Thursday, January 15, 2009


Me VS Sandra Dewi
Sandra Dewi tertunduk lesu di hadapan ku, aku bisa melihat matanya berkaca-kaca, namun ia harus menahan tangisnya atau kesedihanya akan terlihat oleh pengujung cafe tempat rendezvous kami berdua.
Selembar foto copy kertas bermaterai dan selembar kertas berisi neraca di hadapan gadis manis itu yang menyebabkan matanya basah. Perjanjian hutang piutang ayahnya denganku serta perhitungan hutang dan bunga yang telah disepakati.

Sandra tak menyangka kalau ayahnya bisa berurusan denganku, well, perjanjian itu memang jebakanku. Aku bisa melihat kalau gadis d ihadapanku ini berbakat jadi bintang besar ketika pertama aku melihat penampilan perdananya di layar kaca, dan aku ingin merasakan tubuhnya, bahkan lebih dari itu, aku ingin ia menjadi mesin penghasil uang pribadiku baik melalui 'jalur normal' maupun side job yang aku siapkan untuk gadis ini.

Aku sengaja menjebak sang ayah dalam bentuk investasi berjangka, serta memberikan membership untuk private gambling club yang aku kelola. Dan jebakan paling kuno yang aku terapkan pada ayahnya yaitu dengan membuatnya 'menang' terlebih dahulu sebelum aku melumatnya hidup-hidup, haha.
Dan sekarang, Sandra Dewi tak bisa berbuat banyak, karena tanda tangan sang ayah tertera dikedua lembar surat it, serta satu copy surat lain yang aku gunakan untuk menenggelamkan harapan gadis itu untuk berkelit. Satu lembar surat pernyataan sang ayah yang membuat Sandra harus bersedia melunasi semua hutang sang ayah dengan cara apapun juga di bawah komandoku.

'A...aku tak mau membayar hutang ayahku... perjanjian itu tidak sah karena aku tak ikut menandatanganinya' elak Sandra padaku, well well, boleh juga.
'Oke, kalau kamu tak mau,' jawabku santai, 'aku akan menemui ayahmu, dan meminta adikmu untuk menggantikan kamu membayar hutang, kalau adikmu pasti mau menyelamatkan ayahnya.'

Mata Sandra mebelalak, ancamanku mengena.
'Jangan sekali-kali kaku ganggu adikku, bajingan,' desisnya geram
'Hei hei... it's your choise, you decide!'
Sandra Dewi, memandangku dengan pandangan geram, dan jijik. Namun kartu as ku sudah ku mainkan, dan gadis itu tau, pilihannya ada pada dirinya. Maka dengan suara bergetar menahan geram Sandra berkata
'Baik, akan aku penuhi permintaanmu.'
Gotcha, namun aku tak mau menunjukkan wajah terlalu girang,
'Maaf Sandra, tetapi seperi kamu bilang, kalau kamu tidak tanda tangan semuanya tidak sah' ujarku santai sambil menyerahkan selembar surat bermaterai yang mengunci Sandra dalam cengkramanku sampai seluruh hutang ayahnya lunas - yang dalam jebakanku berarti untuk selamanya - hahaha.

Now, she's completely at my mercy. Tanda tangan di atas materai sudah membuatnya menyerahkan dirinya sepenuhnya dalam genggamanku. Aku memandang ekspersi wajahnya yang berbaur antara benci, takut, sedih dan kecewa. Wajah cantiknya memerah menunjukkan ekpresi yang berkecamuk tadi, dan ketika ia menundukkan wajahnya tanda kekalahan dan penyerahan, aku melihat tetesan air mata membasahi meja.

Aku memberinya tissue dan membiarkannya terdiam sesaat sebelum aku mengajaknya pergi. Sebenarnya aku bisa saja langsung memulai aksi gilaku, namun aku ingin melakukannya perlahan, aku ingin memakan jiwanya sedikit demi sedikit, hingga tak ada lagi kehormatan yang tersisa pada dirinya.
Kemudian kami keluar dari cafe itu seperti tak terjadi apa-apa, aku membiarkan Sandra jalan terlebih dahulu dengan sebelumnya kau berikan sebuah catatan yang harus dia patuhi. Aku tahu dia tak akan macam-macam, karena semua jalan untuknya sudah aku tutup, aku memperhatikan Sandra berjalan lunglai, memaksakan tersenyum dan memberi tandatangan pada para penggemarnya, lalu aku melihat ia masuk ke salah satu gerai underwear yang terkenal, memilih pakaian dalam sexy seperti yang aku tulis padanya dalam daftar itu, well well, seleranya boleh juga, karena aku hanya meminta dia membeli pakaian dalam sexy, namun ia memilih yang super hot.

Kemudian aku juga memintanya membeli beberapa pakaian yang akan aku pergunakan untuk persiapannya, menjadi sesuatu yang sudah aku rancang dengan baik. Hei, aku ngga mau rugi!

Now, pick her up at the lobby, aku membawa kendaraanku ke daerah Ancol, untuk mengambil yacthku, aku bisa melihat wajah Sandra yang terheran-heran melihat semua yang aku miliki, ia berkata,
'Dengan segala yang kamu miliki, tak bisakan kau memutihkan hutang keluargaku? Kami akan sangat berterima kasih padamu, berhutang budi padamu... kami'
'Kalian memang berhutang, dan kamu akan membayar!' kataku ketus, 'Dan bila aku memenuhi permintaanmu, aku tak punya apa-apa sama sekali, now shut up, and board that yatch'
Aku mengemudikan yatch itu dengan mantap, sambil melihat Sandra Dewi termangu mengucurkan air mata di dek kapal itu.

Kami berada di tengah lautan, dan aku mematikan mesin yatch ku, aku ingin memulai menghancurkan haga dirinya hingga pada akhirnya ia akan tuduk padaku seutuhnya. Sanrda Dewi memalingkan wajahnya ketika aku datang menghampirinya, ia seakan sudah tahu kalau kehancuran dirinya sudah dimulai.
'Buka bajumu...' perintahku. Hmmmmm, how sweet to see tears run down from her chick, aku tahu kalau Sandra ingin melompat ke laut, aku hanya berkata ringan,
'Silahkan lompat, kamu liat kalau kita dikelilingi hiu? Lagi pula aku masih bisa menggunakan adikmu untuk pembayar hutang.'

Sandra Dewi limbung, ia tak berdaya, akhirnya ia menurut juga. Perlahan ia membuka bajunya, damn kulitnya benar-benar mulus, lalu celana jeansnya, dam ternyata underwear hitam benar-benar serasi dengan tubuh mulus itu, but not yet....
Dan ketika penutup terakhir itu terbuka, aku hampir tak kuat menahan diri, tubuh yang sangat indah, bungkahan payudara yang montok dan sekal, pinggul yang bulat dan sexy, kaki yang jenjang, perut yang rata, dan wow, vagina terawat tanpa sehelai bulu menutupinya.
Kemudian aku melemparkan sebotol sunblock pada Sandra, dan memintanya mengenakan sunblock itu. Badannya jadi mengkilat menggairahkan, lalu aku dengan santai memintanya untuk masturbasi di hadapanku di atas geladak yatch.

Sandra terlihat sangat terhina, aku tau seumur hidupnya ia belum pernah memamerkan tubuh bugilnya di hadapan lelaki, namun sekarang aku memaksanya untuk bermasturbasi,namun Sandra tahu kalau ia tak punya pilihan, perlahan ia mulai meremas payudaranya, membelai lembut tubuhnya, menelusuri tiap jengkal tubuhnya, dan mengusap vagina serta clitorisnya. Aha, she's a virgin allright, dia tidak memasukkan jarinya ke dalam vagina. Perfect.
And i hope some hidden cam yang aku pasang akan memberikan hasil yang baik untuk perjalanan karir baru gadis ini.

Sandra tergolek lemas setelah orgasme panjang yang tapat ditahannya melanda, lalu aku membiarkan terlentang membentuk posisi x seperti itu, di geladak , lalu mulai menjalankan kembali yatch ku, yang kali ini dengan perlahan, aku ingin membiarkan kulit gadis manis ini sedikit berkenalan dengan terik matahari dan angin laut yang sudah lama ia tinggalan di kampung halamannya belitung, aku biarkan ia kemudian meringkuk membentuk bola dan kembali terisak seperti ingin mengutuki nasib buruknya.

Sesampainya kami di private island milikku, aku membawanya ke villaku. Aku tersenyum penuh kepuasan melihat tubuh Sandra yang menggigil hanyatertutup bikini two piece super hot, super mini yang aku minta ia beli. Memasuki villa, aku meraih tangannya, aku tarik dia dalam pelukanku, aku rasakan tubuhnya bergetar akan penolakan yang harus di tahannya. Aku peluk dia dari belakang dan aku bekata lembut di telinganya.
'Kamu akan membayarku dengan tubuhmu seutuhnya. Bukan saja melalui karirmu sebagai entertainer tetapi juga untuk karirmu yang lain.'

Sandra Dewi menegadah menatap langit-langit villaku, aku bisa merasakan getaran karna isak tangis, namun aku tak perduli, aku mejilat lembut cuping telinganya, mencium lehernya, merangsangnya. Aku memeluknya erat sambil aku jilati leher jenjangnya, membuatnya menggeliat mencoba menghindar. Kemudian aku berbisik lagi.
'Aku akan jadi trainer kamu mengenai cara memuaskan pelangganmu, apa yang mereka ingin, apa yang mereka akan lakukan untuk meraih kepuasan. Aku kan mengajarimu untuk memuaskan semua pelanggan, tanpa penolakan sama sekali.'
Aku membiarkan Sandra menggelosor terduduk di lantai, membiarkan semua kata-kataku terserap, ia milikku, assetku.

Setelah aku lihat Sandra sudah bisa menguasai dir, aku memintanya untuk merapikan dirinya, lalu aku mengajaknya berjalan di pantai berpasir putih di pulauku. Aku membawa kameraku dan mulai mengabadikan tubuh cantik Sandra dalam jepretan kamera.
'Tiap pelacur memiliki portfolio,' ujarku sembarangan, 'dan ini akan jadi portfoliomu.'
Well walau aku tidak menjadkan fotografi sebagai main income ku, sure hell aku punya feel tentang momment yang tepat, sudut yang baik dan good natural lightning. Dan itu semua tanpa meminta gadis itu berpose.
Beragam momment dan pose Sandra telah terkam terutama ketika tubuh nya terekspose sempurna. Looks wonderfull.

Sekembalinya di villa, hari telah jauh senja, aku membiarkan dirinya membilas tubuhnya, lalu hanya berbalut handuk tanggung, aku meyuruhnya mendatangiku di depan perapian. Siluet tubuhnya oleh cahaya api membuatku kembali mengabadikan gadis itu dalam kamera, sebelum aku benar-benar tidak tahan.
'Sandra, sebagai pelacur, kamu harus sepenuhnya pasrah dengan keinginan customermu. Kalu mereka tidak puas, kamu tidak akan bisa bayar hutang, dan semakin lama bunganya akan semakin tinggi, hingga gabungan kamu dan adikmu belum tentu dapat melunasinya dalam waktu dekat.'
Sandra kembali berurai air mata mendengar penjelasanku, biar saja ia menangis. Lebih baik ia menangis sekarang daripada di depan client.

Aku kemudian meminta Sandra untuk membuka celanaku dengan mulutnya, matanya membelalak karena melihat penis pria yang ereksi sempura untuk pertama kali tepat di depan wajahnya yang kini memerah karena jengah.
'Ayo pegang,' perintahku, dan aku menggigil kenikmatan karena merasakan tangan lembut Sandra memegang penisku, damn, dia benar-benar harus dilatih
Aku mengajarinya cara mengocok dengan benar.
Aku bisa melihat ekspresi jijiknya ketika lidahnya menjilati penisku, kantung zakarku, bahkan Sandra sampai muntah kecil ketika aku memintanya menjilati sunholeku.
Aku santi saja, aku memintanya untuk mengepel muntahannya, sebelum kembali memintanya menjilati anusku sambil berkata,
'Beberapa tamu kamu akan berbuat lebih dari ini Sandra, mereka akan menduduki wajamu, memaksa mulutmu membuka lebar di anus mereka, dan well... kamu akan tau sendiri nanti kelanjutannya.'

Entah karena takut akan penjelasanku atau takut aku memberinya pada tamu seperti itu, Sandra makin lancar menjilati sunholeku, selangkanganku, kantung zakarku dan penisku, lalu aku memintanya mengulum penisku dikombinasikan dengan kocokan.
Lalu aku memintanya melepaskan kocokannya dan aku menekan kepala Sandra dalam-dalam hingga dahinya menyentuh abdomen bawahku.
Aku biarkan ia megap-megap kekurangan oksigen, meronta minta dilepaskan. Aku memberinya afas sejenak tanpa melepaskan kepala penisku dari dalam mulutnya.
'Kalu pelayanan ini semua tamu akan memintanya Sandra, mereka ingin penis mereka masuk dalam mulutmu sampai jauh ke tenggorokanmu.' seruku sambil menekan kembali penisku dalam-dalam.
'Mereka ingin mentetubuhi mulutmu dengan liar' ujarku terputus-putus sambil mememompa mulut Sandra dengan kasar
'Mereka ingin kamu....', darn, aku tak tajhan dan argh, aku tak kuat lagi, mulut Sandra sangat sensasional, sungguh nikmat. Aku bisa melihat gadis itu tersedak menahan kemudian terpaksa menelan spermaku, sementara ada sperma yang keluar dari hidungnya seperti ingus ketika ia tersedak tadi, dan sebagian meleleh di dagunya.
'Itu...' jawabku terengah, 'yang mereka mau....' sambil terduduk di bantalan empuk di depan perapian, memadang Sandra yang megap-megap mencari udara, dan ketika ia mau mencari tissue, aku berujar, 'lap dengan tanganmu dan jilati, tamu tidak mau spermanya terbuang percuma.' dan dengan tersedu Sandra mengikuti permintaanku.

Hmm nampaknya ia shock, cukup dulu untuk kali ini....
******

Matahari pagi menghantam wajah kami dengan lembut.
Kami?
Ofcourse dong, aku memeluknya erat di ranjangku tadi malam...
Tenang, aku belum perawani dia, aku cuma mau membiasakan dirinya tidur dalam pelukan laki-laki, karena toh nanti akan banyak laki-laki yang mungkin akan tertidur di atas perut Sandra sambil mendengkur.

Kemudian aku mengajaknya ke kamar madi, di bawah guyuran shower, aku memintanya mengoral diriku, menyabuni aku, kembali menjilati sunholeku, yummi.
Kemudian aku memintanya melakukan thai massage dengan dadanya dalam bathtub.
Sekembalinya di kamar aku memintanya meminum pill anti hamil, dan Sandra bergetar ketika menerima pill dan gelas air itu, bahkan sampai kesulitan untuk menelan pil tersebut.

'Sandra, kalau kamu pernah melihat film biru, atau mendengar cerita teman-teman pelacurmu, tentang bagaimana pria merangsang mereka dengan memberikan ora sex, forget it.'
'Tamu adalah raja, dan mereka ingin dilayani bukan melayani', kataku sambil berbaring di ranjang dan mengajari Sandra untuk menggerayangi, menjilat, mencium, membangkitkan gairah laki-laki.
Lalu aku memintanya terlentang di ranjang, aku menyampiran kakinya di bahuku, dan tanpa basa basi langsung menghujamkan penisku ke dalam vagina Sandra.
Jeritannya panjang, airmata mengalir, tanganya mencengkeram erat sprei yang kini bernoda darah.
'Memang sakit,' ujarku santai, 'get used to it, kamu memang tidak ditakdirkan untuk merasa nikmat, tapi kamu akan berpura-ura menikmatinya' dan aku menggenjot Sandra dengan kasar dan liar.
'Mereka sudah membelimu, mereka akan melakukan apapun yang mereka suka dengan tubuhmu, mereka tidak mau rugi'
Sandra terbanting-banting di bawah himpitanku.
'Mereka tak perduli kalau vaginamu lecet, tulangmu sakit, perutmu kram, payudaramu memar, mereka hanya ingin meniduri kamu, melampiaskan nafsu mereka yang diubun-ubun.'
'Yang meraka ingin hanya.....'
Sandra menjerit histeris dan ngeri ketika merasakan semburan spermaku mengisi rahim belianya, ia lupa kalau dia sudah meminum pil anti hamil

Aku membiarkan Sandra meringkuk di kasurku, aku berbisik di telinganya.
'Kamu pasti ingin bunuh diri, silahkan. Adikmu yang akan menggantikanmu.'
'Kamu ingin membunuhku silahkan, anakbuahku akan menghancurkan keluargamu, dan adikmu akan dijadikan pelacur.'
'Kamu ingin kita berdua mati, silahkan. Keluargamu tetap hancur, now you have the choice.'
Dan aku meninggalkannya di kamar.

Aku sedang makan steak ku ketika Sandra keluar dengan tertatih-tatih berbalut bed cover, aku tersenyum senang, karena aku tahu satu bagian dirinya sudah terpatahkan, atau ia akan mengemukakan opsi ke empat.
Aku memberinya tempat duduk, menghidangkan salmon steak dan kembali menikmati steakku sendiri.
Suaranya bergetar lirih ketika berkata, 'aku akan melunasi hutang ayahku dan kemudan akau aku hancurkan kamu'
As i said, option number four.

Dan setelah itu disetiap kesempatan aku mengajarinya tentang total submissivness, all style, doggy, wot, mot, dolphin dan lain lain.
Aku menyetubuhinya di semua tempat di pulau itu, pantai, hutan, sungai, dan di dalam villa, dapur, halaman, gudang, you name it.

Sampai satu hari Sandra datang bulan. Aku bisa melihat senyum bahagia bercampir sinis diwajahnya.
'Kamu tak bisa menyetubuhiku selama aku haid kan?' ejeknya
'Salah' kataku santai,
'Kamu masih punya mulut, kan? banyak tamu yang cuma ingin kamu oral, lagi pula masih ada satu lubang lagi...'
'Tidak...'jerit Sandra, 'jangan di situ... aku tak mau...tolonglah, carikan aku tamu yang normal, bukankah cukup mulut dan vaginaku untuk memuaskan mereka?'
'Sayangnya, Sandra, dengan banyaknya informasi, film serta pergeseran perliaku sex. Your ass is another vagina.'

Setelah beberapa lama ia nampak tegar dan mulai mengikuti permainanku, kembali aku melihat tubuhnya terduduk dan terisak. Here we go again.
Aku membawanya ke dalam villa, aku biarkan ia menguatkan dirinya. Lalu aku meintanya nungging setinggi ingginya, dan membuka belahan pantatnya sendiri selebar mungkin.
Dapam posisi sulit itu, aku memaksanya mengoral penisku terelebih dahulu, sebelum dengan susah payah aku menembus anusnya.
'Sakit, kan', geramku, 'jadi kamu sadar kalau semua cerita tentang nikmatnya sodomi itu bullshit. Kamu akan kesakitan dan kesakitan. Kalau kamu lihat d film BF mereka menikmatinya, thats acting, mereka menggunakan pelumas yang banyak, dan lagi pula lubang anus pelacur-pelacur tu sudah sangat lebar karena sering di pakai, tetapi tamu kamu hanya akan mengandalkan liur, mereka cuma ingin jepitan anusmu. Mereka ingin....'
Aaah nikmatnya ketika aku menyiram usus besar Sandra yang menggeliat kesakitan dengan spermaku.
Sekarang vagina dan anusnya sama-sama berdarah. Hand she had her lesson, ass fuck 101.

Sekarang seluruh lubangnya sudah tak perawan, namun aku terus mendoktrinnya dengan penyerahan didri total, aku memutar film BF 24 jam sehari sambil aku tetap menyetubuhinya, memasang dildo pada saat aku mengumpulkan kembali tenagaku, membuat tubuhnya menjadi sex addict bahkan bersedia melakukan ass to mouth session. Dan aku juga menambah portfolio dirinya, yang ketika aku tunjukkan padanya membuatnya orgasme, karena nude artnya yang tinggi hingga berkesan sangat sensual dan jauh dari porno, namun dapat membangkitkan gairah.
Dan sekarang tanpa sadar Sandra benar-benar mencintai sex, ini memang rencanaku karena aku ingin ia liar di ranjang agar tamunya sangat banyak.

Setelah satu bulan kami di pulau aku bearanjak kephase kedua, pengenalan akan jenis penis yang lain selain penisku dan dildo.
Aku membawanya ke daerah pelacuran di pinggir kota, Sandra tak banyak lagi berkomentar, ia tau kalau ia akan berhadapan dengan pria-pria hidung belang.
Namun sebelum itu aku mau ia membiasakan diri terlebih dahulu, aku memulai dengan menyuruhnya menjadi penari striptease, hingga rasa malu dilihat banyak orang dalam kondisi bugil bisa diatasinya. Hei, tarian bugil ini dilakukan di panggung lapangan terbuka bukan dalam ruangan, hingga seluruh komplek pelacuran itu menonton dam melihat kemulusan tubuh telanjangnya.
Ia harus membiasakan diri dilecehkan, ditawar bagai ayam, digerayangi, menenggak minuman keras dari pengunjung. Ia harus memutuskan rasa malu yang dimilikinya.

Lalu aku memajangnya di pinggir jalan, dan menyuruhnya untuk melacurkan diri, aku menginginkan ia tau caranya merayu laki-laki, memohon untuk disetubuhi, bahkan mengobral harga tubuhnya utuk medapat setoran, rekor terendahnya adalah lima ribu rupiah untuk short time, Good.
By the way, apa aku sudah bilang kalau aku memilih pria yang lalu lalang di hadapan Sandra tanpa ia sadar? Dan kalau akulah yang menyuruh pria-pria itu untuk tahan harga, and oh iya, komplek ini milikku. Hahaha.

Selama satu bulan berikutnya Sandra menjalani kerja praktek, dan karakter pelacur murahan mulai tertanam di dirinya, ia tak lagi malu memajang diri hanya dengan hotpants dan BH, ia mulai tahu cara merayu dan medapat tip lebih, walau itu semua masuk dalam sakuku, dan upah buatnya hanya sperma.
Sandra juga mulai terbiasa dengan live sex show, gangbang, bdsm, dan berbagai jenis aktifitas sex lainnya, pernah dalam satu malam ia melayani dua puluh grombolan preman, pengemis dan pemulung sekaligus yang menginginkan tubuhnya, dan mereka dapat harga diskon.
Sandra terpaksa istirahat seama tiga hari setelah acara itu, namun kini dia benar-benar menjadi budak sex, ia tak pura-pura, ia memang perlu sex.

Rasanya cukup, aku kemudian membawanya ke Singapura untuk melakukan vaginatoplastis, dan selama sebulan berikutnya berlatih untuk memontokkan tubuhnya.
She's ready.

Sandra kini hidup di dua dunia, terang dan gelap. Karirnya terus meroket karena selain memang bakatnya memang besar, produser dan orang-orang penting lainnya puas atas pelayananya di ranjang.
Dan aku senang karena pundi-pundiku makin penuh, kantongku makin tebal. Selain karena uang hasil Sandra melacur, rekaman video dan foto tersembunyi para penikmat tubuh Sandra membuat upeti itu berjalan lancar.
Sandra sendiri sadar kalau dirinya tak mungkin lepas dari diriku, selain karena perhitungan bunga-berbunga, juga karena hutang baru atas perawatan dan fasilitas yang aku berikan padanya. Namun dalam pikirannya ia hanya berharap aku menjauhi keluarganya, lagi pula, she's now really enjoying sex that much. And i can have her for free.

So I'm happy, Sandra is happy, everyone ins happy. So I gues it's a happy ending isn't it?
Well, sekarang waktunya Sandra melayani lagi tamunya, aku antar dia ke Singapura, untuk menemani seorang penyanyi dangdut legendaris kita, sang moralis yang ingin menyalurkan hasrat biologisnya yang t e r l a l u. hahaha

Di pesawat sekilas aku melihat foto pendatang baru di dunia entertainment di cover tabloid yang dibaca Sandra Dewi, time to get that new target. Otakku mulai merencanakan cara menaklukkan gadis itu, dan senyum iblisku terkembang.
Aku memandang Sandra yang jatuh tertidur pulas, membiarkan kepalanya bersandar di bahuku, dan aku menikmati keindahan wajah cantiknya sambil aku nikmati penerbangan ini.
Oh, by the way apa aku sudah bilang kalau sebenarnya ayah Sandra dewi tak berhutang satu sen pun pada diriku? Kenalpun aku tidak. Hahahaha. Sandra, Sandra. You little poor thing.

Dan senyumku makin lebar.

End

The Beast Within: Luna, Olga, Rafi

Syuting acara Dahsyat baru saja selesai, ketiga presenternya, si catik Luna Maya, si playboy cap tikus Rafi Ahmad, dan si ngga jelas Olga Saputra sedang bercanda di ruang ganti, mereka tidak merasa risih untuk berada dalam satu ruangan saling bercanda yang menjurus, bahkan tanpa segan mereka saling membuka pakaian.
Olga berkata pada Luna, 'Eh bo, bagus amat si tete lu? sekel.' Kata Olga sambil meremas payudara Luna.
'Ya iya lah.' kata Luna sambil meminkan mimik wajahnya dengan lucu, 'kan biar tetep laku, bo.' guraunya lagi
'Gua nenen, ya.' kata Olga sambil menarik lepas bra Luna, dan langsung melumat payudara sekal milik sang dara.

Luna kaget dan coba berontak, 'anjrit, ga... sadar lo'
Tangan Luna yang ingin mendorong Olga, tiba-tiba dicekal dari belakang dan di tekan ke arah pahanya dengan kuat.
Rafi Ahmad yang melakukannya, sambil dengan rakus menciumi dan menjilat leher jenjang Luna
'Biar aja, May, si Olga kan masih dalam masa pertumbuhan,' gumam Rafi ngga jelas sambil tetap dengan rakus melumat leher Luna, juga cuping telinga dan rahangnya.
'Anjrit lu pada,' maki Luna, yang menggeliat-geliat antara geli, nikmat dan ingin melepaskan diri
'Anjrit sih anjrit, neng,' dengus Olga yang berpindah ke payudara sebelah kiri, 'tapi pentil elu ngaceng tuh,'
Wajah luna memerah karena memang puting payudara sebelah kirinya mencuat tegang setelah di jilat, dihisap dan digigiti oleh Olga, dan sekarang dengan rangsangan dari Rafi dan serbuan mulut Olga, seluruh tubuhnya menegang.

Ketika keduanya bergerak turun, desahan Luna makin terdengar jelas, lidah Olga yang menjalar ke perut ratanya, dan bermain dipinggulnya, lalu lidah Rafi yang menjelajah punggung dan ke bukit pantanya.
Luna tak menyadari kalau G-stringnya sudah tercampak entah ke mana. Hanya saja suara desah tertahan keluar dari mulut sensualnya ketika vagina dan anusnya diserbu lidah nakal Olga dan Rafi.
Tangan gadis itu kini meremasi dadanya, sambil tubuhnya menegang dan menyentak-nyentak merasakan lidah kedua rekan presnternya merayapi dua lubang yang memberikan sensasi hebat pada tubuhnya.

'Enak kan, may?' ejek Rafi yang merasakan pinggul luna bergerak-gerak mengejar lidahnya dan Olga.
'Anjrit lu Raf, enak banget gila.' ceracau Luna tak kauruan, tangannya kini menekan kepala Olga dan Rafi ke selangkangan dan buah pantatnya meminta lidah mereka untuk makin liar. Tubuh Luna menggeletar hebat ketika orgasmenya tiba, tubuhnya dibiarkan menggelosor oleh kedua rekannya.
Keduanya cengengesan melihat tubuh Luna, melihat dadanya yang naik-turun seirama dengan nafasnya yang masih memburu.

'Sekarang elo, yang puasin kita dong May,' kata Olaga dengan nafas memburu. Luna menatapnya dengan pandangan jahil dan berkata sambil merangkak mendekati Olga.
'Emang lu punya kontol?' ejeknya, dan Olga dengan menurunkan celana dalamnya.
'Ouw,' seru Luna kagum, 'kontol lu boleh juga' sambungnya sambil kemudian mengocok lembut penis Olga, menjilati pangkal sampai ke buah zakarnya, Olga mendesis karena perlakuan Luna, dan desisannya maknin menjadi ketika dengan santai Luna memerinya deeptroath.
'Eh, May, kontol gua juga dong' gerutu Rafi yang memang tidak sabaran, ia langsung menjambak rambut Luna dan menggiringnya ke arah penisnya yang sudah mengacung dan mengeluarkan cairan pelumas.
'Auch, Rafi, rese luh, ya, sabar dikit dong,' gerutu Luna sambil meringis karena mjambakan Rafi, namun tanpa pikir panjang langsung mend deeptroath penis Rafi, sementara tangannya mengocok penis Olga.

Secara bergantian mulut sensual Luna mengoral penis Rafi dan Olga, namun dasar orang, sudah dikasih jantung malah minta rempela. Dengan sedikit paksa, mereka menjejalkan penis mereka bersamaan dalam mulut Luna.
Gadis itu tentu saja gelagapan dan berusaha meronta, namun tentu saja kalah tenaga, terutama karena Rafi dan olga tidak tinggal diam dan mencoba merangsang Luna agar perlawanannya mengendur, dan benar saja, tak lama Luna sudah bisa menerima dua penis dalam mulutnya, bahkan tangannya kini memainkan payudara dan vaginanya sendiri, hingga ia mendapat orgasmenya yang kedua.

Lalu Rafi terlentang dan meminta Luna untk mengangkanginya, melakukan Woman on Top. Tanpa pikir panjang Luna yang sudah terbakar birahi segera mengangkangi Rafi dan masuklah penis playboy cap tikus kita dalam vagina Luna maya yang mendesah kenikmatan. Sedang asyik Luna menggenjot Rafi, punggungya didorong Olga hingga payudaranya lekat dengan dada kurus Rafi, lalu dengan santai Olga menyodomi Luna, yang mengerang,
'Ancur, lu Olga. Sakit tau, pantat gua masih perawan, monyet! main sodok aja.'
Rafi ikut nimbrung, 'Yah tau 'ndiri, May, Olga, gitu loh, doyan pantat.'
Tapi Olga tak perduli dan dengan tempo yang teratur menggenjot anus Luna yang kini justru mendesah kenikmatan merasakan dua lubang kenikmatannya disodok dengan penuh gairah, ia bisa merasakan duua penis yang terhalang leh batas tipis antara anus dan vaginanya bergerak berirama, bergerinjal-gerinjal dalam kedua lubangya.
Dan tak lama hingga Luna kembali mendapat multiple orgasme, terlebih ketika keduanya salung bergantian menembus vagina dan anusnya.

Luna sampai minta-minta ampun pada kedua rekannya yang ternyata punya stamina sangat hebat, mereka kembali cengengesan, lalu membiarkan Luna beristirahat sebentar, sambil saling berbisik dan keduanya tertawa bersama. Rafi kemabali terlentang, meminta luna kambali berwoman on top . Luna yang terpauskan habis-habisan menurut tanpa pikir panjang dan melakukan permintaan Rafi, ia tak sadar kalau posisinya dimanfaatkan Olga untuk mengujam penis Luna dari belakang.

Mulut Luna membentuk huruf O namun tak bisa mengeluarkan suara, ia merasakan vaginanya dipaksa berekspansi habis-habisan menerima serbuan dua penis rekannya. Dan mulutnya menganga dan mendesah hebat ketika penis keduanya bergerak liar dalam vaginanya. Kegialaan ketiganya menyatu dalam posisi satu lubang dua batang ini.
Dan lolongan ketiganya menandai puncak orgasme terhebat yang terjadi di ruangan itu, semburan-demi semburan sperma masuk menerjang ke fdalam rahim Luna membuat gadis itu kembali melejang-lejang dilanda multiple orgasme sementara Olaga dan Rafi serasa berada di awang-awang ketika melepaskan hajat mereka yang tertahan begitu lama.
Ketiganya kemudian terkulai lemas, saling berpelukan. setelah seengah jam baru ketiganya mampu bergerak dengan lemah untuk kemudian berpakaian. Ketiganya melihat jam, tiga jam mereka bersetubuh dengan liar, ketiganya berpandangan dan tertawa.
Sejak saat itu ketiganya sering melakukan threesome bila ada kesempatan, bahkan mereka saling menyesuaikan jadwal agar bisa off bersamaan dan melakukan wild sex bersama.

Yummi,
End

Monday, December 22, 2008


celebrity nightmare: Wulan Guritno

Wulan sangat cemas, Shalom putrinya belum kembali dari bermain. Kecemasannya makin meningg keika malam makin larut. Akhirnya dibulatkan tekadnya.
Kerika jemarinya akan menekan nomor polisi. Anna, pembantunya, menghentikan Wulan.

'Sebaiknya, nyonya jangan hubungi Polisi, karena kalau tidak.....'
'Hah... Anna, kamu tahu di mana Shalo? Di mana dia?Di Mana anakku?' jerit Wulan sambil mencekal Anna, dengan kasar Anna menepiskan Wulan, dan berkata

'Anakmu baik-baik saja, dan nasibnya sepenuhnya tergantung kamu'

'Apa maksudmu!' sambur Wulan galak, 'Apa yang kamu minta? Uang?'
'Berapapun aku beri, asal kau kembalikan anakku....Apapun!'

'Kamu pasti berikan hidupmu untukku,' desis Anna dingin, ia menyalakan laptop Wulan, kemudian membuka sebuah chat line, dan...
Wulan kaget, ia melihat anaknya disekap di sebuah tempat yang tampak seperti gudang tak terawat, mata dan mulutnya tertutup, keadaannya berantakan.

Wulan meradang, ia mencoba menyerang Anna,
'Apa yang kamu lakukan pada anakku! Lepaskan dia!'

Namun Anna lebih sigap, ia berkelit dan mengangkat telepon. Lalu ia mengancam,
'Kamu sakiti aku, maka aku akanmeminta temanku untik mengiris anakmu perlahan-lahan, menyiram lukanya dengan asam, hingga ia mati perlahan lahan.'

Langkah Wulan terhenti, tubuhnya limbung dan ia jatuh terduduk. Ia merangkak, dan menangkap kaki Anna, dan memohon
'Tolong Anna... jangan sakiti Shalom... Aku akan turuti semua keinginanmu, tapi tolong ... lepaskan ia, jangan sakiti anakku' hibanya dengan sedih.
'Good start, bitch' desis Anna.
'Aku tak akan melepaskan anakmu semudah itu, karena ia adalah asuransiku untuk kepatuhan totalmu. Shalom akan di rawat dengan baik, tapi kamu harus patuh padaku. Dan jangan tanya kapan anakmu aku lepaskan... It's my decision.!'

Wulan hanya bisa terisak pasrah mendengar semua hal itu, baginya Shalom adalah segalanya, dan ia rela mengorbankan hidupnya demi Shalom.
Maka ketika Anna menyerahkan surat di atas materai yang menyatakan seluruh harta bendanya dan hidupnya sepenuhnya ada dalam kuasa Anna, dan tidak ada unsur paksaaan di dalamnya, Wulan langsung menanda tanganinya tanpa berfikir panjang lagi.

Tawa kemenangan Anna makin menusuk perasaan Wulan Guritno, terlebih ketika kini Anna duduk di sofa mewahnya sementara ia terpuruk bersimpuh di kaki Anna, sepeti budak, bersimpuh di kaku sang nyonya.

'Nah Wulan, sekarang berdiri' perintah Anna. Wulan tahu kalau sekarang ia harus menuruti semua permintaan Anna, dengan lemah ia berdiri, kepalanya tertunduk, dan tetes air mata membasahi lantai marmer rumah mewah yang kini jadi kepunyaan Anna.

'Buka pakaianmu, aku mau melihat tubuh telanjangmu'. Perintah itu membuat Wulan tercekat, namun demi melihat telefon di tangan Anna, dan juga webcam itu, membuat Wulan tek bisa berbuat banyak, Ia melepaskan gaun terusan yang digunakannya. Mata Anna terbelalak, melihat payudara Wulan yang mecuat indah, walau tak disangga oleh Bra, dan kini hanya G-string hitam yang melekat di tubuh Wulan.

'Kamu sexy Wulan, kamu sexy.' kata Anna, sambil memanggil Wulan dan memaksanya bersimpuh di depan selangkangannya yang kini mengangkang lebar.
Wulan tak percaya, di hadapannya kini terpampang vagina seseorang yang tadinya merupakan pembantunya, nmun kini ia harus memuaskan perempuan itu. Perlahan Wulan menciumi vagina Anna, memainkan lidahnya di labianya, menyentil clitorisnya.
Anna mendesah menerima perlakuan itu, ia menggeram kenikmatan, tangannya menggurat punggung mulus Wulan, meninggalkan jejak cakaran di punggung itu.

Kaki Anna melejang-lejang ketika orgasmenya melanda. Ia terpuaskan oleh 'pelayan' barunya, yang sekarang tengah membersihkan cairan cinta yang mengucur deras dari vaginanya.

'Bagus, Wulan, kamu memang hebat.' Kata Anna, melihat Wulan yang dengan patuh menunggu perintah selanjutnya. Anna mendekati Wulan, tangannya dengan lembut bermain di tubuh Wulan, sambil berputar mengelilinginya, membuat ibu Shalom itu bergidig, tangan Anna mencapai G-stringnya, lalu dengan kasar menyentak ke atas hingga putus. Wulan meringis nyeri ketika vagina dan clitorisnya bergesekan kasar dengan G-string itu.

'Wulan, aku akan menjadikanmu pelacur kelas rendahan' bisik Anna dengan suara sexy, 'Aku akan membuatmu jadi pembuangan sperma lelaki bejad yang ada di pinggir jalan.'

Airmata Wulan tertumpah lagi karena ternyata Anna menyimpan dendam yang begitu parah pada dirinya, walaupun ia sendiri tidak menyadari apa yang memicu dendam itu. Namun kini ia sama sekali tak berdaya, terlebih karena nasib Shalom yang ada di tangan Anna. Maka ia hanya bisa menuruti permainan gila Anna, ia dipaksa menggunakan babydoll putih tipis tanpa apa-apa lagi dibaliknya. lalu memaksanya berkendaraan.

Di sebuah perempatan jalan, Anna memerintahkan Wulan untuk menepikan kendaraannya, lalu mereka berdua keluar dari mobil, dan Anna memaksa Wulan untuk berjalan di bawah terik matahari, yang dengan segera membuat tubuhnya berkeringat dan menyebabkan babydoll tadi mencetak jelas lekuk tubuhnya.
Wulan sangat malu karena tubuhnya kini sama dengan telanjang, ia bisa melihat padangan mata penuh nafsu lelaki yang melihatnya, serta pandangan melecehkan wanita yang memang menganggapnya pelacur, dan yang membuatnya makin tertekan, adalah karena ia sangat mudah untuk dikenali, hingga semua orang tahu kalu Wulan Guritno adalah perempuan lacur.

Lalu Anna berbisik padanya, 'kamu harus muasin pengemis di sana'. Mata Wulan membelalak ngeri melihat pengemis yang dimaksud Anna. Seluruh tubuh pengemis itu terkena penyakit kulit, seperti sisik, dan kudis di mana-mana.
'Nyo....nyona Anna... hamba mohon, jangan birkan aku bersetebuh dengannya... Ak....'

Belum lagi tamat perkataan Wulan, Anna menekan tombol redial, dan berkata, 'beri satu guratan, dan buka sumbat mulut anak itu.'
Wulan menahan histerisnya mendengar jeritan Shalom. Ia jatuh tersungkur di kaki Anna dan berkata,
'Aku akan tidur dengan laki-laki itu, tapi mohon, jangan siksa lagi Shalom'

Senyum iblis Anna tertampang jelas. Ia kemudian mengeluarkan sebuah botol dan mengeluarkan beberapa buah pill dari dalam botol tersebut dan memaksa Wulan untuk menelannya.
'Pil itu adalah penyubur kandungan' kata Anna yang membuat Wulan makin lemas tak berdaya
'Aku mau kamu hamil, Wulan, hamil dari benih laki-laki rendahan' tawa sadis Anna terdengar, ketika dengan gontai Wulan mendekati pengemis kudisan tadi yang tak henti-hentinya menggaruk badannya sambil menelan ludah melihat tubuh montok Wulan Gritno berjalan menghampirinya.

Wulan jongkok mengangkang di hadapan pengemis kudisan itu dan berkata, 'mau ngentot sama aku, bang? aku lagi pengen banget' desah Wulan manja, walalupun hatinya menjerit.
'Mau dong, apa lagi lontenya kamu' kata pengmis tadi smbarangan, yang membuat Wulan makin merasa terhina.

Dengan tergesa, pengemis tadi menarik Wulan ke sebuah semak dekat tempat mangkalnya tadi, lalu dengan rakus menyingkap babydoll Wulan dan mulai menggerayang tubuh mulus Wulan.
Tetes air mata mengalir dari mata Wulan ketika merasakan tubuh penuh kudis itu menyentuh dirinya, mneggerayanginya, bahkan bermain di vagina dan anusnya.

Mulut pengemis itu juga tak tinga diam, jilatan ciuman yang dilakukkannya meninggalkan bekas cupangan diskujur tubuh Wulan. Dan Wulan juga dipaksa untuk berfrenchkiss dengan dirinya. Kemudian Pengemis tadi berkacak pinggang, Wulan mengeri apa maunya. Sambil menahan mual karena bau tak sedap yang keluar dari penis penuh kudis pengemis tadi, Wulan mendeepthroath penis itu.

Pengemis tadi merem melek keenakan, merasakan permainan mulut dan lidah Wulan di penisnya. Kemudian Pengemis tadi mendorong Wulan dengan kakinya hingga terjengkang, dan langsung memperkosanya. Wulan mengerang perih karena vagina keringnya di perkosa secara brutal oleh pengemis itu.

Wulan merasa tak percaya karena dirinya diperkosa pengemis kudisan itu di siang hari, di balik semak-semak, sementara ia bisa mendengan orang-orang berlalu lalang di sekitarnya. Ia merasa bahwaia tak lebih dari pelacur yang paling hina, karena ia melakukannya di tempat yang benar-benar tak layak.
Belum habis galaunya, pengemis tadi menunggingkan tubunya, dan langsung menyodominya.

Wulan mati-matian menahan jeritan dari mulutnya, bibir bawahnya berdarah karena ia menggigitnya demi menahan jeritan itu. Ia diperlakukan bagai hewan oleh pengemis itu, ia di paksa menggogong, dan bila ia tak mau, pengemis tadi menghentak anusnya dengan kasar.
Dan pelecahannya berlanjut, pengemis tadi memaksa Wulan membersihkan penisnya setelah puas bermain sodomi. Lalu kembali menghujam vagina Wulan, dan menyakitinya karena gerakannya yang makin liar dan kuat sebelum...

Wulan benar-benar tak berdaya, ia merasakan banyaknya sperma yang ditanamkan pengmis kudisan tadi dalam rahimnya, seperti tak berdyanya ia karena mengingat obat penyubur dan penguat kandungan yang baru saja diminumnya.

Susi tersenyum puas melihat Wulan berjalan tertatih-tatih sedikit mengangkang, setelah pertempurannya dengan pengemis kudisan tadi, dan senyuman itu makin lebar setelah melihat lelehan sperma yang mengalir di kaki Wulan.
'Nah ayo' katanya, 'masih ada yang harus kamu layani, agar sel telurmu pasti terbuahi.'

Kemudian Anna membawa Wulan ke sebuah kolong jembatan kumuh, tempat kumpul gelandangan dan pemulung, lalu memaksa Wulan untuk meminum pil penyubur lagi. Dan kembali Wulan menjadi bulan-bulanan , tubuhnya diperlakukan bagai seonggok daging tempat pembuangan sperma. Entah berapa banyak penis masuk ke dalam vagina, anus dan mulutnya, baik sendiri-sendiri atau bersamaan, bahkan malakukan double penetration dalam satu lubang, entah mulut atau vaginanya atau anusnya.

Rahim Wulan benar-benar penuh hingga sperma mereka tak mampu lagi tertampung, dan meleleh bagai air keran dari vagina Wulan. Anna benar-benar senang melihat hancurnya Wulan Guritno, dan ah... masih ada satu hiburan lagi untuk menutup hari ini.

Dan Wulan benar-benar dihina ketika Anna memaksanya melayani lima orang gila, dan itu dilakukan dipinggir jalan, hingga banyak orang yang melihat persetubuhan mereka. Wulan benar-benar sakit, karena tak ada orang yang menolongnya, karena mereka menyangka Wulan sendiri adalah orang gila. Bahkan mereka beramai-ramaimemfilemkan persetubuhan liar itu untuk kemudian ikut serta menikmati tubuh Wulan.

Anna benar-benar puas melihat sosok rusak Wlan yang ada di sebelahnya ketika mereka berkendara pulang, hari sudah malam ketika mereka kembali.
Setibanya di rumah, Anna mamasukkan Wulan ke dalam kandang Herder dan berkata
'Ini kamar barumu, dan itu teman tidurmu', ' kalau dia mau entot kamu, kamu harus kasih. siapa tau kamu hamil sama herder, hahaha'
Tawa iblis Anna terdengar sayup oleh Wulan yang berkunang-kunang, dan makin sayup ketika ia mendengar Anna berkata, 'besok kamu akan ke warung remang-remang', dan makin sayup ketika herder itu menjilati telinga, wajah dan sekujur tubuhnya sebelum memompa tubuh Wulan dengan ganas dan brutal

Tatapan mata Wulan kosong, ia tak tahu lagi apa yang akan direncanakan sang nyonya untuk memenuhi nafsu gilanya. Yang terbayang sekarang adalah bila dirinya benar-benar hamil..... anak siapakan itu?
Pengemis kudis? gelandangan? atau orang gila? atau herder?

Malam makin larut, dan penderitaan Wulan di mulai.
End

Kisah Tragis Andrea Lee V: at the Gym

Pagi itu ketiga tuan dan nyonya Andrea membawanya ke home gym, Dengan balutan sports bra dan mini hot pants, membuat tubuh sexy Andrea makin menggairahkan.

Memang setiap hari tuan dan nyonya Andrea menginginkannya untuk merawat tubuhnya dengan berlatih keras, hingga tubuhnya tetap terawat. Namun hari ini, mereka ingin 'melatih' Andrea secara khusus.

Dan latihanpun dimulai.
'Heh pelacur!' bentak satpamnya yang orang timur, 'ayo latih kekuatanmu di sini!' semburnya lagi sambil menarik Andrea ke arah universal gym machine dan Satpam itu memaksa Andrea berlatih bench press. 'Oke, set pertama.'

Beban itu seberat 60kg, dan Andrea setengah mati mengangkat beban itu, belum lagi bentakan satpam tadi membuatnya makin grogi.
Kemudian 80kg, dan Andrea makin kepayahan, hingga akhirnya terangkatpun, tidak bisa.

'Dasar brengsek! jadi apa hasil latihanmu selama ini, hah?' maki satpam tadi, sambil mengikat tangan Andrea ke handle bar, dan mengikat kaki Andrea ke arah tangan, hingga pantat Andrea mencuat ke atas.

Dengan kasar Satpam itu merenggut hotpants tipis Andrea, membiarkan vagina dan anusnya terekspose jelas, dan mereka tertawa melihat ada jejak kencing dan kotoran di selangkangan Andrea karena menahan beban tadi, dengan santai sang satpam menyendok kotoran itu, menahan rahang Andrea agar membuka, dan dengan kasar menyuapi kotoran itu ke mulutnya.

Andrea mega-megap menahan jijik, merasakan kotorannya sendiri, lalu dengan kejam satpam tadi mengarahkan penisnya yang sudah tegang dan mulai menyodomi anus Andrea yang kembali perawan itu. Andrea menjerit sejadinya karena anusnya kembali merasakan ekspansi penis besar satpam itu.

Satpam itu menekan Andrea hingga kesakitan, tulang keringnya lecet tergesek handle bar, dan satpam itu benar menikmati tiap menit yang ia bisa hingga akhirnya ia ejakulasi dan menyemburkan spermanya di anus Andrea.

Kemudian, tukang kebunnya membawa Andrea ke tengah home gym, merobek sports branya,dan memaksanya untuk melakukan rope jump.
Andrea menangis, namun tamparan keras membuatnya sadar kalau ia tak punya pilihan, belum lagi ketika ia melihat nyonya Susi memainkan remote yang mengingatkan ia akan neck strap dengan racun yang akan membuatnya gatal hebat kecuali bersetubuh dan disiram sperma manusia.

Dengan lemah Andrea mulai melakukan rope jump, ketiga tuan dan nynyanya tertawa melihat payudara montok Andrea berayun , bergoyang seirama loncatannya serta melihat lelehan sperma yang mengalir dan menetes dari anus Andrea. Tukang kebun tadi memaksa Andrea untuk melompat lebih cepat, dan ia memecuti betis Andrea hingga budaknya itu melompat sambil meringis kesakitan.

Akhirnya Andrea tak kuat lagim dan ia tersungkur di lantai.
Nafasnya memburu, dan mulutnya megap-megap mencari udara. hingga tanpa disadari penis tukang kebun itu sudah ada di hadapan wajahnya.

Tanpa rasa kasihan, tukang kebun itu menghujamkan penisnya ke dalam mulut Andrea, memaksanya ber deeptroath. Andrea berkali-kali terserdak karena Tukang kebun itu menghujamkan penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokannya. Dan akhirnya Andrea harus berjuang menelan tiap tetes sperma yang disemburkan penis tukang kebun itu.

Andrea masih bersimpuh di matras itu, ketika sepasang sarung tinju untuk karate di lemparkan ke arahnya.
Andrea tertegun, ketika ia mengangkat kepalanya, ia melihat Arman, supirnya, telah siap.
Dengan bergetar Andrea memakai sarung tinju resebut, dan baru saja ia berdiri dengan limbung, Arman merangseknya.

Tinju ke perutnya membuat Andrea terjengkang dan meringkuk menahan sakit, namun tubuhnya dipaksa berdiri oleh nyonya Susi, satpam dan tukang kebun.

Jab-jab cepat di arahkan Arman ke wajah Andrea, membuatnya pening dan sebuah hook ke rusuknya membuat Andrea terjatuh kembali. Ketika tubuh lemah itu di paksa berdiri, sebuah tendangan berputar ke arah wajah Andrea membuatnya tersungkur.

Tanpa belas kasihan Arman menelentangkan Andrea, dan memperkosanya dengan brutal. Andrea hanya bisa mengeluarkan erangan lirih, ketika penis itu mengacak vaginanya dengan brutal.

Andrea hanya berharap siksaan itu selesai ketika Arman berejakulasi di rahim mandulnya, namun salah.
Nyonya Susi masih punya satu latihan terakhir.

Andrea hanya bisa pasrah ketika tubuh remuknya di seret dan dipaksa berdiri di atas treadmill. Tangannya diikat jadi satu dan ujung tali satunya diikatkan pada bagian bawah treadmill.

Tubuhnya limbung, namun ketika ia merasakan treadmill itu mulai bergerak, ia hanya bisa memaksakan kakinya untuk berlari. Andrea merasakan kalau kecepatan treadmill itu makin bertambah dan bertambah, hingga akhirnya ia tak sanggup lagi berlari, dan terbanting di atas treadmill.

Tali pengikatnya menahan laju Andrea namum mengakibatkan payudara, perut, paha depanya tergesek treadmill. Andrea mendesis kesakitan, dan ketika ia terguling bagian punggung dan bokongnya yang tergesek.

Kemudian tubuh Andrea diposisikan menungging di treadmill itu, kedua tanganya diikat menyamping ke pergelangan kakinya, Susi mengenakan dildo panty, satu dildo di sebelah dalam digunakan untuk memuaskan dirinya, sementara dua di sebelah luar, digunakan untuk menyiksa Andrea. Tak lupa, Susi melaburkan balsam spesial buatan profesor kenalan mereka.

Dan Andrea hanya bisa mengeluarkan erangan parau dan menggeliat, ketika anus dan vaginanya di ekspansi dildo super besar dan panas itu, hingga lubang anus dan vaginanya memerah.

Setelah 'berlatih', mereka memasukkan ke dalam sebuah home slim sauna, yang sudah di modifikasi.
Andrea hanya bisa meringkuk dalam kontainer kaca itu, dan uap sauna itu di masukkan, yang semakin lama semakin panas, hingga tubuh andrea menggeliat geliat bagai cacing dalam kontainer itu.

Mereka mengeluarkan Andrea ketika melihat geliatannya makin lemah. Mereka masih ingin bermain dengan budak mereka.
Tubuh Andrea memerah karena panas, peluh mengalir dengan deras dari tubuhnya, dan kondisi itu membuat tubuhnya makin sexy, hingga membuat ketiga tuan dan nyonya nya horny lagi.

Andrea di paksa berwonan on top di atas tubuh Satpam, anusnya disodomi tukan kebun sementara mulutnya mendeepthroath penis Arman. Ketiganya memacu Andrea dengan brutal, tubuh Andrea tak lebih bagai kain usang yang dipermainkan seenaknya, sementara Susi dengan kejamnya memecuti punggung Andrea dengan sabuk kulit.

Ketika mereka selesai, tubuh Andrea jatuh tertelungkup. Di punggunya tercetak jelas bilur-bilur keunguan hasil cambukan Susi sementara sekujur tubuhnya penuh sperma tuan-tuannya. Mereka tertawa malihat kondisi Andrea, meninggalkannya sembarangan di home gym sambil merencanakan permainan berikutnya untuk sang budak.

End

Thursday, October 02, 2008


The Beast Within: Tamara Blezinsky

Sebelumnya saya mohon maaf kalau cerita saya menyinggung profesi terhormat pengejar berita,

saya hanya ingin membagi kondisi ketertekanan seseorang yang bisa membuat khilaf.
Sekali lagi saya mohon maaf
.

Tamara tampak sendirian di tengah keramaian nite club itu, suara entakan musik, teriakan riuh pengunjung, tampaknya tidak masuk ke dalam jiwa Tamara yang tampak kosong.
'Ternyata memang akhirnya aku sendiri', hati Tamara berkata.

Memang benar, lalu lalang penikmat musik, seakan tak hiraukan sosok perempuan yang pernah begitu populernya menjadi objek masturbasi tiap lelaki, dan menjadi panutan standard kecantikan para wanita.
Mereka seakan tak mengenalinya, tak memperhatikannya. Kesedihannya bertambah dimaraknya permasalahan hidup yang ia hadapi, terutama kekalahannya dalam hak pengasuhan anak, ditambah lagi gencarnya pemberitaan seputar kehidupan pribadinya yang makin meredupkan cahayanya.

Dan kini, seakan semuanya bertumpuk dalam benak Tamara, sudah tak terhitung banyaknya martini, bloody mary, whisky double, bahkan vodka, jack daniels dan jhonie walker masuk dalam pembuluh darahnya. Ia hanya ingin mabuk....

Dengan terhuyung, Tamara melangkah ke luar Nite Club di bilangan Jakarta Utara itu, 'I need a goddamn fresh air', pikirnya. Tubuh limbungnya berjalan terhuyung, ketika di sebuah gang ia melihat beberapa pemulung, pengemis, preman duduk mengelilingi api unggun sambil main judi.

Mata Tamara memancarkan dendam yang amat sangat, kemarahan dan angkara juga berbaur
dalam tatapan matanya. Dan hatinya sudah bulat.
Dengan langkah terhuyung Tamara mendekati mereka.
'Malam, abang semua....', katanya genit. Para penjudi itu sempat terkaget ketakutan, menyangka ada polisi datang, namun demi melihat di depan mereka berdiri mahluk canting yang berbalut sackdress sexy, mereka justru melongo, dan Tamara tertawa meliat liur mereka yang meleleh karena mulut mereka yang menganga lebar.

Sang preman sadar terlebih dahulu, 'eeee.... maaf non, kita sangka hantu...'
'ah abang bisa aja...'
Pandangan mereka menyelidik, dan kembali mereka terkejut...
'Non kan Tamara Blezinsky?' seru mereka tak percaya...
Tamara mengedip binal, 'ia bang saya Tamara, ngga papa kan saya ikut gabung nemenin
abang main?'
Mereka berebutan mempersilahkan Tamara duduk dekat mereka, dan segera jakun mereka naik turun, karena Tamara duduk dengan bersilang kaki hingga keindahan pahanya bebas dinikmati mereka.

Lalu Tamara berkata, 'bang, saya ikut main,ya biar rame', mereka hanya bisa mengangguk bego,
'tapi saya ngga bawa uang, gimana kalau taruhannya saya buka pakaian saya tiap kalah.'
Preman, pengemis dan pemulung tadi, segera mengangguk tanpa ragu, lalu mereka mulai
bermain, dan tak lama, Tamara menelan kekalahannya pertama, dengan santai ia bangkit, membuka dengan sensual sackdressnya, membiarkan para partner perminanya, melotot hingga mata mereka mau keluar dari rongga matanya.

Tamara hanya memakai g-string transparan, dan payudaranya menantang bebas, ia sama sekali tidak risih.
Ia melihat kalau para lelaki itu sudah tidak konsentrasi, pandangan bernafsu mereka nyata.

Tamarapun mengerti, dengan jari telunjuknya dan senyum binal ia memanggil mereka.
Ketiga pria itu langsung menyerbu tubuh mulus Tamara, ciuman, jilatan, remasan dan rabaan membanjiri tubuhnya, tak ada sejengkalpun terlewat. Tamara dengan liar membalas rangsangan mereka, ia malayani ciuman bernafsu mereka, dan tanpa sungkan ia jongkok, membuka celana lusuh ketiga lelaki tersebut, dan memberikan oral terhebat yang pernah dirasakan ketiganya.

'edaaaaan, sepongan mbak Tamara memang hebat', lenguh sang preman ketika Tamara asyik men deep throathnya, sambil dua tangan indahnya melakukan hand job untuk sang pemulung dan pengemis, 'edan, tangannya mulus banget', desah mereka.

Bergantian tiga penis tadi masuk dalam tenggorokan Tamara, mereka menekankan wajah Tamara ke selangkangan mereka, hingga hidung mancungnya tertanam di bulu kemaluan mereka yang tak terawat itu. Mereka begitu menikmati pelayanan Tamara, mereka tak menyadari titik air mata yang keluar dari mata indah Tamara.

Ia sengaja memilih jalan ini, ia merasa sudah hancur, 'maka biarlah aku sekalian berkubang dalam lumpur kenistaan' batin Tamara, sambil merasakan perihnya kerongkongannya menerima gempuran penis yang dengan kasar membombardirnya.

Lalu mereka membaringkan Tamara di atas hamparan kardus, temapt mereka main kartu tadi, mereka berlomba menjilat, mencium dan menggerayangi tubuh Tamara yang masih sexy itu walaupun usianya sudah lebih 30 tahun.

Vaginanya yang terawat, menjadi bulan-bulanan ketiganya yang bergantian menjilat, mencium dan mengaduknya dengan kasar.
Tamara menyembunyikan ringisan nyeri dengan rintihan manja, yang mebuat ketiganya makin bernafsu, keren merasa bisa membuat seorang Tamara Blezinsky terangsang oleh permainan mereka.

Sang preman sudah tak sanggup bertahan, ia lalu menyampirkan kaki jenjang Tamara, ke
bahunya, dan tanpa basa-basi menghujamkan penisnya ke vagina sang artis idola.
Rasa sakit dan nyeri segera menyengat Tamara, karena vaginanya sebenarnya hanya basah oleh liur pria-pria itu, bukan karena terangsang, namun dari mulut sexynya terlontar, 'aaaaahhh, yesssss, enak banget, mas.... penismu benar-benar muasin aku..., ayo genjot aku sayang', desah Tamara lirih.

Sang preman langsung menggenjot tubuh Tamara tanpa ampun, sakitnya benar-benar terasa, namun Tamara menutupinya dengan mengeluarkan erangan manja, dan bukan hanya
vaginanya, payudaranyapun sakit karena diremas dan digigit dengan brutal, namun expresi sang idola yang seperti menikati, membuat mereka makin brutal lagi.

Lalu mereka berganti posisi, Tamara sekarang melakukan WOT, lalu sang pengemis, mengambil posisi di belakang Tamara.
Anus Tamara sresa terbakar ketika kepala penis sang pengemis menerobos masuk anusnya, dalam lenguhnya yang ditahan Tmara menjerit, 'iiiiiiiyyyyyaaaaaaaaaa, hajar anuuuussss kuuu.... sodomi akuuuu', desisnya menahan sakit. Dan perihnya benar-benar hampir membuat Tamara tak sanggup lagi berpura-pura, terlebih ketika dengan brutal mereka mulai bergerak di vagina dan anusnya.

Pemulung itu juga minta jatah, dan sebuah tontonan erotis tersaji bebas, dimana Tamara sang artis idola, digumuli olah tiga orang kasar, dekil, dan lusuh, di ketiga lubang kenikmatannya. Dan meleka melakukannya bergatian, hingga ketiganya masing masing merasakan semua lubang di tubuh Tamara.
Tamara berada dalam posisi misionaris, ketika ia melihat ada tiga orang gelandangan yang datang mendekat dengan penis teracung, 'biarlah...' seru Tamara dalam batinya, 'biarlah...'

Tamara pasrah bila kemudian akan datang lagi banyak orang-orang pinggiran itu untuk
menikmati tubuhnya, namun ketika para gelandangan tadi ingin melakukan ronde ke tiga, raung sirine membuat mereka lari tunggang langgang. Namun Tamara hanya diam, ia menanti mobil satpol pp itu datang.

Ia membiarkan satpol pp menjaringnya, ia tidak mau mengenakan pakainannya, ia lebih ingin bugil. Tamara melihat puluhan blitz dan cahaya kamera menyoroti tubuh telanjangnya, mengabadikan kesexyannya, dan mungkin sekarang banyak orang menyaksikannya karena ia tau beberapa TV melakukan siaran langsung, Tamara tidak peduli, ia tidak mau menutupi tubuhnya, bahkan ia angkat wajahnya dan membiarkannya terekam jelas oleh kamera.

Sesaat sebelum naik ke mobil patroli. Tamara membalikkan tubuhnya menantang kamera dan berteriak mengeluarkan emosinya.
'Lihat aku, puas kalian semua!', bentaknya.
'Ini kan yang ingin kalian lihat? Tamara yang rusak? Tamara yang penzinah?'
'Ini kan yang ingin kalian lihat? nih payudaraku yang pernah diberi gelar payudara terindah di Indonesia!' serunya sambil membusungkan payudaranya yang memerah akibat remasan kasar orang-orang liar tadi, bahkan putingnya meneteskan darah.

'Ini vagina yang selalu diincar laki-laki', serunya sambil mengangkangkan kakinya,
mempertontonkan vagina yang menganga setelah berkali-kali dihajar penis, dan membiarkan sperma yang berlelehan, turun ke pahanya.
'Ini bokong indahku', katanya sambil nungging ke arah kamera.

'Puas kalian? Puas!' Bentak Tamara, sebelum berbalik ke arah mobil patroli, Ia merasakan keheningan, tak ada bunyi blitz, cahaya kamera mendadak padam, bahkan tak ada satu orangpun merubungnya memintanya berkomentar.

Tamara menolak duduk di muka, ia memilih duduh di bak belakang, mengangkangkan kakinya menantang. membiarkan tubuhnya menjadi tontonan banyak orang.
Dan ketika mobil itu akhirnya melaju. Tak ada satupun pengejar berita yang mengejarnya, semua terdiam, tercenung.

Benarkah mereka yang menjadikan Tamara seperti itu?
Ataukah Tamara memang sudah hancur?

Sunday, September 28, 2008


Sophia dan Eva: Teasing Michael.


Michael bingung, Sophie, istrinya dan Eva anak tirinya sedari tadi tersenyum penuh arti, terkadang saling berpandangan, untuk kemudian terkikik geli.
Ia bingung melihat ada sedikit perubahan dalam kedekatan ibu dan anak itu. Mereka jadi lebih sering berdekatan, hangout bersama....'good thing actually', pikir Michael, karena dengan demikian ia berharap Eva bisa jauh dri pengaruh buruk pergaulan remaja masa kini.

Pandangan Michael makin berat, 'damn, I feel very sleepy' pikirnya sebelum pandangannya gelap.
Gemeretak perapian dan hangat nyala api menyadarkan Michael, Ia membiasakan matanya terhadap remang nyala perapian, dan matanya terbelalak, melihat Sophie dan Eva, keduanya memakai baby doll sexy, tipis transparan. Nyala perapian mengembangkan siluet tubuh keduanya, yang sedang meliuk erotis diiringi balutan lagu jazz yang menjadi kesukaan Sophie.

Michael mencoba bergerak, namun ia terkejut mendapati tubuhnya terikat kuat di kursi, sementara mulutnya ditutup silver duct tape. Ia hanya bisa melihat kedua malaikatnya, menari erotis, saling bersentuhan lembut.
Ia melihat Sophie membelai lembut wajah sang putri, yang dengan lembut membelai pinggang sang mama dan meremas lembut pinggulnya.
Michael coba meronta, namun ikatan itu begitu kuat, matanya jalang melihat dengan lembut Sophie mengangkat dagu sang putri, dan dengan sensual keduanya berciuman mesra, tanpa rasa risih, dan jengah. Bibir yang berpagutan, lidah yang bertautan, sementara tangan keduanya lembut saling menjelajah.

Dengan mesra mereka saling meloloskan badydoll mereka, membiarkan kulit mulus mereka terpapar lembut panas dari perapian, dengan ringan mereka saling mendekat, berpelukan, dan dengan ringan sang putri Eva, menjilati lingkar luar kedua payudara sang mama yang dengan lembut membelai mulus tubuh putrinya.

Desaha lirih keluar dari bibir Sophie ketika sang putri menghisap lembut puting payudaranya, menggigitnya lembut, membuat putingnya mengeras dan membangkitkan gairahnya. Keduanya merebahkan diri, dengan leluasa, Eva memainkan lidahnya menelusuri uluhati Sophie, yang membusungkan punggungnya hingga membentuk busur, membuat dadanya mencuat menantang.

Lidah sang putri bergerak lembut ke arah perut sang mama, untuk kemudian dengan lembut mengigit pnggang dan pinggul sang mama. Rontaan Michael yang meledak-ledak tak menyurutkan mereka.
Sensual liuk Sophie ketika ia membalikkan tubuhnya, menumpukan tubuhnya di kedua siku, melengkungan punggungnya, meninggikan bongkahan indah pantanya, dan menekukkan kakinya ke atas.

Eva mengambil botol aroma terapi, membalurkan ke punggung sang mama, dan dengan lembut memijat sang mama, yang meliuk erotis mengimbangi gerak lembut sang putri.
Kembali Eva mendaratkan ciuman-ciuman ringan, dimuali dari tengkuk sang mama, turun ke punggung, ke pinggulnya, lalu ke belahan pantatnya.

Sophie mendesah hebat ketika lidah sang putri melakukan anal rimming pada dirinya, gairahnya memuncak, tubuhnya mengejang, , tangan sang putri bergerak lembut di selangkanangannya, mengelusi paha dalamnya, memainkan vaginanya, memijat lembut clitorisnya.

Sang mama melenguh-lenguh kenikmatan, memaju mundurkan pantat indahnya, membiarkan seluruh titik rangsanganya tersapu lidah dan bibir sang putri, dan merasakan permainan tangan sang putri di selangkangannya yang kian basah. Dan ketika rangsangan itu begitu tak tertahankan, desah Sophie yang panjang menghantar dirinya ke puncak kenikmatan.

Michael mengentak-hentak kursinya, ia ingin berontak, namun tak bisa, matanya memerah, nafsunya menggelegak. Kini sofie berbalik, dengan sensual ia menghisap jemari sang putri yang basah oleh cairan cintanya, kemudian memagut bibir Eva, tanda terima kasih atas kenikmatan yang diperolehnya.
Lidah sang mama bermain lembut di cuping telinga sang putri, lalu ke rahangnya, membiarkan desah Eva memenuhi telinganya.

Sophie merebahkan sang putri, tubuhnya seakan melindungi sang putri. Tangannya merayapi wajah Eva, mengusap halus bibir indah sang putri, membiarkan jemarinya dihisap, sambil merasakan tangan sang putri kembali menggerayanginya.
Lalu sang mama mengambil madu, mengulasnya ke tubuh Eva, dan dengan lembut menelusurkan bibir dan lidahnya di tubuh sang putri.

Lenguhan dan desahan lirih Eva, membuat Michael makin meronta di kursinya, matanya jalang memerah, pembuluh darah tercetak nyata di dahinya, kemejanya telah basah oleh peluh.

Eva bergetar merasakan rambut sang mama yang memulas tubuhnya sambil sang mama, menciumi tubuhnya, turun ke vaginanya yang muda itu. Pinggul sang gadis mengentak-entak, merasakan permainan lidah sang mama, kakinya disampirkan ke bahu sang mama, sementara tangan Sophie, meremasi sekujur tubuh sang putri.

Dalam siluet perapian, geliat kedua wanita tersebut begitu menggairahkan, kilat tubuh bauran peluh, dan madu, memberi nuansa erotis dan eksotis.
Michael berharap ia bisa lolos, deru nafasnya bagai kuda pacu ingin berlomba. Tatap matanya gabungan nafsu, ketakberdayaan dan kepasrahan.

Tak lama, Eva mendapatkan puncaknya...sang mama menghirup cairan cinta yang mengalir deras dari vagina sang putri. Dengan lembut Eva membimbing wajah sang mama, memeluknya mesra dan memagut bibirnya, rasa bahagia karena mamanya telah memberinya kenikmatan itu.

Kemudian keduanya memandang Michael yang merana tersiksa birahi. Kedua wanita itu tersenyum binal. Mereka bangkit dari depan perapian, mendekati Michael, yang sangat berharap.

Eva berdiri di sebelah kanan sang papa, sementara Sophie di sebelah kirinya. Mereka duduk di pangkuan Michael, yang sekarang bagai seekor singa yang bersaha lepas dari jerat. dengan perlahan kedua wanita itu membelai dahi Michael yang mengeluarkan butir keringat yang begitu besar.

Mereka mendekatkan bibir mereka ke telinga Michael, membiarkan desah nafas mereka membuat bulu roma pria itu berdiri, lalu mengecup dan menjilat ringan cuping telinganya.
Kepala Michael bergerak liar, ia ingin mengulum bibir keduanya, melumatnya, namun silver duct tape itu menghambatnya.

Lalu ke dua wanita itu secara seirama, membelai dada Michael dari balik kemejanya yang sudah sangat basah itu, memainkan putingnya, membelai torsonya. Michael berharap kalau ia bisa menjadi hulk dan menaklukkan wanita-wanita yang begitu menyiksa birahinya.

Sophie dan Eva beranjak dari pangkuan Michael yang meronta tak ingin ditinggalkan. Kedua wanita itu bersimpuh di samping kursi, dan tangan keduanya membelai mesra perut Micahel, sebelum sang mama melepaskan kepala gesper yang dikenakan Michael sementara Eva membuka retsleting celana sang papa.

Keduanya kemudian bersama-sama menurunkan celana dalam Michael, dan melihat betapa keras ereksi sang pria yang sudah tak tertahankan itu, tampak jelas pre-cum yang membasahi kelelaikan Michael.

Sophie dan Eva bagaikan binatang lapar melihat penis Michael, Desah nafas mereka menghangatkan penis itu, wajah keduanya begitu dekat. Keduanya membelai lembut kelelakian itu, dan menggosokkan ke wajah masing-masing.

Nafas Michael tertahan ketika secara bergantian Eva dan Sophie mengulum penisnya, bahkan sampai ke pangkalnya, sementara kedua bola kejantanannya di belai lembut oleh ibu dan anak itu, bahkan sapuan lidah keduanya bermain di sana.

Michael hilang kendali, ia tak sanggup lebih lama menahan. Dan dengan satu erangan kuat, kelelakiannya menyemburkan benih yang sudah sedari tadi tertahan, dan siraman benihnya seakan menggila karena Sofie dan Eva dengan binal membiarkan cairan itu menerpa wajah, dan tubuh mereka. Dan ketika semburan itu berakhir, Sophie dan Eva saling meratakan sperma di tubuh mereka bagaikan memkai hand body lotion, sambil melihat kepala Micahel yang terkulai ke depan, nafasnya yang berat berubah normal.

Keduanya mencium Micael yang jatuh pingsan, lalu menuju ke arah perapian, saling berpelukan, menutup tubuh mereka dengan selimut bulu hangat, dan menikmati sisa malam.

Friday, September 26, 2008


Sophie and Eva

Sudah pukul 01 dinihari, Sophia merasa cemas. Eva, anaknya, belum menampakkan batang

hidungnya, gadis itu sudah mekar dan mengundang banyak kumbang untuk datang mendekat.

Ibu muda itu hampir jatuh tertidur, ketika pintu kamar terbuka perlahan, kamar itu sengaja digelapkan. Siluet tubuh Eva, tertangkap mata sang ibu.
Eva terkejut melihat ibunya dalam kamar menantinya, dan sang ibu terkejut melihat anaknya dalam keadaan mabuk berat dan acak-acakan.

'Eva, what the hell do you think the time is now?' bentak Sophie,
Dengan acuh Eva menyahut, 'ah, fuck off, I'm dizzy okay, I need rest.'

'Eva! apa begitu caramu menjawab mama?'
Jari tengah sang anak teracung, sambil santai, Eva meloloskan tanktopnya, Sophie kaget melihat putrinya tak mengenakan bra. Tak lama, leather mini skirt itu lolos dari pinggul Eva, balutan mini panties sexy, menunjukkan siluet gadis muda yang ranum itu.

Sophie merenggut bahu Eva, mambalikkannya,dan berkta gusar, ' Eva, aku ibumu, mana sikap...'
plak...
satu tamparan mendarat di pipi Sophie, ia tertegun. Eva menamparnya! Belum hilang
tertegunnya, degan keras Eva menjambak rambutnya, dan melemparkan tubuh ibunya ke atas tempat tidur.

Sophie benar-benar kaget, dan hal itu benar-benar dimanfaatkan Eva, dengan sigap ia mengikat pergelangan tangan dan kaki ibunya, mengikatnya ke ujung-ujung tempat tidur, membentuk huruf x.
Dengan santai, Eva naik, mendekatkan wajahnya ke wajah sang ibu. Sophie dengan jelas dapat mencium aroma miniman keras dari mulut Eva.

'A...apa-apaan kamu Eva..' kata Sophie dengan terbata, 'lepasin mama...kamu....'
Sophie benar-benar bergidig ngeri. Anaknya berbeda sekali, dengus nafasnya menerpa bibirnya, jarak bibir merka sangat tipis, dan dengan gerakan menggoda, Eva menyentuhkan bibirnya ke bibir sang ibu, memberikan kecupan ringan, lalu mengangkat wajahnya kembali, matanya yang merah menelusuri wajah sang ibu.

Sophie bergetar, pikirannya berkecamuk, dan tubuhnya mengejang ketika Eva mendekatkan bibirnya ke tlinganya, desah nafas sang anak yang hangat membutnya menahan nafas menanti perbuatan anaknya.
Dengan lembut, Eva mencium telinga sang ibu, dan memainkan lidahnya dengan sensual, lalu berbisik, ' you are, one hot momma, kind of mother i like to fuck....'

Perkataan tak senonoh itu benar-benar membuat Sophie tergagap, ia seperti tak percaya, kalau anaknya mampu berbicara sekotor itu. Kembali tubuh Sophie bergetar, Eva menciumnya lembut, lidahnya bermain nakal di sudut bibirnya, hingga bibirnya terbuka merekah, dan dengan ahli, Eva memainkan lidahnya di dalam mulut Sophie, lidah mereka berpaut, berpagutan.

Sophie tersadar, ia tak boleh terhanyut, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melepaskan ciuman liar mereka, Lepaskan mama, Eva....', Sophie berusaha tegar, ia mencoba sadar. 'Aku mamamu....' desis nya sambil meronta berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya
'Shhh..' sahut Eva, mendiamkan mamanya, ia berbisik, 'mama makin sexy kalau marah...'

Ibu muda itu frustasi, ikatan itu begitu kencang, dan anaknya makin menjadi. Dengan lembut Eva membelai wajah mamanya, memulas bibir sexy sang mama dengan jarinya, turun ke leher jenjang sang mama, bermain di tulang belikat sang mama, ia menarik putus tali daster sutra sang mama yang menerawang, menampakkan siluet tubuh Sophie yang memang indah itu.

Lalu dengan perlahan Eva memainkan jemarinya di leher sang mama, menurunkannya ke arah dada, ke perutnya, memberikan sensasi geli pada sang mama yang tana sadar mendesah, mengikuti jejak jari sang putri.
Kembali, kecupan lembut sensual di lakukan Eva, lidahnya bermain lembut di pinggir bibir sang mama, yang mulai tergerak dan membuka bibirnya, membiarkan sang putri memagut bibirnya lembut.

'Mmmmpphhh.... Eva.... No!', seru sang mama, mencoba menahan birahi terlarang ini.

'Sssshhh....' desis Eva, sambil perlahan menjilat telinga sang mama, turun ke lehernya, ke dadanya dan menjilati sekeliling payudara sang mama. Ia merasakan tubuh sang mama bergetar.
'Mmm, mom, dadamu masih kenyal..., i like it' desah Eva, sambil mengulum puting sang mama.

Tubuh Sophie mengejang, melengkung ke atas, memberikan akses bebas pada sang putri untuk, mengulum, memainkan dan menggigit lembut putingnya yang sensitif.
Eva benar-benar membuainya, lidah lenik sang putri membuat putingnya keras, lidah itu kemudian turun menelusuri uluhatinya, bermain lembut di perutnya, kemudian Eva menciumi pinggulnya, menggigit lembut pinggangnya.

Erangan Sophie makin nyata, geliatnya makin tak teratur, ia menggerakkan tubuhnya, ingin sang putri memuaskan titik-titik birahinya, namun Eva ingin mempermainkan sang mama. Ia menjilati paha dalam sang mama, lidahnya dengan lembut menggelitik sang mama, turun ke betis, lidah itu melingkar di sana, sebelum turun dan dengan lembut, Eva menghisap ibu jari sang mama, yang melenguh kencang menerima serangan sensasi kenikmatan dari sang putri.

Dengan sensual Eva mengulum ibu jari kaki sang mama, lalu dengan lembut bibirnya mengecup telapak kaki sang mama, yang kini melejang-lejang minta dipuaskan.
Perlahan eva menciumi betis, paha dalam, dan kemudian lidahnya bermain liar di seputar vagina sang mama...

'Evaaaaaaaa, puaskan mamaaaaa', Sophie yang sudah tak tahan akhirnya melepaskan suaranya, dan Eva memenuhinya dengan membenamkan wajahnya di selangkangan sang mama.
Lidahnya bergerak lincah, menerobos vagina sang mama yang terawat, menjilat, mencium, dan menggigit ringan vagina itu, clitoris sang mama menjadi permainan sang putry yang memperlakukannya bagai puting susu, dikulum, dijilat, dihisap, serta sesekali melakukan anal rimming pada sang mama.

Pinggul Sophie, bergerak liar menghentak hentak wajah sang putri, yang semakin rakus
menyeruput vagina sang mama, yang tak lama kemudian mengejang hebat.
'aaaaaaaarrrrrrgggghhhhh, evaaaaaaaa', lenguh sang mama yang mencapai orgasmenya
yang dahsyat.

Dan putrinya sepertinya sangat mengetahui kelemahan sang mama, dengan lembut ia masih bermain dengan vagina dan anus sang mama, membuat Sophie mengalami multi orgasme, yang merontokkan staminanya.
Keringat membanjir di tubuhnya, Sophie benar-benar lemas, tak berdaya. Ia hanya pasrah ketika Eva menjilati keringat di sekujur tubuhnya, memberikan orgasme-orgasme kecil.

Kemudian Eva melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki sang mama. Sophie hanya bisa pasrah ketika Eva, menyeretnya turun dari ranjang, menelungkupkannya di sebuah dipan, dan kembali mengikat tangan dan pahanya di dipan itu.
'ssssuuudah sayang', lirih Sophie, ' aaaampun... mama cape...'

Namun sang putri hanya diam, ia berjalan ke arah meja rias, embuka laci, dan mengeluarkan beberapa barang yang membuat sang mama tertegun, kare tak menyangka sang putri ternyata begitu binal.
Eva mengambil sebuah egg vibrator, dan berjalan mendekati sang mama, yang dengan lemah berusaha menggerakkan pinggunya, minta belas kasihan sang putri.

Tanpa kesulutan berarti, Eva melekatkan egg vibrator tadi di clitoris sang mama, dan
merekatkannya dengan silver duct tape, kemudian menyalakannya dengan kekuatan penuh.
Mata sang mama membeliak merasakan rangsangan hebat di clitorisnya, rintihan, erangan desahan menjadi satu keluar dari mulut Sophie yang melejang-lejang, pandangannya kabur, secara samar ia bisa melihat Eva membawa twin dildo panties, dengan ukuran besar
'Lick this rubber, bitch' perintah Eva, dan Sophie, yang sudah setengah sadar, menjilati dildo tersebut hingga basah.
Sophie melihat dengan santainya Eva, memasukkan dildo seukuran 30cm itu ke dalam vaginanya, dan mengencangkan strapnya.
Kemudian ia berjalan ke belakang sang mama, yang memohon mintabelas kasihan.
'pleeeeeaaaassseee, sweeet heart.... enough..... don't rape me'

Tapi permohonan tinggal permohonan. Dengan santai Eva, membimbing dildo itu ke vagina sang mama yang sudah sangat basah, dan menghentaknya.
Erangan, desahan dan rintihan kembali keluar dari mulut Sophie, rangsangan di clitoris dan kombinasi dildo besar membutanya kembali mengalami multi orgasme.
'Like it don'tcha, bitch?' ejek Eva, 'Bigger than Michael little dick, right'

Sang mama hanya bisa mendesah tak konsentrasi mendengar kalimat Eva. Termasuk ketika sang putri berkata.
'I'll let you feel, something new, bitch'

Sophie mengejang, jerit teredam keluar dari mulutnya yang di sumpal sang putri, yang dengan liar kini menyodomi sang mama dengan dildo itu.
Namun tubuh yang terangsang hebat itu segera melupakan rasa sakit yang menyengat dan mulai dapat menikmati genjotan dildo di dalam anusnya.

Kepala Sophie hanya bisa terkulai di tepi dipan, liur mengalir keluar dari mulut sexynya, dan hanya bagian putih matanya yang nampak.
'Say thay you're my bitch seru Eva pada sang mama
'Say it' bentak sang putri yang juga menuju puncak orgasmenya.
Sang mama terhanyut dan menjerit
'I'm your Bitch... I'm your biiiiiiiiiii......'
Dan mereka berdua terlempar dalam puncak orgasme yang maha dahsyat...

Sebuah lenguhan terlontar, ketika sang putri mencabut dildo dari anus sang mama, Eva kemudian menggiring dildo itu dan memaksa sang mama men deep throath dildo tersebut hingga bersih.

Eva kemudian mencabut egg vibrator dari clitoris sang mama, dan menjejalkan dua vibrating dildo ke anus dan vagina sang mama, dan memainkannya dengan kekuatan penuh, lalu Eva membaringkan tubuh telanjangnya di springbed, sambil mendengar musik berupa desahan dan rintihan sang mama yang menahan rangsangannya sampai keduanya tak sadarkan diri dan membiarkan tubuh mereka terlelap, hingga mentari pagi datang. Dan mengubah Sophia Latjuba menjadi sex partner sang putri Eva Celia, dan sang mama betul-betul menikmatinya.

End

Thursday, July 31, 2008


Nasib Tragis Andrea Lee IV: Petualangan di desa

Hari itu, ketiga tuan dan nyona besar, berbaik hati untuk mengajak 'budak' mereka, Andrea...
Mereka merasa kalau mereka harus memberi sedikit hadiah atas kepatuhan budak mereka yang telah melayani mereka dengan sepenuh hati.

Mereka membawa Jeep, ke luar kota, Arman, dan Susi duduk di depan, dan beringkah mesra layaknya kekasih, sementara satpam dan tukang kebun duduk di jok belakang, mereka menyamankan diri karena ada interior baru di mobil itu, yaitu Andrea yang mereka letakkan sebagai keset mobil.

Andrea hanya mengenakan sport bra dan hot pants sexy warna hitam, running sneakers senada. Wajahnya dan dadanya terhuni kaki sang satpam, semantara perut dan selangkangannya dihuni kaki sang tukang kebun, dan ketika mereka bercanda, mereka dengan suka cita menghentak-hentakkan kaki mereka....

Perjalanan itu lumayan jauh, mereka beberapa kali harus berhenti untuk istirahat, dan budak mereka dengan 'suka cita' melayani mereka
Sang nonya berkata
'Eh budak, aku pegal, pijit aku..., dan sang budak dengan patuh mulai memijat sang nyonya dengan kepatuhan.
'mmmm,boleh juga pijatanmu...' kata sang nyona, sambil kemudian menedang rusuk Andrea sebagi tanda kepuasan...Andrea megap-megap menarik nafas, rongga dadanya sesak...

Belum lagi nafas Andrea normal... ctar...ctar...ctar..., sabetan ikat pinggang Arman mengingatan kalau ia belum melayani ketiga tuannya, dengan terhuyung ia menghampiri mereka. Andrea mengambil sebuah paha ayam, memgigitnya, kemudian dengan patuh menyuapkannya ke mulut Arman, yang dengan rakus mengunyah bibir sexy itu, kemudian, ia beringsut.... menerima kepala tukang kebunnya dipangkuannya, membelai rambutnya sambil menyuapi anggur, sementara mulutnya mengoral penis satpamnya.

Mereka tertawa mendengar perut Andrea yang berbunyi....
'hahaha.... lapar, ya?' ejek Susi
Andrea terdiam, dan par....
'Jawab kalau ditanya, lonte...' bentak Arman sambil menampar Andrea
'I.... iya nyonya, saya.... saya lapar' kata Andrea demi melihat sabuk kulit Arman, mengayun kejam....

Kemudian Susi nampak membawa sebuah jagung bakar, tampak jelas Andrea menelan liurnya.... sedari tadi yang dapat ia makan adalah sperma satpam dan tukang kebun, serta remah-remah ayam dari mulut Arman.
'Kalau kamu mau makan, kamu harus turunkan hotpants kamu' perintah susi
Andrea yang kelaparan hanya bisa menuruti perintah gila tersebut, hingga kini ia hanya berbalut sport bra, dan running sneakers, ia meregangkan kakinya lebar-lebar dan mengaitkan telapak tangannya di belakang kepala.

Susi mengedip, dan tukang kebun, melepaskan kaus kakinya yang dekil, menyumpalkannya ke mulut Andrea, dan merekatnya dengan lakban silver.
Susi lalu berkata,'mulutmu ada tiga, ngga adil kalau cuma satu yang dikasih makan', sambil perlahan mendorong jagung bakar panas itu ke dalam vagina Andrea.
Andrea berusaha mati-matian menahan posisinya. Tubuhnya menegang, nafasnya cepat, wajahnya menengadah menahan sakit dan air mata.
Susi kemudian mengaduk vagina Andrea dengan jagung panas itu, mereka dapat melihat vagina Andrea memerah, terlebih karena Susi memilin clitoris Andrea dengan ganas.

Kemudian dengan sekali sentak Susi mencabut Jagung itu, tubuh Andrea tersentak dan kehilangan keseimbangan, hingga ia jatuh tersungkur dalam posisi merangkak. Dan segera sabuk Arman, satpam dan tukang kebunnya silih berganti menyapa kulit indah Andrea....
Andrea menggeliat kesakitan, berguling menahan sakit, sambil mencoba kembali bangkit dan kembali pada posisinya.

Lalu dengan perlahan, kembali Susi menghujamkan jagung tadi ke anus Andrea. Tubuh Andrea bergetar hebat, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya dan membasahi sports branya, pengaruh obat yang membuatnya selalu perawan benar-benar permanen, ia merasa anusnya yang begitu rapat dan sempit dihajar jagung besar itu.

'Nah sekarang buka lakbanmu, pelacur' bentak Susi....
Dengan tangan bergetar Andrea membuka lakban yang sangat rekat itu, meninggalkan jejak kemerahan di bibirnya, ia mengeluarkan kaus kaki busuk itu dari mulutnya.
Badannya masih bergetar,
'Sekarang jongkok' perintah Susi lagi, 'tangan tetap di belakang kepala'
Dengan lemah Andrea menuruti perintah itu....
'Ngeden! Keluarin tuh jagung pake kekuatan perutmu!'

'Ngggggghhhhh!!' Andrea mengejan setengah mati, ia mati-matian menuruti perintah gila itu. Tuan dan nyonyanya tertbahak-bahak melihat jagung yang keluar masuk dalam anus Andrea karena sulitnya gadis itu mengejan.
Akhirnya...'plop'.. jagung itu akhirnya berhasil dikeluarkan....
'Nah...', seringai Susi, 'makan tuh jagung, dan bersukur kamu sudah kami kasih makan...'

Andrea memandang miris, jagung yang berlumuran pasir, dan bercampur 'bumbu-bmbu lainnya, termasuk 'bumbu coklat' yang ikut menghiasi jagung itu....
Namun lapar, dan takut atas ancaman mereka, membuat Andrea memungut jagung itu, dan memakannya dengan rakus, berusaha melupakan rasa yang tak karuan pada jagung itu.
Ketiga tuannya menghampiri Andrea, mereka mengocok penis masing masing, menjejalkan penis mereka jauh ke dalam kerongkongan Andrea, dan memberi gadis itu 'minum'....

Hari sudah beranjak siang, mereka melanjutkan perjalanan, namun sebelumnya, mereka mencopot spotrs bra Andrea, membiarkannya hanya menggunakan sneakers, mengikatnya di atap mobil jeep itu, dan mulai berkendara.

Mereka melalui sebuah padang tandus, tubuh Andrea terpanggang mentari yang menyengat ganas, keringat deras mengalir, matanya silau, tubuhnya memerah terbakar matahari.....
Kemudian mereka melalui sebuah hutan kecil, tubuh Andrea terhantam dahan-dahan kayu, memecuti tubuhnya meninggalkan jalur merah dan luka-luka cemeti alam di sekujur tubuhnya.
Akhirnya mereka kembali berhenti, di sebuah sungai dangkal, Arman memarkirkan mobil di sungai, dan melepaskan Andrea.

Mereka meaksanya mencuci mobil dekil itu hingga bersih, sementara keiga tuan dan nyonyanya, memasang tikar di tepi sungai dan melihatnya bekerja, dengan tubuh telanjang, kemerahan terbakar mentari dan penuh luka. Dan nafsu mereka menggelegak....
Satpam dan tukang kebun maju, Andrea nampak ketakutan, ketika ke dua lelaki telanjang itu maju, tubuhnya gemetar ngeri....

Bibir indahnya langsung di ajak french kiss oleh satpam, sementara lelher jenjang dan telinganya dipermainkan tukang kebun, tubuhnya yang perih dn terluka diremas, dan digerayangi dengan kasar...
Andrea hanya bisa mengerang sakit, ketika vagina dan anusnya diaduk dengan kasar oleh keduanya. Dan Andrea menjerit putus asa ketika kedua putingnya yang sensitif digigit kasar, payudaranya dilumat dan diremasi....

Dalam posisi berdiri, Andrea di sandwich dari dua arah, jerit liar keluar dari mulutnya, kakinya melejang-lejang, tubuhnya mengejang, menggeletar. Kembali darah mengalir dari vagina dan anusnya yang terluka akibat hujaman brutal penis-penis pemerkosanya. Tubuhnya terhentak-hentak, Andrea pasrah, kepalanya terlempar ke sana ke mari, desis liar keluar dari mulutnya, liur berhamburan.

'Edan nih pecun, memeknya seret....' teriak satpam sambil kemudian menggigit payudara Andrea,
'Boolnya juga peret, .....' , dengus tukang kebun, sambil dengan brutal menyodomi Andrea dan menghujamkan giginya di tengkuk mulus sang gadis,
Kecipak air menambah liar suasana perkosaan itu.... dan disela-sela siksaan itu, Andrea melihat Arman dan susi sedang bercinta dengan liar di tepi sungai.

Kedua pemerkosanya ejakulasi hampir bersaan..., kemudian menjatuhkan Andrea begitu saja di sungai itu, mata Andrea nanar, ia meliha Arman dan Susi datang menghampirinya.
Andrea takjub melihat tubuh telanjang Susi yang ternyata sangat terawat bahkan seindah tubuh - Kate Beckinsale -.
Tubuh Andrea sediri sangat indah, semua rutinitas 'olahraga' yang dilakukannya membuat tubuhnya seindah - Jessica Biel-,
Susi tersenyum sinis dan berkata, 'memang hanya kamu yang punya body sexy?'

Kemudian ia duduk di sungai, air setinggi pinggangnya, sementara Arman mendorong Andrea hingga terjengkang merangkak.
Susi menjambak rambut Andrea, dan berkata, 'Sekarang kamu jilatin vaginaku sampai aku orgasme', dan kemudian, membenamkan kepala Andrea ke seleangkangannya. Andrea gelagapan, ia tak bisa bernafas, di bawah air, tubuhnya meronta.

Susi mengangkat kepala Andrea dan berteriak, 'Jilat memekku, pelacur...., puaskan aku....' dan kemudian kembali membenamkan kepala Andrea ke bawah air, Andrea kembali megap-megap, terlebih karena Arman memperkosanya dari belakang.
Arman merasakan kenikmatan jepitan vagina maupun anus Andrea yang berkontraksi ketika sang pemilik tubuh menggelepar kehabisan nafas...

Ketika hari menjelang magrib, mereka melanjutkan perjalanan, hingga mereka tiba di sebuah villa di tempat antah berantah.
Tubuh Andrea limbung, di punggngnya terdapat carrier 120 liter, di dadanya ransel 60 liter, dua tangannya membawa travel bag dan banyak lagi barang kecil milik tuan-tuan dan nyonyanya, dan ia harus merapihkan itu semua.

Di ruang tengah Arman mengalungkan sebuah strap di leher Andrea, gadis itu merasa seperti ada empat buah jarum halus menusuk lehernya.
Arman berkata, 'Ini buat penjagaan. Di lehermu terdapat empat jarum mikro berisi racun buatan profesor yang memberikan ramuan perapet vaginamu.'
'Racun dalam kalung itu akan membuatmu gatal di sekujur tubuh, dan hanya bisa disembuhkan kalau kamu bersetubuh dengan manusia'
Andrea merinding mendengarnya, ia teringat sosok tua yang memberinya ramuan pemandul, pembuat dada dan tubuhnya montok permanen, serta membuat vagina dan anusnya kembali 'perawan' bila dalam satu jam tidak merasakan penis

Lanjut Arman, 'Rasa gatal itu tak akan tertahan, kamu akan menggaruki seluruh tubuhmu hingga terluka, dan hanya sperma manusia yang bisa menyembuhkannya.'
'Jadi kalau kamu mencoba lari, silahkan, jarak dari tempat ini ke tempat berpenduduk sekitar seratus kilo, hanya ada hutan dan binatang di sini, silahkan bersetubuh dengan seluruh hewan hutan, atau menggaruk tubuhmu dengan pohon, biar tubuhmu hancur, dan kamu mati perlahan.'
'Dan kalaupun kamu bisa bertemu manusia, tubuhmu sudah begitu rusak, bahkan kamu akan dianggap orang gila hingga tak ada sorangpun yang mau menyetubuhimu.'

Ketiga tuan dan nyona Andrea tertawa, sementara sang gadis meratapi nasibnya... dan ia melihat Arman menekan sebuah tombol, dalam lima detik ia merasa tubuhnya panas, dan menjadi sangat gatal...
Arman serius....
Itu bukan gertakan...
Andrea menggaruk tubuhnya, bersukurlah kuku jarinya pendek, namun tetap gurat garkuan mulai terlihat, Andrea sampai berguling-guling di lantai, ia berteriak-rteriak kesakitan.

'Tuan Arman, entot saya.... tolong entot saya.... Ampun tuan, saya sangat kesakitan, entot saya tuan!, Andrea menjerit-jerit
'Aku budak kalian, tolong ampuni hamba......., setubuhi hamba.... perkosa.... entot.....' Andrea sampai meracau karena sakit dan gatalnya tubuhnya.

Arman berkata, 'kalau kamu mau di entot, ambil sendiri'
'Terima kasih tuan... terima kasih....' lengking Andrea sambil maju tergopoh-gopoh, dndengan rakus ia mendeepthroath penis Arman, sambil mengocok penis Sapam, dan tukang kebu, sebelum bergantian mengoral ketiga penis itu.
'Uuugh, penis yang indah... penis gagah.... penis perkasa' racau Andrea yang, sudah seperti orang gila....
Lalu ia menelentangkan Arman dan langsung ber woman on top, Andrea tak perduli perih di selangkangannya, penis Arman serasa es yang menyejukkan vaginanya,
Ia lalu meminta satpam menyodominya, dan dengan rakus ia mengoral tukang kebun.

Penis itu seperti hujan di tengah kemarau, Andrea menggelinjang liar, menggelinjang hebat. Ia menggelepar-gelepar minta dipuaskan, bahkan dalam histerisnya gadis itu menjerit 'Aaaaakuuuuuu looooooonteeeeeeeeeee!!!!!!!'. Dan ketika ke tiga lubang cintanya dipenuhi sperma, ia merasa gatalnya berkurang, tubuhnya menjadi sangat nyaman....
Mereka tertawa melihat Andrea yang orgasme hebat.....
Andrea sendiri ketika tersadar menangis sejadinya, karena ia bisa orgasme oleh ketiga tuannya....belum lagi ketakutannya, karena masih ada tiga jarum yang belum digunakan.....

Belum habis letihnya, Andrea sudah harus melayani keempatnya, ia menyiapkan makanan, menyiapkan air panas buat mandi, ia harus menadikan majikannya satu persatu sambil memberikan kepuasan sexual pada mereka, memijiti mereka, menghibur mereka dengan tarian erotis.
Bahkan mereka memaksa andrea dalam posisi merangkak, dan punggungnya menjadi meja permainan kartu, dan jadi asbak.
Sundutan rokok membekas di tubuh Andrea, yang hanya bisa menjengit nyeri, dan menahan posisi agar permainan kartu tersebut berlangsung dengan baik.

Hari telah tengah malam ketika permainan itu selesai.....
Dan rasanya baru saja mta Andrea memejam ketika sengatan cemeti menyapa tubuhnya....
Ia melihat nyonya Susi berdiri menantang sambil memegang cemeti besar. Andrea segera duduk bersimpuh, 'Maaf nyonya, hambamu telah lalai melayani nyonya, jagan hukum saya... hamba siap diperintah....'

Susi berkata garang, 'ikut aku... dan buka seluruh pakaiannmu', Andrea segera melepas sport bra, hotpants dan sepatunya lalu mengikuti nyonya Susi, ke luar villa.
Andrea menggigil kedinginan, sementara sang majikan mengenakan pakaan super tebal yang membuatnya nyaman.
Susi kemudian memerintahkan Andrea membawa pikulan dengan dua ember besar, lalu mereka berjalan ke salah satu sisi Villa yang berbatasan dengan sungai.

Jalannya curam dan licin, Susi memaksa Andrea turun ke sungai, memerintahkan gadis itu untuk mengambil air dan mengisi penampungan air villa itu.
Andrea tertegun, memandang curamnya tebing, ia memandang majikannya dengan pandangan memelas, namun demi melihat remote racun di tangan Susi, Andrea melangkah.

Dan karena licinnya, baru sepuluh langkah, Andrea harus merasakan tubuhnya bergesekan dengan bebatuan seiring luncurannya ke sungai. Airnya begitu dingin, Andrea mengigil, dan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Andrea sudah putus asa, tiap kali usahanya naik selalu berakhir dengan luncuran, namun siluet Susi dengan remote itu, membuatnya berusaha, beban berat itu dipanggulnya, tapak kakinya luka namun langkah demi langkah dijalaninya demi mempertahankan hidup.

Tiga jam yang berat dilalui Andrea hingga penampungan itu penuh, lalu Susi menyeretnya ke dapur, memaksanya menyiapkan makanan, kemudian ke toilet untuk membersihkan tempat itu. Andrea hampir muntah melihat kotoran yang sengaja dibuang sembarangan, dan ia harus membersihkannya. Lalu mengepel seluruh villa, membersihkan tiap sudutya.
Susi berbisik di telinga Andrea yang sangat keletihan,'Ini rasanya jadi pembantu.....'

Baru saja Andre menarik nafas, ketika Susi menarik diri. Sang satpam bangun dan langsung menyodominya, lolongan Andrea menjadi beker bagi kedua tuannya yang lain.
Dan pagi itu Andrea menjadi sarapan hidup tuan-tuannya, belum lagi kembali ia harus menyuapi ketiga tuannya, memandikan mereka dan menhibur mereka,

Jam tujuh, tukang kebun, mengikat leher Andrea dengan tambang rami dan menariknya ke sisi lain villa itu. Dan Andrea berhadapan dengan sebidang lahan pertanian luas. Tukang kebun, memasang kuk di leher Andrea, memasang kekang kuda, dan memasang bajak di kuk tersebut.
Tukang kebun duduk di atas bajak, lalu memecut Andrea, dengan tertatih, gadis itu menarik bajak itu dengan tubuh telanjangnya, lumpur menodai tubuh montok yang berkilat karena keringat yang mengalir deras.
Ketika mentari meninggi, tukan kebun mengijinkan Andrea beristirahat sejenak di kubangan lumpur, hanya memperoleh sekeping tempe goreng, tahu dan daun bayam untuk makan, dan air ang mengalir di tepi sawa sebagai air minum dan sperma sebagai penutup.

Ketika senja tiba, Satpam membawa Andrea masuk ke arah hutan, merengkuh tubuhnya, menempelkan punggungnya ke pohon besar, dan meperkosanya dengan brutal, hingga menyisakan lecet di punggung Andrea. Lalu ia memaksa Andrea memanggul tumpukan kayu bakar yang ada di hutan itu. Lutut andrea serasa copot karena beban seberat itu yang dipanggulnya, tinggi tumpukan itu menjulang dari atas kepala turun hingga ke pantatnya.

Tiba di villa kembali Susi sudah bersiap menyambut dengan setumpuk pekerjaan rumah tangga buat Andrea....

Ketika malam, mereka mengadakan barbeque di halaman villa, Andrea hanya bisa menelan ludah karena melihat lahapnya majikannya makan hasil barbeque yang ia buat, sementara ia hanya memakan sisa-sisa mereka, sementara ia dibuat sibuk, memanggang, dan memasak serta melayani majikannya. Tubuh indahnya memerah di terpa api unggun yang dipakai memasak.

Lalu kembali Andrea menjadi bulan-bulanan sexual mereka, kembali ketiga lubang kenikmatan Andrea menjadi penampungan sperma, juga cairan nyonya Susi, bahkan terakhir meteka menggantung Andrea mendatar membentuk huruf X, menambah kayu dan melihat tubuh andrea mengeliat-geliat merasakan bunga-bunga api unggun
menerpa punggungnya. Dan membiarkannya semalaman di luar, tergantung demikian.... rasa panas berganti sejuk kemudian dingin seiring padamnya api unggun, dan seperti manambh derita Andrea, langit mendadak gelap, dan hujan hangin mengguyur tubuhnya semalaman....

Jam dua subuh, tubuh Andrea terbanting ke tanah, ia mengerang, ia mencoba meringkuk, namun dera cemeti menyakitinya, ia melihat Nyonya Susi berdiri, berkacak pinggang....
'Jangan malas pelacur....Liburan kita masih lama....'
Prosesi itu dimulai kembali.....
Air mata mengalir dari mata Andrea, dengan tertatih ia berjalan ke arah sungai, ditambah attachment baru, vibrating dildo panties untuk anus dan vaginanya, yang dipastikan menyetrumnya ketika bersentuhan air...

Hari masih jauh dari siang.....
Hari masih sangat panjang....

Thursday, July 24, 2008


Kegilaan Agnes VII: Jakarta-Surabaya

Supir truk itu terkejut, mendengar ketukan di pintu kendaraannya.
Seorang gadis keturunan muda dengan tubuh indah membawa tas gendong, hanya mengenakan you can see shirt ketat, bercelana jeans mini sexy berdiri di samping truknya yang sedang parir. Topi yang dipakai miring menambah kesexyan gadis itu, serta sepatu kets imutnya serta gelang emas di engkel kakinya menambah sensualitas gadis misterius itu.

Ahmad, sopir itu pucat terdiam sampai sang gadis berkata,
'tenang bang, saya bukan hantu, saya hanya ingin tanya apa abang akan menuju surabaya?'
Ahmad terbangun dari kagetnya..
'e... iya non, abang mau ke surabaya, memang kenapa?'
'saya mau ikut, saya ngga punya ongkos buat naik kendaraan umum... saya hanya bisa mengharap dari belas kasian abang' rayu gadis tadi...

Takut di otak Ahmad berganti nafsu menggelegak demi melihat tubuh sexy dengan paha jenjang memohon padanya.
'wah... neng, abang sih mau aja... tapi abang takut resiko ketauan, kan ngga boleh bawa penumpang lain' kata Ahmad sambil mengetuk kaca mobilnya dengan jari telunjuk.

'lagian abag bawa si Toing, kenek abang, kan kasian desek-desekan...'

Gadis itu memohon..
'tolong lah bang, saya akan sangat berterima kasih, kalau abang mau menolong saya....., dan saya tidak akan melupakan kebaikan abang'

'wah neng... kalau abang tolong, emang neng mau kasih apa? uang aja ngga punya...' jawab Ahmad ketus

Gadis itu ragu sejenak, namun kemudian, tanpa di duga Ahmad, gadis itu menurunkan celana jins mini yang dikenakannya, ia memandang Ahmad dan berkata..
'apa ini cukup sebagai pembayaran?'

Mata Ahmad melotot melihat vagina pink gadis itu yang tak ditumbuhi sehelai rambutpun....
Nafsunya menggelegak.....
'Oke deh neng.... abang bantu....' kata Ahmad, ia lalu membangunkan Toing, yang juga terkaget-kaget melihat bidadari turun dari khayangan ada di depan matanya
'siapa tuh, bang? ' tanyanya kagum
'perek baru gua..' kata Ahmad kalem, ia bisa melihat telinga dan wajah gadis tadi memerah, ia tak perduli.... penisnya sudah tegang dari tadi...

Ahmad menyuruh Toing pindah ke belakang kemudi, ia lalu membukakan pintu buat gadis itu, mempersilahkannya duduk di tengah.
'Eh, neng, mending tuh celana di buka aja... abang mau ngobel memek neng...' perintah Ahmad tanpa tendeng aling-aling.

Gadis itu menyunggingkan senyum dan meloloskan celana sexy itu, mata Toing hampir keluar dari rongganya, vagina gadis itu sungguh terawat. lalu Ahmad berkata,
'neng, kita minta uang mukanya dulu, baru kita jalan....'

Gadis itu menganguk sambil tersipu-sipu
'nah, sekarang lu sepong kontol si Toing, sampe dia puas,....'

Toing tak bisa berkata-kata... ia hanya terbengong belihat gadis cantik rela diperlakukan seperti itu... Ketika tangan gadis tadi mau membuka celana pendek Toing, Ahmad berkata...

'ngga sopan amat sih,lu... udah minta tolong juga, dasar perek... ijin dulu dong sama, yang punya kontol... main serobot aja, dasar lonte gatel...' bentak Ahmad...
Namun gadis itu tetap tersenyum, malah senyumnya makin sensual...

'kang Toing....' desah gadis tadi manja...'boleh saya sepong kontol, akang?'... katanya sambil tangannya menelusup ke balik celana pendek Toing dan menari di sana.
Toing tak bisa menahan lelehan ludahnya, ia hanya bisamengangguk bego.

Dengan lembut gadis tadi menurunkan celana Toing, dan segera penis tegang Toing mencuat, dengan tanpa ragu gadis itu memasukkan seluruh penis itu dalam mulutnya, dan melakukan deepthrath....

Toing hanya bisa melenguh keenakan tak percaya, mendapatkan pelayanan maximal dari gadis cantik yang baru dikenalnya. Tangannya meneyetak topi sang gadis, rambut ikalnya tergerai dan segera menjadi sasaran tangan Toing, dengan nafsunya ia menekan kepala gadis itu di sekangkangannya dan memaju mundurkan pinggulnya denagn liar.
Sementara vagina dan anus gadis tadi menjadi sasaaran jemari gempal Ahmad yang dengan liar mengorek-ngorek vagina dan anus gadis itu yang rapat, terawat dan wangi itu. Ahmad merasa bahagia seperti medapat durian runtuh.

Lima belas menit kemudian, Toing menekan kepala gadis itu dengan kuat ke selangkangannya dan berejakulasi, tanpa gugup, gadis itu menghisap, menelan dan meminum semua sperma tanpa sisa, ia profesional sekali dalam melakukannya.
Kemudian Ahmad membaringkan sang gadis di tempat kecil di belakang kursi mereka yang biasa dipakai untuk tidur, dan menyuruh Toing untuk mulai mengemudi.
Ahmad sendiri yang sudah kalap, segera menyampirkan kaki gadis tadi ke bahunya, dan langsung mencoba gaya kesukaannya, sodomi.

Tubuhnya mnghentak-hentak gadis tadi yang mengerang-ngerang kenikmatan, tangan gadis itu bermain lincah di clitorisnya untuk menambah rangsangan yang diterimanya, tangan gepal Ahmad sibuk menjelajah ke sana dan kemari, sembari meremasi payudara sekal sang gadis, dan menarik-narik puting susunya dengan gemas.
Ahmad dengan liar melipat kaki gadis itu ke samping telinga sang gadis, ia mengeluarkan penis yang berlumur kotoran dari anus gadis itu dan dengan santai menghujamkannya ke vagina sang gadis yang nampak horny dengan pelecehan itu, lalu mulai menggenjot tubuh gadis itu. Desah dan erangan mereka teredam deru mesin, bising kendaraan, dan gerinjal jalan menambah hentakan persetubuhan liar tersebut.

Di lampu merah, mereka berhenti, Ahmad pindah ke belakang kemudi, sementara Toing pindah ke belakang, Ia lalu menunggingkan sang gadis, mengarahkan torpedonya, dan langsung menggoyang sang gadis dengan liar, ia sama sekali tak perduli kalau sang gadis terantuk-antuk didning kabin, Toing hanya semangat mengaduk vagina sang gadis. Tangan kasar Toing menampari pantat sang gadis sampai memerah, meremasi dadanya dengan liar, membuat sang gadis merintih nyeri berbaur nikmat, erangan erotis keluar dari persetubuhan brutal itu.

Ketika malam kembali turun, mereka berhenti di sebuah warung remang, Ahmad danToing meminta san gadis untuk tinggal dalam mobil, dan membiarkan mereka membawa makanan.
Namun merka terkejut, ketika gadis itu dengan santai melenggang masuk ke dalam warung. Ada sekitar lima belas supir dan kenek sedang asik.
'Wah ada cewe nyasar, nih...'
'Eh.. neng lonte, ya?
'ngentot yu, neng..'
'Sialan, lu Mad, punya barang bagus diembat sendiri'

Sang gadis hanya tersenyum, Ahmad dan Toing tak bisa berbat banyak, kecuali membiarkan tubuh gadis itu digerayangi rekan-reannya yang kalap, dalam hitungan detk, gadis itu sudah polos, hanya tersisa septu ketsnya, mereka merebahkannya di meja panjang yang hanya dapat menyangga punggungnya, hingga kepala, dan penggulnya tergantung leuasa di pinggir meja.

Segera saja, mulut, anus dan vaginanya menjadi sarang penis yang dihujamkan bertub-tubi dengan brutal secara bergantian maupun bersamaan, tangan mungilnya sibuk mengocok penis, sementara tubuh sexynya mbasah dan lengket karena keringat, liur, sperma. dan memerah akibat remasan brutal dan lar. Tubuhnya tak berhenti menampung penis, dan sperma. Gaya bercinta lia, brutal dan barbar yang dilakukan malah mebuat gadis itu makin bergairah, makin liar makin horny gadis yangseperti tak pernah kehabisan tenaga itu.

Satu dari pengeroyoknya berkata sambil menggenjot anus yang seakan tak pernah lebar itu,
'neng, mau jadi bini abang, ntar kita ngentot siang malem, sepuasnya.'
Sambil terengah, sang gadis berkata, 'ah, abang, mending kaya gini aja....'
'kalau saya jadi bini abang, pasti abang bakal cari memek lain, mending abang entot saya sampe puas, dan besok abang udah bisa cari memek lain, ya,kan?'

Mendengan itu, sang supir makin brutal menyodomi, menggenjot vagina dan menyetubuhi mulut sang gadis, karena ingin merasakan memori ini sebanyak dan seama mungkin.
Dan mereka bercinta semalam suntuk, supir berganti supir, kenek berganti kenek merasakan tubuh nikmat sang gadis, yang degan suka rela melakukan seluruh permintaan mereka, yang terkadang sangat melecehkan.

Matahari sudah jauh tinggi keteka persetubuhan itu berhenti ketika semuanya tak sanggup bangun lagi.
Sang gadis beringsut meninggalkan tubuh penggemarnya, yang sudah tak berdaya. Ia keluar dari warung itu, ia membiarkan kaus dan celana hotpants pengganti jins sexynya basah oleh sperma, liur dan keringat.
Ia tersenyum binal ke arah Jupri, supir yang memintanya kawin, dan menyetubuhinya dengan brutal, naik ke kabin truknya, dan menutup pintu.

Truk Jupri perlahan berjalan dengan sedikit tersendat karena penis sang pengemudi berada jauh dalam kerongkongan sang gadis, dan truk pun terus melaju....

Setelah seminggu, sang gadis baru tiba di Surabaya, ke tempat tujuannya. Ia mengetuk pintu rumah sderhana itu.

'Aduh, Nez... makasih, ya kamu mau datang.... tante kira kamu ngga mau tolong tante. Soalnya tante tau kamu super sibuk, dan banyak show...', kata sang tante sambil mempersilahkan sang gadis masuk ke dalam rumah itu.

'Tenang, tante... Nez, sudah bikin berita kalau Nez mau persiapan album baru selama tigaminggu sebelum masuk dapur rekaman, jadi tante boleh pake Nez, untuk pleasure suntuk waktu yang cukup lama, ya,kan?'

'Tapi... tante bingung, kenapa kamu tidak pilih-pilih pelanggan, malah makin kumal, makin brutal dan makin kejam, kamu makin senang, kamu ngga takut tubuhmu rusak? dan kamu ngga pernah mau mereka pakai kondom. Kamu ngga takut hamil? Ngga takut kena penyakit?

Gadis itu hanya mengedip, tersenyum nakal, membuka pakaiannya sembarangan, lalu berdiri telanjang menantang di depan pintu rumah itu, menghisap dalam dalam rokok mentholnya.

Dan tak lama gemuruh girang tedengar...

'Hore...! Agnes sudah datang....'

Dan sontak selama Agnes di sana, dia menjadi primadona tak terbantahkan di Gang Dolli, Surabaya.