Monday, June 29, 2009


Celebrity Nightmare: Aura Kasih - Under the Spell

Terinspirasi kisah - aku istri yang dihipnotis..

Aura sedang asyik ber window shopping di depan sebuah butik ternama di mall itu, matanya tertuju pada sebuah baju

yang sexy dan pakaian itu membuat gadis itu melangkahkan kaki menuju bagian dalam butik itu ketika ia merasakan

bokongnya yang berbalut rok jeans mini itu diremas dengan kasar.
Kontan gadis itu berbalik dengan tangan teracung ingin menapar dan ribuan kata-kata makian yang siap ke luar dari mulut sexynya.

Namun tatapan mata pria yang meremas bokongnya membuat Aura kaku. Gadis itu coba berontak namun tubuhnya sama

sekali tak bisa di gerakkan, bahkan di luar kehendaknya, tangannya malah terulur dan..
'Tidak....' jerit Aura yang tak keluar dari mulutnya. Tangannya kini memeluk erat pria yang menghipnotisnya itu,

bahkan tanpa bisa ditahannya, gadis itu ber cium pipi kanan, dan cium pipi kiri dengan pria itu.

Pengujung mall yang memperhatikan tentu merasa heran, ada seorang gadis sexy berpelukan mesra dengan seorang pria dengan tampang alakadarnya bahkan tampak sedikit terbelakang dengan pakaian lusuh, bahkan sang gadis tampak seperti merinduan pemuda itu.
Tanpa sungkan Aura mengajak pemuda itu menuju cafe termahal di mall itu, memesan minuman termahal, dan bercengrama dengan mesranya dengan pemuda yang secara fisik bagaikan langit dan bumi.

'Tidak..., kenapa aku..., tubuhku.... tubuhku melawan aku... si...siapa lelaki ini....Anyone.... Heeeeelllllppppp!!!'
Namun semua teriakan itu tak keluar, yang dilihat pelayan yang tampak kagum itu ialah wajah kangen Aura Kasih yang sangat sensual namun juga bernafsu.
Dan tak ada seorangpun yang mendengar bisikan 'mesra' sang pemuda di telinga Aura Kasih..
'Aku tau kamu ada di dalam sana dan mendengar aku. Kamu ada dalam pengaruh peletku, lonte.... kamu sekarang ada dalam genggamanku. Dan aku akan menjadi tuanmu.'
Dan sebuah kecupan mendarat di pipi mulus Aura yang nampak merasa sangat tersanjung.

Keduanya lalu beranjank dari cafe itu sambil bergenggaman tangan erat, seolah tak ada hari esok dan seolah tak ada orang di sekeliling mereka tingkah keduanya membuat sebagian pengunjung mall jengah dan memandang melecehkan...
'Tolong aku.... aku diguna-gunai... aku di jerat... tolong....'

Namun hana pandangan sinis yang diperoleh gdis itu, karena kini dengan manja tangannya bergayut pad pemuda yang lebih cocok jadi kacung dibanding kekasihnya.
Kembali pemuda itu berbisik lirih di telinga Aura...
'Aku akan membuatmu menjadi sangat hina... rendah... tanpa harga diri...'
Senyum manis merekah di bibir Aura, bagai menerima pujian yang lama dinantinya.

Dan kini keduanya sedang menikmati temaram lampu bioskop yang memutar 'asmara dua diana', well tepatnya pemuda kita sedang meresapi nikmatnya mulut Aura yang bagai kehausan menghisap, mengulum dan membiarkan penis pemuda yang bau itu menjelajahi nikmat kerongkongannya yang bagai mengalami dehidrasi dan hanya bisa dipuaskan penis pemuda itu.

Jemarinya sendiri asyik mengaduk vagianya yang sangat basah itu, g-stringnya sendiri sudah tergeletak entah di mana.

'Jangan liat... tolong.... jangan pandang aku begitu... aku tak ingin... penis ini menyiksaku... aku tak bisa bernafas...'

Sepasang kekasih memandang jijik pada keduanya, dan segera keluar dari ruang gelap itu sambil berbisik sinis. ' Memang pelacur...'

'Tidak... aku bukan pelacur... mmmmphhhh, penis ini bau... penuh daki dan apek... tolooooong...aaaarrrggghhh.'
Dan kini dengan rakus Aura menghisap habis sperma yang dimuntahkan sang pemuda bagaikan harta yang tak ternilai harganya, sementara vaginanya sendiri tak hentinya mengeluarkan cairan orgasmis yang sangat dahsayat hingga lenguhannya terdengar oleh seisi bioskop yang dengan senang hati merekam perbuatan mereka dengan cameraphone.

'Matikan... tolong.... matikan.....'

Namun malah senyum binal yang keluar .....

Pemuda itu lalu mengamit lengan Aura dan membawanya keluar mall, dan kini keduanya melintasi terik Jakarta dengan berjalan kaki seakan sang pemuda berniat membakar tubuh Aura yang berkeringat sangat deras.
Namun gadis itu nampak sangat berbahagia sekan ingin menikmati momment yang sangat indah ini.

Mereka kemudian menghampiri sebuah gerobak minuman pinggir jalan yang dihuni sekitar lima orang preman yang nampak terkesima melihat seorang pemuda kucal menggandeng seorang wanita sexy.
'Oh shit, jangan... please...' alam sadar Aura terus berteriak mengharap ada keajaiban untuk melepaskannya dari guna-guna ini.
Namun dengan langkah ringan Aura duduk di kursi itu dengan posisi menggoda

'Wah...wah..wah..., ceweknya nih bang', cetus seorang preman sambil menunjuk Aura dengan bibirnya.
Pemuda itu cuma cengengesan sambil berkata,'dia lonte... dan dia nurut apa yang elo pada minta...'
'Ah becanda nih... mana mungkin cewe cantik gini mau ama kita.. '
'Mau bukti...?'

'Oh tidak... tolong jangan hina aku.... jangan rendahkan aku.....' keluh Aura, yang merasa nasibnya sangat tragis ini...

'Eh lonte...' perintah pemuda itu, 'sekarang lu angkat rok, dan duduk ngangkang'

Mata para preman itu membelalak melihat vagina mulus Aura yang tanpa bulu, serta paha jenjang sang gadis, yang dalam alam sadarnya menangis namun sedikit bersyukur karena posisi duduknya terhalang gerobak hingga vaginanya tak terekspose langsung ke jalan raya.
Namun kini kelima preman dan penjual minuman itu jelas mengharapkan lebih dari sekedar melihat.

'Gua bisa minta lonte ini ngapain aja?' kata seorang preman dengan nafas berat memburu.
Pemuda itu berkata, 'lonte sekarang lu bua celana nih orang dan lu masukin kontolnya ke pantat sapi lo itu.'

'Jangan bergerak... jangan... tidaaaaaaaaak'
Tubuh Aura bergeliat genit meliuk erotis sambil membuka celana sang penjual yang melotot bagai mendapat durian runtuh, lalu Aura melakukan deepthroath pada penis yang nampak kotor itu hingga basah oleh liur lalu dengan santai duduk dipangkuan sang penjual bagai seorang anak manja dan membiarkan anusnya diekspansi penis besar itu.
Desah kepusasn keluar dari mulut keduanya, 'walau...'Aaaaaaaaaahhhh..saaaaakiiiiiiiit....' Alam sadar gadis itu merasakan betapa sakitnya disodomi.

Aura mulai mengaduk penis penjual minuman yang nampak kelojotan karena nikmatnya, sementara lima begundal lain mengusap penis mereka dari balik jeans lusuh mereka, tatapan buas tertera dengan jelas.
Setelah sang penjual minuman itu menembakkan spermanya dalam anus Aura, gadis itu bangkit dan melakukan servis terakhir pada penis yang kini juga ternoda dengan darah dan kotorannya sendiri.

Alam sadar Aura meraung sejadinya karena ia bisa merasakan busuknya kotoran dan amis darah itu, namun fisiknya seakan menganggap kotoran itu sebagai fla yang menghiasi puding. Dan kini pemuda pemelet itu berkata, 'sekarang lu ngerangkak ke belakang pilar itu, lima tuan elo mau ngentot, elo tau.'

Dengan gerakan erotis Aura merangkak ke balik pilar penyangga jebatan, di sana ia mendapati hamparan kardus bekas dan ia juga melihat gundukan-gundukan kecoklatan sisa pembuangan manusia serta aroma pesing yang menyengat, namun tubuh hampa itu malah tersenyum seakan menemukan peraduan terindah.

Segera lima preman tadi ingin merangsek Aura, namun pemuda kita berseru... 'Tunggu sebentar...eh lonte, sekarang angkat kaki lu, dan kencing di tembok itu seperti derajatmu....'
Preman itu bingung sejenak, sebalum akhirnya tertawa memebahana penuh hinaan dan ejekan karena melihat Aura mengangkat pahanya kirinya dan masih dengan keadaan merangkak, mengencingi tembok pilar itu.

Dan segera setelahnya para preman itu menyerbu sang gadis. Kaus longgar dan rok jeans nya tercampak entah di mana, Aura sendiri nampak seakan menanti untuk di kasari.
Jamahan kasar, cupangan, remasan dan gigitan segera memberi warna tambahan pada tubuh bening Aura.
'Ampuuunnn...sakiiitttt...toloooong...tooollloooong...', jerit alam sadar sang gadis yang secara fisik malah menikmati perlakuan kasar dan melecehkan yang dialaminya.
Dengan senang hati gadis itu menjilat anus-anus para begundal hingga bersih, mendeep throath penis-penis mereka, memberikan thai massage, juga tanpa ragu menjilati sekujur tubuh para begundal yang bau itu, terutama pada ketiak mereka yang kini dijilati oleh fisik Aura yang dalam alam sadarnya sudah sangat ingin muntah karena mual yang teramat sangat dari kekotoran yang ia jalani.

Bahkan kini fisik sang gadis meregangkan pahanya hingga melekat di payudaranya, membuka vaginanya hingga lebar dan meminta untuk segera dihujam oleh penis.
Begundal-begundal itu segera mengabulkan permintaan sang gadis.
Penis demi penis bergantian menyerbu mulut vagina dan anus Aura, yang secara fisik malah mengingkan lebih dan lebih lagi.
Kemudian pemuda pemelet itu berseru, 'Lu pade jangan ngecret di mana-mana, lu kudu semprot memeknya biar dia hamil. Lu mau kan punya anak dari lonte cantik?'

'akuuuuur.....' seru para begundal kegirangan sambil dengan sukacita menghujam vagina Aura dengan penis yang berasal dari menyodomi anus gadis itu dan...

'Tidaaaaaaaaaakkkk....aku tak mau hamiiiiiilllll, jangan hamili akuuuuu....'

Pemuda itu senang melihat lelehan sperma yang tak tertampung vagina Aura hingga meluber ke selangkangannya. Lalu pemuda itu menyuruh Aura mengenakan pakainannya yang kini sudah acak-acakan dan bernoda oleh urin dan kotoran, lalu kembali mengajak Aura berjalan kaki meninggalkan para begundal yang bergeletakan karena puas yang tak terbayangkan.

Langkah kaki keduanya tiba di sebuah tempat yang nyata dari baunya merupakan tempat pembuangan sampah.
'Ampuuuunnnn... apa lagi yang akan aku alami', keluh Aura demi melihat pemuda itu menggiring tubuhnya ke sekumpulan pengemis dan pemulung, yang sekarang menghentikan kegiatan mereka memilah sampah maupun yang sedang duduk bercanda.

Mata mereka mendadak jalang demi melihat Aura yang walau tubuhnya kini banyak noda namun tetap memancarkan kesexyan.

Pemuda pemelet itu membisikksn beberapa perintah ke telinga Aura yang mengangguk dan tersenyum genit, lalu mendekati pemulung dan pengemis itu lalu berkata, 'siapa yang pengen ngentot cewe ini?'
Semua tertegun, seakan tak percaya mendengar perkataan itu. Dan mata mereka makin membelalak demi melihat Aura dengan santai mengangkat kaus kumalnya ke atas kepala, lalu mencampakkannya ke gundukan sampah yang sedang dibakar diikuti dengan rok jeansnya yang kini juga ikut hangus menjadi abu.

Gadis cantik, sexy, telanjang bulat, penuh dengan bekas pergumulan sexual jelas membuat bahkan yang teralim di antara mereka mendadak menjadi liar dan buas.

'oh tidak... mereka sangat kotor... itu... ada yang penuh koreng, penuh daki... ada yang pincang... tidak... mereka akan menikmati tubhku, dan itu... aduh... kudis di sekujur tubuh...oooh....tidaaaaak.'

Namun kaki jenjang Aura malah mendekati kerumunan itu, dan membiarkan tangan-tangan kasar itu berlomba meremasi tubuhnya, mengaduk vagina dan anusnya dengan jemari dan tangan yang penuh dengan kotoran.
Desah sensual terucap dari mulut gadis itu, yang membuat penikmatnya makin brutal, mereka lalu memaksa Aura berjongkok dan mengoral penis-penis mereka.

'Ampuuuuun, bau.... kotoooor, jijik...' jerit alam sadar gadis itu, demi menyadari lidahnya kini sedang menjilat sebuah penis penuh sisik, penuk kotoran penis dan bau minta ampun milik pengemis kudisan itu. Untuk kemudian menmbersihkan penis dengan koreng yang mengeluarkan nanah milik pemulung yang merasa seakan di sorga karena
menerima deepthroath dari gadis sexy itu.

Kemudian seorang pengemis berbaring terlentang untuk kemudian penisnya merasakan jepitan vagina Aura dalam posisi WOT, dan dengan genit Aura meminta anus dan mulutnya untuk segera diisi dan dihujam.
Bahkan bibir sang gadis berseru liar, 'perkosa aku.... kasari aku.... jahanami aku... hamili akuuuuuuu....!'
Dan alam sadar Aura mengutuki nasibnya demi kembali merasa semburan-sembura sperma yang berlomba mengisi rahim, anus dan mulutnya.
Sementara pemuda pemelet itu malah meminta para pemulung memanggil semua teman mereka, hingga makin banyak penis yang merasakan kehangatan lubang-lubang Aura serta jepitan payudaranya.

Ketika pesta orgy itu selesai, tubuh aura bagaikan kantung sperma. Tak ada satu bagian tubuhnya yang masih mulus, selain itu jejak merah maupun ungu hasil remasan, cubitan, bahkan tamparan dan cambukan menghiasi tubuh Aura, yang secara fisik malah tersenyum dan mulutnya tak henti berterima kasih atas perlakuan mereka.
Sementara alam sadar sang gadis hanya bisa terisak tak henti merasakan semua pelecehan dan sisaan mereka.

Namun hari itu masih lagi panjang, pemuda pemelet itu dengan kurang ajarnya mengambil sebuah karung plastik besar bekas sampah makanan yang sudah bau, membuat tiga lubang di kantung itu, dan menjadikannya 'pakaian' buat Aura, yang segera bersujud dan berterima kasih pada sang pemuda, dan kakinya juga kini di bungkus dua kantung plastik bekas sebagai alas kakinya.

Dengan keadaan meneydihkan itu Aura dibawa ke daerah lampu merah terpadat yang bisa dijumpai, lalu dengan bisikan singkat kini Aura berjoget dan bernyanyi dengan suara parau, karena tenggorokannya memar, di perempatan ramai itu hingga mengundang banyak perhatian orang yang anehnya tak ada yang iba, justru terhibur oleh tingkah 'wanita
cantik, gila' itu.

Alam sadar Aura menangis sejadinya melihat dirinya direndahkan seperti itu, dengan kantung plastik yang hanya menutupi sampai batas pinggul, hingga jelas vagianya terekspos, dan bokongnya menjadi tontonan gratis.
Dan bekas persetubuhan yang nampak nyata, membuat semua penontonya makin bernafsu.

'Oooh tidak... jangan lagi.... jangan....' jerit alam sadar Aura ketika ia melihat beberapa orang melompat dari sebuah truk tebuka yang penuh dengan rekan-rekan mereka dan mendekati Aura.

'Wah, bener, sexy abis.' kata yang seorang
'Iya, kayanya juga gilanya baru, bodynya masih bersih.' kata yang lainnya
'Makanya kita bawa ajah, kita mandiin trus kita jadiin lonte kita di markas kita, lumayankan ngentot gratis'

'Tidak.... tidak.... tidaaaaaaaaak' jerit alam sadar Aura ketika tubuhnya dengan ringan dan riang ikut menaiki truk tanpa paksaan, bahkan lalngsung membuang plastik penutup tubuhnya dan mulai mengoral penis- penghuni truk.

Pemuda pemelet itu melihat dari kejauhan dengan senyum puas, lalu ia membaca sebuah mantra....

Truk itu makin menjauhi keramaian kota ketika Aura merasakan pikirannya mulai kembali mengusai dirinya, kini seluruh rasa sakit itu benar-benar dirasakannya, dan keinginan berontak mulai ada, namun terlambat. Truk itu makin menjauh... sementara para penculiknya malah makin beringas dan makin kasar karena rontaan Aura justru memacu birahi mereka, dan kini gadis itu bisa menjerit...

'Tidaaaaaaaaaaaaak!'

********

Epilog:

Pemuda itu kembali ke gubugnya yang jauh dari keramaian, dalam rumahnya ia mendapati 'pasien'nya sedang menunggu dalam keadaan telanjang bulat sambil menatap perigi di hadapannya dengan raut penuh kepuasan dan kemenangan.
Pemuda itu terkekeh melihat selangkangan sang 'pasien' yang sangat becek, tanda gadis itu orgasme berkali-kali.

'Kamu sudah lihat sendiri hasilnya' kata sang pemuda sambil memperhatikan perigi yang menampakkan seisi truk sedang memperkosa Aura dengan brutal sambil masuk ke sebuah gudang besar yang di dalamnya terdapat ratusan orang lagi.
'Iya, mBah' kata gadis itu dengan nada penuh penyerahan.
'Berarti sekarang waktunya kamu membayar,' kata sang pemuda, 'kalau kamu menolak, aku bisa membuat kamu lebih menderita dari sainganmu itu...'
Gadis itu sedikit bergidig, namun memang tak ada niatan dalam dirinya untuk melalaikan janjinya. Maka dengan rasa penuh terima kasih, gadis itu merangkak ke arah sang pemuda dan mulai mengoral penis besar itu.

Tak lama kemudian keduanya bergumul dengan liar, menumpahkan semua nafsu mereka demi meraih puncak orgasmik dengan maksud berbeda, sang pemuda karena nafsu memperoleh kesempatan bersetubuh dengan gadis catik itu selama satu minggu penuh, sementara sang gadis sebagai rasa kepuasan karena saingannya kini telah menjadi onggokan daging penampung sperma. Maka waktu seminggu bukanlah harga yang mahal bagi sang gadis yang telah berjanji menjadi budak sex sang pemuda yang kini asyik menyodominya.

Sayup, jeritan Aura Kasih bergaung dalam gubug itu...

Ya... harga yang sama sekali tidak mahal....

end

4 comments:

Tentang kemisteriusan kami said...

luarrrr biasa.
pertamaxxx deh. oya gw mo tanya nih, yang nyuruh tu cowok ngehinotis si aura sape ye? truz gimana klo tuh cewek yang nyuruh di bwt crita perbudakannya. kayaknya sru tuh

herman said...

iya, setuju, terus kalo bole sekuel selanjutnya si aura disiksa dan dijadikan pelacur jalanan

pimp_lord said...

Hehehe...

Idenya sedng dicari biar alurnya tidak monoton

cheers

sir mike n jess said...

pasien itu siapa y?