Monday, March 31, 2008


Nasib Tragis Andrea Lee III: Fatal Attempt

Perbudakan yang dijalani Andrea membuatnya gerah, perkosaan demi perkosaan dan pelecehan yang dialaminya membuatnya ingin berontak, walau ia tahu resikonya sangat besar, namun demi mengakhiri pelecehan ini ia nekat melakukannya.

Ia seperti mendapat angin, ketika para pemerkosanya yaitu Arman supirnya, tukang kebun dan satpam tempat tinggalnya tertidur setelah memperkosanya habis-habisan, memaksa anus dan vaginanya bekerja ekstra keras, bahkan mulutnya tak henti-henti mendeepthroath penis mereka.
Ia segera berlari ke arah telepon, keputusannya sudah bulat, ia akan melaporkan mereka ke polisi.

Andrea terkejut, teleponnya tanpa nada sambung....
'Mau lapor, ya?'
Andrea bergidig ngeri, Arman berdiri memegang ujung line telepon. Andrea yang putus asa, berusaha lari keluar rumah tanpa memperdulikan kondisinya yang bugil, namun kakinya di tendang oleh Susi pembantunya, sehingga tubuh Andrea jatuh terbanting, dan berguling-guling.

Arman mendekati tubuh Andrea yang menahan sakit, dan tanpa belas kasihan menampari wajahnya dengan keras sehingga wajahnya memerah, lalu menghajar tubuh Andrea seperti kesetanan.
Andrea menjerit-jerit minta ampun, namun Arman sepertinya ingin membuat Andrea merasakan sakit yang sebenarnya.

Setelah puas, Arman melihat tubuh Andrea meringkuk menahan sakit, sekujur tubuhnya lebam-lebam, hanya wajahnya yang dibiarkan mulus walau bekas tamparan ada di sana. Lalu dengan sadis Arman menyeret tubuh telanjang Andrea, dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil milik Andrea.

Andrea merasakan mobil itu melaju, ia tidak tahu ke mana tujuan Arman, ia hanya menyesali nasibnya sambil membayangkan dengan ngeri siksaan apa lagi yang akan di deritanya. Siksaannya dimulai dari bagasi yang sesak dengan perkakas, dan pengap itu, ditambah ketika ia merasakan mobil melaju di daerah berbatu...

Mata Andrea mengejap silau ketika Arman membuka bagasi itu...
Andrea memohon ampun sambil mengiba-iba, namun Arman membentaknya 'kamu harus tau, apa itu penyiksaan, setelah ini baru kamu akan menjadi budakku yang patuh...hahahaha'

Andrea mencoba berontak ketika Arman menyeretnya ke sebuah gedung tua di pinggir kota yang ia tidak tau ada di mana.
Di muka gedung itu, ia melihat seorang laki-laki mamakai jubah hitam menantinya,

'Selamat datang Arman... inikah betina yang kau ceritakan itu?'
Andrea sakit hati mendengar itu namun ia mencoba lari, namun tangannya yang ditelikung menghentikan niatnya...
'Boleh juga, sekali lihat aku tau treatment yang tepat untuk menghancurkan dirinya... hahahahaha'

Mereka membawa Andrea ke tengah gedung yang sebenarnya lebih tepat menjadi ballroom, mereka mengikat tangan dan kaki andrea dengan rantai besi. Pria berjubah itu menekan sebuah remote dan rantai tangan andrea terangkat terentang.

Andrea menjerit sekuatnya ketika tubuhnya terangkat ke udara dan terentang membentuk huruf X yang indah. Lalu pria tadi mendekatinya membawa sebuah suntukan besar berisi penuh cairan...
'Arman, aku akan memberikan ramuan spesial untuk betina ini, karena aku tau kamu menyukai dia kalau dia sexy. Kamu ingat ramuan pembuat mandul yang aku berikan kepadamu?'
Arman mengangguk
'Ini lebih spesial' kata pria tadi sambil tangannya menelusuri tubuh bugil Andrea yang terentang kuat
'Ramuan ini akan mematikan rahimnya, ia tidak akan punya kesempatan hamil lagi.Dan lagi... ini yang pasti akan membuatmu kegirangan'
Andrea merasa sangat terhina diperlakukan seperti itu, dianggap hanya sebagai binatang, belum lagi tangan pria itu yang asik menelusuri tubuhnya, dan terkadang memasukkan jemarinya bergantian dari anus ke vaginanya.
'Ramuan ini' lanjut pria tadi 'akan membuat payudaranya montok permanen, padat dan sekal, tidak akan pernah kendor walau kau remas sekerasnya, lalu pinggulnya akan membulat penuh dan tidak akan turun walau kau entot sekeras-kerasnya'

Senyum iblis tergambar jelas di wajah Arman, Andrea yang etrgantung menahan sakit disekujur tubuhnya makin merasa ngeri, dan kelanjutan efek ramuan itu membuatnya menjerit ketakutan..
'Ramuan ini akan membuat vagina dan anusnya kembali perawan setelah satu jam tidak kau entot, jadi kau akan selalu merasakan keperawanannya berkali-kali... dan ia akan merasakan kesakitan itu berkali-kali untuk selamanya'

Kedua orang itu tertawa kesetanan, Andrea memcoba berontak ketika pria berjubah tadi mendekatkan jarum suntik itu ke tubuhnya. Jerit kesakitan terdengar dari bibir Andrea ketika jarum besar itu dihujamkan ke dalam daging vaginanya, dan merasakan aliran cairan penghancurnya itu mengalir dalam tubuhnya.

Lalu pria tadi berkata, 'sekarang kamu boleh pulang... treatment kedua yang sudah kita sepakati akan segera dilaksanakan, datanglah dua hari lagi, dan lihat bedanya....
Andrea berteriak minta pengampunan, namun Arman tak bergeming, Andrea merasa kalah ketika melihat punggung Arman menjauh dan keluar dari gedung itu.
'Nah betina... sampai berjumpa lagi...' lalu pria itu meninggalkannya sambil tertawa tergantung di tengah ruangan itu.

Andrea merasakan hari sudah senja, entah berapa jam ia sudah tegantung di tengah ruangan itu, tubuhnya kram, terlebih ketika ia merasa efek obat itu mulai bekerja...
Andrea ketika pintu ruangan itu terbuka, ada sekitar sepuluh orang keturunan afrika masuk dengan tubuh bugil, dan penis teracung, mata Andrea terbelalak, penis dengan rata-rata panjang 35 - 40cm dan diameter 6cm mengancamnya.

'Hei... aku kenal pelacur ini' seru salah seorang dari negro tadi yang ternyata bisa berbahasa Indonesia ' dia presenter di tv, hahahaha kita untung besar!' serunya
Seorang lagi menimpali
'Aku juga tau dia, waktu itu dia pernah menawar pakaian secara keterlaluan di tempatku, sekarang ia akan membayar sangat mahal untuk perbuatannya.'
Andrea sadar ternyata meraka adalah orang afrika yang biasa berjualan di pusat pergrosiran di Jakarta.

Tiba-tiba rantan yang mengikat tangan dan kakinya terlepas, dan Andrea terbating ke lantai marmer dingin, ia coba bergerak namun seluruh tubuhnya kaku, ia hanya bisa memandang ngeri ketika melihat sepuluh orang tadi bergerak serempak, tangan mereka dengan kasar meremas sekujur tubuh Andrea, lidah mereka juga liar. Andrea bisa merasakan aroma tubuh mereka yang asam. Andrea gelagapan ketika ia dipakasa berfrench kiss sementara tangannya mulai dipakasa bekerja mengocok penis-penis itu. Tamparan di pipinya memaksa Andrea membuka mata, mereka rupanya ingin dirinya menyaksikan pelecahen tersebut.

Andrea menutup mulutnya rapat-rapat ketika salah satu penis monster itu ditempelkan di bibirnya. Namun mereka tidak bodoh, seorang dari mereka menjepit hidung Andrea hingga dia sesak nafas, secara reflex ia membuka mulutnya mencari udara, dan mulutnya segera disumpal penis besar itu. Andrea berusaha berontak, jalan nafasnya tertutup, ia berusaha membuka mulutnya selebar-lebarnya mencari udara, dan hal itu dimanfaatkan pria afrika tadi untuk makin menekannkan penisnya masuk jauh kedalam tenggorokan Andrea.

Ketika Andrea sadar, hidungnya hanya berjarak setengah cm dari selangkangan pria tadi, matanya membelalak, ia mendegar tawa adri rekan pria tadi yang ia tau melihat tonjolan penis yang nampak jelas dikerongkongannya. Andrea sendiri mulai panik karena semua jalan nafasnya tertutup, ketika akhirnya jepitan dihidungnya di lepaskan, ia merasa hidup, ia mengambil nafas mengisi paru-parunya.

Andrea tersedak dan hampir muntah ketika pria tadi dengan brutal mulai memperkosa mulutnya, sudut-sudut bibirnya terasa perih, tenggorokannya serasa terbakar, karena hujaman bertubi penis tadi, sementara laki-laki lainnya tidak tinggal diam dan mulai meremas seluruh tubuh Andrea dengan kasar, dan brutal. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kondisi tubuh Andrea, mereka menarik payudaranya dengan kasar, manjambak rambutnya dan melibatkan rambut itu ke penis dan mulai onani, mengobel vagina dan anusnya dengan kasar.

Kemudian mereka menunggingkan Andrea, masih dengan mulut yang penuh dengan penis, kemudian mereka memaksa Andrea mengocok penis mereka. Andrea bergidig merasakan kepala penis menempel di vaginanya....
Jeritan teredam keluar dari mulutnya, penis itu serasa merobek tubuhnya. Andrea bisa merasakan darah mengalir dari vaginanya, ia benar-benar kembali seperti perawan, dan ia merasakan jauh lebih sakit dari pertama ia kehilangan keperawanannya. Pemerkosanya tertawa senang karena merasakan jepitan sempit vagina Andrea, dan tanpa rasa iba mulai membombardir vagina yang terluka itu.

Selang 30 menit penis di mulutnya berkedut. Andrea gelagapan karena semprotan sperma yang begitu banyak, penis di vaginanya dicabut, pemerkosanya tidur terlentang, dan mereka memaksa Andrea untuk ber woman on top, mulutnya kembali dijejali penis, dan tangannya sibuk mengocok penis-lainnya. Andrea panik, ia sadar anusnya juga kembali merapat, ketika sebuah kepala penis mulai menekan anusnya, ia mencoba berkelit, namun pinggulnya ditahan.

Kembali jerit teredam, derai airmata dan kesakitan mendera tubuh Andrea yang terkejang-kejang menahan sakit, para pemerkosanya tertawa riang, mereka melecehkan Andrea dengan kejam, mereka bergantian memperkosa tubuhnya dengan kejam, memaksanya mendeeptroath penis mereka yang bercampur darah, sperma, dan kotoran dari anus Andrea, atau menghujamkan penis-penis kotor itu ke dalam vagina Andrea.

Andrea benar-benar kepayahan, tubuhnya hanya bagai seonggok daging tanpa tulang, semua gaya barbar dipraktekan kesepuluh orang afrika itu pada dirinya, bahakan mereka bertaruh berapa lebar anus Andrea dapat mereka buka, dan jerit parau kembali terdengar dari tenggorokan Andrea yang memar, ketika dua penis terbesar masuk ke dalam anusnya bersisian. Ketika mereka selesai mereka mengambil penggaris dan tertawa terbahak-bahak, anus Andrea membuka selebar 10 cm.

Terakhir mereka mengelilingi Andrea, beronani dan menumpahkan sperma di wajah cantiknya hingga penuh sperma, hingga ia terpaksa membuka mulutnya untuk bernafas, karena hidungnya tertutup sperma, dan bukan itu saja, para pemerkosa itu kemudian mengencingi wajah layu itu hingga sekarang wajah Andrea belepotan sperma dan kencing.

Ketika pria berjubah itu masuk satu jam setelah pria terakhir menghujamkan tinjunya sebahai tanda perpisahan ke anus Andrea, ia melihat Andrea terlentang di kolam sperma dan kencing, ia tertawa senang. Ia mengambil seember air dan mengguyurkannya ke tubuh lemah Andrea yang terkejang-kejang di lantai.

'Nah betina.... siap untuk sesi ke dua?' ejeknya sambil tertawa
Kemudian ia menyeret Andrea di kedua kakinya, membawanya ke basement, dan membiarkan kepala Andrea terantuk-antuk anak tangga.
Dengan pendangan berkunang kunang, andrea dapat melihat sebuah ruangan dengan sebuah sepeda statis yang sudah dimodifikasi berada di tengahnya.
Terdapat dua silinder pada sadel sepeda statis itu, dan sepeda itu sendiri terpatri kuat di lantai, samar-samar ia dapat melihat ada pipa tepat di atas sepeda itu.

Pria berjubah itu, mengoleskan sesuatu kedua silinder pada sadel sepeda itu, kemudian menjambak rambut Andrea, memaksanya berdiri limbung, dan meyeretnya ke sepeda itu, Ia memaksa Andrea naik ke atasnya.
Andrea kini mengerti fungsi kedua silinder aneh itu. Hendatakan kuat tangan pria berjubah itu, membuat Andrea menjerit parau, kedua silinder besar itu menyeruak merobek lagi 'keperawanan' vagina dan anusnya.

Kemudian pria inu mengikat tangan dan kaki Andra ke stang sepeda dan pedal, menggunakan glove dan sepatu khusus yang membuatnya terkunci rapat di sepeda itu. Andrea sendiri mulai merasa ada yang aneh di vagina dan anusnya, ia merasa cairan di silinder itu mulai memanas- dan makin memansa, membuatnya menjerit-jerit kasakitan dan bergerak liar untuk membebaskan diri hingga secara harafiah ina memperkosa dirinya sendiri dengan menaik turunkan pinggulnya secara liar.

'Enak, rasanya, eh betina?' ejek pria berjubah itu, lalu lanjutnya ' lotion itu merupakan campuran wasabi, gel balsam, dan berbagai campuran yang kan membuatmu nyaman, hahahaha.'
Lalu pria itu menjepit puting payudara dan clitorisnya dengan jepit buaya yang disambung dengan kawat tembaga.
Kejutan listrik menyengat tubuhnya melalui jepit buaya itu, Andrea makin menggeliat tak karuan demi megurangi rasa sakit yang menderanya....

'Gimana rasanya disetrum hei pelacur? Kalua kamu ingin listrik itu terhenti... mulailah mengayuh sepeda itu'
Andrea memaksakan tubuhnya yang kesakitan untuk mengayuh sepeda, sengatan listrik mulai berkurang, namun ia terkejut ketika merasakan dua silinder tadi mulai bergerak bagai piston mengaduk vagina dan anusnya.
Andrea merasa kan tubuhnya menghianatinya, walaupun ia baru mengalami siksaan dan perkosaan brutal, namun gerak ritmis piston itu mulai membuat tubuhnya bergetar, ia mencoba manahan sensasi tersebut, namun akhirnya pertahanannya jebol, dengan satu lenguhan dahsyat, Andrea mengalami orgasme hebat setelah sekian lama tertahan.

Dan kembali listrik menyengatnya ketika kakinya berhenti mengayuh, Andrea menagis frustrasi, ia tau kalau tubuhnya dipaksa bekerja keras untuk mengurangi kesakitan juga mengalami siksaan orgasme, yang sama sekali tak diinginkannya. Kembali kaki lemahnya mengayuh pedal itu untuk kembali merasakan gerak ritmis piston silinder yang memperkosanya.

Pria berjubah itu tertawa dan ia berkata bahwa masih ada satu tambahan lagi untuk keriangan ini, Andrea tidak konsen mendengarkan ocehan pria itu, namun ia mendengar suara gelontor air dan...
Tubuh sexynya diguyur air kotor yang berasal dari pipa di atasnya, ketika ia berhenti mengayuh, sengatan listrik makin menyakitinya karena air merupakan konduktor terbaik...
Andrea meraung sejadinya, ia dilecehkan sangat hina. air kotor itu berasal dari septic tank seluruh komplek perumahan yang sengaja dialirkan ke ruangan itu, tubuhnya kini penuh kotoran, bahkan tak jarang ada yang masuk ke dalam mulutnya.

Andrea hanya bisa mnendengar samar tawa pria itu yang main menjauh, lelaki itu meninggalkannya sendirian menerima siksaan dan hinaan berkepanjangan ini. Harga dirinya hancur, mentalnya sudah jatuh.....

Ketika keesokan harinya pria berjubah itu masuk ke basement, ia mendapati Andrea sudah pasrah, tubuh sexynya terdiam tak lagi mengayuh, Andrea membiarkan tubuhnya disengat listrik dan berlumur kotoran, ia tak sanggup lagi mengayuh, kakinya teramat sangat lemas, vagina dan anusnya memar, memerah, dihajar begitu rupa oleh lotion pedas dan gempuran piston silinder, tubuhnya sudah tak kuat lagi untuk orgasme.

Pria tadi mematikan lairan listrik, melepas Andrea dari sepeda, dan menyeretnya ke luar gedung, mengikat kedua tangannya, dan mengereknya sehingga tubuhnya melayang di atas tanah, Andrea hanya meringis, ia tak alagi sanggup teriak atau meronta. Pria itu membiarkan Andrea tergantung di sana, terbakar sinar mentari yang menyengat, membiarkan kotoran yang menutupi tubuhnya mengering, sehingga mengundang lalat dan serangga merubung dirinya.

Ketika hari mulai senja, pria tadi menarik hose pemadam kebakaran, dan menyemprot tubuh andrea dengan air bertekanan tinggi. Andrea gelagapan menahan dingin, sakit dan menelan sejumlah besar air yang disemprotkan dengan brutal oleh pria tadi. Kini semua kotoran sudah tersapu bersih. Pria tadi mamandang kagum tubuh bugil Andrea yang tergantung, sinar senja membuat tubuh itu makin tampak sexy.
Sebelum penyiksaan ini, tubuh andrea memang sudah montok, namun akibat 'olah raga' yang dialaminya tubuhnya semakin berotot, payudara, pantat dan pinggulnya membulat penuh dan sekal, otot-otot tubuhnya terdefinisi jelas, bahkan gurat kotak menghisai perutnya.

Arman yang datang tak lama kemudian juga meneteskan liur melihat kondisi Andrea yang makin sempurna, ditambah rambut yang lurus basah membuatnya makin sexy. Pria berjubah itu memotong tali pengikat Andrea sehingga kembali tubuhnya terbanting di tanah berpasir. Arman benar-benar gembira melihat Andrea merayap medekatinya, memegang kakinya dan menciumi sepatunya yang bernoda lumpur

'Ampun tuan... ampuni hamba, budakmu ini. Hamba salah telah mengecewakan tuan, hamba memang pantas dihukum.' Lirih Andrea yang sudah kalah.
'Hamba akan menjadi budak tuan yang patuh, hamba rela tuan perkosa sesuka hati, rela menjadi pelacur tuan... namun tuan, tolong, jangan kirim hamba ke neraka ini lagi'

Arman tertawa penuh kemenangan
Sejak itu Andrea benar-benar menjadi budak yang patuh, ia merelakan dirinya diperkosa secara brutal oleh ketiga 'tuan' dan seorang 'nyonya' nya. Ia juga pasrah ketika Arman memberikan tubuhnya secara gratis pada kalangan pinggiran seperti pengamen, gelandangan, pengemis, pemulung. Bahkan Andrea pernah disuruh untuk mengajari anak-anak jalanan disebuah rumah singgah tentang persetubuhan.
Andrea juga diwajibkan merawat dirinya secara extra hingga tubuh sexynya tetap terjaga dan mereka makin brutal memperkosanya.

Dan cerita perbudakan itu terus berlanjut.....

Wednesday, March 19, 2008


Nasib Tragis Andrea Lee II: First 'Customers'

Dua hari setelah andrea resmi menjadi budak bagi supir, satpam, tukang kebun dan pembantunya, arman mengajaknya pergi. Ia memaksa andrea berdandan manis bagai gadis lugu, lalu mereka berkendara berkeliling kota dan kendaraanpun mengarah ke pinggiran kota, ke sebuah gubug yang tak terawat. Andrea melihat ada tiga buah becak terparkir disekitar gubug itu.

Andrea terlihat sexy dengan babydoll dress yang panjangnya hanya sejengkal di bawah vaginanya dan rambut kuncir dua, arman memerintahkan andrea masuk ke gubug itu sambil dirinya merekam kegiatan ini. Andrea makin tertekan, ia tau rekaman itu digunakan untuk mengikat dirinya, namun ia tak kuasa untuk melawan. Denagn langkah gontai ia masuk ke dalam gubug itu, dan ia terkejut mandapati lima orang yang tampak kumal, kasar dan brutal yang seakan menanti kedatangannya, andrea merasa ngeri, kelima pria itu sudah bugil, dan masing-masing sedang mengocok penis mereka.

'wah, kang arman, ko' lama bener? kita udah nungguin dari tadi' seru seorang dari mereka yang nampak paling bernafsu dan paling dekil diantara ke limanya.

'sori, cuy, macet... kan yang penting lontenya udah gua bawa' kata arman sambil terkekeh dan menendang pantat andrea hingga terjengkang, dan mempertontonkan g-sting merah yang dikenakannya, sontak kelima pria itu membelalak dan liur mereka menetes melihat pantak montok andrea.

Lalu mereka berdiri mengeliling andrea yang bersimpuh, tersedu pelan, meratapi nasibnya dan berusaha menahan malu yang dideritanya.
'Eh, cuy, siapa yang diantara kalian yang belum mandi paling lama?'
Semua menjawab ada yang tiga hari, empat hari, dan rekor terlama oleh orang yang paling bernafsu tadi, yang merupakan kuli pasar.
'hehehe, gua menang, gua belon mandi tujuh hari' ujarnya santai.
Lalu arman berkata pada andrea
'Nah lonte, tugas lu sekarang. Kulum kontol mereka, sampai bersih, dan telen pejuh mereka semua, di muali dari dia!' sambil menunjuk kuli pasar itu

Andrea beridig ngeri, penis kelimanya berkisar 20 sampai 25cm, terutama kuli pasar itu, dengan ragu Andrea mengengam penis kuli itu. Bau busuk segera meneyerang hidung andrea, ia berusaha setengah mati menahan mual dan muntah, lalu ia membuka kulup penis si kuli yang tak bersunat, dan melihat kotoran penis yang bertumpuk. Sambil menahan rasa yang campur aduk tak karuan, andrea mulai menjilati kotoran penis itu hingga bersih, lalu mulai mendeepthroath penis itu, tak ada satu inchi yang terlewat, hidung imut andrea berulang kali tertanam di bulu selangkangan kuli itu yang baunya sama dengan penampungan akhir sampah.

Andrea berjuang keras karena kuli itu sengaja menahan orgasmenya, karena ingin menikmati mulut indah andrea berlama-lama, keempat temannya tidak tinggal diam, mereka merobek babydoll andrea, dan menarik putus BH dan g-string sexy andra. menreka menggerayangi dan mencupangi sekujur tubuh andrea, tangan mereka bergantian mencucuki dan mengobel anus serta vagina andrea dengan kasar.

Andrea berusaha berkelit namun ia jelas kalah tenaga, ia hanya berusaha menekan vaginanya agar tangan dan jemari kotor orang tadi tidak masuk ke dalam vaginanya, terlebih karena mereka seperti sengaja mengaduk anusnya terlebih dahulu sebelum mengobel vaginananya. namun jepitan vagina andrea justru membuat mereka lebih beringas.

Setelah 15 menit akhirnya kuli itu menyemburkan spermanya dan langsung tertelan oleh andrea, mereka tertawa melihat jalur sperma tak tertampung mulut andrea mengalir di bibirnya dan turun ke dagu. Andrea frustasi, ia kembali berhadapan dengan penis kotor berikutnya, ia mulai mengisap penis itu, ketika ia meraskan ada rasa kotoran di penis itu, ia berhenti sejenak.

'Kenapa berenti, lonte? kan yang lu isep taik lu sendiri' kata orang itu yang diketahui sebagai tukang becak. Andrea kaget, ternyata selain mengobel vaginanya dengan mereka mengoleskan kotoran dari anusnya ke penis mereka dan memaksanya memberihkan dengan mulutnya.

Airmata andrea mengalir, ia merasa harga dirnya benar-benar dilecehkan, ia dipaksa memakan kotorannya sendiri, dirinya sudah direndahkan lebih rendah dari binatang, belum lagi ditambah penghinaan arman yang merekan aksi liar ini. Setelah satu jam akhirnya ke lima orang tersebut menembakkan sperma mereka ke kerongkongan andrea yang memar. Mereka membiarkan andrea istirahat sebentar menarik nafas, untuk kemudian.

Kuli dekil tadi tidur terlentang, lalu ke empat temannya mengangkat andrea, mengangkangkan kakinya dan mendudukkan andrea di atas penis kuli tadi yang kini berkilat oleh liurnya, Andrea menjerit kesakitan karena mereka menghujamkan pinggulnya dengan keras, terlebih vaginanya yang kering membuatnya makin tersiksa. Mereka menelungkupkan andrea hingga dada montoknya berimpit dengan si kuli. Andrea merasa ada orang di belakangnya, ia merasakan penis yang bermain dibelahan pantatnya. Andrea berusaha berontak, orang itu tidak menyodominya, ia justru menghujamkan penisnya ke vaginanya yang masih diisi penis si kuli, namun rontaannya justru menambah semangat tukang becak itu, dengan sekali sentak ia menembus vagina itu.

Andrea menjerit sejadi-jadinya, vaginanya seakan sobek, kedua penis itu bergerak brutal di vaginanya. Tangannya yang mencengkeram kuat diguakan dua orang lainnya untuk mengocok penis mereka, sementara satu dari mereka, melibat rambut indah andrea dan menggunakannya untuk beronani.

Kuli dan tukang becak itu berejakulasi berbarengan mengisi rahim mandul andrea dengan sperma mereka sambil berharap andrea bisa hamil oleh mereka. arman hannya tersenyum melihat keinginan penuh nafsu tuakng becak dan kuli itu. Stelah itu oreng yang melibat rambut andrea menggantikan posisi kuli dibawah tubuh andrea, dan mulai memperkosanya dengan brutal, sementara dua orang lagi, membelai dan meremasi pantat montok andrea, kemudian mereka bergantian menampar pantat andrea hingga keunguan.

Dan kembali jerit keras membahana dalam gubug yang jauh dari keramaian itu, ketika dua orang tadi dengan brutal menyodomi patat andrea bersamaan. Andrea hampir pingsan, namun tamparan di payudaranya membuatnya tetap terjaga dan merasakan detik demi detik kedua penis itu bergerak brutal di pantatnya hingga keduanya berejakulasi dengan sukses di vagina dan anusnya.

Mereka kembali memaksa andrea membersihkan penis mereka dan kemudian dengan membiarkan andrea meringkuk menahan sakit, sebelum mereka kembali memperkosanya dengan brutal dan lagi, lagi, lagi, bahkan melecehkannya dengan mengencingi sekujur tubuh andrea kelika mereka selesai.

Andrea tergeletak terkejang-kejang seperti ayam di sembelih, bugil dengan tubuh belepotan sperma dan kencing di lantai kursi belakang mobilnya, samar-samar ia masih dapat mengingat percakapan terakhir arman dengan lima begundal itu.
'lonte intu memang hot, kang arman, kita-kita puas nih. omong-omong, berapa kita musti bayar nih? kita-kita lagi bokek'
'alah lu pada, tenang aja, lonte ini gratis'
'wah bener nih kang, kalau gitu boleh dong kita pake dia lagi kapan-kapan, kita ketagihan bodynya nih'
'atur aja, tapi jangan lupa, cari gaya baru yang bikin lonte kita ini makin kesakitan oke?'

Penderitaan gadis cantik ini akan terus berlanjut....

Nasib Tragis Andrea Lee I: Awal Mula

Andrea baru saja selesai mandi, ia mengenakan handuk, menutupi tubuhnya, tapi handuk itu begitu pendek, tidak mampu menutupi, bungkahan pantat dan dadanya yang menonjol. Ia tidak menyadari kalau semua gerak-geriknya diawasi empat pasang mata yang penuh nafsu dan dendam, Andrea tidak menyadari kalau sluruh ketelanjangannya dan keseksiannya telah lama menjadi incaran, dan...

Andrea berteriak terkejut ketika supir, tukang kebun dan satpamnya menerjang masuk dalam kamar. Andrea berteriak-teriak histeris, ia coba melawan, namun apa dayanya disergap tiga pria tinggi besar dengan tenaga yang jauh lebih kuat dari dirinya,
sebentar saja tubuhnya sudah terlentang di atas kasur, tangannya direntang ke samping tubuhnya, dipegangi dengan kuat oleh satpam dan tukang kebunnya.

'Bajingan, kau Arman' maki Andrea pada supirnya yang berkacak pinggang di tepi kasur melihat ketidak berdayaan majikannya. Ia tau Andrea tidak akan berani banyak berontak karea akan menyebabkan vaginanya dapat terekspos bebas.

'Kamu memang sexy, Andrea , cocok untuk dientot' gumam Arman dengan kurang ajarnya, ia tidak merasa perlu untuk menyebut 'nona' pada majikan sexynya itu. Andrea merah padam mendengar hinaan itu

Kembali Andrea berteriak-teriak, hingga suaranya serak, ketiga lelaki itu tertawa terbahak-bahak, mereka tau tak akan ada seorangpun yang mendengar jeritan histeris Andrea , rumah itu sunyi, dan jauh dari mana-mana.

'Nah, lonte' ejek Arman, 'suara kamu sekarang sudah habis, dan sekarang waktunya kamu jadi pemeran film bokep, oke?'
Mata Andrea terbelalak, sekarang ia baru menyadari kalau susi, pembantunya, sedari tadi berdiri di belakang Arman, dan mengarahkan DVDCam untuk mengabadikan semua kegilaan ini, dan senyum sadis tersungging di bibir susi yang ternyata selama ini menginginkan majikannya dilecehkan.

Andrea panik melihat Arman mendekati tubuhnya, ia berusaha berontak, tidak memperdulikan lagi vaginaya yang terekspos jelas, dan jeritan serak terus keluar dari mulut sexynya.
Dengan tenang Arman menarik handuk itu, dan kini tubuh sexy Andrea dengan dada montok, perut rata , paha ramping dan pantat bulat itu terpampang jelas, dan setiap rontaan Andrea menyebabkan guncangan erotis disekujur tubuhnya.

Bosan dengan rontaan Andrea , Arman menampar pipi gadis itu dengan keras berkali-kali.

'Jadi... kamu mau main kasar, eh, lonte?' geram Arman 'Oke, aku kabulkan permintaanmu' sebuah tinju menghantam perut Andrea , tubuhnya mengejang meringkuk menahan sakit, lalu dengan paksa Arman mengangkangkan kaki Andrea , memperlihatkan vaginanya yang mulus tanpa sehelai bulu, dan dengan brutal menghujamkan penisnya ke vagina Andrea yang masih kering tanpa pelumas itu.

Kembali Andrea menjerit-jerit sejadinya, walaupun ia sudah tidak perawan namun penis Arman yang berukuran 30 cm dengan diameter 5 cm bagaikan mengoyak vaginanya yang kering itu. Arman tertawa puas, keinginanya untuk menyetubuhi majikannya tercapai, dan kedua temannya tidak tinggal diam, tangan mereka menjelajah seluruh bagian tubuh Andrea , meremas-remas kasar, mencubit, juga mulut dan lidah mereka yang liar manyebabkan tubuh Andrea berkilat dari liur mereka yang bau.

30 menit berlalu, ketika akhirnya Arman bergeletar di atas tubuh Andrea dan... Andrea panik, Arman menyemburkan spermanya dalam rahimnya, Andrea coba berontak, namun pinggulnya ditahan dengan kuat, bahkan Arman makin menekankan penisnya dalam-dalam.
'aaaahhhhh nikmatnya..., memekmu memang sempit, legit, hahaha' seru Arman, ' memang cocok untuk jadi penampungan peju' ujarnya lagi.

Andrea menangis tersedu-sedu, harga dirinya benar-benar dihabisi, ia dilecehkan habis-habisan oleh pegawainya sendiri, yang sangat jauh kelas dari dirinya, dan kehormatannya benar-benar direnggut dan dikotori oleh sperma bajingan yang kini memberikan tempat di selangkangannya pada si tukang kebun. Tukang kebun itu menelikung tubuh Andrea hingga palututnya mengapit kepalanya, lalu dengan brutal mulai memperkosanya, ia menyakiti Andrea dengan kejam, mencubiti payudara montok Andrea , menumbuk-numbuk selangkangan Andrea dengan keras sampai punggungnya sakit, setelah 20 menit vagina Andrea yang memar memerah itu kembali dialiri sperma.

'a...ampun, aku t...tidak sanggup lagi....' ucap Andrea lirih serak dan terbata-bata melihat satpamnya yang orang timur dengan penis sepanjang 35 cm dan diameter 6 cm mendekatinya.

'o.. jadi kamu ngga mau memekmu dientot, heh, lonte?' bentak satpam bengis itu, Andrea mengangguk ngeri. Tindakan salah...
'Oke' seru si satpam, lalu ia menunggingkan Andrea dan tanpa peringatan menghujamkan penis besarnya ke dalam anus Andrea sampai amblas seluruhnya.

Lolongan menyayat hati keluar dari kerongkongan Andrea , ia bisa merasakan darah mengalir dari anusnya yang terluka oleh expansi penis besar satpam itu yang oleh Andrea terasa bagai potongan besi panas yang mengaduk anusnya. Tangannya mencengkeram sprei dan memukul-mukul springbednya demi menahan sakit. Ketiga lelaki dan seorang wanita biadab itu tertawa-tawa keras melihat majikan yang harusnya mereka hormati itu mereka jadikan tidak lebih dari seonggok daging tempat pembuangan sperma

Andrea merasakan anusnya begitu sakit dan perih, satpam itu bergerak brutal di anusnya, menyakitinya, terlebih stamina satpam itu yang begitu kuat, sudah 30 menit berlalu, namun siksaan sodomi itu terus diterima Andrea , ketika akhirnya satpam mencabut penisnya Andrea merasakan keaskitan namun berharap semuanya berlalu. Sayangnya siksaan itu belum lagi berakhir.

Satpam mengacungkan penisnya ke hadapan Andrea , Andrea merasa jijik melihat penis besar itu tertutupi darah dan kotoran yang keluar dari anusnya.

'sepong kontol gua, lonte!' bentak satpam, ' lu udah bikin kotor kontol gua, sekarang lu musti bersihin pake mulut elu'

Andrea bergidik ngeri mendengar permintaan itu, ia mencoba mundur menghindar, namun ancaman satpam membuatnya jeri, 'lu isep kontol gua, atau gua sodok pantat lu pake tinju gua sampe ke siku dan gua suruh jilat sampai bersih'

Wajah pucat Andrea makin pucat, ia sudah kalah, yang ia inginkan hanyalah tetap bertahan hidup dan melalui ini semua, dengan perlahan ia membuka mulut indahnya, namun satpam tidak sabar, ia menekan belakang kepala Andrea dan melesakkan seluruh batang penisnya ke dalam kerongkongan Andrea , dan mulai meperkosa mulutnya dengan brutal.

Andrea tersedak panik, aliran udaranya tertutup terlebih ketika hidungnya tertanam di bulu selangkangan satpam yang bau itu ditambah perutnya yang mual akibat rasa campuran darah, kotoran dan cairan sperma yang dirasakan lidah dan mulutnya, selama 15 menit Andrea merasakan siksaan itu hingga satpam berejakulasi di mulutnya, dan Andrea tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima tambahan rasa tak karuan di mulutnya.

Dan sepanjang hari itu ke tiga lelaki biadab itu memperkosanya dengan brutal, dengan berbagai gaya yang mereka tau dan bisa, serta gaya-gaya ajaib baru yang mereka ciptakan yang kesemuanya jelas menyiksa Andrea , mereka melakukan threeways pada Andrea dan melakukan rotasi, dan masing-masing berlomba mengelaukan sebanyaknya kotoran dari anus Andrea untuk mkemudian memaksanya mendeepthroath penis mereka hingga bersih, gaya terakhir yang membuat Andrea pingsan ketika Arman dan satpam melakukan serangan satu lobang dua batang di anusnya.

Ber jam-jam mereka memperkosa Andrea , berkeping-keping DVD dibuat susi untuk mengabadikan perkosaan brutal itu, dan mereka membiarkan Andrea beristirahat dalam pingsanya.

Ketika Andrea akhirnya tersadar, ia merasa tubuhnya habis di gilas rombongan gajah.

'ah... kamu sudah bangun lonte?' uajr Arman mengagetkan dan menyadarkan Andrea akan apa yang baru terjadi, kemudian Arman memaksa Andrea merangkak bugil ke ruang keluarga di mana ia mendapati satpam, tukan kebun dan susi sedang duduk santai di sofa, arnman memaksa Andrea duduk bersimpuh dilantai dan menonton rekaman DVD perkosaan yang diputar mereka.

'Heh lonte, mulai sekarang lu ngga lebih dari sarang peju, lu itu budak kita-kita, lu boleh bernafas lega kalau ada ortu atau tamu di rumah ini, namun satu laporan, maka mereka semua mati!'
'Lu hanya boleh pakai bikini di rumah, lu harus tetep rawat body lu, kita males ngentot lonte yang ngga merawat diri.'
Andrea tau ia sudah sepenuhnya dalam kekuasaan mereka, namun kenyataan terakhir membuatnya makin hancur

'Lu ngga usah takut masalah hamil, belakangan ini lu suka bingung kan kalo lu ngga dapet haid?' ini jawabannya'
kata Arman sambil melemparkan setumpuk bungkusan bekas jamu. Andrea terbeliak, ternyata mereka mencampur makanan dan minumannya dengan ramuan yang mampu membuat wanita jadi mandul seumur hidupnya. Andrea sudah hancur total, tawa ketiga 'tuan' dan seorang 'nyonya' barunya menghancurkan dirinya berkeping-keping, terlebih dengan apa yang dikatakan Arman berikutnya.

'Nah lonte, mulai sekarang lu musti relain tubuh lo buat dientot, karena gua udah punya rencana buat nyenengin orang-orang pinggiran yang selama ini cuma biasa ngimpi ngentot cina cantik kaya lu.'

Andrea hanya terdiam pasrah termasuk ketika mereka dengan brutal kembali memperkosanya dengan tujuan mempersiapkan Andrea untuk menghadapi lebih bayak penis yang akan memperkosanya...

Dan petualangan Andrea sebagai seonggok daging dengan tiga lubang penampungan sperma dimulai....

Wednesday, October 17, 2007


Kegilaan Agnes 6: Petualangan di Rambo

Agnes merasa birahinya sedang tinggi, ia butuh pleampiasan, dan ia ingin merasakan gangbang yang brutal yang selama ini menjadi pelampiasan nafsunya, namun semua lelaki yang pernah menidurinya selalu berlaku gentle, kecuali ketika ia digangbang di studio rekaman atau di villa puncak. Ia ingin tubuhnya dikasari, dihina, dilecehkan.

Tanpa disadari Honda Vario tunggangannya melaju ke daerah Rambo, Agnes memandang sekilas ke arah kawasan remang-remang itu, ia sudah banyak mendengar mengenai tempat pelacuran murahan itu, senyumnya tersungging. dengan santai ia memarkirkan motornya, lalu melenggang santai dengan hanya memakai t-shirt super ketat dan hotpants yang sangat menantang.
Bau minuman keras, sperma dan cairan kewanitaan begitu kental, namun Agnes tidak perduli, ia hanya ingin memuaskan birahinya.

Ia melihat sebuah warung yang super kumuh dengan banyak preman, pengangguran dan pemulung serta pengemis sedang mabuk.
Seakan ia biasa ke kawasan itu, Agnes langsung masuk dan duduk ditengah-tengah mereka. Semua orang kaget, melihat ada cina cantik, montok masuk ke sarang mereka. Agnes mendengar bisikan mereka, barang baru, cina pecun, montok, enak kalo di entot. Agnes tersenyum simpul mendengarnya.

Lalu seorang dari mereka yang nampaknya preman paling berpengaruh di kawasan itu duduk di samping Agnes dan memulai pembicaraan, sambil tangannya memegang paha montok Agnes.
'Non, orang baru, ya?'
'Iya bang' jawab Agnes sambil tersenyum genit, sambil menahan rangsangan yang ditimbulkan gesekan tangan kasar di pahanya.
'Non cantik deh... kaya... sap tuh, pecun yang suka nari seksi di tipi...Agnes. Iya, non mirip Agnes Monica' seru kepala preman disambut teriakan akur teman-temannya.
'Ah abang bisa aja' desah Agnes manja, 'Tapi kalau abang mau anggap saya Agnes, juga ngga apa-apa'
'Buset... paha non, montok banget'

Tangan itu terus menggerayangi paha dalam Agnes, bahkan sekarang sudah bersarang di wilayah segitiga emas Agnes, meremasinya kasar hingga cairan vagina Agnes mulai membasahi hotpants itu.
'Weleh-weleh.. non udah konak ya? udah basah gini' celoteh itu disambut tawa yang lain.
'Pahanya mulus, gimana dalemnya ya?
'Masukin aja bang, biar abang tau'
'Wah bener ya, non yang minta lho' lalu tangan itu menelusup masuk kedalam hotpants, ternyata Agnes tidak memakai celan dalam, dan sang preman kaget karena merasakan vagina Agnes yang licin
'Wuiiih, ngga ada jembutnya'
'bang'.. protes temannya'kita juga pingin liat dong'
'Diem luh.. gua beri ntar!'
Namun perbuatan Agnes berikutnya mengagetkan si kepala preman, dengan santai Agnes melolosi hotpantsnya dan berdiri dihadapan mereka , mempertotonkan pantat montoknya, vaginanya yang super terawat dan sepasang kaki yang jenjang dan kokoh
Sang kepala preman akhirnya tak bisa menahan anakbuahnya lebih lama lagi, akhirnya mereka semua serempak, meremas pantat, paha, dan mengobok vagina Agnes.
Desahan keras tidak bisa ditahan Agnes, demi merasakan serbuan mereka, permainan kasar tangan dan lidah mereka menjebol pertahanannya, dan dengan lenguhan keras, Agnes orgasme dihadapan mereka semua.

Kemudaian seorang pengemis mendekap Agnes dari belakan, ia menciumi tengkuk Agnes, sambil tangannya menelusup dalam t-shirt Agnes dan mengobok payudaranya yang tak tertutup BH,
Agnes hanyt dalam permainan pengemis itu, dan ia pasrah ketika t-shirt itu diangkat melalui kepalanya, tubuhnya bugil total, tinggal sepatu ketsnya yang tersisa.

Lalu mereka merebahkan menyingkirkan botol-botol bir dari meja dan menelentangkan Agnes di sana, dengan pinggul tepat berada dipinggir meja, sehingga kakinya menjuntai bebas.

Kepala preman, memposisikan dirinya diantara selangkangan Agnes, lalu menjamahi tubuh Agnes dengan brutal.
Agnes dapat merasakan kepala penis besar berada di depan vaginanya, ia mengaitkan kakinya ke pinggang sang kepala preman dan mendorongnya sehingga penis besar itu menerobos masuk ke vaginanya.
Agnes sedikit mengernyit merasakan besarnya penis itu, dan untuk sesaat kepala preman itu tertegun, karena selama ini biasanya wts murahan yang dipakainya tidak pernah seliar itu, sementara gadis dihadapannya sengaja meminta untuk disetubuhi.

Namun reaksi nafsu memang besar. hanya 5 detik pikiran kepala preman terganggu, ia lalu mulai menggarap vagina Agnes.
Agnes menggelinjang-gelinjang kenikmatan, gairah sexnya yang besar seakan mendapat saluran pengeluaran. Ia ingi liar, ia ingin brutal, lalu Agnes meraih dua penis, dan mulai mengocoknya sementara gerakan mulutnya seakan ingin merasakan penis dimulutnya.
Melihat itu, seorang pemulung cacad, duduk di dada Agnes dan dengan kasar memasukkan penisnya ke mulut Agnes hingga mentok, dan hidung Agnes tertanam di bulu penis yang lebat dan bau.

Namun Perbuatan itu malah membuat Agnes makin binal, kekasaran itu membuat birahinya makin meledak, ia menjilat bersih penis bau itu, hingga pemiliknya tak tahan dan menumpahkan spermanya langsung masuk ke perut Agnes.
Dua penis yang dikocoknya berkedut, dengan sigap Agnes megulum penis tersebut hingga keduanya orgasme di mulut sexy Agnes.

'Gila nih pecun, hobi banget neggak peju' kata si pemulung
'Iya, nyepong ama ngocokya juga jago' sahut yang lain.
Agnes merasa bangga karena bisa membehagiakan kaum hina ini, ia merasa sangat berguna karena bisa memberi kenikmatan duniawi pada mereka yang selalu bergulat dengan kerasnya hidup.

Agnes memandang dengan tatapan binal ke arah kepala preman yang masih mengerjai vaginanya, stamina kepala preman itu memang hebat, setengah jam ia mengerjai Agnes sebelum...
'Gue siram memek lu ama pejuuuuuuuuu!!!!!' lolongan itu menandai tersiramnya rahim Agnes dengan sperma panas sang kepala preman.
Baru saja penis sang kepala preman keluar dari bibir vaginanya, lima orang kembali maju, dua oreng merasakan tangan mulus Agnes, sato merasakan mulut, satu di vagina, dan satu di dadanya.

Orang di vaginanya keluar terlebih dahulu, dan langsung digantikan penis yang lain, orang yang mendapatkan mulutnya culup perkasa, sementara penis ditangannya mulai berkedut, maka Agnes mendekatkan penis itu ke wajahnya dan menyemprotkannya di sana, sementara ia membiarkan dadanya disiram sperma panas, baru kemudian orang di mulutnya orgasme.

Agnes-benar-benar puas, ia sendiri sudah orgasme berkali-kali, namun hasratnya begitu tinggi, dan ia tidak ingimn menyudahi kenikmatan ini, apalagi ia tau banyak pengunjung Rambo yang belum menikmati tubuhnya.
Kepala prema itu sudah siap untuk ronde berikutnya, namun ia melihat lelehan sperma yang mengalir tak tertampung dari vagina Agnes, serta merta ia membalikkan Agnes hingga menelungkup di meja, dan tanpa basa-basi menyodomi Agnes.

'Aduh... pelan-pelan, bang... masih seret nih' rintih Agnes
'Aaaaahhh diem luh pecun, elu kan yang minta di entot, lu tau kan pecun ngga punya pilihan? suka-suka gua mo ngentot lobang lu yang mana! Memek lu becek, tau!' bentak si kepala preman karena nafsunya yang sudah diubun ubun.
Birahi Agnes langsung melonjak mendengar makian itu, ini yang dicarinya, ia ingin dihina, direndahkan, dilecehkan.
'Iya bang... saya pecun, maaf bang, entot saya sesuka abang, entot saya bang...'
Mendengar itu, kepala preman makin bernafsu menyodomi dan menyabet pantat Agnes, bahkan sampai Agnes terkentut kentut, yang disambut tawa melecehkan gerombolan itu.

Lalu seorang pengemis yang penuh koreng dan kudis, meminta Agnes berwoman on top, Agnes dengan bernafsu melayaninya, ia juga pasrah ketika seorang lagi menekan punggungnya sehingga tubuhnya berhimpit dengan pengemis itu, dan pantanya kembali disodomi, sementara tangan dan mulutnya melayani penis yang lain. Kemudian gaya woman on top belakang, dengan penis di dalam anus, lalu mereka merebahkan punggung Agnes di dada pengemis kudis itu, dan bergantian mengerjai vagina, mulut, tangan, dada dan seluruh bagian tubuh Agnes.

Semua gaya barbar dalam sex dipraktekkan oleh gerombolan itu pada Agnes yang sama sekali tuidak berkeberatan malah membalasnya dengan nafsu berlipat. Lalu Agnes melihat ada seorang pelacur yang sedari tadi melihat dirinya di gangbang dengan brutal, wajahnya menunjukkan kebencian, Agnes menyadari, pastilah pelacur itu, kembang Rambo, yang merasa tersaingi dengan kedatangannya, yang seakan merebut semua langganannya.

Dengan santai Agnes menghampirinya, meninggalkan penikmantnya beristirahat. Pelacur itu terkejut melihat kenekatan Agnes berbugil ria di muka umum seperti itu, dan seperti ada pengaruh mistis dari sosok Agnes yang membuat pelacur itu menurut ketika Agnes membawanya ke tengah gerombolan itu, yang nampak sudah bangkit lagi gairahnya.

Dengan lembut Agnes membaringkan Widya, nama pelacur itu, di meja yang lengket dengan sperma dan cairan vagina, meminta dua orang memegangi tangan Widya dengan lembut. Dengan mesra Agnes, membuka rok mini dan celana dalam murahan milik widya, mengangkangkan kakinya, dan mendekatkan wajahnya ke vagina Widya yang berbulu lebat dan nampak tak terawat serta terlalu sering dipakai. Desahan nafas Agnes di vaginanya membuat birahi Widya bangkit, belum pernah ia merasakan sensasi seperti ini.

Tanpa jijik, Agnes kemudian membenamkan wajahnya ke vagina tak terawat milik Widya, dijilatinya vagina berbulu lebat itu hingga bersih, bahkan Agnes menjilati anus Widya tanpa rasa jijik. Widya tak dapat menguasai sensai itu terlalu berlebihan.
Seorang gelandangan mengangkat pinggul Agnes sehingga sejajar dengan wajahnya yang bersarang di vagina Widya, lalu dengan santainya menghujamkan penisnya ke vagina dan anus Agnes secara bergantian, sementara kepala prema maju ke atas meja dan mendapat sensai deeptroath dari Widya.

Pesta sex itu baru berakhir jam tujuh pagi, gerombolan itu pergi meninggalkan tubuh bugil Agnes dan Widya yang kepayahan dalam kepuasan dengan langkah lunglai.
Agnes benar-benar merasa puas, dan sudah pasti ia akan kembali ke kompleks itu untuk menikmati sex liar dan brutal seperti yang baru dialaminya.
Agnes pun kini bersahabat dengan Widya, dan berkat koneksi Agnes, Widya kini menjadi pelacur kelas tinggi yang sangat terawat, serta menjadi parter lesbi Agnes, namun begitu Widya selalu ikut Agnes untuk berbagi sex dengan kalangan bawah di Rambo.
Keduanya menjadi primadona di sana.

End.

Ririn Dwi Ariyani

Ririn menghentikan mobilnya di lampu merah dengan kesal, ia hampir terlambat shooting, dan kemacetan membuatnya sedikit berang.
Ia mendengus ketika seorang waria mengamen di samping mobilnya.

'Pergi sana, dasar banci...' usir Ririn dengan ketus. Dan kekasarannya harus ditebus mahal.
Tanpa disadarinya pintu belakang mobilnya tidak terkunci. Waria itu segera masuk ke kursi belakang, dan menghunuskan pisau ke leher Ririn.

'Teriak... biar leher lu gua gorok... dasar pecun
Ririn ketakutan setengah mati. Ia merasakan dinginnya pisau itu menempel di lehernya.
Waria itu kemudian meyuruh Ririn menarahkan mobilnya kesebuah rumah kumuh dipinggiran kota dan menyuruhnya masuk . Waria tadi kemudian mengikat Ririn di sebuah kursi dan menutup kepala Ririn dengan sebuah karung.

Tiga jam berlalu, Ririn ketakuatn setengah mati menanti apa yang akan terjadi padanya. Ia kemudian mendengar banyak suara di dalam ruangan itu.
Karung yang bau itu kemudan diangkat dari wajah Ririn, matanya mengerjap membiasakan dengan cahaya, dan kemudian terbelalak tidak percaya.

Ada 15 orang waria di dalam ruangan itu termasuk yang menculiknya, dan mereka semua hanya memakai pakaian dalam. Ririn melihat tubuh-tubuh mereka yang seksi, dengan payudara indah hasil silikon, namun matanya memancarkan kengerian melihat penis-penis waria itu yang perlahan mulai menegang.

Penculikya yang dipanggil Janet menamparnya. Ririrn mengiba, ia minta dilepaskan, dan memohon maaf atas kekasarannya, namun semuanya itu disambut tawa sumbang para waria.
Mereka begitu dendam pada orang yang menghina jati diri mereka, dan mereka ingin merusak orang-orang yang menghina mereka, dan sekarang Ririn akan menerima hasil perbuatannya.

Kemudiam mereka menelanjangi Ririn, tangan mereka menggerayangi setiap inchi tubuh mulus Ririn, termasuk vaginanya yang licin bersih tanpa bulu. Ririrn merinding merasakan lidah para waria itu, menjelajahi tiap lekuk tubuhnya, bahkan memaksanya berciuman. Ririn hanya bisa pasrah, ia tidak bisa melawan 15 weria kesetanan, yang dengan sengaja merekam perkosaan itu.

Mereka memaksa Ririrn mengoral penis mereka, dan ini membuat ririn jijik, namun tamparan keras Janet membuatnya pasrah, dan mulutnya penuh dengan penis-penis waria yang ternyata besar dengan panjang rata-rata 20cm dan diameter 6cm, bahkan satu dari mereka yang dipanggil Anita memiliki penis terbesar di antara mereka semua sekitar 30cm dengan diamater 8cm.

Kemudian mereka mengangkat Ririn dan membaringkannya disebuah meja kayu yang nampkanya sengaja disiapkan untuk penyiksaan.
mereka mengikat kedua tangan Ririn ke ujung meja, kemudian menelikung tubuh Ririn, sehingga lututnya mengapit kepalanya, dan mengguakan strap hingga kakinya tidak bisa digerakkan, dan pantat serta pinggungya terangkat tinggi, pasrah untuk dihancurkan.

Ririn memandang ngeri ke arah Janet yang membawa alat suntik, ia takut kalau mereka akan merusak wajah dan tubuhnya dengna implant silikon.

'Hahaha, tenang, manis', ejek Janet, 'Kami ngga akan meng implant tubuh lo dengan silikon, kita mau ngerusak elo dengan cara lain'
lanjut Janet sambil menyuntikkan injektor itu ke daging vagina Ririn.
Ririn menjerit kesakitan, namun Janet tidak perduli, malah kembali ia menyuntikkan cairan kedalam vagina Ririn.

Kemudian ke 15 waria itu mengelilingi tubuhnya sambil mengocok penis masing-masing, kemudian Janet maju dan tanpa pemanasan menghujamkan penisnya dengan kasar ke dalam vagina Ririn. Jerit kesakitan kembali keluar dari mulut indah Ririn, ia mengiba-iba minta tolong, namun permohonannya hanya dibalas dengan tawa kejam. Janet makin mengentak setiap jeritan Ririn terdengar, ia sepertinya sangat menikmati penderitaan Ririn, dan sesaat sebelum ia ejakulasi, Janet berkata dengan suara berat.

'Elu, tau suntikan tadi... Itu obat penyubur kandungan yang paling kuat, sehingga setetes mani saja pasti bikin kamu hamil, hahahaha"
Ririrn menjerit mendengar itu terlebih ketika ia merasakan semburan sperma Janet di dalam rahimnya. Ia tidak mau hamil, appalagi dari seorang waria, namun apa daya, terlebih mendengar khasiat obat yang disuntikkan Janet tadi. Namun belum lama ia berfikir, waria lainnya naik dan memperkosanya.

ririrn menangis sejadi-jadinya ketika merasakan sperma demi sperma maskuk kedalam rahimnya. dan dalam posisinya ini, sperma itu tidak dpat keluar melainnkan tertampung sepenuhnya ke dalam rahimnya, terlebih Janet berulang-ulang menyuntikkan cairan itu selama sesaat sebelum teman-temannya mengambil bagian mendonor sperma ke rahim Ririn. Anita kemudian mengambil bagian... Ririn sudah pasrah, namun alangkah terkejutnya ketika Anita ternyata mengarahkan penis supernya ke lubang anus Ririn yang kecil. Ririrn berusaha berontak, namun strap dan cengkraman Anita yang kuat membuatnya terpasa menjerit kesakitan merasakan penis itu menerobos masuk ke dalam anusnya. ririn bisa merasakan darah mengalir dari anusnya yang terluka, akibat terobosan brutal itu, dan gesekan dengan penis Anita yang menggenjot anusnya dengan buas.

Tidak hanya itu, Anita kemudian meniju perut Ririn berkali-kali, sampai akhirnya Ririrn mengeluarkan kotoran di penis Anita. Naita merasa puas melihat kotoran Ririrn yang bercampur darah menutupi penisnya, lalu dengan santai ia menghujamkan penis kotor itu ker vagina Ririn yang kini hanay bisa terisak pilu, merasa harga dirnya sama sekali suadah hilang, bahkan organ terintimnya diperlakukan dengan brutal, dengan measkukkan kotoran ke dalamnya.

Ririn kini hanya bisa berharap mereka akan membebaskannya setelah puas menghancurkan harga dirinya, masa depannya dan karirnya, namun horor itu masih ada.
Ririn meronta sekuatnya demi melihat Janet membawa segelondong benang kasur dan jarum besar ke arahnya. dan jeritan pilu kembali terdengar ketika Janet dengan santainya menjahit vagina Ririrn dengan begitu rapinya dan kemudian menutupnya dengan lakban sehingga tak ada setetes spermapun yang bisa keluar dari vagina Ririn. Lalu mereka melepaskan Ririn dari meja, untuk kemudian manelikung kedua tangan Ririn ke belakan punggungnya dan mengikatnya ketat. Kemudian mereka beramai ramai menyodomi Ririn yang sudah kepayahan dan memaksanya melakukan deepthroath, Ririrn yang sudah kepayahan hanya menurut pasrah, walau penis itu banyak membawa kotoran dari pantatnya, dan perutnya sekarang penuh terisi sperma bercampur kotoran dan darah, anusnya sendiri yang sudah tak berbentuk disumpal kaleng bir oleh Janet.

Ketika akhirrya mereka melepaskan ikatan Ririn, tubuhnya sama sekali kehabisan daya, dan kesakitan, namun tendangan Janet memaksanya merangkak ke luar bangunan itu. Janet memaksa Ririn memakai kembali pakaiannya kecuali untuk celana dalam yang oleh Janet diberikan G-String super ketat sehingga menekan anus dan vagina Ririn yang hancur.

Lalu Janet memaksa Ririn berkendara seharian penuh membuat dirinya makin tersiksa, sebelum Janet mengijinkan Ririn mengarahkan kendaraanya ke rumahnya.
Di rumah Ririn, Janet mengaku sebagai makeup artist yang menemani Ririn karena kecapaian shooting, lalu mereka berdua naik ke kamar Ririn dan kembali teror disebarkan oleh Janet, ia memaksa Ririn telanjang bulat, dan berpose mengangkang, memperlihatkan vagina dan anusnya yang terluka. Janet lalu memerintahkan Ririrn untuk mengejan mengeluarkan kaleng bir dalam anusnya. Ririn sampai hampir kehabisan nafas sebelum akhirnya berhasil mengeluarkan kaleng bir itu berikut dengan kotorannya, lalu Janet memaksa Ririn menyentak lepas lakban yang menutupi vaginanya.

Ririn ingin menjerit namun ditahannya karena ancaman Janet yang akan menyebarkan rekaman tdirinya diperkosa waria, juga ancaman Janet yang akan meminta rombongannya menculik dan menyiksa Ririn hingga tewas. Janet berkata mereka akan menyayat-nyaat tubuhnya, memoting puting susu dan klitoris Ririn, dan menyirami lukanya dengan asam. Dan lanjut Janet lagi, korban terakhir mereka baru mati setelah satu bulan disiksa.

Badan Ririrn gemetar menahan sakit, ngilu dan linu ketika jari lentiknya menarik benang kasur yang dijahitkan ke vaginanya, bibir bawah Ririn sampai berdarah karena gigitannya dalam usahanya menahan jeritan. Ketika benang itu sudah terlepas, Ririn merasa sedikit lega, badanya menggeleak di kasur, ia tidak mau melihat vaginanya karena tau sekarang organ intimnya sudah terluka dan hancur. Mata Berkunag-kunang. Ia tidak menyadari kalau janet mengngeluarkan botol alkohol 100% dari tasnya dan menyiramkannya ke vagina Ririn yang terluka.

Badan Ririn seakan tersengat setrum 10000 watt, mulutnya membuka namun tak ada teriakan keluar, matanya membeliak, tubuhnya menegang, mengejang dan akhirnya Ririn pingsan. Dengan santai Janet turun, pamit ke orang tua Ririn dan meminta mereka tidak menggangu Ririn, yang sedang tertidur kecapaian. Orang tua Ririn berterimakasih atas kebaikan Janet yang mau menemani Ririn, bahkan mereka memesankan taksi untuk Janet, tanpa menyadari anak mereka pingsan di atas kasur yang digenangi darah dari vagina dan anus yang terluka.

Thursday, September 06, 2007

Sebenarnya saya sempat ragu untuk mempost kisah ini, karena unsur total exposurenya yang sangat sedikit, dan alurnya yang sangat melankolis, mungkin akan banyak yang kecewa. Saya bisa maklum.

Dan bila ada kritik, saran atau ide cerita, jangan ragu untuk mengungkapkannya.

So... Enjoy...

Erotisme Catherine dan Indah (Final Chapter)

Setelah pemerkosaan brutal selama tiga hari yang dialami Indah, keadaan berbalik. Keket memaksa Indah pindah ke apartemen yang disewa Keket dan menjadi budaknya. Di dalam apartemen itu Indah hanya diperkenankan menggunakan sport bra dan hotpants yang jelas menunjukkan kesexyan tubuh Indah.
Indah dipaksa melakukan semua pekerjaan di apartemen itu, mulai dari menyapu, memasak, mencuci bahkan memandikan Keket.
Keket juga merendahkan Indah dengan menyuruh menceboki dirinya setelah buang air besar atau kecil, membiarkan Indah tidur kedinginan di ruang tengah apartemen itu, atau tak jarang bila Keket merasa tidak puas akan pelayanan Indah, memaksanya tidur dalam sebuah lemari yang hanya muat bila Indah dalam posisi meringkuk, serta memaksa indah untuk makan bersimpuh dilantai dengan lauk sisa dan seadanya sementara keket dengan angkuhnya duduk di meja indah dengan lauk mewah. Isak tangis lirih Indah menjadi musik merdu di telinga Keket.

Namun ternyata semuanya tidak berakhir begitu saja. Keket bingung.
Dendamnya sudah terbayar, Indah sudah dalam genggamannya dan dapat diperlakukan sehina yang ia mau. Tapi ada suatu Perasaan yang masih mengganjal. Perasaan yang ia yakin dulu sempat terpercik namun padam oleh kebiadaban Indah.

Sampai pada suatu hari, Keket memandang Indah yang sedang mengolah makanan di dapur. Keringat yang membasahi tubuh Indah membuat kesexyannya makin nampak walaupun terganggu tetesan air mata yang mengalir dipipinya dan sesekali terjatuh ke dalam adonan.
Perasaan galau berkecamuk dalam hati Keket, rasa iba itu mendadak datang. Akhirnya ia sadar akan arti perasaan itu.

Dengan lembut Keket menggengam tangan Indah, membasuhnya, dan membawa Indah ke ruang tengah apartemen. Keket mendudukkan Indah di sofa yang nyaman, meloloskan hotpantsnya, merentangkan kaki Indak, dan membenamkan kepalannya ke selangkangan Indah.

Indah hanya terdiam, hatinya galau. Ia masih merasa hancur, ia merasa ini merupakan bagian siksaan Keket. Tangan Indah meraih pisau buah yang ada di meja samping sofa. Ia tau semuanya bisa diakhiri saat itu juga, walau konsekuensinya sangat berat.

Namun pisau itu tak kunjung juga melakukan tugasnya. Tangan Indah berheti di udara, gemetar. Hatinya berontak....
Suara lirih Keket mengejutkannya. 'Kenapa tidak kau lanjutkan...'
Mata keduanya bertemu....
Denting pisau memecah kesunyian...
Lama keduanya terdiam, memastikan perasaan itu, dan kemudian dengan ledakan tangis keduanya berpelukan, melepaskan perasaan yang selama ini mereka pendam. Perasan cinta antara keduanya, ternyata mereka saling mencinta dan saling memendam perasaan itu, dan rasa tidak dapat memiliki menyebabkan benci, dan benci berakhir pada tragedi. Namun akhirnya cinta bertahta dan rasa itu membara.

Setelah tangis mereda, perlahan wajah keduanya bertemu, bibir berpagutan, lidah beradu. Tubuh mereka merapat, pakaian sudah tidak lagi menutupi kepolosan mereka. Penjelajahan erotis meledakkan semua nafsu yang selama ini terkurung. Dan ketika mereka selesai, mereka berpelukan erat, seakan tak mau terpisahkan lagi.

Di sebuah tempat permaian sky di suatu negara Eropa, nampak Keket dan Indah sangat menikmati bulan madu mereka. Ya, mereka sengaja ke luar negeri untuk mengesahkan hubungan mereka, sekarang keduanya adalah sepasang 'suami-istri'. Dan Indah tapak begitu manja, menggelayutkan dirinya pada Keket.
Ketika Indah melihat anjing penarik kereta salju tubuhnya bergetar, keceriaanya pudar.
'Kenapa cinta....?' tanya Keket
Indah menyelusupkan wajahnya ke dada Keket dan berkata lirih 'maafkan aku, karena membiarkan mahluk-mahluk itu menghina tubuhmu...'
Memori itu kembali...
'Memang menyakitkan cinta...., but i've forgive you completely. Dan kau boleh memandangku rendah, namun mahluk itu memberikan sensasi berbeda, walau jelas kebersamaan kita jauh sangat membahagiakan dan menggairahkan.'
'Tidak sayang...'desah Indah...' aku tetap merasa bersalah...dan aku mau kau menghukumku... biar aku merasakan apa yang kau rasakan...'
'Honey'... kata Keket.
'Please....' isak Indah.

Maka malam itu, Keket membawa seekor white fang ke pondok mereka, dengan mesra Keket menelanjangi Indah, menelusuri semua lekuk tubuhnya dan memberi Indah orgasme yang sangat hebat. Lalu Keket merebahkan tubuh Indah di depan perapian, kemudian membimbing white fang itu.

Tubuh Indah menggeletar merasakan lidah hewan itu bergerak liar disekujur tubuhnya, dan orgasme yang baru didapatnya dari Keket membuat gairahnya cepat tinggi. Kemudian Keket membalikkan tubuh Indah, dan menaikkan pinggul dan pantat Indah hingga mencuat menantang. Dengan halus Keket membimbing hewan itu, dan membimbing penis hewan itu masuk ke dalam vagina Indah untuk kemudian memompanya dengan buas.

Indah menjerit kenikmatan, ia kini mengerti perkataan Keket tentang sensai berbeda, walau itu diterima Keket dalam keadaan terpaksa dan terhina kala itu. Keket sediri sudah sangat terangsang. Ia memposisikan tubuh telanjangnya di depan wajah Indah.
Dengan rakus Indah segera menerkam vagina Keket, Indah ingin membagi kenikmatan yang ia rasakan. Tubuh ketiganya begitu menyatu, keringat mereka membuat siluet tubuh yang sangat sexy tertimpa temaram perapian. Dan ketiganya orgasme bersamaan, dua teriakan dan satu lolongan memenuhi ruangan pondok itu, dan berulang, berulang, berulang.

Kembali di Jakarta....
Kamar apartemen itu sudah bagai kapal pecah... speri berantakan, pakaian berceceran tercabik-cabik, beberapa model dildo berserakan.
Sinar mentari membangunkan mereka, gumaman penuh cinta saling terucap.
Keket menyandarkan tubuhnya, membiarkan dada telanjangnya menjadi sandaran kepala Indah. Lalu Keket meraih remote TV yang tertanam di vaginanya dan menyalakan TV. Sebuah acara fashion show nasional sedang berlangsung.

Indah berkata, 'aku benci pecun itu, ia mengalahkan kita sayang.' sambil menunjuk sosok yang sedang berjalan anggung di catwalk, lalu lanjutnya 'aku mau dia hancur!'. Ada nada dendam dalam suara itu.
Keket membelai rambut Indah, ia memandang sosok itu.
'aku bisa minta kontakku untuk menghancurkannya, dan menjualnya ke suatu daerah pedalaman yang semua penduduknya adalah lelaki pemerkosa.'

Indah tertegun mendengarnya, ia beringsut dari dada Keket, lalu ia memegang lututnya dan mulai terisak. Ia sadar bahwa sebenarnya dirinyalah yang sejatinya akan dijual oleh Keket.
Dengan lembut Keket meraih tubuh Indah, mendekap kepalanya dan menenangkannya bagai seorang ibu menenangkan anaknya.

'Memang tadinya engkau. tapi sayangku, semuanya sudah berubah... tak mungkin aku menghianati perasaan ini. Aku 'suamimu', tak mungin aku menghancurkanmu, aku mencintaimu lebih dari segalanya...dan aku akan menjagamu dengan segenap jiwa ragaku.'
Dekapan itu makin kuat dan mesra
'yang aku pikirkan, bagaimana kalau kau menjebaknya hingga aku bisa menghubungi kontraknya dan menjualnya sebagai pelacur.'
'Benarkah?' tanya Indah
Sebuah anggukan menentramkan hati Indah. Keduanya berpandangan, senyuman iblis tersungging di wajah keduanya.
dan kembali kamar apartemen itu menjadi saksi keliaran nafsu dan cinta mereka berdua.

Sementara itu di TV... Mariana Renata sedang berlenggok dengan gemulai di catwalk tanpa menyadari sebuah rencana sedang disusun, rencana yang akan segera mengubah takdirnya dari seorang top model papan atas menjadi wanita yang jauh lebih hina dari pelacur. hanya menjadi seonggok daging dengan tiga lubang sebagai tempat pebuangan sperma...

End

Tuesday, August 21, 2007


Poor Imelda

Imelda Therin tidak menyadari kalau dirinya sudah lama diamati oleh pengemudi taksi itu.
Well dengan tubuh indah, dada membusung dan bibir sensual yang dimilikinya, hampir mustahil ada orang yang tidak meliriknya.

Dan bagi supir taksi itu, kesempatannya akhirnya datang ketika imelda melambaikan tangan.
Imelda tidak menyadari tatapan penuh nafsu sopir taksi itu, melihat bungkahan dadanya yang mengiurkan, terbalut tanktop tipis dan rok mini ketat dengan high heel.
Dan ketika Imelda sadar, semuanya sudah terlambat. Tiga orang teman sopir taksi itu masuk dan mengepung Imelda.
Ia mencoba berteriak, namun pisau tajam yang menempel diperutnya dan menggores sedikit kulit indahnya membuat Imelda terdiam ngeri.

'A... ampun bang... jangan lukai saya' iba Imelda yang ketakutan setengah mati, ia bisa melihat bercak darah membasahi tanktop putihnya.
'Tergantung... sayang...' kata penjahat dengan pisau tetap menempel di perut Imelda..' apa yang kamu punya'
Imel semakin ketakutan, terlebih, penjahat lainnya menggerayangi tubuhnya, meremas kasar payudaranya, dan mengobok-obok vaginanya dengan kasar, yang membuat Imelda semakin shock.
'Sa...saya punya uang...saya akan berikan semuanya... tapi lepaskan saya' iba Imelda sambil memberikan seluruh harta bendanya.
'Hmmm.. ATM... no. pinnya berapa?'
Dengan berat hati Imelda memberitahu no. PINnya.

'Hei...hei...hei!' seru si penjahat dengan nada girang, si sopir yang dari tadi diam nyeletuk, 'ada apa?'
'Cewek ini Imelda Therin' katanya sambil melihat tanda pengenal di dompet Imelda
'Pantes rasanya kenal, diakan model dan aktris itu'
'Hahahaha, berarti pesta kita makin sempurna' seru si sopir di sambut tawa seram ketiga temannya.

Imelda ketakutan, ia menangis sejadi-jadinya sambil mengiba 'to..tolong lepaskan saya'
'Lepaskan?' ejek si penjahat berpisau, 'oke akan kami lepaskan...', Imelda serasa mendapat angin, namun semuanya hilang ditelan horor yang didengarnya kemudian.
'Pakaianmu!', Kata si penjahat sambil merobek-robek pakaian Imelda, melihat itu penjahat yang lainnya ikut merobek pakaian gadis itu dan membuangnya keluar jendela taksi yang dengan santainya dikemudikan keluar kota.

Imelda benar-benar tak berdaya, tubuh mulusnya segera menjadi bulan-bulanan penjahat itu, mereka berlomba meremasi payudaya Imel, mengaduk-aduk vaginanya, memaksa frenchkiss. Taksi itu kemudan keluar tol dan menuju suatu daerah sepi di luar kota, ke tempat persembunyian gang penjahat itu. Mereka membawanya ke sebuah gudang kosong, jauh dari keramaian dan menyeret Imelda ke dalamnya. Imelda terkejut mengetahui ada enam orang lagi dengan wajah sangar menatinya.

Sorakan girang, siulan dan kata-kata jorok segera memenuhi telinga Imelda yang sekarang berdiri kaku gemetaran dihadapan sepuluh orang penjahat itu, gemetar kedinginan dan ketakutan.
Si sopir berkata 'apapun yang kamu lakukan, kami akan tetap memperkosamu, kami akan membuatmu kesakitan!'
Imelda langsung jatuh bersimpuh mendengar ancaman itu, ternyata mereka adalah penganut aliran sadisme, dan benar saja, salah seorang penjahat langsung memecut tubuh Imelda, memaksanya merangkak dan mengoral semua orang disitu.

Dan mereka melakukannya dngan brutal, mereka meperkosa mulut sensual Imelda tanpa ampun, mereka memaksa Imel berdeepthroath. Mereka menekan wajah Imelda sampai ke selangkangan mereka, membuat imelda gelagapan karena hidung imutnya tertanam di rimbun rambut penis yang lebat, kotor dan bau, begitu juga penis mereka, yang rata-rata sebesar botol akua 600 ml, membuat mulut sensual Imelda membuka lebar.
Mereka menumbuk-numbukkan wajah pucat Imelda keselangkangan mereka dengan keras hingga darah mulai mengalir dari lubang hidungnya.

Dan satu jam kemudian Imelda sudah hampir muntah menelan semua sperma yang dikeluarkan dikerongokongannya, semuanya masuk ke perutnya.
Sebuah tendangan di rusuk Imelda membuatnya meringkuk kesakitan, lalu mereka menelentangkannya, dan si sopir yang ternyata pimpinan mereka langsung mengambil tempat di antara selangkangan Imelda dan tanpa pelumas, mengujamkan penisnya ke dalam vagina Imelda yang masih sangat kering itu.

Imelda menjerit-jerit kesakitan, tubuhnya melejang-lejang, namun si sopir tidak perduli, dengan brutal ia menyodok-nyodok rahim imelda. Bosan dengan posisi misionaris si sopir menggulingkan Imelda sehingga sekarang berada dalam posisi woman on top.
belum habis rasa sakit yang dirasakan Imelda, gelombang sakit itui datang lagi. Dengan brutalnya salah sorang penjahat menyodokkan penisnya ke anus Imelda tanpa peringatan, kembali jeritan kesakitan menyayat hati terdengar. Imelda merasakan anusnya berdarah-darah disodomi secara brutal seperti itu. Matanya membeliak, mulutnya membentuk huruf o dan segera diisi oleh sebuah penis.

Orang di anusnya yang pertama ejakulasi, mungkin karena sempitnya anus Imelda yang sekarang mulai terbuka, lalu yang di mulutnya, dan horor itu makin bertambah ketika penjahat yang menyodominya, menjejalkan penis yang berlumuran darah dan kotoran dari anusnya kedalam mulut Imelda, imelda shorck merasakan darah dan kotoran itu di dalam mulutnya, masuk ke dalam kerongkongannya, dan si penjahat memaju mundurkan penisnya dengan santai hingga ia yakin penisnya bersih kembali. Si sopir kembali pada posisi misionaris, dan bergerak semakin brutal dan cepat sambil meracau 'Gue bikin lo hamil lonte... rasain punya anak dari penjahat.. dasar pelacur.. lonte... lonteee' teriaknya brutal sambil menyemprotkan spermanya kedalam vagia Imelda yang panik, ia tidak mau hamil oleh pejahat ini, namun apa dayanya, tubuhnya dikunci, sehingga denga isak iba dan takut imel merasakan sperma itu berenang dengan lancarnya ke dalam rahimnya.

Orang berikutnya sangat gendut, dengan santainya ia duduk di dada Imelda yang langsung membuatnya sesak nafas, laludengan santainya si gendut menghimpitkan penisnya di antara payudara Imelda yang montok itu dan mulai mengocoknya di sana. dada imelda langsung merah-merah karena remasan dan gesekan penis yang tak diberi pelumas kecuali liur Immelda hasil deeptroath tadi, dan memuncratkan spermanya sembarangan di wajah Imelda.

Enam orang berikutnya langsung maju, kembali imelda menjadi bulan-bulanan mereka, dan nafsu mereka benar-benar besar karena sudah hampir 10 jam mereka memperkosanya tanpa henti, dengan segala gaya dan cara yang mereka mampu pikirkan dan jelas sangat menyakitkan juga sangat merendahkan bagi Imelda, karena beberapa kali mereka memaksa Imelda menjilati anus mereka dan sengaja buang angin di hidungnya, menjilati kaki mereka yang segaja dilumuri kotoran. Lalu para penjahat itu mengikat tangan Imelda dan menggantungkan ikatan itu dengan tali ke arah atap dan menariknya hingga ibu jari kaki imelda teranggkat sekitar 2 cm dari lantai. Dan para penjahat itu duduk santai memngelilingi tubuh Imelda yang tergantung, mereka mengagumi karya mereka yang sudah tidak berdaya dan dalam kondisi menyedihkan. Tubuh Imelda penuh dengan sperma kering, vagina dan anusnya memar, bahkan anusnya sekarang bukan berbentuk lubang kecil melainkan menggaris tak beraturan. Mulut sensualnya memerah, bengkak dan hidungnya mengucurkan darah. mereka tersenyum puas, duduk santai sambil merokok mengumpulkan tenaga.

Dering HP Imelda mengagetkan mereka, salah seorang penjahat mengambilnya dan membaca SMS yang masuk dengan keras.
'Mel, jangan lupa shooting nanti pagi jam tujuh'
Saat itu jam 2 subuh
Si sopir bangkit dan mendekati Imelda, ia menanyakan lokasi shooting Imelda, yang dijawab dengan suara parau berbisik Imelda, kerongkongannya jelas terluka dan memar.

'Oke Pecun, kalau begitu sebelum lo mulai shooting kita sudahi kencan kita dengan permainan terakhir' seru si sopir sambil menyundutkan rokoknya ke payudara Imelda, jerit parau kembali membahanya, dengan santai si sopir menghisap kembali rokonya, menyundutkannya lagi, dan yang lainnya ikut serta, ada yang menyundut rokok, ada yang mencambuk, ada yang dengan brutal memperkosa Imelda dengan gaya satu lubang dua batang, sehingga anus Imelda benar-benar hancur.
Ada sekitar sepuluh bungkus rokok yang dipakai menyundut Imelda, hampir tidak ada tempat bagi kulit mulus di tubuh Imelda, hanya wajahnya yang bebas sundutan. Sementara jejak cambukan berdarah jelas-jelas tertera diseluruh tubuhnya, bahkan di vagina dan anusnya.

Imelda sudah tidak tahan lagi dan ketika ia merasakan tangan si sopir dan temannya menyeruak masuk ke vagina dan anusnya sedalam yang mereka bisa, Ia pingsan
*****

Di sebuah rumah di komplex P....I...Jakarta Selatan tempat shooting berlangsung.

Si sutradara masuk ke kamar tempat schene dan berteriak
'Properti brengsek! Masak tempat tidur berantakan begini mau dipakai! Bereskan!'

Anggoata wanita team properti itu tergopoh-gopoh masuk kamar, ia heran karena kemarin tempat tidur itu rapi dan bed covernya tidak dihampar begini menutupi guling.
Ia menyibak bed cover itu. Dan

'YA TUHAN!!!!.... IMELDA!!!!.... KENAPA KAMU!!!!!....'

End

Tuesday, July 31, 2007


Kegilaan Agnes - Pesta di Rumah Singgah

Suatu hari ketika Agnes sedang asyik berkendara, ia melihat sekelompok anak jalanan yang sedang ngamen di bawah terik matahari dengan peluh bercucuran.
Melihat itu rasa iba Agnes muncul, rasa iba yang berbalut birahi liar, melihat cucuran keringat itu Agnes membayangakan tubuhnya digumuli oleh anak jalanan itu, dan selain itu bukankah selebrity yang baik harus memberikan kepuasan menyeluruh pada para penggemarnya. Lalu Agnes menepikan kendaraannya, dan mengikuti gerombolan anjal itu yang menuju sebuah rumah singgah untuk beristirahat.

Agnes segera masuk ke dalam rumah singgah itu dan melihat ada sekitar sepuluh anjal yang langsung kaget melihat sosok sexy berbalut tanktop putih ketat dan rok mini mengembang sepinggang dan sepatu kets yang membuat Agnes makin sensual saja. Jakun mereka naik turun karena kaget dan terkesima. Lalu Ujang yang merupakan pemimpin grup itu sadar dari kagetnya dan berkata
'Wah non Agnes Monica, ya? mimpi apa kami sampai non mau datang ke sini?'
'Ah, nggak kenapa napa kok, aku cuma mau menghibur kalian semua, supaya capek kalian hilang'
Lalu Agnes masuk ke tengah-tengah rumah singgah yang kecil itu, dan dirinya langsung dikerubuti para anjal yang sekarang sangat bernafsu itu, Agnes bisa melihat penis-penis mereka menegang dibalik celana lusuh mereka.

Dengan terbata-bata ujang berkata, 'menghibur bagaimana, non?'
'Agnes saja, ngga usah pakai non' desah Agnes di telinga Ujang yang membuat dadanya makin dag dig dug tidak karuan.
'A...A...Agnes'

Agnes terseyum dan mulai bernyanyi lagu-lagunya yang slow, para anjal terkesima mendengar suara merdu Agnes, dan mereka lebih terkesima lagikarena interaksi Agnes dengan mereka dilakuakn dengan penuh birahi, Agnes segaja meliukkan badannya dengan erotis, menggoda para anjal itu sampai mereka tidak tahan lagi, dan mulai merapat ke arah Agnes.

Salah satu anjal itu secara spontan berseru, 'Nes... gua mau lihat body sexy lo'. Agnes merasa girang, pancingannya berhasil.
Lalu dengan gerakan erotis agnes melepaskan tanktopnya, Agnes tidak mengenakan BH dibalik tanktop itu sehingga payudaranya yang mulus dengan puting yang segar segera tertampang indh dan menjadi santapan mata para anjal itu, tangan meraka secara otomatis bergerak ke balik celana dan bermain dengan penis masing-masing.

Lalu dengan sensual Agnes membuka kait rok mininya yang langsung terjatuh ke lantai, dan meningalkan g-string yang hanya berupa lembaran kain tipis tanpa bisa menutupi keindahan di baliknya, ayng taklama kemudian tercampakkan sembarangan di lantai rumah singgah itu.

Melihat itu para anjal tidak tahan lagi, mereka langsung menegrubuti tubuh Agnes, remasan, jamahan jilatan, ciuman bergerak diseluruh tubuh Agnes, wajah, payudara, vagina, anus dan semua jengkal tubuhnya, tak ada yang terlewat. Jari-jari mulai ikut mengaduk-aduk vagina dan anus Agnes sambil kemudian Agnes direbahkan di lantai, Ujang segera mengmbil posisi di selangkangan Agnes dan segera menghujamkan penisnya yang sudah sangat tegang itu ke vagina Agnes.

Agnes menjerit kcil menerima sodokan itu untuk kemudian segera menemukan ritme untuk melayani Ujang. Agnes memang jauh lebih berpengalaman dari pra anjal itu, terbukti tak lama kemudian Ujang meledakkan lahar putihnya di rahim Agnes.
Anjal yang lainya segera berebutan ingin merasakan tubuh Agnes, Agnes sekarang dalam posis doggy, rahimnya disodok dari bawah, anusnya di tembus penis Agus yang lumayan besar sementara mulutnya dijejali penis kecil seorang anjal yang diperkirakan masih SD kelas limaan. Kemudian Agnes diminta mengoral penis lainnya dan meminum semua sperma mereka. Agnes melakukannya dengan riang, karena selain ia sendiri mendapat pelampiasan sexual, ia juga bahagia bisa menyenangkan anjal yag selam ini terpinggirkan, Agnes senang mampu memberikan keriangan buat mereka, sehingga ia bersedia melakukan apa saja yang diinginkan para anjal, termasuk menjilati anus mereka.

Sedang asyik mereka berpesta tiba-tiba terdengar bentakan
'Wah..wah..wah lagi pesta lonte ya, kalian!'

Mereka terkejut melihat ada tiga orang satpol PP dengan perut buncit dan wajah jauh dari tampan masuk ke rumah singgah itu.
Meleka terkejut melihat 'lonte' itu ternyata Agnes.
'Nggak disangka, Agnes yang terkenal itu ternyata lonte', kate pemimpin satpol PP itu, para anjal sudah meringkuk ketakutan disudut rumah singgah, sementara Agnes berdiri menantang mereka tanpa berusaha menutupi ketelanjangannya. Agnes tau kalau mereka juga ingin merasakan tubuh mulusnya, terlihat wajah mereka memerah dan jakun mereka bergerak liar melihat tubuh mulus Agnes.

Dan tanpa keraguan Agnes maju menghampiri pempmpin satpol PP yang mirip babi itu, berlutut di hadapannya, membuka sabunya dengan erotis, menurunkan retsleting celananya dengan gigi dan meloloskan celana dinas dan celana dalamnya secara perlahan, dan segeralah terpampang penis raksasa di depan wajah Agnes. mata Agnes melotot kegirangan, ia mengigiti bibirnya, birahinya menggelegak merasakan penis yang akan segera masuk ke vaginanya.

Agnes berkata sambil mengocok lembut penis komandan itu. ' Ini hadiah buat bapak yang sudah letih seharian bekerja.'
Lalu Agnes men deepthroath penis besar itu. Komandan satpol PP tak berkutik, semua kaliat ancaman yang sudah disiapkan untuk Agnes hilang begitu saja. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Kedua rekannya segera membuka pakaian masing masing dan mulai menjamahi tubuh Agnes.

lalu Agnes membimbing mereka ke tengah ruangan, Agnes meminta sang komanadan berbaring lalu dirinya memasukkan penis ang komandan ke anusnya, dan berbaring terlentang di atas tubuh gendut sang komandan sehingga tubuhya sendiri melelngkung dan membuat payudaranya makin mebcuat menantang. Orang kedua lansung maju dan menghujampan penisnya ke vagina Agnes sementara satpol ke tiga meyetubuhi mulut Agnes, dan mereka melakukan rotasi agar masing masing merasakan tiga lubang kenikmatan Agnes sampai masing-masing ejakulasi.

ketiganya sangat berterimakasih atas pelayanan Agnes yang mereka nilai sangat menghargai kelatihan yang selama ini mereka rasakan, Agnes hanya berkata bahwa sepantasnya jerihpayah mereka dihargai dan bahwa hanya ini yang bisa diberikannya untuk mereka. Lalu satpol PP itu pergi dan berjanji tak akan melaporkan kejadian ini sebagai rasa terima kasih mereka pada kebaikan Agnes.

Kemudian Agnes berpaling pada para anjal yang sedari tadi mematung, lalu berkata. 'Mau dilanjutkan pestanya?'
Merka terkejut dan bersorak kegirangan, dan pesta itu berlanjut hingga lurut malam, dengan jumlah peserta yang semakin bertambah karena makin banyak anjal serta gepeng yang ikut dalam pesta itu.

Agnes sendiri merasa sangat terpuaskan, orgasmenya seakan tak berujung, mengalir bagai air bah. Dan ia merasa bahagia melihat kepuasan di wajah para anjal dan gepeng itu yang sehari-harinya sangat tertekan dan terhina. Agnes senag bisa membuat mereka sedikit merasakan kelegaan. Menjelang subuh pesta itu baru usai.

Ketika kembali di kamarnya, Agnes merasa menjadi wanita yang sangat berharga, dan ia merasa kewajibannya membahagiakan semua orang dengan tubuhnya. Lalu ia melihat ke jalan di depan rumahnya. Ia melihat seorang pemulung sedang mengais sampah di rumahnya.

Rasa ibanya muncul, rumahnya sedang kosong, dan Agnes berteriak dari jendela
'Bang... bisa bantu aku?'
Pemulung itu masuk ke dalam rumah, dan....

end

Cerita ini disadur dari sebuah kisah dalm bahasa inggris dengan judul 'Bad Time at The Mall', saya mengubah sudut pandangnya menjadi orang ketiga dan menjadikannya sebuah fan fiction.

Enjoy
*******

Hari itu Bunga CL sedang berbelanja di sebuah mall, ia mencari pakaian untuk shownya, namun sebagaimana umumnya perempuan, sampai berjam-jam mencari sepertinya tidak ada satu pakaianpun yang cocok. Ketika akhirnya terdengar pengumuman bahwa mall akan ditutup, Bunga memutuskan untuk mencoba mencari sekali lagi.

Pada saat Bunga yakin pencariannya sia-sia, ia memutukan untuk pulang namun kandung kemihnya mendadak berontak, Bunga baru sadar kalau sedari tadi ia menahan kencing. Namun sial, seluruh toilet wanita tidak bisa terbuka semuanya dituliskan dalam perbaikan.

Bunga mencari sampai ke basement, namun toilet wanita tetap terkunci. Bungan sudah sangat kebelet sehingga ia memutuskan untuk kencing di toilet pria.

Setelah memastikan tidak ada orang di toilet itu, Bunga masuk ke dalam salah satu toilet dan segera mengosongkan kandung kemih yang sedari tadi menyiksanya. Namun belum sempat Bunga membenahi dirinya, tubuhnya kaku, ia mendengar ada suara -suara pria di dalam toilet itu.

'Apa kamu yakin cewek itu masuk ke mari'
'Yakin, semua toilet sudah aku kerjain, dan ini satu-satunya yang bisa dipakai'
'Semoga kita tidak dapat pepesan kosong'

Bunga ketakutan dan berdiam diri berharap laki-laki itu tidak menemukan dirinya. namun harapannya musnah, pintu toiletnya didobrak paksa, Bunga shock dan tidak dapat bergerak. Tiga laki-laki segera menariknya keluar dari dalam toilet dan membawanya ke tengah wc itu.

'Bajumu sepertinya catik kalau berwarna kuning" kata salah seorang dari ketiga pria itu sambil mengencingi Bunga yang mengenakan tanktop putih tipis tanpa bra dan hotpants yang sekarang itut menggantung di tumitnya dengan celana dalamnya.

Ketiga laki-laki tertawa sambil mengencingi Bunga yang gelagapan menerima terjangan air kencing mereka, seorang dari mereka berkata, 'Kalian melewatkan satu bagian' sambil dengan segaja mengencingi wajah Bunga.

Bunga benar-benar shock, ia sama sekali tidak mampu bergerak diperlakukan hina begitu rupa, seorang dari ketiga pria itu berkata, 'Ternyata kamu tidak cocok dengan warna kuning' sambil merobek-robek pakaian Bunga dan membuangnya ke toilet serta menyiramnya. 'Hilang semuanya' serunya disambut tawa kedua temannya, sekarang Bungan hanya mengenakan sepatu kets dan kaus kaki yang tingginya semata kakinya.

Seorang dari mereka meregangkan paha Bunga lebar-lebar dan segera menghujamkan penisnya ke vagina Bunga, bunga menjerit kesakitan, namun mereka tidak perduli, dan orang pertama yang memperkosanya justru bergerak semakin brutal sehingga bunga menjerit-jerit lebih keras lagi, lalu orang itu ejakulasi di rahim Bunga.

Dua orang lainnya yang sudah tidak sabar segera maju berbarengan, salah seorang menyodomi Bunga dengan brutal sementara orang yang lainnya memperkosa mulut Bunga, memaksanya berdeepthroath. Kemudan ketiga orang tersebut bergantian memperkosa Bunga di semua lubangnya sehingga masing masing merasakan nimatnya vagina, anus dan mulut Bunga.

Bunga sekarang terbaring terlentang di latai kamar mandi yang jorok itu bercampur dengan sperma dan kencing pemerkosanya, tubuhnya lemah, dan memar-memar. Salah seorang dari mereka kemudian maju, mengangkangi mulutnya dan buang air besar di mulut Bunga.

Bunga gelagapan, usahanya untuk meludahkan dan memuntahkan kotoran itu malah menyebabkan dirinya menelan lebih banyak lagi kotoran, dan setelah itu pemerkosanya meninggalkannya begitu saja.

Setelah memperoleh sedikit kekuatan, Bunga bangkit dan membersihkan dirinya sebisanya, terutama dari kotoran di wajahnya dan yang keluar dari anusnya seiring dengan sodomi brutal yang dialaminya. Lalu bunga berjalan tertatih-tatih ke dalam mall, ia berharap bisa menemukan pakaian, namun kembali ia dikejutkan suara gonggonggan anjing-anjing penjaga mall. Bunga berusaha lari, namun anjing-anjing itu telah terlatih, mereka menggiring Bunga ke tengah mall, dan mengepungnya.

Bunga melihat ada lima ekor anjing yang mengepungnya, dan seekor dari mereka langsung menerjangnya, Bunga terjatuh dalam posisi menungging, dan belum lagi Bunga sadar, anjing itu telah memperkosanya. Bunga berusaha menghindar, namun geraman anjing yang lain dan taring-taring yang siap merobek dirinya membuatnya pasrah. Bunga merasa penis anjing itu lebih kecil dari penis pria-pria yang memperkosanya sehingga ia membiarkan saja anjing itu, namun Bunga terkejut merasakan penis anjing itu membesar sampai hampir sebesar pergelangan tangannya. Bunga mulai menjerit-kesakitan namun anjing itu tidk perduli melainkan terus memperkosa Bunga dan ejakulasi di rahim Bunga. Kelima anjing itu menikmati tubuhnya bahkan tiga di antaranya menyodomi anusnya sehingga membuat Bunga sangat kesakitan dan terhina terlebih ketika anjing-anjing itu selesai berejakulasi, pantat mereka saling bertemu.

Bunga tergolek lemah di lantai marmer dingin di tengah mall, di penuhi sperma dan kencing anjing penjaga. Samar-samar bunga melihat ada dua penjaga yang datang.
Seorang dari mereka berkata, ' Sudah kamu rekam semuanya'
'Beres Boss' kata yang seorang lagi, lalu mereka berdua bergiliran memperkosa Bunga dengan brutal. Setelah itu meleka melepaskan sepatu kets Bunga hingga kini haya tinggal kaus kakinya yang tersisa, dan mereka memasukkan Bunga ke dalam locker yang penuh barang. Bunga yang kelelahan akhirnya pingsan.

Keesokan harinya para penjaga itu megeluarkan Bunga dari dalam locker yang membuat Bunga kram karena kesulitan bergerak. Penjaga itu memborgol Bunga, dan mengaraknya keliling mall yang sekarang ramai dikunjungi orang. Penjaga itu berkata kalau Bunga kepergok mecuri baju, mereka mengejarnya, dan mereka berkata kalau Bunga yang panik merobek semua pakaian itu hingga tubuhnya bugil.

Mereka mengarak Bunga ke semua penjuru mall tanpa ada yang terlewati, laki-laki yang menatapnya memandang penuh nafsu, semetara yang wanita memandangnya jijik dan hina. Lalu para penjaga itu membawa Bunga ke sebuah sudut terjauh mall itu yang dikenal sebagai tempat hang out para bajingan.

Penjaga itu melepaskan borgol dan melempar Bunga ke tengah-tengah mereka lalu berijar, 'Ia milik kalian'. Tangan Bunga di tarik dan bungan mendengar suara pria yang memperkosanya pertama kali, 'Kamu kangen ya'. Kembali Bunga diperkosa dengan brutal disemua lubangnya, tak ada yang terlewat. Kaum pria berdatangan, ada yang sekedar mengabadikan kegilaan itu dengan alat perekam, namun banyak yang juga ikut bergabung dalam pesta perkosaan itu.

Ketika mall tersebut ditutup, para penjaga datang dan mengusir semua laki-laki itu, lalu mereka meninggalkan Bunga yang kepayahan dan memberikan 'upah'pada Bunga dengan mengencinginya beramai-ramai.

Kemudain penjaga itu membawa Bunga ke tengah mall, melepaskan sepuluh anjing penjaga baru, menyiapkan kamera, dan mengambil kaus kaki Bunga. 'Nikmati malammu, besok kita ulangi lagi', ujar pimpinan penjaga sambil meninggalkan Bunga di tengah kepungan anjing.

Bunga sekarang telanjang bulat.

End

Monday, July 02, 2007


Ada pepatah asing mengatakan 'the most dangerous person is someone with nothing to lose.'
Keket menjelma jadi orang seperti itu, ia tahu hargadirinya sudah hancur, ia tidak punya apa-apa lagi, ia sekarang lebih rendah dari pelacur, bahkan dari hewan.

Awalnya Keket pasrah, ketakutan, malu. namun perlahan semuanya memercikkan bara api dendam, dan sekarang bara telah membesar siap membakar. Rencana dibuat matang, dan akhirnya eksekusi siap dilakukan.

Indah K. tidak menyadari hal itu, ia menyangka Keket masih ada dalam genggamannya. Ia tidak sadar nasibnya akan segera berubah, ketika kepalanya pusing setelah meminum wine, yang dicampur obat tidur oleh Keket, semuanya sudah terlambat.

Indah terbangun, ia mendapati dirinya berada di sebuah gudang, menggunakan lingerie sexy dengan high heel. Lampu sorot menyala, mata Indah mengejap membiasakan diri dengan terang yang mendadak itu. Segala makian dan sumpah serapah keluar dari mulut sexynya. Indah memang jalang, tidak gampang ketakutan, namun ketika ia melihat banyak sosok lelaki sangar maju ke arah cahaya mengepungnya, keberaniannya luntur terlebih melihat lelaki dengan ukuran raksasa hampir 3m mambuat nyalinya ciut.

Ia mencoba lari, mereka membiarkannya, mereka hanya tertawa melihat usaha sia-sia Indah membuka pintu gudang itu, triakan dan jeritannya semakin parau, namun tak terdengar karena suara hiruk-pikuk pelabuhan di luar meredamnya.
Indah mencoba melawan, namun apa dayanya sehingga dngen mudah ubuhnya diseret dan dibanting di tengah-tengah gudang itu.

Ketakutannya makin nyata, dan akhirnya pertahanannya jebol, Indah menangis mengiba-iba mohon dilepaskan yang dijawab dengan tawa cemooh. Indah sudah takluk, ia benar-benar berharap hanya bisa keluar hidup-hidup dari neraka ini.

Akhirnya, hanya kepolosan tubuh berbalut high heel yang tersisa, cemooh, hinaan dan kalimat yang merendahkan hanya bisa diterima Indah dengan tangis. Dan tangisnya makin menjdai ketika mendengar suara wanita yang menjebaknya. Tubuhnya bergetar lemas melihat Keket keluar dari bayangan, bediri di samping si raksasa yang tak lain adalah jawara desa yang dulu memperkosanya.

Tamparan, hinaan dan kegeraman Keket tak bisa dilawannya, terlebih ketika banyak tangan memegangi, menjamah dan menghinanya. Ketika Keket berkata bahwa waktu pembalasan dimulai, Indah benar benar tidak berdaya.

Si raksasa rebah terlentang di tengah Gudang dengan penis tegak mengacung. Yang lainnya mengangkat tubuh Indah, mengangkannya dan mendudukannya di atas penis sang jawara, tanpa pelumas dan persiapan, Indah mejerit tinggi, penis itu dihujamkan seluruhnyam tembus ke rahimnya, lalu mereka menelungkupkan tubuh Indah, seorang lagi maju dan langsung menyodominya dengan brutal. Tawa histeris Keket membahana meningkahi jerit Indah yang lalu diredam oleh penis berikutnya, selain itu kedua tangan Indahpun kebagian tugas mengocok penis sementara payudaranya digunakan sebagai batu asah bagi dua penis lainnya.

Mereka begitu brutal, Indah sengaja dibuat kesakitan, tamparan, jambakan, tendangan dan pukulan mendera tubuh Indah. Indah mengalami perkosaan brutal itu selama delapan jam oleh sekitar 60 laki-laki, dan perkosaan itu diakhiri dengan hujan sperma dan kencing disekujur tubuh Indah.

Bila indah menyangka semuanya sudah berakhir, salah. Karena dengan santainya Keket menjelaskan bahwa ia sudah membuat rencana untuk menghacurkan Indah, ia sudah berpesan pada semua orang bahwa Indah akan libur selam tiga hari. Lalu Keket berkata lagi, bahwa di pelabuhan itu berlaku tiga shift.

Indah hampir pingsan mendengarnya karena 3 shift berari 180 orang selama 3 hari, dan ketakutannya makin nyata karena belum lama Keket berkata demikian, pintu gudang telah terbuka, lebih banyak orang datang, karena ternyata Keket juga meminta agar tukan becak, tukang sampah, pemulung dan gelandangan juga ikut menikmati tubuh Indah. Dan pemerkosaan itu kembali berlanjut semakin brutal dan semakin brutal.

Ketika tiga hari sudah lewat kondisi Indah begitu memprihatinkan, semangat hidupnya sudah hilang, ketakutan jelas menguasainya. Sekarang sang penjajah menjadi sang terjajah, dan Indah menjadi budak Keket. Sampai akhirnya kebenaran itu akan terungkap... kebenaran mengenai penyebab semua ini terjadi....

To be Continued

Thursday, June 28, 2007


Dunia entertain memang penuh persaingan, intrik dan sabotase untuk menjatuhkan saingan, apalagi pada dunia catwalk.
Keket salah satu top model tidak menyadari bahwa ada seorang rekannya yang begitu benci padanya, sehingga mampu untuk merencanakan jebakan yang sangat menghancurkan dirinya.

Undangan pemotretan itu menarik bagi Keket, pemotretan lingerie di dareah pegunungan yang menantang.

Entah berapa banyak foto yang sudah diambil sang fotografer, berbagai pose menantang dilakukan Keket, termasuk ketika menyandarkan tubuhnya pada patung dewi yang ada didekatnya. Namun ternyata itulah jebakannya. Pada saat itu ada sekitar selusin penduduk desa meneyerbu lokasi pemotretan, mereka mengeroyok Keket.

Keket tak kuasa melawan, ketika mereka menyeretnya hanya mengenakan bikini dan g string yang sangat transparan. Dirinya diseret ke alun-alun desa, dan segera saja seluruh penghuni kampung mengerumuninya. Keket merasa malu setengah mati karena tubuh nyaris telanjangnya menjadi konsumsi penduduk desa yang ternyata lumayan banyak itu.

Lalu tetua desa maju dan merkata dengan lantang bahwa Keket telah dengan sengaja menghina dewi pengasihan yang menjadi sembahan mereka. Teriakan Keket yang mengajukan protes dan pernyataan tidak bersalah ditenggelamkan seruan cemooh para penduduk desa.

Dan jerit tak percaya Keket teredam oleh seruan gembira penduduk desa ketika sang tetua desa berteriak bahwa hukuman adat akan dijatuhkan. Dan Keket sama sekali tidak berdaya ketika helaian benang yang menutupi tubuhnya direnggut paksa, kaki dan tangannya direntangkan lebar-lebar dan sang tetua desa segera menghujamkan penisnya tanpa pemanasan.

Walau Keket sudah tidak perawan, vaginanya yang kering dan ketidak siapannya membuatnya menjerit jerit kesakitan. Tetapi sang tetua desa tidak peduli ia terus mengaduk vagina keket dengan brutal, sementara tangan dan mulutnya menjelajahi tubuh mulus Keket juga mencupanginya dengan ganas. Teiakan Keket agar sang tetua desa tidak membuang sperma di dalam sama sekali tidak bermanfaat dan diriringi geraman kepuasan, sang tetua desa berejakulasi dengan buas di dalam rahim Keket.

Belum lagi Keket bernafas lega orang kedua di desa itu yang juga merupakan jawara desa mendekatinya. Keket terbelalak ngeri melihat postur raksasa jawara desa itu, juga ketika orang itu bugil didepannya, Keket berontak sekuat tenaga ia merasa nger melihat penis yang sebesar penis kuda itu mengacung tegak siap mengobrak abrik tubuhnya.

Lengkingan panjang terdengar dari mulut Keket ketika jawaradesa itu menghujamkan penisnya dengan brutal ke vagina Keket, penis kuda sang jawara hanya masuk separuh ketika mentok dalam vagina Keket, namun sang jawara tak berhenti dan dengan hentakan keras menghujamkan seluruh penisnya hingga masuk ke rahim Keket.

Tubuh Keket berkelojotan seperti ayam disembelih, dari mulutnya berhamburan ludah dan matanya mendelik ke belakang. jawara itu memang kejam, tanpa memberi kesempatan Keket bernafas ia langsung menggenjot tubuh lemah Keket, yang hanya bisa mengikuti kebrutalan jawara desa yang liar itu. Dan Keket sangat tersiksa karena stamina sang jawara benar-benar perkasa, tubuhnya terbanting-banting, ketika sang jawara menarik penisnya dari vagina Keket, Keket merasa lega, namun tidak untuk lama karena sang jawara menunggingkan tubuhnya dan menyodominya dngan brutal. Kembali raungan Keket terdengar membahana di desa itu, dan raungan itu disambut sorak-sorai penduduk desa yang menyaksikan persetubuhan brutal itu.

Satu jam setengah sang jawara memperkosa Keket, sebelum akhirnya berejakulasi di anus Keket. Lalu dengan kejam jawara itu memaksa Keket mengulum, menjilat dan memberishkan penisnya yang berlumuran darah, sperma dan kotoran yang terbawa dari hasil sodomi brutal itu.

Keket benar-benar dilecehkan, namun ia tidak berdaya dan tubuhnya begitu lemah seperti habis dilindas rombongan gajah, sehingga ia hanya bisa pasrah ketika seluruh laki-laki yang ada di desa itu maju mengeroyoknya, seluruh bagian tubuh Keket tidak ada yang terhindar, selalu ada tujuh orang yang memperkosanya bersamaan. Keket dipaksa ber woman on top, lalu disodomi, mulutnya disumpal penis, kedua tangannya mengocok penis yang lain, dan payudaranya digesek oleh dua penis lainnya. Seluru gaya perkosaan dialami Keket, termasuk satu lubang dua batang, di anus dan vaginanya, bahkan ada yang nekat memasukkan tiga penis ke dalam vagina Keket.

Pagi menyingsing ketika para lelaki meninggalkan tubuh berantakan Keket yang belepotan sperma dan debu. Keket berharap siksaan ini berakhir, namun kembali harapannya sia-sia, ketika samar-samar ia melihat karena matanya tertutup sperma kering, seorang wanita tua bertubuh gemuk yang ternyata istri sang tetua desa menghampirinya telanjang bulat, menendang Keket hingga terlentang, dan dengan brutal menduduki wajah Keket dan menggerrakkan pinggulnya dengan liar.

Keket panik, ia tidak bisa bernafas, tubuhnya menggelepar, pandangannya berkunang-kunang, dan aroma vagina istri tetua desa yang tidak terawat itu menyiksanya. Ketika akhirnya perempuan itu orgasme, Keket terpaksa menelan semua cairan yang keluar dari vagina yang bau itu. Lalu berganitan para wanita di desa itu menuntut pemuasan dari Keket, mereka jauh lebih banyak menuntut dari para pria, dan mereka tidak segan-segan menyiksa Keket bila pelayanannya dirasa kurang. tamparan, tendangan, cakaran dan berbagai siksaan lainnya. Bahkan mereka memasukkan beragam sayuran kedalam vagina dan anus Keket sebagai dildo, jagung, singkong, terong, ketimun dan beragam sayur serta buah lainnya, juga dengan kejam mereka melakukan fisting pada vagina dan anus Keket dengan tangan yang sengaja dilumuri sambal atau minyak tawon atau balsam.

Pagi berikutnya meningsing ketika para perempuan itu selesai menyiksa Keket, lalu beberapa pengawal desa, membawa sebuah dudukan penyangga Keket, tubuh lemah berantakan itu ditunggingkan, tangan Keket diikat pada penyangga itu, lalu mereka memasangkan ring gag pada mulut Keket, yang segera saja mengalirkan sperma dan entah cairan vagina siapa yang sudah tidak dapat tertampung pada mulutnya. Keket hanya pasrah mengetahui dirinya akan kembali diperkosa, namun Keket terkejut ketika melihat penduduk desa membawa hewan peliharaan mereka.

Maka dimulailah perkosaan dan penghinaan terbesar pada diri Keket, tubuhnya dilecehkan habis-habisan. Semua hewan yang ada di kampung itu dipersilahkan memperkosa Keket sepuasnya, anjing, kambing, sapi, kuda, bahkan beberapa ekor babi, serta kera yang ada dikampung itu bebas menggunakan anus, vagina dan mulut Keket.

Sebelum mereka membeaskan Keket, mereka mengarak tubuh hancur Keket keliling kampung telanjang bulat, bahkan menyeretnya karena Keket tidak mampu lagi bergerak, slema diarak kembali pelecehan menderanya, hinaan, lemparan telur busuk serta pukulan menderanya. Lalu mereka melempar Keket begitu saja dipinggir kampung. Keket pingsan.

Ketika tersadar, ia berada di kamar apartemen Indah K. rekan seprofesinya, Keket bersyukur karena bisa kembali ke kota dan skandal itu tidak terbongkar. Namun salah. Indah datang dengan setumpuk dvd dan foto.

Keket terkejut melihat rekaman pemerkosaannya, ia terkejut karena Indah adalah otak dibalik kehancuran harga dirinya. Sekarang ia dikuasai sepenuhnya oleh Indah K. ancaman penghancuran nama baiknya begitu menakutkan sehingga kini keket bersedia melakukan apa saja yang diperintahkan Indah padanya termasuk melacurkan diri dengan harga seribu rupiah per laki-laki dipingir jalan atau tempat kumuh lainnya. Bahkan Keket beberapa kali terpaksa lari lintang pukang sampai harus masuk ke dalam gorong-gorong berisi tinja manusia hanya untuk menghindari kejaran Trantib dan Satpol PP yang sengaja ditelepon Indah untuk mengerjai dan menghancurkan Keket.

Keket benar-benar depresi, ia kalut dan takut karena merasa sangat tidak berdaya...
namun setiap penindasan akan mendapat perlawanan, dan kepasrahan akan menjadi pemberontakan...
maka diam-diam Keket membuat rencana....
dan....

To Be Continued