tiga orang polisi lagi dengan tampang sangar menanti.&lt;br /&gt;'Waaah... siapa nih?' tanya seorang polisi&lt;br /&gt;'Biasa, pelanggar lalin.' kata polisi yang membawa Agnes&lt;br /&gt;'Jangan-jangan maling motor nih...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tadi menatap Agnes dengan sinis dan berkata, 'Kayanya kamu memang maling...'&lt;br /&gt;Agnes menatap mereka dengan santai lalu berkata, 'Saya bukan maling, pak... lagian, di mana saya bisa nyembunyiin barang curian?' kata Agnes sambil berdiri dan merentangkan tangannya.&lt;br /&gt;Para polisi itu mendadak mendapati selangkangan celana mereka makin sempit, lalu dengan suara dibuat berwibawa, polisi tadi berkata.&lt;br /&gt;'Kami baru percaya kalau kamu sudah digeledah'&lt;br /&gt;Agnes menatap binal, dan mendesah cabul, 'silahkan pak... geldah aku...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu polisi memberi perintah, 'Sekarang kamu buka baju kamu...', dengan sensual Agnes menarik kausnya ke atas dan membiarkan mata para polisi melotot melihat payudaranya yang menantang bebas, dan upperbody dengan definisi otot yang jelas.&lt;br /&gt;Dengan parau sebuah perintah kembali keluar, 'sekarang celana mu...', dengan gaya menggoda, Agnes membuka kancing celananya, menurunkan ritsluiting, lalu dengan ringan membalikkan tubuhnya membelakangi para polisi yang menadang takjub punggung sang gadis yang lalu membukkukkan badanya sambil melolosi celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes bisa mendengar dengusan liar para polisi yang melihat keindahan bokongnya yang tak berbalut celana dalam, vaginanya yang rapat dan lubang anusnya menyihir keempat polisi itu yang bagai zombi bangkit dan mulai menggerayangi tubuh Agnes.&lt;br /&gt;Mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, tak ada satu tempatpun yang terlewat dari 'pemeriksaan' itu dan jejak remasan kemerahan menghiasi paha, pinggul, pantat dan payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang polisi duduk di meja yang ada di pos itu dan berkata, 'Kita mau tes kadar alkohol kamu, sekarang lakukan breathalizer!' sambil mengacungkan penisnya yang sudah tegang itu. Mata Agnes berbinar melihat penis dihadapannya, dan tanpa ragu melahapnya dengan rakus dan melakukan breathalizer, sementara sepasang tangan kekar membuka belahan pantatnya dan sebuah suara berat berkata, 'sekarang internal checking!' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes melenguh keenakan ketika penis itu menyodok lubang anusnya, tubuhnya bergetar menahan kenikmatan itu sementara mulutnya makin liar melakukan deepthroath hingga....&lt;br /&gt;Dengan sensual Agnes menjilat sisi bibirnya yang belepotan sperma, lalu suara desahan bersahutan di pos itu ketika dengan brutal polisi di anusnya bergerak untuk kemudian memuntahkan muatannya...&lt;br /&gt;Dua polisi yang tersisa menghimpit Agnes dari depan dan belakang bagaikan sandwich,  lalu polisi yang di depan Agnes mengangkat kedua kaki Agnes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erangan keras membahana dari mulut ketiga insan itu, bahkan Agnes sampai mendapatkan orgasme ketika vaginanya dihujam dua penis secara bersamaan. Kenikmatan yang dirasakan Agnes begitu besar, hingga dengan la ia membalas perlakuan kasar dua polisi itu dengan meliukkan tubuhnya dengan sensual, membiarkan tubuhnya dicupangi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemeriksaan itu selesai...&lt;br /&gt;Tuduhan pencurian tak terbukti, namun Agnes diminta melakukan wajib seminggu tiga kali selama satu bulan di pos itu.&lt;br /&gt;Agnes menyetujuinya dengan wajah berbinar, lalu dengan santainya melanjutkan berkendara meninggalkan para polisi yang kini merasakan linu setelah sperma mereka diperas habis oleh sang gadis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini sepeda motor itu kembali meluncur bebas membelah Jakarta, hingga pada sau titik, Agnes merasa panggilan alam membuatnya mencari tempat pembuangan. &lt;br /&gt;Sebuah WC umum seakan sudah menanti Agnes untuk tergopoh-gopoh segera masuk dan menuntaskan hajatnya. Gadis itu tidak menyadari kalau WC itu merupakan tempat mangkal preman, pengamen dan gepeng. Agnes tak menyadari ketika ketergopohannya menarik perhatian para begundal itu, yang kini menanti dengan sabar hingga terdengar suara cebokan dan suara toilet disiram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes terkejut ketika pintu WCnya dibuka paksa, celana jeansnya masih tersangkut di lututnya. Seorang preman bertampang saram dan mabuk masuk ke dalam toilet itu, lalu dengan membuka celananya dan mulai kencing.&lt;br /&gt;Mata Agnes terpaku pada penis itu, ia lupa kalau kini vagina dan pantatnya terkespose bebas.&lt;br /&gt;'Eh perek, ngapain lu liat kontol gua?' bentak preman tadi menyadarkan Agnes, dan tanpa basa-basi preman tadi menjambak rambut Agnes, memaksanya berlutut di lantai WC yang bau itu lalu dengan sadisnya menjepit hidung Agnes hingga gais itu membuka mulut mencari nafas.&lt;br /&gt;'Nah sekarang lu bersihin kontol gua.. gua males cebok' kata preman tadi dengan santai sambil tangannya menekan kepala Agnes hingga wajah gadis itu tertanam di selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes merasakan ada beberapa penis lagi di sekelilingnya, dan dengan bernafsu Agnes mengocoki semua penis itu sambil meresapi penis sang prman yang dengan kasar memperkosa mulutnya.&lt;br /&gt;Kemudian setelah sperma sang preman masuk dalam perut Agnes, gadis itu ditunggingkan dengan wajah tepat berada di depan lubang toilet. &lt;br /&gt;Desah gadis itu memenuhi toilet yang sempit itu ketika penis demi penis menghujam vagina dan anusnya. Ia bisa merasakan beragai ukuran penis, panjang, pendek, gemuk, besar, super. Selain itu beragam tekstur juga bisa dirasakan gadis itu. berurat, polos, kepala jamur, bersisik, berkutil.&lt;br /&gt;Bahkan mulutnya juga penis-penis yang berdaki dan berjamur untuk dipuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes mendapatkan multiple orgasme dalam session ini, dan penjaga WC yang juga menikmati Agnes di ketiga lubangnya merasa senang karena pendapatan toiletnya bertambah luar biasa hari itu. Ada sekitar lima puluh orang yang mendadak ingin 'buang air' di dalam 'lubang toilet' yang kini sedang di sandwich dalam posisi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 14.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes berjalan sedikit sempoyongan setelah tambahan duapuluh lima penis lagi mengisi tiga lubang kenikmatanya. Selruh tubuh dan pkaiannya basah oleh keringat, sperma, dan air seni. Sedikit tertatih ia melangkah melewati geletakan penikmatnya yang terkapar kelelahan.&lt;br /&gt;Senyum genit tersungging di bibirnya sebelum kembali sepeda motornya, membuka bagasi motor, an dengan santai mengganti pakaiannya dengan baju ganti di depan penikmatnya yang melotot liar tanpa sanggup berdiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dirinya meluncur ke sebuah mall, ia masuk ke sebuah counter pakaian dan memilih beberapa pakaian.&lt;br /&gt;'mBak...'tegur Agnes pada seorang penjaga toko yang nampak memancarkan ketertarikan pada Agnes&lt;br /&gt;'Saya mau nyobain baju... bisa temanin saya?'&lt;br /&gt;Pelayan toko itu tersenyum binal dan membimbing Agnes ke changing booth, yang berada tepat di tengah counter, mereka berdua masuk ke dalam dan menutup tirai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mesra pelayan toko itu mengangkat kaus Agnes, dan meloloskannya. Desahan Agnes ketika jemari sang pelayan toko memelorotkan celananya cukup mengundang keheranan para pelanggan yang lalu dengan sopan digiring pelayan lainnya untuk memberikan privasi pada Agnes yang kini sedang menjilati clitoris pelayan tokohingga lenguhan yang ditahan mengiringi semburan cairan cinta sang pelayan di mulut Agnes yang bagai kehausan menghisap habis cairan itu.&lt;br /&gt;Lalu dengan kelembutan sama sang pelayan toko mengoral vagina Agnes, sambil jari tegahnya menghujam anus sang gadis. Hentakan kepalan tangan yang menghantam vagina Agnes seiring kocokan jari tengah di anus itu mampu membuat Agnes orgasme panjang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes keluar dari changing booth itu dengan wajah puas dan pakaian baru, ia cuek saja melewati barisan pelanggan yang merasa jengkel dan heran dengan kelakuan gadis itu yang kini sedang tersenyum nakal pada para pelayan toko yang nampak kegiragan karena di tangan mereka terdapat kartu nama Agnes, dan dibelakangnya terdapat undangan untuk orgy lezbie party bersama Agnes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes tersadar dari lamunanya ketika dirinya berada dalam section under renovation di mall itu, Ia melihat dua orang pekerja yang sedang melongo melihat tubuh sexy agnes yang terbalut night dress dengan belahan punggung sampai ke pinggulnya dan dengan high heel sexy yang membalut kaki jenjangnya.&lt;br /&gt;Senyum binal tersungging di bibir Agnes yang masuk ke dalam counter gelap itu dan menyapa pekerja itu.&lt;br /&gt;'Abang kerjanya rapi, hebat banget...' desah Agnes sambil bergerak sensual di antara kedua pekerja yang mendadak menjadi sangat kikuk.&lt;br /&gt;'Aku mau kasih abang hadiah' kata Agnes lagi sambil mencium lebut bibir keduanya, yag dengan semangat empat lima, melakukan french kiss dengan gadis yang menjanjikan mereka hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liur ketiganya menyatu, Ages tak perduli dengan liur yang berleleran, tangan yang menggerayangi pinngul, pantat, payudaranya, serta bermain di vaginanya.&lt;br /&gt;Agnes menggigil keenakan ketika kedua pekerja itu mengoral vagina dan anusnya bersamaan dan orgasmenya memberikan tanda pada pekerja itu untuk mengambil hadiah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senang hati Agnes menduduki penis besar pekerja itu dan dengan binal membuka belahan pantatnya yang segera diisi oleh penis. Agnes mendesah-desah hebat seiring rotasi kedua pekerja itu di seluruh lubang tubuhnya. Mereka juga membimbing Agnes menciptakan gaya baru dalm bercinta yang membuat ketiganya orgasme, orgasme dan orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 17.00&lt;br /&gt;Mandor pekerja itu habis-habisan memarahi kedua pekerja yang disangkanya bermalas-malasan dalam bekerja karena menemukan mereka tertidur kelelahan di dalam counter itu, sementara Agnes dengan santainya melenggang ke luar mall. Memanggil taxi dan membiarkan motornya begitu saja di mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 18.30&lt;br /&gt;Agnes tiba di sebuah cafe remang-remang di kawasan kumuh Jakarta. &lt;br /&gt;'Ah Agnes... kamu dateng juga' ujar seorang pria buncit sambil meremas pantat Agnes, 'Aku sangka kau udah ngga mau lagi ke sini.....'&lt;br /&gt;'Tenang aja babah, aku masih senang main ke sini, lumayan buat hiburan...' kata Agnes sambil menyelipkan jemari lentiknya ke balik celan sang pria yang langsung menggiring Agnes ke ruang kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foreplay itu berlangsung singkat karena babah pemilik cafe lebih memilih segera menghujam penis pendeknya ke vagina Agnes dan dalam hitungan menit menumpahkan spermanya ke dalam rahim Agnes yang nampak jauh, sangat jauh dari puas. Namun dengan bakat akting alaminya Agnes menampakkan wajah penh kepasan pada sang babah yang nampak seperti pria perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Agnes bersiap di panggung, melakukan check sound sebelum berdandan merapihkan maskara dan lipstiknya yang luntur ketika membersihkan penis imut sang babah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes memandang para pemain musik dan berkata..'Masih ada waktu... mau ngentot?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 22.00&lt;br /&gt;Para pemusik dengan tenaga baru setelah bertempur dengan Agnes yang namak terpuaskan oleh orgasme yang diperolehnya, mulai menghibur pengunjung cafe dengan lagu-lagu beat cepatnya dan dengan lirik yang mengundang birahi.&lt;br /&gt;Para pengunjung yang terutama golongan menengah ke bawah sangat terpukau dengan likan binal Agnes di atas panggung yang tanpa malu melakukan striptease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh bugil gadis itu mengunjungi kursi tiap tamu sambil menggoda mereka hingga para pengunjung itu tak tahan untuk mulai mengelusi penis mereka.&lt;br /&gt;Ketika Agnes kembali ke atas panggung gadis itu melakukan hal yang extreme, mulai dari memainkan clitorisnya sendiri, menggesekkan vaginanya ke mike stand, hingga meliukkan tubuhnya hingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjung tak bisa bertahan lebih lama lagi, mereka segera berebutan naik ke panggung, berebutan merayahi tubuh Agnes, membasahi tubuhnya dengan liur dan minuman keras, lalu tanpa tau siapa yang mengomando, pesta gangbang terjadi di atas panggung itu.&lt;br /&gt;Microphone itu diganti oleh penis yang bergantian merasakan kelembutan tenggorokan sang idola, rahimnya tak lagi mamu menampung sperma yang ditumpahkan dari puluhan penis yang merangsek masuk ke dalam vaginanya, bahakan ada yang sampai masuk ke rahimnya.&lt;br /&gt;Anusnya juga menjadi pelabuhan penis yang seakan berlomba membuka lubang anus yang imut itu. Namun Agnes tak khawatir karena ramuan khususnya akan mengembalikan kondisi vagina dan anusnya kembali seperti perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babah pemilik cafe sangat senang, jutaan rupiah bertebaran di panggung, menutupi tubuh Agnes yang tertutup sperma. Pesta sex itu baru saja berakhir dengan geraman pengunjung yang tak ingin pesta itu berakhir, namun bahkan untuk berdiri mereka harus dipapah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 02.00, waktu cafe bubar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nez... benar kamu ngga mau bayaranmu?' tanya babah yang keheranan karena Agnes menolak sepeserpun hasil keringatnya.&lt;br /&gt;'Aku dapat kepuasan lahir batin, bah... itu yang penting. Trus asal Nez masih boleh main ke sini, Nez udah sangat senang...'&lt;br /&gt;'Pintu cafe ini terbuka buat kamu sayang....'desah babah karena Agnes kembali menghisap spermanya sampai lemas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 03.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marni membukakan pintu ketika Agnes pulang, gadis itu membimbing majikannya yang nampak mabuk itu ke kamar, membuka pakaian sang majikan sambil menahan nafsu untuk bercinta lagi. Ia akan membiarkan majikannya beristirahat.&lt;br /&gt;Tangan Agnes menahan Marni...&lt;br /&gt;'Maaaar' desah Agnes manja...'temani aku tidur, yaaaaaa'&lt;br /&gt;Marni tersenym nakal, ia lalu membuka pakaiannya, masuk ke balik selimut dan...&lt;br /&gt;'Kamu juga jang... ngga usah nyumput, sini gabung sama kita-kita..' panggil Agnes sambil tersenyum melihat Ujang garuk-garuk kepala karena malu, lalu dengan segera membuka pakaiannya sendiri hingga bugil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes merasa nyaman karena tubuhnya dipeluk dari depan dan belakang oleh dua orang yang kini bersamaan menberikan kehangatan bagi tubuhnya...&lt;br /&gt;It was a great day adventure....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damn real good...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-2807612678246051592?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/2807612678246051592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=2807612678246051592' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2807612678246051592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2807612678246051592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/07/kegilaan-agnes-best-over-24-hours-00.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sl9QiGEniYI/AAAAAAAAAF8/w6pGG9cGkEg/s72-c/FemaleOkt08-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-523844547817360821</id><published>2009-07-14T07:35:00.001-07:00</published><updated>2009-07-14T07:45:50.922-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlyX0VqS2oI/AAAAAAAAAFs/LM_wdPhSiH0/s1600-h/md_421.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlyX0VqS2oI/AAAAAAAAAFs/LM_wdPhSiH0/s320/md_421.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358324582087580290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Beast Within: Susan Bachtiar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan cantik itu memandang rumah kumuh di hadapannya dengan perasaan haru.... ia tahu kalau di dalamnya terdapat seorang pria yang sangat membencinya, selalu menghinanya secara verbal, dan merendahkannya lebih dari hewan. Namun entah mengapa, rasa iba dan pengabdian pada pria itu membuat perempuan itu rela diperlakukan secara rendah, bahkan kini ia melakukan apa yang diperintahkan 'suaminya', begitu perempuan itu selalu menganggap status pria itu, pada saat kedatangannya yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja komplex itu sedang ramai, maka mereka akan dapat melihat seorang perempuan cantik, membuka pakaiannya tanpa ragu hingga tinggal celana dalam, lalu mengenakan sebuah daster lusuh yang nampak dijadikan keset di depan rumah itu.&lt;br /&gt;'Heh pelacur!' bentakan keras terdengar ketika kaki perempuan itu baru saja melangkah masuk, dan menutup pintu.&lt;br /&gt;'Siapa yang suruh kamu datang, hah? Kamu mau menghina aku lagi?' sembur sang pria tanpa memperhatikan perasaan perempuan yang selama ini tulus merawat dirinya yang cacad tanpa lengan dan sebelah kaki korengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu hanya diam, wajahnya tertunduk seakan memang dirinya sangat bersalah.&lt;br /&gt;'Eeeeh pake bengong, lagi! sekarang lu bersihin badan gua pelacur, udah tiga hari gua belum mandi!'&lt;br /&gt;Dengan lembut perempuan itu membuka pakaian 'suaminya', lalu memulai prosesi mandi kucing. seluruh bagian tubuh lelaki itu merasakan kelembutan mulut dan lidah sang perempuan yang dengan halus, kini mengoral penis pria itu dan dengan perasan bahagia menelan semua semburan sperma sang 'suami' dan menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tendangan di dada membuat perempuan itu terjengkang. 'Brengsek luh!, sekarang semua badan gua bau ludah lu, perek! emang gua kucing lu jilatin?' bentak pria yang baru saja menyemburkan sperma di tenggorokan sang perempuan, bahkan dengan sengaja buang angin ketika sang perempuan melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;anal rimming&lt;/span&gt; dengan lidah lembutnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membungkuk hormat dan perkataan maaf yang terlontar dari mulutnya, perempuan itu menuju dapur yang sederhana itu untuk kemudian menyusun kayu bakar, dan mulai menyalakan api. Wajah cantik sang perempuan kini ternoda oleh debu dan jelaga yang bertrebangan mengisi dapur dengan ventilasi seadanya itu, mulutnya tak henti meniupi bara api hingga air yang dimasaknya cukup mendidih.&lt;br /&gt;Lalu dengan pengabdian penuh, perempuan itu membimbing sang pria yang terus menyumpah-nyumpah tanpa rasa terimakasih, walau kini sang perempuan dengan lembut bagai membersihkan poselen yang tak ternilai harganya, membersihkan tubuh sang pria dengan teliti, tanpa melewati satu inci pun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian keduanya menuju bili yang menjadi peraduan mreke, sunggh kontras nampaknya ketika seorang perempuan cantik harus berada satu bilik dengan pria cacad yang kini terlentang telanjang di atas lantai yang beralaskan tikar lusuh.&lt;br /&gt;'Kenapa kamu bengong? Nyesel udah dateng ke sini? Nyesel lo mau mengabdi sama orang cacad kaya gua?' Sembur laki-laki itu tanpa perasaan.&lt;br /&gt;'Gua tau lo cuma pura-pura sayang gua, lu cuma mau ngehina kondisi gua, kehidupan gua!'&lt;br /&gt;Perempuan itu tertunduk, terisak dan menggeleng lirih.&lt;br /&gt;'Pake nangis lagi... pelacur itu ngga boleh nangis tau!'&lt;br /&gt;'Sekarang lu naik sini, gua mau make lu....!'&lt;br /&gt;Dengan patuh perempuan itu menaiki tubuh suaminya, ia meraih dasternya, namun...&lt;br /&gt;'Lu mau ngapain? telanjang. Najis gua ngeliat body pereklu itu, gua mau ngentot bukan ngeliat body cungkring.'&lt;br /&gt;Kembali isak lirih terdengar, namun perempuan itu patuh, ia menggeser posisi celana dalamnya, namun kembali hinaan keluar dari mulut sang pria.&lt;br /&gt;'memeklu itu kotor lonte, dan memek lu itu ngga pantes ngedapetin kontol gua. Sekarang lu masukin ke bool lu, cepet!'&lt;br /&gt;Mata sang perempuan memandang langitlangit bilik yang belubang karena lapuk dan penuh sarang laba-laba, matanya mengabur karena pelupuk matanya penuh dengan air mata yang coba ditahannya, selain karena hinaan itu, juga karena pedih yang dirasakan anusnya yang kini menelan penis pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut pria itu sendiri seakan tak pernah berhenti menghina perempuan yang sekarang sedang berusaha memuaskan sang pria dengan adukan pinggulnya hingga penis sang pria merasakan jepitan anusnya secara maximal walau beberapa posisi itu menyakiti sang perempuan dengan sangat.&lt;br /&gt;'Bool lonte, udah dobol... udah berapa sering laki-laki laen make bool lu perek!' caci sang pria, dan airmata sang perempuan berlinang karena hanya dengan 'suaminya' ini ia rela di sodomi, namun tak ada bantahan yang keluar dari mulutnya, hanya gerakan pinggul yang makin menyakiti anusnya yang dilakukan perempuan itu.&lt;br /&gt;'Aaaaah udah udah udah!' sembur laki-laki biadab itu, 'bool lu ngga enak, mending lu pake mulut lo buat ngebersihin kontol gua. Bau tai lu, kampret!' semburnya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan patuh sang perempuan mengangkat tubuhnya, bersimpuh dihadapan penis yang memang berbercak kuning kecolatan, lalu menjilati penis tu hingga bersih sebelum mendeepthroathnya hingga sang pria kembali berjakulasi dalam tenggorokan sang gadis.&lt;br /&gt;'Mana terimakasih lu, pelacur! Pejuh gua mahal tau!'&lt;br /&gt;'Te.... terimakasih, kang....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang gadis menatap punggung sang suami, dan mulai memijatnya. Dengkur sang pria membuat sang perempuan begitu bahagia, karena mampu membuat 'suaminya' terlelap. Kemudian perlahan perempuan cantik itu bangkit, kembali kedapur dan mulai memasak alakadarnya ketika suara ribut terdengar dari ruang depan gubug mereka.&lt;br /&gt;Reflex perempuan itu mematikan tungku dan berlari ke ruang dapan dan mendapati 'suaminya' sedang dipukuli oleh dua pria bertubuh besar, sementara sorang pria botak, berperut buncit, memakai kemeja kembang-kembang dengan rantai emas mencolok di dadanya meludahi tubuh pria yang babak belur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu bergerak melindungi tubuh sang suami, membiarkan dirinya sendiri menerima beberapa tinjuan dan tendangan, sampai pria buncit itu bergerak dan menjambak rambut sang perempuan. Matanya melotot melihat kecantikan perempuan itu walau noda jelaga memenuhi wajahnya.&lt;br /&gt;'Siapa kamu, cantik? Kenapa kamu ngelindungin bajingan ini?'&lt;br /&gt;'Sa... saya istrinya.. pak....'&lt;br /&gt;'Istri?' seru pria buncit tadi tak percaya, dan segera pria tak tau terimakasih itu berseru&lt;br /&gt;'Dia bukan istri saya, najis saya punya istri dia... dia lonte...dia...'&lt;br /&gt;Sebuah tendangan keras ke rusuk pria itu membungkam mulutnya.&lt;br /&gt;'Bajingan tengik, ngga tau diuntung!' sembur pria buncit itu., 'Lu harusnya bersukur ada yang masih mau ngebela, monyet!'&lt;br /&gt;'Ampun pak...' hiba sang perempuan, 'jangan siksa suami saya lagi.....'&lt;br /&gt;'Ya ampun, kenapa sih kamu ngebela bajingan ini terus? Eh neng, mendingan lu jadi gundik gua. Pasti lu bahagia....'&lt;br /&gt;'Saya.... saya tidak bisa pak.... saya sayang suami sa....'&lt;br /&gt;'Anjrit luh lonte...!' sembur pria cacad itu tanpa rasa terima kasih, 'Ngga sudi gua lu panggil laki... naj...' kembali sebuah tinju di mulutnya membungkam pria tak tahu diri itu.&lt;br /&gt;'Lu denger, kan? Laki lu aja kaga ngakuin elu, kenapa lu terus bela dia?' kata pria buncit itu dengan gusar.&lt;br /&gt;'Dia sedang kalut, tuan...' perempuan itu malah erendahkan diri dengan memanggil pria buncit itu tuan.&lt;br /&gt;'Eh denger ya, neng. Laki lu itu punya utang satu juta sama gua dan dia kaga pernah bisa bayar. Nah gua rugi dong, jadi ya gua hajar ajah laki lu' kata si buncit dengan santai&lt;br /&gt;Perempuan itu bersimpuh di kaki pria buncit dan berkata, 'Tuan... tolong kami tuan... kami orang susah... '&lt;br /&gt;'Semua orang juga susah neng,' sergah si buncit, 'Gua juga bakal susah kalo semua orang model suami lu ini.'&lt;br /&gt;'Kasih saya kesempatan untuk bayar tuan....'&lt;br /&gt;'Emang lu bayar pake apa neng? gubug ini aja harganya kurang dari sejuta.'&lt;br /&gt;Perempuan itu nampak kalut, ia tak tega melihat suaminya dihajar begitu rupa... hingga ia nekad mengambil keputusan... ia hanya berharap suaminya akan memaafkan dirinya...&lt;br /&gt;'Tuan.... sudikah tuan menerima tubuh saya sebagai pembayaran?'&lt;br /&gt;Sejenak hening....&lt;br /&gt;'Tuuuuhhhh kaaaaan, memang lonteeee!'sembur pria cacad itu&lt;br /&gt;'Pelacur, lonte, pecun! Sekarang lu ngehina gua dengan ngejual memek lo. Dasar Lon....', tendangan di perut pria itu membuat nafasnya megap-megap.&lt;br /&gt;Pria buncit itu tersenyum,&lt;br /&gt;'Wah neng... abang sih seneng aja ngentot cewe cakep model neng... tapi satu juta? dengan duit kurang dari itu saya bisa puas ngentot cewe cakep, bukan bini orang lagi....'&lt;br /&gt;'Tuan.... tolonglah....' hiba perempuan itu di kaki sang rentenir, hingga...&lt;br /&gt;'Gini ajah, gua masih kasian sama lu yang udah mau berkorban buat kroco ini.... lu layanin gua dan kedua anak buah gua sampe puas, baru gua lunasin hutang lu.'&lt;br /&gt;Permempuan itu tercekat, ia melihat anak buah sang rentenir yang bertubuh besar dan sangar tersenyum liar...&lt;br /&gt;'Gimana?' tanya sang rentenir, 'Lumayan kan, lagian lu hebat bisa dapet kurang lebih tiga ratus ribu perorang. Jarang ada lonte yang dihargain segitu....'&lt;br /&gt;Akhirnya perempuan itu mengangguk...&lt;br /&gt;Ketiga penagih itu tersenyum senang, sementara si pria cacad itu...&lt;br /&gt;'Lonte.... pelacur...'&lt;br /&gt;'Aaaah, brisik, heh iket dia di kursi dan sumpel mulutnya pake ni gombal, kita bikin dia ngeliat kita entot bininya.'&lt;br /&gt;'Nah, sekarang neng, mendingan lu mulai buka tuh daster, ngerusak suasana ajah.' perintah rentenir itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit kikuk karena harus bertelanjang di hadapan 'suaminya' sang perempuan cantik meloloskan daster kumal itu melalui bahunya, dan...&lt;br /&gt;Mata ketiga penagih itu bagai hendak keluar dari rongganya, mereka tak menyangka kalau dibalik daster itu, sebuah tubuh putih mulus, dengan payudara montok mengundang, serta kaki jenjang tersembunyi menunggu untuk dinikmati.&lt;br /&gt;Dan ketika celana dalam itu tercampak, liur ketiganya mengalir deras. Vagina mulus tanpa sehelai rambut dan nampak sangat terawat tersaji dihadapan mata mereka pasrah untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dasar cacad ngga tau diri!' maki rentenir itu, 'bini cakep gini ngga diaku, sekarang lu liat gimana dia muasin kita-kita!'&lt;br /&gt;Rentenir itu meminta sang perempuan untuk membuka celananya, dan mulai mengoral penisnya. Pria itu nampak menikmati sekali lembutnya bibir sang perempuan yang menggesek lembut penisnya, dan memebri sensasi seru dengan melakukan deepthroath yang jarang dinikmati pria itu. Remasan lembut di zakarnya, jilatan nakal membuat pria itu makin blingsatan.&lt;br /&gt;Karena sudah tak kuat menahan nafsunya, rentenir itu mendorong sang perempuan hingga terlentang di tikar lusuh di ruangan itu , dan langsung menghujamkan penisnya ke vagina perempuan itu yang masih kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringisan kesakitan sang perempuan tidak dihiraukan sang rentenir yang kini menghentak-hentak pinggulnya dengan kasar, selain itu tangan gempal rentenir itu meremasi payudara dan bokong perempuan itu dengan kasar hingga meninggalkan jejak kemerahan. Perempuan itu sendiri merasa sesak, karena berat tbuh pria itu serta aroma tubuhnya yang asam.&lt;br /&gt;Sekitar tiga puluh menit perempuan itu berjuang menahan gepuran penis sang rentenir sebelum....&lt;br /&gt;Geletar sang rentenir mengiringi semburan sperma yang meluncur masuk tak tertahankan ke dalam rahim sang perempuan yang terisak karena kini tubuhnya sudah 'ternoda'.&lt;br /&gt;Matanya tertumbuk pada sang suami yang memandang jalang dengan gumaman makian yang teredam, maafkan aku kang.... maaf. Desahnya dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua anak buah sang rentenir sudah tak tahan lagi. Tubuh besar hitam legam penuh tattoo segera merangsek maju. Seorang dari mereka tidur terlentang dan memaksa sang perempuan melakukan WOT, perempuan itu berjuang mati-matian memasukkan penis sang preman yang memang besar itu hingga sang preman sedikit tak sabar, mencengram pinggul sang perempuan dan menghentak pinggul seksi itu sekuatnya. Jerit tertahan keluar dari mulut sang gadis ketika penis itu tertanam sepenuhnya, bahkan terasa menjebol masuk ke rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi perempuan itu beradaptasi, tubuhnya ditelungkupkan hingga berhimpit dengan sang preman dan.&lt;br /&gt;'Aduuhhh, aduhhhh, ampuuun, ampuunnn...' perempuan itu menjerit-jerit kesakitan ketika penis yang sama besarnya merangsek masuk ke dalam anusnya, walau belum lama ia melakukan sodomi namun kini situasinya berbeda, tak ada kepasrahan, hingga proses penetrasi itu sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;Dan ketika kedua preman itu bergerak, sang perempuan hanya bisa merintih-rintih kesakitan. Sementara bekas gigitan, remasan dan tamparan mulai menghiasi sekujur tubuh sang perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu benarbenr tersiksa, stamina preman itu benar-benar luar biasa, mereka sudah beberapa kali ganti posisi, dan ketiga lubang ditubuhnya terpakai melayani penis mereka, namun tanda orgasme belum juga nampak. Perempuan itu terus berusaha dan bertahan hingga akhirnya setelah lewat satu jam...&lt;br /&gt;'Addduuuuuuuhhhh, ampuuuuuunn!', bahana jerit kembali keluar dari mulut sang gadis, ketika dengan kejamnya kedua penis itu dihujamkan ke dalam vagina sang perempuan yang kini menggigil menahan sakit. Dan perlu perjuangan sekitar lima belas menit lagi sebelum rahim sang perempuan disiram oleh dua penis secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mata sayu sang perempuan kembali tertumbuk pada penis sang rentenir yang kembali bangun. Mulut sang gadis kembali mendeepthroath penis yang tak lama bersarang di anusnya. Tubuh gadis itu kembali tersentak-sentak, sementara payudaranya yang menggantung bebas diremas dedengan kasar bahkan ditarik dengan sangat kuat seakan rentenir itu ingin merenggut payudara sekal itu dari tempatnya.&lt;br /&gt;Bahkan kini ide gila muncul diotak sang rentenir yang memberi tanda pada kedua anak buahnya, yang lalu maju merubung sang perempuan.&lt;br /&gt;Tubuh lemah itu diangkat dan kembali tubuh bagian bawah sang gadis mengalami double penetration di vagina serta anus. Dan ketika gadis itu membuka mulutnya hendak berteriak, penis besar yang lain merangsek dan memborbardir tenggorokan sang perempuan yang kini kelabakan karena bulu selangkangan sang preman melekat erat di hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu jam berikutnya kembali gadis itu mengalami siksaan sexual yang sangat menyakitkan, karena ketiganya melakukan rotasi dan ketiganya selalu memposisikan penis-penis mereka hingga sang perempuan menggeletar kesakitan. Dan puncak kegilaan mereka, ketiganya mendesakkan penis mereka dalam vagina sang gadis dan menyemprotkan sperma mereka ke dalam rahim sang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketiganya duduk santai sambil merokok, mereka melihat sang wanita yang menggelpar menahan sakit di sekujur tubuhnya, terutama vagina dan anusnya. Rentenir itu kemudian bangkit dan berkata.&lt;br /&gt;'Mendingan lu tinggalin laki lu yang brengsek itu, dia ngga pantes buatlu.' katanya sambil mereka membenahi pakaian, lalu tambahnya.&lt;br /&gt;'Janji gua, gua pegang. Utang bajingan itu lunas, walaupun sebenernya lebih baik kalau dia mampus.'&lt;br /&gt;Dan keheningan hinggap di gubug itu ketika ketiga penagih itu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil merayap, sang perempuan mendekati 'suaminya' yang nampak seperti didekati penyakit. Bahkan ketika akhirnya ikatan tubuh dan bungkaman mulutnya terlepas.&lt;br /&gt;'Pelacur sundal, lonte, pecun, perek!' hujan cacian ditambah tendangan liar mendera tubuh lemah sang wanita yang hanya bisa meringkuk mempertahankan diri sebisanya.&lt;br /&gt;'Lu bukan gundik gua lagi, ngga sudi gua make pecun bekas orang! Liat tuh memek ama bool,lu. Udah dol, dower!' maki si cacad sambil menghujam vagina si gadis dengan kakinya yang penuh debu dan koreng.&lt;br /&gt;'Lagian memek lu udah diisi pejuh tu orang, gua ngga mau nanggung anak haram yang ada di perut sudel lu itu!'&lt;br /&gt;'Mulai detik ini, gua ngga mau liat muka sundel lu itu di rumah ini lagi. Kalo lu masih nekat dateng, bakal gua jual lu ke temen-temen gelandangan dan pengemis gua!'&lt;br /&gt;'Pergi lu, lonte!' bentak si cacad, sambil menendang wajah sang perempuan, yag akhirnya dengan berat merayap ke luar gubug itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati sang perempuan sangat terpukul... memang semua kesalahannya, tak seharusnya ia menjual diri demi menutup hutang, 'suaminya' tentu bisa menyelesaikannya. Namun kini nasi sudah jadi bubur, tubuhnya sudah cemar dan rahimnya sudah cemar...'suaminya' pantas membuangnya.&lt;br /&gt;Dengan rasa sesal yang mendalam perempuan itu bersujud di depan gubug itu, sinar temaram bulan menyinari punggung dan pantat sexy sang perempuan yang kini menangis di depan gubug itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan gontai ia memakai pakaiannya yang teronggok di depan gubug, dan melangkah lunglai meninggalkan gubug itu.&lt;br /&gt;'Ah setidaknya suamiku bebas dari hutangnya...' keluh gadis itu dalam hatinya, kemudian ia menyetop sebuah taxi dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, Bandara Soekarno Hatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria tampan nampak menjemput sang perempuan yang baru datang dari Singapura...&lt;br /&gt;Sang perempuan nampak hambar dalam menyambut kecupan mesra sang pria, yang lalu mengawalnya ke sedan mewah mereka.&lt;br /&gt;'San... kemana saja kamu selama ini..., ada lebih seminggu kamu menghilang.... Aku rindu kamu... Aku khawatir....Aku....'&lt;br /&gt;Perempuan itu berkata datar dan dingin, 'Ko... ingat sumpah koko...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanya alunan musik lembut yang mengisi kesunyian mobil yang terus melaju, sang pria nampak berusaha menelan kegalauannya sendiri... ia teringat sumpahnya yang tak akan mempertanyakan apapun yang diperbuat istrinya yang kini nampak tercenung sedih demi melihat komplex perumahan kumuh di daerah Jakarta Utara yang jelas terlihat dari overpass yang mereka lalui.&lt;br /&gt;'Ah setidaknya, istriku kembali dalam pelukanku...'&lt;br /&gt;Mobilpun terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Siang itu di komplek pelacuran murahan di kolong jembatan.....&lt;br /&gt;Pria cacad itu merem melek menerima oral sex dari pelacur murahan yang sudah tua, gemuk dan berdandan sangat menor. Matanya terpaku pada acara Jelang Siang di salah satu TV Swasta, ia melihat pebawa acara wanita yang nampak anggun itu. Seketika wajahnya nampak jijik dan meludah...&lt;br /&gt;'Dasar pelacur!' dan kata-kata itu ternyata membawa bencana, karena pelacur yang merasa terhina itu memanggil preman setempat dan lalu menghjar pria cacad itu habis-habisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;Di rumah rentenir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata ketiganya memeblalak tak percaya, ternyata dua minggu yang lalu mereka telah menggumuli salah satu artis papan atas ibu kota dengan sangat brutal dan liar.&lt;br /&gt;Dan ketiganya serempak tertawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mentertawakan keberuntungan mereka yang bisa menikmati tubuh artist itu untuk harga yang kini dirasa sangat murah, terlebih ketika mengingat kekasaran mereka pada perempan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mentertawakan kebodohan mereka yang tidak segera mengenali sang perempuan, hingga mereka sama sekali tidak memiliki bukti persetubuhan itu, hingga kini tak ada satupun cara mereka untuk memeras sang perempuan untuk melayani mereka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya berpandangan dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa pecah di rumah itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;'And Cut!' teriak sang suradara sambil mendekati pembawa acaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'nice job as always mBak, anda benar-benar pembawa acara yang hebat!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu hanya tersenyum lalu melangkah ke dalam ruang ganti privatnya, pintu itu menutup dan sebuah tanda menunjukkan pemilik ruang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan Bachtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-523844547817360821?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/523844547817360821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=523844547817360821' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/523844547817360821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/523844547817360821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/07/beast-within-susan-bachtiar-perempuan.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlyX0VqS2oI/AAAAAAAAAFs/LM_wdPhSiH0/s72-c/md_421.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-5274145998191390230</id><published>2009-07-13T21:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T21:52:28.096-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlwO_mvnj4I/AAAAAAAAAFk/2zj0IgQie9E/s1600-h/203138738l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlwO_mvnj4I/AAAAAAAAAFk/2zj0IgQie9E/s320/203138738l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358174142558867330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nasib Tragis Andrea Lee IX - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Back to school (in transition)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea kini merasa nasibnya menjadi lebih baik, semenjak ia berhasil memenggal kepala susi&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-bahkan ia tak perlu repot lagi memanggil nyonya-&lt;/span&gt; yang kini kepalanya menjadi hiasan dinding villa megah itu, ketiga tuannya memperlakukannya sedikit berbeda. Tetap kasar, tetap liar, tetap brutal. Namun ada respek dalam tiap hujaman penis mereka, kegairahan dalam tiap hujaman, bahkan dalam tiap gaya yang menyakitkan Andrea terdapat penghormatan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman juga masih sering mengikat tangannya ke atas kepala, dan mengikat kedua kakinya dalam posisi mengangkang membentuk huruf Y terbalik, untuk sekedar mencambukinya dengan cemeti, rotan maupun sabuk kulit. Semuanya agar Andrea tidak merasa besar kepala namun selalu menyadari siapa dirinya yang tak lebih dari budak peliharaan tuan-tuannya dan lubang penampungan sperma bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sesuatu seperti ini terkadang masih terjadi....&lt;br /&gt;'Eh lonte...' Arman tak pernah merasa perlu mengubah panggilannya pada gadis yang kini sedang asyik mendeepthroath penisnya yang terimaksih pada profesor kini sepanjang 30cm dan diameter 5cm. Mata gadis itu memandang sayu namun bergairah ketika tuannya itu memanggil.&lt;br /&gt;'Kita akan buat rekaman gangbang baru untuk situs kita... dan aku punya peran yang cocok buat kamu.'&lt;br /&gt;Andrea yang mendengar itu merinding, wajahnya jelas memancarkan kesedihan karena tuannya belum bisa menerima dirinya seutuhnya hanya untuk menjadi milik pribadi, gadis itu sedih karena ia belum mampu memuaskan sang tuan hingga ia masih harus menerima hukuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kepatuhannya gadis itu tetap mengulum penis sang tuan, ditambah dengan rangsangan lambut di buah zakar sang tuan hingga.... glup...glup...glup...&lt;br /&gt;'Terima kasih tuan,' desah Andrea setelah seluruh sperma sang tuan bersarang dengan nyamannya dalam perut sang gadis, lalu keduanya berjalan menuju halaman belakang kemudian Andrea memposisikan dirinya bagai seekor kuda tunggangan dengan menggenakan accesories yang memang tersedia dirumah itu, membiarkan tuannya menaiki punggunya, dan dengan sukacita membawa sang tuan berkeliling kemanapun kekang sang tuan menghendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sungai itu mereka  berhenti, dengan sepenuh hati Andrea membersihkan sekujur tubuh sang tuan dengan telaten, seperti membersihkan guci dari dinasti Ming yang tak ternilai harganya, dan begitu tinggi nilai tuannya dimata Andrea, sebelum air sungai itu menyentuh sang tuan, lidah sensualnya terlebih dahulu membersihkan seluruh tubuh sang tuan, hingga ke lipatan ketiak, lipatan paha, lubang anus, penis, hingga ke sela-sela jemari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai raja, Arman bersandar pada Andrea yang duduk mengangkan bersandar pada pinggiran sungai yang berbatu dan membiarkan tangan sang gadis menyeka tubuhnya, memijatnya, memanjakannya. Andrea sendiri entah mengapa tak ingin melepaskan diri dari sang penjajah, walau kesempatan itu ada. Namun ada rasa ketergantungan yang amat sangat dari sang gadis yang sudah meneyerahkan seluruh hidup dan dirinya untuk memuaskan sang tuan. Selain itu, gadis itu juga takut pada dua tuannya yang lain yang nampak iri dan ingin menyiksanya dengan brutal itu, terlebih dua remote yang selalu berada di pergelangan tangan Arman, membuatnya tak berkutik.&lt;br /&gt;Mandi sore itu diakhirri dengan siraman kencing Arman di wajah Andrea, yang dengan tulus berterima kasih pada sang tuan karena begitu perhatian pada dirinya. Kemudian kembali nampak Arman menunggangi 'kuda betinanya' ke arah villa, dan pesta sex dan siksa untuk sang gadis di mulai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemuda STM nampak duduk santai di gerbang sekolah sambil asyik menggoda perempuan muda yang lewat dan memalak beberapa anak yang bernasib sial.&lt;br /&gt;Mendadak semuanya terdiam mata mereka memandang tak berkedip melihat seorang wanita dewasa cantik dengan menggunakan pakaian terusan ketat, blazer putih dan sepatu high heel datang menuju gerbang sekolah mereka, rambut wanita itu du gelung dan ditusuk dengan sumpit berhias, dan kacamata sexy mempermanis wajah oriental sang wanita yang kini berdiri di hadapan mereka, dengan memegang buku di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku Andrea Lee, guru pengganti yang dijanjikan...' aku yang akan mengajar ka...'&lt;br /&gt;'Horeeeeee, akhirnya datang juga....'riuh murid STM itu tanpa membiarkan gadis itu menyelesaikan kalimatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu setengah menarik Andrea ke dalam komplek sekolah dan menutup gerbang besi di belakang mereka.&lt;br /&gt;Andrea lalu di bawa ke tengah lapang upacara di mana ratusan anak STM yang ada di sekolah itu berkumpul dengan liur yang berleleran.&lt;br /&gt;Andrea melihat ada seorang anak yang duduk di kursi empuk, gadis itu segera tahu kalau pemuda itu adalah ketua rombongan STM yang beringas itu. Mata gadis itu memandang liar berusaha mencari guru lain atau siapapapun yang dapat memabantunya.&lt;br /&gt;'Percuma lu cari guru di sini lonte' seru pemuda itu santai. Telinga andre jengah mendengar ucapan anak itu mukanya memerah&lt;br /&gt;'Semua guru di sini udah pada ngacir dari kemaren. Begitu di kasi libur seminggu mereka semua langsung kabur, hahahaha....'&lt;br /&gt;Hati Andrea mencelos mengetahui dirinya berada dalam kepungan begundal tanggung itu, aroma tubuh STM yang pekat membuatnya sedikit pusing. Namun kalimat lanjutan ketua geng itu membuat mata Andrea membelalak ngeri dan membuatnya bergetar histeris..&lt;br /&gt;'Kami tau siapa kamu. Andrea Lee, presenter, artist. Budak sex, top three BDSM download.... Selama liburan ini... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;You're ass is ours!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Ketakutannya nyata, mereka mengenalinya sebagai sex slave. Kini ia berharap mereka tak menyakitinya berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu melanjutkan, 'Sekarang waktunya perkenalan, mendingan lu berdiri di tengah-tengah lapangan.'&lt;br /&gt;Dengan langkah bergetar Andrea memposisikan dirinya di tengah lapangan yang panas, lalu entah siapa yang mmasang dentum lagu house menghentak, gadis itu mengerti apa yang diinginkan murid-murid STM itu, maka dengan perasaan galau gadis itu mulai mengimbangi dentum house music yang mengalun cepat.&lt;br /&gt;Gerakan erotisnya membuat para siswa berseru riuh dan mengomentarinya dengan keterlaluan, dan kemudian ketua geng itu berteriak, 'striptease bodoh, kita mau liat body lu telanjang bulat....' dan gemuruh setuju segera membahana , 'buka...buka....buka!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea tak punya pilihan, ia mulai meloloskan blazernya, kemudian dengan liukan maut, gadis itu mengangkat pakaian terusannya ke atas kepalanya dan kemudian mencampakkannya begitu saja di lapangan itu.&lt;br /&gt;Kini tubuh mulusnya hanya tertutup G-string karena payudara montoknya sama sekali tak tertutup sehelai benang. Mata gadis itu bisa melihat tonjolan penis di selangkangan para siswa. Liur yang menetes, mata yang melotot. Dan kini denga santaiya gadis itu menurunkan Gstringnya dengan posisi membungkuk hingga pantat indahnya mengacung jelas, memampangkan vagina dan liang anus yang selamayan akan rapat dan 'perawan' itu, thanks to the professor.&lt;br /&gt;Dan kini terik matahari mulai menjamahi tubuh putih Andrea yang kembali menari binal, dengan sepatu higheel model stripper dengan hak sol transparan dan temali yang melilit hingga ke batas lutut. Peluh mulai deras mengalir di tubuh mulus itu, yang kini mulai kemerahan karena terpanggang matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketua geng itu mendekati Andrea, mengelilingi tubuh gadis itu, lalu dengan santai pemuda itu membuka celananya dan berkata, 'sekarang lu jongkok, lu kobel memek lo sendiri sampe bucat. Sementara mulut lo....'&lt;br /&gt;Pemuda itu tak menyelesaikan kalimatnya, ia hanya memaksa Andrea berjongkok dan mulai mengaduk vaginanya sendiri, dan tanpa disangka Andrea, ketua geng itu menekan wajah sang gadis ke belahan pantatnya dan memaksanya menjilati anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea gelagapan, ia merasakan kotoran sang pemuda yang sepertinya sengaja tidak cebok. Ketua geng itu tertawa terbahak bahak, 'kenapa? enak, ya? kebetulan air di sekolah lagi mati, ntar juga banyak yang pengen lu 'cebokin'. Hahahaha'&lt;br /&gt;Airmata mengalir dari mata sang gadis yang segera merasa sangat terhina karena dalam waktu yang sangat singkat dirinya sudah dianggap toilet papper oleh para siswa. Dan contoh yang diberikan ketua geng itu benar-benar melecehkannya kare dengan kasar pemuda itu memaksa Andrea membuka mulutnya dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu gelagapan menahan laju air seni yang menyerbunya, bahkan sebagian besar tertelan oleh dirinya. Dan segera saja para siswa yang lain maju dan mulai menjadikan sang gadis sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;standing toilet&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Andrea tak bisa apa apa kecuali berharap penghinaan ini cepat selesai, tubuhnya kini sudah kuyup oleh air seni, dan lidahnya seakan sudah mati rasa, 'menceboki' banyak anus yang kotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Wah... wah... wah, badan lu bau pesing, mulut lu juga bau tai,' hina pemuda-pemuda itu, ' lu sekarang harus di mandiin, karena kita udah pengen ngentot sama elu.' sambung pemuda lainnya, lalu mereka membawa Andrea ke sebuah tong yang berisi tampungan hujan. Gadis itu melihat banyak cacing, jentik dan berudu dalam tong itu. &lt;br /&gt;'Ngga apa-apa, anggap aja sperma,' ejek salah seorang pemuda, yang kemudian beramai-ramai menceburkan Andrea ke dalam tong itu, bergantian mereka membenamkan kepala gadis itu dalam air hingga megap-megap, namun pelecehannya masih jauh dari selesai. Ketua geng itu menjambak rambut Andrea dan berkata, sekarang lu berendem dulu biar adem, dua jam lagi lu mulai ngajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea menjerit panik ketika melihat mereka membawa tutup tong , kemudian dengan kejam menutup tong itu tanpa mengindahkan gedoran panik sang gadis yang kini meringkuk dalam kegelapan, dengan posisi air tepat berada di bibirnya. Dan kini selam dua jam Gadis itu berjuang menahan dingin, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;claustrophobia&lt;/span&gt;, dan serangan jentik serta berudu yang seakan ingin berlomba memasuki vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dua jam berlalu, tubuh Andrea membiru menahan dingin namun hal itu sm sekali tak mengurangi kekejaman para pemuda itu, yang kini kembali menyeret ke tengah lapangan yang semakin panas. Lalu ketua geng itu berkata , 'sekarang lu harus praktek olah raga, lu kan guru. Lu harus contohin ke kita-kita, sekarang lari keliling lapangan!' bentak sang pemuda sambil mencambuk tubuh Andrea yang menggigil dengan sabuk yang dimodifkasi khusus untuk tawuran dengan gear menjadi kepala sabuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea menyeret kaki lelahnya untuk mulai berlari mengelilingi lapangan itu, tawa liar, suitan heboh dan kata-kata penghinaan mengiringi ayunan payudara montok Andrea yang bergerak seirama larinya, demikian juga pinggul dan bulatan pantat sang gadis yang mengayun seirama.&lt;br /&gt;Gadis itu tersungkur karena tak sanggup melanjutkan larinya diputaran ke tigapuluh.&lt;br /&gt;'Dasar guru lonte' geram sang ketua geng sambil mencambuki Andrea yang berguling-guling mencoba menghindar, 'Lu ngga pantes ngajar kita bitch... Sekarang lu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;push up&lt;/span&gt;, gua mau badan lu rontok.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh gadis itu berjuangmati-matian menahan sakit yang mendera sekujur sendinya, perutnya yang kram, bisep dan trisepnya yang bekerja keras.&lt;br /&gt;Dan tepat dihitungan ke seratus lima puluh gadis itu ambruk tak berdaya,  namun para siswa itu nampak belum puas, mereka memasa Andrea melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pull-up&lt;/span&gt; tanpa lupa meletakkan beban berat di pinggang gadis itu, yang kini tanpa menahan diri, menjerit histeris dan mengucurkan airmata karena frustasi, namun justru cambukan bertubi yang menyerang sekujur tubuh sang gadis terutama di bagian vagina, anus dan payudaranya yang kini berubah keunguan.&lt;br /&gt;Dan pandangan gadis itupun mengabur.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea mendapati dirinya berada dalam aula besar yang digunakan sebagai empat olehraga, dan ia melihat semua siswa berkumpul sambil mengocok penis mereka masing-masing, menanti dirinya untuk sadar.&lt;br /&gt;Ketua geng kemudian memberikan pengumuman, 'Lonte kita sudah bangun, sekarang kita ancurin memek ama boolnya, serbuuuuuuu!' serunya sambil menerjang Andrea yang gelagapan menahan serbuan mendadak itu. Jerit kesakitan kelar dari mulut sang gadis ketika penis sang ketua geng menjebol vaginanya yang rapat itu.&lt;br /&gt;Pemuda itu bergerak sangat kasar, seakan ingin menyiksa the best three BDSM download girl itu, dan kini pemuda itu berguling hingga Andrea berada dalam posisi woman on top, dan tanpa menunggu lama, jeritan kembali membahana keika satu penis besar mengaduk anusnya dengan kasar, bahkan kini jeritannya teredam oleh penis yang merangsek jauh hingga ke tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka mengikat paha Andrea ke tulang keringnya dan mengangkangkan paha gadis itu, dan kembali penisdemi penis mengisi vagina, anus dan mulutnya, Kemudian mereka mengikat pergelangan tangan Andrea menggantungnya ke atas, dan dalam posisi tergantung dua baris pemuda secara bergantian mengisi vagina dan anus gadis itu.&lt;br /&gt;Lalu serangan satu lubang dua batang.... gadis itu tak berhenti menjerit menahan sakit dan perih ketika dua buah penis merangsek vagina dan anusnya, bahkan kemudian bergantian kepalan tangan para pemuda merangsek masuk ke vagina dan lubang anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea hanya bisa terdiam lemah di tengah aula ketika bergatian mereka melakukan bukake hingga kini tubuhnya tertutup oleh lapisan sperma.&lt;br /&gt;Bahkan dengan kejam mereka meninggalkan oleh oleh berupa stick baseball di vagina dan baseball di anusnya.&lt;br /&gt;Dengan lemah Andrea mencoba bangkit, dengan tangan bergetar ia mencabut tongkat baseball yang dihujam sangat dalam hingga mentok ke rahim mandulnya, lalu dengan mengerahkan tenaga yang tersisa, Andrea mengejan mengeluarkan baseball itu dari anusnya yang memar memerah.. dan ketika bola itu keluar, noda darah dan kotoran menghiasinya.&lt;br /&gt;'Bersihin tu bola, lonte... lu udah bikin kotor, sekarang lu bersihin...'&lt;br /&gt;Mata Andrea nanar memandang ketua geng yang ternyata dari tadi memperhatikan dirinya, dan kini dengan pikiran hampa, gadis itu menjilati bola itu hingga bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketua geng itu, mengambil rantai dan memasangkannya di leher Andrea. 'Nah, elu emang cocok kaya begini,', lalu dengan santai pemuda itu memaksa Andrea merangkak dalam posisi doggy menuju kamar mandi yang kumuh dan pesing. Kemudian pemuda itu mengikat tangan Andrea di sekeliling toilet duduk hingga kepala sang gadis berada tepat di atas lubang toilet  yang berisi penuh kotoran yang belum di flush.&lt;br /&gt;Andrea panik, sang pemuda menurunkan celananya. Namun sang gadis sedikit bersukur ketika sang pemuda menjambak rambut indahnya, memaksanya mendongak sebelum dirinya duduk ditoilet itu, lalu sambil memaksa Andrea mendeepthroatnya, sang pemuda mengeluaran deposit yang tersimpan di perutnya. Setelahnya teror itu terulang karena sang pemuda ingin merasakan lidah sang gadis untuk menceboki anusnya, dan mendadak wc itu menjadi tempat favourite para pemuda. Ketika pemuda terakhir selesai, hidung gadis itu berada hanya sekitar dua centimter dari onggokan kotoran, dan Andreapun hanya bisa pasrah ketika rambut indahnya mendapat higlite alami berwarna kuning kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea berada antara sadar dan tidak ketika tengah malam, ia merasakan ada sesosok orang yang merabai punggungnya, meremasi payudaranya dan bokongnya... Tangan itu....&lt;br /&gt;Ah tuan... desah sang gadis dalam hatinya, bahkan tanpa melihatpun Andrea tahu siapa yang menyentuhnya itu, tubuhnya menggeletar hebat menikmati jamahan itu, dan desah kepuasan menyerang sang gadis ketika penis sang tuan memasuki relung vaginanya yang sempit itu, Andrea memberikan pelayanannya yang terbaik, pinggulnya bergoyang, mengaduk, memutar, membuat sang tuan mendesah kenikmatan. Bahkan Andrea sendiri mendapat multiple orgase ketika dua ibu jari sang tuan membuka lubang anusnya untuk kemudian mengganti jari dengan penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu serasa berada dalam surga, rasa masih dibutuhkan, rasa tidak ditinggalkan, rasa penyerahan diri seutuhnya membuat Andrea mendesah sangat hebat dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ultimate orgasm&lt;/span&gt; yang menerpanya seiring benih sang tuan yang mengisi rahim mandulnya. Dan Andrea tersedot dalam pusaran kenikmatan yang membawanya ke alam mimpi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dorongan kasar dikepala gadis itu menyadarkan Andrea dari mimpi indahnya, wajahnya tertanam di onggokan kotoran.&lt;br /&gt;'Bangun lonte..... kita mulai lagi hari kita!' desis ketua geng sambil tersenyum liar mendengar tegukan di teggorokan Andrea.&lt;br /&gt;'Itu sarapan pagi elo' Kata sang pemuda sambil menjambak Andrea, dan membebaskan ikatannya, &lt;br /&gt;Kembali sergapan dingin air tong menyerang tubuh Andrea, sebelum akhirnya tubuhnya di bawa ketengah lapangan untuk kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Engkong gua paling seneng ngejemur burung pagi-pagi,' celoteh ketua geng dengan santai, 'Gua ngga tau apa serunya, sekarang gua mau tau...'&lt;br /&gt;Andrea mendesis nyeri, ketika tubuh kedua tangannya diikat, dan kini terangkat jauh ke atas kepalanya seiring tubunya yang makin terangkat tinggi hingga ikatan tangannya mentok di ujung tiang bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Wah, pantesan engkong gua seneng banget, ternyata emang seru, ' kata begundal itu sambil tertawa, dan meninggalkan tubuh Andrea tergantung menahan sakit di pergelangan tangan dan bahu, serta sengatan mentari dan serangga yang merubung.&lt;br /&gt;Dan ketika gadis itu diturunkan, rombongan penis sudah menanti, dan di lapangan itu kembali Andrea menerima perkosaan masal dari para siswa yang kesetanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama satu minggu Andrea menjadi 'guru pengganti yang baik' bagi para siswa, ia menjadi objek penelitian para siswa, yang pernah membawanya ke bengkel mereka, mengikatnya di atas blok mesin, dan membiarkan gadis itu menjerit ketika merasakan sengatan listrik mengaliri tubuhnya.&lt;br /&gt;Atau ketika mereka mendudukkannya di sebuah thigh master yang sudah dimodifikasi dan menregangkan paha sang gadis selebarnya hingga sang gadis kesakitan dan kemudian memerkosanya bergatian.&lt;br /&gt;Atau ketika ketua geng yang sadis itu mengaduk vagina dan anus sang gadis dengan kunci inggris, dan dengan santainya memaksa Andrea bermasturbasi dengan kunci-kunci itu selama dua jam hingga Andrea kepayahan.&lt;br /&gt;Belum lagi Andrea harus membersihkan sekolah, mengepel menggunakan tangan, membersihkan kakus, memotong dahan pohon mangga yang penuh semut rangrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya Arman datang, Andrea langsung tersungkur, menciumi sepatu sang tuan sambil menangis tersedu-sedu, seakan ingin mengadukan kejahatan para siswa yang nampak terkekeh riang itu.&lt;br /&gt;Memberanikan diri ia memandang mata Arman, dan tatapan tajam mata sang tuan membuatnya tertunduk kembali dan berkata lirih...&lt;br /&gt;'Aku budak tuan... Apapun yang tuan inginkan, akan hamba laksanakan tanpa penolakan......'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman mengangat lengan Andrea, dan....&lt;br /&gt;Dalam mobil itu ledakan tangis bahagia Andrera terdengar seiring mobil yang melaju meninggalakan sekolah terkutuk itu.&lt;br /&gt;Kini Andrea duduk di sebelah tuannya.... maka dengan rasa syukur yang tinggi...&lt;br /&gt;Mobil itu melaju sedikit tersendat, karena kini hidung imut Andrea tertanam di selangkangan sang tuan, penuh rasa syukur dan suka cita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu transisi sudah di mulai....&lt;br /&gt;Waktunya mencari budak baru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-5274145998191390230?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/5274145998191390230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=5274145998191390230' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5274145998191390230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5274145998191390230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/07/nasib-tragis-andrea-lee-ix-back-to.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SlwO_mvnj4I/AAAAAAAAAFk/2zj0IgQie9E/s72-c/203138738l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-2853054928689443271</id><published>2009-06-29T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T21:04:27.982-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkmOu1v1xUI/AAAAAAAAAFc/_wQN5Xrldc8/s1600-h/aura_kasih1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkmOu1v1xUI/AAAAAAAAAFc/_wQN5Xrldc8/s320/aura_kasih1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352966567459407170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Celebrity Nightmare: Aura Kasih - Under the Spell&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi kisah - aku istri yang dihipnotis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura sedang asyik ber window shopping di depan sebuah butik ternama di mall itu, matanya tertuju pada sebuah baju &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang sexy dan pakaian itu membuat gadis itu melangkahkan kaki menuju bagian dalam butik itu ketika ia merasakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bokongnya yang berbalut rok jeans mini itu diremas dengan kasar.&lt;br /&gt;Kontan gadis itu berbalik dengan tangan teracung ingin menapar dan ribuan kata-kata makian yang siap ke luar dari mulut sexynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tatapan mata pria yang meremas bokongnya membuat Aura kaku. Gadis itu coba berontak namun tubuhnya sama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali tak bisa di gerakkan, bahkan di luar kehendaknya, tangannya malah terulur dan..&lt;br /&gt;'Tidak....' jerit Aura yang tak keluar dari mulutnya. Tangannya kini memeluk erat pria yang menghipnotisnya itu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan tanpa bisa ditahannya, gadis itu ber cium pipi kanan, dan cium pipi kiri dengan pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujung mall yang memperhatikan tentu merasa heran, ada seorang gadis sexy berpelukan mesra dengan seorang pria dengan tampang alakadarnya bahkan tampak sedikit terbelakang dengan pakaian lusuh, bahkan sang gadis tampak seperti merinduan pemuda itu. &lt;br /&gt;Tanpa sungkan Aura mengajak pemuda itu menuju cafe termahal di mall itu, memesan minuman termahal, dan bercengrama dengan mesranya dengan pemuda yang secara fisik bagaikan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidak..., kenapa aku..., tubuhku.... tubuhku melawan aku... si...siapa lelaki ini....Anyone.... Heeeeelllllppppp!!!'&lt;br /&gt;Namun semua teriakan itu tak keluar, yang dilihat pelayan yang tampak kagum itu ialah wajah kangen Aura Kasih yang sangat sensual namun juga bernafsu.&lt;br /&gt;Dan tak ada seorangpun yang mendengar bisikan 'mesra' sang pemuda di telinga Aura Kasih..&lt;br /&gt;'Aku tau kamu ada di dalam sana dan mendengar aku. Kamu ada dalam pengaruh peletku, lonte.... kamu sekarang ada dalam genggamanku. Dan aku akan menjadi tuanmu.'&lt;br /&gt;Dan sebuah kecupan mendarat di pipi mulus Aura yang nampak merasa sangat tersanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu beranjank dari cafe itu sambil bergenggaman tangan erat, seolah tak ada hari esok dan seolah tak ada orang di sekeliling mereka tingkah keduanya membuat sebagian pengunjung mall jengah dan memandang melecehkan...&lt;br /&gt;'Tolong aku.... aku diguna-gunai... aku di jerat... tolong....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hana pandangan sinis yang diperoleh gdis itu, karena kini dengan manja tangannya bergayut pad pemuda yang lebih cocok jadi kacung dibanding kekasihnya.&lt;br /&gt;Kembali pemuda itu berbisik lirih di telinga Aura...&lt;br /&gt;'Aku akan membuatmu menjadi sangat hina... rendah... tanpa harga diri...'&lt;br /&gt;Senyum manis merekah di bibir Aura, bagai menerima pujian yang lama dinantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini keduanya sedang menikmati temaram lampu bioskop yang memutar 'asmara dua diana', well tepatnya pemuda kita sedang meresapi nikmatnya mulut Aura yang bagai kehausan menghisap, mengulum dan membiarkan penis pemuda yang bau itu menjelajahi nikmat kerongkongannya yang bagai mengalami dehidrasi dan hanya bisa dipuaskan penis pemuda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemarinya sendiri asyik mengaduk vagianya yang sangat basah itu, g-stringnya sendiri sudah tergeletak entah di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jangan liat... tolong.... jangan pandang aku begitu... aku tak ingin... penis ini menyiksaku... aku tak bisa bernafas...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang kekasih memandang jijik pada keduanya,  dan segera keluar dari ruang gelap itu sambil berbisik sinis. ' Memang pelacur...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidak... aku bukan pelacur... mmmmphhhh, penis ini bau... penuh daki dan apek... tolooooong...aaaarrrggghhh.'&lt;br /&gt;Dan kini dengan rakus Aura menghisap habis sperma yang dimuntahkan sang pemuda bagaikan harta yang tak ternilai harganya, sementara vaginanya sendiri tak hentinya mengeluarkan cairan orgasmis yang sangat dahsayat hingga lenguhannya terdengar oleh seisi bioskop yang dengan senang hati merekam perbuatan mereka dengan cameraphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Matikan... tolong.... matikan.....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malah senyum binal yang keluar .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu lalu mengamit lengan Aura dan membawanya keluar mall, dan kini keduanya melintasi terik Jakarta dengan berjalan kaki seakan sang pemuda berniat membakar tubuh Aura yang berkeringat sangat deras.&lt;br /&gt;Namun gadis itu nampak sangat berbahagia sekan ingin menikmati momment yang sangat indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian menghampiri sebuah gerobak minuman pinggir jalan yang dihuni sekitar lima orang preman yang nampak terkesima melihat seorang pemuda kucal menggandeng seorang wanita sexy.&lt;br /&gt;'Oh shit, jangan... please...' alam sadar Aura terus berteriak mengharap ada keajaiban untuk melepaskannya dari guna-guna ini.&lt;br /&gt;Namun dengan langkah ringan Aura duduk di kursi itu dengan posisi menggoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Wah...wah..wah..., ceweknya nih bang', cetus seorang preman sambil menunjuk Aura dengan bibirnya.&lt;br /&gt;Pemuda itu cuma cengengesan sambil berkata,'dia lonte... dan dia nurut apa yang elo pada minta...'&lt;br /&gt;'Ah becanda nih... mana mungkin cewe cantik gini mau ama kita.. '&lt;br /&gt;'Mau bukti...?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oh tidak... tolong jangan hina aku.... jangan rendahkan aku.....' keluh Aura, yang merasa nasibnya sangat tragis ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eh lonte...' perintah pemuda itu, 'sekarang lu angkat rok, dan duduk ngangkang'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata para preman itu membelalak melihat vagina mulus Aura yang tanpa bulu, serta paha jenjang sang gadis, yang dalam alam sadarnya menangis namun sedikit bersyukur karena posisi duduknya terhalang gerobak hingga vaginanya tak terekspose langsung ke jalan raya.&lt;br /&gt;Namun kini kelima preman dan penjual minuman itu jelas mengharapkan lebih dari sekedar melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gua bisa minta lonte ini ngapain aja?' kata seorang preman dengan nafas berat memburu.&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, 'lonte sekarang lu bua celana nih orang dan lu masukin kontolnya ke pantat sapi lo itu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jangan bergerak... jangan... tidaaaaaaaaak'&lt;br /&gt;Tubuh Aura bergeliat genit meliuk erotis sambil membuka celana sang penjual yang melotot bagai mendapat durian runtuh, lalu Aura melakukan deepthroath pada penis yang nampak kotor itu hingga basah oleh liur lalu dengan santai duduk dipangkuan sang penjual bagai seorang anak manja dan membiarkan anusnya diekspansi penis besar itu.&lt;br /&gt;Desah kepusasn keluar dari mulut keduanya, 'walau...'Aaaaaaaaaahhhh..saaaaakiiiiiiiit....' Alam sadar gadis itu merasakan betapa sakitnya disodomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura mulai mengaduk penis penjual minuman yang nampak kelojotan karena nikmatnya, sementara lima begundal lain mengusap penis mereka dari balik jeans lusuh mereka, tatapan buas tertera dengan jelas.&lt;br /&gt;Setelah sang penjual minuman itu menembakkan spermanya dalam anus Aura, gadis itu bangkit dan melakukan servis terakhir pada penis yang kini juga ternoda dengan darah dan kotorannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam sadar Aura meraung sejadinya karena ia bisa merasakan busuknya kotoran dan amis darah itu, namun fisiknya seakan menganggap kotoran itu sebagai fla yang menghiasi puding. Dan kini pemuda pemelet itu berkata, 'sekarang lu ngerangkak ke belakang pilar itu, lima tuan elo mau ngentot, elo tau.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gerakan erotis Aura merangkak ke balik pilar penyangga jebatan, di sana ia mendapati hamparan kardus bekas dan ia juga melihat gundukan-gundukan kecoklatan sisa pembuangan manusia serta aroma pesing yang menyengat, namun tubuh hampa itu malah tersenyum seakan menemukan peraduan terindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera lima preman tadi ingin merangsek Aura, namun pemuda kita berseru... 'Tunggu sebentar...eh lonte, sekarang angkat kaki lu, dan kencing di tembok itu seperti derajatmu....'&lt;br /&gt;Preman itu bingung sejenak, sebalum akhirnya tertawa memebahana penuh hinaan dan ejekan karena melihat Aura mengangkat pahanya kirinya dan masih dengan keadaan merangkak, mengencingi tembok pilar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segera setelahnya para preman itu menyerbu sang gadis. Kaus longgar dan rok jeans nya tercampak entah di mana, Aura sendiri nampak seakan menanti untuk di kasari.&lt;br /&gt;Jamahan kasar, cupangan, remasan dan gigitan segera memberi warna tambahan pada tubuh bening Aura.&lt;br /&gt;'Ampuuunnn...sakiiitttt...toloooong...tooollloooong...', jerit alam sadar sang gadis yang secara fisik malah menikmati perlakuan kasar dan melecehkan yang dialaminya.&lt;br /&gt;Dengan senang hati gadis itu menjilat anus-anus para begundal hingga bersih, mendeep throath penis-penis mereka, memberikan thai massage, juga tanpa ragu menjilati sekujur tubuh para begundal yang bau itu, terutama pada ketiak mereka yang kini dijilati oleh fisik Aura yang dalam alam sadarnya sudah sangat ingin muntah karena mual yang teramat sangat dari kekotoran yang ia jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kini fisik sang gadis meregangkan pahanya hingga melekat di payudaranya, membuka vaginanya hingga lebar dan meminta untuk segera dihujam oleh penis.&lt;br /&gt;Begundal-begundal itu segera mengabulkan permintaan sang gadis.&lt;br /&gt;Penis demi penis bergantian menyerbu mulut vagina dan anus Aura, yang secara fisik malah mengingkan lebih dan lebih lagi.&lt;br /&gt;Kemudian pemuda pemelet itu berseru, 'Lu pade jangan ngecret di mana-mana, lu kudu semprot memeknya biar dia hamil. Lu mau kan punya anak dari lonte cantik?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'akuuuuur.....' seru para begundal kegirangan sambil dengan sukacita menghujam vagina Aura dengan penis yang berasal dari menyodomi anus gadis itu dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidaaaaaaaaaakkkk....aku tak mau hamiiiiiilllll, jangan hamili akuuuuu....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu senang melihat lelehan sperma yang tak tertampung vagina Aura hingga meluber ke selangkangannya. Lalu pemuda itu menyuruh Aura mengenakan pakainannya yang kini sudah acak-acakan dan bernoda oleh urin dan kotoran, lalu kembali mengajak Aura berjalan kaki meninggalkan para begundal yang bergeletakan karena puas yang tak terbayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kaki keduanya tiba di sebuah tempat yang nyata dari baunya merupakan tempat pembuangan sampah.&lt;br /&gt;'Ampuuuunnnn... apa lagi yang akan aku alami', keluh Aura demi melihat pemuda itu menggiring tubuhnya ke sekumpulan pengemis dan pemulung, yang sekarang menghentikan kegiatan mereka memilah sampah maupun yang sedang duduk bercanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata mereka mendadak jalang demi melihat Aura yang walau tubuhnya kini banyak noda namun tetap memancarkan kesexyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda pemelet itu membisikksn beberapa perintah ke telinga Aura yang mengangguk dan tersenyum genit, lalu mendekati pemulung dan pengemis itu lalu berkata, 'siapa yang pengen ngentot cewe ini?'&lt;br /&gt;Semua tertegun, seakan tak percaya mendengar perkataan itu. Dan mata mereka makin membelalak demi melihat Aura dengan santai mengangkat kaus kumalnya ke atas kepala, lalu mencampakkannya ke gundukan sampah yang sedang dibakar diikuti dengan rok jeansnya yang kini juga ikut hangus menjadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis cantik, sexy, telanjang bulat, penuh dengan bekas pergumulan sexual jelas membuat bahkan yang teralim di antara mereka mendadak menjadi liar dan buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'oh tidak... mereka sangat kotor... itu... ada yang penuh koreng, penuh daki... ada yang pincang... tidak... mereka akan menikmati tubhku, dan itu... aduh... kudis di sekujur tubuh...oooh....tidaaaaak.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kaki jenjang Aura malah mendekati kerumunan itu, dan membiarkan tangan-tangan kasar itu berlomba meremasi tubuhnya, mengaduk vagina dan anusnya dengan jemari dan tangan yang penuh dengan kotoran.&lt;br /&gt;Desah sensual terucap dari mulut gadis itu, yang membuat penikmatnya makin brutal, mereka lalu memaksa Aura berjongkok dan mengoral penis-penis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ampuuuuun, bau.... kotoooor, jijik...' jerit alam sadar gadis itu, demi menyadari lidahnya kini sedang menjilat sebuah penis penuh sisik, penuk kotoran penis dan bau minta ampun milik pengemis kudisan itu. Untuk kemudian menmbersihkan penis dengan koreng yang mengeluarkan nanah milik pemulung yang merasa seakan di sorga karena &lt;br /&gt;menerima deepthroath dari gadis sexy itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seorang pengemis berbaring terlentang untuk kemudian penisnya merasakan jepitan vagina Aura dalam posisi WOT, dan dengan genit Aura meminta anus dan mulutnya untuk segera diisi dan dihujam.&lt;br /&gt;Bahkan bibir sang gadis berseru liar, 'perkosa aku.... kasari aku.... jahanami aku... hamili akuuuuuuu....!'&lt;br /&gt;Dan alam sadar Aura mengutuki nasibnya demi kembali merasa semburan-sembura sperma yang berlomba mengisi rahim, anus dan mulutnya.&lt;br /&gt;Sementara pemuda pemelet itu malah meminta para pemulung memanggil semua teman mereka, hingga makin banyak penis yang merasakan kehangatan lubang-lubang Aura serta jepitan payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pesta orgy itu selesai, tubuh aura bagaikan kantung sperma. Tak ada satu bagian tubuhnya yang masih mulus, selain itu jejak merah maupun ungu hasil remasan, cubitan, bahkan tamparan dan cambukan menghiasi tubuh Aura, yang secara fisik malah tersenyum dan mulutnya tak henti berterima kasih atas perlakuan mereka.&lt;br /&gt;Sementara alam sadar sang gadis hanya bisa terisak tak henti merasakan semua pelecehan dan sisaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari itu masih lagi panjang, pemuda pemelet itu dengan kurang ajarnya  mengambil sebuah karung plastik besar bekas sampah makanan yang sudah bau, membuat tiga lubang di kantung itu, dan menjadikannya 'pakaian' buat Aura, yang segera bersujud dan berterima kasih pada sang pemuda, dan kakinya juga kini di bungkus dua kantung plastik bekas sebagai alas kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keadaan meneydihkan itu Aura dibawa ke daerah lampu merah terpadat yang bisa dijumpai, lalu dengan bisikan singkat kini Aura berjoget dan bernyanyi dengan suara parau, karena tenggorokannya memar, di perempatan ramai itu hingga mengundang banyak perhatian orang yang anehnya tak ada yang iba, justru terhibur oleh tingkah 'wanita&lt;br /&gt;cantik, gila' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam sadar Aura menangis sejadinya melihat dirinya direndahkan seperti itu, dengan kantung plastik yang hanya menutupi sampai batas pinggul, hingga jelas vagianya terekspos, dan bokongnya menjadi tontonan gratis.&lt;br /&gt;Dan bekas persetubuhan yang nampak nyata, membuat semua penontonya makin bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Oooh tidak... jangan lagi.... jangan....' jerit alam sadar Aura ketika ia melihat beberapa orang melompat dari sebuah truk tebuka yang penuh dengan rekan-rekan mereka dan mendekati Aura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Wah, bener, sexy abis.' kata yang seorang&lt;br /&gt;'Iya, kayanya juga gilanya baru, bodynya masih bersih.' kata yang lainnya&lt;br /&gt;'Makanya kita bawa ajah, kita mandiin trus kita jadiin lonte kita di markas kita, lumayankan ngentot gratis'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidak.... tidak.... tidaaaaaaaaak' jerit alam sadar Aura ketika tubuhnya dengan ringan dan riang ikut menaiki truk tanpa paksaan, bahkan lalngsung membuang plastik penutup tubuhnya dan mulai mengoral penis- penghuni truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda pemelet itu melihat dari kejauhan dengan senyum puas, lalu ia membaca sebuah mantra....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truk itu makin menjauhi keramaian kota ketika Aura merasakan pikirannya mulai kembali mengusai dirinya, kini seluruh rasa sakit itu benar-benar dirasakannya, dan keinginan berontak mulai ada, namun terlambat. Truk itu makin menjauh... sementara para penculiknya malah makin beringas dan makin kasar karena rontaan Aura justru memacu birahi mereka, dan kini gadis itu bisa menjerit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidaaaaaaaaaaaaak!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu kembali ke gubugnya yang jauh dari keramaian, dalam rumahnya ia mendapati 'pasien'nya sedang menunggu dalam keadaan telanjang bulat sambil menatap perigi di hadapannya dengan raut penuh kepuasan dan kemenangan.&lt;br /&gt;Pemuda itu terkekeh melihat selangkangan sang 'pasien' yang sangat becek, tanda gadis itu orgasme berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kamu sudah lihat sendiri hasilnya' kata sang pemuda sambil memperhatikan perigi yang menampakkan seisi truk sedang memperkosa Aura dengan brutal sambil masuk ke sebuah gudang besar yang di dalamnya terdapat ratusan orang lagi.&lt;br /&gt;'Iya, mBah' kata gadis itu dengan nada penuh penyerahan.&lt;br /&gt;'Berarti sekarang waktunya kamu membayar,' kata sang pemuda, 'kalau kamu menolak, aku bisa membuat kamu lebih menderita dari sainganmu itu...'&lt;br /&gt;Gadis itu sedikit bergidig, namun memang tak ada niatan dalam dirinya untuk melalaikan janjinya. Maka dengan rasa penuh terima kasih, gadis itu merangkak ke arah sang pemuda dan mulai mengoral penis besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian keduanya bergumul dengan liar, menumpahkan semua nafsu mereka demi meraih puncak orgasmik dengan maksud berbeda, sang pemuda karena nafsu memperoleh kesempatan bersetubuh dengan gadis catik itu selama satu minggu penuh, sementara sang gadis sebagai rasa kepuasan karena saingannya kini telah menjadi onggokan daging penampung sperma. Maka waktu seminggu bukanlah harga yang mahal bagi sang gadis yang telah berjanji menjadi budak sex sang pemuda yang kini asyik menyodominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup, jeritan Aura Kasih bergaung dalam gubug itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... harga yang sama sekali tidak mahal....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;end&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-2853054928689443271?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/2853054928689443271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=2853054928689443271' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2853054928689443271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/2853054928689443271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/06/celebrity-nightmare-aura-kasih-under.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkmOu1v1xUI/AAAAAAAAAFc/_wQN5Xrldc8/s72-c/aura_kasih1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-4157540662862022509</id><published>2009-06-24T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T06:44:30.460-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkItq1Sg2JI/AAAAAAAAAFU/DrzRXHcXrTo/s1600-h/adikachadugem.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkItq1Sg2JI/AAAAAAAAAFU/DrzRXHcXrTo/s320/adikachadugem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350889521152055442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Celebrity Nightmare – Acha : Potret Artis Masa Kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebuah Karya Bersama Pimp Lord &amp; Diny Yusvita.&lt;br /&gt;Original Idea by Diny Y. &lt;br /&gt;Storyline &amp; Opening by Pimp Lord. &lt;br /&gt;Additional Hardcore Scene by Pimp Lord.&lt;br /&gt;Editing &amp; Finishing by Diny Y.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dentuman musik menghentak jantung setiap pengunjung cafe itu. Beat kencang sang DJ terlebih dengan beragam campuran alkohol ataupun psikotropika membuat pengunjung Trance atau Nighters semakin fly high. Kebanyakan pengunjung adalah kumpulan gadis-gadis belia yang masih berusia belasan tahun, mereka dan beberapa temannya tampak menikmati betul suasana itu, dan seperti pada umumnya pengunjung Nightclub, pakaian yang dikenakan benar-benar mengundang birahi, rok yang sangat mini dan sebatang ‘menthol’ pada bibir sensual yang membuat diri semakin merasa seksi dan gaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengunjung Café tersebut adalah para artis, baik itu yang sudah terkenal maupun yang baru naik daun, bahkan beberapa hanya seorang foto model yang berniat mencari om-om produser maupun seorang sutradara, agar bisa menaikkan karir hingga melambung tinggi. Tentu dengan semakin naik dan terkenal namanya, bayaran atas profesionalismenya pun akan semakin berlipat ganda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengunjung lainnya berprofesi sebagai Paparazi, yang kerap kali mencari berita untuk di dramatisir dalam sebuah tabloid atau harian, dengan foto sebagai objeknya. Seperti halnya pria yang  bernama Paimin ini, dia berasal dari kampung. Pekerjaan Paimin sebelumnya adalah fotographer kampung, jadi dengan modal itulah dia nekat untuk mengadu nasib di Jakarta kota Metropolitan ini. Dia punya kenalan di Jakarta ini, teman sekampungnya bekerja di salah satu tabloid yang sudah terkenal, lebih bonafit dibanding perusahaan yang mengolah tabloid tempatnya bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada temannya itu sementara dia menebeng untuk Kost dan belajar mendalami keahlian pekerjaan yang diburunya dan juga disenangi olehnya. Pendalaman keahlian itu tidaklah memakan waktu lama dikarenakan Paimin bisa dikatakan ‘otak encer’, walaupun dari kampung. Oleh temannya ini pula Paimin dimodalkan Kamera mini digital, pemilik tabloid hanya cukup membayar Paimin dari hasil jepretan, memberikan uang saku untuk keperluan di luar serba-serbi, uang transport juga uang makan, tetapi tidak gaji tetap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman Paimin ini bernama Asep, orangnya kurus tinggi jangkung. Dia lebih dahulu melancong ke Jakarta dari Cirebon, mencoba mencari-cari pekerjaan, menetap dan mapan lebih dahulu dari Paimin. Di kampungnya dulu, Asep seringkali mendapat hinaan dengan dilempari batu karena tubuhnya yang kurus seperti lidi itu dan dilengkapi dengan wajah buruk rupa, tak jauh dari Paimin sebenarnya, sehingga sering diledeki dengan julukan ‘tengkorak hidup’. Paimin sering kali membelanya, maka dari itu Asep merasa berhutang budi pada Paimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Asep kurus dan wajahnya kampung, tetapi dia berbakat dalam hal fotographi. Semua hal yang difotonya menjadi bagus, karena bakat dalam cara pengambilan foto. Seperti foto-foto contoh makanan yang terdapat dijalan, seringkali terlihat enak, besar juga banyak. Padahal sewaktu kita cicipi tidaklah demikian. Jadi Asep juga dulu mantan Fotographer kampung, ketika dia lebih dulu pergi ke Jakarta, dia mewariskan pekerjaan itu pada Paimin, itupun Paimin tak puas. Menurutnya jika ingin kaya memang harus merantau dan mencari pekerjaan di Jakarta seperti Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin masih teringat ketika redakturnya mulai berteriak dan marah-marah seperti orang kebakaran jenggot, memberikan komando kilat ketika deadline sudah mendekat. Paimin sedikit shock, karena dia baru saja bekerja untuk tabloid gosip itu, untung saja Paimin orang yang cepat beradaptasi, karyawan sebelumnya mengundurkan diri tanpa mau mengajarkan sedikit-sedikit karena mendapat tawaran yang lebih baik lagi, dan resign dalam waktu yang sangat singkat. Sedangkan Asep temannya tak bisa selalu mengajarkan dirinya, karena berada dalam wadah atau tempat kerja yang berbeda. Paimin memang beruntung ketika itu, karena Asep teman sekampungnya itu kenal dengan salah satu orang dalam, sehingga dia bisa mendapatkan posisi tersebut, walaupun bayaran yang didapatnya kurang sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat pekerjaan ini barulah Paimin mandiri, dia sewa Kost dekat kantornya itu, agar tidak ada biaya ongkos yang dewasa ini melonjak tinggi. Sekarang, di Café inilah Paimin sedang mencari-cari sasaran. Sambil menggaruk-garuk kepala karena uang sakunya habis dipakai menyogok security di pintu masuk tadi, itupun dia sebisa mungkin berdandan tidak seperti reporter pencari gossip. Mata Paimin liar mencari-cari sasaran, mengabadikan beberapa tubuh sexy dengan kamera digitalnya yang mini, dan pada akhirnya pandangan Paimin tertumbuk pada seorang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis jelas berusaha mengeluarkan sex appeal terbaiknya, mencoba menarik banyak perhatian pria untuk memandangnya, namun sungguh sangat disayang, dengan pengaruh alkohol yang terkandung di dalam tubuhnya, gadis itu jelas-jelas kurang memperhatikan ‘letak’ pakaiannya yang terlalu berlebihan, segelas vodka on rock yang membasahi tenggorokannya itu juga membuatnya serasa bagai artis terkenal seperti yang berada di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis malah melempar senyum pada seseorang dengan slim digicamnya, sang gadis berwajah imut itu malah bangga dan bergaya pada orang yang mengabadikannya, padahal sang gadis kini sedang dalam posisi sedikit mengangkang, sebatang menthol terlepit di jari lentiknya dan underwear hitam ter-expose jelas karena roknya terlalu mini. Tiba-tiba seorang gadis cantik berumur belasan seperti dirinya berdandan menor menghampirinya dengan tergesa-gesa, wajahnya sudah sering terlihat di beberapa sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cha..cha…tuh Om Sutanto..!!”kata temannya yang sedang naik daun, ketika itu tingkat ketenaran sang gadis masih berada di bawah temannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata sang gadis langsung saja mengarah pada sosok seorang pria dewasa berperut buncit layaknya om-om. Dia mengacuhkan pria yang baru saja mengabadikan pose nakalnya, si gadis benar-benar lugu, kenakalan disebabkan karena pergaulan dan ingin tenar saja. Dia tidak memikirkan efek dari dandanan nakalnya, dimana sang gadis sebenarnya dikenal sebagai gadis alim dan baik-baik oleh keluarga dan juga teman-temannya di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om-om yang dimaksud dua gadis itu tampak banyak disapa semua pengunjung disitu, baik itu pria maupun wanita, semua berusaha ‘menjilatnya’, agar bisa main sinetron ataupun layar lebar Indonesia yang dipertanyakan mutunya itu. Karena takut didahului yang lain, maka teman sang gadis itu menarik tangannya agar dekat dengan si Om.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om Sutanto…”sapa teman sang gadis pada si Om.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeehh…Cacha…wah…lagi disini juga toh..?!”tanya si Om sok ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyaa…sama temen-temen sih“jawab gadis yang bernama Cacha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh…film yang kamu bintangin kemaren, ratingnya bagus loh…selamat yah !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Om…makasih juga, kan berkat Om Sutanto hihihi”tawa teman si gadis tersenyum manis. Sang gadis yang berada di sebelahnya masih kikuk namun ikut tersenyum juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha…bisaaa aja kamu !”balas si Om sambil mencubit pipi Cacha yang mulus menggemaskan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He he he…o iya Om..inii..Cacha mau kenalin temen…dia foto model majalah G****, tapi karirnya mentok gitu deh…kasian padahal cantik kan ?!”kata teman sang gadis yang seperti germo saja, mempromosikan barang baru. Si Om langsung melempar pandangan ke arah si gadis, walaupun dari tadi dia sudah tahu ada gadis cantik disebelahnya, hanya saja si Om tentunya ‘Jaim’. Sang gadis memberanikan diri menegarkan hati, karena si Om menatap tajam ke arahnya dari ujung kaki sampai ujung rambut hitam panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah wah…punya bakat nih…”kata si Om, otaknya yang ngeres itu langsung mode on. Padahal belum jelas bakat apa yang dimaksud, bakat enak digarap di ranjang iya betul, tetapi bakat acting di perfilm-an belum tentu. Sang gadis jelas belum memperlihatkan kemampuan acting padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya kan…”kata teman si gadis yang bangga, karena tidak salah membawa barang baru ‘selera’ si Om.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa namanya…??”tanya si Om mengajaknya berjabat tangan berkenalan mendahului si gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mm…Je..Jelita…Jelita Septriasa !!”sang gadis pun menyambut perkenalan begitu senangnya. Yaph, itulah namanya, Jelita Septriasa atau kerap di panggil Acha saat ini. Acha pun langsung membayangkan dirinya akan bermain Film dan banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun larut dalam perbincangan yang semakin akrab, mencari lokasi tempat duduk yang lebih privacy, tertawa-tawa dan minum bersama, tak sadar ada dua buah mata terus mengintai dengan slim digicamnya. Paimin terus mengabadikan kegiatan mereka, entah kenapa ia merasa kalau suatu saat gadis ini akan menjadi besar nantinya. Tentu dengan dekatnya seseorang dengan si Om produser tersebut, sebuah ketenaran sudah di tangan. Paimin mencoba mendekat dengan gerakan yang sebisa mungkin tidak mencurigakan, dia mencuri-curi dengar pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama si Om dan Acha pun tampak bangkit seperti hendak pamit pada Cacha yang mempertemukan mereka, Cacha dan Acha bertemu pipi serta melambaikan tangan. Si Om produser pun juga tampak berpamitan dengan beberapa relasinya di Café tersebut dengan Acha di sampingnya. Banyak yang terlihat iri terhadap Acha saat itu. Paimin mengabadikan kejadian itu sebisanya, dan meneruskan perburuan photonya terhadap model dan artis lainnya yang ada disitu. Setelah itu pulang ke kostnya setelah merasa cukup mendapatkan bahan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Kost-kostan #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin beristirahat menghela nafas sejenak, dia baru saja sampai disitu sekitar jam 3 pagi, memindahkan foto-foto hasil surfingnya di café ke computer. Agar file aman, Paimin membuat Back Up di CD atas file-file tersebut. Setelah itu baru dia melihat semua hasilnya, redaktur tabloid memintanya untuk mendapatkan foto Cacha teman Acha, karena sedang hot-hotnya dan pasti laris jika dijadikan bahan gosip. Tetapi diantara semua foto, Paimin malah terpaut pada sebuah foto Acha yang menantang dan mengundang gairahnya. Ya, foto itu adalah fotonya yang sedang duduk tanpa mengindahkan roknya yang terlalu pendek, ditambah sebatang menthol ciri khas ‘gadis extravaganza’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin terlihat lebih antusias dan lebih bernafsu pada foto Acha itu, menurutnya gadis cantik seperti Cacha dengan dandanan seronok itu lusinan, tetapi yang seperti Acha ini masih bisa dibilang langka, saat itu memang Acha masih terlihat seperti gadis yang baru terpengaruh pergaulan, namun belum masuk ke dunia artis sesungguhnya yang hancur itu. Wajah Acha masih lugu sekali, sampai-sampai Paimin sayang jika foto itu juga jatuh ke tangan redaksi walaupun ditukar dengan uang. Paimin terobsesi pada Acha !! Paimin memutuskan untuk menyimpan beberapa foto yang terdapat Acha berposisi mengundang gosip, dia menggunakan foto Acha yang seperti itu hanya untuk bahan Onani saja, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Di sebuah Apartemen mewah di selatan Jakarta #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Sutanto sedang meresapi nikmatnya mulut dan tenggorokan Acha, yang dengan ahli mendeepthroath penis si Om, lidahnya lembut menggelitik serta meremas pelan buah zakar itu. Kemudian Om Sutanto menjambak Acha dan melemparkannya ke lantai kamar itu, rupanya produser itu sudah bosan dengan seks konvensional, seks sang produser itu cenderung kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangkangkan kaki Acha yang mulus itu lebar-lebar dan, “Hiiiihh !!”geramnya. Zreeekh !! penis Om Sutanto langsung mendobrak paksa masuk ke vagina Acha tanpa merangsang Acha terlebih dahulu. Sehingga penis itu meluncur di vagina Acha tanpa lendir pelumas. Acha berteriak, persetubuhan ini sebenarnya lebih menjurus ke perkosaan dan sadisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remasan di payudara, jambakan di rambut, gigitan di leher dan tamparan di pipi, semua silih berganti diterima tubuh Acha. Namun Acha yang ingin sekali ketenaran dan banyak uang mencoba bertahan, sebagaimana artis-artis lainnya yang pernah digarap Om Sutanto, harus menerima derita seperti ini olehnya dan beberapa rekan Pejabat yang juga menaruh ‘minat’ pada artis, baik itu artis lama maupun artis pendatang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Pada saat yang sama, di lokasi yang berbeda #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siaaal…siaall…siaaa…Aaakh…Aakh…Ooohh”desah pria tersebut, dia adalah Paimin yang sedang onani di kamar kost-kostannya sambil memandangi foto Acha yang seronok itu di komputernya. Paimin tak sempat menyelesaikan kalimatnya, sekarang tangannya sudah lengket belepotan sperma yang ditumpahkannya, hal itu bersamaan dengan masuknya sperma Om Sutanto yang ejakulasi dan memuntahkan sperma dalam rahim Acha di apartemennya. Bagi Paimin, malam itu sudah usai, dia melampiaskan nafsu cukup dengan onani dari foto Acha akibat obsesi yang begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi Acha, malam ini hanya sebuah permulaan, Om Sutanto mendekati dengan sebuah strap leher lengkap dengan rantainya. Yaph, Acha akan menjadi budak seks Om Sutanto setiap hari, baik itu hari libur maupun pulang sekolah karena saat itu Acha masih SMU. Acha akan menjadi budak seks sampai Om Sutanto bosan dan menemukan ‘barang baru’ untuk disalurkan menjadi artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om..jangan Om…Acha mau diapain ?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lhoo…kan kamu mau jadi artis kan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I.iya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa kalo kamu mau jadi artis..kamu musti jadi piaraan Om dulu…Cacha sama artis lain dulu juga begini…enak aja mau langsung main film ! engga ada yang gratis Non di dunia ! harus berjuang mati-matian ! penuh pengorbanan !!”doktrin Om Sutanto tegas. Acha diam seribu bahasa, kata-kata Om Sutanto ada benarnya juga, perjalanan hidup tidaklah mudah, apalagi ketenaran dan banyak uang, tentu ada ‘Harganya’ untuk ditukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Naah..jadi Om tanya lagi, terserah…kalo Acha mau pulang Om engga melarang, tetapi selamat tinggal ketenaran dan mandi uang…gimana ?!”kata Om menakut-nakuti Acha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tahu betul gadis macam Acha ini ingin sekali tenar, kenal banyak artis ganteng, banyak uang dan naik kendaraan roda empat. Acha bimbang, tetapi bayang-bayang ketenaran dan mandi uang lebih menggodanya. Om Sutanto yang melihat Acha tak bereaksi, langsung memasang strap leher berantai yang segera menjadi hiasan leher Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kasar-kasar ya Om…pliss ?!”pinta Acha, dia tidak mengatakan jangan, hanya meminta belas kasihan dengan sebuah siksaan yang lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lhoo…terserah Om dong ehehehe”&lt;br /&gt;Om Sutanto berlalu sesaat mengambil sesuatu dan mendekatinya lagi dengan cambuk dan penis yang terbungkus kondom bergerigi. Om Sutanto memegang rantai dari strap itu agar Acha tidak bisa lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan Om ampuun…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lhoo…sinetron itu kan adegannya cuma nangis aja, nah biar engga susah…Om mau bikin kamu terbiasa…kaya artis-artis yang udah ngetop, biar kamu menjiwai aktingnya hihihi !!”terang Om Sutanto sambl menyeringai mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak sekarang…cuma mau ngetop bersedia jadi pelacur hina..Hiiihh !!”geram Om Sutanto melayangkan lecutan cambuknya. Berikutnya terdengarlah lengkingan Acha yang penuh derita, Acha yang tadinya pamit dengan orang tua untuk menginap dan bersenang-senang dengan teman-temannya, pada kenyataannya malah menyiksa diri untuk sebuah ketenaran dan banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Sutanto lalu memaksa Acha bersila, kemudian menarik rantai strap itu hingga posisi Acha menekuk lalu mengkat erat kedua pergelangan kaki Acha dalam posisi bersila itu dengan rantai itu. Acha menjerit-jerit kesakitan, namun siapa yang akan mendengar? Lalu Om Sutanto mengambil tambang plastik, menekuk tangan gadis itu dan mengikat tangan Acha di belakang punggungnya, lalu menjambak rambut Acha hingga gadis itu meringis, kemudian pria tambun itu mengikat ujung tambang yang lain  ke rambut Acha yang dijambak hingga posisi kepala gadis malang itu mendongak dan mulutnya membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tambun itu tertawa puas melihat Acha sekarang bagai hewan buruan yang tertangkap, pasrah untuk dibantai. Lalu dengan kejam pria itu menendang Acha hingga terjengkang, Om Sutanto tertawa terbahak melihat vagina dan anus gadis itu yang mencuat menantang, dan melihat liur yang mengalir dari bibir sang gadis yang tak bisa menutup rahangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha meraung sebisanya ketika penis dengan kondom duri itu merangsek vaginanya dengan brutal.&lt;br /&gt;Dengan suara menjijikkan Om Sutato berkata ‘Om Cuma mau basahin kondom ini, saying…. Sekarang partai utamanya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Acha sama sekali tak bisa bersuara karena sakit yang dideritanya. Anusnya jelas berdarah, dan gesekan kondom duri itu benar-benar menyakiti seluruh syaraf di tubuh gadis malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa keji Om Sutanto mengiringi penderitaan Acha… bagi gadis itu, malam masih lagi jauh dari usai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Nasib baik #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari ketika masuk pagi ke kantor tabloidnya, Paimin menyerahkan foto-foto hasil jepretannya. Redaktur tampak cukup puas dengan pekerjaan Paimin, ada beberapa foto Cacha bersama dengan Acha, tetapi tampaknya tidak menjadi perhatian khusus para redaksi. Mereka malah focus pada foto Cacha yang berduaan dengan artis senior pria, ataupun ketika berbicara dengan Produser-produser atau Sutradara terkenal. Perusahaan tabloid Paimin memberikan bonus lumayan padanya walaupun tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya dia menerima perintah yang sama dengan artis yang berbeda, Paimin sudah terbiasa dan tahu harus apa yang dilakukan dan harus bagaimana dalam pekerjaannya. Dia berkeliling kota dan ‘nongkrong’ di tempat yang kira-kira banyak artis untuk mengumpulkan bahan, dan bos Paimin pun puas dengan hasil kerja Paimin. Lama kelamaan Paimin semakin besar menerima hasil bonus, dan berhasil menabung hingga bisa membeli sepeda motor, walaupun butut dan tua, setidaknya senada dengan wajahnya yang jauh dari tampan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Nasib buruk #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Paimin sedang senang-senangnya karena mendapat banyak hasil jepretan yang diluar biasanya, membayangkan bonus yang akan di dapatnya. Paimin melaju dari lokasi terakhir perburuan dan hendak kembali ke kantor untuk membuat tagihan jasa atas foto-fotonya, namun dari kejauhan dia melihat api menjulang tinggi, asap mengepul dan suara sirine meramaikan. Bayak orang berkumpul dan berlarian mengambil air tertampung ember untuk mencoba membantu memadamkan, mobil pemadam kebakaran sedang sibuk bekerja keras agar kebakaran tidak merembet, Paimin terkejut !! Ia menyaksikan kantor tabloidnya terbakar dilalap si jago merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rumor persaingan bisnis, tetapi entahlah…tidak ada yang tahu menahu penyebabnya. Memang tidak ada korban nyawa pada peristiwa kebakaran itu, semua terselamatkan, tetapi tempat bekerja, piranti computer, data-data maupun alat-alat lain untuk bekerja, semuanya dimakan api. Paimin sempat melihat atasan-atasannya menangis karena kehilangan bisnis untuk mengeruk uang dari hasil gosip, begitu juga teman-temannya, walaupun jabatannya rendah dan bergaji UMR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Siaall…!!), keluh Paimin kesal. Apes sekali nasib Paimin ini, baru saja dia mendapatkan pekerjaannya tak lama, dan baru saja bekerja beberapa bulan, tetapi harus menelan kenyataan dengan kembali menjadi seorang pengangguran. Paimin kembali ke kostnya berniat melampiaskan masalah dengan Onani pada foto Acha di komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZZztt…!! LOG IN…ENTER USER NAME AND PASSWORD !! &lt;br /&gt;SUCCESS, PLEASE WAIT…! Klik…!! Klik..!! Paimin hendak masuk ke foldernya dan, &lt;br /&gt;READING ERROR !! FILE BROKEN…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bangke…sialan nih Virus…!!),kata Paimin kesal dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Braaakk !! Braaakk !! “Komputer sialaan…Virus bangsaat !! Anjing !!”omel Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah penderitaan Paimin, baru saja hendak melampiaskan ketidak beruntungan nasibnya dalam pekerjaan pada Onani, tetapi gagal pula. Sudah jatuh tertimpa tangga namanya, Paimin lupa bahwa dia sudah membuat Back Up datanya di CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Ke-esokan hari, di kostan #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Paimin termenung memikirkan nasibnya, dia menjadi pemarah dan seperti orang sinting karena Stress berat. Dia jadi sering mabuk dengan meminum minuman memabukkan yang murahan, tentu dia bingung harus bagaimana. Kemarin saja dia beruntung karena ada kandidat yang mengundurkan diri tiba-tiba. Tentu keberuntungan tidak selalu hadir setiap saat, bisa dikatakan jarang untuk orang sepertinya. Paimin sudah mencoba beberapa kali untuk melamar ke beberapa tempat, tetapi nihil karena memang belum ada lowongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa temannya ada yang sudah mendapat pekerjaan tetapi tetap tidak dapat membantunya, begitu pula teman sekampungnya Asep. Dia mencoba menghubungi nomor HP-nya, tetapi sering tidak aktif, otomatis SMS tidak masuk dan tidak terbalas. Paimin Stress, wajah buruk rupanya yang berkulit hitam itu semakin menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai putus asa dengan hidupnya, dia berpikir keras bagaimana dia membayar uang kost ?? haruskah dia menjual sepeda motor bututnya yang harganya tak seberapa itu ?? haruskah dia kembali ke kampungnya ?? bisa-bisa ditertawakan dia. Paimin memang punya sedikit tabungan dari hasil bonusnya, tetapi tidaklah bisa menampung segalanya selamanya, kebutuhan pokok sangatlah mahal dewasa ini. Paimin menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, dia bingung dan pusing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin menyalakan Tv untuk menghibur diri…, Zzzztt !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pemirsa…per Film-an Indonesia rupanya telah mendapatkan artis pendatang baru yang berbakat…!!), suara Reporter Tv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jelita…atau panggilan akrabnya Acha…bagaimana kesan anda ketika membintangi film pertama anda…??), tanya suara Reporter Tv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Waaahh…seru abis !! deg-degan and bangga banget !! seru pokoknya !!), jawab suara gadis ABG itu yang baru saja menjadi artis terkenal bernama Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gadis itu...!!), mata Paimin tertuju pada acara Tv itu, dia tak percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gilaaa…udah ngetop aja nih cewe…!!), dalam hati Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang menjadi obsesi seksnya itu, sekarang telah menjadi artis. Paimin kemudian teringat dengan hasil jepretan yang selalu digunakan olehnya sebagai bahan onani sudah di Back Up-nya di CD, dia mengobrak-abrik kamar kostnya dengan penuh emosi, dia lupa menaruh dimana, saking kesalnya dia membalikkan meja yang biasa untuk menaruh tabloid tempat kerjanya hingga menimbulkan suara gaduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubraaaggkk !! Bruggk…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi…Oiii !! Apaan tuh !!,omel suara itu sedikit serak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tap ! Tap ! Tap !!, orang tadi menaiki tangga. Tok !! tok !! tok !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Miin…suara paan tuh ?? jangan berisik dong !! gua tahu elo Stress !! tapi jangan rusakin barang gue yang ada disitu…kalo barang lo sih terserah !!”, tegas Bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Naaah…ketemu asik !!), Paimin tampak senang karena berhasil menemukannya. Diapun berlalu menuju pintu. Cekleek !! Kreeett...!!, pintu terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Pak Andang berisik…saya lagi nyari barang penting Pak Maaf !!”kata Paimin tak enak hati, melihat wajah pemilik Kost itu marah dan sangar walaupun berumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya nyari barang silahkan…tapi jangan berisik ampe kedengeran ke bawah gitu !!”kata Pak Andang yang terganggu tiduran santainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Pak Andang…saya enggak berisik lagi deh..Maaf ya Pak sekali lagi !!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah…nyari apa sih kamu Min, sampe gaduh gitu ?!”tanyanya iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo…ini Pak, CD Musik…ya udah Maaf ya Pak, permisi !!”kata Paimin menunjukkan CD itu sebentar tak ingin si tua itu tahu terlalu banyak, lalu berniat menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo CD musik doing toh…ampe rebut banget, ya udah jangan berisik lagi ya !!”tegas Pak Andang sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Pak permisi…”Paimin pun menutup pintu, dan Pak Andang berlalu ke bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aaah, rupanya nasib mempertemukan kita kembali sayang hak hak hak) gumam Paimin dalam hatinya dan tertawa cekikikan sendiri seperti orang gila, tanpa terasa penisnya kembali keras mengacung, kini dia sudah mengetahui nama gadis itu. Akhirnya keberuntungan pun berpihak padanya. Paimin mendapatkan sebuah ide dan menyeringai jahat, tahu apa yang harus dikerjakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin kembali mencoba untuk menghubungi Asep melalui telepon di kost-kostannya, tetapi tidak ada yang mengangkat juga. Paimin berpikir untuk langsung mendatangi kostnya saja. Tetapi sebelumnya dia pergi ke toko komputer untuk memperbaiki komputernya yang rusak, setelah mempretelinya dia pun berangkat dengan sepeda motor bututnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Rental komputer #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin memijakkan kakinya di sebuah rental ketik computer tak jauh dari tempat kost-annya itu, kebetulan disitu juga melayani perbaikan hardware, bongkar pasang, rakit maupun penginstalan software. Tempat itu tidaklah besar, tetapi juga memiliki usaha sampingan seperti Voucher Pulsa Handphone dan Alat Bantu Sex disampingnya yang tersekat pisah. Penjaga sekaligus pemiliknya yang bermulut tebal dengan bergigi sedikit maju menghampiri Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm...Bang permisi, ini rental komputer ya ?!tanya Paimin berbasa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyalah Mas…masa iya warung remang-remang hehehe “jawab si Abang berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehe…bisa aja si Abang, bisa perbaikin HardDisk saya ga??”tanya Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tergantung kerusakan..perbaikin gimana mas maksudnya ? error gitu gak mau ngeload ya ?”tanya si tukang rental itu balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo…begini…file-file saya engga bisa kebuka gitu..tulisannya si broken, kayanya sih kena virus, tolong diback up aja data saya yang masih bisa terselamatkan di Hard Disk ini, terus format aja dan pasangin anti virus !!”terang Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah…susah juga nih masalah nyelametin data yang kena virus…gak janji yah Mas…saya coba dulu, tinggalin aja gak usah kasih DP, nti aja kalo emang saya nyerah paling cuma ongkos periksa aja ceban !”kata si tukang rental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin sebenarnya sedikit keberatan, dia ingin melihatnya langsung proses itu, jadi waktu bisa terbuka bisa langsung di-Cut ke Flash Disk tanpa diketahui olehnya File apa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engg…ga bisa saya liat ya Mas prosesnya…soalnya data perusahaan…emm rahasia gitu deh !”kata Paimin sedikit tak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah…saya engga bisa Mas kalo kerja diliatin gitu, lagi juga ini udah malem saya mau tutup..kalo Mas mau buru-buru cari rental lain aja deh !!”kata si bibir maju sewot karena dicurigai. (File apaan sih…paling-paling gambar porno !!”, keluh tukang rental dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan gitu Mas aduh…ya udah saya tinggal deh kalo gitu, kapan rampung ?!”tanya Paimin karena ingin melanjutkan perjalanan ke kost Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tinggalin aja alamat sama no. telp rumah, atau HP kalo ada malah lebih bagus !”. &lt;br /&gt;Paimin yang tak mau ribut-ribut lagi tak enak langsung menulis Alamat dan No. HP, lalu kembali mengendarai motor bututnya dan pergi ke Kost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Kost-an Asep #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi…Sep…apa kabar fren ?!tanya Paimin lantang sok akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woy…elu Min hehehe kemana aja lu gak pernah maen lagi ??”sahut Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaah…lu tau pan tempat kerja gue kebakaran dan gue jadi pengangguran gitu!”katanya dengan nada sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya gue tahu..gue liat beritanya…cuma gue kan tau elu…pasti ngamuk-ngamuk gitu deh kaya orang gila ehehe makanya gue sengaja jaga jarak dulu…takut hihihi !!”ledek Asep. Paimin memang terkenal galak, nekat dan pemberani di kampung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehehe sialan lu…pantes aja gue telp ke HP ga diangkat-angkat”sahut Paimin tertawa ringan disambut tawa Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, omong-omong gak ada lowongan di tempat lo…ato dimana gitu ??”sambung Paimin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah..belum ada tuh Min…ntar deh ya kalo ada…!!”jawab Asep sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pssstt…Sep !! gini…gw sebenernya ada perlu nih sama lo…rahasia banget !!”tolong gw ya !!”bisik Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh bantu apaan…jangan yang illegal aja”jawab Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah elo…ya udah..gini, lo tolong print-in gambar ini deh  buat gw !!”kata Paimin seraya mengeluarkan sesuatu berbentuk CD dan memberikannya ke Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apaan nih…lo mao ngeprint gambar bokep di CD ini buat dijualin..??”tanya Asep menerima CD itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan…udah Load aja dulu ke DVD ROM lo !!”suruh Paimin. Asep pun memasukkan CD itu dan, “Anjriiiiitt…!!”gelo lu Min !! ini kan si Acha artis ABG fav gue..!! dapet dari mana lu ?!”tanya Asep antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hihihi…gue...siapa dulu..!”bangga Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gilaa…walah, ada yang pake rok mini gini lagi !! di Tv Innocent banget nih cewe !”kata Asep antusias. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu dia maksud gua…ini foto mau gua minta tolong lu print-in buat gua !”terang Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah..jangan-jangan lo buat meres lagi yak ?!”tanya Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya gitu deh hehehe gimana lo mau ikutan gak ?!”ajak Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, gak ngikut deh Min, gue gak mao urusan polisi…udah punya kerjaan tetep !!” tegas Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alaah..banci lu !! ya udah deh gue aja sini, tolong print-in beberapa lembar ya !!”sahut Paimin tak keberatan teman sekampungnya itu tidak ikutan acaranya. Asep pun melakukan apa yang disuruh Paimin karena tak enak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nih…lu kalo ada apa-apa jangan bawa-bawa nama gua lu yak !!”kata Asep sedikit takut, sambil mengeluarkan CD dan mengembalikannya ke Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya bawel…takut amat lu jadi orang ! btw thanks ya print-an gratisnya hehehe yo gua cabut dulu fren !!”kata Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walah sialan lu..kesini perlu itu doang hehehe, Ok deh…Min, c u ya !”sahut Asep, setelahnya dia hanya menggelengkan kepala atas apa yang akan dilakukan teman sekampungnya pada artis pendatang baru itu nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin keluar dari kostan Asep dengan rasa senang, dia kembali mengemudikan sepeda motor bututnya ke kost-kostannya untuk istirahat sebentar dan makan malam, setelahnya dia keluar menuju suatu tempat yang dirasanya akan ada Acha disana. Tetapi na’as, dia lupa mengunci pintu kamarnya karena terlalu bernafsu ingin bertemu Acha dan memerasnya habis-habisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang bertubuh gempal memasuki kamarnya, dia adalah Pak Andang Bapak pemilik kost Paimin. Tadinya dia hanya ingin meminjam CD lagu Paimin, karena di kost itu Paimin yang paling ramai kamarnya dengan musik atau full music. Bapak itu mencari-cari dan, dia melihat bungkus CD yang pernah ditunjukkan Paimin sekilas waktu itu. Dia meraihnya karena dia pikir isinya toh sama lagu. Pak Andang pun memasukkannya ke DVD Player dan ternyata malah file extension JPG atau gambar yang terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Waah…i.ini kan artis ngetop…kok bisa ?), tanya Pak Andang dalam hati. Dia buru-buru mematikannya, mengganti isinya dengan CD lain dan kembali menaruh barang itu ke tempat semula, si Bapak senang karena bisa melihat pemandangan. Sementara di tempat lain, ada pria bermulut maju sedang mengotak-atik isi Hard Disk Paimin. Dia sudah curiga bahwa isinya berbau hal mesum, diapun sama senangnya dengan Bapak pemilik kostan. Mereka berdua mengembangkan senyuman jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Café tempat Paimin melihat Acha pertama kali #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siaall…sial banget gue !!”, gerutu Paimin.&lt;br /&gt;Sudah beberapa kali dia datang ke Café itu, dengan harapan bisa menemui gadis itu dan memerasnya, namun percuma. Bartender di sana bilang kalau gadis itu sudah tak pernah lagi main ke cafe itu, mungkin sudah dapat tempat hang out yang baru. Persediaan uang di kantongnya menipis dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Benarkah dia tidak pernah ke Club malam ini lagi ?), tanya Paimin dalam hati. Paimin berpikir, tampaknya dia harus mencari alamatnya dan menyaru sebagai reporter untuk mewawancarainya, mencari alamat Acha tentunya masih bisa dibilang mudah, karena koneksi Paimin yang masih terjalin hangat dengan beberapa temannya, mempunyai jaringan yang cukup luas, untuk sekedar mencari info alamat seorang artis itu mudah saja. Akhirnya Paimin pun mendapatkan alamat rumah Acha dengan usaha menghubungi teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# Kediaman Acha di Jakarta #&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrrmm…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya..ya..kiri dikit..bales kanan…cukup !!”suruh suara itu yang tak lain Ibunda Acha.&lt;br /&gt;Acha keluar dari mobil yang dikendarainya, ketika itu saudaranya Juwita Septriasa tidak ada di tempat, pembantunya juga sedang ke pasar, hanya ada Acha dan Sang Ibunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cha..Acha…Mamah duluan yah ngantuk nih…!”kata Sang Bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok Mah…aku juga kedalem nih abis nutup garasi !!”katanya sambil mengetik SMS. Ibu Acha pun langsung berlalu ke kamarnya meninggalkan Acha di garasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Non Acha…maaf Non..boleh saya ganggu sebentar..!!”kata seorang Pria berperawakan bengis, berkulit hitam dan bertubuh kurus itu. Acha tertegun, entah kapan Pria ini sudah ada di dekatnya. Kalau boleh jujur Acha sebenarnya sedikit takut dengan sosok pria misterius yang muncul tiba-tiba itu. Mata Acha pun merujuk ke arah Name Tag yang menggantung di leher hitamnya, dimana Acha berpikir pria ini salah satu Wartawan. Hati Acha pun senang bukan main, hal yang lumrah dirasakan oleh artis baru bangga karena terkenal. Padahal pria ini adalah Paimin yang bermaksud buruk dan mesum terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm..siapa yah ??”tanya Acha sambil tersenyum semanis mungkin ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkenalkan…nama saya Paimin…dari tabloid P******!! bermaksud mewawancarai Non Acha sebentar jika tidak mengganggu..”kata Paimin sok ramah. Acha sempat berpikir bahwa dia tidak pernah dengar nama tabloid ini, Acha tidak mengikuti berita bahwa perusahaan yang memproduksi tabloid itu sudah terbakar habis, karena saat itu Acha dalam tahap ‘penggojlogan’ Om Sutanto untuk menjadi artis. Tapi satu hal yang pasti, pada saat ini perasaan Acha sedang melambung tinggi, senang dan tak peduli siapa..maupun tabloid mana yang akan mewawancarainya. Asalkan wajahnya bisa terpampang di tabloid dan membuat namanya semakin tenar dan berkibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh..tidak tidak…silahkan duduk...maaf kalau berantakan !!”sambut Acha ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rumah lo rapih kok…paling Memek lo ntar yang gue bikin acak-acakan hihihi !),tawa Paimin mesum dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah…ini sih rapih Non…bagus rumahnya !!”pujinya, lain dengan kata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahahaha..bisa aja Mas Paimin ini !”sahut Acha seraya tertawa renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi…ada hal apa yang mau ditanyakan mengenai saya ?”kata Acha serasa artis besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin langsung menyeringai mesum ke arahnya, Acha sempat merasakan perasaan tidak enak melihat ekspresi wajah Paimin yang tiba-tiba berubah 180 derajat itu. Paimin mengeluarkan sesuatu dari tas buluknya, yang rupanya beberapa foto dirinya. Acha langsung terkejut, mimik wajahnya yang tadi tenang dan manis berubah juga 180 derajat, gadis itu serasa tersambar petir di siang bolong saja, yang jelas-jelas saat itu tidak hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak…apa-apaan ini…Bapak dapat ini dari mana…Haah ?!”tanya Acha panik dan kalut.&lt;br /&gt;Jantungnya langsung berdegup kencang, mata jelitanya serasa ingin meneteskan air mata. Baru saja namanya naik daun, masa harus jatuh dan hancur gara-gara sebuah foto berpose nakal di sebuah Café, mana ada fotonya juga bersama Om Sutanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooh..begini Non, waktu itu saya kebetulan lagi nyari-nyari bahan buat tabloid, lagi nyari artis buat di foto, pas kebetulan ada Non Acha saya lihat lagi ngerokok di pojokkan pake rok mini lagi ehehe iseng aja sih waktu itu, ‘gak nyangka foto ini bakalan berguna suatu hari gitu hihihi"jawab Paimin sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bodoh…bodoh sekali aku ! kenapa, kenapa aku begitu ceroboh membiarkan orang asing mengabadikan aku sembarangan, dengan dandanan seperti ini…aku kira orang ini hanya iseng saja waktu itu !!), pikir Acha dalam hati. Pikirannya kalut sekali, dia bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Baik, kalau begitu…Mas Paimin mau berapa Juta !! aku kasih, tapi kasih aku Master foto ini lalu cepet pergi dari sini !!"Acha menegarkan hatinya, mengeluarkan ultimatum yang ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah wah…galak tenan hehehe…yo wis, saya minta 5 Juta..plus…pelayanan Non Acha seperti yang dirasakan Om Produser"sindir Paimin sambil menyeringai mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa…gak! nggak mau ! aku tambah 5 Juta lagi tapi aku gak mau digituin !!"jawab Acha  menolak permintaan disetubuhi Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah…saya sebetulnya memang suka uang, tapi..saya lebih penasaran dengan nikmatnya rasa tubuh Non Acha hak hak hak"sahut Paimin tertawa sinting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha ingin rasanya berlari meninggalkan pemerasnya itu, tetapi dia semakin lemas ketika tangan pria itu melambaikan fotonya yang memakai rok mini dan sedang merokok, yang bisa-bisa merusak image yang sudah dibangunnya susah payah melalui pelayanan tubuh hancur-hancuran ke Om Susanto serta beberapa relasinya yang beberapa adalah pejabat penting negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha langsung merebut foto itu dan mengoyaknya menjadi serpihan dan melemparkan ke wajah Paimin, artis ABG berwajah manis itu menangis. Namun dengan santai Paimin berkata, “Robek aja Non sesukanya…nanti saya robek juga Memek Non kaya gitu hak hak hak !!”ancam Paimin sambil tertawa menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha pucat pasi, sosok pria di hadapannya sungguh membuatnya ketakutan, wajah buruk rupa ditambah stress keuangan. Tak terasa Acha yang tadinya duduk, dia bangkit dan mundur ketakutan. Acha terbayang karirnya, karir yang akan ditukar dengan siksaan birahi yang diterimanya. Karir yang memberikan kemewahan baginya, yang mempertemukannya dengan Irwansyah kekasihnya, yang juga belum tahu tentang keadaan dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Ja..jangan Mas…ada..ada Ibu saya di dalam !!” kata Acha ketakutan, dia mundur masuk ke ruangan depan. Pagar rumahnya juga belum sempat ditutup olehnya, karena tidak menyangka kejadiannya menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya…itu sih pinter-pinternya Non Acha aja gimana nahan teriakan hihihi”kata Paimin.&lt;br /&gt;Acha terus mundur, tak terasa dia terpojok ke kamarnya sendiri. Pintu itu masih terkunci, Paimin melihat di atas pintu itu ada tulisan “ACHA”, yang berarti kamarnya. Paimin lantas menyeringai, Acha yang sedang panik ketakutan itu tak sadar bahwa di belakangnya kamar dia sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Non, pas bener…ya udah ayo masuk ke kamer Non aja !! kalo di ruang tamu nanti Ibu Non tahu kan ?? ayo..!!”suruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha yang dari tadi menutupi kedua payudara yang masih berpakaian lengkap itu, gara-gara pandangan ‘lapar’ Paimin, membalik tubuh indahnya. Dia membuka kunci, dan memutar handel pintu perlahan, karena tak rela akan disenggamai makhluk sejelek Paimin. Semesum-mesum wajah Pejabat atau Produser yang memakai tubuhnya, tidak separah wajah Paimin. Saat masih memutar handel pintu itu, Acha risih merasa pantatnya diremasi tangan kurus Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Non..montok banget !! artis sering fitness sih ya !!”leceh Paimin. Akhirnya pintu pun terbuka, dan ruangan mewah, kasur springbed dan boneka-boneka terjejer. Acha segera menutup pintu agar Ibunya tidak tahu kejadian ini. Paimin dengan menyebalkan duduk di kasur Acha. Acha benci sekali dengan orang yang memerasnya ini, dia berpikir kalau terlihat takut dan tunduk di depan orang seperti ini, hanya membuatnya senang. Acha membusungkan dada, dia masih tak berdaya namun mencoba tegar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok, Non Acha pasti tau apa yang saya mau...pertama, panggil saya Tuan !!”perintah Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik..Tuan ! tapi sebelum kita mulai, gw cuma mao bilang, ini semua cukup hari ini! lo musti janji ngembaliin barang itu, gue pasti hari ini nurutin semua yang elo mao plus gw kasih 5 Juta, kalo lo nekat maksa besok gw masih harus layanin lo dan seterusnya lagi, gw juga nekat lapor polisi, gak peduli sama karir artis gw, jadi cukup sekali ini aja OK !!”tegas Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm…OK !!”jawab Paimin singkat. Tak masalah baginya asal bisa mencicipi Acha seharian penuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK kita lanjut, berikutnya...hmm, buka semua pakaian Non sampe bugil gil gil hak hak hak”perintahnya seraya tertawa sinting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik Tuan…!!”jawab Acha singkat dan ketus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha yang tak punya pilihan langsung menuruti perintah Paimin, si cantik itu melepas satu persatu pakaiannya, Paimin meminta Acha melempar Bra dan Celana dalamnya ke arahnya, Paimin menikmati pemandangan itu sambil menghirup harum pakaian dalam Acha, penisnya semakin mengacung saja, wajah Paimin langsung Mupetot (Muka pengen ngentot) melihat Acha telanjang. Beruntung Paimin, Acha suka sekali menjaga kemaluannya bersih, dia mencukur bulu kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin menarik tubuh Acha agar mendekat dan, Hap…!! Paimin langsung menjilat dan melahap vagina Acha sambil duduk di pinggiran ranjang. Acha merem melek keenakan juga sambil meremas rambut keriting pemerkosa yang dibencinya itu. Mulut hitam Paimin sangat rakus menyedot vagina Acha, seperti orang kelaparan, sampai-sampai Acha juga tak tahan untuk menolak orgasme pertama bersama pemerkosanya. Tubuh Acha bergetar hebat sambil menutup mulutnya, dia mencoba sebisa mungkin meredam suara karena takut terdengar Ibunya. Tersiksa sekali Acha orgasme yang seharusnya dilepas dengan erangan nikmat keras dan panjang terpaksa diredam dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sluurrpphh…Shrepph cep cep Aah…enyaaak…gurih Memeknya artis hihihi !!”ejek Paimin sambil tertawa menyebalkan. Acha kelelahan dan duduk di lantai sesaat, Paimin membiarkan pelacur artisnya itu istirahat sebentar sambil memandanginya dengan pandangan melecehkan, sementara Acha menatap balik dengan pandangan marah penuh kebencian, walaupun tidak menampik bahwa Paimin memberikannya kepuasan yang tidak pernah diberikan Irwansyah. Menurut Irwansyah, Oral sex itu kotor. Baik itu dari Acha ke dia, atau dia ke Acha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Naah sekarang…saya yakin Non pasti punya stocking bokep yang biasa dipake Striper iya kan ?! nah pake itu sekarang, yang warna hitam !!”suruh Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha mengerti, yang dimaksud Paimin adalah Fishnet (jaring ikan), memang Acha dan artis harus punya ketika dia disuruh striptis Bos-bos jadi lebih hot dan seksi. Dia bangkit dan membuka lemari pakaiannya yang tersembunyi, untuk pakaian-pakaian yang seperti ini Ibunya memang tidak tahu menahu. Acha selalu seperti malaikat di matanya dan di mata pemirsa. Selagi mencari dia merasakan tangan Paimin meremas pantatnya dari belakang dengan gemasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhmmm..gimana Non…ketemu ?!”katanya sambil menggerayangi tubuh Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg…!! Acha kaget, ketika Paimin memeluknya, dia merasakan penis Paimin yang panjang itu di pantatnya. Acha sebenarnya kaget akan dua hal, yang pertama dia kaget Paimin telah bugil, yang kedua batang penis Paimin yang panjang. (Mustahil !!), dalam hati Acha. Setelah berusaha terus mencari, perjuangan keras mengacuhkan kehadiran Paimin yang menempel ketat di belakang tubuhnya, akhirnya ketemu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nih..ya udah, Tuan tunggu dikasur dulu dong ! mau liat gw striptis kan pake ini ?!”kata Acha sebal seraya menunjukkan jaring ikan hitam itu. Paimin tersenyum mesum, pria berkulit hitam itu mencium pipi Acha yang mulus lalu kembali ke kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kayanya Non Acha udah biasa yah…Ok lah sok !!”kata Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha mengenakan stocking hitam seksi bak pemain blue film itu, lalu menyetel musik untuk meredam suara permainan seks mereka. Lagu ‘Maps of the Problematique’ dari Muse pun mengalun, lagu yang berirama beat itu menambah goyangan Acha yang memang sudah Hot menjadi tambah Hot saja. Acha terpaksa harus merasa seksi di depan pemerkosanya itu, agar dia cepat menyetubuhinya, habis spermanya dan melepaskan dirinya secepatnya. Acha meliuk-liukkan pinggul padatnya, tangannya satu menekuk ke atas dengan seksi, bahkan menyentak kakinya ke arah Paimin lalu berbalik dan menghadapkan pantat sekal putihnya persis di depan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin onani karena tak tahan dengan gadis obsesinya itu striptis di depan matanya, dengan dandanan Hot pula, mulut orang kampung itu langsung bergerak melahap, tetapi Acha sengaja nakal dengan mengelak, seperti kebiasaannya di depan Bos-bos. Paimin yang sudah tak tahan merasa dipermainkan langsung mendekatkan penisnya ke pantat Acha yang sedang bergoyang nakal itu, mengocoknya sebentar dengan cepat dan menekan kepala penis hitamnya, “Oookh…!!”kejan Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CROOOTTT !! BLAARR !! JROOTT !! CROTT !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaanghh…Aaaaaaanngghh…”desah Acha seksi, dia tidak menyangka Paimin akan menyiram body seksinya yang sedang berputar itu. Kontan saja pantat Acha mandi sperma Paimin, Acha sudah terbiasa walau tak suka. Paimin puas dengan ejakulasi pertamanya. Nafsunya kembali naik cepat melihat pantat Acha yang belepotan sperma dia sendiri. Paimin melempar tubuh Acha ke ranjang hingga menungging di pinggir ranjang, dia menarik kakinya agar berpijak di lantai tetapi setengah badannya tetap di ranjang, Acha hanya menjerit pasrah menungging. Paimin menampari pantatnya hingga terceplak merah bergambar telapak tangan karena pantat Acha berkulit putih. Sambil menampar dia juga getol meremasnya, bahkan menelusuri halusnya paha Acha yang sering mandi susu itu centi demi centi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuan…pelan-pelan Tuan…nanti kedengar.Aaaaakkh !!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Acha menyelesaikan kalimatnya sudah mendarat tamparan keras di pantat berkulit putihnya. Acha mulai resah gelisah, selain karena takut ketahuan, tubuhnya juga mulai terangsang oleh jari Paimin yang kini bermain dibelahan vaginanya. Sekarang Acha harus bekerja extra keras menahan lenguhan, desahan dan erangan. Acha menggigit sprei ketika jemari Paimin mengocok vaginanya dengan brutal diselingi tamparan di pantat sekalnya. Tangan gadis itu mencengkeram pinggiran ranjang dengan kuat, matanya mendelik dan tubuhnya menegang. “Aaaangghh…!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crrrtt…!! Creett !! Serrr…!! Acha orgasme.&lt;br /&gt;Dia mendapatkan orgasmenya dari orang kampung yang memerasnya dan sangat dibencinya itu, sungguh kontra sekali. Acha hanya bisa menurut ketika Paimin menyuruhnya untuk menjilat jemarinya yang berlumuran cairan orgasmenya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“si Non, Artis juga Perek juga…!!”. Plaaakk…!!, sebuah tamparan telak mendarat di pipi mulusnya. Paimin menjambak dan meludahi wajah Acha. “Cuiiihh…!!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha menangis karena tamparan itu bukan saja menyakiti pipinya, namun juga ‘menyakiti’ harga dirinya. Terlebih lagi liur Paimin yang bau itu, yang kini bersarang antara hidung dan bibirnya membuatnya sangat terhina, karena pria bajingan itu dengan santainya memerintahkan Acha untuk menjilati liur itu dengan expresi yang menikmati aromanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh gadis itu lemah akibat orgasme yang dialaminya, dan kini ia tak bisa menolak ketika Paimin menyepak kedua kaki Acha agar meregang lebar, penisnya yang sudah bangun dan menuntut persenggamaan melalui vagina Acha sudah mengancam di depannya. Paimin nampak ingin mendoggy Acha, Zreeekk !! penis Paimin mendobrak paksa vagina Acha untuk menerima dan menjepitnya.  Mulut Acha terbuka dan menjerit kecil lalu buru-buru menggigit sprei kencang, untung saja musik yang keras membantu meredam jeritan singkatnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oookhh…enaknya Memek artis…emang laen rasanya..Eeenggh !!”celoteh Paimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin tampak menikmati jepitan dinding vagina Acha, tapi dia tak berlama-lama dan langsung bergerak brutal menyetubuhi Acha, sodokannya semakin lama semakin cepat dan kasar, tubuh Acha terpental-pental. Kaki jenjangnya yang berdiri tegak sudah mentok ke pinggir ranjang, karena terus menerus tersentak-sentak. Paimin menjambak rambut Acha dan menggenjotnya dengan lebih bertenaga, diselingi tamparan-tamparan di pantat Acha hingga menimbulkan bilur-bilur kemerahan. Tubuh Paimin serasa lebih hangat mengeras dan bergetar nikmat, dia mendekati ejakulasi dan menyodok Acha lebih sinting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin mengangkat kedua kakinya dan naik ke ranjang Acha, dan menumbuk-numbuk artis ABG cantik itu hingga menungging tengkurap. Spring bed empuk dengan Per kualitas tinggi itu memudahkan penetrasi Paimin, sehingga waktu Paimin menekan penisnya dalam-dalam, tubuh Acha tertekan ke bawah lalu membal kembali ke atas. Sprei putih tempat tidur masih diremas dan digigitnya menahan birahi serta erangan nikmat dirinya. Tangan kanan Paimin mencengkram pundak Acha sekaligus menekan tubuh Acha agar tidak bisa bergerak dan bangun, tangan kirinya lanjut menjambak rambut kemerahan boundingannya, sehingga wajah cantiknya sedikit mendongak kebelakang menyamping, bertatap-tatapan dengan pemerkosanya. Acha sebenarnya ingin muntah melihat wajah Paimin. Buruk rupa, berkulit hitam, tubuhnya sedikit kurus, rambut kumal cocok dengan keadaan stressnya, liur dari bibir hitamnya yang bau menyengat hidung, hembusan nafas yang tak sedap menerpa wajah, melengkapi penderitaan yang menyelimuti Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asyiknya Paimin mendoggy Acha, tiba-tiba handphone Acha berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg…!!, jantung Acha berdegup. Disaat tersiksa birahi seperti ini, ada siksaan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh !! siapa sih…?! ganggu orang ngentot aja ! inget Non jangan coba omong macem-macem awas yah, kalo mau Master foto Non kembali, paham  ?!”ancam si Paimin sambil menjambak rambut Acha, wajahnya kembali mendekat dipaksa menatap wajah jeleknya yang menyeramkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha hanya mengangguk ketakutan, masih dengan penis melekat ketat di vagina, mereka bangkit perlahan untuk mengambil HP yang berbunyi di meja rias kamar itu. Acha sungguh bersusah payah berjalan dari tempat tidurnya ke meja rias itu, padahal jaraknya tidaklah jauh. Tentu saja dengan penis Paimin yang panjang dan sedang meraja di liang senggama miliknya, membuat Acha kesulitan menahan kenikmatan dikerjai Paimin. Paimin sendiri sedang merasakan nikmat di penisnya yang terjepit vagina Acha, sambil berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan karena Paimin sedikit lebih tinggi dari Acha, ditambah panjang penisnya itu, memaksa Acha untuk berjalan sedikit menjinjit. Jarak yang dekat terasa jauh, waktu yang sebentar serasa panjang. Tak terasa pelecehan itu membuat vagina Acha kian banjir oleh lendirnya. Akhirnya, dengan perjuangan penuh..Acha berhasil sampai di dekat HPnya. Artis cantik itu menundukkan badan untuk mengambil HPnya, kontan posisinya menungging seksi. Jari lentik yang kukunya sering dihias kutek itu meraih HPnya, Acha melihat siapa yang menelpon, disitu tertera ‘Irwansyah My Love !!’. Acha bingung harus bagaimana. Ketika sedang bingung-bingungnya, Acha merasa tubuhnya yang sedang berposisi menungging itu tertarik kebelakang sedikit, dengan gerakan cepat dan tiba-tiba Paimin menyentak dan melesakkan penisnya dalam-dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huuungghh…!!”geram Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zreeeekk !! “Aaaaaakkh…!!”erang Acha refleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artis cantik itu tidak bisa meredam suaranya, karena dia takut terjeduk cermin rias di di depannya dan refleks memegang pinggiran meja rias, sebelahnya masih memegang HP. Acha merasa sodokan penis Paimin itu serasa menjebol vaginanya di kedalaman yang belum pernah terjangkau oleh penis-penis sebelumnya, karena begitu panjang penis orang kampung tersebut. Setelah tertancap sempurna, mereka kembali melenguh nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heh…ayo jawab Perek !! Eeeenggh !”suruh Paimin dengan nada galak sambil melenguh nikmat karena penisnya menancap mantap di vagina Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sialan lo…gw juga dari tadi pengen jawab kalo elo ga nyentak gw kaya tadi !!), omel Acha dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha..halo..Sayang..AMmppphh !! Acha langsung menutup mulut dengan tangannya dan menutup lubang bicara HP, karena Paimin mendudukkan diri tiba-tiba di meja rias itu. Paimin menjulurkan lidah karena merasakan betapa nikmat penisnya terjepit dan tertumbuk vagina Acha yang sangat legit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Acha Sayang…mau aku jemput ato gimana ??), suara Irwansyah keluar dari HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E.eng..engga..usah.Aaaaaakkhh !”erang Acha yang kali ini tidak menutup lubang bicara HP, sulit karena Paimin dengan sengaja menyentaknya ke atas sambil memegangi tangan kiri Acha, sementara tangan kanan Acha memegang HP di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cha…Acha…kenapa kamu ?!”tiba-tiba Ibunya bertanya di depan pintu. Acha panik, dia pikir Ibunya masih tidur. Paimin sendiri juga kaget, dia tidak ingin sampai Ibunya Acha tahu. Ibunya pasti lebih memilih lebih baik foto itu tersebar, Paimin tertangkap dan Acha gagal diperkosa. “Jangan omong sembarangan Non..!!”ancam Paimin dengan wajah yang menakutkan. Acha yang masih haus ketenaran dan berpikir betapa memalukannya foto tersebut, terpaksa berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eng..gapapa Mah…cuma kecoa…udah pergi !”dusta Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh, kirain kamu kenapa-napa…udah dua kali Mamah denger kamu teriak…bikin Mamah jantungan aja kamu, ya udah..“sahut Mamahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraman Paimin tidaklah sekeras erangan Acha, karena Paimin cenderung mendehem dan memfokuskan pada sodokan penis. Berbeda pada Acha yang posisinya sebagai receiver atau penerima sodokan, tentu kadar kerasnya erangan dari kasar atau dalamnya sodokan penis di vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Halo..halo Sayang !! kenapa kamu teriak..??), tanya Irwansyah di Handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E.engga apa-apa kok Yang…makasih ya !! oya aku berangkat sendiri aja, Dadah !”kata Acha buru-buru menutup pembicaraan untuk lepas dari derita birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oh ya udah, kirain kamu kenapa-napa..Ok..dadah…Muach !!”), ucap sayang Irwansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muach juga dadah…!!”balas Acha menutup pembicaraan di HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Acha Sayang, Mamah mau arisan dulu ya di sebelah..kamu jangan lupa nanti sore ada syuting…Mamah engga bisa nganter, Bi Ijah masih Mamah suruh belanja bentar lagi pulang…kalo Bi Ijah belum pulang kamu mau jalan, ya kamu gembok aja, Mamah, Bi Ijah sama Juwita ada kunci serep kok Ok !! istirahat yang cukup ya Dadah…!”kata sang Ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Damn…gue lupa !! masa gw harus bawa orang aneh ini ke tempat syuting ?), pikir Acha dalam hati. “Daaah…!!”sahut Acha lantang, sementara pikirannya masih kalut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chaa…kok kamu belum nutup pintu garasi sih ?? untung aja engga kemalingan mobilnya !!”marah sang Ibunda Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Mah maaf…Acha ngantuk ! tolong ya !”dusta Acha lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah, ngantuk sih ngantuk !”gerutu sang Ibu, sambil menutup pintu garasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin Ibunya sudah keluar, Paimin menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Non…ternyata acting Non bagus yah…saking bagusnya bisa dipake bohongin orang tua sendiri hak hak hak hak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gw bohong terpaksa, karena lo maksa gituin gw sialan !!), maki Acha dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah Non, bisa lanjut nih entotan kita”kata Paimin seraya menyeringai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha memandangi Paimin di kaca rias itu dengan penuh kebencian dan jijik, Acha tidak pernah membayangkan dapat disetubuhi oleh orang macam Paimin. Paimin menangkup kedua payudara Acha, meremasnya kencang dan menaik turunkan tubuh Acha dengan gencar. Vagina Acha dipaksanya menumbuk-numbuk penisnya yang mengacung. Paimin mencengkram kedua lengan Acha agar lebih mudah membetotnya menumbuk ke bawah, dimana tangan Acha masih menggenggam HP-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paimin yang menyenggamai Acha sambil menikmati wajah cantiknya di kaca rias, tidak bisa bertahan lama karena terlalu legit vagina Acha. Paimin mencengkram pundak Acha, menaik turunkan tubuhnya, Paimin menceracau jorok dan menggeram tak karuan menuju ejakulasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila Memek lo…gila Memek loo…Gilaaaaaaaaaaakkkhhh !!”geram Paimin.&lt;br /&gt;Sambil menekan pundak Acha sehingga menumbuk penisnya yang terjepit dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jleeeebbh !! “Iyyaaaaaaaahh…!!”erang Acha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CROOOOOOOTTTTSS !! CROOOTTT !! JRUOOOTTTT !! CROTT !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh hitam Paimin memeluk tubuh molek Acha yang berkulit putih sambil menembaki spermanya, Acha pun menyambut dengan sebuah lengkingan panjang, Paimin mengejat-ngejat berdehem nikmat di punggung mulus Acha, dia pasrah vaginanya dipenuhi sperma Paimin. Cairan putih pekat dan kental itu terasa hangat sekali dirasakan vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha masih bersender di tubuh hitam Paimin yang masih meresapi kenikmatan ejakulasi dari tubuh artis obsesinya. Ketika nafas Acha masih senin kamis, handphonenya kembali berbunyi walaupun kali ini hanya bunyi SMS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinutt !! Tinutt !!. Artis ABG Favorit pemirsa yang cantik jelita itu membaca isi SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg…!!, jantung Acha serasa terhenti, tangannya yang memegang HP gemetar, matanya yang jelita terbelalak. SMS itu dari Irwansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Acha Sayang, sorry aku ada yang lupa ngingetin kamu ! nanti malam kamu abis syuting ditunggu makan malam sama keluarga aku, kamu engga lupa kan nyokap aku Ultah ? dan juga jangan lupa…ade sepupu aku sukanya sama boneka babi, dia seneng juga sih waktu kamu beliin boneka beruang…ya itu kalo kamu mau beliin hadiah, engga beli juga engga apa apa…aku sengaja SMS takut kamu lagi nyetir di jalan Ok ?! ya udah dadah Muah !), isi SMS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang ditakuti Acha Pertama, dia syuting terpaksa membawa Paimin. Kedua, merayakan Ultah Ibu Irwansyah ikut membawa Paimin. Ketiga, dia membeli boneka di Mall juga terpaksa membawa Paimin ikut serta. Tentu hari ini dia berjanji penuh untuk melayani Paimin, tentu Paimin tidak perduli apapun kepentingan Acha hari ini. Acha bertambah kalut pikirannya, dia semakin ketakutan mendengar suara serak dari belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah…asik nih gw bisa jalan-jalan ke Mall, ikut ke tempat syuting dan ngerayain Ultah bareng Artis sambil ngentot !!”kata Paimin menyeringai mesum ke arah Acha melalui media cermin, Acha menatap Paimin balik dengan wajah memelas di kaca rias itu. Siksaan Acha semakin bertambah saja mendengar Paimin berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Naah…sebelum berangkat pergi, tentu tubuh kita musti bersih kan Non…kalo begitu, yuk kita mandi dulu berdua ehehehe mumpung rumah Non sepi …!!”saran mesum Paimin dengan wajah menyeringai cabul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acha menggeleng-gelengkan kepala, (Tidak…Tidak..Tidaaaaaakk !!), dalam hati Acha. Kemudian terdengarlah suara “Hak hak hak hak...!!” yang merupakan tawa menyebalkan Paimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End for now....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-4157540662862022509?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/4157540662862022509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=4157540662862022509' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/4157540662862022509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/4157540662862022509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/06/celebrity-nightmare-acha-potret-artis.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SkItq1Sg2JI/AAAAAAAAAFU/DrzRXHcXrTo/s72-c/adikachadugem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-3542419490428908442</id><published>2009-06-21T23:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T23:48:50.565-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sj8pRZl3vbI/AAAAAAAAAFE/dsJSzY8RqZE/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sj8pRZl3vbI/AAAAAAAAAFE/dsJSzY8RqZE/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350040261243682226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sophie and Eva: Lucky Afgan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi ketika Eva sedang dekat-dekatnya dengan salah satu vokalis menjanjikan negeri ini, Afgan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah... &lt;br /&gt;Afgan memasuki rumah mewah itu karena Eva, 'teman dekatnya', mengatakan kalau gadis itu punya kejutan untuk dirinya.&lt;br /&gt;'Hai, Gan', rangkul Eva manja sambi mencium bibir pemuda itu dengan mesra. Afgan sendiri menikmati ciuman mesra sang gadis yang eksotis itu.&lt;br /&gt;Eva tersenyum nakal ketika merasakan tonjolan keras di balik celana Afgan, lalu berkata ,'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;calm down big boy&lt;/span&gt;...., kita ke dalam dulu ya? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I've make you some breakfast&lt;/span&gt;.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai seorang istri yang baik, Eva menyiapkan kursi untuk Afgan, menuangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;juice&lt;/span&gt;  dan menyajikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;club sandwich&lt;/span&gt; yang disenangi pemuda itu.&lt;br /&gt;Kemudian Eva mengambil tempat di samping pemuda itu, menautkan jemarinya dan menopang dagunya. Wajah penuh rindu itu terlihat oleh Afgan yang makin berbunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eeeh, ada Afgan... Eva, kenapa kamu tidak bilang mama...'&lt;br /&gt;Reflex Afgan bangkit, memutar dan ingin memberi salam pada...&lt;br /&gt;Afgan tersedak, matanya melotot, dan gadis di sampingnya hanya tertawa melihat expresi wajah pemuda yang melihat Sophie berjalan menuruni tangga dengan night robe yang tidak diikat hingga tampaklah keindahan tubuh wanita dewasa yang hanya menggunakan black sexy underwear, yang mengingatkan Afgan pada salah satu produk underwear yang menggunakan Sophia sebagai iconnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang keindahan wanita yang bagai dewi venus itu melangkah menghampirinya, lalu mencium kedua pipi pemuda iu yang seakan mati kehabisan nafas. Aroma parfum yang lembut dan feminin memenuhi rongga paru-paru Afgan, dan kesegaran tubuh yang ampak baru saja berbilas kelembutan air membuat pemuda itu bagai terkena sihir dan menjadi patung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan santai Sophie menuju kursi meja makan di hadapan Afgan lalu berkata, 'Lho, sayang... kenapa sarapannya berhenti? terusin dong. Apa sandwichnya ngga enak?'&lt;br /&gt;'Eeenak... enak ko tante..' gagap Afgan yang kini jelas tak akan bisa konsentrasi makan, karena melalui meja transparan itu, keindahan tubuh sang pemilik rumah terexpose dengan bebas.&lt;br /&gt;Dan sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;high class woman&lt;/span&gt;, Sophie benar-benar tahu cara untuk 'bertingkah laku', dengan satu kaki yang menopang di atas kaki yang lain, dan table manner yang baik, wanita itu mulai memakan sandwichnya sendiri dengan sensualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva tersenyum geli sambil berkali-kali mengelap remah makanan di mulut Afgan atau mengahpus liur sang pemuda yang melotot menikmati pemandangan mahal di hadapannya, yang bagi kebanyakan pria hanya bisa di dapat hanya dalam impian dan imajinasi terliar.&lt;br /&gt;Lalu Sophe melihat ke arah Eva dan berkata dengan suara sensual, 'Va... katanya kamu mau ajak Afgan berenang? Ko kamu belum siap-siap?'&lt;br /&gt;Gadis itu tersenyum dan berjalan ke arah sang mama, lalu dengan nakal ia berkata, 'iya ma... kan Afgn baru makan, nah sekarang kayanya dia udah siap buat berenang deh...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Afgan seakan meloncat dari rongganya, dengan santai Eva meloloskan daster sutranya dan membiarkan kain itu menggelosor ke lantai dan membiarkan tubuh indahnya tertampang di hadapan Afgan.&lt;br /&gt;Afgan merasa celananya begitu sempit. Tubuh ibu dan anak itu sangat sempurna, mambuat kelelakiannya menggelegak. Sophie dan Eva tertawa renyah melihat pemuda dihadapan mereka belingsatan memperbaiki celananya...&lt;br /&gt;Lalu Eva menghampiri Afgan yang langsung loncat berdiri, kaku untuk kedua kalinya. Kemudian sambil memandang binal dan mempermainkan expresi bibirnya, Eva menurunkan retsluiting celana jeans Afgan, dan meloloskannya denga di bantu Afgan yang bagai cacing berusaha membuka celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Eva memegang pinggang Afgan di perbatasan celana dalamnya, pemuda itu sudah sangat terangsang, namun kejutan buat dirinya belum lagi selesai. Matanya yang terpaku pada Eva tak menyadari kalau Sophie sudah berdiri di belakangnya dan perlahan melepas jumper jacket yang dikenakan pemuda itu, dan dengan terburu-buru Afgan membantu Sophie melepas kausnya, hingga ia tak sadar kalau celana dalamnya sudah tercampak entah di mana.&lt;br /&gt;Pemuda itu serasa berada di surga ketika Sophie meangkulnya dari belakan, dan Eva memeluknya mesra dari depan. Kehangatan tubuh keduanya, kelembutan kulit mereka, kekenyalan dan kepadatan payudara dan tubuh mereka membuat nafas sang pemuda bagaikan kuda pacu yang siap berlomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sophie berbisik lembut di telinga Afgan,'Sebelum renang... kita pemanasan dulu, ya, sayang.... biar kamu tidak kram.', sambil kemudian mejilat lembut leher sang pemuda yang belingsatan merengkuh kepala Sophie, sementara dadanya dicupangi lembut oleh Eva, yang tangan mungilnya meremasi pantat Afgan, dan menekan penis Afgan ke pinggul belianya serta menggeseknya dengan lembut, hingga pinggul itu basah oleh pre-cum yang meleleh dari penis sang pemuda.&lt;br /&gt;Tangan Afgan sibuk merengkuh kenikmatan tubuh kedua wanita yang menggodanya ini, pinggul keduanya kenyal, payudaranya montok dan sekal. Bahkan Sophie, dengan dua anak yang dimilikinya, tubuhnya tak kalah padat dengan sang putri yang sekarang sedang berfrenchkiss ria dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kedua wanita itu mengarahkan ciuman dan jilatan lidah mereka ke tubuh bagian bawah Afgan, mulai dari punngung, dada, perut, pinggang, pinggu, dan....&lt;br /&gt;Afgan sampai melenguh hebat, penisnya kini mentok sampai ke tenggorokan Eva yang mepraktekkan deepthroath, sementara Sophie melakukan anal rimming yang membuat pemuda itu mengejan menahan kenikmatan, tangannya meremas kepala kedua wanita yang memberikan kemikmatan ganda kepadanya, terlebih karena suguhan yang dilihatnya ketika kedua penikmatnya sedang merangsang diri mereka masing-masing dengan meremasi payudara dan mengaduk vegina mereka dengan bernafsu. Hingga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afgan terduduk berselonjor kelelahan dan tak percaya ketika spermanya menyembur dalam mulut Eva, dan ia makin tak percaya ketika kemudan Eva melakukan snowball dengan ibunya dalam posisis berdiri berpelulkan, berpagutan, dan tubuh yang saling menyatu, keduanya tampak rakus untuk merasakan nikmatnya sperma Afgan yang kemudian berjongkok di antara keduanya dan bergantian menjilati vagina Sophie dan Eva.&lt;br /&gt;Kedua wanita itu menjerit kecil, menerima serangan dari Afgan yang nampak ingin berterimakasih pada mereka atas foreplay yang mereka berikan.&lt;br /&gt;Terlebih ketika kedua jari tengah Afgan dengan leluasanya menyeruak ke dalam anus mereka yang menyebabkan kedua wanita itu menggelinjang menahan kenikmatan, dan akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua wanita itu menggelosor memeluk Afgan yang wajahnya basah oleh cairan orgasme keduanya. Mereka berciuman kecil, yang tak lama berlanjut dengan ciuman erotis dan ganas, dengan permainan lidah yang mengasyikkan.&lt;br /&gt;Kedua wanita itu mengeluarkan tawa yang tertahan desah ketika Afgan dengan wajah memelasnya menyusu di payudara kedua wanita itu bagaikan bayi besar yang kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sophie dengan lembut menelentangkan tubuh Afgan di lantai marmer yang kini menghangat oleh birahi, kemudian dengan lembut Sophie mengoral penis Afgan yang membelalak tak percaya melihat mulut sexy wanita yang menjadi objek masturbasi banyak lelaki sekarang melekat erat mengelilingi penisnya yang seakan makin membesar itu. Eva kemudian mengambil posisi, tubuhnya mengangkang di atas wajah Afgan yang lalu dengan rakus menjilati vagina gurih sang gadis, sementara Sophie kemudian menmasukkan penis sang pemuda dalam posisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;woman on top&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ketiganya berpacu dalam gairah, dan Eva, seakan ingin juga memuaskan sang mama dan Afgan, kemudian mengambil posisi 69 dan dengan rakus menjilat vagina sang mama serta penis sang pemuda yang sedang asyik beradu dalam irama nafsu.&lt;br /&gt;Hingga ketiganya mencapai orgasme bersamaan, dan Eva dengan lembutnya menghisapi lelehan sperma dan cairn cinta sang mama yang mengalir dalam kepuasan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya tergeletak, namun dalam keletihan mereka nampak sangat puas. Afgan merasa dunianya sudah penuh. Ia bisa menikmati dua bidadari cantik yang ternyata sangat binal. Namun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lebut Sophie dan Eva membimbing Afgan ke whirpool yang terletak di halaman belakang rumah megah itu. Lalu mengajak sang pemuda untuk berendam dan kemudian memperlakukan Afgan bagai raja. Sophie dan Eva dengan lembutnya memberikan thai massage pada sang pemuda yang merasa bagai raja minyak itu, terlebih ketika jemari Eva mempermainkan kelelakiannya, membuatnya tak kuasa menahan lalu dengan sedikit kasar, mengangkangkan paha Eva dan menghujam vagina sang gadis yang melenguh hebat. Sementara tangan Afgan yang bebeas merangsek vagina Sophie dan mengaduknya hingga wanita dewasa itu menggelinjang meresapi birahi yang mengalir... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya liar, melepaskan nafsu dalam tubuh di bawah atap langit, dengan gemericik whirlpool dan kesejukan rumah mewah itu.&lt;br /&gt;Eva menggeletar ketika orgasmenya menyebabkan vagina sang gadis bagai mencengkeram erat penis Afgan yang bertahan mati-matian untuk tidak ejakulasi, namun gagal, Sementara jemarinya serasa dijepit oleh vagina Sophie yang juga mengalami orgasmenya....&lt;br /&gt;Samar dapat terlihat cairan kental melayang dalam whirlpool, cairan cinta mereka bertiga, yang kini bersandar kelelahan, membiarkan cahaya mentari menyinari mereka yang sedang menikmati indahnya persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah jauh senja ketika Eva dan Sophie yang hanya berbalut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;baby doll&lt;/span&gt; transparan melambaikan tangan kepada Afgan yang pulang dalam keadaan sempoyongan setelah bertarung habis-habisan.&lt;br /&gt;Hari itu adalah benar-benar hari keberutungan buat Afgan, yang walau dengan wajah pucat namun menyunggingkan kebahagiaan karena telah mereguk nikmat bercinta dengan dua wanita tercantik yang pernah ada dalam hidupnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Sophie dan Eva masuk ke dalam rumah, melihat Michael yang sudah menanti... Eva langsung membuka pakaiannya diikuti Sophie dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-3542419490428908442?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/3542419490428908442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=3542419490428908442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/3542419490428908442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/3542419490428908442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/06/sophie-and-eva-lucky-afgan.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sj8pRZl3vbI/AAAAAAAAAFE/dsJSzY8RqZE/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-7104529777061122129</id><published>2009-06-16T06:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T07:05:16.981-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sjel8Nsx3cI/AAAAAAAAAE8/Szi8tGNs-e0/s1600-h/ali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sjel8Nsx3cI/AAAAAAAAAE8/Szi8tGNs-e0/s320/ali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347925536413965762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasib Tragis Andrea Lee VIII: Let The Race Begin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sembilan puluh satu... sembilan puluh dua...'&lt;br /&gt;Andrea benar-benar kepayahan dipaksa push up seperti itu, dirinya bertumpu pada empat bangku di kedua tangan dan kakinya. Hanya saja nyala puluhan lilin besar di bawah tubuhnya membuatnya menderita, terlebh ketika panasnya itu menyengat vagina dan payudaarnya. &lt;br /&gt;Dan nyona Susi benar-benar membantunya 'berolah raga', sesekali ia mengambil secanting lilin panas dan meneteskannya di punggung mulus Andrea, dan belahan pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada hitungan keseratus tubuh sexy Andrea bergetar dan terjatuh menimpa lilin-lilin itu. Gadis itu meringkuk menggeliat menahan sakit dan panas disekujur tubuhnya. Namun dengan santainya Susi menjambak rambut Andrea yang mengeluarkan bau hangus terbakar dan menyeretnya ke sebuah ruangan di mana ke tiga tuannya sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Gimana latihannya sayang?' kata Arman sambil mencium Susi denga bernafsu&lt;br /&gt;'Dia siap untuk peregangannya....' desah Susi menikmati jemari Arman yang mengaduki vaginanya.&lt;br /&gt;Lalu satpam dan tukang kebun merenggut Andrea dengan kasar dan  membantingnya di meja bundar yang berada di tengah ruangan itu.&lt;br /&gt;Kedua tangannya di belenggu di samping tubuhnya, kemudian mereka menelikung tubuh Andrea hingga kini lututnya mengapin kepalanya, lalu mereka mengunci pergelangan kaki gadis itu dengan pasung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman kemudian  mendekati Andrea yang sama sekali tidak nyaman dengan posisinya, dan kemudian keempat penjajahnya duduk dengan santai mereka tertawa dan bercanda. Kemudian Susi membawa dua buah lilin merah besar, dan mengedip kepada Arman, yang tersenyum dan mengangguk kepada dua rekannya.&lt;br /&gt;Keduanya bersiul girang, dan terdengar lenguhan Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu kembali merasakan kesakitan yang sama, yang walau sudah sering dterimanya ak pernah membuatnya kebal. Vagina 'perawannya kembali di perkosa tukang kebun dengan brutal, bahu dan pundaknya sakit dengan posisi tubuhnya sekarang, terlebih ketika satpamnya mulai mengambil posisi dan mulai menyodominya dengan liar.&lt;br /&gt;Gadis itu terbanting-banting dengan menyakitkan, tiap jeritan gadis itu disambut high five kedua pemerkosanya. dan seakan mau menambah penghinaan itu, Susi melepas celana dalamnya, dan menyumpalkannya ke mulut Andrea, kemudian menambahnya dengan celana dalam Arman, membuat mulut gadis itu menggembung hingga mengkilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pemerkosanya menggeletar puas membasahi rahim mandul, vagina yang terluka dan anus yang berdarah milik Andrea dengan sperma mereka. Kemudian dengan santai Susi membenamkan lilin besar itu ke vagina dan anus Andrea, lalu menyalakannya.&lt;br /&gt;'Wah..' kata satpam itu sambil tersenyum mengejek, 'kontol kamu sekarang lebih besar dari punyaku...'&lt;br /&gt;Dan para penjajahnya riuh tertawa membiarkan kata-kata hinaan itu menyerap dalam pikiran Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea makin putus asa karea dengan santainya para penjajahnya makan dan minum di sekeliling tubuhnya yang kini menjadi pegangan lilin, terlebih ketika lelehan lilin panas kembali mengalir di tubuhnya yang mulai kram dalam posisi itu.&lt;br /&gt;Dan perbincangan seru diiringi gelak tawa mengiringi penderitaan Andrea.&lt;br /&gt;'Well bitch...' seru Arman dalam mabuknya , 'Besok kamu bertanding... kamu... dan pelacur lainnya'&lt;br /&gt;'Kamu menang... kamu bisa terus hidup jadi budak kami.... kamu kalah..... bahkan ramuan profesor tidak akan mengembalikan vagina dan anusmu menjadi normal lagi...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Yaaaaaaa,' desah Susi, 'dan aku mau kamu kalah...., aku mau kang Arman hanya untukku....'&lt;br /&gt;Dan kembali rokok menthol yang dihisap Susi menyentuh tubuh Andrea yang hanya bisa berjengit kecil.&lt;br /&gt;Malam makin larut ketika akhirnya para penjajah Andrea undur diri meninggalkan gadis itu menderita oleh lelehan lilin dan dinginnya AC yag sengaja dinyalakan dengan kekuatan penuh.&lt;br /&gt;Andrea antara sadar dan tidak ketika pada dini hari ada suara lelaki yang berkata kepadanya,&lt;br /&gt;'Kalau kamu bisa sampai final, aku akan memberimu kesempatan untuk membalas dendam pada nyonyamu, dan bila kamu menang, kamu akan jadi nyonya baru....'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya Andrea mendapati kalau profesor maniak yang telah membuatnya jai menderita dengan ramuannya berdiri di dekatnya, terkekeh melihat luberan lilin disekujur tubuh gadis itu, lalu dengan kasar menyentak lilin di vagina dan anusnya hingga bulu kemaluannya tercabut bersih dan meninggalkan bekas kemerahan.&lt;br /&gt;Kemudian tanpa belas kasihan kembali vagina sang gadis dihujam suntikan kuda, kemudian di anusnya, profesor itu hanya tertawa dan berkata.&lt;br /&gt;'Kamu akan berterimakasih padaku dan Arman nantinya...'&lt;br /&gt;Dan kembali Andrea pingsan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun ia mendapati kalau dirinya berada di sebuah ruangan dalam keadaan telanjang, hanya gelang besi, strap leher, dan boot bulu rubah yang menjadi aksesorisnya. Namun samar ia bisa melihat ada tanda memar hitam di sendi-sendi siku dan lututnya. &lt;br /&gt;Kemudian Arman masuk ke ruangan itu, mambawa dua buah remote. Andrea mengenali salah satunya, dan reflex gadis itu menyentuh strap di lehernya.&lt;br /&gt;Arman tersenyum sinis, lalu berkata, 'Ah, bagus kalau kamu masih ingat, nah yang satu lagi gunanya untuk...'&lt;br /&gt;Andrea merasa seperti seluruh tubuhnya terbuat dari agar-agar dan jatuh menggelosor tanpa daya.&lt;br /&gt;'Di semua sendimu terpasang chip yang mengontrol sensor motorikmu, hingga denga sekali tekan, kamu akan kehilangan tenaga. Nah, mau aku gabungkan dengan yang satu lagi?' kata Arman sambil menggoyang remote itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea hanya bisa membelalak ngeri bersuarapun ia tak bisa, ia hanya bisa merasakan angin dingin masuk ke mulutnya yang sudah pasti menganga, dan merasakan lelehan liur turun ke pipinya.&lt;br /&gt;Ia benar-benar tak bisa mengontrol tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman lalu menekan tombol itu ke posisi off, dan Andrea bisa merasakan kekuatannya kembali. Denagn limbung ia bersujud di kaki Arman dan menciumi kaki sang tuan.&lt;br /&gt;'Hamba akan patuh, tuan... hamba ini milikmu....'&lt;br /&gt; Arman tersenyum penuh kemenangan, lalu berkata, 'Sekarang bersiaplah, pertandinganmu sebentar lagi.' Lalu arman mengikatkan rantai di strap leher Andrea dan menariknya seperti menarik sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terkejut megetahui kalau cukup banyak penonton yang hadir di perlombaan itu, gadis itu memandang sekeliling, takjub banyaknya slave owner yang berkumpul selain para BDSM mania. &lt;br /&gt;Arman membawanya ke sebuah lapangan, Andrea membeliak melihat ada lima baris kuda di sana, masing-masing baris terdiri dari lima ekor kuda.&lt;br /&gt;Kemudian matanya melihat ada empat orang budak sama seperti dirinya, dua orang ampak pasrah sementara yang dua lagi, tampak menyunggingkan senyum binal seakan menanti hari ini tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kelimanya berada di depan barisan masing-masing, segera Andrea mengerti pertandingan pertama yang akan mereka lalui.&lt;br /&gt;Seorang wasit memawa pistol, mengarahkannya ke udara dan...&lt;br /&gt;Kelima kontestan segera menghampiri kuda pertama, Andrea melihat peserta yang binal segera merangsang kuda mereka, sementara yang lainnya merasa jengah, risih, dan takut. Pikiran Andrea sendiri berkecamuk, ia ingin gagal sehingga ia bisa mati, namun bunuh diri bukan kematian yang baik, lagipua ia teringat tentang prosesi penyiksaan yang akan diterimanya sebelum ia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kuda pertama menerima kehormatan itu, Andrea menjilati lipatan paha sang kuda, menyentil lembut zakar besar itu sambil mengelusi penis yang kini mulai menegang, lalu mulut gadis itu berusaha sebisaya mengulum kepala penis kuda yang mulai menyentak tak karuan, membuat gadis itu kewalahan dan tersedak. Kini kuda ke dua... astaga satu orang gadis sudah pindah ke kuda ketiga. Andrea makin liar dan binal, dan...&lt;br /&gt;Kuda keriga merasakan tit fuck, kuda keempat merasakan sempitnya vagina Andrea yang menjerit kesakitan, dan kuda ke lima menyodomi Andrea hingga muntah karena merasa perutnya sangat penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berada di tempat ke tiga, hanya selisih beberapa detik dengan posisi kedua. Badanya letih, tubuhnya terlentang mengambil nafas, namun tak lama karena mereka segera digiring ke arah kuda-kuda itu kembali. Andrea merasa semangatnya terbang kerena membayangkan harus memuaskan hewan-hewan itu lagi.&lt;br /&gt;Namun dugaannya salah, perasaan sedih, miris, lega, takut jadi satu. Ternyata mereka dikumpulkan untuk memberi hukuman pada peserta yang selesai paling akhir pada perlombaan itu.&lt;br /&gt;Peserta malang itu terkunci dalam posisi berdiri membungkuk, dengan pantat terangkat menungging. Andrea bisa melihat vagina terlka gadis itu akibat gempuran kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seorang pria kecil berjubah membawa kotak dan meminta mereka mengambil nomor undi.&lt;br /&gt;Dan Andrea menjadi yang pertama memberikan hukuman. Dengan bergetar Andrea menuntun kuda dibarisannya, dan memang dirinya terpaksa kembali merngsang kuda itu, sebelum mengarahkan penis kuda itu ke vagina yang bengak, memerah dan membuka lebar itu.&lt;br /&gt;Andrea memalingkan wajah dan berusaha menulikan telinganya ketika mendengar jeritan pili sang gadis, namun cengraman tangan seorang penjaga yang selama pertandingan mengawasi mereka membuatnya terpaksa menatap vagina sang gadis yang dibombardir kuda.&lt;br /&gt;Andre tak berhenti meneteskan air mata ketika ia menuntun kuda ke dua, dan ketika ia tampak ragu melakukan hukuman, sabetan rotan bertubi-tubi bersarang ditubuhnya, hingga diiring permintaan maaf yang berulang, Andrea mengarahkan penis kuda itu dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea bergidig ketika melihat peserta yang sepertinya menikmati pertandingan ini maju, tanpa belas kasihan ia menuntun kudanya dan menyodomi gadis itu, dan lagi, dan lagi...&lt;br /&gt;Bahkan satu peserta dengan gilanya memaksa gadis itu mengoral kuda-kudanya. Andrea bisa melihat darah mengalir deras dari tubuh wanita yang entah masih hidup atau sudah mati itu.&lt;br /&gt;Kemudian keempat peserta yang tersisa digiring ke tempat pertandingan berikutnya, meninggalkan gadis itu dengan kumpulan kuda yang kembali bergairah dan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin ruang bawah tanah yang lembab dan dingin menemani istirahat mereka yang jauh dari menyenangkan, dengan tikus yang berkeliaran dan ransum berupa makanan anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat peserta tersisa berhadapan dengan batang pinus besar yang sudah rebah untuk masing-masing mereka. Andrea melihat kampak besar dan keranjang di sana. Dan ketika suara letusan terdengar, para peserta langsung berhamburan ke arah kampak masing-masing dan mulai menghajar batang pinus itu menjadi potongan kecil dan menyusunnya ke dalam keranjang, lalu mereka berlari ke arah penyimpanan kayu, dan kembali ke pinus mereka.&lt;br /&gt;Sedikit banyak Andrea bersyukur karena siksaan yang selama ini dialaminya membuatnya terbiasa dengan pekerjaan berat seperti ini.&lt;br /&gt;Tiba-tiba...&lt;br /&gt;Derak pohon diiringi jeritan mengagetkan mereka. Salah seorang peserta binal yang ada ternaya salah memotong sisi pinus hingga  pohon itu berguling dan menimpanya. Namun lecutan cambuk menyadarkan mereka, hingga tanpa banyak bicara mereka kembali berhadapan denganpinus mereka.&lt;br /&gt;Andrea lega, ia selesai diurutan pertama. Cuma kini ia harus bersiap mengetahui hukuan yang harus ia terapkan pada pihak yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata gadis lembut yang tersisa tak mampu melakuan tugasnya. Para pengawal menyeret tubuh mungil yang meronta lemah itu, dan mengikatnya di sebuah pasak.&lt;br /&gt;Lalu para pengawal memaksa Andrea dan seorang kontestan yang tersisa untuk menyusun potongan pinus yang telah mereka potong sebelumnya mengelilingi gadis malang yang memohon belas kasihan pada kedua kompetitornya, bahkan kontestan binal yang tersisa meneteskan air matanya, namun cambukan, deraan serta sengatan cattle prod membuat keduanya tak mampu berbuat banyak, kecuali tanpa berani melakukan kontak mata menyusun potongan pinus itu di sekeliling sang gadis yang kini hanya tertunduk lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengawal menyiram bensin ke sekujur tubuh sang gadis, serta ke tumpukan pinus itu. Lalu seorang pria berjubah datang membawa dua obor. Tangan kedua gadis itu bergetar hebat....&lt;br /&gt;Jeritan kesakitan gadis itu menyelingi derak api unggun raksasa itu. Obor terjatuh, tubuh Andrea dan gadis yang lain bergetar hebat melihat jasad terbakar di hadapan mereka. Terror yang sangat mengguncang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayang gadis itu menghantui Andrea, hingga ia sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Keesokannya Andrea dan kontestan terakhir sama-sama dalam kondisi lemah, semangat yang tinggal separuh.&lt;br /&gt;Mereka berniat menyerah, namun bayangan siksaan yang telah tersaji di hadapan mereka membuat mereka harus bertahan. Setidaknya walau mereka hidup dalam perbudakan, mereka berjuang demi kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang pedati besar menanti mereka berdua. para pengawal, memasang kekang di mulut mereka, memasang sepatu yang dirancang khusus hingga mereka terpaksa berjinjit., tangan mereka diikat dengan tali rami ke belakang punggung mereka dengan posisi telapak tangan mengarah ke kepala. Tali rami linnya diikan di sekeliling payudara mereka hingga menghambat aliran darah dan menyebabkan payudara keduanya menjadi keunguan, tali yang lain dilit melalui vagina dan anus, dan ditarik dengan sangat ketat hingga melukai vagina keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pedati itu dimuati beberapa ekor sapi besar. Dan ketika letusan terdengar, mereka mulai bergerak dengan menyakitkan, tertatih, perlahan.&lt;br /&gt;Namun keinginan hdup Andrea nampak lebih besar, karena ia punya satu janji yang harus ia yagih, maka walaupun vaginanya makin teriris dengan hebat, ia mulai menarik dengan lebih kuat, lebih kuat lebih kuat.....&lt;br /&gt;Tanjakan terjal di hadapannya membuat betisnya kram, ia melihat kompetitornya mulai menyusul, namun ia tak mau menyerah. Andrea memaksakan dirinya hingga dipuncak tanjakan, dan.. ia sengaja membiarkan tubuhnya terdorong pedati ketika berada di daerah turunan. hanya sesekali ia menahan agar pedatinya tak terguling.&lt;br /&gt;Andrea hampir pingsan ketika akhirnya ia mencapai garis finish, tubuhnya babak belur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samar ia melihat kompetitornya meronta hebat ketika para penjaga membawanya ke sebuah lapangan, melepaskannya di sana, dan melemparkan sebuah selendang.&lt;br /&gt;Tu buh lemahnya diseret ke tepi arena itu, dan melihat semua sapi yang mereka bawa tadi dilepaskan dalam arena. Andrea bisa melihat bokong sapi-sapi itu berdarah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi-sapi itu mengamuk karena luka, dan terganggu oleh kibasan selendang, Kompetitornya berusha bertahan mati-matian, mengelak ke sana ke mari, namun akhirnya, tubuh gadis itu tercabik dan tertusuk tanduk-tanduk runcing itu, terseret-seret, terlempar bagai onggokan kain rombeng....&lt;br /&gt;Andrea pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Arman begitu dekat dengan wajahnya, dan rasa di vaginanya...&lt;br /&gt;Ia tahu Aman sedang menikmati tubuhnya, ada rasa bahagia melihat tuannya datang dan menyetubuhinya, rasa diperlukan, diinginkan, dirindukan.&lt;br /&gt;Maka tanpa sungkan ia membalas tuannya, Ia memberikan sex terhebat yang pernah dilakuan Andrea pada Arman, sebagaimana seorang budak yang patuh menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi kemuliaan sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Andrea tertidur dengan nyaman....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorak sorai penonton di arena gladiator begitu gegap gempita. Andrea berada di tengah arena, dikedua lengannya terdapat pedang dan kampak. Pertarungan terakhir. Namun Namun Andrea bingung. Melawan siapa? Seluruh lawannya sudah mati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raung singa memenuhi gelanggang. Pertarngan di mulai.&lt;br /&gt;Kedua senjata Andrea terlempar oleh terjangan singa. Cakar besarnya menghujam bahu sang gadis, yang berusaha bertahan sambil menahan rahang sang singa untuk tidak mengoyak tubuhnya.&lt;br /&gt;Kaki sang gadis mengincar dan. Singa itu melompat merasakan sengatan di buah zakarnya. Andrea berlari berguling memungut senjata, sambil menghindari terjangan singa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika singa itu kembali menerjang, Andrea sudah siap. Ia membungkuk dan...&lt;br /&gt;Auman kekalahan menandai tusukan pedang yang menghujam jantung sang singa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea mengangkat pedangnya, namun tak ada sorak gemuruh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reflex, Andrea mengelak dan sabetan kampak itu lewat tipis di samping tubuhnya, rambutnya sedikit terpotong. &lt;br /&gt;Andrea berusaha menghindar sebisanya hingga ia terdesak di dinding arena, hantaman kampak lawannya, membuat tangannya sedikit pegal menahan gempuran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Pelacur..., kamu harus mati... mati.... mati....!'&lt;br /&gt;Suara itu....,&lt;br /&gt;Goresan di pipi menyadarkan Andrea&lt;br /&gt;'Aku tak rela kalau dia kau rebut... kau harus mati....!'&lt;br /&gt;Serangan itu membabi buta, hajaran, tinjuan, tendangan silih berganti menghampiri tubuh Andrea yang sudah begitu lemah dan banyak kehilangan darah akibat cakaran singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia terus bertahan, terlebih kini ia memiliki kesempatan untuk membalas sakit yang diberikan penyerangnya...&lt;br /&gt;Maka Andrea berusaha sekuatnya untuk menghindar dan berusaha bangkit, hingga ketika Andre melihat kesempatan itu datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedang Andrea terpental oleh terjangan kampak itu...&lt;br /&gt;Ia kini tanpa perlindungan....&lt;br /&gt;Penyerangnya mengeluarkan pekik kemenangan dan menyerbu Andrea dengan deras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangnya terkejut ketika ternyata Andrea memang sengaja melepaskan pedangnya...&lt;br /&gt;Ia terkejut ketika Andrea bergerak memutar menghindar kampaknya, ia tak percaya ketika tangannya terkunci hingga Andrea bisa melolosi kampaknya, lalu ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemuruh kemenangan akhirnya pecah ketika Andrea mengangkat tinggi kepala Susi yang terpisah dari badannya yang menggelepar seperti ayam baru disembelih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah menang.....&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman sedang duduk menontong ulang pertarungan itu melalui home theatre di villa megahnya, bunyi hisapan rakus dan gumaman di selangkangannya membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;Gadis itu sendiri merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea merasa bahagia, bisa kembali melayani tuan-tuannya yang kini nampak makin bernafsu padanya. Terlebih ketika kulit mulus tanpa cacadnya sudah kembali dengan bantuan profesor maniak, juga kemontokan tubuh jessica biel nya, yang makin terjaga. Bahkan di buat permanen oleh professor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebahagiaan gadis tu bertambah ketika Arman berkata padanya....&lt;br /&gt;'Mereka adalah calon budak kita yang baru... sudah saatnya kamu jadi nyonya....'&lt;br /&gt;Mata Andrea berbinar antara gembira dan sadis... Pandangan yang membuat Arman bernafsu dan langsung meneytubuhi Andrea dengan brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea mengikuti hentakan Arman dengan birahi tinggi sambil membayangkan hukuan bagi budaknya...&lt;br /&gt;'Hmmm... siapakah yang cocok jadi budakku?' gumam Andrea dalam hati sambil menikmati entakan penis Arman di vaginanya yang kemudian diikuti satpam di anusnya dan tukang kebun di tenggorokannya..&lt;br /&gt;'Luna Maya? Aura Kasih? Kinaryosih? atau.......'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raungan orgasme keempatnya membuat persoalan itu terlupakan.... setidaknya untuk sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-7104529777061122129?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/7104529777061122129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=7104529777061122129' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/7104529777061122129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/7104529777061122129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/06/nastra-anlee-vii-let-race-begin.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sjel8Nsx3cI/AAAAAAAAAE8/Szi8tGNs-e0/s72-c/ali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-3914514501411708332</id><published>2009-04-02T17:25:00.001-07:00</published><updated>2009-04-02T17:45:59.268-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SdVcG0ulepI/AAAAAAAAAEs/KYisGPbv_ZY/s1600-h/ndn.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SdVcG0ulepI/AAAAAAAAAEs/KYisGPbv_ZY/s320/ndn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320259807111117458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nadine's Survival Pt 2- Military Camp Hell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine terus berjalan menjauhi daerah suku primitif itu, sambil berusaha mencari jalan lain untuk medapat pertolongan. Hutan yang sejuk dan dingin tak membuat dirinya senang malah sebaliknya merinding membayangkan jauhnya pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setidaknya, sekarang ia tak lagi takut akan rimbunnya rimba. Pengalaman bersama suku primitif itu cukup membuatnya jadi kuat dalam menghadapi hutan di depannya. Nadine jadi tahu dimana ia harus tidur untuk menghindari binatang buas, dimana ia berteduh dari hujan. Bahkan berburu untuk mendapatkan makanapun bisa dilakukannya. hanya sayang, karena lama terpengaruh gaya makan ala suku primitif itu, dan sulitnya mendapatkan kayu  kering dan batu api, Nadine mulai terbiasa memakan daging mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakannya sendiri bagai kucing liar, yang lincah meloncat kesana-kemari dan tanpa kesulitan bergerak direrimbunan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tibalah Nadine di tepi sebuah tebing, ia terkejut melihat ada sebuah camp militer di hutan itu. Namun ia tak mau gegabah langsung meminta pertolongan, ia trauma dengan kesialannya dulu di perkampungan suku primitif itu, maka dengan sensitivitasnya yang makin terbentuk, ia mengitari camp dari kejauhan, sambil meninjau suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Todongan senjata di kepala Nadine membuatnya terkejut, ia terlalu asyik memperhatikan camp hingga ia tidak menyadari kalau ada pasukan patroli yang melihatnya.&lt;br /&gt;reflex nadine menangkis pistol itu dan menghajar pemilik senjata, namun lima pucuk pistol yang segera terarah ke wajahnya, membuatnya tak berkutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan pasukan itu melihat anakbuahnya yang meringkuk di tanah memegang hidungnya yang patah di hajar Nadine. '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You shit&lt;/span&gt;' gumamnya dingin dan... blam... Percikan darah dan otak segar memercik ke wajah Nadine, yang sekarang sudah kebal dengan darah dan kanibalisme.&lt;br /&gt;Sebuah pukulan di uluhati Nadine membuatnya sesak nafas hingga dengan mudah dirinya diringkus dan giring ke arah camp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan camp seorang negro bertubuh tinggi besar sedang melihat kondisi tempat berlindungnya ketika ia melihat lima anak buahnya menyeret seorang gadis cantik berpakaian two piece kulit macan tutul dan sepatu boot bulu beruang.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Who 'da hell waz that' soldier!&lt;/span&gt;' gelegarnya dengan nada khas afrikan american rapper.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;whe found the bitch snooping on our camp commander!&lt;/span&gt;' seru pemimpin regu, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;she might be spy&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine tertegun, ini camp tentara Amerika. Sekarang ia benar-benar bisa selamat.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm Nadine commander&lt;/span&gt;' seru gadis itu terburu-buru, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm casted from some chopper months ago. Gladly i found you&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tentara tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamparan keras mendarat di wajah Nadine, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Shut up! Bitch!&lt;/span&gt;' gerung sang komandan, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;now i'm preety sure, you're spy from that canibalistic tribe.&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;No...&lt;/span&gt;'jerit Nadine mencoba membela dirinya, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm a victim, I'm Indonesian, Im...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Komandan camp menyelanya dengan garang, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;So you're Indonesian, heh!&lt;/span&gt;' sambil menampar Nadine dengan lebih keras, hingga bibir gadis itu pecah dan menyebabkan kepalanya pusing.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now tie that bitch down spread eagled on that sand bunker, let her feel how we hate Indonesian Terroist!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;No&lt;/span&gt;' jerit Nadine '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm not terorist...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hibaannya tak berpengaruh, prajurit yang menangkapnya segera menelanjangi Nadine, membawanya ke bunker pasir, dan mengikatnya membentuk huruf x. '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Enjoy bitch!&lt;/span&gt;' desis satu prajurit sambil menendang rusuk Nadine dengan army bootsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terik mentari segera saja membuat tubuh Nadine terpanggang, matanya silau, mulutnya kering, bakhan punggungnya serasa matang oleh panasnya pasir.&lt;br /&gt;Sebuah bayang melindunginya dari silau mentari, sang komandang mengangkangi tubuhnya sambil bertanya menghina, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Thristy, bitch?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Mulut Nadine yang kering cukup menjadi jawaban, Nadine mendengar suara reslating yang diturunkan. Dan kemudian mulut keringnya dipenuhi cairan kuning, gadis itu megap-megap berusaha meludahkan cairan itu, dan hentakan army boots di perutnya membuatnya sesak nafas. '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Damn you, whore!&lt;/span&gt;' maki komandan sadis itu, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I giving you a relieve and you drop it!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Lalu Komandan itu meraup pasir basah dekat kepala Nadine dan menjejalkan ke dalam mulut sang gadis yang meronta-ronta, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You will drink my piss and my men, because that is the only water you'll ever drink, and our sperm too bitch!&lt;/span&gt;' Katanya sambil menurunkan celananya dan mulai memperkosa Nadine yang kesakitan dengan brutal.&lt;br /&gt;Gadis itu tak meyangka kalau dirinya akan kembali mengalami penyiksaan dan pelecehan, juga pemerkosaan beramai-ramai, karena sekarang antrian tentara yang ingin menikmati tubuhnya sudah terbentuk dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menggigil kedinginan, udara dingin malam menusuk tulangnya, tubuhnya lengket oleh sperma kering yang sudah tersebar merata disekujur tubuhnya, mulut, vagina dan anusnya memar menerima sodokan banyak penis, belum lagi air seni yang mengisi kerongkongan dan membasahi sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Kemudian dua tentara melepaskan Nadine dari bunker pasir itu, dan menyeret tubuh lemahnya ke dalam markas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine nyalang melihat dirinya diseter ke ruangan penyiksaan, sang komandan sudah menanti.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You'll gonna sing bitch! you're gonna tell me whre's your fucking terrorist friends hide&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm not a terrorrist, sir&lt;/span&gt;' hiba nadine, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'beg you to believe me...&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I believe that you deserve punishment, bitch. To see how the world suffer for the terror you inflicted&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Sang komandan memerintahkan agar Nadine diikat di sebuah tiang, lalu kedua kakinya diangkat  ke arah kepala hingga tubuhnya terlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang komandan mengambil jepit buaya, Nadine mencoba menggeliat sebisanya menghindari jepit buaya yang akan menyakiti payudaranya yang sudah tersiksa sebelumnya. Jemari sang komandan menjepit keras puting gadis itu yang menjadi sangat sensitif. Perlahan memilinnya, dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengking kesakitan Nadine menggema ketika jepit buaya itu tertanam di putingnya hingga tetesan darah dapat terlihat keluar. Kembali jeritan terdengar ketika sebelah putingnya kembali dihujam jepit buaya.&lt;br /&gt;Keringat dingin mengaliri tubuh gadis itu, matanya berkunang-kunang, namun rabaan di vaginanya kembali menyadarkannya dan membuat gadis itu kembali panik, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;No... not there... nyyyyeeeeeaaaaarrrrrggghh&lt;/span&gt;' jerit kesakitan yang lebih keras terdengar, ketika jepit terakhir menghujam klitorisnya yang perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine bagai kehabisan nafas hingga tak memperhatikan kawat tembaga yang terulur mengait jepit itu.&lt;br /&gt;Komandan itu berkata, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Now let hear you sing&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Sengatan listrik itu membuat Nadine terlonjak-lonjak bagai kuda, arus listriknya sangat kuat&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Where is your comrade!&lt;/span&gt;' bentak komandan itu, Nadine bahkan tak bisa mengangkat wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengatan berikutnya kembali menyerang, tubuh Nadine kembali terlojak keras, kerongkongannya mengeluarkan suara kumur-kumur tak jelas, mulutnya mengeluarkan ludah dengan tak terkendali.&lt;br /&gt;Sengatan berikutnya menyebabkan Nadine terkencing-kencing, dan ketika sengatan itu makin tak tertahankan, Nadine mengejan hingga mengeluarkan kotoran dari anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;What the hell y'er thinking y'er doin', bitch!&lt;/span&gt;' bentak Komandan itu lalu memotong tali pengikat Nadine, membiarkan gadis itu jatuh berdebam lalu dengan sekali sentak mencabut jepit buaya di puting payudara dan klitorisnya. Nadine langsung menggelepar menahan sakit.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You shit in my place bitch, now you'll clean it&lt;/span&gt;' bentak sang komandan sambil menjambak rambut Nadine, menghujamkan wajah gadis itu ke kotorannya sendiri dan menjadikan wajahnya bagai kain pel.&lt;br /&gt;Komandan itu puas melihat Nadine yang tergeletak tak berdaya, lalu ia memerintahkan anak buanya memasukkan Nadine dalam sel isolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine gelagapan ketika air menyumbat jalan nafasnya, namun refleksnya membuat gadis itu bisa mengangkat kepalanya dipermukaan air. Sel isolasi itu ternyata berbentuk sumur, dengan ketinggian air setinggi hidung Nadine, hingga gadis itu terpaksa berjinjit agar bisa bernafas, tangan gadis itu diborgol, dan kakinya diberi bola besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinginnya air membuat tubuhnya menggigil, terlebih dengan posisi jinjitnya yang menyebabkan, betis, paha dan perutnya kram. &lt;br /&gt;Namun penderitaannya belum lagi berakhir, gadis itu merasakan adanya mahluk berlendir yang mulai merayapi dan menempel di tubuhnya. Tangisan frustasi gadis itu mengiringi lintah-lintah kerbau yag berbondong merubungnya. Sakit, perih letih dan lelah menyerang Nadine, terlebih karena darahnya disedot banyak lintah termasuk yang menghisap darah di payudara, vagina dan buah pantatnya, bahkan wajah cantiknya kini dihuni lima lintah yang menjadi sangat besar setelah menyedot darah gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tongkat pengait mengangkat tubuh Nadine yang dipenuhi bercak-bercak bekas gigitan lintah. Tentara yang mengangkatnya tertawa melihat seekor lintah yang masih bergayut di klitoris Nadine, dan ia berkata, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;heheh, you have a dick too, you bitch!&lt;/span&gt;' katanya sambil menyentak lintah itu, dan meninggalkan clitoris Nadine berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan gadis itu diikat ke atap barak penyiksaan itu, Sang komandan mamasang sarung tinju dan melihat tubuh lemah gadis itu. '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Okay men, let me do my exercise&lt;/span&gt;' katanya dan...&lt;br /&gt;gadis itu menggeliat-geliat lemah, tubuhnya dijadikan sansak hidup oleh sang komandan, jab, hook, staright, payudaranya dijadikan speed ball practise.&lt;br /&gt;Tubuh Nadine babak belur, pelipisnya sobek, hidungnya patah, tubuhnya memar-memar. Namun sang komandan masih jauh dari puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil cerutu menghisapnya dalam dan berkata, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;you are one good punching bag, asshole.&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lemme ask you again, where is your terrorist friend, bitch!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;Suara Nadine bergetar lirih, nyaris tak terdengar '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm innocent, sir... even i'm not pure Indonesian, I'm half german&lt;/span&gt;', Nadine berharap kalau darah Jermannya akan menghentikan penyiksaan ini, namun.&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Even better bitch, I hate Nazi!&lt;/span&gt;' geram sang komandan, dan ledakan jerit Nadine kembali terdengar ketika api cerutu itu membakar clitorisnya yang masih berdarah akibat gigi lintah.&lt;br /&gt;dengan santai sang komandan menghisap cerutunya memperbaiki nyala api dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Nadine meringkuk menggigil menahan sakit dalam selnya yang berukuran sempit hingga ia harus tidur dengan menekuk kaki, seluruh tubuhnya terbakar, tak ada satu bagianpun yang lolos dari sundutan cerutu, dan beberapa bungkus marlboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah siksaan apa saja yang sudah ia terima, Nadine sudah berhenti menghitung, namun siksaan dan pelecehan mental, fisik dan sexual terus menderanya, dan teknik interogasi yang sama sekali tidak manusiawi dialaminya.&lt;br /&gt;Nadine pernah didudukkan di kursi kayu dengan starp agar ia tak bisa lari, lalu wajahnya diberi wadah hingga ke lehernya, lalu mereka menuangkan cairan campuran air seni, dan kotoran hingga penuh dan membuat Nadine kehabisan nafas dan menelan 'bubur' itu.&lt;br /&gt;Atau Nadine pernah dipaksa berlari mengelilingi camp sepanjang hari, atau menari bugil untuk hiburan prajurit yang kemudian bergiliran memperkosanya, bahkan pernah dirinya diikat dalam piosisi menungging, dan tubuh tak berdayanya dijadikan pemuas nafsu anjing-anjing penjaga yang jumlahnya banyak.&lt;br /&gt;Ketika giliran herder yang maju, sang komandan bberkata mengejek, '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;your country fella want to fuck you! enjoy some german dick!&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bentuk pelecehan juga bervariasi seperti ketika tubuhnya diikat di atas meja, dan mereka menetesi tubuhnya dengan lilin, hingga tubuhnya menggeliat-geliat. Mereka sengaja memberi tetesan lebih banyak di vagina nadine yang kini bulunya melebat karena tak tersentuh pisau cukur, dan ketika lilinnya mengering mereka menyentak lilin itu hingga seluruh bulu vagina Nadine tercabut, lalu lilin yang masih menyala itu disumbat ke dalam vagina dan anus Nadine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horor kembali menghantui Nadine, ia mendengar kalau ia akan segera dieksekusi, karena jawaban yang tak pernah terucap dari dirinya. Sementara mulutnya bekerja keras mengoral penis kuda seorang prajurit, otaknya berpikir keras untuk mencari cara melarian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan keras di gudang senjata cukup membuat semua prajurit kalang kabut, bahkan Komandan yang tertidur pulas dengan penis yang masih menancap di mulut Nadine, segera bangun, menendang wajah gadis itu dan segera melihat keadaan.&lt;br /&gt;Dengan perlahan, Nadine menyelinap, gadis itu mengambil singlet prajurit yang lebih kecil dari dirinya hingga ukurannya jadi pas, mengambil celana yang pas ditungkai indahnya, dan menonjolkan bokong indahnya,tak ketinggalan army boots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine juga mengambil dua pucuk pistol FN, sebuah senapan serbu, pisau komando dan beberapa granat.&lt;br /&gt;Ia mulai bergerak, ia menyelinap bagai pasukan siluman, membunuh beberapa prajurit, dan... dendamnya terbalas, ketika ia berhasil memenggal kepala sang komandan yang lengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembakan silih berganti mengiringi menghilangnya Nadine, yang kini bagaikan rambo ke tengah hutan, rimba. Namun Nadine menyempatkan diri melihat kekacauan yang disebabkannya, ia kaget karena ada seorang gadis di bawa ke dalam camp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang komandan baru mengisi posisi yang kosong, dan dengan garang menghajar seorang wanita cantik bugil, yang baru saja tertangkap oleh pasukannya, dan tuduhan padanya adalah penyebab ledakan gudang senjata, dan membantu pelarian Nadine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu meronta, mengiba, mengatakan buka dia pelakunya. Namun komandan baru tak peduli, ia menarik tali yang mengikat kedua kaki gadis itu, mengaitkannya pada bagian belakang mobil jeep, membalikkan tubuh gadis itu dan mulai menyeretnya dengan mobil.&lt;br /&gt;Gadis itu berteriak kesakitan. '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm not criminal... I'm Leah Di.......&lt;/span&gt;' suara gadis itu teredam ketika mobil jeep melaju melalui tumpukan kayu yang terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadine meringis pedih... namun sekarang ia harus terus bergerak. Pelariannnya dimulai lagi, gadis itu masih berharap untuk bisa kembali ke tengah peradaban, namun petualangannya belum lagi berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End for now&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-3914514501411708332?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/3914514501411708332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=3914514501411708332' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/3914514501411708332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/3914514501411708332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/04/nadines-survival-pt-2-military-camp.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SdVcG0ulepI/AAAAAAAAAEs/KYisGPbv_ZY/s72-c/ndn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-8689440239190944900</id><published>2009-03-17T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T01:52:12.300-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sb9kpRTdwQI/AAAAAAAAAEU/0CR7oiJGmQ4/s1600-h/andie1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 304px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sb9kpRTdwQI/AAAAAAAAAEU/0CR7oiJGmQ4/s320/andie1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314076745502933250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasib Tragis Andrea Lee VII-The Trainging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu dimulai dengan posisi Andrea yang berlutut di atas ranjangnya, tubuhnya berhimpit dengan tubuh satpam dan tukang kebunnya. Mulutnya sibuk ber &lt;em&gt;frenchkiss&lt;/em&gt; ria dengan satpam yang melumat bibir sensual Andrea dengan rakus, sampai-sampai liur mereka berlelehan. Sementara tukang kebun, asyik mencupangi leher Andrea sampai merah-merah dan meremasi payudaranya dengan kasar.&lt;br /&gt;Andrea sendiri tak bisa berbuat banyak, kecuali pasrah dengan perlakuan kasar keduanya, vagina dan anusnya mengeluarkan bunyi berdecak kecipak seiring expansi penis keduanya yang bergerak seirama, terkadang lembut namun lebih sering kasar dan brutal.&lt;br /&gt;Andrea merasakan selangkangannya penuh, ia bisa merasakan penis keduanya yang hanya terhalang dinding antara vagina dan anusnnya hingga menimbulkan sensasi yang sebenarnya tak diinginkan Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela pergumulan liar itu Andrea dapat melihat Arman dan Susi asyik bersetubuh dengan tak kalah ganasnya. Dan nampak sekali Susi menikmati sodomi yang dilakukan Arman, serta tanpa ragu menikmati ass to mouth. Disaat yang sama Andrea merasakan genjotan kedua tuannya yang makin liar menandakan ejakulasi yang mendekat.Dan lenguhan berkepanjangan terdengar silih berganti di dalam kamar itu, ketika Arman dan Susi juga mengalami orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan nafas yang masih berat Susi segera menghampiri Andrea yang tergolek lemas setelah dihajar penis satpam dan tukang kebun dengan brutal, nampak lelehan sperma mengalir dari vagina dan anus Andrea, bahkan tampak noda kekuningan dari cairan sperma yang meleleh dari anus Andrea.&lt;br /&gt;Susi meminta kedua penikmat Andrea untuk  menelentangkan budak mereka dan kemudian mengunci rahangnya hingga membuka. Dengan santai Susi mengangkangi mulut Andrea dan mengejan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea gelagapan menerima lelehan sperma yang bercampur cairan kekuningan dari anus sang nyonya. Namun dengan rahang yang dikunci tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menelan semua cairan busuk itu. Keempat penjajahnya tertawa melihat expresi Andrea yang kembali harus merasakan kotoran masuk ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Arman merapihkan kamera video yang menyimpan rekaman mereka untuk kemudian di &lt;em&gt;upload&lt;/em&gt; ke &lt;em&gt;hardcore site&lt;/em&gt;, dan kemudian sebuah surat masuk ke alamat Arman. Arman menyeringai melihat isi surat itu.&lt;br /&gt;'Heh pelacur.' cetus Arman santai, 'akan ada pertandingan antar budak, dan kamu akan mengikutinya'katanya ringan seakan Andrea sudah pasti setuju.&lt;br /&gt;Lalu lanjutnya lagi dengan santai, 'Pemenangnya tidak akan dapat apa-apa kecuali kesempatan hidup untuk jadi budak lebih lama lagi...'&lt;br /&gt;Arman sengaja berhenti sejenak agar Andrea meresapi perkataanya, Arman dapat melihat Andrea lemas, mendengar bahawa sebenarnya tak ada untungnya kalau dia memenangi 'pertandingan ajaib'itu. Namun kelanjutan kalimat Arman membuatnya ngeri.&lt;br /&gt;'Untuk yang kalah, hanya ada kematian setelah mengalami perkosaan dan siksaan yang sangat lama dan menyakitkan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa iblis keempat penjajahnya membuat Andrea sangat pucat, ternyata pilihan untuk dirinya hanya menang untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;Arman kembali berujar,'sebaiknya kamu bersiap, karena mulai besok kamu akan menjalani pelatihan yang sangat berat sampai tiba waktu pertandingan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea berharap keempatnya akan memberi sedikit waktu untuk beristirahat bagi tubuhnya yang letih, namun sayang sekali karena yang dikasud dengan istirahat adalah sepasang dilo super dengan vibrasi super yang dipasang sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya dengan tubuh yang sangat lemas karena orgasme berulang yang dirasakan Andrea juga dengan kondisi vagina dan anus yang memar memerah akibat gesekan konstan dildo itu. Dengan sedikit mengangkang menahan perih, Andrea dipaksa makuk dalam bagasi mobil, Arman kemudian menyentak lepas dua dildo tersebut, membiarkan vagina dan anus Andrea kembali normal, lalu membanting tutup bagasi dengan keras. Andrea kini berdesakan dengan banyak barang dan perkakas mobil dalam bagasi itu, ia merasakan kalau mobil mulai melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Andrea berkejap menahan silau ketika Arman membuka tutup bagasi itu. Arman menyuruh Andrea memakai sports bra dan hotpants sexy, serta sepasang sepatu olahraga, lalu menyeret Andrea ke balik dinding seng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea tercengang, ternyata Arman membawanya ke sebuah lokasi pembangunan gedung. Namun keterkejutannya segera berganti kengerian ketika melihat ada sekitar enam puluh kuli bergerombol ke arah mereka. Mador para tukang itu menghampiri Arman dan berkata, 'Jadi ini kuli barunya? Boleh juga.'&lt;br /&gt;Arman berkata 'Kalian harus buat dia bekerja sangat keras, jangan beri ampun.'&lt;br /&gt;'Tenang aja mas Arman, kebetulan kami perlu sedikit istirahat, jadi dia yang akan melakukan semua pekerjaan kasar, belum lagi kami perlu pembantu untuk ngurusin kami semua, baik di dapur dan di kasur, hahaha'&lt;br /&gt;Andrea menggigil demi menyadari dirinya dikuasai enam puluh kuli yang akan memakainya dengan semena-mena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma ia menyembah Arman minta dilepaskan. Arman malah menendang wajahnya dan membiarkannya terisak di tengah kerumunan para kuli yang langsung beringas dan meneteskan liur demi melihat tubuh sexy Andrea yang hanya  berbalut sports bra dan hotpants.&lt;br /&gt;Mandor itu menghampiri Andrea dan berkata, 'Sekarang kamu milik kami, dan hidup kamu ada di tangan kami. kalau kamu nurut mungkin kamu akan keluar hidup-hidup, namun kalau tidak... kamu akan kami benamkan di salah satu tiang pondasi dan menguburmu dalam semen.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terisak pasrah, ia sadar tak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri atau melawan, akhirnya Andrea hanya dapat memasrahkan dirinya. Mandor itu kemudian berkata,' sebagai perkenalan, mendingan kamu buka bh sama kolor kamu, kita-kita mau ngeliat kamu telanjang.'&lt;br /&gt;Andrea menggigil, dengan perlahan ia membuka sports bra dan merasakan dengus nafas liar para kuli melihat payudaranya yang menggantung bebas, dan ketika hotpantsnya tercampak, para kuli itu tak tahan lagi untuk menyerbu, namun mandor  membentak mereka, 'Gua dulu setan!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Andrea dipaksa menungging, wajah gadis itu memerah karena malu vagina dan anusnya terekpos bebas ke arah para kuli. Andrea meringis ketika tiga jari mandor yang kotor penuh debu, semen serta cat mengaduk vaginanya, dan kemudian Andrea menjerit tertahan ketika penis sang mandor menggedor vaginanya yang kering.&lt;br /&gt;Payudaranya yang bergayut dijadikan permainan tangan sang mandor, Andrea merintih dan meringis karena perlakuan kasar pada tubuhnya.&lt;br /&gt;Dan ketika akhirnya sang mandor orgasme, Andrea sadar perkosaan itu baru dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan kuli itu segera bergerak brutal, menjamah, menjarah dan menyakiti Andrea. Hidung gadis itu berulang kali tertanam di bulu kemaluan pemerkosanya, tangannya pegal mengocok banyak penis, payudaranya memerah keunguan diremas dengan kasar, dan bulatan pantatnya meninggalkan jejak remasan.&lt;br /&gt;Vagina, mulut dan anusnya bekerja sangat keras menampung penis demi penis, dengan berbagai gaya barbar dipraktekkan pada Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah larut malam ketika perkosaan pertama itu selesai, tubuh Andrea bagai diselimuti  sperma, tak ada satu bagian tubuhnya yang terlewatkan. Para kuli tertawa melihat Andrea yang terlentang pasrah kelelahan di atas tanah, lalu seseorang memberi ide gila yang segera disambut riang yang lainnya.&lt;br /&gt;Andrea gelagapan ketika secara bergantian atau bersamaan para kuli mengencingi sekujur tubuhnya, mulutnya berkali-kali terpaksa menelan air seni para kuli bejad itu yang seakan puas telah merendahkan gadis itu hingga ke titik terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terisak sedih, namun para kuli itu sama sekali tak memiliki rasa iba.Penghinaan mereka belum lagi usai, mandor itu memberikan 'pakaian' untuk Andrea berupa kaus singlet yang sangat dekil dan celana dalam merk hings yang longgar dan nampak belum dicuci untuk waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;Dengan pakaian itu, Andrea dipaksa memasak untuk seluruh kuli. Bahkan di saat memasakpun Andrea kembali mengalami pelecehan, celana dalam yang sama sekali tak ada gunanya itu membuat bagian bawah tubuh Andrea terekspose bebas, dan memudahkan para kuli untuk memperkosa Andrea dan menyebabkan proses memasak menjadi lebih lama. Dan alasan itu membuat para kuli mempunyai kesempatan untuk menyiksa Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosesi memasak, Andrea dipaksa menghibur mereka dengan menari erotis lalu memaksa Andrea untuk onani dengan bantuan sebuah terong besar. Andrea hampir pingsan kelelahan karena dipaksa onani selama dua jam tanpa henti, para kuli tertawa senang melihat Andrea bekubang di carian orgasmenya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari belum lagi terang ketika mandor itu menjambak rambut Andrea. Ia memaksa gadis yang kelelahan itu untuk memasak sarapan para kuli, sementara dirinya sendiri hanya sarapan sperma dalam porsi besar.&lt;br /&gt;Lalu Andrea diperintahkan memakai sports bra dan hotpantsnya kembali, dan sang mandor membawa Andrea ke area proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandor itu memberi sebuah palu godam pada Andrea dan menunjuk pada sebuah bangunan dengan beberapa dinding yang telah berlubang.&lt;br /&gt;'Aku mau bangunan itu roboh.'&lt;br /&gt;Andrea terpana, namun sabetan cemeti di punggungnya menyentak Andrea, dengan tertatih Andrea menyeret godam yang berat itu dan mulai menggedor dinding beton bangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit kemudian, tangan Andrea bergetar hebat, tapak tangannya melepuh. Namun mandor itu malah menghajarnya.&lt;br /&gt;'Enak aja, kamu berhenti pelacur! bangunan ini belum roboh, kamu harus terus merubuhkannya.!'bentak mandor itu, 'Kamu terlalu manja, hanya merasakan kenikmatan dunia. Sekarang rasakan beratnya kerja para kuli.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea berguling-guling menghindari sabetan cemeti, lalu dengan lunglai kembali bangkit dan mulai menggempur dinding kokoh bangunan itu.&lt;br /&gt;Keringat mengalir deras dari seluruh pori-pori tubuh Andrea, telapak tangannya terluka dan terasa sangat perih karena terkena peluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah hari mereka beristirahat, namun buat Andrea istirahat hanya sebuah angan-angan. Sang mandor memaksanya melayani para kuli, menjamu mereka semua, menyuapi dan memijat para kuli, dan mengoral para kuli.&lt;br /&gt;Kemudian pekerjaan dimulai lagi dan kembali Andrea dihadapkan gedung kokoh dihadapannya yang menanti dirobohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari mulai senja, kembali Andrea menjalani perannya sebagai 'istri' bagi para kuli. Ia diharuskan mencuci pakaian seluruh kuli, maka tampaklah pemandangan sensual, Andrea duduk di atas bangku kayu, mengangkang dengan vagina disumpal terong, mengucek baju, sementara kepalanya menoleh ke samping dan melakukan deepthroath untuk barisan para kuli. Andrea sendiri melakukannya dengan menahan perih dikedua telapak tangannya yang terkena detergen.&lt;br /&gt;Setelah mencuci, Andrea harus memandikan para kuli. Mejilati anus mereka setelah buang air besar dan menjadikan mulutnya sebagai penampungan kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari-hari berlalu dengan beragam jenis kerja rodi yang dialamatkan pada Andrea, Selain menggempur bangunan, Andrea dipaksa mengerek tumpukan bata untuk menyuplai kuli di lantai tiga. Atau dirinya dipaksa memanggul tiga sampai empat tumpuk sak semen, dan memanggulnya naik tangga sampai ke lantai lima bangunan itu.&lt;br /&gt;Andrea juga dijadikan penarik beban ketika mereka memindahkan gerobak demi gerobak pasir untuk suplai adukan semen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kerja kerasnya sendiri tak membuat siksaan berlalu. Pernah Andrea diikat pada sebuah tonggak, dan mereka bergiliran memecutnya hanya karena Andrea terlambat mengantarkan semen.&lt;br /&gt;Atau pernah Andrea diikat pada katrol batubata dan dibiarkan tergantung semalaman, hanya karena Andrea berteduh menghindari panas.&lt;br /&gt;Dan ketika pemilik bangunan melakukan inspeksi, Andrea disembunyikan dalam septictank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan dan nyonyanya, terkadang datang mengunjungi Andrea untuk melihat perkembangan kondisi fisik sang budak, Arman tersenyum melihat kondisi budaknya, dan Susi nampak semakin sinis.&lt;br /&gt;Terkadang mereka memberi Andrea 'cuti', mereka membawa Andrea ke villa mereka untuk dipergunakan sendiri, dan kembali Susi 'menghadiahi' stalion untuk Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah enam bulan menjalani 'kontrak kerja', Arman datang untuk mengambil pelacurnya.&lt;br /&gt;Mata Arman nyaris meloncat keluar rongganya melihat transformasi tubuh Andrea.&lt;br /&gt;Otot bertonjolan dari tubuh Andrea, sixpacknya makin terdefinisi jelas, betisnya indah.&lt;br /&gt;Kulitnya sendiri menjadi sedikit gelap karena terbakar mentari, namun justru makin menjadikan Andrea exsotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Pelacurku akan menang,' gumam Arman, 'Dia akan menang.'&lt;br /&gt;Andrea pasrah ketika tubuhnya kembali dilingkupi kegelapan bagasi, dan kekalutannya bertambah ketika sebelum menutup bagasi Arman mengatakan kalau dirinya akan menjalani serangkaian 'latihan' lagi selama enam bulan kedepan sebelum pertarungan hidup dan matinya di mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea menggigil....&lt;br /&gt;Perjalannannya masih sangat panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-8689440239190944900?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/8689440239190944900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=8689440239190944900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8689440239190944900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/8689440239190944900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/03/nasib-tragis-andrea-lee-vii-trainging.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/Sb9kpRTdwQI/AAAAAAAAAEU/0CR7oiJGmQ4/s72-c/andie1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-5019853124272261110</id><published>2009-02-14T02:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T02:38:59.549-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SZaaaX1UtBI/AAAAAAAAAD8/w2DkZ2pblMo/s1600-h/AndreaLee.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SZaaaX1UtBI/AAAAAAAAAD8/w2DkZ2pblMo/s320/AndreaLee.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302595389140284434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasib Tragis Andrea Lee VI:  Nasib Tragis Andrea Lee:  Fatal Attempt 2 - The Trap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea betul-betul menderita, hari-harinya penuh dengan penghinaan dan pelecehan secara sexual. Tubuhnya dijadikan pemuasan birahi tiga tuan dan seorang nyonya nya, yang tidak segan-segan memperlakukannya lebih rendah dari hewan.&lt;br /&gt;Walau tubuhnya sekarang sangat sexy akibat 'olah raga' rutin yang dijalaninya, tapi jiwanya kosong, bahkan kemolekan tubuhnya menjadi kutukan buat Andrea karena makin mengobarkan nafsu tuan dan nyonya nya, atau orang-orang lain yang mendapat rejeki mencicipi tubuhnya. terlebih berkat ramuan profesor maniak yang membuat tubuh, payudara dan pantanya montok dan sekal permanen, serta ramuan yang membuat vagina dan anusnya kembali perawan bila satu jam tidak dimasuki penis.&lt;br /&gt;Namun yang paling membuatnya hancur ialah, tak adanya lagi harapannya untuk menjadi wanita normal, karena salah satu ramuan profesor itu mematikan produksi indung telurnya, dan mematikan rahimnya hingga Andrea tak akan pernah lagi bisa memiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan, hinaan dan pelecehan dijalani Andrea dengan tertekan, dan terkadang menimbulkan lagi keinginannya untuk mencoba kabur.&lt;br /&gt;Andrea mencoba menyusun strategi hingga bisa menemukan kelengahan penjajahnya, dan pada suatu hari Andrea merasa kalau saatnya sudah tiba.&lt;br /&gt;Andrea memasukkan bubuk obat tidur yang ia curi dari lemari Arman, supirnya, mencampurkannya dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pitcher orange syrup &lt;/span&gt; dan menyajikannya pada mereka yang sedang asyik berjemur di pinggir kolam renang, di sebuah villa besar yang disewa penjajah-penjajah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea bersorak kegirangan ketika melihat penjajahnya tertidur, lalu dengan hati-hati ia menggunting strap di lehernya yang berisikan empat jarum dengan tiga jarum sisa berisi racun yang membuatnya gatal kecuali ia menerima semburan sperma manusia dalam rahimnya.&lt;br /&gt;Andrea menyambar kemeja Arman dan segera berlari ke luar villa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea gembira melihat gerbang besi vila megah itu, larinya makin kuat, tangannya meraih, dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengatan listrik menghempaskan tubuh Andrea. Tubuhnya terbanting. Badannya menggigil menahan kejutan listrik yang menyengatnya.&lt;br /&gt;Dan empat bayangan yang menaungi tubuhnya membuat Andrea makin menggigil.&lt;br /&gt;Para penjajahnya menyungginkan senyuman iblis, dan tawa horor membumbung tinggi seiring Andrea yang hilang kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gadis itu siuman, ia melihat kalau ia berada di sebuah ruang bawah tanah. Matanya membelalak melihat banyaknya alat-alat penyiksaan di sana. Ia mencoba berontak namun ia terkejut karena tubuhnya terikat kuat di ranjang besi membentuk huruf x. Dan ketika ia coba berteriak, ia menyadari mulutnya ditutup silver duct tape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea melihat Arman datang menghampirinya dengan raut bagai serigala yang mendapatkan mangsa. Andra mencoba menghiba, namun mulutnya tak bisa mengeluarkan satu patah katapun.&lt;br /&gt;'Kami tahu kalau kamu mencoba melarikan diri' desis Arman, sambil menuju deretan alat penyiksaan&lt;br /&gt;Mata Andrea membelalak ngeri, kepalanya menggeleng kuat.&lt;br /&gt;'Kami sengaja meletakkan bungkusan obat tidur itu untuk menjebakmu' kekeh Arman yang membuat Andrea makin ketakutan.&lt;br /&gt;'Dan untuk itu, kau harus dihukum...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terbelalak, mulutnya mengeluarkan jeritan teredam.&lt;br /&gt;Cambukan itu datang tiba-tiba, dan ketika Andrea sedang mengatur nafas, nampak Arman menggengam cambuk dengan banyak ujung.&lt;br /&gt;Arman takjub melihat payudara Andrea yang naik turun seiring nafasnya yang berat, lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ctar, ctar, ctar, ctar.&lt;br /&gt;Tanpa belas kasihan Arman mencambuk sekujur tubuh Andrea. Gadis itu hanya bisa menggeliat-geliat kesakitan. sekujur tubuhnya dipenuhi jalur-jalur ungu hasil cambukan.&lt;br /&gt;Cambukan Arman kini lebih spesifik, puting susu Andrea dan vaginanya menerima porsi yang lebih. Andrea melonjak-lonjak sejadinya merasakan sengatan cambuk pada daerah sensitifnya, hingga...&lt;br /&gt;Arman tertawa terbahak-bahak melihat Andrea terkencing-kencing menahan dera cambukannya. Ia tampak puas melihat bilur-bilur yang menghiasi tubuh Andrea,. Arman duduk mememulihkan tenaganya sambil melihat tubuh Andrea yang menggeliat-geliat kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea benar-benar kesakitan, pikirannya berisi penyesalan karena berusaha melarikan diri dari para penjajahnya yang kini memiliki alasan untuk lebih menyiksanya.&lt;br /&gt;Dan kini ia hanya pasrah menanti penyiksaan berikutnya.&lt;br /&gt;Arman mendekati Andrea dengan membawa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jumper&lt;/span&gt; mobil, ia mengeratkan jepit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jumper&lt;/span&gt; itu di puting susu Andrea yang mengernyit kesakitan, kemudian Arman menghujamkan sebuah silinder logam dengan kawat tembaga di anus Andrea.&lt;br /&gt;Andrea mengerti apa yang akan terjadi pada dirinya, kembali gelengan lemah dan tatapan penuh iba ditunjukkan Andrea, mohon pengampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman menyeringan sadis, tangannya memegang handle dinamo dan memutarnya.&lt;br /&gt;Andrea merasakan aliran listrik menyengatnya, tubuhnya kembali menggeliat, Arman memutar handle itu lebih cepat dan geliat tubuh Andrea makin liar.&lt;br /&gt;Lalu Arman memutar handle itu lebih cepat dan kuat membuat tubuh Andrea melenting-lenting kesakitan.&lt;br /&gt;'Well well... Staminamu boleh juga' ejek Arman, ' kamu belum capek, kan?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea tak konsentrasi mendengan hinaan Arman, kepalany seakan dihantam godam, dadanya seakan mau meledak. Arman meneteskan liur melihat dada Andrea yang naik turun dengan cepat, belum lagi peluh di tubuh Andrea yang membuat tubuhnya makin sensual. Namun ia masih ingin bermain sedikit lebih lama lagi.&lt;br /&gt;Arman mengambil seember air, dan menyiramkannya ke tubuh Andrea. lalu kembali memutar handle...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Andrea terbanting-banting menahan sakit. Air menjadi pengantar listik yang sangat baik, sekujur tubuhnya seakan terbakar, otaknya serasa gosong. Matanya mendelik hingga tinggal yang putihnya sebelum Arman akhirnya menyudahi permainannya.&lt;br /&gt;Arman membiarkan Andrea memperoleh lagi kesadarannya sebelum ia memulai lagi aksinya. Dengan kasar ia menyentak jumper mobil dan batang besi itu dari tubuh Andrea.&lt;br /&gt;Ia lalu membuka ikat kaki gadis itu, untuk kemudian mengikat betis Andrea ke arah pahanya. Kemudan Arman membuka pakaiaanya sendiri hingga telanjang dan tanpa banyak bicara langsung menghujamkan penisnya ke vagina Andrea yang kembali perawan.&lt;br /&gt;Andrea hanya bisa meronta kecil, karena vaginanya kembali di aduk paksa, terlebih pelumas yang ada di vaginanya cuma berasal dari kencingnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman menyentak Andrea dengan keras, seakan ingin menghukum gadis itu karena berusaha lari dari mereka, walau sebenarnya itu merupakan jebakan mereka sendiri. Dan andrea hanya melenguh kecil ketika merasakan semburan sperma Arman membasahi rahim mandulnya...&lt;br /&gt;Arman memandang tubuh Andrea dengan perasaan puas, &lt;br /&gt;'Sekarang giliran tukang kebun kita yang akan menghukummu', kata Arman sambil jari-jarinya di masukkan dalam vagina Andrea dan mulai mengaduknya dengan liar.&lt;br /&gt;'Dan ini hukuman terakhirku untukmu saat ini' geram Arman sambil mengubah tangannya jadi kepalan dan menghujamkannya dengan keras ke dalam vagina Andrea. Andrea tersentak lalu pingsan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terbangun karena mencium aroma busuk dekat dengan hidungnya, kepalanya terasa pusing. Ketika ia sadar penuh ia terkejut, karena tergantung terbalik di atas sebuah lubang yang penuh dengan....&lt;br /&gt;Andrea menjerit kepalanya hanya berada sekitar setengah meter dari lubang penampungan tinja. Tubuhnya terikat rantai tergantung terbalik, dan kedua tangannya terikat membentuk siku di punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Menjerit terus pelacur' ejek tukang kebunnya, 'aku yang akan menghukummu sekarang'&lt;br /&gt;'Ampun, tuan..., ampun... saya salah... budakmu salah... ampun' Andrea menghiba sejadi-jadinya, bahkan ia rela menyebut dirinya sendiri seabagai budak demi kehidupannya&lt;br /&gt;Tukang kebun menekan tombol remote di tangannya, derak rantai terdengar. Andrea histeris karena tubuhnya menurun, aroma tinja mulai menyengat, tukang kebun itu tertawa melihat usaha Andrea menghindari tinja itu, geliat tubuhnya menjadi atraksi tersendiri bagi dirinya, namun tetap hal itu percuma.&lt;br /&gt;Andrea meraskan kulit kepalanya menyetuh tinja itu,  ia memejamkan matanya menahan nafas dan menutup mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kebun itu membiarkan kepala Andrea terbenam dalam tinja sampai sebatas tenggorokannya, menunggu beberapa saat, lalu menaikkan rantai itu.&lt;br /&gt;Andrea terbatuk batuk mencari udara, hidungnya tertutup tinja.&lt;br /&gt;'Ampun...' jeritnya, 'ampun...' dan karena frustasinya, Andrea menjerit 'lepaskan aku bajingan!'&lt;br /&gt;'Aku bajingan?' jawab tukang kebun itu santai&lt;br /&gt;'Bu.... bukan tuan....' gagap Andrea menyadari ia baru saja memberi kalasan buat tukang kebun itu untuk menyiksanya lagi, dan benar saja&lt;br /&gt;'Ampun tuan!' seru gadis itu panik, rantainya berderak lagi, ' hamba yang bajinga, hamba yang baj...mmmhffgghhh'&lt;br /&gt;Kalimat Andrea terputus karena kepalanya lagi-lagi tertbenam dalam tinja, bahkan kini tukang kebun itu membenamkan Andrea sampai batas ulu hatinya, membiarkan payudara indah gadis itu terbenam juga dalam tinja.&lt;br /&gt;Si tukang kebun membiarkan Andrea lebih lama dalam kubangan tinja itu, memastikan gadis itu sesak nafas dan...&lt;br /&gt;glup...glup...glup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawa tukang kebun tadi membahana seiring naiknya tubuh Andrea, yang kini megap-megap dan meludahkan kotoran yang tertelan tadi sebisanya.&lt;br /&gt;'Nah pelacur' kikik tukang kebun riang, 'apa kamu mau aku benamkan sampai vaginamu?'&lt;br /&gt;'Ja...jangan tuan... ampun... hamba lakukan apapun tuan' hiba Andrea yang menggigil ketakutan mendengan ancaman tukang kebun.&lt;br /&gt;'Kamu mau kasih aku apa, biar vaginamu aman?'&lt;br /&gt;Andrea diam, dan itu langkah yang salah....&lt;br /&gt;Derak rantai terdengar lagi,  dan Andrea menyerah&lt;br /&gt;'Entot aku tuan... entot aku... entoooot' teriak gadis itu, ketika cairan tinja itu sudah sampai di batas hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea bernafas lega ketika akhirnya ia diangkat lagi, namun ia terlalu cepat senang, karena kemudian tukang kebun mengambil selang pemadam dan dengan kekuatan penuh menyemprot Andrea yang langsung gelagapan menahan dingin dan nyeri yang disebabkan semprotan air bertekanan tinggi itu.&lt;br /&gt;Lalu tanpa belas kasihan, tukang kebun itu langsung memperkosa mulut Andrea, memaksanya mendeepthroath penisnya, sambil vagina dan anusnya dihujam pentung polisi.&lt;br /&gt;Andrea kesulitan bernafas karena perlakukan brutal itu, namun tukang kebun tak perduli. Dengan santai ia memperkosa mulut Andrea sampai akhirnya Andrea harus menerima semburan sperma di mulutnya dan langsung masuk ke perutnya, dan kembali gadis itu pingsan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea terbangun karena merasakan sentakan penis di anusnya. Ternyata satpam sedang menyodominya dengan brutal, di atas seekor kuda yang diarahkan ke sebuah gua di dekat villa itu. Sentakan demi sentakan mengiringi sodomi yang menyakitkan yang dialami Andrea karena selain karena gearakan kuda itu, si satpam menambahkan aksesoris kondom duri, yang menyelubungi batang penisnya.&lt;br /&gt;Dan ketika merka tiba di mulut gua si satpam memuntahkan spermanya dalam anus Andrea.&lt;br /&gt;Andrea bersukur karena tentunya kini satpam itu sudah puas dan mereka akan kembali ke villa. Namun salah, Satpam itu menyeret Andrea ke dalam gua dan Andrea terkejut ketika melihat ada sebuah penjara, dan Andrea lebih terkejut melihat ada banyak tahanan dalam kondisi lusuh dalam penjara itu.&lt;br /&gt;'Mereka sudah lima bulan belum menjamah tubuh perempuan' bisik Satpam itu dengan santai, 'dan kamu akan melayani mereka semua'&lt;br /&gt;Andrea coba memohon sambil menghiba, 'jangan tuan... jangan...entot saya sampai puas tuan, sodomi saya... asal jangan masukkan saya ke sel itu....'&lt;br /&gt;Namun Satpam itu tak mendengarkan permohonan Andrea, tubuh lemah gadis itu diseret dengan mudah, dan dilemparkan mauk ke dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja tubuh telanjang Andrea menjadi sasaran tangan kasar para tahanan yang kasar dan dengan aroma tubuh yang membuat Andrea mual. Jelas kalau para tahanan itu belum mandi bahkan sampai berminggu-minggu. Jilatan, remasan, ciuman, gigitan, tamparan dan jambakan bertubi-tubi menyerbu tubuh Andrea, sehingga bekas cupangan tapak tangan dan liur benghiasi sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Mulutnya segera bekerja keras mendeepthroath penis-penis bau itu, betapa mualnya Andrea karena hidungnya tertanam di bulu selangkangan yang apek dan banyak daki, dan mual itu ditambah karena perutnya sekarang terisi sperma demi sperma yang disemburkan penis-penis itu. Lalu perkosaan itu di mulai. tanpa banyak bicara ketiga lubang di tubuh Andrea selalu terisi penis secara silih berganti, mulut, vagina, anus. Beragam cara dan gaya barbar dialami Andrea yang telah lunglai bagai kain usang yang dilempar kesan-kemari dengan liar dan brutal. Bahkan vagina dan anusnya menerima fisting secara brutal berulang-ulang dan mulut serta lidahnya harus bekerja keras menjilati anus para tahanan itu. Perkosaan itu berkelanjutan, terus dan terus, dan Andrea di keluarkan dari sel itu hanya karena para tahanan sudah tak mampu lagi berejakulasi, Andrea sendiri sudah pingsan entah sejak kapan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea tersadar ketika tubuhnya serasa terdesak dan terdorong-dorong, dan ia menjerit ngei ketika mendengar suara lenguhan babi, ternyata tubuhnya berada dalam kandang babi yang bau, kotor dan berlumpur.&lt;br /&gt;'Sudah bangun, lonte?'&lt;br /&gt;Suara nyonya Susi mengagetkannya, Andrea beringsut menjauh menghindari gerombolan babi, namun cambukan Susi membuatnya beringsut ke arah yang salah, bahkan makin mebuatnya terhimpit gerombolan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susi kemudian memaksa Andrea bekerja keras dalam peternakan itu, ia harus memindahkan tumpukan besar jerami, membersihkan kotoran di kandang sapi, memberi makan babi dan pekerjaan berat lainnya.&lt;br /&gt;Andrea hampir pingsan kelelahan, ketika Susi berkata, 'lapar pelacur?'. Andrea mengangguk lemah.&lt;br /&gt;Lalu Susi mengikat Andrea dengan dengan kuat di salah satu tiang di kandang itu dalam posisi berjongkok, dan mengikat rambut panjang Andrea ke arah tiang hingga mendongak, lalu susi memasukkan selang kotor ke dalam mulut Andrea sampai jauh masuk ke kerongkongannya, dan meletakkan corong besar di ujungnya.&lt;br /&gt;Kemudian Susi membawa sebuah ember besar, dan berkata, ' ini makannanmu, campuran sperma da sisa makanan seluruh hewan di kandang ini'. Dan dengan santai mulai menuangkan isi ember itu sedikit demi sedikit dengan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut Andrea sedikit membuncit menerima cairan 'bubur' itu, bahkan akhrirnya karena sudah tak sanggup menampung dan menahan mualnya, Andrea tersedak dan memuntahkan cairan tersebut hingga menutupi wajah, dan tubuhnya, belum lagi anusnya yang mengeluarkan kotoran tak tertahan karena dirinya mengejan menahan mual.&lt;br /&gt;Susi tertawa terbahak-bahak melihat kodisi Andrea yang hancur-hancuran itu, lalu Sausi menyeretnya ke luar kandang, mengikat lehernya dengan tambang rami dan menahannya di sebuah pasak, kemudian susi mengambl selang dan menyemprot sekujur tubuh Andrea, Andrea dimandikan seperti seekor anjing, disabuni dengan sabun colek dan dikeramas dengan deterjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semuanya belum berakhir, Susi mengikat tubuh lunglai Andrea di sebuah palang alat yang telah diposisikan sedemikian hingga tubuh Andrea seperti membungkuk dengan posisi berdiri agak menungging dan kaki menjinjit.&lt;br /&gt;Andrea pasrah dengan apa yang akan terjadi, namun ketika mendengar suara ringkik kuda di belakang tubuhnya, Andrea berteriak histeris,&lt;br /&gt;'Ampun nyonya, jangan kuda, jangan kuda! Anjing saja nyonya, anjing saja...' Racau Andrea menghiba,&lt;br /&gt;Susi tertawa seram sambil berkata, 'Semua binatang di peternakan ini akan merasakan tubuhmu lonte, nah sekarang mereka dulu'&lt;br /&gt;dan Jerit Andrea membahana ketika penis besar kuda stalion itu merobek vaginanya dengan kasar bahkan sampai memborbardir  rahimnya yang mandul itu.&lt;br /&gt;Andrea dapat melihat darah mengalir dari vaginanya yang terluka parah, namun ikatan tubuhnya membuat dirinya tak bisa berbuat banyak kecuali terhentak-hentak mengikuti hujaman penis stalion itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susi berbisik di telinga Andrea yang pucat pasi menahan siksaan itu, 'Sesudah ini masih ada lima kuda stalion lagi sayang... enjoy', Andrea yang sudah lelah akhirnya pingsan terutama ketika ia merasakan penis stalion kedua mulai memperkosanya dengan brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun ternyata dirinya berada dalam ruang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;home theatre villa&lt;/span&gt; itu yang sangat nyaman, reflex tangan dan kepalanya menoleh dan meraba vaginanya. Andrea mendesah lega, vaginanya kembali utuh, walau iapun tahu kalau itu artinya ia akan selalu kesakitan ketika merasakan penetrasi karena akan seperti kehilangan keperawanan pertama kali, bahkan lebih sakit.&lt;br /&gt;Tawa para penjajahnya menyadarkan nasibnya yang berakhir sebagai budak sex...&lt;br /&gt;'Memek lo, utuh lagi, kan? hahaha' ejek Arman, &lt;br /&gt;'Huh, kamu untung karena kang Arman seneng memek peret sehingga kami minta dosis yang paling maksimal dari profesor', omel Susi yang nampaknya ingin sekali vagina, dan anus Andrea tak bisa normal kembali.&lt;br /&gt;Dan Arman melanjutkan kejutan demi kejutan buat Andrea, ia berkata&lt;br /&gt;'Kamu tentu bingung darimana kami punya uang untuk semua kemewahan ini, ini jawabannya.' katanya sambil menekan sebuah tombol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea melihat layar besar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;home theater&lt;/span&gt; itu menampilkan situs &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hardcore online&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;system pay per view&lt;/span&gt; dan ia terkejut karena ternyata semua rekaman pelecehannya dari saat pertama ia menjadi budak mereka di upload ke situs itu. Andrea benar-benar hancur, ia tak menyangka kalau pelecehannya dijadikan pemasukan utama penjajahnya bahkan kenyataan kalau dirinya masuk dalam top five download tidak membuatnya bangga, malah makin terpuruk, karena makin bayak orang yang telah menyaksikan penghinaan pada dirinya. Terlebih ketika ia melihat bayak orderan mengenai cara penyiksaan dan pelecehan sexual yang disarankan para netter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea makin tak bisa berkutik, ia tak berani lagi untuk merencanakan melarikan diri atau minta tolong, karena ia tak tahu siapa saja yang mendownloadnya, bahkan bisa-bisa ia dinikmati lebih banyak orang lagi yang menganggapnya sebagai onggokan daging dengan tiga lubang, yang hidup sebagai penampungan sperma bagi siapa saja yang menginginkannya. Belum lagi ancaman Arman dan teman-temannya yang akan membunuh semua keluarganya dan mengganti Andrea dengan saudara perempuannya sebagai budak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea benar-benar pasrah, ia terduduk bersimpuh meratapi nasibnya.  Kini yang diharapkannya para penjajahnya bosan dengan dirinya dan meninggalkannya.&lt;br /&gt;Namun untuk sekarang tak ada yang bisa dilakukannya, selain dengan patuh mulai mendeepthroath penis tuan Arman, tukang kebu dan satpam, serta jilat vagina nyonya Susi, dengan aksesoris strap baru dilehernya, dan melayani mereka sebaik-baiknya sementara para penjajahnya asyik menonton rekaman pelecehannya.&lt;br /&gt;Kisah perbudakannya masih akan berlangsung sangat lama...&lt;br /&gt;Lama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;End&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37211083-5019853124272261110?l=pimp-lord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pimp-lord.blogspot.com/feeds/5019853124272261110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37211083&amp;postID=5019853124272261110' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5019853124272261110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37211083/posts/default/5019853124272261110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pimp-lord.blogspot.com/2009/02/nasib-tragis-andrea-lee-vi-nasib-tragis.html' title=''/><author><name>pimp_lord</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05345332188659706763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SQwUYfUoPRI/AAAAAAAAACc/ih4BpbPTcec/S220/heineken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SZaaaX1UtBI/AAAAAAAAAD8/w2DkZ2pblMo/s72-c/AndreaLee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37211083.post-2107594011687069074</id><published>2009-01-15T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T04:39:10.566-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SW8uUvz4BMI/AAAAAAAAADo/N7gbSxpAH9Y/s1600-h/sandra+dewi+fhm+model+tidak+telanjang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IvBNheDDqZo/SW8uUvz4BMI/AAAAAAAAADo/N7gbSxpAH9Y/s320/sandra+dewi+fhm+model+tidak+telanjang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291499021149930690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Me VS Sandra Dewi&lt;br /&gt;Sandra Dewi tertunduk lesu di hadapan ku, aku bisa melihat matanya berkaca-kaca, namun ia harus menahan tangisnya atau kesedihanya akan terlihat oleh pengujung cafe tempat rendezvous kami berdua.&lt;br /&gt;Selembar foto copy kertas bermaterai dan selembar kertas berisi neraca di hadapan gadis manis itu yang menyebabkan matanya basah. Perjanjian hutang piutang ayahnya denganku serta perhitungan hutang dan bunga yang telah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra tak menyangka kalau ayahnya bisa berurusan denganku, well, perjanjian itu memang jebakanku. Aku bisa melihat kalau gadis d ihadapanku ini berbakat jadi bintang besar ketika pertama aku melihat penampilan perdananya di layar kaca, dan aku ingin merasakan tubuhnya, bahkan lebih dari itu, aku ingin ia menjadi mesin penghasil uang pribadiku baik melalui 'jalur normal' maupun side job yang aku siapkan untuk gadis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sengaja menjebak sang ayah dalam bentuk investasi berjangka, serta memberikan membership untuk private gambling club yang aku kelola. Dan jebakan paling kuno yang aku terapkan pada ayahnya yaitu dengan membuatnya 'menang' terlebih dahulu sebelum aku melumatnya hidup-hidup, haha.&lt;br /&gt;Dan sekarang, Sandra Dewi tak bisa berbuat banyak, karena tanda tangan sang ayah tertera dikedua lembar surat it, serta satu copy surat lain yang aku gunakan untuk menenggelamkan harapan gadis itu untuk berkelit. Satu lembar surat pernyataan sang ayah yang membuat Sandra harus bersedia melunasi semua hutang sang ayah dengan cara apapun juga di bawah komandoku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'A...aku tak mau membayar hutang ayahku... perjanjian itu tidak sah karena aku tak ikut menandatanganinya' elak Sandra padaku, well well, boleh juga.&lt;br /&gt;'Oke, kalau kamu tak mau,' jawabku santai, 'aku akan menemui ayahmu, dan meminta adikmu untuk menggantikan kamu membayar hutang, kalau adikmu pasti mau menyelamatkan ayahnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Sandra mebelalak, ancamanku mengena.&lt;br /&gt;'Jangan sekali-kali kaku ganggu adikku, bajingan,' desisnya geram&lt;br /&gt;'Hei hei... it's your choise, you decide!' &lt;br /&gt;Sandra Dewi, memandangku dengan pandangan geram, dan jijik. Namun kartu as ku sudah ku mainkan, dan gadis itu tau, pilihannya ada pada dirinya. Maka dengan suara bergetar menahan geram Sandra berkata&lt;br /&gt;'Baik, akan aku penuhi permintaanmu.'&lt;br /&gt;Gotcha, namun aku tak mau menunjukkan wajah terlalu girang, &lt;br /&gt;'Maaf Sandra, tetapi seperi kamu bilang, kalau kamu tidak tanda tangan semuanya tidak sah' ujarku santai sambil menyerahkan selembar surat bermaterai yang mengunci Sandra dalam cengkramanku sampai seluruh hutang ayahnya lunas - yang dalam jebakanku berarti untuk selamanya - hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, she's completely at my mercy. Tanda tangan di atas materai sudah membuatnya menyerahkan dirinya sepenuhnya dalam genggamanku. Aku memandang ekspersi wajahnya yang berbaur antara benci, takut, sedih dan kecewa. Wajah cantiknya memerah menunjukkan ekpresi yang berkecamuk tadi, dan ketika ia menundukkan wajahnya tanda kekalahan dan penyerahan, aku melihat tetesan air mata membasahi meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberinya tissue dan membiarkannya terdiam sesaat sebelum aku mengajaknya pergi. Sebenarnya aku bisa saja langsung memulai aksi gilaku, namun aku ingin melakukannya perlahan, aku ingin memakan jiwanya sedikit demi sedikit, hingga tak ada lagi kehormatan yang tersisa pada dirinya.&lt;br /&gt;Kemudian kami keluar dari cafe itu seperti tak terjadi apa-apa, aku membiarkan Sandra jalan terlebih dahulu dengan sebelumnya kau berikan sebuah catatan yang harus dia patuhi. Aku tahu dia tak akan macam-macam, karena semua jalan untuknya sudah aku tutup, aku memperhatikan Sandra berjalan lunglai, memaksakan tersenyum dan memberi tandatangan pada para penggemarnya, lalu aku melihat ia masuk ke salah satu gerai underwear yang terkenal, memilih pakaian dalam sexy seperti yang aku tulis padanya dalam daftar itu, well well, seleranya boleh juga, karena aku hanya meminta dia membeli pakaian dalam sexy, namun ia memilih yang super hot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku juga memintanya membeli beberapa pakaian yang akan aku pergunakan untuk persiapannya, menjadi sesuatu yang sudah aku rancang dengan baik. Hei, aku ngga mau rugi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, pick her up at the lobby, aku membawa kendaraanku ke daerah Ancol, untuk mengambil yacthku, aku bisa melihat wajah Sandra yang terheran-heran melihat semua yang aku miliki, ia berkata, &lt;br /&gt;'Dengan segala yang kamu miliki, tak bisakan kau memutihkan hutang keluargaku? Kami akan sangat berterima kasih padamu, berhutang budi padamu... kami'&lt;br /&gt;'Kalian memang berhutang, dan kamu akan membayar!' kataku ketus, 'Dan bila aku memenuhi permintaanmu, aku tak punya apa-apa sama sekali, now shut up, and board that yatch'&lt;br /&gt;Aku mengemudikan yatch itu dengan mantap, sambil melihat Sandra Dewi termangu mengucurkan air mata di dek kapal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berada di tengah lautan, dan aku mematikan mesin yatch ku, aku ingin memulai menghancurkan haga dirinya hingga pada akhirnya ia akan tuduk padaku seutuhnya. Sanrda Dewi memalingkan wajahnya ketika aku datang menghampirinya,  ia seakan sudah tahu kalau kehancuran dirinya sudah dimulai.&lt;br /&gt;'Buka bajumu...' perintahku. Hmmmmm, how sweet to see tears run down from her chick, aku tahu kalau Sandra ingin melompat ke laut, aku hanya berkata ringan,&lt;br /&gt;'Silahkan lompat, kamu liat kalau kita dikelilingi hiu? Lagi pula aku masih bisa menggunakan adikmu untuk pembayar hutang.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra Dewi limbung, ia tak berdaya, akhirnya ia menurut juga. Perlahan ia membuka bajunya, damn kulitnya benar-benar mulus, lalu celana jeansnya, dam ternyata underwear hitam benar-benar serasi dengan tubuh mulus itu, but not yet....&lt;br /&gt;Dan ketika penutup terakhir itu terbuka, aku hampir tak kuat menahan diri, tubuh yang sangat indah, bungkahan payudara yang montok dan sekal, pinggul yang bulat dan sexy, kaki yang jenjang, perut yang rata, dan wow, vagina terawat tanpa sehelai bulu menutupinya.&lt;br /&gt;Kemudian aku melemparkan sebotol sunblock pada Sandra, dan memintanya mengenakan sunblock itu. Badannya jadi mengkilat menggairahkan, lalu aku dengan santai memintanya untuk masturbasi di hadapanku di atas geladak yatch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra terlihat sangat terhina, aku tau seumur hidupnya ia belum pernah memamerkan tubuh bugilnya di hadapan lelaki, namun sekarang aku memaksanya untuk bermasturbasi,namun Sandra tahu kalau ia tak punya pilihan, perlahan ia mulai meremas payudaranya, membelai lembut tubuhnya, menelusuri tiap jengkal tubuhnya, dan mengusap vagina serta clitorisnya. Aha, she's a virgin allright, dia tidak memasukkan jarinya ke dalam vagina. Perfect.&lt;br /&gt;And i hope some hidden cam yang aku pasang akan memberikan hasil yang baik untuk perjalanan karir baru gadis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra tergolek lemas setelah orgasme panjang yang tapat ditahannya melanda, lalu aku membiarkan terlentang membentuk posisi x seperti itu, di geladak , lalu mulai menjalankan kembali yatch ku, yang kali ini dengan perlahan, aku ingin membiarkan kulit gadis manis ini sedikit berkenalan dengan terik matahari dan angin laut yang sudah lama ia tinggalan di kampung halamannya belitung, aku biarkan ia kemudian meringkuk membentuk bola dan kembali terisak seperti ingin mengutuki nasib buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya kami di private island milikku, aku membawanya ke villaku. Aku tersenyum penuh kepuasan melihat tubuh Sandra yang menggigil hanyatertutup bikini two piece super hot, super mini yang aku minta ia beli. Memasuki villa, aku meraih tangannya, aku tarik dia dalam pelukanku, aku rasakan tubuhnya bergetar akan penolakan yang harus di tahannya. Aku peluk dia dari belakang dan aku bekata lembut di telinganya.&lt;br /&gt;'Kamu akan membayarku dengan tubuhmu seutuhnya. Bukan saja melalui karirmu sebagai entertainer tetapi juga untuk karirmu yang lain.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra Dewi menegadah menatap langit-langit villaku, aku bisa merasakan getaran karna isak tangis, namun aku tak perduli, aku mejilat lembut cuping telinganya, mencium lehernya, merangsangnya. Aku memeluknya erat sambil aku jilati leher jenjangnya, membuatnya menggeliat mencoba menghindar. Kemudian aku berbisik lagi.&lt;br /&gt;'Aku akan jadi trainer kamu mengenai cara memuaskan pelangganmu, apa yang mereka ingin, apa yang mereka akan lakukan untuk meraih kepuasan. Aku kan mengajarimu untuk memuaskan semua pelanggan, tanpa penolakan sama sekali.'&lt;br /&gt;Aku membiarkan Sandra menggelosor terduduk di lantai, membiarkan semua kata-kataku terserap, ia milikku, assetku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku lihat Sandra sudah bisa menguasai dir, aku memintanya untuk merapikan dirinya, lalu aku mengajaknya berjalan di pantai berpasir putih di pulauku. Aku membawa kameraku dan mulai mengabadikan tubuh cantik Sandra dalam jepretan kamera.&lt;br /&gt;'Tiap pelacur memiliki portfolio,' ujarku sembarangan, 'dan ini akan jadi portfoliomu.'&lt;br /&gt;Well walau aku tidak menjadkan fotografi sebagai main  income ku, sure hell aku punya feel tentang momment yang tepat, sudut yang baik dan good natural lightning. Dan itu semua tanpa meminta gadis itu berpose.&lt;br /&gt;Beragam momment dan pose Sandra telah terkam terutama ketika tubuh nya terekspose sempurna. Looks wonderfull.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya di villa, hari telah jauh senja, aku membiarkan dirinya membilas tubuhnya, lalu hanya berbalut handuk tanggung, aku meyuruhnya mendatangiku di depan perapian. Siluet tubuhnya oleh cahaya api membuatku kembali mengabadikan gadis itu dalam kamera, sebelum aku benar-benar tidak tahan.&lt;br /&gt;'Sandra, sebagai pelacur, kamu harus sepenuhnya pasrah dengan keinginan customermu. Kalu mereka tidak puas, kamu tidak akan bisa bayar hutang, dan semakin lama bunganya akan semakin tinggi, hingga gabungan kamu dan adikmu belum tentu dapat melunasinya dalam waktu dekat.'&lt;br /&gt;Sandra kembali berurai air mata mendengar penjelasanku, biar saja ia menangis. Lebih baik ia menangis sekarang daripada di depan client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian meminta Sandra untuk membuka celanaku dengan mulutnya, matanya membelalak karena melihat penis pria yang ereksi sempura untuk pertama kali tepat di depan wajahnya yang kini memerah karena jengah.&lt;br /&gt;'Ayo pegang,' perintahku, dan aku menggigil kenikmatan karena merasakan tangan lembut Sandra memegang penisku, damn, dia benar-benar harus dilatih&lt;br /&gt;Aku mengajarinya cara mengocok dengan benar.&lt;br /&gt;Aku bisa melihat ekspresi jijiknya ketika lidahnya menjilati penisku, kantung zakarku, bahkan Sandra sampai muntah kecil ketika aku memintanya menjilati sunholeku.&lt;br /&gt;Aku santi saja, aku memintanya untuk mengepel muntahannya, sebelum kembali memintanya menjilati anusku sambil berkata,&lt;br /&gt;'Beberapa tamu kamu akan berbuat lebih dari ini Sandra, mereka akan menduduki wajamu, memaksa mulutmu membuka lebar di anus mereka, dan well... kamu akan tau sendiri nanti kelanjutannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena takut akan penjelasanku atau takut aku memberinya pada tamu seperti itu, Sandra makin lancar menjilati sunholeku, selangkanganku, kantung zakarku dan penisku, lalu aku memintanya mengulum penisku dikombinasikan dengan kocokan.&lt;br /&gt;Lalu aku memintanya melepaskan kocokannya dan aku menekan kepala Sandra dalam-dalam hingga dahinya menyentuh abdomen bawahku.&lt;br /&gt;Aku biarkan ia megap-megap kekurangan oksigen, meronta minta dilepaskan. Aku memberinya afas sejenak tanpa melepaskan kepala penisku dari dalam mulutnya.&lt;br /&gt;'Kalu pelayana
