Wednesday, October 17, 2007


Kegilaan Agnes 6: Petualangan di Rambo

Agnes merasa birahinya sedang tinggi, ia butuh pleampiasan, dan ia ingin merasakan gangbang yang brutal yang selama ini menjadi pelampiasan nafsunya, namun semua lelaki yang pernah menidurinya selalu berlaku gentle, kecuali ketika ia digangbang di studio rekaman atau di villa puncak. Ia ingin tubuhnya dikasari, dihina, dilecehkan.

Tanpa disadari Honda Vario tunggangannya melaju ke daerah Rambo, Agnes memandang sekilas ke arah kawasan remang-remang itu, ia sudah banyak mendengar mengenai tempat pelacuran murahan itu, senyumnya tersungging. dengan santai ia memarkirkan motornya, lalu melenggang santai dengan hanya memakai t-shirt super ketat dan hotpants yang sangat menantang.
Bau minuman keras, sperma dan cairan kewanitaan begitu kental, namun Agnes tidak perduli, ia hanya ingin memuaskan birahinya.

Ia melihat sebuah warung yang super kumuh dengan banyak preman, pengangguran dan pemulung serta pengemis sedang mabuk.
Seakan ia biasa ke kawasan itu, Agnes langsung masuk dan duduk ditengah-tengah mereka. Semua orang kaget, melihat ada cina cantik, montok masuk ke sarang mereka. Agnes mendengar bisikan mereka, barang baru, cina pecun, montok, enak kalo di entot. Agnes tersenyum simpul mendengarnya.

Lalu seorang dari mereka yang nampaknya preman paling berpengaruh di kawasan itu duduk di samping Agnes dan memulai pembicaraan, sambil tangannya memegang paha montok Agnes.
'Non, orang baru, ya?'
'Iya bang' jawab Agnes sambil tersenyum genit, sambil menahan rangsangan yang ditimbulkan gesekan tangan kasar di pahanya.
'Non cantik deh... kaya... sap tuh, pecun yang suka nari seksi di tipi...Agnes. Iya, non mirip Agnes Monica' seru kepala preman disambut teriakan akur teman-temannya.
'Ah abang bisa aja' desah Agnes manja, 'Tapi kalau abang mau anggap saya Agnes, juga ngga apa-apa'
'Buset... paha non, montok banget'

Tangan itu terus menggerayangi paha dalam Agnes, bahkan sekarang sudah bersarang di wilayah segitiga emas Agnes, meremasinya kasar hingga cairan vagina Agnes mulai membasahi hotpants itu.
'Weleh-weleh.. non udah konak ya? udah basah gini' celoteh itu disambut tawa yang lain.
'Pahanya mulus, gimana dalemnya ya?
'Masukin aja bang, biar abang tau'
'Wah bener ya, non yang minta lho' lalu tangan itu menelusup masuk kedalam hotpants, ternyata Agnes tidak memakai celan dalam, dan sang preman kaget karena merasakan vagina Agnes yang licin
'Wuiiih, ngga ada jembutnya'
'bang'.. protes temannya'kita juga pingin liat dong'
'Diem luh.. gua beri ntar!'
Namun perbuatan Agnes berikutnya mengagetkan si kepala preman, dengan santai Agnes melolosi hotpantsnya dan berdiri dihadapan mereka , mempertotonkan pantat montoknya, vaginanya yang super terawat dan sepasang kaki yang jenjang dan kokoh
Sang kepala preman akhirnya tak bisa menahan anakbuahnya lebih lama lagi, akhirnya mereka semua serempak, meremas pantat, paha, dan mengobok vagina Agnes.
Desahan keras tidak bisa ditahan Agnes, demi merasakan serbuan mereka, permainan kasar tangan dan lidah mereka menjebol pertahanannya, dan dengan lenguhan keras, Agnes orgasme dihadapan mereka semua.

Kemudaian seorang pengemis mendekap Agnes dari belakan, ia menciumi tengkuk Agnes, sambil tangannya menelusup dalam t-shirt Agnes dan mengobok payudaranya yang tak tertutup BH,
Agnes hanyt dalam permainan pengemis itu, dan ia pasrah ketika t-shirt itu diangkat melalui kepalanya, tubuhnya bugil total, tinggal sepatu ketsnya yang tersisa.

Lalu mereka merebahkan menyingkirkan botol-botol bir dari meja dan menelentangkan Agnes di sana, dengan pinggul tepat berada dipinggir meja, sehingga kakinya menjuntai bebas.

Kepala preman, memposisikan dirinya diantara selangkangan Agnes, lalu menjamahi tubuh Agnes dengan brutal.
Agnes dapat merasakan kepala penis besar berada di depan vaginanya, ia mengaitkan kakinya ke pinggang sang kepala preman dan mendorongnya sehingga penis besar itu menerobos masuk ke vaginanya.
Agnes sedikit mengernyit merasakan besarnya penis itu, dan untuk sesaat kepala preman itu tertegun, karena selama ini biasanya wts murahan yang dipakainya tidak pernah seliar itu, sementara gadis dihadapannya sengaja meminta untuk disetubuhi.

Namun reaksi nafsu memang besar. hanya 5 detik pikiran kepala preman terganggu, ia lalu mulai menggarap vagina Agnes.
Agnes menggelinjang-gelinjang kenikmatan, gairah sexnya yang besar seakan mendapat saluran pengeluaran. Ia ingi liar, ia ingin brutal, lalu Agnes meraih dua penis, dan mulai mengocoknya sementara gerakan mulutnya seakan ingin merasakan penis dimulutnya.
Melihat itu, seorang pemulung cacad, duduk di dada Agnes dan dengan kasar memasukkan penisnya ke mulut Agnes hingga mentok, dan hidung Agnes tertanam di bulu penis yang lebat dan bau.

Namun Perbuatan itu malah membuat Agnes makin binal, kekasaran itu membuat birahinya makin meledak, ia menjilat bersih penis bau itu, hingga pemiliknya tak tahan dan menumpahkan spermanya langsung masuk ke perut Agnes.
Dua penis yang dikocoknya berkedut, dengan sigap Agnes megulum penis tersebut hingga keduanya orgasme di mulut sexy Agnes.

'Gila nih pecun, hobi banget neggak peju' kata si pemulung
'Iya, nyepong ama ngocokya juga jago' sahut yang lain.
Agnes merasa bangga karena bisa membehagiakan kaum hina ini, ia merasa sangat berguna karena bisa memberi kenikmatan duniawi pada mereka yang selalu bergulat dengan kerasnya hidup.

Agnes memandang dengan tatapan binal ke arah kepala preman yang masih mengerjai vaginanya, stamina kepala preman itu memang hebat, setengah jam ia mengerjai Agnes sebelum...
'Gue siram memek lu ama pejuuuuuuuuu!!!!!' lolongan itu menandai tersiramnya rahim Agnes dengan sperma panas sang kepala preman.
Baru saja penis sang kepala preman keluar dari bibir vaginanya, lima orang kembali maju, dua oreng merasakan tangan mulus Agnes, sato merasakan mulut, satu di vagina, dan satu di dadanya.

Orang di vaginanya keluar terlebih dahulu, dan langsung digantikan penis yang lain, orang yang mendapatkan mulutnya culup perkasa, sementara penis ditangannya mulai berkedut, maka Agnes mendekatkan penis itu ke wajahnya dan menyemprotkannya di sana, sementara ia membiarkan dadanya disiram sperma panas, baru kemudian orang di mulutnya orgasme.

Agnes-benar-benar puas, ia sendiri sudah orgasme berkali-kali, namun hasratnya begitu tinggi, dan ia tidak ingimn menyudahi kenikmatan ini, apalagi ia tau banyak pengunjung Rambo yang belum menikmati tubuhnya.
Kepala prema itu sudah siap untuk ronde berikutnya, namun ia melihat lelehan sperma yang mengalir tak tertampung dari vagina Agnes, serta merta ia membalikkan Agnes hingga menelungkup di meja, dan tanpa basa-basi menyodomi Agnes.

'Aduh... pelan-pelan, bang... masih seret nih' rintih Agnes
'Aaaaahhh diem luh pecun, elu kan yang minta di entot, lu tau kan pecun ngga punya pilihan? suka-suka gua mo ngentot lobang lu yang mana! Memek lu becek, tau!' bentak si kepala preman karena nafsunya yang sudah diubun ubun.
Birahi Agnes langsung melonjak mendengar makian itu, ini yang dicarinya, ia ingin dihina, direndahkan, dilecehkan.
'Iya bang... saya pecun, maaf bang, entot saya sesuka abang, entot saya bang...'
Mendengar itu, kepala preman makin bernafsu menyodomi dan menyabet pantat Agnes, bahkan sampai Agnes terkentut kentut, yang disambut tawa melecehkan gerombolan itu.

Lalu seorang pengemis yang penuh koreng dan kudis, meminta Agnes berwoman on top, Agnes dengan bernafsu melayaninya, ia juga pasrah ketika seorang lagi menekan punggungnya sehingga tubuhnya berhimpit dengan pengemis itu, dan pantanya kembali disodomi, sementara tangan dan mulutnya melayani penis yang lain. Kemudian gaya woman on top belakang, dengan penis di dalam anus, lalu mereka merebahkan punggung Agnes di dada pengemis kudis itu, dan bergantian mengerjai vagina, mulut, tangan, dada dan seluruh bagian tubuh Agnes.

Semua gaya barbar dalam sex dipraktekkan oleh gerombolan itu pada Agnes yang sama sekali tuidak berkeberatan malah membalasnya dengan nafsu berlipat. Lalu Agnes melihat ada seorang pelacur yang sedari tadi melihat dirinya di gangbang dengan brutal, wajahnya menunjukkan kebencian, Agnes menyadari, pastilah pelacur itu, kembang Rambo, yang merasa tersaingi dengan kedatangannya, yang seakan merebut semua langganannya.

Dengan santai Agnes menghampirinya, meninggalkan penikmantnya beristirahat. Pelacur itu terkejut melihat kenekatan Agnes berbugil ria di muka umum seperti itu, dan seperti ada pengaruh mistis dari sosok Agnes yang membuat pelacur itu menurut ketika Agnes membawanya ke tengah gerombolan itu, yang nampak sudah bangkit lagi gairahnya.

Dengan lembut Agnes membaringkan Widya, nama pelacur itu, di meja yang lengket dengan sperma dan cairan vagina, meminta dua orang memegangi tangan Widya dengan lembut. Dengan mesra Agnes, membuka rok mini dan celana dalam murahan milik widya, mengangkangkan kakinya, dan mendekatkan wajahnya ke vagina Widya yang berbulu lebat dan nampak tak terawat serta terlalu sering dipakai. Desahan nafas Agnes di vaginanya membuat birahi Widya bangkit, belum pernah ia merasakan sensasi seperti ini.

Tanpa jijik, Agnes kemudian membenamkan wajahnya ke vagina tak terawat milik Widya, dijilatinya vagina berbulu lebat itu hingga bersih, bahkan Agnes menjilati anus Widya tanpa rasa jijik. Widya tak dapat menguasai sensai itu terlalu berlebihan.
Seorang gelandangan mengangkat pinggul Agnes sehingga sejajar dengan wajahnya yang bersarang di vagina Widya, lalu dengan santainya menghujamkan penisnya ke vagina dan anus Agnes secara bergantian, sementara kepala prema maju ke atas meja dan mendapat sensai deeptroath dari Widya.

Pesta sex itu baru berakhir jam tujuh pagi, gerombolan itu pergi meninggalkan tubuh bugil Agnes dan Widya yang kepayahan dalam kepuasan dengan langkah lunglai.
Agnes benar-benar merasa puas, dan sudah pasti ia akan kembali ke kompleks itu untuk menikmati sex liar dan brutal seperti yang baru dialaminya.
Agnes pun kini bersahabat dengan Widya, dan berkat koneksi Agnes, Widya kini menjadi pelacur kelas tinggi yang sangat terawat, serta menjadi parter lesbi Agnes, namun begitu Widya selalu ikut Agnes untuk berbagi sex dengan kalangan bawah di Rambo.
Keduanya menjadi primadona di sana.

End.

Ririn Dwi Ariyani

Ririn menghentikan mobilnya di lampu merah dengan kesal, ia hampir terlambat shooting, dan kemacetan membuatnya sedikit berang.
Ia mendengus ketika seorang waria mengamen di samping mobilnya.

'Pergi sana, dasar banci...' usir Ririn dengan ketus. Dan kekasarannya harus ditebus mahal.
Tanpa disadarinya pintu belakang mobilnya tidak terkunci. Waria itu segera masuk ke kursi belakang, dan menghunuskan pisau ke leher Ririn.

'Teriak... biar leher lu gua gorok... dasar pecun
Ririn ketakutan setengah mati. Ia merasakan dinginnya pisau itu menempel di lehernya.
Waria itu kemudian meyuruh Ririn menarahkan mobilnya kesebuah rumah kumuh dipinggiran kota dan menyuruhnya masuk . Waria tadi kemudian mengikat Ririn di sebuah kursi dan menutup kepala Ririn dengan sebuah karung.

Tiga jam berlalu, Ririn ketakuatn setengah mati menanti apa yang akan terjadi padanya. Ia kemudian mendengar banyak suara di dalam ruangan itu.
Karung yang bau itu kemudan diangkat dari wajah Ririn, matanya mengerjap membiasakan dengan cahaya, dan kemudian terbelalak tidak percaya.

Ada 15 orang waria di dalam ruangan itu termasuk yang menculiknya, dan mereka semua hanya memakai pakaian dalam. Ririn melihat tubuh-tubuh mereka yang seksi, dengan payudara indah hasil silikon, namun matanya memancarkan kengerian melihat penis-penis waria itu yang perlahan mulai menegang.

Penculikya yang dipanggil Janet menamparnya. Ririrn mengiba, ia minta dilepaskan, dan memohon maaf atas kekasarannya, namun semuanya itu disambut tawa sumbang para waria.
Mereka begitu dendam pada orang yang menghina jati diri mereka, dan mereka ingin merusak orang-orang yang menghina mereka, dan sekarang Ririn akan menerima hasil perbuatannya.

Kemudiam mereka menelanjangi Ririn, tangan mereka menggerayangi setiap inchi tubuh mulus Ririn, termasuk vaginanya yang licin bersih tanpa bulu. Ririrn merinding merasakan lidah para waria itu, menjelajahi tiap lekuk tubuhnya, bahkan memaksanya berciuman. Ririn hanya bisa pasrah, ia tidak bisa melawan 15 weria kesetanan, yang dengan sengaja merekam perkosaan itu.

Mereka memaksa Ririrn mengoral penis mereka, dan ini membuat ririn jijik, namun tamparan keras Janet membuatnya pasrah, dan mulutnya penuh dengan penis-penis waria yang ternyata besar dengan panjang rata-rata 20cm dan diameter 6cm, bahkan satu dari mereka yang dipanggil Anita memiliki penis terbesar di antara mereka semua sekitar 30cm dengan diamater 8cm.

Kemudian mereka mengangkat Ririn dan membaringkannya disebuah meja kayu yang nampkanya sengaja disiapkan untuk penyiksaan.
mereka mengikat kedua tangan Ririn ke ujung meja, kemudian menelikung tubuh Ririn, sehingga lututnya mengapit kepalanya, dan mengguakan strap hingga kakinya tidak bisa digerakkan, dan pantat serta pinggungya terangkat tinggi, pasrah untuk dihancurkan.

Ririn memandang ngeri ke arah Janet yang membawa alat suntik, ia takut kalau mereka akan merusak wajah dan tubuhnya dengna implant silikon.

'Hahaha, tenang, manis', ejek Janet, 'Kami ngga akan meng implant tubuh lo dengan silikon, kita mau ngerusak elo dengan cara lain'
lanjut Janet sambil menyuntikkan injektor itu ke daging vagina Ririn.
Ririn menjerit kesakitan, namun Janet tidak perduli, malah kembali ia menyuntikkan cairan kedalam vagina Ririn.

Kemudian ke 15 waria itu mengelilingi tubuhnya sambil mengocok penis masing-masing, kemudian Janet maju dan tanpa pemanasan menghujamkan penisnya dengan kasar ke dalam vagina Ririn. Jerit kesakitan kembali keluar dari mulut indah Ririn, ia mengiba-iba minta tolong, namun permohonannya hanya dibalas dengan tawa kejam. Janet makin mengentak setiap jeritan Ririn terdengar, ia sepertinya sangat menikmati penderitaan Ririn, dan sesaat sebelum ia ejakulasi, Janet berkata dengan suara berat.

'Elu, tau suntikan tadi... Itu obat penyubur kandungan yang paling kuat, sehingga setetes mani saja pasti bikin kamu hamil, hahahaha"
Ririrn menjerit mendengar itu terlebih ketika ia merasakan semburan sperma Janet di dalam rahimnya. Ia tidak mau hamil, appalagi dari seorang waria, namun apa daya, terlebih mendengar khasiat obat yang disuntikkan Janet tadi. Namun belum lama ia berfikir, waria lainnya naik dan memperkosanya.

ririrn menangis sejadi-jadinya ketika merasakan sperma demi sperma maskuk kedalam rahimnya. dan dalam posisinya ini, sperma itu tidak dpat keluar melainnkan tertampung sepenuhnya ke dalam rahimnya, terlebih Janet berulang-ulang menyuntikkan cairan itu selama sesaat sebelum teman-temannya mengambil bagian mendonor sperma ke rahim Ririn. Anita kemudian mengambil bagian... Ririn sudah pasrah, namun alangkah terkejutnya ketika Anita ternyata mengarahkan penis supernya ke lubang anus Ririn yang kecil. Ririrn berusaha berontak, namun strap dan cengkraman Anita yang kuat membuatnya terpasa menjerit kesakitan merasakan penis itu menerobos masuk ke dalam anusnya. ririn bisa merasakan darah mengalir dari anusnya yang terluka, akibat terobosan brutal itu, dan gesekan dengan penis Anita yang menggenjot anusnya dengan buas.

Tidak hanya itu, Anita kemudian meniju perut Ririn berkali-kali, sampai akhirnya Ririrn mengeluarkan kotoran di penis Anita. Naita merasa puas melihat kotoran Ririrn yang bercampur darah menutupi penisnya, lalu dengan santai ia menghujamkan penis kotor itu ker vagina Ririn yang kini hanay bisa terisak pilu, merasa harga dirnya sama sekali suadah hilang, bahkan organ terintimnya diperlakukan dengan brutal, dengan measkukkan kotoran ke dalamnya.

Ririn kini hanya bisa berharap mereka akan membebaskannya setelah puas menghancurkan harga dirinya, masa depannya dan karirnya, namun horor itu masih ada.
Ririn meronta sekuatnya demi melihat Janet membawa segelondong benang kasur dan jarum besar ke arahnya. dan jeritan pilu kembali terdengar ketika Janet dengan santainya menjahit vagina Ririrn dengan begitu rapinya dan kemudian menutupnya dengan lakban sehingga tak ada setetes spermapun yang bisa keluar dari vagina Ririn. Lalu mereka melepaskan Ririn dari meja, untuk kemudian manelikung kedua tangan Ririn ke belakan punggungnya dan mengikatnya ketat. Kemudian mereka beramai ramai menyodomi Ririn yang sudah kepayahan dan memaksanya melakukan deepthroath, Ririrn yang sudah kepayahan hanya menurut pasrah, walau penis itu banyak membawa kotoran dari pantatnya, dan perutnya sekarang penuh terisi sperma bercampur kotoran dan darah, anusnya sendiri yang sudah tak berbentuk disumpal kaleng bir oleh Janet.

Ketika akhirrya mereka melepaskan ikatan Ririn, tubuhnya sama sekali kehabisan daya, dan kesakitan, namun tendangan Janet memaksanya merangkak ke luar bangunan itu. Janet memaksa Ririn memakai kembali pakaiannya kecuali untuk celana dalam yang oleh Janet diberikan G-String super ketat sehingga menekan anus dan vagina Ririn yang hancur.

Lalu Janet memaksa Ririn berkendara seharian penuh membuat dirinya makin tersiksa, sebelum Janet mengijinkan Ririn mengarahkan kendaraanya ke rumahnya.
Di rumah Ririn, Janet mengaku sebagai makeup artist yang menemani Ririn karena kecapaian shooting, lalu mereka berdua naik ke kamar Ririn dan kembali teror disebarkan oleh Janet, ia memaksa Ririn telanjang bulat, dan berpose mengangkang, memperlihatkan vagina dan anusnya yang terluka. Janet lalu memerintahkan Ririrn untuk mengejan mengeluarkan kaleng bir dalam anusnya. Ririn sampai hampir kehabisan nafas sebelum akhirnya berhasil mengeluarkan kaleng bir itu berikut dengan kotorannya, lalu Janet memaksa Ririn menyentak lepas lakban yang menutupi vaginanya.

Ririn ingin menjerit namun ditahannya karena ancaman Janet yang akan menyebarkan rekaman tdirinya diperkosa waria, juga ancaman Janet yang akan meminta rombongannya menculik dan menyiksa Ririn hingga tewas. Janet berkata mereka akan menyayat-nyaat tubuhnya, memoting puting susu dan klitoris Ririn, dan menyirami lukanya dengan asam. Dan lanjut Janet lagi, korban terakhir mereka baru mati setelah satu bulan disiksa.

Badan Ririrn gemetar menahan sakit, ngilu dan linu ketika jari lentiknya menarik benang kasur yang dijahitkan ke vaginanya, bibir bawah Ririn sampai berdarah karena gigitannya dalam usahanya menahan jeritan. Ketika benang itu sudah terlepas, Ririn merasa sedikit lega, badanya menggeleak di kasur, ia tidak mau melihat vaginanya karena tau sekarang organ intimnya sudah terluka dan hancur. Mata Berkunag-kunang. Ia tidak menyadari kalau janet mengngeluarkan botol alkohol 100% dari tasnya dan menyiramkannya ke vagina Ririn yang terluka.

Badan Ririn seakan tersengat setrum 10000 watt, mulutnya membuka namun tak ada teriakan keluar, matanya membeliak, tubuhnya menegang, mengejang dan akhirnya Ririn pingsan. Dengan santai Janet turun, pamit ke orang tua Ririn dan meminta mereka tidak menggangu Ririn, yang sedang tertidur kecapaian. Orang tua Ririn berterimakasih atas kebaikan Janet yang mau menemani Ririn, bahkan mereka memesankan taksi untuk Janet, tanpa menyadari anak mereka pingsan di atas kasur yang digenangi darah dari vagina dan anus yang terluka.

Thursday, September 06, 2007

Sebenarnya saya sempat ragu untuk mempost kisah ini, karena unsur total exposurenya yang sangat sedikit, dan alurnya yang sangat melankolis, mungkin akan banyak yang kecewa. Saya bisa maklum.

Dan bila ada kritik, saran atau ide cerita, jangan ragu untuk mengungkapkannya.

So... Enjoy...

Erotisme Catherine dan Indah (Final Chapter)

Setelah pemerkosaan brutal selama tiga hari yang dialami Indah, keadaan berbalik. Keket memaksa Indah pindah ke apartemen yang disewa Keket dan menjadi budaknya. Di dalam apartemen itu Indah hanya diperkenankan menggunakan sport bra dan hotpants yang jelas menunjukkan kesexyan tubuh Indah.
Indah dipaksa melakukan semua pekerjaan di apartemen itu, mulai dari menyapu, memasak, mencuci bahkan memandikan Keket.
Keket juga merendahkan Indah dengan menyuruh menceboki dirinya setelah buang air besar atau kecil, membiarkan Indah tidur kedinginan di ruang tengah apartemen itu, atau tak jarang bila Keket merasa tidak puas akan pelayanan Indah, memaksanya tidur dalam sebuah lemari yang hanya muat bila Indah dalam posisi meringkuk, serta memaksa indah untuk makan bersimpuh dilantai dengan lauk sisa dan seadanya sementara keket dengan angkuhnya duduk di meja indah dengan lauk mewah. Isak tangis lirih Indah menjadi musik merdu di telinga Keket.

Namun ternyata semuanya tidak berakhir begitu saja. Keket bingung.
Dendamnya sudah terbayar, Indah sudah dalam genggamannya dan dapat diperlakukan sehina yang ia mau. Tapi ada suatu Perasaan yang masih mengganjal. Perasaan yang ia yakin dulu sempat terpercik namun padam oleh kebiadaban Indah.

Sampai pada suatu hari, Keket memandang Indah yang sedang mengolah makanan di dapur. Keringat yang membasahi tubuh Indah membuat kesexyannya makin nampak walaupun terganggu tetesan air mata yang mengalir dipipinya dan sesekali terjatuh ke dalam adonan.
Perasaan galau berkecamuk dalam hati Keket, rasa iba itu mendadak datang. Akhirnya ia sadar akan arti perasaan itu.

Dengan lembut Keket menggengam tangan Indah, membasuhnya, dan membawa Indah ke ruang tengah apartemen. Keket mendudukkan Indah di sofa yang nyaman, meloloskan hotpantsnya, merentangkan kaki Indak, dan membenamkan kepalannya ke selangkangan Indah.

Indah hanya terdiam, hatinya galau. Ia masih merasa hancur, ia merasa ini merupakan bagian siksaan Keket. Tangan Indah meraih pisau buah yang ada di meja samping sofa. Ia tau semuanya bisa diakhiri saat itu juga, walau konsekuensinya sangat berat.

Namun pisau itu tak kunjung juga melakukan tugasnya. Tangan Indah berheti di udara, gemetar. Hatinya berontak....
Suara lirih Keket mengejutkannya. 'Kenapa tidak kau lanjutkan...'
Mata keduanya bertemu....
Denting pisau memecah kesunyian...
Lama keduanya terdiam, memastikan perasaan itu, dan kemudian dengan ledakan tangis keduanya berpelukan, melepaskan perasaan yang selama ini mereka pendam. Perasan cinta antara keduanya, ternyata mereka saling mencinta dan saling memendam perasaan itu, dan rasa tidak dapat memiliki menyebabkan benci, dan benci berakhir pada tragedi. Namun akhirnya cinta bertahta dan rasa itu membara.

Setelah tangis mereda, perlahan wajah keduanya bertemu, bibir berpagutan, lidah beradu. Tubuh mereka merapat, pakaian sudah tidak lagi menutupi kepolosan mereka. Penjelajahan erotis meledakkan semua nafsu yang selama ini terkurung. Dan ketika mereka selesai, mereka berpelukan erat, seakan tak mau terpisahkan lagi.

Di sebuah tempat permaian sky di suatu negara Eropa, nampak Keket dan Indah sangat menikmati bulan madu mereka. Ya, mereka sengaja ke luar negeri untuk mengesahkan hubungan mereka, sekarang keduanya adalah sepasang 'suami-istri'. Dan Indah tapak begitu manja, menggelayutkan dirinya pada Keket.
Ketika Indah melihat anjing penarik kereta salju tubuhnya bergetar, keceriaanya pudar.
'Kenapa cinta....?' tanya Keket
Indah menyelusupkan wajahnya ke dada Keket dan berkata lirih 'maafkan aku, karena membiarkan mahluk-mahluk itu menghina tubuhmu...'
Memori itu kembali...
'Memang menyakitkan cinta...., but i've forgive you completely. Dan kau boleh memandangku rendah, namun mahluk itu memberikan sensasi berbeda, walau jelas kebersamaan kita jauh sangat membahagiakan dan menggairahkan.'
'Tidak sayang...'desah Indah...' aku tetap merasa bersalah...dan aku mau kau menghukumku... biar aku merasakan apa yang kau rasakan...'
'Honey'... kata Keket.
'Please....' isak Indah.

Maka malam itu, Keket membawa seekor white fang ke pondok mereka, dengan mesra Keket menelanjangi Indah, menelusuri semua lekuk tubuhnya dan memberi Indah orgasme yang sangat hebat. Lalu Keket merebahkan tubuh Indah di depan perapian, kemudian membimbing white fang itu.

Tubuh Indah menggeletar merasakan lidah hewan itu bergerak liar disekujur tubuhnya, dan orgasme yang baru didapatnya dari Keket membuat gairahnya cepat tinggi. Kemudian Keket membalikkan tubuh Indah, dan menaikkan pinggul dan pantat Indah hingga mencuat menantang. Dengan halus Keket membimbing hewan itu, dan membimbing penis hewan itu masuk ke dalam vagina Indah untuk kemudian memompanya dengan buas.

Indah menjerit kenikmatan, ia kini mengerti perkataan Keket tentang sensai berbeda, walau itu diterima Keket dalam keadaan terpaksa dan terhina kala itu. Keket sediri sudah sangat terangsang. Ia memposisikan tubuh telanjangnya di depan wajah Indah.
Dengan rakus Indah segera menerkam vagina Keket, Indah ingin membagi kenikmatan yang ia rasakan. Tubuh ketiganya begitu menyatu, keringat mereka membuat siluet tubuh yang sangat sexy tertimpa temaram perapian. Dan ketiganya orgasme bersamaan, dua teriakan dan satu lolongan memenuhi ruangan pondok itu, dan berulang, berulang, berulang.

Kembali di Jakarta....
Kamar apartemen itu sudah bagai kapal pecah... speri berantakan, pakaian berceceran tercabik-cabik, beberapa model dildo berserakan.
Sinar mentari membangunkan mereka, gumaman penuh cinta saling terucap.
Keket menyandarkan tubuhnya, membiarkan dada telanjangnya menjadi sandaran kepala Indah. Lalu Keket meraih remote TV yang tertanam di vaginanya dan menyalakan TV. Sebuah acara fashion show nasional sedang berlangsung.

Indah berkata, 'aku benci pecun itu, ia mengalahkan kita sayang.' sambil menunjuk sosok yang sedang berjalan anggung di catwalk, lalu lanjutnya 'aku mau dia hancur!'. Ada nada dendam dalam suara itu.
Keket membelai rambut Indah, ia memandang sosok itu.
'aku bisa minta kontakku untuk menghancurkannya, dan menjualnya ke suatu daerah pedalaman yang semua penduduknya adalah lelaki pemerkosa.'

Indah tertegun mendengarnya, ia beringsut dari dada Keket, lalu ia memegang lututnya dan mulai terisak. Ia sadar bahwa sebenarnya dirinyalah yang sejatinya akan dijual oleh Keket.
Dengan lembut Keket meraih tubuh Indah, mendekap kepalanya dan menenangkannya bagai seorang ibu menenangkan anaknya.

'Memang tadinya engkau. tapi sayangku, semuanya sudah berubah... tak mungkin aku menghianati perasaan ini. Aku 'suamimu', tak mungin aku menghancurkanmu, aku mencintaimu lebih dari segalanya...dan aku akan menjagamu dengan segenap jiwa ragaku.'
Dekapan itu makin kuat dan mesra
'yang aku pikirkan, bagaimana kalau kau menjebaknya hingga aku bisa menghubungi kontraknya dan menjualnya sebagai pelacur.'
'Benarkah?' tanya Indah
Sebuah anggukan menentramkan hati Indah. Keduanya berpandangan, senyuman iblis tersungging di wajah keduanya.
dan kembali kamar apartemen itu menjadi saksi keliaran nafsu dan cinta mereka berdua.

Sementara itu di TV... Mariana Renata sedang berlenggok dengan gemulai di catwalk tanpa menyadari sebuah rencana sedang disusun, rencana yang akan segera mengubah takdirnya dari seorang top model papan atas menjadi wanita yang jauh lebih hina dari pelacur. hanya menjadi seonggok daging dengan tiga lubang sebagai tempat pebuangan sperma...

End

Tuesday, August 21, 2007


Poor Imelda

Imelda Therin tidak menyadari kalau dirinya sudah lama diamati oleh pengemudi taksi itu.
Well dengan tubuh indah, dada membusung dan bibir sensual yang dimilikinya, hampir mustahil ada orang yang tidak meliriknya.

Dan bagi supir taksi itu, kesempatannya akhirnya datang ketika imelda melambaikan tangan.
Imelda tidak menyadari tatapan penuh nafsu sopir taksi itu, melihat bungkahan dadanya yang mengiurkan, terbalut tanktop tipis dan rok mini ketat dengan high heel.
Dan ketika Imelda sadar, semuanya sudah terlambat. Tiga orang teman sopir taksi itu masuk dan mengepung Imelda.
Ia mencoba berteriak, namun pisau tajam yang menempel diperutnya dan menggores sedikit kulit indahnya membuat Imelda terdiam ngeri.

'A... ampun bang... jangan lukai saya' iba Imelda yang ketakutan setengah mati, ia bisa melihat bercak darah membasahi tanktop putihnya.
'Tergantung... sayang...' kata penjahat dengan pisau tetap menempel di perut Imelda..' apa yang kamu punya'
Imel semakin ketakutan, terlebih, penjahat lainnya menggerayangi tubuhnya, meremas kasar payudaranya, dan mengobok-obok vaginanya dengan kasar, yang membuat Imelda semakin shock.
'Sa...saya punya uang...saya akan berikan semuanya... tapi lepaskan saya' iba Imelda sambil memberikan seluruh harta bendanya.
'Hmmm.. ATM... no. pinnya berapa?'
Dengan berat hati Imelda memberitahu no. PINnya.

'Hei...hei...hei!' seru si penjahat dengan nada girang, si sopir yang dari tadi diam nyeletuk, 'ada apa?'
'Cewek ini Imelda Therin' katanya sambil melihat tanda pengenal di dompet Imelda
'Pantes rasanya kenal, diakan model dan aktris itu'
'Hahahaha, berarti pesta kita makin sempurna' seru si sopir di sambut tawa seram ketiga temannya.

Imelda ketakutan, ia menangis sejadi-jadinya sambil mengiba 'to..tolong lepaskan saya'
'Lepaskan?' ejek si penjahat berpisau, 'oke akan kami lepaskan...', Imelda serasa mendapat angin, namun semuanya hilang ditelan horor yang didengarnya kemudian.
'Pakaianmu!', Kata si penjahat sambil merobek-robek pakaian Imelda, melihat itu penjahat yang lainnya ikut merobek pakaian gadis itu dan membuangnya keluar jendela taksi yang dengan santainya dikemudikan keluar kota.

Imelda benar-benar tak berdaya, tubuh mulusnya segera menjadi bulan-bulanan penjahat itu, mereka berlomba meremasi payudaya Imel, mengaduk-aduk vaginanya, memaksa frenchkiss. Taksi itu kemudan keluar tol dan menuju suatu daerah sepi di luar kota, ke tempat persembunyian gang penjahat itu. Mereka membawanya ke sebuah gudang kosong, jauh dari keramaian dan menyeret Imelda ke dalamnya. Imelda terkejut mengetahui ada enam orang lagi dengan wajah sangar menatinya.

Sorakan girang, siulan dan kata-kata jorok segera memenuhi telinga Imelda yang sekarang berdiri kaku gemetaran dihadapan sepuluh orang penjahat itu, gemetar kedinginan dan ketakutan.
Si sopir berkata 'apapun yang kamu lakukan, kami akan tetap memperkosamu, kami akan membuatmu kesakitan!'
Imelda langsung jatuh bersimpuh mendengar ancaman itu, ternyata mereka adalah penganut aliran sadisme, dan benar saja, salah seorang penjahat langsung memecut tubuh Imelda, memaksanya merangkak dan mengoral semua orang disitu.

Dan mereka melakukannya dngan brutal, mereka meperkosa mulut sensual Imelda tanpa ampun, mereka memaksa Imel berdeepthroath. Mereka menekan wajah Imelda sampai ke selangkangan mereka, membuat imelda gelagapan karena hidung imutnya tertanam di rimbun rambut penis yang lebat, kotor dan bau, begitu juga penis mereka, yang rata-rata sebesar botol akua 600 ml, membuat mulut sensual Imelda membuka lebar.
Mereka menumbuk-numbukkan wajah pucat Imelda keselangkangan mereka dengan keras hingga darah mulai mengalir dari lubang hidungnya.

Dan satu jam kemudian Imelda sudah hampir muntah menelan semua sperma yang dikeluarkan dikerongokongannya, semuanya masuk ke perutnya.
Sebuah tendangan di rusuk Imelda membuatnya meringkuk kesakitan, lalu mereka menelentangkannya, dan si sopir yang ternyata pimpinan mereka langsung mengambil tempat di antara selangkangan Imelda dan tanpa pelumas, mengujamkan penisnya ke dalam vagina Imelda yang masih sangat kering itu.

Imelda menjerit-jerit kesakitan, tubuhnya melejang-lejang, namun si sopir tidak perduli, dengan brutal ia menyodok-nyodok rahim imelda. Bosan dengan posisi misionaris si sopir menggulingkan Imelda sehingga sekarang berada dalam posisi woman on top.
belum habis rasa sakit yang dirasakan Imelda, gelombang sakit itui datang lagi. Dengan brutalnya salah sorang penjahat menyodokkan penisnya ke anus Imelda tanpa peringatan, kembali jeritan kesakitan menyayat hati terdengar. Imelda merasakan anusnya berdarah-darah disodomi secara brutal seperti itu. Matanya membeliak, mulutnya membentuk huruf o dan segera diisi oleh sebuah penis.

Orang di anusnya yang pertama ejakulasi, mungkin karena sempitnya anus Imelda yang sekarang mulai terbuka, lalu yang di mulutnya, dan horor itu makin bertambah ketika penjahat yang menyodominya, menjejalkan penis yang berlumuran darah dan kotoran dari anusnya kedalam mulut Imelda, imelda shorck merasakan darah dan kotoran itu di dalam mulutnya, masuk ke dalam kerongkongannya, dan si penjahat memaju mundurkan penisnya dengan santai hingga ia yakin penisnya bersih kembali. Si sopir kembali pada posisi misionaris, dan bergerak semakin brutal dan cepat sambil meracau 'Gue bikin lo hamil lonte... rasain punya anak dari penjahat.. dasar pelacur.. lonte... lonteee' teriaknya brutal sambil menyemprotkan spermanya kedalam vagia Imelda yang panik, ia tidak mau hamil oleh pejahat ini, namun apa dayanya, tubuhnya dikunci, sehingga denga isak iba dan takut imel merasakan sperma itu berenang dengan lancarnya ke dalam rahimnya.

Orang berikutnya sangat gendut, dengan santainya ia duduk di dada Imelda yang langsung membuatnya sesak nafas, laludengan santainya si gendut menghimpitkan penisnya di antara payudara Imelda yang montok itu dan mulai mengocoknya di sana. dada imelda langsung merah-merah karena remasan dan gesekan penis yang tak diberi pelumas kecuali liur Immelda hasil deeptroath tadi, dan memuncratkan spermanya sembarangan di wajah Imelda.

Enam orang berikutnya langsung maju, kembali imelda menjadi bulan-bulanan mereka, dan nafsu mereka benar-benar besar karena sudah hampir 10 jam mereka memperkosanya tanpa henti, dengan segala gaya dan cara yang mereka mampu pikirkan dan jelas sangat menyakitkan juga sangat merendahkan bagi Imelda, karena beberapa kali mereka memaksa Imelda menjilati anus mereka dan sengaja buang angin di hidungnya, menjilati kaki mereka yang segaja dilumuri kotoran. Lalu para penjahat itu mengikat tangan Imelda dan menggantungkan ikatan itu dengan tali ke arah atap dan menariknya hingga ibu jari kaki imelda teranggkat sekitar 2 cm dari lantai. Dan para penjahat itu duduk santai memngelilingi tubuh Imelda yang tergantung, mereka mengagumi karya mereka yang sudah tidak berdaya dan dalam kondisi menyedihkan. Tubuh Imelda penuh dengan sperma kering, vagina dan anusnya memar, bahkan anusnya sekarang bukan berbentuk lubang kecil melainkan menggaris tak beraturan. Mulut sensualnya memerah, bengkak dan hidungnya mengucurkan darah. mereka tersenyum puas, duduk santai sambil merokok mengumpulkan tenaga.

Dering HP Imelda mengagetkan mereka, salah seorang penjahat mengambilnya dan membaca SMS yang masuk dengan keras.
'Mel, jangan lupa shooting nanti pagi jam tujuh'
Saat itu jam 2 subuh
Si sopir bangkit dan mendekati Imelda, ia menanyakan lokasi shooting Imelda, yang dijawab dengan suara parau berbisik Imelda, kerongkongannya jelas terluka dan memar.

'Oke Pecun, kalau begitu sebelum lo mulai shooting kita sudahi kencan kita dengan permainan terakhir' seru si sopir sambil menyundutkan rokoknya ke payudara Imelda, jerit parau kembali membahanya, dengan santai si sopir menghisap kembali rokonya, menyundutkannya lagi, dan yang lainnya ikut serta, ada yang menyundut rokok, ada yang mencambuk, ada yang dengan brutal memperkosa Imelda dengan gaya satu lubang dua batang, sehingga anus Imelda benar-benar hancur.
Ada sekitar sepuluh bungkus rokok yang dipakai menyundut Imelda, hampir tidak ada tempat bagi kulit mulus di tubuh Imelda, hanya wajahnya yang bebas sundutan. Sementara jejak cambukan berdarah jelas-jelas tertera diseluruh tubuhnya, bahkan di vagina dan anusnya.

Imelda sudah tidak tahan lagi dan ketika ia merasakan tangan si sopir dan temannya menyeruak masuk ke vagina dan anusnya sedalam yang mereka bisa, Ia pingsan
*****

Di sebuah rumah di komplex P....I...Jakarta Selatan tempat shooting berlangsung.

Si sutradara masuk ke kamar tempat schene dan berteriak
'Properti brengsek! Masak tempat tidur berantakan begini mau dipakai! Bereskan!'

Anggoata wanita team properti itu tergopoh-gopoh masuk kamar, ia heran karena kemarin tempat tidur itu rapi dan bed covernya tidak dihampar begini menutupi guling.
Ia menyibak bed cover itu. Dan

'YA TUHAN!!!!.... IMELDA!!!!.... KENAPA KAMU!!!!!....'

End

Tuesday, July 31, 2007


Kegilaan Agnes - Pesta di Rumah Singgah

Suatu hari ketika Agnes sedang asyik berkendara, ia melihat sekelompok anak jalanan yang sedang ngamen di bawah terik matahari dengan peluh bercucuran.
Melihat itu rasa iba Agnes muncul, rasa iba yang berbalut birahi liar, melihat cucuran keringat itu Agnes membayangakan tubuhnya digumuli oleh anak jalanan itu, dan selain itu bukankah selebrity yang baik harus memberikan kepuasan menyeluruh pada para penggemarnya. Lalu Agnes menepikan kendaraannya, dan mengikuti gerombolan anjal itu yang menuju sebuah rumah singgah untuk beristirahat.

Agnes segera masuk ke dalam rumah singgah itu dan melihat ada sekitar sepuluh anjal yang langsung kaget melihat sosok sexy berbalut tanktop putih ketat dan rok mini mengembang sepinggang dan sepatu kets yang membuat Agnes makin sensual saja. Jakun mereka naik turun karena kaget dan terkesima. Lalu Ujang yang merupakan pemimpin grup itu sadar dari kagetnya dan berkata
'Wah non Agnes Monica, ya? mimpi apa kami sampai non mau datang ke sini?'
'Ah, nggak kenapa napa kok, aku cuma mau menghibur kalian semua, supaya capek kalian hilang'
Lalu Agnes masuk ke tengah-tengah rumah singgah yang kecil itu, dan dirinya langsung dikerubuti para anjal yang sekarang sangat bernafsu itu, Agnes bisa melihat penis-penis mereka menegang dibalik celana lusuh mereka.

Dengan terbata-bata ujang berkata, 'menghibur bagaimana, non?'
'Agnes saja, ngga usah pakai non' desah Agnes di telinga Ujang yang membuat dadanya makin dag dig dug tidak karuan.
'A...A...Agnes'

Agnes terseyum dan mulai bernyanyi lagu-lagunya yang slow, para anjal terkesima mendengar suara merdu Agnes, dan mereka lebih terkesima lagikarena interaksi Agnes dengan mereka dilakuakn dengan penuh birahi, Agnes segaja meliukkan badannya dengan erotis, menggoda para anjal itu sampai mereka tidak tahan lagi, dan mulai merapat ke arah Agnes.

Salah satu anjal itu secara spontan berseru, 'Nes... gua mau lihat body sexy lo'. Agnes merasa girang, pancingannya berhasil.
Lalu dengan gerakan erotis agnes melepaskan tanktopnya, Agnes tidak mengenakan BH dibalik tanktop itu sehingga payudaranya yang mulus dengan puting yang segar segera tertampang indh dan menjadi santapan mata para anjal itu, tangan meraka secara otomatis bergerak ke balik celana dan bermain dengan penis masing-masing.

Lalu dengan sensual Agnes membuka kait rok mininya yang langsung terjatuh ke lantai, dan meningalkan g-string yang hanya berupa lembaran kain tipis tanpa bisa menutupi keindahan di baliknya, ayng taklama kemudian tercampakkan sembarangan di lantai rumah singgah itu.

Melihat itu para anjal tidak tahan lagi, mereka langsung menegrubuti tubuh Agnes, remasan, jamahan jilatan, ciuman bergerak diseluruh tubuh Agnes, wajah, payudara, vagina, anus dan semua jengkal tubuhnya, tak ada yang terlewat. Jari-jari mulai ikut mengaduk-aduk vagina dan anus Agnes sambil kemudian Agnes direbahkan di lantai, Ujang segera mengmbil posisi di selangkangan Agnes dan segera menghujamkan penisnya yang sudah sangat tegang itu ke vagina Agnes.

Agnes menjerit kcil menerima sodokan itu untuk kemudian segera menemukan ritme untuk melayani Ujang. Agnes memang jauh lebih berpengalaman dari pra anjal itu, terbukti tak lama kemudian Ujang meledakkan lahar putihnya di rahim Agnes.
Anjal yang lainya segera berebutan ingin merasakan tubuh Agnes, Agnes sekarang dalam posis doggy, rahimnya disodok dari bawah, anusnya di tembus penis Agus yang lumayan besar sementara mulutnya dijejali penis kecil seorang anjal yang diperkirakan masih SD kelas limaan. Kemudian Agnes diminta mengoral penis lainnya dan meminum semua sperma mereka. Agnes melakukannya dengan riang, karena selain ia sendiri mendapat pelampiasan sexual, ia juga bahagia bisa menyenangkan anjal yag selam ini terpinggirkan, Agnes senang mampu memberikan keriangan buat mereka, sehingga ia bersedia melakukan apa saja yang diinginkan para anjal, termasuk menjilati anus mereka.

Sedang asyik mereka berpesta tiba-tiba terdengar bentakan
'Wah..wah..wah lagi pesta lonte ya, kalian!'

Mereka terkejut melihat ada tiga orang satpol PP dengan perut buncit dan wajah jauh dari tampan masuk ke rumah singgah itu.
Meleka terkejut melihat 'lonte' itu ternyata Agnes.
'Nggak disangka, Agnes yang terkenal itu ternyata lonte', kate pemimpin satpol PP itu, para anjal sudah meringkuk ketakutan disudut rumah singgah, sementara Agnes berdiri menantang mereka tanpa berusaha menutupi ketelanjangannya. Agnes tau kalau mereka juga ingin merasakan tubuh mulusnya, terlihat wajah mereka memerah dan jakun mereka bergerak liar melihat tubuh mulus Agnes.

Dan tanpa keraguan Agnes maju menghampiri pempmpin satpol PP yang mirip babi itu, berlutut di hadapannya, membuka sabunya dengan erotis, menurunkan retsleting celananya dengan gigi dan meloloskan celana dinas dan celana dalamnya secara perlahan, dan segeralah terpampang penis raksasa di depan wajah Agnes. mata Agnes melotot kegirangan, ia mengigiti bibirnya, birahinya menggelegak merasakan penis yang akan segera masuk ke vaginanya.

Agnes berkata sambil mengocok lembut penis komandan itu. ' Ini hadiah buat bapak yang sudah letih seharian bekerja.'
Lalu Agnes men deepthroath penis besar itu. Komandan satpol PP tak berkutik, semua kaliat ancaman yang sudah disiapkan untuk Agnes hilang begitu saja. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Kedua rekannya segera membuka pakaian masing masing dan mulai menjamahi tubuh Agnes.

lalu Agnes membimbing mereka ke tengah ruangan, Agnes meminta sang komanadan berbaring lalu dirinya memasukkan penis ang komandan ke anusnya, dan berbaring terlentang di atas tubuh gendut sang komandan sehingga tubuhya sendiri melelngkung dan membuat payudaranya makin mebcuat menantang. Orang kedua lansung maju dan menghujampan penisnya ke vagina Agnes sementara satpol ke tiga meyetubuhi mulut Agnes, dan mereka melakukan rotasi agar masing masing merasakan tiga lubang kenikmatan Agnes sampai masing-masing ejakulasi.

ketiganya sangat berterimakasih atas pelayanan Agnes yang mereka nilai sangat menghargai kelatihan yang selama ini mereka rasakan, Agnes hanya berkata bahwa sepantasnya jerihpayah mereka dihargai dan bahwa hanya ini yang bisa diberikannya untuk mereka. Lalu satpol PP itu pergi dan berjanji tak akan melaporkan kejadian ini sebagai rasa terima kasih mereka pada kebaikan Agnes.

Kemudian Agnes berpaling pada para anjal yang sedari tadi mematung, lalu berkata. 'Mau dilanjutkan pestanya?'
Merka terkejut dan bersorak kegirangan, dan pesta itu berlanjut hingga lurut malam, dengan jumlah peserta yang semakin bertambah karena makin banyak anjal serta gepeng yang ikut dalam pesta itu.

Agnes sendiri merasa sangat terpuaskan, orgasmenya seakan tak berujung, mengalir bagai air bah. Dan ia merasa bahagia melihat kepuasan di wajah para anjal dan gepeng itu yang sehari-harinya sangat tertekan dan terhina. Agnes senag bisa membuat mereka sedikit merasakan kelegaan. Menjelang subuh pesta itu baru usai.

Ketika kembali di kamarnya, Agnes merasa menjadi wanita yang sangat berharga, dan ia merasa kewajibannya membahagiakan semua orang dengan tubuhnya. Lalu ia melihat ke jalan di depan rumahnya. Ia melihat seorang pemulung sedang mengais sampah di rumahnya.

Rasa ibanya muncul, rumahnya sedang kosong, dan Agnes berteriak dari jendela
'Bang... bisa bantu aku?'
Pemulung itu masuk ke dalam rumah, dan....

end

Cerita ini disadur dari sebuah kisah dalm bahasa inggris dengan judul 'Bad Time at The Mall', saya mengubah sudut pandangnya menjadi orang ketiga dan menjadikannya sebuah fan fiction.

Enjoy
*******

Hari itu Bunga CL sedang berbelanja di sebuah mall, ia mencari pakaian untuk shownya, namun sebagaimana umumnya perempuan, sampai berjam-jam mencari sepertinya tidak ada satu pakaianpun yang cocok. Ketika akhirnya terdengar pengumuman bahwa mall akan ditutup, Bunga memutuskan untuk mencoba mencari sekali lagi.

Pada saat Bunga yakin pencariannya sia-sia, ia memutukan untuk pulang namun kandung kemihnya mendadak berontak, Bunga baru sadar kalau sedari tadi ia menahan kencing. Namun sial, seluruh toilet wanita tidak bisa terbuka semuanya dituliskan dalam perbaikan.

Bunga mencari sampai ke basement, namun toilet wanita tetap terkunci. Bungan sudah sangat kebelet sehingga ia memutuskan untuk kencing di toilet pria.

Setelah memastikan tidak ada orang di toilet itu, Bunga masuk ke dalam salah satu toilet dan segera mengosongkan kandung kemih yang sedari tadi menyiksanya. Namun belum sempat Bunga membenahi dirinya, tubuhnya kaku, ia mendengar ada suara -suara pria di dalam toilet itu.

'Apa kamu yakin cewek itu masuk ke mari'
'Yakin, semua toilet sudah aku kerjain, dan ini satu-satunya yang bisa dipakai'
'Semoga kita tidak dapat pepesan kosong'

Bunga ketakutan dan berdiam diri berharap laki-laki itu tidak menemukan dirinya. namun harapannya musnah, pintu toiletnya didobrak paksa, Bunga shock dan tidak dapat bergerak. Tiga laki-laki segera menariknya keluar dari dalam toilet dan membawanya ke tengah wc itu.

'Bajumu sepertinya catik kalau berwarna kuning" kata salah seorang dari ketiga pria itu sambil mengencingi Bunga yang mengenakan tanktop putih tipis tanpa bra dan hotpants yang sekarang itut menggantung di tumitnya dengan celana dalamnya.

Ketiga laki-laki tertawa sambil mengencingi Bunga yang gelagapan menerima terjangan air kencing mereka, seorang dari mereka berkata, 'Kalian melewatkan satu bagian' sambil dengan segaja mengencingi wajah Bunga.

Bunga benar-benar shock, ia sama sekali tidak mampu bergerak diperlakukan hina begitu rupa, seorang dari ketiga pria itu berkata, 'Ternyata kamu tidak cocok dengan warna kuning' sambil merobek-robek pakaian Bunga dan membuangnya ke toilet serta menyiramnya. 'Hilang semuanya' serunya disambut tawa kedua temannya, sekarang Bungan hanya mengenakan sepatu kets dan kaus kaki yang tingginya semata kakinya.

Seorang dari mereka meregangkan paha Bunga lebar-lebar dan segera menghujamkan penisnya ke vagina Bunga, bunga menjerit kesakitan, namun mereka tidak perduli, dan orang pertama yang memperkosanya justru bergerak semakin brutal sehingga bunga menjerit-jerit lebih keras lagi, lalu orang itu ejakulasi di rahim Bunga.

Dua orang lainnya yang sudah tidak sabar segera maju berbarengan, salah seorang menyodomi Bunga dengan brutal sementara orang yang lainnya memperkosa mulut Bunga, memaksanya berdeepthroath. Kemudan ketiga orang tersebut bergantian memperkosa Bunga di semua lubangnya sehingga masing masing merasakan nimatnya vagina, anus dan mulut Bunga.

Bunga sekarang terbaring terlentang di latai kamar mandi yang jorok itu bercampur dengan sperma dan kencing pemerkosanya, tubuhnya lemah, dan memar-memar. Salah seorang dari mereka kemudian maju, mengangkangi mulutnya dan buang air besar di mulut Bunga.

Bunga gelagapan, usahanya untuk meludahkan dan memuntahkan kotoran itu malah menyebabkan dirinya menelan lebih banyak lagi kotoran, dan setelah itu pemerkosanya meninggalkannya begitu saja.

Setelah memperoleh sedikit kekuatan, Bunga bangkit dan membersihkan dirinya sebisanya, terutama dari kotoran di wajahnya dan yang keluar dari anusnya seiring dengan sodomi brutal yang dialaminya. Lalu bunga berjalan tertatih-tatih ke dalam mall, ia berharap bisa menemukan pakaian, namun kembali ia dikejutkan suara gonggonggan anjing-anjing penjaga mall. Bunga berusaha lari, namun anjing-anjing itu telah terlatih, mereka menggiring Bunga ke tengah mall, dan mengepungnya.

Bunga melihat ada lima ekor anjing yang mengepungnya, dan seekor dari mereka langsung menerjangnya, Bunga terjatuh dalam posisi menungging, dan belum lagi Bunga sadar, anjing itu telah memperkosanya. Bunga berusaha menghindar, namun geraman anjing yang lain dan taring-taring yang siap merobek dirinya membuatnya pasrah. Bunga merasa penis anjing itu lebih kecil dari penis pria-pria yang memperkosanya sehingga ia membiarkan saja anjing itu, namun Bunga terkejut merasakan penis anjing itu membesar sampai hampir sebesar pergelangan tangannya. Bunga mulai menjerit-kesakitan namun anjing itu tidk perduli melainkan terus memperkosa Bunga dan ejakulasi di rahim Bunga. Kelima anjing itu menikmati tubuhnya bahkan tiga di antaranya menyodomi anusnya sehingga membuat Bunga sangat kesakitan dan terhina terlebih ketika anjing-anjing itu selesai berejakulasi, pantat mereka saling bertemu.

Bunga tergolek lemah di lantai marmer dingin di tengah mall, di penuhi sperma dan kencing anjing penjaga. Samar-samar bunga melihat ada dua penjaga yang datang.
Seorang dari mereka berkata, ' Sudah kamu rekam semuanya'
'Beres Boss' kata yang seorang lagi, lalu mereka berdua bergiliran memperkosa Bunga dengan brutal. Setelah itu meleka melepaskan sepatu kets Bunga hingga kini haya tinggal kaus kakinya yang tersisa, dan mereka memasukkan Bunga ke dalam locker yang penuh barang. Bunga yang kelelahan akhirnya pingsan.

Keesokan harinya para penjaga itu megeluarkan Bunga dari dalam locker yang membuat Bunga kram karena kesulitan bergerak. Penjaga itu memborgol Bunga, dan mengaraknya keliling mall yang sekarang ramai dikunjungi orang. Penjaga itu berkata kalau Bunga kepergok mecuri baju, mereka mengejarnya, dan mereka berkata kalau Bunga yang panik merobek semua pakaian itu hingga tubuhnya bugil.

Mereka mengarak Bunga ke semua penjuru mall tanpa ada yang terlewati, laki-laki yang menatapnya memandang penuh nafsu, semetara yang wanita memandangnya jijik dan hina. Lalu para penjaga itu membawa Bunga ke sebuah sudut terjauh mall itu yang dikenal sebagai tempat hang out para bajingan.

Penjaga itu melepaskan borgol dan melempar Bunga ke tengah-tengah mereka lalu berijar, 'Ia milik kalian'. Tangan Bunga di tarik dan bungan mendengar suara pria yang memperkosanya pertama kali, 'Kamu kangen ya'. Kembali Bunga diperkosa dengan brutal disemua lubangnya, tak ada yang terlewat. Kaum pria berdatangan, ada yang sekedar mengabadikan kegilaan itu dengan alat perekam, namun banyak yang juga ikut bergabung dalam pesta perkosaan itu.

Ketika mall tersebut ditutup, para penjaga datang dan mengusir semua laki-laki itu, lalu mereka meninggalkan Bunga yang kepayahan dan memberikan 'upah'pada Bunga dengan mengencinginya beramai-ramai.

Kemudain penjaga itu membawa Bunga ke tengah mall, melepaskan sepuluh anjing penjaga baru, menyiapkan kamera, dan mengambil kaus kaki Bunga. 'Nikmati malammu, besok kita ulangi lagi', ujar pimpinan penjaga sambil meninggalkan Bunga di tengah kepungan anjing.

Bunga sekarang telanjang bulat.

End

Monday, July 02, 2007


Ada pepatah asing mengatakan 'the most dangerous person is someone with nothing to lose.'
Keket menjelma jadi orang seperti itu, ia tahu hargadirinya sudah hancur, ia tidak punya apa-apa lagi, ia sekarang lebih rendah dari pelacur, bahkan dari hewan.

Awalnya Keket pasrah, ketakutan, malu. namun perlahan semuanya memercikkan bara api dendam, dan sekarang bara telah membesar siap membakar. Rencana dibuat matang, dan akhirnya eksekusi siap dilakukan.

Indah K. tidak menyadari hal itu, ia menyangka Keket masih ada dalam genggamannya. Ia tidak sadar nasibnya akan segera berubah, ketika kepalanya pusing setelah meminum wine, yang dicampur obat tidur oleh Keket, semuanya sudah terlambat.

Indah terbangun, ia mendapati dirinya berada di sebuah gudang, menggunakan lingerie sexy dengan high heel. Lampu sorot menyala, mata Indah mengejap membiasakan diri dengan terang yang mendadak itu. Segala makian dan sumpah serapah keluar dari mulut sexynya. Indah memang jalang, tidak gampang ketakutan, namun ketika ia melihat banyak sosok lelaki sangar maju ke arah cahaya mengepungnya, keberaniannya luntur terlebih melihat lelaki dengan ukuran raksasa hampir 3m mambuat nyalinya ciut.

Ia mencoba lari, mereka membiarkannya, mereka hanya tertawa melihat usaha sia-sia Indah membuka pintu gudang itu, triakan dan jeritannya semakin parau, namun tak terdengar karena suara hiruk-pikuk pelabuhan di luar meredamnya.
Indah mencoba melawan, namun apa dayanya sehingga dngen mudah ubuhnya diseret dan dibanting di tengah-tengah gudang itu.

Ketakutannya makin nyata, dan akhirnya pertahanannya jebol, Indah menangis mengiba-iba mohon dilepaskan yang dijawab dengan tawa cemooh. Indah sudah takluk, ia benar-benar berharap hanya bisa keluar hidup-hidup dari neraka ini.

Akhirnya, hanya kepolosan tubuh berbalut high heel yang tersisa, cemooh, hinaan dan kalimat yang merendahkan hanya bisa diterima Indah dengan tangis. Dan tangisnya makin menjdai ketika mendengar suara wanita yang menjebaknya. Tubuhnya bergetar lemas melihat Keket keluar dari bayangan, bediri di samping si raksasa yang tak lain adalah jawara desa yang dulu memperkosanya.

Tamparan, hinaan dan kegeraman Keket tak bisa dilawannya, terlebih ketika banyak tangan memegangi, menjamah dan menghinanya. Ketika Keket berkata bahwa waktu pembalasan dimulai, Indah benar benar tidak berdaya.

Si raksasa rebah terlentang di tengah Gudang dengan penis tegak mengacung. Yang lainnya mengangkat tubuh Indah, mengangkannya dan mendudukannya di atas penis sang jawara, tanpa pelumas dan persiapan, Indah mejerit tinggi, penis itu dihujamkan seluruhnyam tembus ke rahimnya, lalu mereka menelungkupkan tubuh Indah, seorang lagi maju dan langsung menyodominya dengan brutal. Tawa histeris Keket membahana meningkahi jerit Indah yang lalu diredam oleh penis berikutnya, selain itu kedua tangan Indahpun kebagian tugas mengocok penis sementara payudaranya digunakan sebagai batu asah bagi dua penis lainnya.

Mereka begitu brutal, Indah sengaja dibuat kesakitan, tamparan, jambakan, tendangan dan pukulan mendera tubuh Indah. Indah mengalami perkosaan brutal itu selama delapan jam oleh sekitar 60 laki-laki, dan perkosaan itu diakhiri dengan hujan sperma dan kencing disekujur tubuh Indah.

Bila indah menyangka semuanya sudah berakhir, salah. Karena dengan santainya Keket menjelaskan bahwa ia sudah membuat rencana untuk menghacurkan Indah, ia sudah berpesan pada semua orang bahwa Indah akan libur selam tiga hari. Lalu Keket berkata lagi, bahwa di pelabuhan itu berlaku tiga shift.

Indah hampir pingsan mendengarnya karena 3 shift berari 180 orang selama 3 hari, dan ketakutannya makin nyata karena belum lama Keket berkata demikian, pintu gudang telah terbuka, lebih banyak orang datang, karena ternyata Keket juga meminta agar tukan becak, tukang sampah, pemulung dan gelandangan juga ikut menikmati tubuh Indah. Dan pemerkosaan itu kembali berlanjut semakin brutal dan semakin brutal.

Ketika tiga hari sudah lewat kondisi Indah begitu memprihatinkan, semangat hidupnya sudah hilang, ketakutan jelas menguasainya. Sekarang sang penjajah menjadi sang terjajah, dan Indah menjadi budak Keket. Sampai akhirnya kebenaran itu akan terungkap... kebenaran mengenai penyebab semua ini terjadi....

To be Continued

Thursday, June 28, 2007


Dunia entertain memang penuh persaingan, intrik dan sabotase untuk menjatuhkan saingan, apalagi pada dunia catwalk.
Keket salah satu top model tidak menyadari bahwa ada seorang rekannya yang begitu benci padanya, sehingga mampu untuk merencanakan jebakan yang sangat menghancurkan dirinya.

Undangan pemotretan itu menarik bagi Keket, pemotretan lingerie di dareah pegunungan yang menantang.

Entah berapa banyak foto yang sudah diambil sang fotografer, berbagai pose menantang dilakukan Keket, termasuk ketika menyandarkan tubuhnya pada patung dewi yang ada didekatnya. Namun ternyata itulah jebakannya. Pada saat itu ada sekitar selusin penduduk desa meneyerbu lokasi pemotretan, mereka mengeroyok Keket.

Keket tak kuasa melawan, ketika mereka menyeretnya hanya mengenakan bikini dan g string yang sangat transparan. Dirinya diseret ke alun-alun desa, dan segera saja seluruh penghuni kampung mengerumuninya. Keket merasa malu setengah mati karena tubuh nyaris telanjangnya menjadi konsumsi penduduk desa yang ternyata lumayan banyak itu.

Lalu tetua desa maju dan merkata dengan lantang bahwa Keket telah dengan sengaja menghina dewi pengasihan yang menjadi sembahan mereka. Teriakan Keket yang mengajukan protes dan pernyataan tidak bersalah ditenggelamkan seruan cemooh para penduduk desa.

Dan jerit tak percaya Keket teredam oleh seruan gembira penduduk desa ketika sang tetua desa berteriak bahwa hukuman adat akan dijatuhkan. Dan Keket sama sekali tidak berdaya ketika helaian benang yang menutupi tubuhnya direnggut paksa, kaki dan tangannya direntangkan lebar-lebar dan sang tetua desa segera menghujamkan penisnya tanpa pemanasan.

Walau Keket sudah tidak perawan, vaginanya yang kering dan ketidak siapannya membuatnya menjerit jerit kesakitan. Tetapi sang tetua desa tidak peduli ia terus mengaduk vagina keket dengan brutal, sementara tangan dan mulutnya menjelajahi tubuh mulus Keket juga mencupanginya dengan ganas. Teiakan Keket agar sang tetua desa tidak membuang sperma di dalam sama sekali tidak bermanfaat dan diriringi geraman kepuasan, sang tetua desa berejakulasi dengan buas di dalam rahim Keket.

Belum lagi Keket bernafas lega orang kedua di desa itu yang juga merupakan jawara desa mendekatinya. Keket terbelalak ngeri melihat postur raksasa jawara desa itu, juga ketika orang itu bugil didepannya, Keket berontak sekuat tenaga ia merasa nger melihat penis yang sebesar penis kuda itu mengacung tegak siap mengobrak abrik tubuhnya.

Lengkingan panjang terdengar dari mulut Keket ketika jawaradesa itu menghujamkan penisnya dengan brutal ke vagina Keket, penis kuda sang jawara hanya masuk separuh ketika mentok dalam vagina Keket, namun sang jawara tak berhenti dan dengan hentakan keras menghujamkan seluruh penisnya hingga masuk ke rahim Keket.

Tubuh Keket berkelojotan seperti ayam disembelih, dari mulutnya berhamburan ludah dan matanya mendelik ke belakang. jawara itu memang kejam, tanpa memberi kesempatan Keket bernafas ia langsung menggenjot tubuh lemah Keket, yang hanya bisa mengikuti kebrutalan jawara desa yang liar itu. Dan Keket sangat tersiksa karena stamina sang jawara benar-benar perkasa, tubuhnya terbanting-banting, ketika sang jawara menarik penisnya dari vagina Keket, Keket merasa lega, namun tidak untuk lama karena sang jawara menunggingkan tubuhnya dan menyodominya dngan brutal. Kembali raungan Keket terdengar membahana di desa itu, dan raungan itu disambut sorak-sorai penduduk desa yang menyaksikan persetubuhan brutal itu.

Satu jam setengah sang jawara memperkosa Keket, sebelum akhirnya berejakulasi di anus Keket. Lalu dengan kejam jawara itu memaksa Keket mengulum, menjilat dan memberishkan penisnya yang berlumuran darah, sperma dan kotoran yang terbawa dari hasil sodomi brutal itu.

Keket benar-benar dilecehkan, namun ia tidak berdaya dan tubuhnya begitu lemah seperti habis dilindas rombongan gajah, sehingga ia hanya bisa pasrah ketika seluruh laki-laki yang ada di desa itu maju mengeroyoknya, seluruh bagian tubuh Keket tidak ada yang terhindar, selalu ada tujuh orang yang memperkosanya bersamaan. Keket dipaksa ber woman on top, lalu disodomi, mulutnya disumpal penis, kedua tangannya mengocok penis yang lain, dan payudaranya digesek oleh dua penis lainnya. Seluru gaya perkosaan dialami Keket, termasuk satu lubang dua batang, di anus dan vaginanya, bahkan ada yang nekat memasukkan tiga penis ke dalam vagina Keket.

Pagi menyingsing ketika para lelaki meninggalkan tubuh berantakan Keket yang belepotan sperma dan debu. Keket berharap siksaan ini berakhir, namun kembali harapannya sia-sia, ketika samar-samar ia melihat karena matanya tertutup sperma kering, seorang wanita tua bertubuh gemuk yang ternyata istri sang tetua desa menghampirinya telanjang bulat, menendang Keket hingga terlentang, dan dengan brutal menduduki wajah Keket dan menggerrakkan pinggulnya dengan liar.

Keket panik, ia tidak bisa bernafas, tubuhnya menggelepar, pandangannya berkunang-kunang, dan aroma vagina istri tetua desa yang tidak terawat itu menyiksanya. Ketika akhirnya perempuan itu orgasme, Keket terpaksa menelan semua cairan yang keluar dari vagina yang bau itu. Lalu berganitan para wanita di desa itu menuntut pemuasan dari Keket, mereka jauh lebih banyak menuntut dari para pria, dan mereka tidak segan-segan menyiksa Keket bila pelayanannya dirasa kurang. tamparan, tendangan, cakaran dan berbagai siksaan lainnya. Bahkan mereka memasukkan beragam sayuran kedalam vagina dan anus Keket sebagai dildo, jagung, singkong, terong, ketimun dan beragam sayur serta buah lainnya, juga dengan kejam mereka melakukan fisting pada vagina dan anus Keket dengan tangan yang sengaja dilumuri sambal atau minyak tawon atau balsam.

Pagi berikutnya meningsing ketika para perempuan itu selesai menyiksa Keket, lalu beberapa pengawal desa, membawa sebuah dudukan penyangga Keket, tubuh lemah berantakan itu ditunggingkan, tangan Keket diikat pada penyangga itu, lalu mereka memasangkan ring gag pada mulut Keket, yang segera saja mengalirkan sperma dan entah cairan vagina siapa yang sudah tidak dapat tertampung pada mulutnya. Keket hanya pasrah mengetahui dirinya akan kembali diperkosa, namun Keket terkejut ketika melihat penduduk desa membawa hewan peliharaan mereka.

Maka dimulailah perkosaan dan penghinaan terbesar pada diri Keket, tubuhnya dilecehkan habis-habisan. Semua hewan yang ada di kampung itu dipersilahkan memperkosa Keket sepuasnya, anjing, kambing, sapi, kuda, bahkan beberapa ekor babi, serta kera yang ada dikampung itu bebas menggunakan anus, vagina dan mulut Keket.

Sebelum mereka membeaskan Keket, mereka mengarak tubuh hancur Keket keliling kampung telanjang bulat, bahkan menyeretnya karena Keket tidak mampu lagi bergerak, slema diarak kembali pelecehan menderanya, hinaan, lemparan telur busuk serta pukulan menderanya. Lalu mereka melempar Keket begitu saja dipinggir kampung. Keket pingsan.

Ketika tersadar, ia berada di kamar apartemen Indah K. rekan seprofesinya, Keket bersyukur karena bisa kembali ke kota dan skandal itu tidak terbongkar. Namun salah. Indah datang dengan setumpuk dvd dan foto.

Keket terkejut melihat rekaman pemerkosaannya, ia terkejut karena Indah adalah otak dibalik kehancuran harga dirinya. Sekarang ia dikuasai sepenuhnya oleh Indah K. ancaman penghancuran nama baiknya begitu menakutkan sehingga kini keket bersedia melakukan apa saja yang diperintahkan Indah padanya termasuk melacurkan diri dengan harga seribu rupiah per laki-laki dipingir jalan atau tempat kumuh lainnya. Bahkan Keket beberapa kali terpaksa lari lintang pukang sampai harus masuk ke dalam gorong-gorong berisi tinja manusia hanya untuk menghindari kejaran Trantib dan Satpol PP yang sengaja ditelepon Indah untuk mengerjai dan menghancurkan Keket.

Keket benar-benar depresi, ia kalut dan takut karena merasa sangat tidak berdaya...
namun setiap penindasan akan mendapat perlawanan, dan kepasrahan akan menjadi pemberontakan...
maka diam-diam Keket membuat rencana....
dan....

To Be Continued

Friday, November 17, 2006


Kegilaan Agnes
Eps: Mantra



Malam itu Agnes merasa gelisah, di kamarnya, di tangannya terdapat perkamen berisikan mantra kuno.

Mantra itu dapat memberikan keagungan, keindahan, kekuatan, kelincahan, kekuasaan, dan keabadian.Hanya bila dirinya

tidak tahan akan cobaan yang menyertainya... taruhannya nyawa.

Agnes benar-benar gundah, namun ketika ia melihat bintang-bintang baru bertebaran di televisi, nafsunya berbicara.

Aku harus bisa.

Maka Agnes, membuka seluruh pakaiannya hingga bugil, ia melangkah masuk ke kamar mandi yang hanay ditemani temaram

lilin dan dupa, dan berendam dalam bathub yang telah disebar bunga tujuh rupa dan kemenyan.

Agnes merasa dingin walaupun air bathubnya hangat. Ia berkonsentrasi, memejamkan mata, dan mengucapkan mantra.

"Datanglah padaku keinginanku, jadilah yang ku mau, isi aku, pakai aku. Penuhi aku, aku milikmu."

Tiba-tiba air dalam jacuzy Agnes berputar seperti pusaran air, dan angin menderu seperti badai dalam kamar mandi

itu. Agnes menjerit ngeri dan berusaha bertahan di tepi jacuzy, namun pusaran air itu menyedot Agnes.

Agnes merasa paru-parunya panas, karena menahan napas di dalam pusaran air itu. Ketika ia melihat ada cahaya di atas

kepalanya, ia berusaha berenang sekuat tenaga ke permukaan.

Agnes terkejut mendapati dirinya ada disebuah danau, ditengah hutan yang perawan. Belum habis keterkejutannya, ia

merasa deru angin di atasnya, dan seketika itu ada sepasang kaki yang mencengkeram bahunya dan menerbangkannya ke

udara.

Agnes menjerit ngeri melihat mahluk yang membawanya, tubuhnya manusia, namun berkepala dan berkaki elang, serta

dihiasi sayap besar. Mahluk itu memerbangkan Agnes, yang menggigil kedinginan dan ketakutan, ke tengah hutan,

kesebuah lapangan terbuka dengan sebuah pohon beringin tua ditengahnya dan menjatuhkannya disitu.

Agnes mencoba bangkit dan terkejut ngeri mendapati dirinya di kelilingi siluman harimau, kera, beruang, kuda

stalion, serta siluman elang yang terakhir turun. Mereka semua dalam keaadaan bugil, dan Agnes dapat melihat penis

super siluman-siluman itu, terutama penis siluman stalion yang diameternya sekepalan tangan orang dewasa.

Para siluman meneteskan liur memandang tubuh bugil Agnes yang menggigil ketakutan dan kedinginan diterpa angin

gunung, serta basah kuyup.

Agnes terjerembab ketika pantanya ditendang siluman elang, ketika mulutnya membuka untuk menjerit, siluman kera

dengan lincah melompat dan dengan brutal menghujamkan penisnya dan memperkosa mulutnya dengan brutal. Tenaga agnes

jelas kalah kuat sehingga ia hanya bisa tersedak, menahan gempuran penis yang menyeruak hingga kekerongkongannya,

hidungnya bertumbuk dengan tubuh berbulu siluman kera. Melihat adegan brutal itu siluman lainnya mulai mengeluarkan

suara-suara liar, mereka muali menggerayangi tubuh Agnes, lalu siluman harimau mengarahkan penisnya ke vagina Agnes,

dan dengan brutal menghujamkannya. Agnes melolong tertahan, merasakan penis besar dan panjang siluman harimau

merangsek vaginanya. Tubuh Agnes terlempar-lempar mengikuti entakan dua siluman itu.

Dua jam kemudian kedua siluman itu ejakulasi, Agnes tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima semburan sperma di

kerongkongan dan vaginanya. Belum habis shocknya siluman beruang menghantam tubuh Agnes hingga terlempar terlentang,

lalu dengan brutal memperkosa vagina Agnes.

Agnes menjerit-jerit kesakitan diperkosa brutal begitu rupa, karena siluman beruang itu juga menelikung tubuhnya

hingga hanya tertahan bahu di tanah. Setelah siluman beruang membuang spermanya dalam rahim Agnes, siluman elang

menerbangkan Agnes ke udara, dan menyodominya dengan brutal di udara.

Agnes meraung-raung kesakitan karena vaginanya disodomi dengan brutal, terlebih lagi karena tidak ada pijakan atau

tahanan bagi tubuhnya sehingga tahanan satusatunya adalah penis siluman elang yang masuk begitu dalam ke dalam

anusnya yang sudah rusak itu.

Setelah dua jam menyodomi Agnes, siluman elang kembali melemparkan tubuh Agnes yang sudah lunglai ke tanah. Agnes

menggeletar kesakitan merasakan seluruh anggota tubuhnya seperti dilucuti, vagina dan anusnya sudah berantakan

akibat perkosaan brutal yang dialaminya. Namun deritanya masih jauh dari selesai.

Agnes berusaha beringsut menjauh ketika siluman kuda stalion perlahan mendekati tubuhnya.Sebuah tendangan di

rusuknya membuat Agnes terhenyak, tubuhnya mencari udara, siluman stalion kemudian menangkap Agnes dan meregangkan

kaki Agnes selebarnya, sehingga seakan merobek Agnes jadi dua, dan dengan brutal menghujamkan penisnya yang

berdiameter kepalan tangan manusia dewasa dan panjang satu meteritu ke vagina Agnes. Jerita Agnes kembali karena

vaginanya dimasuki benda yang begitu besar, bahkan sampai tembus ke rahimnya, Agnes hanya tersedu menyadari kalau

vaginanya yang sekarang mulai meneteskan darah sudah tidak karuan lagi bentuknya. Agnes benar-benar kesakitan,

uluhatinya seakan disodok oleh penis besar itu, matanya berkunang-kunang, namun sebuah tamparan keras kembali

menyadarkannya. Ternyata siluman stalion menarik mundur penisnya, dan ketika Agnes menyangka kalau ia akan

dibebaskan, siluman stalion mengangkat tubuh lunglai agnes, dan mengangkannya ke atas penis siluman beruang yang

sedah menanti dalam posisi terlentang, Agnes dipaksa berwoman on top, mulutnya diperkosa secara brutal oleh siluman

harimau, tangan nya sibuk berhandjob dengan penis siluman kera dan elang.

Agnes menjerit tertahan ketika merasakan siluman stalion menyodominya dengan brutal, ia berusaha berontak, namun

tenaganya jelas kalah jauh dengan para siluman itu. Tubuhnya benar-benar bagai boneka rusak,terbanting-banting di

antara siluman yang begitu brutal dan tanpa belaskasihan itu. Tigajam penuh Agnes diperkosa oleh kelimasiluman itu,

sebelum semuanya siluman itu orgasme.

Mata agnes mengabur karena siksaan fisik yang dialaminya, smar-sama ia merasa semburan demisemburan sperma memenuhi

rahim dan anusnya, dan juga di sekujur tubuhnya. Ia hampir pingsan ketika merasakan dingin disekujur tubuhnya, dan

sebuah pecutan yang mendarat ditubuhnya membangunkan Agnes.

Agnes terkejut mendapati dirinya tergantung diudara membentuk huruf x, kaki dan tangannya terikat sulur-sulur pohon

beringin. Ia tidak melihat lagi siluman-siluman binatang yang telah selesai memperkosanya dengan brutal.

Agnes berusaha meloloskan diri, namun ikatan beringin itu sangan kuat. Dan dirinya yang sudah lemas hanya bisa

memandang ngeri pada sulur-sulur berbentuk tangan yang menyerbunya, sulur-sulur itu menggerayangi tubuhnya yang

kesakitan, payudaranya diremas-remas brutal, bongkahan pantanya diremas-remas, labianya dibuka, dan satu sulur

mengusap-usap dan memilin klitorisnya yang bengkak. Perlakuan tersebut justru menambah nyeri tubuh Agnes, dan

kengeriannya makin bertambah ketika melihat lima sulur dengan diameter kepalan tangan perlahan-lahan mendekatinya.

Agnes berusaha sebisa mungkin untuk menghindari sulur-sulur yang berbentuk penis itu, namun sulur-sulur yang melilit

tubuhnya, mencegah hal itu.

Satu sulur yang melilit lehernya, mempererat lilitannya, sehingga memaksa Agnes membuka mulut untuk mengambil

udara.Kesempatan itu digunakan satu sulur penis untuk merejok masuk kedalam mulut Agnes.

Agnes kelojotan dibuatnya, mulut dan tenggorokannya dipaksa bekerja keras menelan sulur itu.Agnes benar-benar takut

mulutnya akan robek dan sulur itu akan membunuhnya. Agnes sedikit lega karena lilitan dilehernya melepaskannya,

namun kelegaan itu tidak berlangsung lama, karena Agnes merasa sulur-sulur yang lain berebut memperkosa vagina dan

menyodomi anusnya.

Tubuh Agnes mengejang dan menggelepar hebat, seperti ayam disembelih, menahan sakit karena anus dan vaginanya

masing-masing dijejali dua sulur. Kesakitannya luarbiasa, tubuh Agnes seakan terkoyak-koyak, mata Agnes mendelik

kebelakang, hingga hanya bagian putinya yang terlihat, kesadarannya hilang total, hanya kesakitan yang dirasakan,

terlebih ketika sulur di mulut dan anusnya merangsek maju, sehingga bertemu di lambungnya, dan bergerak liar di

dalamnya.

Enam jam Agnes mengalami penyiksaan seksual yang sangat hebat dari siluman pohon beringin itu. Ketika akhirnya

siluman pohon itu ejakulasi, Agnes merasa ia akan mati tenggelam karena sperma yang disemburkan sulur-sulur itu

memenuhi tubuhnya, bahkan Agnes sampai tersedak dan lelehan sperma keluar dari hidungnya seperti ingus, dan ketika

sulur-sulur itu keluar dari tubuhnya, semburan sperma belum berhenti dan mampu membasahi tubuh Agnes seperti disiram

selang pemadam kebakaran.

Sulur-sulur yang mengikat Agnes, melepaskan tubuhnya begitu saja di udara sehingga Agnes terjerembab ke tanah yang

becek oleh sperma, dan akhirnya Agnespun pingsan.

Ketika akhirnya Agnes sadar, ia berada di jacuzynya, Agnes berharap ini hanya mimpi, namun air kembang yang kini

menjadi kolam sperma menyadarkan Agnes kalau yang dialaminya tadi nyata.

Dengan sedikit ngeri Agnes keluar dari jacuzy dan membasuh dirinya di shower. Ketika akhirnya Agnes memberanikan

diri untuk bercermin, Agnes terkejut bahagia dan gembira karena ia memperoleh apa yang dijanjikan mantra kuno itu.

Tubuhnya memancarkan sinar yang melambangkan keagungan sang elang.

Aura tubuh dan sorot mata tajam, yang mampu menaklukkan siapapun, memancarkan kekuasaan sang harimau.

Gelegak keliaran, kelincahan primitif dan barbar dari sang kera.

Kekuatan tubuh yang tak terbantahkan sehingga mampu menahan beban berat dari sang beruang.

Wajah yang makin cantik, tubuh yang makin proporsional dengan otot yang makin terdefinisi jelas, sehingga nampak

seperti atlit fines aerobik internasional, keindahan tubuh sang stalion.

Kecerahan kulit, keremajaan yang nyata, meyakinkan Agnes kalau ia akan menikmatinya untuk waktu yang sangat lama.

Keabadian sang beringin.

Dan senyum keceriaan tersungging di mulut Agnes, ketika mendapati vagina dan anusnya kembali perawan, sehingga kini

ia bisa memikat lelaki manpun untuk bercinta dengannya, karena kedua lobang sorga dunianya akan selalu kembali

perawan.

Dengan rasa puas penuh kemenangan Agnes melangkah keluar dari kamar mandi, dan bersiap untuk ber wild sex party

anytime, anywhere with anyone.

End.

Monday, November 13, 2006


Liarnya Titi Kamal

Suatu malam minggu di Night Club Terkenal di Jakarta, Titi Kamal sedang asyik larut dalam suasana.

Ia hanyut dalam gairah entakan house music yang mengentak jantung.

Martini demi martini mengalir membasahi tenggorokannya, di tambah dengan sebutir pink lady membuat Titi trance.

Titi naik ke atas meja bar dan mulai menari erotis, tubuhnya yang berbalut tanktop putih dan rok span hitam pendek dan high heel dengan tali sampai ke lutut mengentak, mengayun, meliuk erotis.

Hasratnya meluap, keringat membasahi tubuhnya, dan memetakan dengan jelas payudaranya di tanktop itu.

Seorang bartender naik ke meja membawa pitcher beer dan mengguyur Titi dengan beer itu. Body montok Titi makin jelas, Titi makin liar, pengunjung makin trance.

Titi turun ke tengah dance floor, menghentak makin liar. Ia meloloskan Tanktopnya, dan meneymbullah toket indahnya yang tidak berbalut bra.Pengunujung bersorak riuh, mereka memberi ruang di tengah dance floor, menyaksikan liarnya sang bintang.

Tak lama kemudian rok spannya lucuct dari tubuhnya, kini Titi hanya berbalut g-string dan high heel nya, dan sebutir butterfly masuk ke dalm aliran darahnya dan membuat Titi makin trance.

Dua orang pengunjung maju dan mengentak bersama Titi. mereka saling menggerayangi, berpagutan liar, dan g-string Titi entah telempar ke mana.

Tak lama kedua orang itupun bugil dan menempel Titi dari depan dan belakang. Mereka makin liar, pengunjung lain bersorak riuh melihat kegilaan mereka, mereka menyadwich Titi yang sudah basah oleh keliarannya sendiri. Titi hanyut dalam entakan mereka, remasan, jilatan, ciuman mereka, bendungan Titi jebol dan teriakan orgasmenya di sambut riuhnya gemuruh sorak sorai pengunjung lainnya.

Kemudian Titi direbahkan di tepi panggung dj, kakinya menjuntai ke bawah, dan satu persatu pengunjung maju dan menyetubuhi Titi dengan brutal, di vagina dan anusnya. Titi malah menjerit keenakan, makin brutal mereka, makin bersemangat dirinya.

Ia bersimpuh kembali ditengah dance floor dan mendeep throath semua penis yang ingin merasakan nikmatnya mulut sensual Titi.
Sperma demi sperma masuk ke kerongkongan Titi, anus dan vaginanya, serta belepotan di wajah dan sekujur tubuhnya, toketnya makin membusung, akibat remasan tangan-tangan nakal.

Buterfly itu memang hebat, stamina Titi tidak merosot malah makin tinggi. Titi benar-benar lupa diri, ia rela diperlakukan model apa saja oleh pengujung yang sama sekali tak dikenalnya. Bahkan ketika ia dirantai di lehernya dan dia arak keliling Night Club sambil merangkak bagai anjing dan di setubuhi di ketiga lubang kenikmatannya, juga ketika mereka meminta Titi menjilati anus mereka.

Pengujung wanita juga tak kalah heboh, mereka juga yang sudah birahi tinggi, ikut larut dalam kegilaan bersama Titi. Mereka menciumi, menggerayangi tubuh masing-masing, berfrench kiss dengan Titi, bermain dengan payudara masing-masing, dan ber69 menjilati vagina masing-masing. Titi juga melayani untuk berfinger fuck, bahkan fist fuck di anus dan vaginanya yang sudah luber dengan sperma yang entah punya siapa, dan keliaran itu terus berlangsung sampai mereka semua tak sanggup lagi bangun untuk bertindak liar lagi.

Titi benar-benar bintang kemeriahan malam itu.

Tragisnya nasib Nabila

Nabila yang sedang naik daun membuat tidak sedikit orang yang iri dan cemburu padanya. Termasuk, Iyem, pembantu rumah tangganya.

Suatu hari ketika Nabila sedang senidrian di rumah dan sedang tidur, Nabila terbangun dan kaget mendapati tangan nya terikat di ujung-ujung ranjangnya.

Dan betapa kagetnya ia melihat Iyem disampingnya sambil tersenyum sadis.

'Iyem apa-apaan ini, lepasin saya'
'Nggak, non. Saya ngga akan ngelepasin non. Saya muak dengan kesuksesan non. dan sekarang saya mau ngeliat non hancur.'

Nabila berteriak-teriak histeris, namun ia sadar itu percuma. kamarnya yang tersendiri, kedap suara. Dan ia sedang sendirian di rumah.

Iyem tertawa buas, sambil ia merobek-robek baju Nabila, perlahan-lahan sampai bugil.

lalu Iyem bangun dan membuka pintu kamarnya. Nabila panik melihat lima orang bertampang sangar, brutal dan dekil masuk ke kamarnya.

Iyam berkata' sekarang saya mau melihat non di entot sama mereka.dan saya mau mengabadikannya' di tangan Iyem tergenggam kamera digital dan mulai mengabadikan tubuh mulus Nabila dengan vagina yang tercukur rapi.

Nabila melawan sekuat tenaga. Kakinya yang bebas menyepak kesana kemari membuat mereka kewalahan.

Akhirnya mereka mengikat kedua kakinya ke atas ke samping tangannya ke arah tiang kasurnya. Nabila menjerit kesakitan karena kakinya direntangkan begitu rupa, tubuhnya sedikit terlipat, sehingga vagina dan anusnya tertampang bebas. Iyem terus mengabadikan kondisi tubuh Nabila yang kini hanya bisa pasrah.

Orang pertama maju dan memperkosa Nabila dengan brutal. Ia tidak perduli jeritan Nabila, penisnya dilesakkan ke dalam vagina Nabila yang kering tanpa ampun, darah perawannya mengalir deras.

'Edan, sempit abis, peler gua dijepit ni memek' cetus pemerkosa Nabila sambil memaju mundurkan penisnya secara brutal.
Nabila hanya bisa merintih dan menangis karena mahkotanya direnggut paksa begitu rupa. Tak lama Nabila merasakan penis pemerkosanya berdenyut.

'Jangan bang, ampun. Jangan di dalam'

Namun pemerkosanya tidak perduli dan memuntahkan spermanya di rahim Nabila. Tangis Nabila makin menjadi membayangkan dirinya hamil oleh orang brutal itu.

Belum lagi ia bernafas lega, orang kedua menghujamkan penisnya ke vaginanya yang sudah berantakan. Penisnya dengan lancar masuk dan maju mundur di vagina Nabila yang basah oleh sperma dan darah keperawanannya.

Nabila sudah tidak dapat merasakn lagi vaginanya, ia hanya merintih pelan merasakan daging brutal itu menghancurkan vaginanya.

Namun deritanya belum lagi berakhir, Iyem memanggil maju orang kelima, lalu ia berkata pada Nabila
'Non, kenalin ini Juki, dia bakal bikin non kelojotan keasakitan karena dia seneng banget nyodomi pantat perawan.'

Nabila mendelik ngeri mendengarnya, ia coba meronta namun sia-sia. Dan Nabila menjerit ngeri ketika Juki telanjang di hadapannya, penisnya seukuran penis kuda. Dan juki benar-benar berkeinginan menyiksa Nabila, karena ia menghujamkan penisnya ke anus Nabila tanpa pelumas, dan dilakukan perlahan-lahan sampai seluruh batangnya habis, lalu dengan brutal menyodominya.

Nabila tak mampu berteriak karena sakitnya, mulutnya menganga, matanya terbalik. Penderitaan di anusnya baru berakhir setelah satu jam, karena Juki benar-benar ahli dalam hal sodomi.

Ketika Nabila hanya tinggal berdua dengan Iyem. Iya memohon lirih
'Yem, tolong lepasin aku...'
'Ngga, non, saya bakal ninnggalin non kaya begini untuk semalem, biar non inget terus sakitnya.'
Dan Iyem benar-benar meninggalkan Nabila terikat seperti itu semalaman dengan tambahan dua vibrator ukuran super yang entah didapat Iyem dari mana dihujamkan di anus dan vagina Nabila yang sudah hancur berantakan dan dinyalakan dalam getaran penuh.

Kini Nabila menjadi budak Iyem. Ketika mereka sedang berdua di rumah Iyem memaksa Nabila bertelanjang bulat dan menggantikannya mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, dan memuaskan hasrat sexnya, Iyam memaksa nabila untuk menjilati vaginanya sampai dirinya orgasme, dan kemudian memaksa Nabila tidur terlentang dan memaksa nabila menjilati anusnya.

Iyem benar-benar sadis, ia memaksa Nabila membuka mulutnya lebar-lebar dan iyem kemudian buang air di mulut Nabila, memaksa Nabila mengunyah kotorannya, dan menelan kotoran itu. Selain itu Iyem memasukkan tangannya kedalam anus Nabila sampai siku, mengaduk-aduk anus dan usus Nabila yang meraung-raung kesakitan, untuk meudian menghujamkan tangan yang penuh kotoran dari anus Nabila itu kedalam vagina Nabila dan mengoles-oleskannya di situ sampai bersih, atau memaksa Nabila menjilati kotorannya sendiri

Tak jarang juga Iyem membawa Nabila ke tenda remang-remang terkumuh yang ada di Jakarta, dan memaksa Nabila melacurkan dirinya untuk para pengemis, gelandangan, pemulung, kuli pasar dan preman yang ada dengan tarif seribu rupiah per orang.

Nabila yang cantik, sexy dan terawat jalas menjadi primadona. Tak jarang dirinya di antre 40 sampai 50 orang semalam, bergiliran atau keroyokan, bahkan ketika ada orgen tunggal di daerah tenda remang-remang itu Nabila terpaksa 'melayani' lebih 100 orang 'tamu' di lapangan terbuka tempat konser itu berlangsung

Dan Nabila tak mendapatkan apa-apa dari keringatnya kecuali sperma di sekujur tubuhnya, rahim, anus dan mulutnya, karena seluruh 'penghasilannya' dirampas Iyem.

Adegan iklan Lux yang tidak lolos sensor.....

'Oke, set ready?'
'Ready'

'Camera ready?'
'Ready'

'Roll Camera... Action'

'Oke Mariana... jalan ke arah pacuran... buka haduknya... oke bagus... tersenyum ke arah dua model laki-laki itu, ayo yang expresif'

'Mariana... seduce mereka... bertingkah bitchy... Bagus.'
'Nyalakan shower!'

'Mariana... Sabuni tubuhmu sambil meliuk erotik... kobel memekmu... ya... bagus... pemeran pria maju... jamah seluruh tubuh Mariana.... bagus, benar begitu... jilat memek dan anus nya.... bagus... ya... ya... terus...'
'Bagus... Mariana orgasme!'
'Kamera! Dapat adegan orgasmenya?'
jempol teracung

'Bagus... Mariana sekarang kamu sabuni kedua lawan mainmu... benar... erotik... bagus....'

'Pemeran pria! sandwich Mariana dalam posisi berdiri... angkat sebelah kakinya... ya... hujam memeknya... Bagus! Sekarang angkat kedua kakinya... Sekarang.. Anusnya... ayo... sodomi Mariana...
Bagus!'
'Pertahankan angle!'
'Turunkan kedua kaki MAriana.... biar dia terantung bebas... jamahi tubuhnya... french kiss... remas-remas...bagus...Tahan! Tahan'

'kamera zoom out! Bagus... Ya! Dapat.. bagus... orgasme bersamaan... fantastis!'

'Oke Mariana sekarang bersimpuh... dep throath penis mereka berdua... ya.... yang bersih... mengkilat... jilat... isap sisa sperma dan apapun yang ada... Perfect and Cut!

'Oke take five... Siapkan set adegan kamar ganti! Hei! mana tiga pemeran prianya? disuruh ngewe ko susah!


'Siap semua! Action!'
'Mariana... jalan bugil ke dalam kamar... melenggok binal ke arah kasur.... bagus...!
'Saling raba.... remas... wild kiss.... oke ... bagus....'
'Ok Mariana... ngangkang di atas kontol lawan mainmu... oh ayolah... jangan ragu begitu... cuma 30 cm gitu kok...nah... oke bagus... tahan kamera!'

'Hei kontol kuda! bengong aja! Entot anusnya! ayo! oke kamera tahan! deep penetration... ya.... tahan... close up ke ringisan Mariana... bagus ambil expresi nikmat wajahnya.... nah deep throath... bagus'

'Zoom out... angle pada three some... bagus... sekarang rotasi... ganti posisi... terus... terus..'
'Kamera... Moment...Bagus! orgasme Mariana!

'Oke Mariana... nungging... tunjukkan memek dan anusmu... tersenyum binal ke kamera... sekarang gantian menyodominya....
oke... oke... oke... terus...ayo gantian...

' Bagus , sekarang Mariana, bersimpuh... bagus... kalian facial abuse dia... bagus... kocok tenggorokannya... terus... terus... bagus... gag dia... bagus...'

'Sekarang ejakulasi di wajahnya... ayo... semprot peju kalian di muka Mariana... bagus... bagus... Sempurna!

'Mariana... ratakan peju di mukamu seperti memakai lotion.... bagus... leher... ya bagus... toket... turun terus ke arah memek... bagus'

'Oke Mariana, pakai baju pestanya, berjalan ke arah kaca.... bagus.... angkat parfumnya... tersenyum binal ke arah kaca... bagus... tahan... letakkan parfumnya... melenggok bagai high class prostitute... bagus... tahan kamera dan... CUT, Selesai!
'Wardrobe... ambil baju pesta Mariana... ayo Mariana, ke sini'

'Bagus Mariana... adeganmu benar-benar sempurna!'
'Terima kasih'

'Bodymu memang montok'
'Ah bisa aja'

'Siap untuk gangbang dengan kita-kita? Kita juga pengen loh'
'Siapa takut'

'Alright.. Crew! It's Mariana's gang bang time!'

Tuesday, November 07, 2006


Nadine

Malam itu Nadine baru pulang sendirian dari sebuah night club, dengan berbalut t-shirt dan jeans ketat.
Ketika mobilnya melalui sebuah daerah yang rawan ban mobilnya mendadak kempes.

'shit' gerutu Nadine, ia keluar dari mobil dan melihat ternyata ada paku yang disebar di jalan sebagai jebakan.

Belum habis kesalnya, Nadine disergap dari belakang, ia berusaha berontak, namun sebuah pukulan keras ditengkuknya mengakhiri perlawanan Nadine.

Ketika terbangun Nadine sangat terkejut mendapati dirinya berada di sebuah bangunan kumuh dan dirinya dikelilingi banyak orang yang ternyata kumpulan gelandangan, pengemis, dan pemulung.

'Wah akhirnya bangun juga lonte ini'
Nadin merasa jengah disebut seperti itu...
Seorang dari mereka maju dan mengamati Nadine dengan lebih jelas

'Hore... kita dapat durian montok... Ini Nadine, putri Indonesia itu'
Terdengar gemuruh sorak sorai gerombolan itu ketika mengetahui siapa hasil tangkapan mereka itu.

Nadine coba berontak dan melarikan diri, namun ia kalah jumlah, dan pimpinan mereka maju lalu menampar Nadine.
'Heh, pelacur... kalau kamu mau selamat, lebih baik kamu nurut sama kita-kita, apapun hasilnya kamu bakal kami ewe sampai kami puas, sekarang tinggal pilih cara halus atau kasar'

Nadine benar-benar ketakutan, ia sadar dirinya tidak punya pilihan, ia hanya berdiri pasrah sambil tersedu-sedu, mambayangkan dirinya harus melayani gerombolan penjahat itu.

'Nah,gitu dong... sekarang kita mau elo telanjang di depan kita-kita'

Nadine menggigil mendengar perintah itu, ia merasa mukanya memerah membayangkan tubuh mulusnya menjadi santapan mata-mata liar itu. Perlahan-lahan ia membuka t-shirtnya, dan memampakkan bongkahan dadanya yang kenyal,malam itu Nadine tidak pakai bra dan sekarang ia menyesal setengah mati, suitan nakal dan kata-kata kotor memenuhi telinga Nadine.

Kemudian ia meloloskan celana jeansnya, dan mencampakkan g-stringnya, yang sama sekali tidak dapat menutupi vaginanya yang tercukur rapi tanpa bulu. Sekarang Nadine benar-benar dalam kondisi polos kecuali high heelnya dan selempang putri indonesia yang kebetulan malam itu dikenakannya.

Segera saja tubuh Nadinie menjadi bulan-bulanan... remasan, jilatan, ciuman, tak melewati sejengkal titikpun ditubuhnya.

Tubuh Nadine kemudian direbahkan dilantai kotor dan dingin, kakinya dipentangkan ke arah dada. Nadine coba berontak mempertahankan kehormatannya, namun apa daya tubuhnya dikunci begitu ketat oleh orang-orang bejad itu.

Dan Nadine hanya bisa menjerit merasakan penis besar sang pemimpin menghujam vaginanya yang kering dengan brutal. Orang itu tidak perduli mendengar raungan Nadine, ia merasa bangga bisa ngentot putri indonesia. Nadine benar-benar merasa hancur, kebanggannya sebagai putri indonesia direnggut paksa oleh gerombolan pengemis, pemulung dan gelandangan.

Tak lama kemudian sang pemimpin orgasme, ia tidak perduli permohonan Nadine untuk tidak membuang spermanya di dalam, bahkan dengan sengaja pemimpin itu menekan penisnya sampai dalam dan membuang spermanya di rahim Nadine.

'Rawat anak kita ya sayang' ejek sang pimpinan. Belum habis isakan nadine, vaginanya kembali diperkosa dengan brutal, kali ini dirinya sama sekali tidak melawan dan pasrah.

Setelah sepuluh orang, vagina Nadine jadi sangat becek, lalu seorang pengemis maju menunggingkan Nadine, dan tanpa belas kasihan menyodomi Nadine dengan brutal. Penderitaan Nadine berlangsung kembali, anusnya yang sempit dan kering dirusak paksa oleh penis besar pengemis itu, mulutnya yang menganga segera dipenuhi penis seorang gelandangan.

Nadine gelagapan ketika mulutnya dijejali penis yang nampaknya tak pernah dicuci selama sebulan. Namun gelandangan itu tidak perduli, ia menekan seluruh penisnya ke tenggorokan Nadine sampai hidung indah Nadin bertumbuk dengan bulu penisnya yang berbau asam.

Nadine meratapi nasibnya yang tragis, diperkosa secara brutal oleh gelandangan, pengemis dan pemulung. Bahkan dirinya diperlakukan dengan tidak manusiawi, ia dipaksa berwoman on top dengan seorang pengemis yang tanpa lengan sementara anus dan mulutnya dijejali penis gelandangan dan pemulung, dan kedua tangannya mengocok penis yang entah punya siapa.

Hari menjelang siang ketika ada bentakan keras yang menyebabkan gerombolan orang itu menyingkir.
'Apa-apaan ini bangsat... lepasin tu cewek'
Nadine merasa penderitaannya akhirnya berakhir karena ada yang datang menolongnya, namun betapa terkejutnya ia ketika melihat sekitar 15 orang preman bertubuh besar dan penuh tatto, separuhnya orang dari indonesia timur, berkumpul menghampiri dia.

'Sekarang lonte ini punya kami, lu pada ngacir dulu, kalo kami udah bosen baru lu boleh pake dia lagi'

Segera para pengemis, gelandangan dan pemulung itu berhamburan keluar. meninggalkan Nadine yang berusaha menutupi ketelanjangannya dengan membuat tubuhnya menyerupai bola, dikelilingi para preman itu.

Mata Nadine membeliak melihat penis preman itu yang telah dimodifikasi sehingga panjangnya berkisar 14' diameter kepalan tangan orang dewasa, dan diberi berbagai aksesoris mulai dari biji tasbih, batang sikat gigi, sampai rambut kuda.

Nadine tau bahwa tujuan mereka hanya satu... menyiksa perempuan yang mereka dapatkan.

Kepala preman itu maju dan memukuli Nadine sambil berkata...
'Sekarang lu adalah lonte, cuma lonte, lu harus panggil kita-kita tuan, dan nurut apa kata kita, atau gua entot lu sampai mapus'

Nadine hanya bisa pasrah, ia benar-benar tidak berdaya untuk melawan. dan penderitaaan barunya dimulai.

Penis-penis besar itu memang dirancang untuk menyiksa vagina wanita. Nadine menjerit-jerit sejadi-jadinya menahan perkosaan brutal mereka, mulut anus, vaginanya benar-benar jadi pelampiasan nafsu mereka.

'Wah, nih lonte sudah mati rasa kali' ujar seorang preman sambil menginjak vagina Nadine yang sudah berantakan bentuknya,
'Gimana kalo kita buat dia ngejerit lagi'

Nadine cuma pasrah ketika mereka menunggingkannya, namun betapa terkejutnya Nadine ketika merasakan dua kepala penis terbesar dari preman itu menghujam anusnya, ia berusaha berontak, namun apa daya karena tubuhnya dipegang erat oleh preman lainnya.

Kembali lolongan menyayat hati terdengar dari mulut indah Nadine, ketika dua penis itu mengoyak dan mengaduk anusnya. dan ketika kedua preman itu selesai anus Nadine mengaga lebar sehingga mereka menjulukinya putri anus besar. Siksaannya bukan hanya itu, karena sakitnya Nadine sampai memuncratkan kotoran di penis kedua preman itu, sehingga Nandine harus merasakan kotorannya sendiri ketika kedua prema itu memaksa menjilati penis mereka yang belepotan kotoran nadine, perlahan-lahan, sampai bersih mengkilat.

Dan mereka juga melakukan hal yang sama terhadap vagina Nadine, berulang dan berulang lagi....

Nadine sudah tidak bisa merasai vagina dan anusnya, yang ia rasakan hanya hembusan angin dingin ketika lubangnya kosong dan penuh ketika sedang diperkosa.

Dan memang benar, setelah kumpulan preman itu pergi, gerombolan gelandangan, pengemis dan pemulung datang kembali, bahkan dalam jumlah yang lebih besar.
Tujuan mereka hanya satu. Ngentot putri indonesia.

Nadine tidak tau lagi berapa lama ia disekap di rumah kumuh itu, yang ia tau jumlah pemerkosanya terus bertambah dan makin brutal. Nadine tidak menyadari efek perkosaan yang dialaminya, keringat yang mengalir deras, kontraksi otot... menyebabkan tubuh Nadine makin berbentuk, ototnya makin terbentuk jelas. Lehernya makin jenjang, dadanya membusung dan membulat, pinggulnya bulat penuh, kakinya makin jenjang, dan secara keseluruhan makin membuat Nadine mempesona, dan membangkitkan birahi.

Bukan hanya perkosaan, perbuatan yang merendahkan martabat pun terpaksa dialami Nadine, ketika perempuan-perempuan gelandangan, bukannnya membantunya malah ikut melecehkannya dengan memaksanya memuaskan mereka, dan mereka juga melakukan fisting terhadap vagina dan anus Nadine, sampai ke siku, atau menyuruh anak-anak mereka mengencingi tubuh Nadine dan menjadikan mulutnya toilet, atau memaksa Nadine 'menceboki' anak-anak mereka dengan lidahnya yang sexy.

Nadine juga menjadi sarana 'percobaan'dan 'pelatihan' untuk anak-anak gelandangan, pengemis atau pemulung yang ingin merasakan 'nikmatnya ngentot'.

Akhirnya Nadine tak mampu bertahan lagi, tubuhnya sudah tidak sanggup menerima siksaan dan hinaan itu. Terakhir matanya berkunang-kunang ketika melihat mereka menggiring lima orang gila untuk mengentotnya, pandangannya mengabur ketika merasakan tangan-tangan orang gila itu menggerayangi tubuhnya, dan akhirnya Nadine pingsan ketika merasakan penis-penis orang gila itu merejok ke dalam mulut, vagina dan anusnya dengan brutal.

Nadine ditemukan rombongan pencarinya, dua minggu setelah diculik disebuah tempat pembuangan akhir sampah, dalam kondisi mengenaskan. Tubuh indah Nadine, yang hanya berbalut selempang putri indonesia dan high heel, belepotan sperma, kotoran dan oli, dirayapi belatung-belatung dan dirubungi lalat-lalat hijau. Vagina dan anusnya disumpal botol beling saos sambal yang paling besar, paling jorok dan paling dekil yang mungkin ada di penampungan sampah itu. rambutnya kusut masai berantakan. Mulutnya yang sexy membuka karena rahang Nadine kaku setelah melakukan ribuan blowjob dan deepthroath.

Perlu waktu yang lama sekali untuk mengembalikan kondisi Nadine seperti sedia kala.
Lama sekali....

end.