Monday, July 21, 2008


Celebrity Nightmare: Luna Maya

Luna tengah bersiap untuk melakukan photo session. Untuk kali ini ia bekerja sama dengan orang-orang yang benarbenar baru, ia menyanggupinya, karena team ini benar-benar memohon kerjasamanya demi kemajuan karir mereka. Luna tergerak karena ia sendiri merasakan yang namanya merintis karir dari bawah.
Namun sayang, Luna tidak tau kalau kalau photo session ini merupakan jebakan yang sudah dirancang dengan matang.

Luna tiba di villa megah yang menjadi tempat pemotretan, lalu Luna berkenalan dengan para crew. Ia sedikit heran karena semua crew nya laki-laki, tak ada seorangpun perempuan, dan semuanya bertampang menyeramkan. Luna merasakan bahaya, dan coba lari. dan betapa terkejutnya ia mendapati mobilnya terbakar hebat. ia sadar sudah di jebak. Ia mencoba lari, namun sebuah tackle keras menghentikan usahanya.

'Nona sudah ada di genggaman kami, nyawa nona, tubuh nona, semuanya dalam kekuasaan kami', kata pemimpin mereka.

Luna pucat pasi, tubuhnya lemas, badannya mengigil, ia benar-benar tak berdaya, tempat ini jauh dari mana-mana dan ancaman mereka bukan main-main.
Luna hanya teisak menangis ketika membawa peralatan foto dan audio visual lainnya ke luar villa, dan di atur mengelilingi tubuhnya yang bersimpuh di tanah.

'Nah sekarang kita mulai' bentak sang pimpinan
'Buka baju, pelacur!'

Luna merinding, dengan menggigil ia bangkit, di pikirannya hanya ada satu. Keluar dari neraka ini hidup-hidup.
Dengan perlahan ia membuka pakaiannya sendiri, air matanya tak henti berderai karena prosesi penelanjangan dirinya direkam dan diabadikan, kemulusan tubuhnya segra membangkitkan gairah para penawannya.

Pakaian pertama di serahkan....

Luna tertegun, namun pecut kerbau yang menghantam payudaranya membuatnya tersentak dan segera mengiba....
tak lama Luna Maya siap

Sebuah topi polisi, bersandar di kepalanya, dan dengan rambut yang digelung, menampilkan leher jenjang Luna.
Rias mata gothic dan lipstick hitam senada, serta blush on kental, menambah exotis wajah Luna.
High heel boots sampai paha, menghias kaki jenjangnya, dan sebuah hotpants hitam super sexy mengiasi tubuhnya.
Sarung tangan hitam dan sebuah pentung menjadi accesorris.

Dan pemotretan di mulai, berbagai gaya erotis, vulgar dan merangsang di peragakan Luna, yang menahan mati-matian tubuhnya yang menggigil kedinginan dan ketakutan.
Kemudian mereka memaksa Luna membuang hotpants itu, dan sebelum mereka memaksanya berbuat lebih lanjut, salah satu dari merka mendekati Luna dan berkata.
'Ini tambahan aksesoris'. Lalu ia menancapkan badge polisi di puting sebelah kiri Luna yang membuat gadis itu melolong kesakitan
Mereka kemudian memaksa Luna mengoral pentungannya, dan memperkosa vagina dan anusnya dengan pentungan itu.
Luna menahan jeritnya ketika anusnya ditembus pentungan besar itu. dan setelah itu, lima orang 'model pria' maju dengan menggunakan topeng ala bang napi dan make up seram lainnya.

Mereka memaksa Luna berlutut di tanah, lalu mengoral penis mereka sambil tangan lembutnya sibuk menghand job penis lainnya.
Lalu Luna mengalami hal yang ditakutkannya, Ia dipaksa berwoman on top, anusnya di sodomi, mulutnya mengoral penis sementara jemari lentiknya menghibur dua penis lainnya.
Mereka memperkosanya dengan brutal, menyiksanya, melecehkannya.

Ketika sesi itu berakhir, tubuh Luna sudah babak belur, maskaranya luntur, wajahnya belepotan sperma, anus dan vaginanya membuka lebar, puting kirinya sobek, karena badge yang ditarik paksa.

Namun siksaan itu belum lagi berakhir
Mereka membersihkan tubuh Luna dengan air comberan, dan mengeringkan tubuhnya dengan kertas koran.
Mereka kemuian memaksa Luna mengenakan korset merah, sexy transparan, mereka mengabadikannya berlenggak lenggok, ke dalam villa.

Di depan perapian telah menunggu puluhan 'pemeran pria' dengan keliaran yang sama. Mereka menggunakan beragam pecut ke tubuh luna, yang mebuat korset sutra itu tak bertahan lama di tubuh remuk Luna, dan segera warna merah korset berganti merah jalur cambukan.
Dan di depan perapian, kembali Luna di lecehkan habis-habisan, mereka melakukan bondage art pada Luna menyiksanya dengan berbagai sex toys, dan electric shock, di dalam vagina dan anus nya. Mereka tertawa melihat Luna terkencing kencing dan berkali-kali mengeluarkan kotoran karena kebiadaban mereka.

Dan pelecehan mereka juga tidak hanya pada fisik, juga pada psikis Luna. Mereka memaksanya menjilati anus mereka, mandi kucing, Thai massage dan berbagai pelecehan lainnya.
Luna benar-benar kepayahan, dirinya antara hidup dan mati setelah melalui berbagai siksaan itu.

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam ketika sesi hari itu selesai. Mereka menyeret tubuh Luna ke luar villa, mereka mengikat tubuhnya pada sebuah palang dalam posisi menungging, semua sendinya diikat secara menyakitkan dan ia dibiarkan dalam keadaan bugil, dan kusut masai, mulutnya di pasangi dental gag hingga mulut Luna membuka sangat lebar.

Pemimpin mereka berkata pada Luna,

'Kamu tau...?, kami sudah mebuat berita palsu, kalau kamu akan vacation selama sebulan hahaha...., nah sekarang tidur nyenak, ya', ejeknya.
Ia kemudian berdiri di hadapan Luna, menurunkan celana, menyetubuhi mulut Luna, dan mengencingi wajahnya sembarangan.

Luna menggigil kedinginan dan ngeri, membayangkan apa yang akan terjadi padanya selama satu bulan, mampukah ia bertahan?
Dan belum habis galaunya, ia mendengar lolongan labrador dan herder yang entah dari mana mengelilingi tubuhnya dan mulai menyetubuhi seluruh lubang di tubuhnya.....

Satu bulan....

Satu bulan....

Satu bulan....

1 comment:

Pangihutan said...

Wah, cerita baru nih.. Tapi jangan kelamaan donk boz ngeluarin ceritanya hehehe... Itu maksudnya apa 1 bulan... 1 bulan... 1 bulan... Itu ceritanya tamat apa bersambung 1 bulan lagi.. Weleh.. Weleh.. lama bener..